0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan11 halaman

Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar Ekonomi

1. Dokumen tersebut membahas pengaruh keuangan internasional terhadap bisnis, termasuk nilai tukar mata uang, perhitungan kurs valuta asing, dan pengaruh inflasi dan pajak yang berbeda-beda di negara yang berbeda. 2. Faktor keuangan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang dan tingkat inflasi mempengaruhi biaya pinjaman dan perencanaan bisnis perusahaan multinasional. 3. Manajer keuangan per

Diunggah oleh

amirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan11 halaman

Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar Ekonomi

1. Dokumen tersebut membahas pengaruh keuangan internasional terhadap bisnis, termasuk nilai tukar mata uang, perhitungan kurs valuta asing, dan pengaruh inflasi dan pajak yang berbeda-beda di negara yang berbeda. 2. Faktor keuangan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang dan tingkat inflasi mempengaruhi biaya pinjaman dan perencanaan bisnis perusahaan multinasional. 3. Manajer keuangan per

Diunggah oleh

amirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kekuatan Keuangan: Pengaruhnya terhadap Bisnis Internasional

1. Nilai Mata Uang Yang Berfluktuasi

Meskipun bank-bank sentral terkadang turut campur tangan dalam bursa valuta asing
dengan cara membeli dan menjual mata uang dalam jumlah besar, tetapi hampir semua mata
uang berfluktuasi secara bebas satu sama lain. Fluktuasi tersebut bisa saja cukup besar.

Para manajer keuangan harus memahami bagaimana cara untuk melindungi


perusahaannya terhadap kerugian atau untuk mengoptimalkan keuntungan dari fluktuasi
semacam itu. Tingkat risiko nilai tukar mata uang lainnya dihadapi ketika suatu negara
menunda atau mernbatasi pertukaran mata uangnya, dan para manajer harus mencoba untuk
meramalkan dan meminimalkan atau menghindari kerugian akibat memegang mata uang
yang tidak dapat ditukar dan dengan demikian menjadi mata uang yang kurang bermanfaat
dalam jumlah besar.

2. Perhitungan Kurs Valuta Asing

Penentuan valuta asing yaitu nilai suatu mata uang yang di nyatakan dalam mata uang
lainnya. Cadangan devisa terdapat di sisi aktiva biasanya dalam bentuk mata uang, yang di
simpan oleh bank sentral pemerintahan. Mata uang sarana adalah mata uang yang di
gunakan sebagai sarana untuk perdagangan internasional dan investasi. Mata uang
intervensi adalah mata uang yang di gunakan oleh suatu negara untuk melekukan intrevensi
dalam pasar valuta asing (misalnya menggunakan sebagian cadangan dolar AS nya untuk
membeli dan dengan demikian memperkuat mata uangnya sendiri. Safe haven adalah suatu
aspek dalam hubungannya dengan dolar AS, hal ini berarti suatu konsep politis yang
didasarkan pada keyakinan bahwa AS memiliki kemungkinan yang lebih kecil di bandingkan
dengan kebanyakan negara lain untuk memiliki pemerintahan yang komunis atau mengalami
revolusi atau kudeta militer.

A. Kurs Spot
Kurs spot (spot rate) adalah nilai tukar antara dua mata uang untuk perdagangan segera
dengan jangka waktu penyerahan selama dua hari. Kurs yang berada pada baris yang sama
dengan nama negaranya adalah kurs spot.

B. Kurs forward
Kurs forward atau kurs berjangka (forward rate) adalah harga hari ini untuk suatu
komitmen oleh satu pihak guna menyerahkan atau mengambil dari pihak lain uang yang
sering diperdagangkan, kontrak semacam itu pada umumnya dapat dilakukan untuk jangka
waktu 30, 60, 90, atau'180 hari. Anda mungkin dapat merundingkan dengan bank mengenai
periode waktu yang berbeda atau membuat kontrak dalam mata uang lain.

