Contoh Himpunan Vektor Bebas Linear
Contoh Himpunan Vektor Bebas Linear
Disusun Oleh:
KELOMPOK 6
1. Rizky Oktaviani Putri (H1091131023)
3. Megawati (H1091151006)
Definisi
Suatu vektor 𝐰 disebut suatu kombinasi linear (linear combination) dari vektor-vektor
𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 jika dapat dinyatakan dalam bentuk
𝐰 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘r 𝐯r
Di mana 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 adalah skalar.
Setiap vektor 𝐯 = (a, b, c) pada 𝑅 3 dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari
vektor basis standar
Penyelesaian.
Agar 𝐰 dapat menjadi kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯, maka harus terdapat skalar 𝑘1 dan 𝑘2
sedemikian rupa sehingga 𝐰 = 𝑘1 𝐮 + 𝑘2 𝐯, yaitu
(9, 2, 7) = 𝑘1 (1, 2, −1) + 𝑘2 (6, 4, 2)
Atau
(9, 2, 7) = (𝑘1 + 6𝑘2 , 2𝑘1 + 4𝑘2 , −𝑘1 + 2𝑘2 )
1 6 9 1 6 9 1 6 9
1
[ 2 4 |2] −2𝑏1 + 𝑏2 [ 0 −8 |−16] 1𝑏1 + 𝑏3 [0 −8 |−16] − 8 𝑏2
−1 2 7 −1 2 7 0 8 16
1 6 9 1 6 9 1 6 9
1
[0 1 | 2 ] 8 𝑏3 [0 1 |2] − 𝑏2 + 𝑏3 [0 1 |2]
0 8 16 0 1 2 0 0 0
Sehingga diperoleh
𝑘2 = 2
𝑘1 + 6𝑘2 = 9
𝑘1 = 9 − 12
𝑘1 = −3
Maka
𝐰 = −3𝐮 + 2𝐯
Demikian juga, agar 𝐰′ dapat merupakan kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯, harus terdapat
skalar 𝑘1 dan 𝑘2 sedemikian rupa sehingga 𝐰′ = 𝑘1 𝐮 + 𝑘2 𝐯, yaitu
𝑘1 + 6𝑘2 = 4
2𝑘1 + 4𝑘2 = −1
−𝑘1 + 2𝑘2 = 8
Matriks diperbesarnya adalah:
1 6 4
[ 2 4 |−1]
−1 2 8
1 6 4 1 6 4 1 6 4 1 1 6 4
[ 2 4 |−1] 𝑏1 + 𝑏3 [2 4 |−1] − 2𝑏1 + 𝑏2 [0 −8 |−9] 𝑏3 [0 −8 |−9]
4
−1 2 8 0 8 12 0 8 12 0 2 3
Sehingga diperoleh
2𝑘2 = 3
3
2𝑘2 =
2
−8𝑘2 = −9
9
𝑘2 =
8
Sistem persamaan ini tidak konsisten sehingga tidak terdapat skalar 𝑘1 dan 𝑘2 . Sebagai
konsekuensinya, 𝐰′ bukan merupakan kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯.
Merentang (Spanning)
Jika 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 adalah vektor-vektor pada suatu ruang vektor 𝑉, maka umumnya beberapa
vektor pada 𝑉 mungkin merupakan kombinsi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 dan vektor lainnya
mungkin tidak. Teorema berikut ini menunjukkan bahwa jika disusun suatu himpunan 𝑊
yang mengandung semua vektor yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari
𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 , maka 𝑊 membentuk suatu subruang dari 𝑉.
Teorema 1
(a) Himpunan 𝑊 yang terdiri dari semua kombinasi linear 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯r adalah suatu subruang
dari 𝑉.
(b) 𝑊 adalah subruang terkecil dari 𝑉 yang mengandung 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 dalam arti bahwa setiap
subruang lain dari 𝑉 yang mengandung 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 pasti mengandung 𝑊.
Bukti (a). Untuk menunjukkan bahwa 𝑊 adalah subruang dari 𝑉, harus dibuktikan bahwa 𝑊
tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian skalar. Terdapat paling tidak satu vektor pada
𝑊, yaitu 0, karena 0 = 0𝐯1 + 0𝐯2 + ⋯ + 0𝐯𝑟 . Jika 𝐮 dan 𝐯 adalah vektor-vektor pada 𝑊,
maka
𝐮 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + ⋯ + 𝑐𝑟 𝐯𝑟
dan juga sebagai
𝐯 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟
Bukti (b). Setiap vektor 𝐯𝑖 adalah suatu kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 karena dapat
dituliskan
Definisi
Jika S = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu himpunan vektor-vektor pada suatu ruang vektor V,
maka subruang W dari V yang terdiri dari semua kombinasi linear vektor-vektor pada S
disebut sebagai ruang yang direntang (space spanned) oleh 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n dan vektor-
vektor 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n merentang (span) W. Untuk menyatakan bahwa W adalah ruang yang
direntang oleh vektor-vektor pada himpunan S = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } dituliskan
𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + ⋯ + 𝑎n 𝑥 n
𝑃𝑛 = 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 {1, 𝑥, 𝑥 2 , … , 𝑥 𝑛 }
Tentukan apakah 𝐯1 = (1, 1, 2), 𝐯2 = (1, 0, 1), dan 𝐯3 = (2, 1, 3) merentang ruang vektor 𝑅 3 .
Penyelesaian.
Harus ditentukan apakah vektor sebarang 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) pada 𝑅 3 dapat dinyatakan sebagai
suatu kombinasi linear
𝐛 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + 𝑘3 𝐯3
Dari vektor-vektor 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 . Dengan menyatakan persamaan ini dalam bentuk
komponen-komponennya menghasilkan
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = 𝑘1 (1, 1, 2) + 𝑘2 (1, 0, 1) + 𝑘3 (2, 1, 3)
atau
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = (𝑘1 + 𝑘2 + 2𝑘3 , 𝑘1 + 𝑘3 , 2𝑘1 + 𝑘2 + 3𝑘3 )
atau
𝑘1 + 𝑘2 + 2𝑘3 = 𝑏1
𝑘1 + 𝑘3 = 𝑏2
2𝑘1 + 𝑘2 + 3𝑘3 = 𝑏3
Masalahnya kini hanya tinggal menentukan apakah sistem persamaan linear ini konsisten
untuk semua nilai 𝑏1 , 𝑏2 dan 𝑏3 . Sesuai dengan teorema yang menyatakan jika 𝐴 adalah suatu
matriks 𝑛 x 𝑛, dan jika 𝑇𝐴 : 𝑅 𝑛 → 𝑅 𝑛 adalah perkalian dengan 𝐴, maka pernyataan-pernyataan
berikut adalah ekuivalen.
