0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan30 halaman

Contoh Himpunan Vektor Bebas Linear

Laporan ini membahas tentang aljabar linear dan basis dimensi. Terdapat penjelasan tentang kombinasi linear, merentang (spanning), dan contoh-contohnya. Laporan ini disusun oleh tujuh mahasiswa program studi statistika.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan30 halaman

Contoh Himpunan Vektor Bebas Linear

Laporan ini membahas tentang aljabar linear dan basis dimensi. Terdapat penjelasan tentang kombinasi linear, merentang (spanning), dan contoh-contohnya. Laporan ini disusun oleh tujuh mahasiswa program studi statistika.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

ALJABAR LINEAR STATISTIKA


BASIS DAN DIMENSI

Disusun Oleh:
KELOMPOK 6
1. Rizky Oktaviani Putri (H1091131023)

2. Syarifah Zela Hafizah (H1091151001)

3. Megawati (H1091151006)

4. Dinda Lestari (H1091151024)

5. Puteri Ratna Dewi (H1091151025)

6. Yogi Pratama (H1091151033)

7. Aulia Puteri Amari (H1091151042)

PROGRAM STUDI STATISTIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016
1. KOMBINASI LINEAR

Definisi

Suatu vektor 𝐰 disebut suatu kombinasi linear (linear combination) dari vektor-vektor
𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 jika dapat dinyatakan dalam bentuk
𝐰 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘r 𝐯r
Di mana 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 adalah skalar.

Contoh 1 Vektor-vektor pada 𝑹𝟑 adalah Kombinasi Linear dari i, j, dan k

Setiap vektor 𝐯 = (a, b, c) pada 𝑅 3 dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari
vektor basis standar

𝐢 = (1,0,0), 𝐣 = (0,1,0), 𝐤 = (0,0,1)


Karena
𝐯 = (𝑎, 𝑏, 𝑐) = 𝑎(1,0,0) + 𝑏(0,1,0) + 𝑐(0,0,1) = 𝑎𝐢 + 𝑏𝐣 + 𝑐𝐤

Contoh 2 Memeriksa Kombinasi Linear

Perhatikan vektor-vektor 𝐮 = (1, 2, −1) dan 𝐯 = (6, 4, 2) pada 𝑅 3 . Tunjukkan bahwa 𝐰 =


(9, 2, 7) adalah suatu kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯 dan bahwa 𝐰 ′ = (4, −1, 8) bukan
merupakan kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯.

Penyelesaian.
Agar 𝐰 dapat menjadi kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯, maka harus terdapat skalar 𝑘1 dan 𝑘2
sedemikian rupa sehingga 𝐰 = 𝑘1 𝐮 + 𝑘2 𝐯, yaitu
(9, 2, 7) = 𝑘1 (1, 2, −1) + 𝑘2 (6, 4, 2)
Atau
(9, 2, 7) = (𝑘1 + 6𝑘2 , 2𝑘1 + 4𝑘2 , −𝑘1 + 2𝑘2 )

Dengan menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian diperoleh


𝑘1 + 6𝑘2 = 9
2𝑘1 + 4𝑘2 = 2
−𝑘1 + 2𝑘2 = 7
Matriks diperbesarnya adalah:
1 6 9
[ 2 4 |2]
−1 2 7
Dengan OBE diperoleh matriks

1 6 9 1 6 9 1 6 9
1
[ 2 4 |2] −2𝑏1 + 𝑏2 [ 0 −8 |−16] 1𝑏1 + 𝑏3 [0 −8 |−16] − 8 𝑏2
−1 2 7 −1 2 7 0 8 16
1 6 9 1 6 9 1 6 9
1
[0 1 | 2 ] 8 𝑏3 [0 1 |2] − 𝑏2 + 𝑏3 [0 1 |2]
0 8 16 0 1 2 0 0 0
Sehingga diperoleh
𝑘2 = 2
𝑘1 + 6𝑘2 = 9
𝑘1 = 9 − 12
𝑘1 = −3
Maka

𝐰 = −3𝐮 + 2𝐯

Demikian juga, agar 𝐰′ dapat merupakan kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯, harus terdapat
skalar 𝑘1 dan 𝑘2 sedemikian rupa sehingga 𝐰′ = 𝑘1 𝐮 + 𝑘2 𝐯, yaitu

(4, −1, 8) = 𝑘1 (1, 2, −1) + 𝑘2 (6, 4, 2)


Atau
(4, −1, 8) = (𝑘1 + 6𝑘2 , 2𝑘1 + 4𝑘2 , −𝑘1 + 2𝑘2 )

Dengan menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian diperoleh

𝑘1 + 6𝑘2 = 4
2𝑘1 + 4𝑘2 = −1
−𝑘1 + 2𝑘2 = 8
Matriks diperbesarnya adalah:
1 6 4
[ 2 4 |−1]
−1 2 8

Dengan OBE diperoleh matriks

1 6 4 1 6 4 1 6 4 1 1 6 4
[ 2 4 |−1] 𝑏1 + 𝑏3 [2 4 |−1] − 2𝑏1 + 𝑏2 [0 −8 |−9] 𝑏3 [0 −8 |−9]
4
−1 2 8 0 8 12 0 8 12 0 2 3

Sehingga diperoleh
2𝑘2 = 3
3
2𝑘2 =
2
−8𝑘2 = −9
9
𝑘2 =
8

Sistem persamaan ini tidak konsisten sehingga tidak terdapat skalar 𝑘1 dan 𝑘2 . Sebagai
konsekuensinya, 𝐰′ bukan merupakan kombinasi linear dari 𝐮 dan 𝐯.

Merentang (Spanning)
Jika 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 adalah vektor-vektor pada suatu ruang vektor 𝑉, maka umumnya beberapa
vektor pada 𝑉 mungkin merupakan kombinsi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 dan vektor lainnya
mungkin tidak. Teorema berikut ini menunjukkan bahwa jika disusun suatu himpunan 𝑊
yang mengandung semua vektor yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari
𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 , maka 𝑊 membentuk suatu subruang dari 𝑉.
Teorema 1

Jika 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 adalah vektor-vektor pada suatu ruang vektor 𝑉, maka:

(a) Himpunan 𝑊 yang terdiri dari semua kombinasi linear 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯r adalah suatu subruang
dari 𝑉.
(b) 𝑊 adalah subruang terkecil dari 𝑉 yang mengandung 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 dalam arti bahwa setiap
subruang lain dari 𝑉 yang mengandung 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 pasti mengandung 𝑊.