1
Begitu Banyak Yen, Begitu Sedikit Pound
Mungkin kelihatannya bahwa semakin sedikit unit dari suatu mata uang yang
diperlukan untuk membeli dolar, "semakin keras" atau semakin baik mata uang tersebut
dibandingkan dengan yang lainnya. Tetapi, seperti yang sudah dilihat sebelumnya, hal ini
tidak selaiu benar. (Perhatikan Jepang, sebagai contoh.) Di luar ekonomi yang terkendali,
kekuatan permintaan dan penawaran hari ini mernaksa sebagian besar bursa valas untuk
menetapkan harga dari berbagai mata uang. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya,
pada tahun 1945, mata uang negara-negara non komunis utama di dunia ditetapkan dalam
nilai relatif terhadap AS$. Nilai tukar itu adalah kurs di pasar pada waktu itu. Sejak itu,
terutama sejak tahun 1973, nilai relatif mata uang dan kemudahannya untuk dikonversi telah
ditetapkan oleh kekuatan pasar, yang dipengaruhi banyak faktor, termasuk kebijakan
perdagangan pernerintah, kebijakan moneter dan fiskal seperti keputusan mengenai
perpajakan dan suku bunga, serta oleh kekuatan yang tidak dapat dikendalikan termasuk
peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia, inflasi, dan pengangguran.

Kebijakan moneter mengendalikan jumlah uang beredar, tingkat pertumbuhannya


maupun kecepatannya. Kebijakan fiskal ditujukan untuk pengumpulan dan pembelanjaan .
Uang oleh pemerintah. Biaya dari suatu kontrak forward adalah premi atau diskon yang
dibandingkan dengan kurs spot Apakah ada premi atau diskon dan berapa besarnya
bergantung pada Perkiraan masyarakat keuangan dunia bisnis, Individu dan pemerintah
mengenai apa yang akan terjadi dimasa depan Faktor perkiraan dalam pertimbangan meliputi:
prediksi permintaan dan penawaran untuk kedua mata uang, inflasi relatif di kedua negara,
produktivitas relatif dan perubahan biaya tenaga kerja per unit, perkiraan hasil pemilihan
umum atau perkembangan politik lainnya, serta perkiraan tindakan fiskal, moneter, dan bursa
valuta asing yang di lakukan oleh pemerintah.

C. Harga Jual dan Harga Beli


Apabila seorang wisatawan atau pebisnis menghubungi bank atau agen penukaran
mata uang untuk membeli atau rnenjual suatu mata uang, maka ia akan mendapatkan harga
jual dan harga beli dan mata uang tersebut Harga beli biasanya lebih rendah dari pada harga
jual.

D. Kurs Silang
Hal ini khususnya adalah benar untuk yen Jepang (V) dan euro Uni Eropa (€): Banyak orang
memperkirakan bahwa euro akan semakin sering digunakan seperti dolar. Walaupun
pertukaran kebanyakan mata uang besar dilakukan melalui AS$, adalah mungkin untuk
mencari kurs guna perdagangan secara langsung antara mata uang non AS$. Kurs ini disebut
kurs silang (cross rate).

2
E. Kurs yang Berfluktuasi Menimbulkan Risiko
Bila aktivitas Anda melibatkan lebih dari satu negara, maka Anda harus berurusan
dengan lebih dari satu mata uang.. Risiko potensial lainnya bagi suatu perusahaan adalah
bahwa suatu negara di mana perusahaan tersebut memiliki banyak aktiva mungkin
melakukan pengendalian pertukaran mata uang.

F. Apakah Bursa Valuta Asing Benar-benar Bersaing?


Pasar valuta asing akhir-akhir ini dikritik karena kurangnya persaingan. Sebuah artikel
dalam The Wall Street Journal menyatakan,"Perdagangan mata uang adalah pasar yang
terbesar dan paling sedikit diatur di dunia, suatu Wild West dari kapitalisme global, di mana
lebih dari $1,2 triliun berpindah tangan setiap harinya. Berbeda dengan bursa saham dan
komoditas utama, bursa valuta asing, atau valas, beroperasi hampir dengan tanpa kelalaian
pemerintah.

Pengendalian pertukaran mata uang (currency exchange control) membatasi atau


rnelarang penggunaan yang sah dari suatu mata uang dalam transaksi internasional Biasanya,
nilai dari mata uang terserbut ditetapkan pada kurs yang lebih tinggi dibandingkan dengan
nilainya di pasar bebas, dan diputuskan bahwa pembelian atau penjualan dari mata uang lain
dilakukan melalui badan pemerintah. suatu pasar gelap biasanya muncul, tetapi itu tidak
terlalu berguna bagi manajer keuangan, yang biasanya ingin menghindar dari pelanggaran
hukum di suatu negara di mana perusahaan beroperasi Selain itu, pasar gelap tersebut jarang
mampu mengakomodasi transaksi sekali berbisnis rnultinasional.