(a) 𝐴𝐱 = b konsisten untuk setiap matriks b, 𝑛 x 1.
(b) det(𝐴) ≠ 0,
Sistem ini konsisten untuk semua 𝑏1 , 𝑏2 dan 𝑏3 jika dan hanya jika matriks koefisiennya
1 1 2
𝐴 = [1 0 1]
2 1 3
Memiliki determinan taknol. Namun demikian,
1 1 2
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [1 0 1]
2 1 3
= (0 + 2 + 2) − (0 + 1 + 3)
= 4−4
=0
Karena det(𝐴) = 0, sehingga 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 tidak merentang 𝑅 3 .
Teorema 2
Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } dan 𝑆′ = {𝐰1 , 𝐰2 , … . , 𝐰k } adalah dua himpunan vektor-vektor
pada suatu ruang vektor 𝑉, maka
𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔{𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } = rentang{𝐰1 , 𝐰2 , … . , 𝐰k }
Jika dan hanya jika setiap vektor pada 𝑆 adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor
pada 𝑆′ dan setiap vektor pada 𝑆′ adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada 𝑆.
2. KEBEBASAN LINEAR
Definisi
Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah himpunan tak kosong vektor-vektor, maka persamaan vektor
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Memiliki paling tidak satu solusi, yaitu
𝑘1 = 0, 𝑘2 = 0, … , 𝑘𝑟 = 0
Jika ini satu-satunya solusi, maka S disebut sebagai himpunan bebas linear (linearly
independent). Jika terdapat solusi-solusi lain, maka S disebut sebagai himpunan tidak bebas
linear (linearly dependent).
𝑘1 𝐢 + 𝑘2 𝐣 + 𝑘3 𝐤 = 𝟎
Menjadi
𝑘1 (1, 0, 0) + 𝑘2 (0, 1, 0) + 𝑘3 (0, 0, 1) = (0, 0, 0)
Atau secara ekuivalen
(𝑘1 , 𝑘2 , 𝑘3 ) = (0, 0, 0)
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + 𝑘3 𝐯3 = 𝟎
Menjadi
𝑘1 + 5𝑘2 + 3𝑘3 = 0
3𝑘1 − 𝑘2 + 𝑘3 = 0
Jadi, 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 membentuk suatu himpunan tidak bebas linear jika sistem ini memiliki
solusi nontrivial, atau suatu himpunan bebas linear jika hanya memiliki solusi trivial.
Matriks diperbesarnya adalah :
1 5 3 0
[−2 6 2 |0]
3 −1 1 0
Dengan OBE diperoleh matriks
1 5 3 0 1 5 3 0 1 5 3 0 1
[−2 6 2 |0] 2𝑏1 + 𝑏2 [0 16 8 |0] − 3𝑏1 + 𝑏3 [0 16 8 |0] 𝑏2
16
3 −1 1 0 3 −1 1 0 0 −16 −8 0
1
1 5 3 1 5 3 1 0
1 0 1 0 2 0
[0 1 |0] 16𝑏2 + 𝑏3 [0 1 |0] − 5𝑏2 + 𝑏1 1 |0
2 0 2 0 0 1
0 −16 −8 0 0 0 2 0
[0 0 0 ]
Sehingga diperoleh
1 1
𝑘1 = − t, 𝑘2 = − 𝑡, 𝑘3 = 𝑡
2 2
Jadi, sistem ini memiliki solusi-solusi nontrivial dan 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 membentuk suatu
himpunan tidak bebas linear. Sebagai alternatif, dapat ditunjukkan keberadaan solusi
nontrivial tanpa perlu menyelesaikan sistem ini dengan hanya menunjukkan bahwa matriks
koefisiennya memiliki determinan nol dan sebagai konsekuensinya tidak dapat dibalik.
1, 𝑥, 𝑥 2 , … , 𝑥 𝑛
Membentuk suatu himpunan bebas linear vektor-vektor pada 𝑃𝑛 .
Penyelesaian.
𝑎0 𝐩0 + 𝑎1 𝐩1 + 𝑎2 𝐩2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝐩𝑛 = 0
Atau secara ekuivalen,
𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = ⋯ 𝑎𝑛 = 0.
Untuk melihat bahwa hal ini memang benar, ingatlah dari aljabar linear bahwa polinomial
taknol dengan pangkat n memiliki paling banyak n akar yang berbeda. Tetapi hal ini
mengimplikasikan bahwa 𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = ⋯ 𝑎𝑛 = 0; atau jika tidak, sesuai dengan (1)
diperoleh bahwa 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 adalah suatu polinomial taknol dengan tak
terhingga banyaknya akar.
Istilah”tidak bebas linear” berarti bahwa vektor-vektor “bergantung” satu sama lain dengan
suatu cara. Teorema berikut menunjukkan bahwa ini adalah fakta sebenarnya.
Teorema 3
Suatu himpunan S dengan dua atau lebih vektor adalah:
(a) Tidak bebas linear jika dan hanya jika paling tidak salah satu dari vektor pada S dapat
dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.
(b) Bebas linear jika dan hanya jika tidak ada vektor pada S yang dapat dinyatakan sebagai
suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.
Akan dibuktikan bagian (a) dan meninggalkan bukti bagian (b) sebagai latihan.
Bukti (a). Misalkan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah suatu himpunan dengan dua atau lebih vektor.
