0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan18 halaman

Peran dan Jenis Angka Indeks Ekonomi

Dokumen tersebut membahas mengenai pengertian dan jenis-jenis angka indeks serta metode penghitungan angka indeks. Secara garis besar, angka indeks digunakan untuk mengukur perubahan harga, kuantitas, atau nilai suatu barang atau kelompok barang dalam interval waktu tertentu dengan membandingkannya terhadap tahun dasar. Terdapat tiga jenis angka indeks yaitu indeks harga, kuantitas, dan nilai, serta be

Diunggah oleh

AstutikRahayuPutri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan18 halaman

Peran dan Jenis Angka Indeks Ekonomi

Dokumen tersebut membahas mengenai pengertian dan jenis-jenis angka indeks serta metode penghitungan angka indeks. Secara garis besar, angka indeks digunakan untuk mengukur perubahan harga, kuantitas, atau nilai suatu barang atau kelompok barang dalam interval waktu tertentu dengan membandingkannya terhadap tahun dasar. Terdapat tiga jenis angka indeks yaitu indeks harga, kuantitas, dan nilai, serta be

Diunggah oleh

AstutikRahayuPutri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Angka Indeks
Angka indeks adalah sebuah angka yang menggambarkan perubahan
relatif terhadap harga, kuantitas atau nilai yang dibandingkan dengan tahun
dasar.1
Angka indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasarnya merupakan
suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk
melakukan perbandingan antara kegiatan yang sama (produksi, hasil
penjualan, jumlah uang beredar) dalam waktu yang berbeda. Angka Indeks
memperlihatkan bagaimana perubahan terjadi. Bagaimana harga-harga,
pendapatan, produksi, dan nilai produksi berubah seiring dengan perubahan
waktu, teknologi, dan sumber daya manusia.
Tujuan penyusunan angka indek ialah agar kita dapat menegtahui apakah
ada penurunan atau kenaikan selama jangka waktu tertentu. Yang
dibandingkan adalah nilai suatu variabel pada saat sekarang dengan nilai
variabel tersebut pada waktu yang lalu. Waktu yang lalu itu disebut sebagai
waktu dasar. Pemilihan tahun dasar untuk angka indeks biasanya
memperhatikan:2
1) Tahun yang dipilih sebagai tahun dasar menunjukkan kondisi
perekonomian yang stabil.
2) Tahun dasar diusahakan tidak terlalu jauh dengan tahun yang
dibandingkan, sehingga perbandingannya masih bermakna.
3) Memperhatikan kejadian-kejadian penting, misalnya kenaikan harga
BBM, kenaikan tarif listrik,dan lain-lain.
Artinya, dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut maka pembedaan
nilai suatu variabel dalam dua titik waktu akan sangat menarik untuk
dibandingkan. Dikatakan demikian karena yang diperbandingkan bukan hanya

1
Suharyadi, dkk. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat. 2009.
Hlm 138.
2
Napa J. Awat. Metode Statistika dan Ekonometri . Yogyakarta: Liberty Yogyakarta. 1995. Hlm
534.

2
nilai absolut daripada suatu variabel dalam bentuk angka, melainkan juga
suatu momentum yang dilihat pada interval waktu tertentu yang berangkat dari
tahun dasar. Misalnya kita ingin membandingkan jumlah penjualan bensin
sekarang dengan jumlah penjualan bensin sebelum kenaikan BBM, dan
seterusnya.
B. Peranan Indeks dalam Ekonomi
a. Indeks dapat dijadikan dasar sebagai alat untuk mengetahui faktor-faktor
yang menyebabkan kemajuan dan kemunduran ekonomi.
b. Indeks dapat dijadikan dasar perbandingan untuk mengukur tingkat
kemajuan ekonomi masa sekarang dan sebelumnya. Hal ini mengandung
maksud antara lain sebagai berikut:
 Indeks harga grosir dapat menggambarkan secara tepat tentang trend
perdagangan
 Indeks harga diterima petani dapat menggambarkan kemakmuran di
bidang agraria.
c. Indeks dapat dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan pola dan
kebijaksanaan ekonomi secara keseluruhan dan moneter.
d. Indeks Harga Dapat Digunakan sebagai Pedoman bagi Pembelian Barang
Agar dapat diukur efesinsi pembelian baran yang bersangkutan,
harga barang yang dibeli dapat dibandingkan dengan indeks harga eceran
atau indeks harga perdagangan besar.
C. Jenis-jenis Angka Indeks
Dalam perekonomian angka indeks dibagi menjadi tiga bentuk yaitu:3
1) Indeks harga (price index)
Dipakai untuk menunjukkan perubahan harga-harga barang, baik
harga satu jenis barang maupun harga sekumpulan barang.
2) Indeks kuantitas (quantity index)
Dimaksudkan untuk menunjukkan perubahan jumlah satu jenis
atau sekumpulan barang yang dihasilkan , dikonsumsi, dijual, diekspor,