3. Perpajakan
Maka di sini tarif dan pajak yang & kenakan atas korporasi harus diperhatikan. Bisa
dikatakan bahwa korporasi tidak membayar pajak, melainkan hanya menagih pajak dari
masyarakat Pada akhirnya masyarakatlah yang membayar pajak. Pajak-pajak tersebut
mungkin ditagih kepelanggan melalui harga jual yang lebih tinggi, ke karyawan melalui
potongan atau upah gaji, kepemegang harga jual saham melalui dividen atau keuntungan
modal yang lebih rendah, atau ke pemasok melalui pesanan yang lebih kecil. Tetapi,
walaupun korporasi bertindak sebagai penagih pajak dan bukan sebagai pihak yang
menanggung beban pajak. Harga sahamnya cenderung untuk meningkat, dan koporasi.
tersebut dapat menjadi pelanggan yang lebih baik bagi pemasok dari komponen-komponen
dan bahan bakunya.

3
Perusahaan internasional harus lebih memperhatikan pajak karena perusahaan tersebut
berurusan dengan lebih banyak negara

 Pajak yang Berbeda di Negara yang Berbeda


Pajak penghasilan merupakan pendapatan pemerintah yang terbesar. Kemudian ada
pajak penjualan atau pajak pertambahan nilai atas barang atas jasa, pajak atas keuntungan
modal, pajak properti, dan pajak jaminan. sosial. Suatu perusahaan harus rnempelajari secara
hati-hati hukum pajak dari. setiap negara di mana perusahaan tersebut beroperasi.

4. Inflasi
Fenomena kenaikan harga semua barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu
merupakan hal yang tidak asing lagi. Inflasi yang menular mungkin merupakan penyebab
utama dai berakhirnya boom ekonomi dunia yang tidak disangka – sangka, yang terjadi dari
akhir perang dunia II di tahun 1945 sampai tahun [Link] harga-harga barang yang
diperdagangkan secara internasional meningkat karena kombinasi antara meningkatnya
permintaan dan meningkatnya penawaran uang disemua negara berkembang, sebagian orang
menganggap inflasi adalah masalah yang tebatas pada negara berkembang dan bahwa
negara-negara maju tidak perlu mencemaskkannya.

A. Pengaruh Inflasi pada suku bunga


Inflasi jelas..merupakan faktor kekuatan keuangan eksternal yang harus dihadapi oleh
manajer keuangan dengan sebaik mungkin. Hampir, semua perusahaan kadang-kadang harus
meminjam uang, dan tingat inflasi menentukar biaya riil dari pinjaman. Suku bunga riil
diperoleh dengan cara mengurangkan inflasi dari suku bunga nominal.

B. Kebijakan Moneter dan Fiskat Mempengaruhi Inflasi


Negara-negara dapat melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter rnereka sedemikian
rupa sehingga menyebabkan peningkatan atau penurunan inflasi. Kebijakan yang berhasil
memiliki dua penyebut utama: (1) kebijakan tersebut menghilangkan pengendalian ekonomi
artifisial, seperli pengendalian upah dan harga, dan (2) kebijakan tersebut menerapkan
pengendalian fiskal dan moneter Pengendalian tersebut termasuk pajak yang lebih rendah dan
pertumbuhan penawaran uang yang lebih lambat.

C. Pentingnya Inflasi bagi Bisnis


inflasi menjadi perhatian manajemen. Tingkat inflasi yang tinggi mempersulit
perencanaan pengeluaran modal.

4
Tingkat inflasi tinggi dorong dilakukannya pinjaman (uang) sebab pinjaman tersebut
akan dibayar kembali dengan uang lebih rendah nilainya. Tetapi, tingkat inflasi yang tinggi
juga menirnbulkan tingkat bunga tinggi sehingga mungkin menghambat pemberian pinjaman.
Para pemberi pinjaman potensial mungkin khawatir bahwa walaupun dengan suku bunga
yang tinggi, jumlah yang dibayarkan kembali ditambah bunga akan lebih rendah nilainya
dibandingkan dengan jumlah yang dipinjamkan. Ketimbang meminjamkan, peilik uang bisa
membeli sesuatu yang diharapkan akan meningkat nilainya, sehingga justru mendorong
inflasi.

