0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
458 tayangan29 halaman

Jenis dan Fungsi Support Pipa

Dokumen tersebut membahas tentang pipe support, termasuk definisi, jenis, dan perhitungan span support. Pipe support berfungsi untuk menopang pipa agar tetap stabil dan aman selama beroperasi. Ada dua jenis utama pipe support, yaitu standard dan special, dengan berbagai macam fungsi seperti menopang berat, menahan geseran, dan menahan pergerakan pipa. Perhitungan span support digunakan untuk menentukan jarak optimal antar dua pipe support.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
458 tayangan29 halaman

Jenis dan Fungsi Support Pipa

Dokumen tersebut membahas tentang pipe support, termasuk definisi, jenis, dan perhitungan span support. Pipe support berfungsi untuk menopang pipa agar tetap stabil dan aman selama beroperasi. Ada dua jenis utama pipe support, yaitu standard dan special, dengan berbagai macam fungsi seperti menopang berat, menahan geseran, dan menahan pergerakan pipa. Perhitungan span support digunakan untuk menentukan jarak optimal antar dua pipe support.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PIPE SUPPORT

INHOUSE TRAINING

1
I. PENDAHULUAN
Pipe support adalah salah satu bagian yang penting dalam sistem
perpipaan di suatu plant (pabrik). Pipe support berfungsi untuk
menahan dan mengkondisikan suatu sistem perpipaan sehingga aman
sampai waktu yang telah ditentukan, bahkan diharapkan berfungsi
selama pabrik beroperasi.

Tapi sampai saat ini masih belum banyak perhatian yang diberikan
terhadap pemahaman dan pengertian secara menyeluruh mengenai
philosophy pipe support. Sehingga tak jarang sebuah keteledoran dan
kurangnya pemahaman terhadap suatu sistem pipe support dapat
menyebabkan keterlambatan penyelesaian suatu proyek, bahkan lebih
jauh lagi dapat menyebabkan kehancuran suatu bagian pabrik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dan untuk lebih meningkatkan dan


mengoptimalkan kemampuan dan pengetahuan, personel Piping perlu
diberikan pemahaman dan pengertian tentang philosophy dan design
pipe support.
2
II. PHILOSOPHY PIPE SUPPORT
Sebuah pipa yang menumpu pada suatu support akan memberikan
gaya berupa berat pipa beserta isinya ataupun gaya-gaya lain yang
terjadi kepada support tersebut. Kemudian gaya tersebut akan di
distribusikan pada seluruh sistem support, sebelum kemudian
diteruskan ke pondasi.
Karena tujuan pipe support adalah mampu menahan beban dalam
jangka waktu yang lama, maka masing-masing bagian yang saling
bersentuhan haruslah kuat dan mampu menerima beban tersebut.
Dengan demikian dalam merencana ataupun menentukan sebuah pipe
support haruslah diperhatikan hal-hal berikut:
• Material pipa harus mampu menahan beban dirinya sendiri, beban
isinya, dan gaya-gaya lain yang terjadi di pipa tersebut.
• Support berupa Steel (Structure), Foundation, Concrete dan Sleeper
haruslah kuat menahan gaya-gaya tersebut diatas.
Disamping itu seorang Piping Designer, harus mempertimbangkan
bahwa Pipe Support yang nanti terpasang tidak mengganggu access,
pengoperasian, dan maintenance.

3
III. JENIS-JENIS PIPE SUPPORT
Berdasarkan penggunaanya di bidang engineering, pipe support dapat
dibedakan atas:

III.1. STANDARD SUPPORT


Adalah pipe support yang telah dibakukan dalam bentuk dan
penggunaan tertentu. Dapat langsung digunakan tanpa harus
melakukan perhitungan kekuatan, selama masih dalam batas yang
tercantum dalam standard support tersebut.