3
Amudi Pasaribu. Pengantar Statistik. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia. 1975. Hlm 495.

3
diimpor dan sebagainya dibandingkan dengan jumlah barang itu pada
suatu tahun dasar atau pada suatu jangka waktu dasar.
3) Indeks nilai (value index)
Untuk mengetahui perubahan nilai suatu jenis barang atau
sekumpulan barang dibandingkan nilainya pada suatu jangka waktu
tertentu.
D. Metode dalam Menghitung Angka Indeks
1. Angka Indeks Relatif Sederhana (Simple Index Number)
Angka indeks relatif sederhana adalah bentuk angka indeks yang
paling sederhana yang merupakan hasil bagi antara dua buah niali suatu
barang pada waktu yang berbeda dan dinyatakan dalam bentuk persentase.
Ada tiga macam angka indeks relatif sederhana yaitu:4
a) Angka indeks harga relatif sederhana
Angka indeks harga relatif sederhana menunjukkan perkembangan
harga relatif suatu barang atau jasa pada tahun berjalan dengan tahun
dasar. Angka indeks relatif sederhana dirumuskan sebagai berikut:
𝐻𝑡
𝐼𝐻 = × 100
𝐻𝑜
Dimana :
IH = Indeks harga
Ht = Harga pada tahun berlaku
Ho = Harga pada tahun dasar
b) Angka Indeks Kuantitas Relatif Sederhana
Angka indeks kuantitas relatif sederhana dimaksud untuk melihat
perkembangan kuantitas barang dan jasa. Seberapa besar
perkembangan kuantitas tersebut dibandingkan dengan tahun atau
periode dasarnya. Angka indeks kuantitas sederhana dirumuskan
sebagai berikut :

4
Suharyadi, dkk. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat. 2009.
Hlm 140-150.

4
𝐾𝑡
IK= x 100
𝐾𝑜
Dimana:
IK = Indeks kuantitas
Kt = Kuantitas pada tahun berlaku
Ko = Kuantitas pada tahun dasar
c) Angka Indeks Nilai Relatif Sederhana
Angka indeks nilai relatif sederhana menunjukkan perkembangan
nilai (harga dikalikan dengan kuantitas) suatu barang dan jasa pada
suatu periode dengan periode atau tahun dasarnya. Angka indeks nilai
relatif sederhana dirumuskan sebagai berikut :
𝑉𝑡 𝐻𝑡.𝐾𝑡
IN = x 100 = x 100
𝑉𝑜 𝐻𝑜.𝐾𝑜
Dimana :
IN = Indeks nilai relatif sederhana
Vt = Volume/ nilai pada periode / tahun berlaku
Vo = Volume/nilai pada periode / tahun dasar
Ht = Harga komoditas pada periode / tahun berlaku
Kt = Kuantitas komoditas pada periode / tahun berlaku
Ho = Harga komoditas pada periode / tahun dasar
Ko = Kuantitas komoditas pada periode / tahun dasar
2. Angka Indeks Agregat Sederhana
Angka indeks agregat ini menekankan agregasi yaitu barang dan jasa
lebih dari satu. Harga, kuantitas dan nilai dari beberapa komoditas
dijadikan satu, sehingga mendapat angka indeks yang mewakili agregasi
tersebut. Jenis angka indeks agregat sederhana yaitu meliputi sebagai
berikut :
a) Angka Indeks Harga Agregat Sederhana
Angka indeks harga agregat sederhana adalah angka indeks yang
menunjukkan perbandingan antara jumlah harga kelompok barang dan

5
jasa pada periode tertentu dengan periode dasarnya. Angka indeks
harga sederhana dirumuskan sebagai berikut :
∑𝐻𝑡
IHA= x 100
∑𝐻𝑜