Jika diasumsikan bahwa S tidak bebas linear, maka terdapat skalar 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 yang tidak
semuanya nol, sedemikian rupa sehingga
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Untuk lebih spesifik, misalkan 𝑘1 ≠ 0. Maka (2) dapat ditulis kembali sebagai
𝑘2 𝑘𝑟
𝐯1 = (− ) 𝐯2 + ⋯ + (− ) 𝐯𝑟
𝑘1 𝑘1
Yang menyatakan 𝐯1 sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S. Demikian
juga, jika 𝑘1 ≠ 0 pada (2) untuk beberapa nilai 𝑗 = 2, 3, … , r, maka 𝐯𝑗 dapat dinyatakan
sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.
Sebaliknya, marilah asumsikan bahwa paling tidak satu vektor pada S dapat dinyatakan
sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lainnya. Untuk lebih spesifik, misalkan
𝐯1 = 𝑐2 𝐯2 + 𝑐3 𝐯3 + ⋯ + 𝑐𝑟 𝐯𝑟
sehingga
𝐯1 − 𝑐2 𝐯2 − 𝑐3 𝐯3 − ⋯ − 𝑐𝑟 𝐯𝑟 = 0
Yang tidak semuanya nol. Bukti untuk kasus di mana beberapa vektor selain 𝐯1 dapat
dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S adalah serupa.
Teorema berikut ini memberikan dua fakta sederhana mengenai kebebasan linear yang
penting untuk diketahui.
Teorema 4
(a) Suatu himpunan terhingga vektor-vektor yang mengandung vektor nol adalah tidak
bebas linear.
(b) Suatu himpunan dengan tepat dua vektor adalah bebas linear jika dan hanya jika
tidak satu pun dari vektornya merupakan kelipatan skalar dari vektor lainnya.
Akan dibuktikan bagian (a) dan meninggalkan bukti bagian (b) sebagai latihan.
Teorema 5
Misalkan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah suatu himpunan vektor-vektor pada 𝑅 𝑛 . Jika 𝑟 > 𝑛,
maka S tidak bebas linear.
[Link]
⁞ ⁞
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Jika diyatakan kedua ruas dari persamaan ini dalam bentuk komponen-komponennya, dan
kemudian menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian, maka diperoleh sistem
⁞ ⁞ ⁞ ⁞
Ini merupakan sistem homogen yang terdiri dari 𝑛 persamaan dengan 𝑟 faktor yang tidak
diketahui 𝑘1 , … , 𝑘r . Karena 𝑟 > 𝑛, suatu sistem persamaan linear homogen dengan jumlah
faktor yang tidak diketahui labih banyak dari jumlah persamaan, memiliki takterhingga
banyaknya solusi, sistem tersebut memiliki solusi-solusi nontrivial. Oleh karena itu, 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } merupakan suatu himpunan tidak bebas linear.
BASIS DAN DIMENSI
Basis adalah suatu ukuran tertentu yang menyatakan komponen dari sebuah vektor.
Definisi
Jika 𝑉 adalah suatu ruang vektor sebarang dan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu himpunan
vektor-vektor pada 𝑉. Maka 𝑆 disebut basis untuk 𝑉 jika dua syarat berikut berlaku:
b. Merentang 𝑅²
Misalkan vektor sebarang 𝐯 = (𝑎, 𝑏), diperoleh
𝐯 = 𝑎𝐢 + 𝑏𝐣
(𝑎, 𝑏) = 𝑎(1,0) + 𝑏(0,1)
Akibatnya S merentang 𝑅².
b. Merentang 𝑅²
Cara 1:
Karena untuk setiap 𝐯 = (𝑎, 𝑏)
𝐯 = (𝑎, 𝑏) = 𝑎(4,1) + 𝑏(−7, −8) = 𝑎𝐯1 + 𝑏𝐯2
Vektor 𝐯 dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 dan 𝐯2
Cara 2:
4 1
𝐴=[ ]
−7 −8
4 1
det(𝐴) = det [ ]
−7 −8
= (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)
= (−32) − (−7)
= −25
Karena det(𝐴) ≠ 0, maka merentang 𝑅 2 .
Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu basis dari ruang vektor 𝑉. Maka setiap 𝐯 vektor pada
𝑉 dapat dinyatakan dalam bentuk 𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛 dengan tepat satu cara.
Bukti. Karena 𝑆 merentang 𝑉, maka sesuai definisi dari suatu himpunan rentangan bahwa
setiap vektor pada 𝑉 dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada
𝑆. Untuk melihat bahwa hanya terdapat satu cara untuk menyatakan suatu vektor sebagai
suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada 𝑆, dimisalkan beberapa vektor 𝐯 dapat ditulis
sebagai
𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛
dan juga sebagai
𝐯 = k1 𝐯1 + k 2 𝐯2 + ⋯ + k 𝑛 𝐯𝑛
Karena ruas kanan dari persamaan ini adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada
S. Kebebasan linear dari S mengimplikasikan bahwa
𝑐1 − 𝑘1 = 0, 𝑐2 − 𝑘2 = 0, … , 𝑐𝑛 − 𝑘𝑛 = 0
yaitu,
𝑐1 = 𝑘1 , 𝑐2 = 𝑘2 , … , 𝑐𝑛 = 𝑘𝑛
Jadi, kedua pernyataan untuk 𝐯 adalah sama.
Contoh:
Cukup jelas bahwa 𝐵 = {(1,0), (1,1)} merupakan basis bagi 𝑅 2 . Vektor (5,3) dapat
dinyatakan sebagai
𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛
adalah pernyataan untuk suatu vektor 𝐯 dalam bentuk basis 𝑆, maka skalar
𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 disebut sebagai koordinat 𝐯 relatif terhadap basis 𝑆. Vektor (𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 ) pada
𝑅 𝑛 yang disusun dari koordinat-koordinat ini disebut vektor koordinat 𝐯 relatif terhadap 𝑺
(coordinate vector of 𝒗 relative to 𝑆); ini dinotasikan sebagai
(𝐯)𝑠 = (𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 )
CATATAN. Harus dicatat bahwa vektor koordinat tidak hanya tergantung pada basis 𝑆 tetapi
juga pada urutan penulisan vektor basis. Perubahan urutan vektor basis akan berakibat pada
perubahan yang berkaitan dengan urutan entri-entri pada vektor koordinat.