III.2. SPECIAL PIPE SUPPORT


Adalah pipe support yang dibuat khusus karena tidak bisa
menggunakan standard support yang ada, dengan alasan tertentu spt:
load terlalu besar, ketinggian pipa yang di support melewati batas yang
ada dalam standard support, dan moment yang ditimbulkan dikhawatir-
kan terlalu besar. Untuk itu di-design sebuah pipe support dengan
memperhatikan kekuatan material dan nilai ekonomis.
4
III. JENIS-JENIS PIPE SUPPORT (continued)
Special support dibedakan menjadi 2(dua):
A). Special support by Piping
B). Special support by Civil

Perbedaan dari kedua support ini karena perjanjian saja, sebagai


contoh untuk “Pipe Stanchion T-Post” merupakan Special Support by
Civil bila salah satu kriteria berikut terpenuhi:
* Tinggi lebih dari 2500 mm
* Lebar lebih dari 1000 mm
* Berat lebih dari 750 Kg

Tetapi bisa saja ada suatu case, walaupun kriteria tersebut diatas
terpenuhi, tetapi sepanjang tidak di-infokan oleh Piping ke Civil, maka
yang tidak di-infokan itu menjadi scope Piping.

5
III. JENIS-JENIS PIPE SUPPORT (continued)
Berdasarkan pemakaiannya pipe support dapat dibagi sbb:
1). Y-Stop : Support yang berfungsi untuk menahan gerakan pipa
kearah bawah. (weight support)
2). Guide : Support yang berfungsi untuk menahan gerakan pipa
pada arah lateral.
3). Line Stop : Support yang berfungsi untuk menahan gerakan pipa
searah longitudinal (axial) dari pipa.
4). Anchor : Support yang berfungsi untuk menahan pipa agar tidak
bergerak kemana-mana. Anchor ada 2(dua) macam:
• Fixed Anchor, dimana ada transfer moment ke sistem support
(contoh: di Las)
• Guide–Line Stop, tidak ada transfer moment ke sistem support
5). Spring : Support khusus yang penggunaanya berdasarkan
hasil stress analysis group.
Penunjukan pipe support biasanya dilakukan di GA Drawing dan Isometric
Drawing, dengan menggunakan penomoran yang tercantum dalam
standard support, atau/dan nomor khusus untuk special support.
6
IV. STANDARD PIPE SUPPORT
Pipe support, sebagaimana telah didefinisikan dimuka, adalah suatu
tumpuan yang akan menahan beban pipa beserta isinya serta beban
lainnya agar dapat beroperasi dengan aman.

Untuk itu haruslah diketahui kemampuan dari pipe support tersebut


untuk menahan beban yang akan diterimanya dengan melakukan
perhitungan kekuatan. (Feeling akan terasah jika menguasai Mekanika
Teknik dan pernah ke Site).

Standard pipe support dibuat untuk memberikan kemudahan dengan


mengelompokkan bentuk pipe support berdasarkan kemampuan dan
kekuatannya, sehingga dalam penggunaanya lebih memudahkan
pekerjaan Piping Engineer.

7
V. SPAN SUPPORT
Sebelum sampai pada pemilihan dan penggunaan pipe support,
terlebih dahulu haruslah dipahami bahwa penempatan (lokasi) pipe
support sangat berpengaruh terhadap kestabilan suatu sistem
perpipaan. Untuk itu sangat diperlukan pemahaman tentang istilah
span support.

Span support adalah jarak minimal antara support pertama dengan


support kedua (jarak antara dua support), dimana system Pipa masih
dalam kondisi aman (stress & defleksi). Span support didapat dari
perhitungan dengan menggunakan formula khusus dan kemudian
disajikan dalam bentuk tabel, disebut pipe span support table.