Dimana :
IHA = Indeks harga agregat sederhana
∑Ht = Jumlah harga kelompok barang dan jasa periode tahun berlaku
∑Ho = Jumlah harga kelommpok barang dan jasa periode tahun dasar
b) Angka Indeks Kuantitas Agregat Sederhana
Angka indeks kuantitas agregat sederhana adalah angka indeks
yang menunjukkan perbandingan antara jumlah kuantitas kelompok
barang dan jasa pada periode tertentu dengan periode dasarnya. Angka
indeks kuantitas agegrat sederhana dirumuskan sebagai berikut:
∑𝐾𝑡
IKA = x 100
∑𝐾𝑜

Dimana :
IKA = Indeks kuantitas agregat sederhana
∑Kt = Jumlah kuantitas kelompok barang dan jasa periode
berlaku
∑Ko = Jumlah kuntitas kelompok barang dan jasa periode dasar
c) Angka Indeks Nilai Agregat Relatif Sederhana
Angka indeks agregat relatif sederhana adalah angka indeks yang
menunjukkan perkembangan nilai (harga dikalikan dengan kuantitas)
sekelompok barang dan jasa pada suatu periode dengan periode atau
tahun dasarnya. Indeks nilai agregat relatif sederhana dirumuskan
sebagai berikut :
∑𝑉𝑡 ∑𝐻𝑡𝐾𝑡
INA = x 100 = x 100
∑𝑉𝑜 ∑𝐻𝑜𝐾𝑜

Dimana :
INA = Indeks nilai agregat relatif sederhana
∑ = Lambang operasi penjumlahan

6
Vt = Volume/nilai pada periode / tahun berlaku
Vo = Volume/nilai pada periode / tahun dasar
Ht = Harga komoditas pada periode / tahun berlaku
Kt = Kuantitas komoditas pada periode / tahun berlaku
Ho = Harga komoditas pada periode / tahun dasar
Ko = Kuantitas komoditas pada periode / tahun dasar
Disamping indeks agregat relatif sederhana diatas,kita juga akan
mengenal angka indeks agregat tertimbang. Pemakaian agka indeks
agregat tertimbang ini disebabkan beberapa kelemahan yang dimiliki oleh
angka indeks agregat relatif sederhana . Diantara kelemahan-kelemahan
dari angka indeks agregat relatif sederhana itu antara lain:5
a. Indeks agregat relatif sederhana itu menganggap atau didasarkan atas
anggapan bahwa setiap barang itu sama pentingnya. Di dalam
perhitungan angka indeks agregat relatif sederhana itu tidak pernah
dimasukkan ke dalam pertimbangan bahwa suatu barang lebih penting
dari barang yang lain.
b. Perubahan satuan barang yang dipakai di dalam perhitungan angka
indeks agregat relatif sederhana itu mempengaruhi besarnya angka
indeks yang diperoleh.
3. Angka Indeks Tertimbang
Angka indeks tertimbang adalah indeks yang menginginkan adanya
suatu penimbang dalam penghitungannya. Adapun rumus yang dapat
digunakan untuk menghitung angka indeks tertimbang adalah sebagai
berikut :6
a) Rumus Laspeyres
Metode ini menentukan sebuah indeks tertimbang dengan
menggunakan bobot sebagai penimbang yaitu periode dasar.

5
Amudi Pasaribu. Pengantar Statistik. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia. 1975. Hlm 504.
6
Suharyadi, dkk. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat. 2009.
Hlm 151-164.

7
∑𝐻𝑡𝐾𝑜
IL = x 100
∑𝐻𝑜𝐾𝑜

Dimana :
IL = Indeks laspeyres
Ht = Harga pada tahun berlaku
Ho = Harga pada tahun dasar
Ko = kuantitas pada tahun dasar sebagai pembobot (W)
b) Rumus Paasche
Paasche mengemukakan rumus ini dengan mengunakan bobot
tahun berjalan sebagai penimbang.
∑𝐻𝑡𝐾𝑡
IP = x 100
∑𝐻𝑜𝐾𝑡

Dimana :
IP = Indeks paasche
Ht = Harga pada tahun berlaku
Ho = Harga pada tahun dasar
Kt = Kuantitas pada tahun berjalan sebagai pembobot (W)
c) Rumus Fisher
Indeks Fisher ini digunakan apabila selisih antara indeks Laspeyres
dengan indeks Paasche adalah sangat menyolok perbedaanya. Fisher
mencoba memperbaiki rumus Laspeyres dan Paasche. Menurut fisher,
indeks agregat adalah paduan dari kedua indeks dan merupakan akar
dari perkalian dari kedua indeks. Indeks Fisher menjadi lebih
sempurna dibandingkan dengan kedua indeks yang lain, baik
Laspeyres maupun Paasche.
IF = √𝐼𝐿 × 𝐼𝑃
Dimana :
IF = Indeks Fisher
IL = Indeks Laspeyres
IP = Indeks Paasche
d) Rumus Drobisch