Para pemberi pinjaman mulai mengunakan suku bunga variabel yang naik atau turun
mengikuti inflasi, untuk memindahkan risiko kepada peminjam Tentu saja,

D. Infasi dan Perusahaan Internasional

rnanajemen perusahaan internasional haruss mencoba untuk memprediksi tingkat


inflasi untuk setiap negara di mana perusahaan itu berada. Tingkat inflasi komparatif akan
mempergaruhi nilai mata uang komparatif ketika mata uang dari negara dengan tingkat inflasi
tinggi melemahkan mata uang dengan tingkat inflasi yang lebih rendah. Manajemen akan
mencoba untuk meminimalkan kepemilikan atas mata uang yang lebih lemah.

Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan mengakibatkan harga barang dan jasa yang
dihasilkan atau ditawarkan oleh suatu negara meningkat, dan dengan demikian barang dan
jasa tersebut menjadi kurang kompetitif. Tingkat inflasi relatif mempengaruhi di mana
perusahaan internasional meningkatkan dan melakukan investasi modal. Suku bunga
cenderung akan lebih tinggi ketika inflasi tinggi, dan inflasi tinggi menghambat investasi
baru.

5. Indeks Kemelaratan

Istilah Indekks kelemelaratan (misey indeks) mulai digunakan didunia politik Amerika
Serikat pada saat dilakukan kampanye pemilihan presiden tahun 1980, ketika baik tingkat
inflasi maupun pengangguran cukup tinggi, indeks tersebut merupakan jumlah dari tingkat
pengangguran dari inflasi yang sederhana dan menjadi sejenis indikator dari keberhasilan
ekonomi: semakin tinggi nilainya, semakin rendah kemelaratannya

5
6. Praktik-praktikk Akuntansi
Bila suatu perusahaan internasional berurusan dengan cabang-cabangnya di luar negeri,
maka perusahaan internasional tersebut harus siap untuk mengikuti aturan praktik akuntansi
di negara di mana cabang tersebut beroperasi. Perusahaan internasional tersebut kemudian
harus menerjemahkan praktik-praktik ini ke dalam praktik akuntansi yang digunakan negara
asalnya agar dapat dipahami oleh masyarakat, investor, dan pejabat pemerintah dari negara
asal perusahaan internasional yang dimaksud. Praktik akuntansi termasuk kekuatan
keuangan, dan karena itu disinggung di sini.

Amerika Serikat mengikuti standar-standar dari Badan Standar Akuntansi Keuangan


(Financial Accounting Standards Board-FASB) sedangkan Negara negara lain di dunia
umumnya mengikuti Badan Standar Akuntansi Intemasional (International Accounting
Standards Board-IASB), yang berkedudukan di London

7. Perbankan Internasional

Salah satu persyaratan keanggotaan WTO adalah bahwa negara-negara anggotaan harus
membuka sistem perbankannya kepada orang asing. Di Jepang, perbedaan budaya sering
menyulitkan perusahaan asing untuk melakukan bisnis. Satu-satunya bank besar milik AS di
Jepang, Shinsei Bank, telah menghadapi masalah dalam melakukan penyesuaian sejak dibeli
oleh suatu perusahaan investasi AS pada tahun 2000. Sebagian dari masalah tersebut
bukanlah sekadar kebencian kepada yang asing, tetapi fakta bahwa bank Jepang "beroperasi
menurut suatu kode quasi-moral tidak tertulis yang mengharuskannya.

8. Tabungan rumah tangga

Tabungan rumah tangga adalah penting karena memungkinkan penciptaan modal untuk
investasi baru Ketika masyarakat menabung, bank-bank dan pemberi pinjaman lainnya
memiliki lebih banyak uang untuk pinjaman. Tabungan sebagai persentase dari pendapatan
bersih setelah pajak (disposable income) merupakan ukuran yang baik dari tingkat tabungan
di suatu negara.