1. Karena 𝐵 = {(1,0), (1,1)} adalah basis untuk 𝑅 2 . Koordinat relatif dari (5,3) terhadap
basis 𝐵 adalah (2,3)
Solusi soal a:
Akan dicari koordinat relatif dari 𝐮 = (5, −1,9) relatif terhadap basis 𝑆. Dalam hal
ini harus dicari 𝑐1 , 𝑐2 , 𝑐3 Є ℝ yang memenuhi
𝐮 = 𝑐1 𝐯𝟏 + 𝑐2 𝐯𝟐 + 𝑐3 𝐯𝟑
(5, −1,9) = 𝑐1 (1, 2, 1) + 𝑐2 (2, 9, 0) + 𝑐3 (3, 3, 4)
(5, −1,9) = (𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 , 2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 , 𝑐1 + 4𝑐3 )
Akibatnya diperoleh SPL
𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 5
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = −1
𝑐1 + 4𝑐3 = 9
1 2 3 𝑐1 5
[2 9 3 ] [ 𝑐2 ] = [ −1]
1 0 4 𝑐3 9
1 2 3 5 1 0 0 1
Dengan melakukan OBE terhadap [2 9 3 |−1] diperoleh [0 1 0 |−1] . Sehingga
1 0 4 9 0 0 1 2
𝑐1 = 1, 𝑐2 = −1, dan 𝑐3 = 2.
Jadi diperoleh,
(𝐮)𝑠 = (1, −1, 2).
Solusi soal 2:
𝐰 = c1 𝐮1 + c2 𝐮2
(3, −7) = c1 (1,0) + c2 (0,1)
(3, −7) = (c1 , c2 )
Akibatnya diperoleh c1 = 3 , dan c2 = −7. Sehingga
maka 𝑆 = {𝐢, 𝐣, 𝐤} adalah suatu himpunan bebas linear pada 𝑅 3 . Himpunan ini juga merentang
𝑅 3 karena vektor sebarang 𝐯 = (a, b, c) pada 𝑅 3 dapat ditulis sebagai
Jadi, 𝑆 adalah basis untuk 𝑅 3 dan disebut sebagai basis standar (standard basis) untuk 𝑅 3 .
Dengan melihat koefisien-koefisien i, j, dan k pada (1), karena koordinat-koordinat v relatif
terhadap basis standar adalah a, b, dan c, sehingga
(𝐯)𝑠 = (𝑎, 𝑏, … , 𝑐)
Dengan membandingkan hasil ini dengan (1) maka
𝐯 = (𝐯)𝒔
persamaan ini menyatakan bahwa komponen-komponen dari suatu vektor 𝐯 relatif terhadap
suatu sistem koordinat siku-siku xyz dan koordinat-koordinat 𝐯 relatif terhadap basis standar
adalah sama.
1. Diberikan tiga vektor: 𝐯1 = (1, 0, 0), 𝐯2 = (2, 2, 0), 𝐯3 = (3, 3, 3). Apakah himpunan
𝐵 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } merupakan basis untuk 𝑅 3 ?
a. Bebas Linear
Pandang kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 + 𝛼3 𝐯3 = 0, dengan 𝛼1 , 𝛼2 , 𝛼3 Є ℝ
𝛼1 (1, 0, 0) + 𝛼2 (2, 2, 0) + 𝛼3 (3, 3, 3) = (0, 0, 0)
(𝛼1 + 2𝛼2 + 3𝛼3 , 2𝛼2 + 3𝛼3 , 3𝛼3 ) = (0, 0, 0).
b. Merentang 𝑅 3
Cara 1:
Karena untuk setiap 𝐯 = (a, b, c)
𝐯 = (a, b, c) = a(1, 0, 0) + b(2, 2, 0) + c(3, 3, 3) = a𝐯1 + 𝑏𝐯2 + 𝑐𝐯3
Vektor v dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 dan 𝐯3
Cara 2:
1 0 0
𝐴 = [2 2 0]
3 3 3
1 0 0
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [2 2 0]
3 3 3
= (6 + 0 + 0) − (0 + 0 + 0)
=6
Karena det(𝐴) ≠ 0, maka merentang 𝑅 3
Jika
𝐞1 = (1, 0, 0, … , 0), 𝐞2 = (0, 1, 0, … , 0), … , 𝐞𝑛 = (0, 0, 0, … , 1)
maka
𝑆 = {𝐞1 , 𝐞2 , … , 𝐞𝑛 }
adalah suatu himpunan bebas linear pada 𝑅 𝑛 . Lebih lanjut, himpunan ini juga merentang 𝑅 𝑛
karena vektor sebarang 𝐯 = (v1 , v2 , … , vn ) pada 𝑅 𝑛 dapat ditulis sebagai
𝐯 = v1 𝐞1 + v2 𝐞z + … + vn 𝐞n (2)
Jadi, S adalah suatu basis untuk 𝑅 𝑛 dan disebut sebagai basis standar untuk 𝑹𝒏 (standard
basis for 𝑅 𝑛 ). Sesuai dengan (2) bahwa koordinat-koordinat 𝐯 = (v1 , v2 , … , vn ) relatif
terhadap basis standar adalah v1 , v2 , … , vn , sehingga
(𝐯)𝑠 = (v1 , v2 , … , vn )
Sebagaimana pada Contoh 1, diperoleh 𝐯 = (𝐯)𝑠 , sehingga suatu vektor v dan vektor
koordinatnya relatif terhadap basis standar untuk 𝑅 𝑛 adalah sama.
CATATAN, Pada 𝑅 2 dan 𝑅 3 . vektor-vektor basis standar biasanya dinotasikan dengan i, j,
dan k, dan bukannya dengan 𝐞1 , 𝐞2 dan 𝐞3. Akan digunakan kedua notasi, tergantung pada
situasi tertentu.