8
Indeks Dorbisch digunakan apabila nilai Indeks Laspeyres dan
Indeks Paasche berbeda terlalu jauh. Indeks Drobisch juga merupakan
jalan tengan selain indeks Fisher. Indeks Drobisch merupakan nilai
rata-rata dari kedua indeks.
𝐼𝐿+𝐼𝑃
ID =
2
Dimana :
ID = Indeks Drobisch
IL = Indeks Laspeyres
IP = Indeks Paasche
e) Rumus Marshal – Edgeworth
Indeks Marshal-Edgeworth menggunakan bobot berupa jumlah
kuantitas pada tahun berjalan dengan kuantitas pada tahun dasar.
∑𝐻𝑡( 𝐾𝑜+𝐾𝑡)
IME = x 100
∑𝐻𝑜(𝐾𝑜+𝐾𝑡)

Dimana :
IME = Indeks Marshal - Edgeworth
Ht = Harga pada tahun berlaku
Ho = Harga pada tahun dasar
Kt = Kuantitas pada tahun berlaku
Ko = Kuantitas pada tahun dasar
f) Rumus Wals
Indeks Wals menggunakan pembobot berupa akar dari perkalian
kuantitas tahun berjalan dengan kuantitas tahun dasar.
∑𝐻𝑡 √𝐾𝑜𝐾𝑡
IW = x 100
∑𝐻𝑜 √𝐾𝑜𝐾𝑡

Dimana :
IW = Indeks Wals
Ht = Harga pada tahun berlaku
Ho = Harga pada tahun dasar
Kt = Kuantitas pada tahun berlaku

9
Ko = Kuantitas pada tahun dasar
E. Macam-macam Indeks dalam Perekonomian
Ada beberapa macam indeks yang sering dipakai dalam perekonomian,
antara lain:
1. Indeks Harga Konsumen
Indeks harga konsumen (IHK) merupakan indeks yang harga rata-rata
dari barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. IHK sering
digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga sebagai
pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun dan kontrak
lainnya. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat
kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) harga barang atau jasa
kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Rumus untuk menghitung inflasi:
𝐼𝐻𝐾𝑡−𝐼𝐻𝐾ᵼ₋₁
Inflasi = x 100
𝐼𝐻𝐾ᵼ₋₁
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan harga
konsumen antara lain:
 Kebijakan pemerintah berkenaan dengan politik ekonomi dan moneter
serta perdagangan luar negeri
 Kebijakan harga yang ditetapkan oleh pemerintah
 Jumlah permintaan konsumen
 Pendapatan masyarakat
 Biaya produksi
 Nilai mata uang
a. IHK dan Pendapatan Riil
Pendapatan seseorang, perusahaan, atau negara secara nominal
akan meningkat sepanjang tahun. Namun demikian tidak selalu
pendapatan riilnya juga meningkat, hal ini dikarenakan harga-harga
yang harus dibayarkan juga meningkat. Rumus pendapatan riil:
Pendapatan nominal
Pendapatan riil = x 100
IHK

10
b. IHK dan penjualan yang Dideflasi
Penjualan yang dideflasi penting untuk mengetahui kecenderungan
penjualan riil. Hal ini diperlukan karena mungkin nominal penjualan
meningkat, namun demikian harga bahan baku juga meningkat. Oleh
karena itu, penjualan juga perlu diindeks dengan IHK untuk
mengetahui penjualan riil. Rumus penjualan riil:
Penjualan aktual
Penjualan riil = x 100
Indeks harga yang sesuai

c. IHK dan Daya Beli Uang


IHK dan daya belinuang mempunyai kaitan dengan daya beli riil.
Nilai nominal yang sama mempunyai daya beli yang berbeda
berdasarkan waktu, karena ada pengaruh dari kenaikan harga. Rumus
daya beli uang sebagai berikut:
Nominal rupiah
Daya beli = x 100
IHK