Span support table berisi span support untuk tiap NPS pipa yang
ditumpu, baik single line maupun continuous line. Untuk kondisi
lapangan (site) yang tidak memungkinkan menerapkan jarak yang
tersedia di tabel span, maka seorang engineer mempunyai
authorization untuk melakukan perhitungan yang nantinya dapat
dipertanggung jawabkan. Hal ini disebut Engineer Responsible.
8
V. SPAN SUPPORT (continued)
Formula span support:

1. Single Span Free End

* Maximum Bending Stress, Sw


0.625xWxLs 2 xDo
Sw  (Kg/m2)
I

* Maximum Deflection, y
1.302xWxLs 4 x10 5
y (mm)
ExI

9
V. SPAN SUPPORT (continued)
Formula span support:

2. Continuous Straight Line

* Maximum Bending Stress, Sw


0.4167xWxL c 2 xDo
Sw  (Kg/m2)
I

* Maximum Deflection, y
2.604xWxLc 4 x10 4
y (mm)
ExI

10
V. SPAN SUPPORT (continued)
Dimana:
Do = Outside diameter pipa (ANSI), mm
E = Modulus Elastisitas pipa pada “service temperature”, kg/cm2
Carbon Steel = 1.825 x 106
Stainless Steel = 2.113 x 106
 = Moment Inertia pipa, cm4
(based on nominal wall thickness – CA – MT)
CA = Corrosion Allowance, mm
MT = Mill Tolerance, mm
Ls, Lc = Panjang span support yang diperlukan (minimum), m
Sw = Maximum Bending Stress due to dead load, kg/m2
W = Berat total pipa, kg/m
(W = Wp + Ww + Wi)

11
V. SPAN SUPPORT (continued)
Dimana: (continued)
(W = Wp + Ww + Wi)

Wp = Berat pipa, kg/m (lihat tabel data berat pipa), atau


Wp =  t (Do-t) x Specific Gravity x 10-3
t = nominal pipe wall thickness, mm
Specific Gravity, Carbon steel, Low Alloy Steel = 7.85 g/cm3
Specific Gravity, Stainless steel = 7.93 g/cm3

Ww = Berat air, kg/m (lihat tabel data berat air)

Wi = Berat insulation dan cover, kg/m

12
V. SPAN SUPPORT (continued)
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan span support adalah:

1. Service Temperature:
Carbon Steel = 350oC & Stainless Steel = -170oC

2. Tidak termasuk Concentrated Load

3. Corrosion Allowance, CA
Carbon Steel & Low Alloy Steel = 3 mm
Stainless Steel = 0 mm
atau tergantung spesifikasi project.

4. Mill Tolerance, MT
Carbon Steel
Kurang dari 24” diameter = 12.5% x Wall Thickness
26” diameter atau lebih = 0.3 mm
13
V. SPAN SUPPORT (continued)
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan span support adalah:

4. Mill Tolerance, MT (continued)


Stainless Steel
Kurang dari 6” diameter = 12.5% x Wall Thickness
8” diameter atau lebih = 0.3 mm
atau tergantung spesifikasi project.

5. Maximum Deflection : 7 mm
(Berdasarkan Section 321 BP CP12-1989)

6. Maximum Bending Stress : 214 kg/m2


(Berdasarkan Section 321 BP CP12-1989)

14
V. SPAN SUPPORT (continued)
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan span support adalah:

7. Insulation Thickness
Hot Service
Material : Mineral Wool
Density : 0.15 g/m3
Cold Service
Material : Polyurethane Foam
Density : 0.04 g/m3

8. Insulation Cover
Galvanized flat sheet of thickness of no.28 B.W.G
Weight = 3.2422 kg/m2

15
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT
Secara umum pemakaian support pada pipa tergantung pada kondisi
pipa tersebut, yaitu:

VI.1. BARE PIPE


 Y-Stop / Down-stop (Pipe support untuk menahan gaya ke bawah)
Pipa jenis ini langsung menumpu pada support tanpa adanya
penghalang diantaranya (pipe to steel) dengan koefisien gesek  = 0.3,
kecuali: (note: untuk mencegah local buckling)
• Pipa dengan diameter > 16” (SS), dan > 26” (CS or LTCS) , diperlukan
Reinforcing Pad (Lihat PAD).
• Pipa dengan diameter > 36”, diperlukan Spc. Shoe Sup’t (Lihat SD).