1. Diberikan dua vektor: 𝐯1 = (1, −4,2, −3), 𝐯2 = (−3,8, −4,6). Apakah himpunan 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 } merupakan basis untuk 𝑅 4 ?
a. Bebas Linear
Pandang kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 = 𝟎, dengan 𝛼1 , 𝛼2 Є ℝ
𝛼1 (1, −4,2, −3) + 𝛼2 (−3,8, −4,6) = (0, 0, 0, 0)
(𝛼1 − 3𝛼2 , −4𝛼1 + 8𝛼2 , 2𝛼1 − 4𝛼2 , −3𝛼1 + 6𝛼2 ) = (0, 0, 0, 0).
b. Merentang 𝑅 4
Karena untuk setiap 𝐛 = (a, b)
𝐛 = (a, b) = a(1, −4,2, −3) + b(−3,8, −4,6) = a𝐯1 + 𝑏𝐯2
Vektor v dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 dan 𝐯2
Misalkan 𝐯1 = (1, 2, 1), 𝐯2 = (2, 9, 0), dan 𝐯3 = (3, 3, 4). Tunjukkan bahwa himpunan 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } adalah suatu basis untuk 𝑅 3 .
Penyelesaian.
Untuk menunjukkan bahwa himpunan S merentang 𝑅 3 , harus ditunjukkan bahwa suatu vektor
sebarang 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear
𝐛 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐𝟑 𝐯3
dari vektor-vektor pada S. Dengan menyatakan persamaan ini dalam bentuk komponen-
komponennya diperoleh
𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 𝑏1
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = 𝑏2
𝑐1 + 4𝑐3 = 𝑏3 (3)
Jadi, untuk menunjukkan bahwa S merentang 𝑅 3 , harus ditunjukkan bahwa sistem (3)
memiliki satu solusi untuk setiap pilihan dari 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ).
Untuk membuktikan bahwa S bebas linear, harus ditunjukkan bahwa satu-satunya
solusi dari
𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐𝟑 𝐯3 = 𝟎 (4)
𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 0
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = 0
𝑐1 + 4𝑐3 = 0 (5)
hanya memiliki solusi trivial. Amati bahwa sistem (3) dan (5) memiliki matriks koefisien
yang sama. Jadi, sesuai dengan teorema yang menyatakan jika 𝐴 adalah suatu matriks 𝑛 x 𝑛,
dan jika 𝑇𝐴 : 𝑅 𝑛 → 𝑅 𝑛 adalah perkalian dengan 𝐴, maka pernyataan-pernyataan berikut adalah
ekuivalen. bagian:
(a) 𝐴𝐱 = 𝟎
(b) 𝐴𝐱 = 𝐛 konsisten untuk setiap matriks b, 𝑛 × 𝑙.
(c) det(𝐴) ≠ 0
dapat dibuktikan secara simultan bahwa S adalah bebas linear dan merentang 𝑅 3 dengan
menunjukkan bahwa pada sistem (3) dan (5) matriks koefisiennya memiliki determinan
taknol. Dari
1 2 1 1 2 1
𝐴 = [2 9 0 ] diperoleh det(𝐴) = |2 9 0| = −1
3 3 4 3 3 4
Penyelesaian (a).
𝐯 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐3 𝐯3
𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 5
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = −1
𝑐1 + 4𝑐3 = 9
Penyelesaian (b).
(a) Tunjukkan bahwa 𝑆 = {1, 𝑥, 𝑥 2 , . . . , 𝑥 𝑛 } adalah suatu basis untuk ruang vektor 𝑃𝑛 yang
terdiri dari polinomial-polinomial berbentuk 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 .
(b) Tentukan vektor koordinat dari polinomial 𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 relatif terhadap
basis 𝑆 = {1, 𝑥, 𝑥 2 } untuk 𝑃2 .
Penyelesaian (a). Telah ditunjukkan bahwa S merentang 𝑃𝑛 pada contoh 3 subbab 1 dan telah
ditunjukkan bahwa S adalah himpunan bebas linear pada contoh 3 subbab 2. jadi, S adalah
basis untk 𝑃𝑛 , dan disebut sebagai basis standar untuk 𝑷𝒏 (standard basis for 𝑃𝑛 )
Penyelesaian (b). Koordinat-koordinat 𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 adalah koefisien-koefisien
skalar dari vektor basis 1, 𝑥, dan 𝑥 2 , sehingga (𝐩)𝑠 = (𝑎0 , 𝑎1 , 𝑎2 ).
𝑎0 𝐩0 + 𝑎1 𝐩1 + 𝑎2 𝐩2 = 0
𝑎0 (1 + 𝑥 + 𝑥 2 ) + 𝑎1 (𝑥 + 𝑥 2 ) + 𝑎2 (𝑥 2 ) = 0
(𝑎0 , 𝑎0 𝑥 + 𝑎1 𝑥, 𝑎0 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 2 + 𝑎2 𝑥 2 ) = (0, 0, 0)
Sehingga diperoleh SPL
𝑎0 = 0
𝑎0 𝑥 + 𝑎1 𝑥 = 0
𝑎0 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 2 + 𝑎2 𝑥 2 = 0
𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = 0.
Matriks diperbesarnya adalah :
1 0 0 0 1 0 0 0
[1 1 0 |0]Dengan OBE diperoleh matriks [0 1 0 |0]
1 1 1 0 0 0 1 0
b. Merentang 𝑃2
Cara 1:
𝐮 = 𝐯1 + 𝐯2 + 𝐯3
𝐯 = 𝐯2 + 𝐯3
𝐰 = 𝐯3
1 1 1
𝐴 = [0 1 1]
0 0 1
1 1 1
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [0 1 1]
0 0 1
= (1 + 0 + 0) − (0 + 0 + 0)
=1
Karena det(𝐴) ǂ 0, maka merentang 𝑃2
Misalkan
1 0 0 1 0 0 0 0
𝑀1 = [ ], 𝑀2 [ ], 𝑀3 = [ ], 𝑀4 = [ ]
0 0 0 0 1 0 0 1
Himpunan 𝑆 = {𝑀1 , 𝑀2 , 𝑀2 , 𝑀4 } adalah basis untuk ruang vektor 𝑀22 yang terdiri dari
matriks 2 × 2. Untuk melihat bahwa S merentang 𝑀22 , perhatikan bahwa suatu vektor
(matriks) sebarang
𝑎 𝑏
[ ]
𝑐 𝑑
𝑎 𝑏 1 0 0 1 0 0 0 0
[ ] = 𝑎[ ]+𝑏[ ]+𝑐[ ]+𝑑[ ]
𝑐 𝑑 0 0 0 0 1 0 0 1
Yaitu,
1 0 0 1 0 0 0 0 0 0
𝑎[ ]+𝑏[ ]+𝑐[ ]+𝑑[ ]=[ ]
0 0 0 0 1 0 0 1 0 0
Maka
𝑎 𝑏 0 0
[ ]= [ ]
𝑐 𝑑 0 0
Jadi, 𝑎 = 𝑏 = 𝑐 = 𝑑 = 0, sehingga S bebas linear. Basis S pada contoh ini disebut basis
standar untuk 𝑀22 . Secara umum, basis standar untuk 𝑴𝒎𝒏 (standard basis for 𝑀𝑚𝑛 )terdiri
dari mn matriks yang berbeda dengan satu bilangan 1 dan nol untuk entri-entri lainnya.