Bukti (a). Untuk menunjukkan bahwa 𝑊 adalah subruang dari 𝑉, harus dibuktikan bahwa 𝑊
tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian skalar. Terdapat paling tidak satu vektor pada
𝑊, yaitu 0, karena 0 = 0𝐯1 + 0𝐯2 + ⋯ + 0𝐯𝑟 . Jika 𝐮 dan 𝐯 adalah vektor-vektor pada 𝑊,
maka

𝐮 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + ⋯ + 𝑐𝑟 𝐯𝑟
dan juga sebagai
𝐯 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟

Di mana 𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑟 , 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 adalah skalar. Oleh karena itu,


𝐮 + 𝐯 = (𝑐1 + 𝑘1 )𝐯1 + (𝑐2 + 𝑘2 )𝐯2 + … + (𝑐r + 𝑘r )𝐯r
Dan, untuk skalar sebarang 𝑘,
𝑘𝐮 = (𝑘𝑐1 )𝐯1 + (𝑘𝑐2 )𝐯2 + ⋯ + (𝑘𝑐𝑟 )𝐯𝑟

Jadi, 𝐮 + 𝐯 dan 𝑘𝐮 adalah kombinasi-kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 dan sebagai


konsekuensinya terletak pada 𝑊. Oleh karena itu, 𝑊 adalah tertutup terhadap penjumlahan
dan perkalian skalar.

Bukti (b). Setiap vektor 𝐯𝑖 adalah suatu kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 karena dapat
dituliskan

𝐯𝑖 = 0𝐯1 + 0𝐯2 + ⋯ + 1𝐯𝑖 + ⋯ + 0𝐯𝑟

Oleh karena itu, subruang 𝑊 mengandung setiap vektor 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 . Misalkan 𝑊′ adalah


subruang lain sebarang yang mengandung 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 . Karena 𝑊 ′ tertutup terhadap
penjumlahan dan perkalin skalar, 𝑊′ pasti mengandung semu kombinasi linear dari
𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑟 . Jadi, 𝑊′ mengandung setiap vektor dari 𝑊.

Definisi

Jika S = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu himpunan vektor-vektor pada suatu ruang vektor V,
maka subruang W dari V yang terdiri dari semua kombinasi linear vektor-vektor pada S
disebut sebagai ruang yang direntang (space spanned) oleh 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n dan vektor-
vektor 𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n merentang (span) W. Untuk menyatakan bahwa W adalah ruang yang
direntang oleh vektor-vektor pada himpunan S = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } dituliskan

W = rentang(S) atau W = rentang{𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n }


Contoh 3 Himpunan Rentangan untuk 𝑷𝒏

Polinomial 1, 𝑥, 𝑥 2 , … , 𝑥 𝑛 merentang ruang vektor 𝑃𝑛 karena setiap polinomial 𝐩 pada 𝑃𝑛


dapat ditulis sebagai

𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + ⋯ + 𝑎n 𝑥 n

yang merupakan kombinasi linear dari 1, 𝑥, 𝑥 2 , . . . , 𝑥 𝑛 . Kita dapat menotasikannya dengan


menuliskan

𝑃𝑛 = 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 {1, 𝑥, 𝑥 2 , … , 𝑥 𝑛 }

Contoh 4 Tiga Vektor yang Tidak Merentang 𝑹𝟑

Tentukan apakah 𝐯1 = (1, 1, 2), 𝐯2 = (1, 0, 1), dan 𝐯3 = (2, 1, 3) merentang ruang vektor 𝑅 3 .
Penyelesaian.

Harus ditentukan apakah vektor sebarang 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) pada 𝑅 3 dapat dinyatakan sebagai
suatu kombinasi linear

𝐛 = 𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + 𝑘3 𝐯3
Dari vektor-vektor 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 . Dengan menyatakan persamaan ini dalam bentuk
komponen-komponennya menghasilkan
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = 𝑘1 (1, 1, 2) + 𝑘2 (1, 0, 1) + 𝑘3 (2, 1, 3)
atau
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = (𝑘1 + 𝑘2 + 2𝑘3 , 𝑘1 + 𝑘3 , 2𝑘1 + 𝑘2 + 3𝑘3 )
atau
𝑘1 + 𝑘2 + 2𝑘3 = 𝑏1
𝑘1 + 𝑘3 = 𝑏2
2𝑘1 + 𝑘2 + 3𝑘3 = 𝑏3
Masalahnya kini hanya tinggal menentukan apakah sistem persamaan linear ini konsisten
untuk semua nilai 𝑏1 , 𝑏2 dan 𝑏3 . Sesuai dengan teorema yang menyatakan jika 𝐴 adalah suatu
matriks 𝑛 x 𝑛, dan jika 𝑇𝐴 : 𝑅 𝑛 → 𝑅 𝑛 adalah perkalian dengan 𝐴, maka pernyataan-pernyataan
berikut adalah ekuivalen.
(a) 𝐴𝐱 = b konsisten untuk setiap matriks b, 𝑛 x 1.
(b) det(𝐴) ≠ 0,
Sistem ini konsisten untuk semua 𝑏1 , 𝑏2 dan 𝑏3 jika dan hanya jika matriks koefisiennya
1 1 2
𝐴 = [1 0 1]
2 1 3
Memiliki determinan taknol. Namun demikian,
1 1 2
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [1 0 1]
2 1 3
= (0 + 2 + 2) − (0 + 1 + 3)
= 4−4
=0
Karena det(𝐴) = 0, sehingga 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 tidak merentang 𝑅 3 .
Teorema 2
Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } dan 𝑆′ = {𝐰1 , 𝐰2 , … . , 𝐰k } adalah dua himpunan vektor-vektor
pada suatu ruang vektor 𝑉, maka
𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔{𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } = rentang{𝐰1 , 𝐰2 , … . , 𝐰k }
Jika dan hanya jika setiap vektor pada 𝑆 adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor
pada 𝑆′ dan setiap vektor pada 𝑆′ adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada 𝑆.