2. Indeks Harga Perdagangan Besar


Indeks harga perdagangan besar merupakan indikator yang
digunakan untuk melihat perekonomian suatu negara, yang pada
hakikatnya menyangkut komoditas yang diperjualbelikan di suatu negara
pada tingkat perdagangan besar/grosir. Faktor-faktor yang mempengaruhi
indeks perdagangan besar antara lain:
 Kenaikan biaya produksi
 Kebijakan politik dagang
 Kebijakan di bidang moneter
 Perubahan nilai uang
3. Indeks Nilai Tukar Petani
Untuk melihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan
petani dari tahun ketahun digunakan indeks harga yang diterima petani,

11
yang merupakan rata-rata harga produsen dari hasil produksi petani setelah
petik. Dengan membandingkan indeks yang diterima petani (IT) terhadap
harga yang dibayar petani (IB), maka akan diperoleh nilai tukar petani.
Indeks harga yang diterima petani (IT) merupakan suatu ukuran perubahan
harga yang terjadi pada rata-rata harga yang diterima petani untuk
produksi pertaniannya. Faktor yang mempengaruhi antara lain: harga
pembelian obat-obatan yang diperlukan petani, jumlah hasil produksi,
musim. Sedangkan indeks yang dibayar petani(IB) merupakan ukuran
perubahan harga yang dibayar petani untuk barang dan jasa baik untuk
keperluan rumah tangga maupun produksi pertanian. Faktor yang
mempengaruhi antara lain: kebijakan pemerintah, biaya produksi, politik
dagang, nilai uang. Apabila nilai tukar petani lebih dari 100, maka kondisi
petani lebih baik dari tahun dasar dan sebaliknya.
4. Indeks Produktivitas
Produktivitas merupakan rasio antara output atau produksi dengan
input. Produktivitas input bisa mencerminkan jenisnya seperti
produktivitas tenaga kerja, produktivitas modal dan produktivitas mesin.
Namun demikian, pada saat teknologi berkembang sumbangan input sudah
tidak dapat dipisahkan, maka sebutan produktivitas diarahkan pada
produktivitas total. Apabila indeks lebih dari 100, menunjukkan bahwa
produktivitas lebih baik dari tahun dasar. Rumus indeks produktivitas
sebagai berikut:
Produktivitas periode ᵼ
Indeks produktivitas = x 100
Produktivitas periode ˳

F. Masalah dalam Penyusunan Angka Indeks


Dalam menyusun angka indeks ada beberapa masalah utama yang
dihadapi dan berpengaruh terhadap keabsahan atau validitas dari angka
indeks. Beberapa masalah utama tersebut adalah:

12
1. Masalah pemilihan sampel. Adalah suatu kemustahilan untuk mendata
seluruh komoditas pada semua tempat seperti Indonesia. Masalah
pemilihan sampel ini penting supaya angka indeksnya objektif
2. Masalah pembobotan. Masalah pembobotan terkait denganapakah suatau
bobot akan sesuai pada suatu periode dengan periode lainnya. Seiring
dengan perubahan waktu, terdapat perubahan perilaku dan gaya hidup
masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan ukuran pembobotan yang tidak
menghasilkan pembobotan indeks yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
3. Perubahan teknologi. Teknologi berkembang sepanjang waktu, dan seiring
perubahan teknologi harga juga berubah. Apakah dapat diidentifikasi suatu
kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan harga semata, atau karena ada
perbaikan kualitas produk sehingga harganya meningkat.
4. Masalah pemilihan tahun dasar. Pemilihan tahun dasar adalah penting
sehingga harus diperhatikan:
5. Bagaimana mengubah periode dasar. Masalah timbul apabila kita
mempunyai dua atau lebih data dengan tahun dasar yang berbeda,
sehingga kedua nilai tidak dapat dibandingkan.