𝑎 𝑏
[ ]
𝑐 𝑑
Yaitu,
3 6 0 −1 0 −8 1 0 0 0
𝑎[ ]+𝑏[ ] +𝑐[ ]+𝑑[ ]=[ ]
3 −6 −1 0 −12 −4 −1 2 0 0
3𝑎 + 𝑑 6𝑎 − 𝑏 − 8𝑐 0 0
[ ]=[ ]
3𝑎 − 𝑏 − 12𝑐 − 𝑑 −6𝑎 − 4𝑐 + 2𝑑 0 0
Sehingga diperoleh SPL
3𝑎 + 𝑑 = 0
6𝑎 − 𝑏 − 8𝑐 = 0
3𝑎 − 𝑏 − 12𝑐 − 𝑑 = 0
−6𝑎 − 4𝑐 + 2𝑑 = 0
3 0 0 1 0 1 0 0 0 0
[ 6 −1 −8 0 | ] Dengan OBE diperoleh matriks[0
0 1 0 0 |0]
3 −1 −12 −1 0 0 0 1 0 0
−6 0 −4 2 0 0 0 0 1 0
Maka
𝑎 𝑏 0 0
[ ]= [ ]
𝑐 𝑑 0 0
Jadi 𝑎 = 𝑏 = 𝑐 = 𝑑 = 0, sehingga S bebas linear. Basis S ini disebut basis standar untuk
𝑀22 .
Contoh 7 Basis untuk Subruang rentang (S)
Jika 𝑆 = {v1 , v2 , … , vn } adalah suatu himpunan bebas linear pada ruang vektor V, maka S
adalah suatu basis untuk subruang rentang (S) karena himpunan S merentang rentang (S)
berdasarkan definisi dari rentang (S).
Definisi
Suatu ruang vektor taknol V disebut berdimensi terhingga (finite-dimensional) jika
terdiri dari himpunan terhingga vektor-vektor {v1 , v2 , … , vn } yang membentuk suatu
basis. Jika tidak terdapat himpunan semacam ini, V disebut sebagai berdimensi
takterhingga (infinite-dimensional). Selain itu, akan dianggap ruang vektor nol sebagai
berdimensi terhingga.
Dari contoh 2, 5, dan 6, ruang-ruang vektor 𝑅 𝑛 , 𝑃𝑛 , dan 𝑀𝑚𝑛 adalah berdimensi terhingga.
Ruang-ruang vektor F(-∞, ∞), C(-∞, ∞), 𝐶 𝑚 (−∞, ∞), dan 𝐶 ∞ (−∞, ∞) adalah berdimensi
takterhingga.
Teorema 7
Misalkan V adalah suatu ruang vektor berdimensi terhingga dan {v1 , v2 , … , vn } adalah basis
sebarang.
(a) Jika suatu himpunan memiliki vektor lebih dari n, maka himpunan tersebut bersifat tidak
bebas linear.
(b) Jika suatu himpunan memiliki vektor kurang dari n, maka himpunan tersebut bersifat
tidak merentang V.
Bukti (a). Misalkan 𝑆 ′ = {𝐰1 , 𝐰2 , … , 𝐰n } adalah himpunan sebarang yang terdiri dari m
vektor pada V, di mana m > 𝑛. Ingin ditunjukkan bahwa S´ tidak bebas linear. Karena 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n } adalah suatu basis, setiap 𝐰i dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari
vektor-vektor pada S, misalkan
⁞ ⁞ ⁞ ⁞
𝑘1 𝒘1 + 𝑘2 𝒘2 + ⋯ + 𝑘𝑚 𝒘𝑛 = 𝟎 (7)
Dengan menggunakan persamaan persamaan pada (6), dapat ditulis kembali (7) sebagai
Jadi, dari kebebasan linear dari S, masalah pembuktian bahwa 𝑆 ′ adalah himpunan tidak
bebas linear hanya menjadi pembuktian bahwa terdapat skalar-skalar 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑚 , yang
tidak semuanya nol, yang memenuhi
⁞ ⁞ ⁞ ⁞
Tetapi (8) memiliki lebih banyak faktor yang tidak diketahui dibanding jumlah
persamaannya, sehingga bukti menjadi lengkap karena Teorema suatu sistem persamaan
linear homogen dengan jumlah faktor yang tidak diketahui lebih banyak dari jumlah
persamaan, memiliki takterhingga banyaknya solusi. menjamin keberadaan solusi-solusi
nontrivial.
Bukti (b) . Misalkan 𝑆 ′ = {𝒘𝟏 , 𝒘𝟐 , … , 𝒘𝒎 } adalah himpunan sebarang yang terdiri dari m
vektor pada V, dimana 𝑚 > 𝑛. Akan ditunjukan bahwa 𝑆 ′ tidak merentang V. Pembuktiannya
akan dilakukan dengan menggunakan kontradiksi: akan ditunjukkan bahwa dengan
mengasumsikan 𝑆 ′ merentang V akan mengarah pada suatu kontradiksi kebebasan linear dari
{ 𝐯𝟏 , 𝐯𝟐 , … , 𝐯𝒏 }.