2. KEBEBASAN LINEAR

Definisi

Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah himpunan tak kosong vektor-vektor, maka persamaan vektor
𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Memiliki paling tidak satu solusi, yaitu
𝑘1 = 0, 𝑘2 = 0, … , 𝑘𝑟 = 0
Jika ini satu-satunya solusi, maka S disebut sebagai himpunan bebas linear (linearly
independent). Jika terdapat solusi-solusi lain, maka S disebut sebagai himpunan tidak bebas
linear (linearly dependent).

Contoh 1 Himpunan Bebas Linear

Perhatikan vektor-vektor 𝐢 = (1, 0, 0), 𝐣 = (0, 1, 0), 𝐤 = (0, 0, 1) pada 𝑅 3 . Persamaan-


persamaan vektor dalam bentuk komponen-komponennya

𝑘1 𝐢 + 𝑘2 𝐣 + 𝑘3 𝐤 = 𝟎
Menjadi
𝑘1 (1, 0, 0) + 𝑘2 (0, 1, 0) + 𝑘3 (0, 0, 1) = (0, 0, 0)
Atau secara ekuivalen
(𝑘1 , 𝑘2 , 𝑘3 ) = (0, 0, 0)

Ini mengimplikasikan bahwa 𝑘1 = 0, 𝑘2 = 0, dan 𝑘3 = 0, sehingga himpunan 𝑆 = {𝐢, 𝐣, 𝐤}


bebas linear.
Contoh 2 Menentukan Kebebasan atau Ketidakbebasan Linear
Tentukan apakah vektor-vektor

𝐯1 = (1, −2,3), 𝐯2 = (5,6, −1), 𝐯3 = (3,2,1)


Membentuk suatu himpunan tidak bebas linear atau himpunan bebas linear.
Penyelesaian
Persamaan vektor dalam bentuk komponen-komponennya

𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + 𝑘3 𝐯3 = 𝟎
Menjadi

𝑘1 (1, −2,3) + 𝑘2 (5,6, −1) + 𝑘3 (3,2,1) = (0, 0, 0)


Atau secara ekuivalen,

(𝑘1 + 5𝑘2 + 3𝑘3 , −2𝑘1 + 6𝑘2 + 2𝑘3 , 3𝑘1 − 𝑘2 + 𝑘3 = (0, 0, 0)


Dengan menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian akan diperoleh

𝑘1 + 5𝑘2 + 3𝑘3 = 0

−2𝑘1 + 6𝑘2 + 2𝑘3 = 0

3𝑘1 − 𝑘2 + 𝑘3 = 0
Jadi, 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 membentuk suatu himpunan tidak bebas linear jika sistem ini memiliki
solusi nontrivial, atau suatu himpunan bebas linear jika hanya memiliki solusi trivial.
Matriks diperbesarnya adalah :
1 5 3 0
[−2 6 2 |0]
3 −1 1 0
Dengan OBE diperoleh matriks
1 5 3 0 1 5 3 0 1 5 3 0 1
[−2 6 2 |0] 2𝑏1 + 𝑏2 [0 16 8 |0] − 3𝑏1 + 𝑏3 [0 16 8 |0] 𝑏2
16
3 −1 1 0 3 −1 1 0 0 −16 −8 0
1
1 5 3 1 5 3 1 0
1 0 1 0 2 0
[0 1 |0] 16𝑏2 + 𝑏3 [0 1 |0] − 5𝑏2 + 𝑏1 1 |0
2 0 2 0 0 1
0 −16 −8 0 0 0 2 0
[0 0 0 ]

Sehingga diperoleh
1 1
𝑘1 = − t, 𝑘2 = − 𝑡, 𝑘3 = 𝑡
2 2
Jadi, sistem ini memiliki solusi-solusi nontrivial dan 𝐯1 , 𝐯2 , dan 𝐯3 membentuk suatu
himpunan tidak bebas linear. Sebagai alternatif, dapat ditunjukkan keberadaan solusi
nontrivial tanpa perlu menyelesaikan sistem ini dengan hanya menunjukkan bahwa matriks
koefisiennya memiliki determinan nol dan sebagai konsekuensinya tidak dapat dibalik.

Contoh 3 Himpunan Bebas Linear pada 𝑷𝒏

Tunjukkan bahwa polinomial

1, 𝑥, 𝑥 2 , … , 𝑥 𝑛
Membentuk suatu himpunan bebas linear vektor-vektor pada 𝑃𝑛 .
Penyelesaian.

Misalkan 𝐩0 = 1, 𝐩1 = 𝑥, 𝐩2 = 𝑥 2 , … , 𝐩𝑛 = 𝑥 𝑛 dan asumsikan bahwa beberapa kombinasi


linear dari polinomial ini adalah nol, misalnya

𝑎0 𝐩0 + 𝑎1 𝐩1 + 𝑎2 𝐩2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝐩𝑛 = 0
Atau secara ekuivalen,

𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 = 0 untuk semua 𝑥 pada (−∞, ∞) (1)


Harus ditunjukkan bahwa

𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = ⋯ 𝑎𝑛 = 0.
Untuk melihat bahwa hal ini memang benar, ingatlah dari aljabar linear bahwa polinomial
taknol dengan pangkat n memiliki paling banyak n akar yang berbeda. Tetapi hal ini
mengimplikasikan bahwa 𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = ⋯ 𝑎𝑛 = 0; atau jika tidak, sesuai dengan (1)
diperoleh bahwa 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 adalah suatu polinomial taknol dengan tak
terhingga banyaknya akar.
Istilah”tidak bebas linear” berarti bahwa vektor-vektor “bergantung” satu sama lain dengan
suatu cara. Teorema berikut menunjukkan bahwa ini adalah fakta sebenarnya.

Teorema 3
Suatu himpunan S dengan dua atau lebih vektor adalah:
(a) Tidak bebas linear jika dan hanya jika paling tidak salah satu dari vektor pada S dapat
dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.
(b) Bebas linear jika dan hanya jika tidak ada vektor pada S yang dapat dinyatakan sebagai
suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.

