DESIGN merupakan sebuah skala yang digunakan untuk mengkaji
perkembangan penyembuhan luka tekan. Skala ini sangat mudah digunakan
karena hanya menganalisis sebuah foto luka tekan. Skala ini merupakan satu
kriteria alat yang dapat digunakan sebagai pengontrol klinik yang bersifat
telemedicine ( pengontrol jarak jauh) (Sanada et al., 2004).
Di Jepang, skala DESIGN sudah dikembangkan dan telah diuji
validitas dan reliabilitasnya, skala ini yang sangat cocok dan sangat mudah
digunakan di seting klinik dan sudah digunakan di rumah sakit atau klinik
kesehatan di Jepang. Indonesia dan Jepang masih masuk dalam satu wilayah
benua Asia, kemungkinan skala DESIGN ini juga cocok dan dapat digunakan
di Indonesia. Tetapi di Indonesia skala ini belum digunakan di rumah sakit
atau klinik-klinik kesehatan, karena skala ini belum diuji validitas dan
reliabilitasnya.
B. Rumusan Masalah
Di Indonesia pasien yang dirawat di rumah sakit terutama di bangsal
penyakit bedah, dan bangsal penyakit dalam banyak yang mengalami luka
tekan. Untuk deteksi dini terhadap adanya luka tekan dan memonitor
perkembangan penyembuhan lukanya diperlukan suatu alat pengkajian yang
dapat menilai derajat luka tekan (Widodo, 2007).
Survei yang dilakukan oleh Widodo (2007) di Rumah Sakit Islam
Surakarta, menyimpulkan bahwa semua perawat belum pernah menggunakan
model skala untuk mengkaji resiko atau memonitor penyembuhan luka tekan,
padahal penggunaan skala sangat penting. Skala digunakan sebagai parameter
ukuran tingkat keparahan luka. Dengan menggunakan skala, perawat akan
tahu apakah luka lebih membaik atau menjadi lebih parah.
Skala “DESIGN” merupakan skala yang diciptakan di Jepang sebagai
parameter dalam memonitor penyembuhan luka tekan. Akan tetapi skala ini
belum bisa digunakan di Indonesia karena belum teruji validitas dan
reliabilitasnya. Maka dari itu peneliti ingin meneliti apakah skala “DESIGN”
ini valid dan reliabel digunakan di Rumah sakit atau klinik di Indonesia
dalam memonitor penyembuhan luka tekan?.