Jika 𝑆 ′ merentang V , maka setiap vektor pada V adalah kombinasi linear dari vektor-
vektor pada 𝑆 ′ . Khususnya, setiap vektor basis 𝐯𝒊 adalah kombinasi linear dari vektor-vektor
pada 𝑆 ′ , misalnya
𝐯1 = 𝑎11 𝒘1 + 𝑎21 𝒘2 + ⋯ + 𝑎𝑚1 𝒘𝑚
⁞ ⁞ ⁞ ⁞
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + … + 𝑘𝑛 𝐯𝑛 = 𝟎 (10)
Tetapi amati bahwa (9) dan (10) memiliki bentuk yang sama dengan bentuk (6) dan (7)
kecuali bahwa m dan n dipertukarkan dan demikian pula untuk w dan v nya. Jadi, perhitungan
yang mengarah ke (8) kini meghasilkan
⁞ ⁞ ⁞ ⁞
Sistem linear ini memiliki lebih banyak faktor yang tidak diketahui disbanding jumlah
persamaannya, dan karena suatu sistem persamaan linear homogen dengan jumlah faktor
yang tidak diketahui lebih banyak dari jumlah persamaan, memiliki takterhingga banyaknya
solusi. memiliki solusi-solusi nontrivial.
Teorema 8
Semua basis untuk ruang vektor berdimensi terhingga memiliki jumlah vektor yang sama.
Untuk melihat bagaimana teorema ini berkaitan dengan konsep “dimensi”, ingatlah
bahwa basis standar untuk 𝑅 𝑛 memiliki n vektor (contoh 2). Jadi, Teorema 8 secara tidak
langsung menyatakan bahwa semua basis untuk 𝑅 𝑛 memiliki n vektor. Khususnya, setiap
basis untuk 𝑅 3 memiliki tiga vektor, setiap basis untuk 𝑅 2 memiliki dua vektor, dan setiap
basis pada 𝑅1 (=R) memiliki satu vektor. Secara intuitif, 𝑅 3 adalah berdimensi tiga, 𝑅 2 (suatu
bidang) adalah berdimensi dua, dan R (suatu garis) adalah berdimensi satu. Jadi, untuk ruang
vektor-vektor yang telah dikenal, jumlah vektor pada suatu basis adalah sama dengan
dimensinya. Ini mendasari definisi berikut
Definisi
Dimensi dari ruang vektor V yang berdimensi terhingga, dinotasikan dengan dim(𝑉),
didefinisikan sebagai banyaknya vektor-vektor pada suatu basis untuk V. Selain itu,
didefinisikan ruang vektor nol sebagai berdimensi nol.
Penyelesaian.
𝑥1
2 2 −1 0 1 𝑥 0
2
[−1 −1 2 −3 1] 𝑥3 =[0]
1 1 −2 0 −1 𝑥 0
4
0 0 1 1 1 [𝑥 ] 0
5
Matriks diperbesarnya adalah:
2 2 −1 0 1 0
[−1 −1 2 −3 1 |0]
1 1 −2 0 −1 0
0 0 1 1 1 0
1 1 0 0 1 0
Dengan OBE diperoleh matriks [0 0 1 0 1 |0]
0 0 0 1 0 0
0 0 0 0 0 0
𝑥1 −𝑠 − 𝑡 −𝑠 −𝑡 −1 −1
𝑥2 𝑠 𝑠 0 1 0
𝑥3 = −𝑡 = 0 + −𝑡 = 𝑠 0 + 𝑡 −1
𝑥4 0 0 0 0 0
[𝑥5 ] [ 𝑡 ] [ 0 ] [ 𝑡 ] [0] [1]
−1 −1
1 0
𝐯1 = 0 dan 𝐯2 = −1
0 0
[0] [1]
Merentang ruang solusi. Karena keduanya juga bebas linear, {𝐯1 , 𝐯2 } adalah suatu basis, dan
ruang solusinya adalah berdimensi dua.
Teorema Plus/Minus menyusun dua prinsip dasar yang akan menjadi patokan
sebagian besar teorema selanjutnya.
(a) Jika S adalah himpunan bebas linear dan jika v adalah suatu vektor adalah suatu
vektor pada V yang terletak di luar rentang (S), maka hmpunan S {v} yang
diperoleh dengan menyiapkan v ke dalam S masih bersifat bebas linear.
(b) Jika v adalah suatu vektor pada S yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear
dari vektor-vektor lainnya pada S, dan jika S – {v} menotasikan himpunan yang
diperoleh dengan mengeluarkan v dari S, maka S dan S – {v} merentang ruang yang
sama: yaitu
(a) Suatu himpunan S yang terdiri dari dua vektor bebas linear pada 𝑅 3 merentang suatu
bidang melewati titik asal. Jika memperbesar S dengan menyisipkan suatu vektor v
sebarang di luar bidang ini , maka himpunan yang diperoleh yang terdiri dari ketiga
vektor masih bersifat bebas linear karena tidak satu pun dari ketiga vektor terletak
pada bidang yang sama dengan dua vektor lainnya.
(b) Jika S adalah suatu himpunan yang terdiri dari tiga vektor nonkolinear pada 𝑅 3 yang
terletak pada suatu bidang yang sama melewati titik asal. Maka ketiga vektor
merentang bidang. Tetapi, jika dikeluarkan dari S vektor sebarang v yang merupakan
kombinasi linear dari dua vektor lainnya, himpunan sisa yang terdiri dari dua vektor
akan tetap merentang bidang.
Teorema 10
Jika V adalah suatu ruang vektor berdimensi n, dan jika S adalah suatu himpunan pada V dengan
tepat n vektor, maka S adalah basis untuk V jika salah satu dari hal berikut berlaku, S merentang
V atau S bebas linear.
Bukti. Asumsikan S memiliki tepat n vektor dan merentang V. Untuk membuktikan bahwa S
adalah himpunan bebas linear. Tetapi jika hal ini tidak berlaku, maka beberapa vektor v pada
S adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lainnya. Jika menghilangkan vektor ini
dari S, maka sesuai dengan Teorema Plus/Minus 9(b) diperoleh bahwa himpunan sisa yang
terdiri dari 𝑛 − 1 vektor masih merentang V. Tetapi hal ini tidak mungkin, karena sesuai
Teorema 7 (b), tidak ada himpunan dengan vektor kurang dari n yang dapat merentang ruang
vektor berdimensi n. Dengan demikian, S bebas linear.