Akan dibuktikan bagian (a) dan meninggalkan bukti bagian (b) sebagai latihan.
Bukti (a). Misalkan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah suatu himpunan dengan dua atau lebih vektor.
Jika diasumsikan bahwa S tidak bebas linear, maka terdapat skalar 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 yang tidak
semuanya nol, sedemikian rupa sehingga

𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Untuk lebih spesifik, misalkan 𝑘1 ≠ 0. Maka (2) dapat ditulis kembali sebagai
𝑘2 𝑘𝑟
𝐯1 = (− ) 𝐯2 + ⋯ + (− ) 𝐯𝑟
𝑘1 𝑘1
Yang menyatakan 𝐯1 sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S. Demikian
juga, jika 𝑘1 ≠ 0 pada (2) untuk beberapa nilai 𝑗 = 2, 3, … , r, maka 𝐯𝑗 dapat dinyatakan
sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S.
Sebaliknya, marilah asumsikan bahwa paling tidak satu vektor pada S dapat dinyatakan
sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lainnya. Untuk lebih spesifik, misalkan
𝐯1 = 𝑐2 𝐯2 + 𝑐3 𝐯3 + ⋯ + 𝑐𝑟 𝐯𝑟
sehingga
𝐯1 − 𝑐2 𝐯2 − 𝑐3 𝐯3 − ⋯ − 𝑐𝑟 𝐯𝑟 = 0

Maka S tidak bebas linear karena persamaan


𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎
Dipenuhi oleh
𝑘1 = 1, 𝑘2 = −𝑐2 , … , 𝑘r = −𝑐𝑟

Yang tidak semuanya nol. Bukti untuk kasus di mana beberapa vektor selain 𝐯1 dapat
dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S adalah serupa.
Teorema berikut ini memberikan dua fakta sederhana mengenai kebebasan linear yang
penting untuk diketahui.

Teorema 4
(a) Suatu himpunan terhingga vektor-vektor yang mengandung vektor nol adalah tidak
bebas linear.
(b) Suatu himpunan dengan tepat dua vektor adalah bebas linear jika dan hanya jika
tidak satu pun dari vektornya merupakan kelipatan skalar dari vektor lainnya.

Akan dibuktikan bagian (a) dan meninggalkan bukti bagian (b) sebagai latihan.

Bukti (a). Untuk vektor 𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r sebarang, himpunan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r , 𝟎} tidak bebas


linear karena persamaan

0𝐯1 + 0𝐯2 + ⋯ + 0𝐯r + 1(0) = 0


Menyatakan 0 sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada S dengan koefisien-
koefisien yang tidak semuanya nol.

Teorema 5
Misalkan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } adalah suatu himpunan vektor-vektor pada 𝑅 𝑛 . Jika 𝑟 > 𝑛,
maka S tidak bebas linear.

[Link]

𝐯1 = (𝐯11 , 𝐯12 , … , 𝐯1n )

𝐯1 = (𝐯21 , 𝐯22 , … , 𝐯2n )

⁞ ⁞

𝐯r = (𝐯r1 , 𝐯𝑟2 , … , 𝐯rn )


Perhatikan persamaan

𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝐯𝑟 = 𝟎

Jika diyatakan kedua ruas dari persamaan ini dalam bentuk komponen-komponennya, dan
kemudian menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian, maka diperoleh sistem

𝑣11 𝑘1 + 𝑣12 𝑘2 + … + 𝑣𝑟1 𝑘𝑟 = 0

𝑣21 𝑘1 + 𝑣22 𝑘2 + … + 𝑣𝑟2 𝑘𝑟 = 0

⁞ ⁞ ⁞ ⁞

𝑣1𝑛 𝑘1 + 𝑣2𝑛 𝑘2 + … + 𝑣𝑟𝑛 𝑘𝑟 =0

Ini merupakan sistem homogen yang terdiri dari 𝑛 persamaan dengan 𝑟 faktor yang tidak
diketahui 𝑘1 , … , 𝑘r . Karena 𝑟 > 𝑛, suatu sistem persamaan linear homogen dengan jumlah
faktor yang tidak diketahui labih banyak dari jumlah persamaan, memiliki takterhingga
banyaknya solusi, sistem tersebut memiliki solusi-solusi nontrivial. Oleh karena itu, 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯r } merupakan suatu himpunan tidak bebas linear.
BASIS DAN DIMENSI
Basis adalah suatu ukuran tertentu yang menyatakan komponen dari sebuah vektor.

Definisi

Jika 𝑉 adalah suatu ruang vektor sebarang dan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu himpunan
vektor-vektor pada 𝑉. Maka 𝑆 disebut basis untuk 𝑉 jika dua syarat berikut berlaku:

(a) 𝑆 bebas linear.


(b) 𝑆 merentang 𝑉.

1. Sebagai contoh, di 𝑅² memiliki himpunan 𝑆 = {(1,0), (0,1)} yang bersifat


a. Bebas linear
Perhatikan bahwa 𝑆 bebas linear apabila 𝑘1 𝐢 + 𝑘2 𝐣 = 𝟎 hanya dipenuhi ketika 𝑘1 =
𝑘2 = 0. Tinjau bahwa:
𝑘1 𝐢 + 𝑘2 𝐣 = 𝟎
𝑘1 (1,0) + 𝑘2 (0,1) = (0,0)
(𝑘1 , 𝑘2 ) = (0,0)
Jadi 𝑘1 𝐢 + 𝑘2 𝐣 = 0 mengharuskan 𝑘1 = 𝑘2 = 0. Akibatnya 𝑺 bebas linear.

b. Merentang 𝑅²
Misalkan vektor sebarang 𝐯 = (𝑎, 𝑏), diperoleh
𝐯 = 𝑎𝐢 + 𝑏𝐣
(𝑎, 𝑏) = 𝑎(1,0) + 𝑏(0,1)
Akibatnya S merentang 𝑅².

Dengan demikian himpunan 𝑆 = {(1,0), (0,1)} merupakan basis untuk 𝑅².