9. Utang pemerintah: Negara yang mengalami kepailitan

Selama pesta pemberian pinjaman oleh bank-bank kepada negara berkembang pada
tahun 1970-an, salah seorang pimpinan bank utama mengatakan, "Negara tidak akan pailit".
Pernyataan tersebut terbukti salah, dan kekuatan keuangan baru yang tidak menyenangkan

6
menghantam bisnis internasional, yaitu utang pemerintah. Berbeda dengan perkiraan banyak
orang, sejumlah negara berkembang ternyata bahkan tidak mampu membayar bunganya,
apalagi pokok pinjamannya.

 Penyebab Meningkatnya Utang Negara Berkembang

Penyebab bertambahnya utang negara berkembang adalah melonjaknya harga minyak


(impor minyak mentah oleh negara berkembang rata-rata 16 persen dari total impor negara-
negara berkernbang yang bukan penghasil minyak): Pada tahun 1973-1974, harga minyak
naik empat kali lipat dan pada tahun 1979 1980 naik dua kali lipat. Dasar dari kenaikan tahun
1979-80 yang lebih tinggi mencerminkan peningkatan yang lebih tinggi lagi secara absolut
dibandingkan dengan kenaikan pada tahun 1973-74.

Kenaikan harga minyak ini membuat inflasi yang sudah parah menjadi lebih parah lagi,
dan gabungan tersebut menyebabkan terjadinya resesi dunia. Penurunan dalam harga minyak
mulai tahun 1981 berdampak buruk pada perekonomian Meksiko dan negara berkembang
anggota OPEC.

Setelah kenaikan harga minyak pada tahun 1979-80, suku bunga meningkat Kenaikan
tersebut mempengaruhi semua pinjaman baru dan banyak pinjaman yang sudah ada yang
memiliki suku bunga mengambang dan bukannya tetap.

 Solusi Masalah utang


IMF, BIS, bank-bank sentral nasional, dan bank-bank komersial berusaha keras untuk
mencari solusi.

 SolusI Jangka Pendek


Cara mengatasi masalah utang jangka pendek meliputi penjadwalan utang pembayaran
utang untuk negara-negara yang tidak niampu membayar sesuai jatuh temponya. Tetapi
renegosiasi telah menjadi semakin sulit BIS, bank-bank komersial, dan bank sentral enggan
mengucurkan dana pinjamannya lebih banyak lagi, sementara sumber daya IMF terbatas.

Negara-negara berkembang menolak keras program penghematan ketat yang


dipaksakan oleh [Link]-negara berkembang penerima pinjaman berada dalam kesukaran
yang menyedihkan, tetapi negara maju juga dirugikan. Ketika negara-negara penerima
pinjaman itu menggunakan uang guna membayar kembali utang, negara-negara tersebut tidak

7
membeli barang dan jasa dari Negara maju tersebut Akibatnya, negara maju kehilangan
miliaran dolar dari bisnis ekspor serta beribu-ribu lapangan pekerjaan.

Kebanyakan negara berkembang penerima pinjaman memerlukan dana yang lebih besar
dari bank swasta dan lembaga internasional serta telah melakukan pinjaman lebih banyak.
Hal ini menyebabkan meningkatnya beban utang dan pada saat yang sama pembangunan
ekonomi negara-negara tersebut maju dengan lambat.

 Solusi jangka panjang


Negosiasi kembali utang disertai dengan program rencana penghematan yang ketat
adalah sebagian dari tahap pertama usaha dunia untuk memecahkan permasalahan utang
tersebut. Tahap ini mengakibatkan kemunduran standar hidup dan membatasi pertumbuhan
ekonomi dan ekspor.

Tahap yang kedua memperlihatkan tingkat kesadaran yang semakin besar bahwa
kebijakan penyesuaian jangka pendek saja tidak akan berhasil. Permasalahan dari negara
berkembang bukanlah sisa utang itu sendiri tetapi kebijakan ekonomi yang diikuti oleh
negara tersebut serta hambatan sikap dan budaya yang dihadapi.