Asumsikan bahwa S memiliki tepat n vektor dan merupakan suatu himpunan bebas
linear. Untuk membuktikan bahwa S adalah suatu basis, harus menunjukkan bahwa S
merentang V. Tetapi jika hal ini tidak berlaku, maka terdapat beberapa vektor v di dalam V
yang tidak berada pada rentang(S). Jika disisipkan vektor ini ke dalam S, maka sesuai dengan
Teorema Plus/Minus 9(a) bahwa himpunan yang terdiri dari 𝑛 + 1 vektor ini akan masih
bebas linear. Tetapi hal ini tidak mungkin, karena menurut Teorema 7 (a) tidak ada himpunan
dengan vektor lebih dari n pada suatu ruang vektor berdimensi n yang bebas linear. Dengan
demikian, S merentang V.
(a) Tunjukkan bahwa 𝐯1 = (−3,7) dan 𝐯2 = (5,5) membentuk suatu basis untuk 𝑅 2 .
(b) Tunjukkan bahwa 𝐯1 = (2, 0, −1), 𝐯2 = (4, 0, 7), 𝐯3 = (−1, 1, 4) membentuk suatu
basis untuk 𝑅 3 .
Penyelesaian (a). Karena tidak satu pun vektor yang merupakan kelipatan skalar dari vektor
lainnya, kedua vektor membentuk suatu himpunan bebas linear pada ruang berdimensi dua
𝑅 2 , dan oleh karena itu membentuk suatu basis sesuai Teorema 10.
Penyelesaian (b). Vektor-vektor 𝐯1 dan 𝐯2 membentuk suatu himpunan bebas linear pada
bidang xz (mengapa). Vektor 𝐯3 terletak di luar bidang xz, sehingga himpunan {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 }
juga bebas linear. Karena 𝑅 3 berdimensi tiga, Teorema 10 mengimplikasikan bahwa
{𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } adalah basis untuk 𝑅 3 .
Teorema berikut menunjukkan bahwa untuk suatu ruang vektor V yang berdiensi
terhingga. Setiap himpunan yang merentang V didalamnya mengandung suatu basis untuk V,
dan setiap himpunan bebas linear pada V adalah bagian dari beberapa basis untuk V.
Teorema 11
Misalkan S adalah suatu himpunan terhingga dari vektor-vektor pada suatu ruang vektor V
berdimensi terhingga.
(a) Jika S merentang V, tetapi bukan suatu basis untuk V, maka S dapat direduksi menjadi
suatu basis untuk V dengan mengeluarkan vektor-vektor yang sesuai dari S.
(b) Jika S adalah suatu himpunan bebas linear yang belum merupakan basis untuk V, maka
S dapat diperbesar menjadi suatu basis untuk V dengan menyisipkan vektor-vektor yang
sesuai ke dalam S.
Bukti (a). Jika S adalah suatu himpunan vektor-vektor yang merentang V tetapi bukan
merupakan basis untuk V, maka S adalah suatu himpunan tidak bebas linear. Jadibeberapa
vektor v pada S dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada
S. Dengan menggunakan Teorema Plus/Minus (b), dapat mengeluarkan v dari S yang
diperoleh masih akan tetap merentang V . Jika 𝑆 ′ adalah basis untuk V, dan pembuktian
selesai. Jika 𝑆 ′ tidak bebas linear, maka dapat dikeluarkan beberapa vektor yang sesuai dari
𝑆 ′ sehingga menghasilkan himpunan 𝑆 " yang masih merentang V. Dapat terus mengeluarkan
vektor-vektor dengan cara ini hingga tiba pada suatu himpunan vektor-vektor pada S yang
bebas linear dengan merentang V. Subhimpunan dari S ini adalah basis untuk V.
Bukti (b). Misalkan bahwa dim(𝑉) = 𝑛. Jika S adalah himpunan bebas linear yang belum
menjadi basis untuk V, maka S tidak merentang V , dan terdapat beberapa vektor v pada V
yang tidak termasuk dalam rentang (S). Menurut Teorema Plus/minus, dapat menyisipkan v
ke dalam S, dan himpunan 𝑆 ′ yang diperoleh masih akan tetap bebas linear. Jika 𝑆 ′ merentang
V, maka 𝑆 ′ adalah basis untuk V, dan pembuktian selesai. Jika 𝑆 ′ tidak merentang V, maka
dapat disisipkan suatu vektor yang sesuai ke dalam 𝑆 ′ sehingga menghasilkan suatu
himpunan 𝑆 ′ yang masih bebas linear. Dapat terus menyisipkan vektor-vektor dengan cara ini
hingga diperoleh suatu himpunan dengan n vektor bebas linear pada V. Himpunan ini akan
menjadi basis untuk V sesuai dengan Teorema 10.
Teorema 12
Jika W adalah suatu subruang dari suatu ruang vektor V yang berdimensi terhingga, maka
dim(𝑊) ≤ dim(𝑉). Lebih lanjut, jika dim(𝑊) = dim(𝑉), maka 𝑊 = 𝑉.
Bukti. Karena V berdimensi terhingga, maka demikian juga W. Misalkan 𝑆 =
{𝒘1 , 𝒘2 , … , 𝒘𝑛 } adalah basis untuk W. terdapat dua kemungkinan, S juga merupakan basis
untuk V atau tidak. Jika ya, maka dim(𝑊) = dim(𝑉) = 𝑚. Jika tidak, maka vektor-vektor
dapatditambahkan ke himpunan bebas linear S untuk membuatnya menjadi basis untuk V,
sehingga dim(𝑊) adalah suatu himpunan dari m vektor bebas linear pada ruang vektor V
yang berdimensi m, oleh karena itu, S adalah suatu basis untuk V.
Latihan
Penanya:
1. Eka Lestari (H1091151004)
2. Utin Indah Lestari (H1091151011)
3. Nana Pratiwi (H1091151043)
4. Lia Amelia Tarigas (H1091151028)
5. Fitriani Hartati (H1091151040)