0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
507 tayangan12 halaman

Jenis dan Khasiat Cortex Tanaman

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa jenis cortex (kulit batang) tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional, meliputi nama latin dan Indonesia, zat kimia yang bermanfaat, bagian tanaman yang digunakan, dan cara penggunaan dan penyimpanannya.

Diunggah oleh

rizky hasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
507 tayangan12 halaman

Jenis dan Khasiat Cortex Tanaman

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang beberapa jenis cortex (kulit batang) tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional, meliputi nama latin dan Indonesia, zat kimia yang bermanfaat, bagian tanaman yang digunakan, dan cara penggunaan dan penyimpanannya.

Diunggah oleh

rizky hasta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CORTEX adalah kulit batang, merupakan bagian kulit

yang digunakan sebagai ramuan obat. Simplisia kulit


batang umumnya diambil dari bagian kulit terluar
tanaman tingkat tinggi yang berkayu. Bagian yang sering
digunakan sebagai bahan ramuan meliputi kulit batang,
cabang atau kulit akar sampai ke lapisan epidermis.
Daftar cortex yang akan dibahas:

ALSTONIAE CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit Pule

Nama tanaman asal : Alstonia scholaris (L) [Link]

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida- alkaloida


ditamina, ekitamina, ekhitenina, akhitamidina, alstonina

Penggunaan : Antipiretika, antimalaria,


stomakika, antidiabetika, antelmintika

Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit, yang


tidak mudah hilang

Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


ALYXIAE CORTEX (MMI)
Nama lain : Pulasari

Nama tanam asal : Alyxia reinwardtii (BL), juga


disebut Alyxia stellata (Roomset Schult)

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida zat pahit, kumarin,


zat penyamak, minyak atsiri, asam organik

Penggunaan : Bahan pewangi, (campuran


boreh), karminativa, antidemam

Pemerian : Bau dan rasa mirip kumarin,


agak pahit

Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

BURMANI CORTEX ( MMI)

Nama lain : Kulit manis jangan, Kulit kayu


manis padang, Keningar

Nama tanaman asal : Cinnamomum Burmani


(Blume)
Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri yang


mengandung sinamil aldehid, sinamil asetat, borneol,
simen. Zat penyamak, damar, bornil asetat

Penggunaan : Diaforetika, karminativa, anti


iritansia, bahan pewangi, bumbu masak

Pemerian : Bau khas, rasa manis

Bagian yang digunakan : Kulit batang

Waktu panen : Panen pada umur 8 tahun,


semakin tua umur tanaman, kulit relatif lebih tebal dan
volume kulit pohon bertambah pula, sehingga kualitas
dan kuantitas produksi akan lebih baik.

Cara panen :

1. Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter bagian


atasnya.
2. Cara ditumbuk, yakni 2 bulan sebelum ditebang 5 cm dari
leher akar, seluruh kulit batang dikupas setinggi 80 – 100 cm.
Setelah 2 bulan baru ditebang maksudnya agar pengulitan
mudah dilakukan dan diharapkan tumbuh tunas baru yang
lebih sempurna pada permukaan tanah
3. Pohon dipukul-pukul dengan benda tajam 2 bulan sebelum
ditebang, dengan maksud untuk mendapat kulit yang tebal
pada waktu pemotongan, sebab pada bekas – bekas pukulan
akan menghasilkan pembengkakan kulit.
4. Sistem Vietnam (sistem panen tanpa tebang), yaitu
memotong sebagian kulit batang secara berselang- seling
dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 10 cm. Setelah kulit
batang bertaut kembali sehabis panen pertama, lalu dilakukan
panen kedua dan seterusnya.
Jenis – jenis : Dalam perdagangan dikenal
sebagai Cassia vera.

Ada 2 varietas :

1. Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak ditanam di


Sumatera Barat dan Kerinci
2. Berdaun hijau ungu.
Perbedaan : Kayu manis pucuk merah
mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih
rendah dari pada yang berpucuk hijau.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

CINCHONAE CORTEX (FI)

Nama lain : Kulit kina, Peruvian bark,


Jesuit bark

Nama tanaman asal : Cinchona succirubra

Keluarga : Rubiaceae
Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida kinina, sinkonina,
sinkodina, kina tanat, kinidin, asam tanat, asam kina,
damar, malam

Persyaratan kadar : Kadar kinin tidak kurang dari


8,0 %

Penggunaan : Antipiretika, antimalaria,


amara.

Pemerian : Bau khas terutama dari kulit


dahan, pada penyimpanan lama bau menghilang, rasa
pahit dan kelat.