Dengan mengakui ini, Baker Plan (dinamakan sesuai dengan menteri keuangan AS
pada waktu itu, James Baker) menuntut strategi berorientasi pasar untuk mendorong
pertumbuhan dan mengendalikan inflasi. Setelah Baker Plan tersebut dilaksanakan, kemudian
dilanjutkan dengan Brady, yang dibangun atas rencana pendahulunya dan membuat
keringanan utang bergantung pada usaha negara penerima pinjaman dalam melaksanakan
program penyesuaian ekonomi yang disetujui oleh IMF. Dalam rencana itu bank bank swasta
diminta untuk memberikan pinjaman lebih banyak dengan dukungan dana dari IMF, Bank
Dunia, dan pemerintah negara maju.

Menurut Brady, keringanan utang dapat dilaksanakan melalui tiga mekanisme: (1)
menukar utang lama dengan yang baru dengan diskon, (2) menukar utang lama dengan yang
baru dengan suku bunga lebih rendah, dan (3) membeli kembali utang dari bank bank
pemberi pinjaman dengan diskon.

10. Perkembangan Pasar Utang Negara Berkembang

Mekanisme ketiga mengakibatkan negara penerima pinjaman untuk membeli sendiri


dan melunasinya. Bank pemberi pinjaman juga telah menjual utang dari negara berkembang

8
dan negara negara dalam transisi “kepada bank atau investor lain, sehingga menciptakan
pasar utang sekunder (seconday debt market) yang besar. Utang utang yang diperjual belikan
ini berada dalam bentuk berbagai instrument seperti, pinjaman, obligasi Brady (Brady bonds).
korporasi dan pemerintah non Brady (Corporate and non-Brady sovereign bond), opsi,
jaminan warrant atas utang (warrant on debt).

investor mencari hasil dan peningkatan modal & Hal ni menunjukkan betapa kecilnya
dunia keuangan saat ini.

200 Tahun sejarah utang pemerintah

Para investor dan bank-bank investasi tampaknya telah melupakan atau mengabaikan
sejarah, yang telah dikotori oleh kegagalan utang pemerintah. Sejak tahun 1800, Ekuador
telah melalui periode kegagalan dan melakukan penjadwalan ulang selama total 113 tahun.
Tentu saja, para investor dan bank-bank investasi tidak harus melihat 200 tahun ke belakang
untuk menemukari persoalan dengan pembayaran kembali utang pemerintah. Usaha-usaha
pemberi pinjaman, investor, dan pemerintah penerima pinjaman untuk keluar dari krisis utang
tahun 1980-an telah dibahas.

Bank investasi sedang menyiapkan suatu generasi baru kredit pemerintah. Gairah
terhadap obligasi pasar yang baru muncul sedemikian besarnya sehingga seorang bankir
berkata, "Dengan jujur saya berpikir bahwa pemerintah mana saja bisa mengakses pasar itu."

Beberapa'Perkembangan Positif

Menyetujui suatu rencana untuk memberikan keringanan atas pembayaran utang kepada
negara miskin dengan utang terbesar (heavily indebted poor countries-HIPC). Sebagai suatu
keseluruhan, HIPC memiliki rasio utang terhadap ekspor di atas 500 persen, lebih dari tiga
kali rasio rata-rata untuk semua negara berkembang. Bantuan seperti itu tentu saja dapat
dibenarkan dengan alasan kemanusiaan, dan mengaitkan keringanan utang dengan reformasi
ekonomi akan mendorong negara berkembang untuk mengambil langkah-langkah kearah
memperbaiki kinerja ekonomi. Tetapi, program seperti ini bersifat kontroversial dari sudut
pandang ekonomi karena apa yang disebut oleh penulis sebagai "bahaya moral" Artinya,
perlakuan khusus untuk negara yang memiliki utang besar mungkin akan menyebabkan
negara-negara lain menjadi kurang berhati-hati dalam burutang di masa depan.

9
Para Bankir Muda, Lakukanlah Hal yang Salah

Kata-kata di atas adalah judul artikel (judul aslinya adalah " Do the Wrong Thing
Young Bankers) yang ditulis oleh Alen Abelson dalam terbitan Barron’s beberapa tahun yang
lalu. Artikel tersebut menunjukkan bahwa selama tahun 1960-an dan 1970-an, para bankir
mengeruk keuntungan besar dari basil rneminjamkan uang yang kemudian menimbulkan
krisis utang yang dahsyat pada tahun 1980 dan 1990-an. Dan memang di tahun 1990-an, para
bankir AS memang tampaknya telah mengikuti nasihat itu.