2. Diberikan dua vektor: 𝐯1 = (4,1), 𝐯2 = (−7, −8). Apakah himpunan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 }


merupakan basis untuk 𝑅²?
a. Bebas Linear
Pandang kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 = 𝟎, dengan 𝛼1 , 𝛼2 Є ℝ
𝛼1 (4,1) + 𝛼2 (−7, −8) = (0,0)
(4𝛼1 − 7𝛼2 , 𝛼1 − 8𝛼2 ) = (0,0)
Akibatnya diperoleh SPL
4𝛼1 − 7𝛼2 = 0
𝛼1 − 8𝛼2 = 0

Matriks diperbesarnya adalah :


4 −7 0 1 0 0
[ | ]Dengan OBE diperoleh matriks [ | ]
1 −8 0 0 1 0
Sehingga diperoleh 𝛼1 = 𝛼2 = 0 .Karena kombinasi linear 𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 = ⃗0 hanya
dipenuhi untuk 𝛼1 = 𝛼2 = 0 ,maka himpunan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 } bebas linear.

b. Merentang 𝑅²
Cara 1:
Karena untuk setiap 𝐯 = (𝑎, 𝑏)
𝐯 = (𝑎, 𝑏) = 𝑎(4,1) + 𝑏(−7, −8) = 𝑎𝐯1 + 𝑏𝐯2
Vektor 𝐯 dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 dan 𝐯2

Cara 2:
4 1
𝐴=[ ]
−7 −8
4 1
det(𝐴) = det [ ]
−7 −8
= (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)
= (−32) − (−7)
= −25
Karena det(𝐴) ≠ 0, maka merentang 𝑅 2 .

Dengan demikian himpunan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 } merupakan basis untuk 𝑅 2 .

Teorema 6. Keunikan Representasi Basis

Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah suatu basis dari ruang vektor 𝑉. Maka setiap 𝐯 vektor pada
𝑉 dapat dinyatakan dalam bentuk 𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛 dengan tepat satu cara.

Bukti. Karena 𝑆 merentang 𝑉, maka sesuai definisi dari suatu himpunan rentangan bahwa
setiap vektor pada 𝑉 dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada
𝑆. Untuk melihat bahwa hanya terdapat satu cara untuk menyatakan suatu vektor sebagai
suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada 𝑆, dimisalkan beberapa vektor 𝐯 dapat ditulis
sebagai

𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛
dan juga sebagai
𝐯 = k1 𝐯1 + k 2 𝐯2 + ⋯ + k 𝑛 𝐯𝑛

Dengan mengurangkan persamaan pertama dengan persamaan kedua menghasilkan

0 = (𝑐1 − 𝑘1 )𝐯𝟏 + (𝑐2 − 𝑘2 )𝐯2 + ⋯ + (𝑐𝑛 − 𝑘𝑛 )𝐯𝑛

Karena ruas kanan dari persamaan ini adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada
S. Kebebasan linear dari S mengimplikasikan bahwa
𝑐1 − 𝑘1 = 0, 𝑐2 − 𝑘2 = 0, … , 𝑐𝑛 − 𝑘𝑛 = 0
yaitu,
𝑐1 = 𝑘1 , 𝑐2 = 𝑘2 , … , 𝑐𝑛 = 𝑘𝑛
Jadi, kedua pernyataan untuk 𝐯 adalah sama.

Contoh:

Cukup jelas bahwa 𝐵 = {(1,0), (1,1)} merupakan basis bagi 𝑅 2 . Vektor (5,3) dapat
dinyatakan sebagai

(5,3) = α(1,0) + β(1,1)

Satu-satunya nilai α dan β sehingga (5,3) = α(1,0) + β(1,1) adalah α = 2 dan β = 3.

Koordinat-koordinat Relatif terhadap suatu Basis


Jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … . , 𝐯n } adalah basis untuk ruang vektor V, dan

𝐯 = c1 𝐯1 + c2 𝐯2 + ⋯ + c𝑛 𝐯𝑛

adalah pernyataan untuk suatu vektor 𝐯 dalam bentuk basis 𝑆, maka skalar
𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 disebut sebagai koordinat 𝐯 relatif terhadap basis 𝑆. Vektor (𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 ) pada
𝑅 𝑛 yang disusun dari koordinat-koordinat ini disebut vektor koordinat 𝐯 relatif terhadap 𝑺
(coordinate vector of 𝒗 relative to 𝑆); ini dinotasikan sebagai

(𝐯)𝑠 = (𝑐1 , 𝑐2 , … , 𝑐𝑛 )

CATATAN. Harus dicatat bahwa vektor koordinat tidak hanya tergantung pada basis 𝑆 tetapi
juga pada urutan penulisan vektor basis. Perubahan urutan vektor basis akan berakibat pada
perubahan yang berkaitan dengan urutan entri-entri pada vektor koordinat.

1. Karena 𝐵 = {(1,0), (1,1)} adalah basis untuk 𝑅 2 . Koordinat relatif dari (5,3) terhadap
basis 𝐵 adalah (2,3)

(5,3) = 2(1,0) + 3(1,1)


Bukti:
𝐯 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2
(5,3) = 𝑐1 (1,0) + 𝑐2 (1,1)
(5,3) = (𝑐1 + 𝑐2 , 𝑐2 )
Diperoleh SPL
𝑐1 + 𝑐2 = 5
𝑐2 = 3
Akibatnya diperoleh 𝑐2 = 3 , dan 𝑐1 = 2. Sehingga terbukti bahwa koordinat relatif dari
(5,3) terhadap basis 𝐵 adalah (2,3).
2. Diketahui bahwa 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } dengan 𝐯1 = (1, 2, 1), 𝐯2 = (2, 9, 0), 𝐯3 = (3, 3, 4)
adalah basis untuk 𝑅 3 , Tentukan:
a. Koordinat dari 𝐮 = (5,1, −9) relatif terhadap basis 𝑆, yaitu (𝐮)𝑠
b. Vektor 𝐰 Є 𝑅 3 yang koordinat relatifnya terhadap basis 𝑆 adalah (−1, 3, 2).