13
G. CONTOH SOAL
Berikut ini adalah daftar jumlah konsumsi beras masyarakat di beberapa
provinsi di Indonesia.
Tahun 2010 Tahun 2011
Nama Provinsi
Harga (Ho) Kuantitas (Ko) Harga (Ht) Kuantitas (Kt)
Nangro Aceh
6265 114,41 7442 108,62
Darussalam
Sumatera Utara 6605 108,46 7838 110,87
Sumatera Barat 8693 109,56 9627 112,65
Riau 7810 93,27 8981 99,04
Jambi 6891 97,70 8081 100,72
Sumatera
5896 103,15 6565 100,20
Selatan
Bengkulu 6245 115,60 6932 107,79
Lampung 6381 105,22 7613 102,91
DKI Jakarta 6916 92,12 7531 96,71
Jawa Barat 6515 105,25 7083 107,91
Jawa Tengah 6292 95,29 7188 99,88
DI Yogyakarta 5861 93,64 6728 93,84
Jawa Timur 6245 90,87 7483 95,70
Bali 6426 124,35 7049 126,47
Nusa Tenggara
5799 129,91 6091 129,03
Barat
Jumlah 98827 1578,8 112232 1592,34
Sumber:
 Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2012
 Statistik Harga komoditas Pertanian Tahun 2012
Berikut ini indeks tahun 2011
Penyelesaian:
a. indeks harga relatif sederhana
Ht
 NAD IH = x 100
Ho

14
7442
=
6252
= 119,03
Ht
 Sumatera Utara IH = x 100
Ho
7838
= x100
6605
= 118,66
Ht
 Sumatera Barat IH = x 100
Ho
9627
= x100
8693
= 110,74
Ht
 Lampung IH = x 100
Ho
7613
= x100
6381
= 119,30
Ht
 Bali IH = x 100
Ho
7049
= x100
6426
= 109,69
b. Angka indeks kuantitas relatif sederhana
Kt
 NAD IK = x 100
Ko
108,62
= x100
114,41
= 94,93
Kt
 Sumatera Utara IK = x 100
Ko
110,87
= x100
108,46
=102,22

15
Kt
 Jambi IK = x 100
Ko
100,72
= x100
97,70
= 103,09
Kt
 Lampung IK = x 100
Ko
102,91
= x100
105,22
= 97,80
Kt
 Jawa Tengah IK = x 100
Ko
99,88
= x100
95,29
= 104,81
c. Angka indeks nilai relatif sederhana
[Link]
 NAD IN = x 100
[Link]
7442∗108,62
= x100
6252∗114,41
808350,04
= x100
715291,32
= 113,01
[Link]
 Sumatera Utara IN = x 100
[Link]
7838∗110,87
= x100
6605∗108,46
868999,06
= x100
716378,3
= 121,30
[Link]
 Riau IN = x 100
[Link]
8981∗99,04
= x100
7810∗93,27

16
889478,24
= x100
728438,7
= 122,10
[Link]
 Sumatera Selatan IN = x 100
[Link]
6565∗100,20
= x100
5896∗103,15
657813
= x100
608172,4
= 108,16
[Link]
 Jawa Timur IN = x 100
[Link]
7483∗95,70
= x100
6245∗90,87
716123,1
= x100
567483,15
= 126,19
d. Angka indeks harga agregat relatif sederhana
∑Ht
IHA = x 100
∑Ho
112232
= x100
98827
= 113,56
e. Angka indeks kuantitas agregat relatif sederhana
∑𝐾𝑡
IKA = x 100
∑𝐾𝑜
1592,34
= x100
1578,8
= 100,85
f. Angka Indeks nilai agregat relatif sederhana
∑[Link]
INA = x 100
∑[Link]

17
112232∗1592,34
= x100
98827∗1578,8
178711502,88
= x100
156028067,6
= 114,53
g. Angka indeks tertimbang
 Rumus laspeyres
∑[Link]
IL = x 100
∑HoKo
112232∗1578,8
= x100
98827∗1578,8
177191881,6
= x100
156028067,6
= 113,56
 Rumus paasche
∑[Link]
IP = x 100
∑[Link]
112232∗1592,34
= x100
98827∗1592,34
178711502,88
= x100
157366185,18
= 113,56
 Rumus fisher
IF = √IL × IP

= √113,56 × 113,56

= √12895,8736
= 113,56
 Rumus drobisch
IL+IP
ID = x 100
2
113,56+113,56
= x100
2

18
227,12
= x100
2
= 113,56
 Rumus marshal-edgeworth
∑Ht(Ko+Kt)
IME = x 100
∑Ho(Ko+Kt)
112232(1578,8+1592,34)
= x100
98827(1578,8+1592,34)
112232∗3171,14
= x100
98827∗3171,14
= 113,56
 Rumus wals
∑𝐻𝑡√𝐾𝑜𝐾𝑡
IW = x 100
∑𝐻𝑜√𝐾𝑜𝐾𝑡

112232√1578,8+1592,34
= x100
98827√1578,8+1592,34
177949447,6
= x100
156695149,85
= 113,56

19

Anda mungkin juga menyukai