 Solusi Jangka Panjang

Sejumlah solusi telah disarankan. Di sini hanya akan dicantumkan beberapa di antaranya.

1. Negara-negara berkembang penerima pinjaman harus membuat kebijakan yang


memastikan bahwa dana pinjaman baru yang diperoleh dimanfaatkan untuk
pertumbuhan ekonomi dan untuk konsumsi, pelarian modal, atau rencana atau
persenjataan pemerintah yang terlalu ambisius.
2. Negara penerima pinjaman hendaknya mengumpulkan dana cadangan di tahun-tahun
yang baik guna memampukan negara-negara tersebut untuk menghadapi fluktuasi
dalam harga ekspor komoditi yang tidak dapat dihindari, bahkan jika tidak ada lagi
goncangan harga minyak yang akan terjadi
3. Negara maju harus terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonorni dan
membuka pasarnya untuk barang ekspor dari negara-penerima pinjaman, meskipun
bila hal tersebut berarti persaingan dengan beberapa industri di negara-negara
penerima pinjaman.
4. IMF dan negara pemberi pinjaman hendaknya tidak mencoba untuk memaksakan
program rencana penghematan yang terlaka ketat kepada negara penerima pinjaman.
5. IMF, Bank Dunia, dan lembaga lain yang membantu negara penerima pinjaman
hendaknya memastikan pendanaan yang mencukupi sehingga dapat mengambil
pandangan jangka panjang.
6. Sebagian dari utang eksternal yang besar tersebut harus diubah menjadi jenis-jenis
ekuitas. Perubahan ini dapat berupa kepemilikan dalam proyek yang sedang
dikembangkan atau bagian dari laba ekspor. Bagian utang lainnya hendaknya
diperpanjang waktu jatuh tenmponya dengan menetapkan batas atas suku bunga.
7. Negara penerima pinjaman harus melonggarkan batasan-batasan atas investasi asing
dan repatriasi laba dari investasi yang telah ada.

10
11. Panorama dunia utang negara ketiga yang selalu dibayar penuh
Menyadari bahwa di bursa valuta asing (valas) dapat diciptakan keuntungan dan juga
kerugian.

Bursa valas tersebar di seluruh dunia dan secara kolektif melibatkan lebih banyak uang
dibandingkan dengan pasar lainnya. Hampir setiap hari, Anda dapat memperdagangkan uang
24 jam di suatu tempat di dunia. Akibatnya, ada banyak kesempatan untuk membeli dan
menjual valuta asing.

Memahami perhitungan valuta asing, termasuk kurs silang.


Informasi mengenai valuta asing dapat diperoleh dalam publikasi keuangan seperti
The Wall Street Journal atau Financial Times, dan di surat kabar lainnya dalam kolom
keuangan. The Wall Street Journal memuat daftar dari mata uang utama dalam hal
perdagangannya dengan AS$. Kurs spot (untuk penyerahan dalam 2 hari perdagangan)
dilaporkan untuk semua mata uang. Untuk mata uang yang lebih sering diperdagangkan, kurs
forward 30, 60, 90, dan 180 hari dilaporkan. Kurs silang adalah kurs untuk
memperdagangkan secara langsung antarmata uang non-AS$.

Mengakui risiko pertukaran mata uang.


Risiko pertukaran mata uang dapat terjadi ketika pernbayaran diharuskan dalam mata
uang lain. Risiko pertukaran mata uang ditanggung oleh siapa saja yang akan menerima atau
membayar mata uang asing di masa depan.

Memahami pengendalian pertukaran mata uang


Banyak negara berkembang telah melembagakan suatu sistem pengendalian
pertukaran mata uang, yang membatasi penggunaan mata uang lokal dan asing. Negara
berkembang sering sedikit memiliki mata uang keras (konveltibel) yang jauh lebih dari pada
yang dibutuhkan.

Memahami utang pemerintah, penyebab, dan solusinya.


Sovereign debt adalah utang pemerintah. Bank komersial dan investasi berada dalam
bisnis pemberian pinjaman uang atau underwriting obligasi melalui mana pemerintah
menimjam uang.

11

Anda mungkin juga menyukai