Solusi soal a:

Akan dicari koordinat relatif dari 𝐮 = (5, −1,9) relatif terhadap basis 𝑆. Dalam hal
ini harus dicari 𝑐1 , 𝑐2 , 𝑐3 Є ℝ yang memenuhi

𝐮 = 𝑐1 𝐯𝟏 + 𝑐2 𝐯𝟐 + 𝑐3 𝐯𝟑
(5, −1,9) = 𝑐1 (1, 2, 1) + 𝑐2 (2, 9, 0) + 𝑐3 (3, 3, 4)
(5, −1,9) = (𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 , 2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 , 𝑐1 + 4𝑐3 )
Akibatnya diperoleh SPL
𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 5
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = −1
𝑐1 + 4𝑐3 = 9

1 2 3 𝑐1 5
[2 9 3 ] [ 𝑐2 ] = [ −1]
1 0 4 𝑐3 9

1 2 3 5 1 0 0 1
Dengan melakukan OBE terhadap [2 9 3 |−1] diperoleh [0 1 0 |−1] . Sehingga
1 0 4 9 0 0 1 2
𝑐1 = 1, 𝑐2 = −1, dan 𝑐3 = 2.

Jadi diperoleh,
(𝐮)𝑠 = (1, −1, 2).
Solusi soal 2:

 Selanjutnya vektor 𝐰 Є 𝑅 3 yang koordinat relatifnya adalah (−1, 3, 2) dapat dicari


menggunakan definisi koordinat relatif (𝐰)𝑠 .
 Perhatikan bahwa (𝐰)𝑠 = (𝑐1 , 𝑐2 , 𝑐3 ), dengan 𝑐1 , 𝑐2 , 𝑐3 adalah skalar yang
mengakibatkan persamaan berikut berlaku
𝐰 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐3 𝐯3
 Akibatnya diperoleh
𝐰 = −1𝐯1 + 3𝐯2 + 2𝐯3
= −1(1, 2, 1) + 3(2, 9, 0) + 2(3, 3, 4)
= (11, 31, 7).

3. Tentukan vektor koordinat 𝐰 relatif terhadap basis 𝑆 = {𝐮1 , 𝐮2 } untuk 𝑅 2 .


𝐮1 = (1,0), 𝐮2 = (0,1); 𝐰 = (3, −7)

𝐰 = c1 𝐮1 + c2 𝐮2
(3, −7) = c1 (1,0) + c2 (0,1)
(3, −7) = (c1 , c2 )
Akibatnya diperoleh c1 = 3 , dan c2 = −7. Sehingga

(𝐰)𝒔 = (𝟑, −𝟕)


𝟑
Contoh 1 Basis Standar untuk 𝑹
Jika
𝐢 = (1, 0, 0), 𝐣 = (0, 1, 0), dan 𝐤 = (0, 0, 1)

maka 𝑆 = {𝐢, 𝐣, 𝐤} adalah suatu himpunan bebas linear pada 𝑅 3 . Himpunan ini juga merentang
𝑅 3 karena vektor sebarang 𝐯 = (a, b, c) pada 𝑅 3 dapat ditulis sebagai

v = (a, b, c) = a(1, 0, 0) + b(0, 1, 0) + c(0, 0, 1) = ai + bj + ck (1)

Jadi, 𝑆 adalah basis untuk 𝑅 3 dan disebut sebagai basis standar (standard basis) untuk 𝑅 3 .
Dengan melihat koefisien-koefisien i, j, dan k pada (1), karena koordinat-koordinat v relatif
terhadap basis standar adalah a, b, dan c, sehingga

(𝐯)𝑠 = (𝑎, 𝑏, … , 𝑐)
Dengan membandingkan hasil ini dengan (1) maka
𝐯 = (𝐯)𝒔

persamaan ini menyatakan bahwa komponen-komponen dari suatu vektor 𝐯 relatif terhadap
suatu sistem koordinat siku-siku xyz dan koordinat-koordinat 𝐯 relatif terhadap basis standar
adalah sama.

1. Diberikan tiga vektor: 𝐯1 = (1, 0, 0), 𝐯2 = (2, 2, 0), 𝐯3 = (3, 3, 3). Apakah himpunan
𝐵 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } merupakan basis untuk 𝑅 3 ?
a. Bebas Linear
Pandang kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 + 𝛼3 𝐯3 = 0, dengan 𝛼1 , 𝛼2 , 𝛼3 Є ℝ
𝛼1 (1, 0, 0) + 𝛼2 (2, 2, 0) + 𝛼3 (3, 3, 3) = (0, 0, 0)
(𝛼1 + 2𝛼2 + 3𝛼3 , 2𝛼2 + 3𝛼3 , 3𝛼3 ) = (0, 0, 0).

Akibatnya diperoleh SPL


𝛼1 + 2𝛼2 + 3𝛼3 = 0
2𝛼2 + 3𝛼3 = 0
3𝛼3 = 0

Matriks diperbesarnya adalah :


1 2 3 0 1 0 0 0
[0 2 3 |0]Dengan OBE diperoleh matriks [0 1 0 |0]
0 0 3 0 0 0 1 0
Sehingga diperoleh diperoleh 𝛼1 = 𝛼2 = 𝛼3 = 0. Karena kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 + 𝛼3 𝐯3 = 0 hanya dipenuhi untuk 𝛼1 = 𝛼2 = 𝛼3 = 0, maka himpunan
𝐵 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } bebas linear.

b. Merentang 𝑅 3
Cara 1:
Karena untuk setiap 𝐯 = (a, b, c)
𝐯 = (a, b, c) = a(1, 0, 0) + b(2, 2, 0) + c(3, 3, 3) = a𝐯1 + 𝑏𝐯2 + 𝑐𝐯3
Vektor v dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 dan 𝐯3

Cara 2:
1 0 0
𝐴 = [2 2 0]
3 3 3
1 0 0
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [2 2 0]
3 3 3
= (6 + 0 + 0) − (0 + 0 + 0)
=6
Karena det(𝐴) ≠ 0, maka merentang 𝑅 3

Dengan demikian himpunan 𝐵 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } merupakan basis untuk 𝑅 3 .