Untuk mengetahui apakah sebuah pipa memerlukan reinforcing pad


atau tidak, khususnya pipa besar, dan untuk perencanaan special shoe
support akan dijelaskan lebih terinci pada pembahasan mengenai
special pipe support.
16
REINFORCING PAD

17
REINFORCING PAD with SADDLE

18
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.1. BARE PIPE (continued)

 Guide Support
Guide support berfungsi untuk menjaga pipa agar tetap pada jalur yang
telah ditentukan, tidak menyentuh pipa sebelahnya dan tidak melewati
batas support. Penentuan posisi guide bergantung pada 2 hal, yaitu:

• Untuk pipa yang tidak termasuk katagori dihitung stress analysis dengan
komputer, posisi guide dapat langsung ditentukan dengan menggu-
nakan guide span table, tetapi tetap harus memperhatikan aspek stress
analysis.

• Untuk pipa yang termasuk kategori harus dihitung stress analysis


dengan komputer, posisi guide mengikuti hasil stress analysis group.

19
GUIDE SUPPORT (G1)

20
GUIDE SUPPORT (G2)

21
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.1. BARE PIPE (continued)
 Line Stop
Jenis support ini berfungsi untuk menghalangi gerakan pipa searah
longitudinal (axial) pipa. Penggunaan line stop ini juga merupakan hasil
keputusan dan tanggung-jawab stress analysis group.

22
LINE STOP (ST1)

23
LINE STOP (ST2)

24
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.1. BARE PIPE (continued)
 Anchor Support
Jenis support ini berfungsi untuk mencegah pergerakan pipa kesemua
arah. Penentuan lokasi anchor support biasanya dilakukan dengan
koordinasi stress analysis group. Sedangkan untuk pipa yang
memerlukan perhitungan stress analysis dengan komputer, posisi
anchor point (anchor support) sepenuhnya merupakan hasil keputusan
dan tanggung-jawab stress analysis group.

Anchor support mempunyai 2(dua) jenis pemakaian:


• Untuk pipa diameter < 2”, menggunakan fix support.
• Untuk pipa diameter > 2”, menggunakan kombinasi antara Y-Stop,
Guide dan Line Stop.

25
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.1. BARE PIPE (continued)
 Spring Support
Spring support adalah jenis khusus. Pemakaiannya adalah atas
rekomendasi dan keputusan stress analysis group. Biasanya digunakan
untuk mengurangi load terhadap nozzle equipment (misal: Pump,
Turbine, Compressor, Vessel, dan Heat Exchanger).

Prinsip penggunaan spring, apabila suatu pipa terangkat naik atau


turun, diinginkan system support masih menopang pipa sesuai dengan
konsep span supportnya (stress & defleksi aman).

Sedangkan cara kerja spring adalah seperti spring yang ada pada
mobil.

26
SPRING SUPPORT

27
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.2. INSULATION PIPE
VI.2.1. HOT INSULATION
Dengan temperatur fluida diatas 100oC, pipe support yang
digunakan dibagi atas:
 Y-Stop (SH1/ SH2)
Jenis ini menggunakan shoe yang dilas ke pipa dan akan bersentuhan
dengan steel, tinggi shoe tergantung pada tebal insulation.
 Guide Support (Gabungan SH1/ SH2 dengan G1)
Jenis ini akan menjaga pipa tetap pada jalurnya, sama halnya dengan
guide support untuk bare pipe, namun bagian guide support tidak
menyentuh pipa, melainkan dengan shoe.
 Line Stop (Gabungan SH1/ SH2 dengan ST1)
Fungsi dan pemasangannya sama dengan line stop bare pipe, namun
line-stopnya tidak bersentuhan dengan pipa, melainkan dengan shoe.
28
VI. PEMAKAIAN STANDARD SUPPORT (continued)
VI.2. INSULATION PIPE

VI.2.1. HOT INSULATION


Dengan temperatur fluida diatas 100oC, pipe support yang
digunakan dibagi atas:

 Anchor Support (SGT1/ SGT2)


Fungsi dan pemasangannya sama dengan anchor untuk bare pipe, tapi
pada prinsipnya tidak bersentuhan dengan pipa.

 Spring Support
Fungsi dan pemasangannya sama dengan spring support untuk bare
pipe.

29

Anda mungkin juga menyukai