Bagian yang digunakan : Kulit batang , kulit dahan,


kulit akar

Sediaan : Cinchonae extractum

Perbedaan :

Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida.

Cinchona ledgeriana berisi 6 – 10 % alkaloida.

Cinchona calisaya berisi 6 – 8 % alkaloida

Untuk memperoleh banyak kulit ditanam Cinchona


succirubra
Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona
ledgeriana

Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam


Cinchona ledgeriana diatas Cinchona succirubra secara
okulasi.

Cara panen :

1. Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm


– 100 cm satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil
kulit batang dan kulit akarnya, setelah 6-7 tahun, pada daerah
tadi dilakukan pencabutan lagi.
2. Dipangkas : pohon-pohon yang berumur 7 tahun dipangkas
batangnya beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang
nanti tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.
3. Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya
4. Menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena
sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang
ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan
lumut, maka kadar alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah
kulit kina ini di panen, bekasnya ditutupi lumut kembali,
maka timbul kulit kulit kina baru yang juga tinggi kadar
alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi sedikit
sampai seluruh kulit lama terambil.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
CINNAMOMI CORTEX (FI)

Nama lain : Kulit Kayumanis, Ceylon


Cinnamon

Nama tanaman asal : Cinnamomum zeylanicum


(BI)

Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri yang


mengandung egenol sinamilaldehida, zat penyamak, pati,
lendir

Penggunaan : Karminativa, menghangatkan


lambung, dicampur dengan adstringensia lainnya untuk
obat mencret

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan


manis.

Bagian yang digunakan : Kulit bagian dalam yang


diperoleh dari anak batang yang telah dipangkas.

Cara panen : Tanaman yang berumur 2-3


tahun dipotong beberapa cm diatas tanah. Tunas-tunas
baru dipilih 5-6 buah dan dibiarkan tumbuh untuk
dipotong lagi setelah mencapai tinggi 2-3 meter.

Panen dilakukan pada musim


hujan, batang-batang dikulit arah memanjang menjadi 2
bagian atau lebih. Diberkas dan didiamkan beberapa lama
supaya terjadi fermentasi yang nanti mempermudah
pengikisan epidermis dan jaringan hijau dibawah
epidermis.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

GRANATI CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit batang delima

Nama tanaman asal : Punica granatum (L)

Keluarga : Punicaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Alkaloida, gula, tanin

Penggunaan : Pengelat (astringensia)

Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat

Bagian yang digunakan : Kulit batang

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


GRANATI PERCARPIUM/GRANATI FRUCTUS
CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit buah delima, Granati


Fructus cortex

Nama tanaman asal : Punica granatum (L)

Keluarga : Punicaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Tanin sampai lebih kurang


20 % alkaloida yang terdiri dari peletrina, metil-peletrina,
psudopeletrina, metil isopeletrina, isopeletrina

Penggunaan : Pengelat usus (astringensia),


obat cacing

Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat


sepat, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah.

Bagian yang digunakan : Kulit buah yang masak

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

LITSEAE CORTEX (MMI)


Nama lain : Kulit krangean, Krangean

Nama tanaman asal : Litsea cubeba (Lour) Pers

Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat utama / isi : Minyak atsiri mengandung


sitral, limonen, sapinen, metilheptanon, sitronelal. Tanin
galat, allagat.

Penggunaan : Karminativa, spasmolitika,


stomakika

Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak


pedas, dan agak pahit.

Bagian yang digunakan : Kulit batang

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

PARAMERIAE CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit Kayu rapat, Pegatsih

Nama tanaman asal : Parameria laevigata (Juss)


Moldenke, Parameria barbata

Keluarga : Apocynaceae
Zat berkhasiat utama / isi : Tanin

Penggunaan : Pengelat (astringensia)

Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat dan


agak pahit.

Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

SYMPLOCI CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit sariawan

Nama tanaman asal : Symplocos odoratissima (BL,


choisy)

Keluarga : Symplocaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Glucosida, symplokosin,


metil salisilat, aluminium sulfat

Penggunaan : Antisariawan

Pemerian : Bau agak wangi, tidak berasa

Bagian yang digunakan : Kulit dahan


Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

SYZYGII JAMBOLANI CORTEX (MMI)

Nama lain : Kulit jamblang

Nama tanaman asal : Syzygium jambolanum (L)


Skeels yang disebut pula Eugenia cumini

Keluarga : Myrtaceae

Zat berkhasiat utama / isi : Zat penyamak, asam galat,


jambulol, jambolisin.

Penggunaan : Astringensia, obat kencing


manis

Pemerian : Bau lemah, rasa pahit dan kelat

Bagian yang digunakan : Kulit dahan

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Anda mungkin juga menyukai