Contoh 2 Basis Standar untuk 𝑹𝒏

Jika
𝐞1 = (1, 0, 0, … , 0), 𝐞2 = (0, 1, 0, … , 0), … , 𝐞𝑛 = (0, 0, 0, … , 1)
maka
𝑆 = {𝐞1 , 𝐞2 , … , 𝐞𝑛 }

adalah suatu himpunan bebas linear pada 𝑅 𝑛 . Lebih lanjut, himpunan ini juga merentang 𝑅 𝑛
karena vektor sebarang 𝐯 = (v1 , v2 , … , vn ) pada 𝑅 𝑛 dapat ditulis sebagai

𝐯 = v1 𝐞1 + v2 𝐞z + … + vn 𝐞n (2)

Jadi, S adalah suatu basis untuk 𝑅 𝑛 dan disebut sebagai basis standar untuk 𝑹𝒏 (standard
basis for 𝑅 𝑛 ). Sesuai dengan (2) bahwa koordinat-koordinat 𝐯 = (v1 , v2 , … , vn ) relatif
terhadap basis standar adalah v1 , v2 , … , vn , sehingga

(𝐯)𝑠 = (v1 , v2 , … , vn )

Sebagaimana pada Contoh 1, diperoleh 𝐯 = (𝐯)𝑠 , sehingga suatu vektor v dan vektor
koordinatnya relatif terhadap basis standar untuk 𝑅 𝑛 adalah sama.
CATATAN, Pada 𝑅 2 dan 𝑅 3 . vektor-vektor basis standar biasanya dinotasikan dengan i, j,
dan k, dan bukannya dengan 𝐞1 , 𝐞2 dan 𝐞3. Akan digunakan kedua notasi, tergantung pada
situasi tertentu.

1. Diberikan dua vektor: 𝐯1 = (1, −4,2, −3), 𝐯2 = (−3,8, −4,6). Apakah himpunan 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 } merupakan basis untuk 𝑅 4 ?
a. Bebas Linear
Pandang kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 = 𝟎, dengan 𝛼1 , 𝛼2 Є ℝ
𝛼1 (1, −4,2, −3) + 𝛼2 (−3,8, −4,6) = (0, 0, 0, 0)
(𝛼1 − 3𝛼2 , −4𝛼1 + 8𝛼2 , 2𝛼1 − 4𝛼2 , −3𝛼1 + 6𝛼2 ) = (0, 0, 0, 0).

Akibatnya diperoleh SPL


𝛼1 − 3𝛼2 = 0
−4𝛼1 + 8𝛼2 = 0
2𝛼1 − 4𝛼2 = 0
−3𝛼1 + 6𝛼2 = 0

Matriks diperbesarnya adalah :


1 −3 0 1 0 0
[−4 8 |0]Dengan OBE diperoleh matriks [0 1 |0]
2 −4 0 0 0 0
−3 6 0 0 0 0
Sehingga diperoleh 𝛼1 = 𝛼2 = 0. Karena kombinasi linear
𝛼1 𝐯1 + 𝛼2 𝐯2 = 0 hanya dipenuhi untuk 𝛼1 = 𝛼2 = 0, maka himpunan
𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 } bebas linear.

b. Merentang 𝑅 4
Karena untuk setiap 𝐛 = (a, b)
𝐛 = (a, b) = a(1, −4,2, −3) + b(−3,8, −4,6) = a𝐯1 + 𝑏𝐯2
Vektor v dinyatakan sebagai kombinasi linear dari 𝐯1 dan 𝐯2

Dengan demikian himpunan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 } merupakan basis untuk 𝑅 4

Contoh 3 Memperlihatkan bahwa Himpunan Vektor adalah suatu Basis

Misalkan 𝐯1 = (1, 2, 1), 𝐯2 = (2, 9, 0), dan 𝐯3 = (3, 3, 4). Tunjukkan bahwa himpunan 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } adalah suatu basis untuk 𝑅 3 .

Penyelesaian.

Untuk menunjukkan bahwa himpunan S merentang 𝑅 3 , harus ditunjukkan bahwa suatu vektor
sebarang 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear

𝐛 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐𝟑 𝐯3
dari vektor-vektor pada S. Dengan menyatakan persamaan ini dalam bentuk komponen-
komponennya diperoleh

(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = 𝑐1 (1, 2, 1) + 𝑐2 (2, 9,0) + 𝑐3 (3, 3, 4)


atau
(𝑏1, 𝑏2 , 𝑏3 ) = 𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3, 2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 , 𝑐1 + 4𝑐3 )
atau, dengan menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian.

𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 𝑏1
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = 𝑏2
𝑐1 + 4𝑐3 = 𝑏3 (3)

Jadi, untuk menunjukkan bahwa S merentang 𝑅 3 , harus ditunjukkan bahwa sistem (3)
memiliki satu solusi untuk setiap pilihan dari 𝐛 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ).
Untuk membuktikan bahwa S bebas linear, harus ditunjukkan bahwa satu-satunya
solusi dari
𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐𝟑 𝐯3 = 𝟎 (4)

adalah 𝑐1 = 𝑐2 = 𝑐3 = 0 . Sebagaimana di atas, jika (4) dinyatakan dalam bentuk komponen-


komponennya, pembuktian kebebasan akan berkurang hanya dengan menunjukkan bahwa
sistem homogen

𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 0
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = 0
𝑐1 + 4𝑐3 = 0 (5)
hanya memiliki solusi trivial. Amati bahwa sistem (3) dan (5) memiliki matriks koefisien
yang sama. Jadi, sesuai dengan teorema yang menyatakan jika 𝐴 adalah suatu matriks 𝑛 x 𝑛,
dan jika 𝑇𝐴 : 𝑅 𝑛 → 𝑅 𝑛 adalah perkalian dengan 𝐴, maka pernyataan-pernyataan berikut adalah
ekuivalen. bagian:
(a) 𝐴𝐱 = 𝟎
(b) 𝐴𝐱 = 𝐛 konsisten untuk setiap matriks b, 𝑛 × 𝑙.
(c) det(𝐴) ≠ 0
dapat dibuktikan secara simultan bahwa S adalah bebas linear dan merentang 𝑅 3 dengan
menunjukkan bahwa pada sistem (3) dan (5) matriks koefisiennya memiliki determinan
taknol. Dari

1 2 1 1 2 1
𝐴 = [2 9 0 ] diperoleh det(𝐴) = |2 9 0| = −1
3 3 4 3 3 4

dan dengan demikian S adalah basis untuk 𝑅 3 .


Contoh 4. Merepresentasikan suatu Vektor dengan Menggunakan Dua Basis

Misalkan 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } adalah basis untuk 𝑅 3 pada contoh sebelumnya.

(a) Tentukan vektor koordinat dari 𝐯 = (5, −1,9) dalam S.


(b) Tentukan vektor v pada 𝑅 3 yang vektor koordinatnya dalam basis S adalah (𝐯)𝑠 =
(−1, 3, 2)

Penyelesaian (a).

Harus menentukan skalar-skalar 𝑐1 , 𝑐2 , 𝑐3 sedemikian rupa sehingga

𝐯 = 𝑐1 𝐯1 + 𝑐2 𝐯2 + 𝑐3 𝐯3

atau, dalam bentuk komponen-komponennya.

(5, −1,9) = 𝑐1 (1, 2, 1) + 𝑐2 (2, 9,0) + 𝑐3 (3, 3, 4)

Dengan menyetarakan komponen-komponen yang bersesuaian diperoleh

𝑐1 + 2𝑐2 + 3𝑐3 = 5
2𝑐1 + 9𝑐2 + 3𝑐3 = −1
𝑐1 + 4𝑐3 = 9

Dengan menyelesaikan sistem ini, diperoleh 𝑐1 = 1, 𝑐2 = −1, 𝑐3 = 2 (buktikan). Oleh karena


itu

(𝐯)𝑠 = (1, −1,2)

Penyelesaian (b).

Dengan menggunakan definisi dari vektor koordinat (𝐯)𝑠 , diperoleh

𝐯 = (−𝟏)𝐯1 + 3𝐯2 + 2𝐯3


= (−1)(1, 2, 1) + 3(2, 9,0) + 2(3, 3, 4)
= (11, 31, 7)

Contoh 5 Basis Standar untuk 𝑷𝒏

(a) Tunjukkan bahwa 𝑆 = {1, 𝑥, 𝑥 2 , . . . , 𝑥 𝑛 } adalah suatu basis untuk ruang vektor 𝑃𝑛 yang
terdiri dari polinomial-polinomial berbentuk 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 .
(b) Tentukan vektor koordinat dari polinomial 𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 relatif terhadap
basis 𝑆 = {1, 𝑥, 𝑥 2 } untuk 𝑃2 .

Penyelesaian (a). Telah ditunjukkan bahwa S merentang 𝑃𝑛 pada contoh 3 subbab 1 dan telah
ditunjukkan bahwa S adalah himpunan bebas linear pada contoh 3 subbab 2. jadi, S adalah
basis untk 𝑃𝑛 , dan disebut sebagai basis standar untuk 𝑷𝒏 (standard basis for 𝑃𝑛 )
Penyelesaian (b). Koordinat-koordinat 𝐩 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 adalah koefisien-koefisien
skalar dari vektor basis 1, 𝑥, dan 𝑥 2 , sehingga (𝐩)𝑠 = (𝑎0 , 𝑎1 , 𝑎2 ).

1. Tentukan basis untuk 𝑃2


1 + 𝑥 + 𝑥2, 𝑥 + 𝑥2, 𝑥2
a. Bebas Linear
Misalkan 𝐩0 = 1 + 𝑥 + 𝑥 2 , 𝐩1 = 𝑥 + 𝑥 2 , 𝐩2 = 𝑥 2
Pandang kombinasi linear

𝑎0 𝐩0 + 𝑎1 𝐩1 + 𝑎2 𝐩2 = 0

𝑎0 (1 + 𝑥 + 𝑥 2 ) + 𝑎1 (𝑥 + 𝑥 2 ) + 𝑎2 (𝑥 2 ) = 0

(𝑎0 , 𝑎0 𝑥 + 𝑎1 𝑥, 𝑎0 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 2 + 𝑎2 𝑥 2 ) = (0, 0, 0)
Sehingga diperoleh SPL
𝑎0 = 0
𝑎0 𝑥 + 𝑎1 𝑥 = 0
𝑎0 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 2 + 𝑎2 𝑥 2 = 0

Akan ditunjukkan bahwa

𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = 0.
Matriks diperbesarnya adalah :
1 0 0 0 1 0 0 0
[1 1 0 |0]Dengan OBE diperoleh matriks [0 1 0 |0]
1 1 1 0 0 0 1 0

Sehingga diperoleh diperoleh 𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = 0. Karena kombinasi linear 𝑎0 𝐩0 +


𝑎1 𝐩1 + 𝑎2 𝐩2 = 0 hanya dipenuhi untuk 𝑎0 = 𝑎1 = 𝑎2 = 0, maka bebas linear.

b. Merentang 𝑃2
Cara 1:

Jika 𝐮, 𝐯 dan w adalah vektor-vektor pada 𝑊, maka

𝐮 = 𝐯1 + 𝐯2 + 𝐯3
𝐯 = 𝐯2 + 𝐯3
𝐰 = 𝐯3

Oleh karena itu,


𝐮 + 𝐯 + 𝐰 = 𝐯1 + 2𝐯2 + 3𝐯3
Dan, untuk skalar sebarang 𝑘,
𝑘𝐮 = (𝑘)𝐯1 + (𝑘)𝐯2 + (𝑘)𝐯3

Jadi, 𝐮 + 𝐯 + 𝐰 dan 𝑘𝐮 adalah kombinasi-kombinasi linear dari 𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 dan


sebagai konsekuensinya terletak pada 𝑊.
Cara 2:

1 1 1
𝐴 = [0 1 1]
0 0 1

1 1 1
det(𝐴) = 𝑑𝑒𝑡 [0 1 1]
0 0 1

= (1 + 0 + 0) − (0 + 0 + 0)
=1
Karena det(𝐴) ǂ 0, maka merentang 𝑃2

Dengan demikian himpunan tersebut merupakan basis untuk 𝑃2 .

Contoh 6 Basis Standar untuk 𝑴𝒎𝒏

Misalkan

1 0 0 1 0 0 0 0
𝑀1 = [ ], 𝑀2 [ ], 𝑀3 = [ ], 𝑀4 = [ ]
0 0 0 0 1 0 0 1

Himpunan 𝑆 = {𝑀1 , 𝑀2 , 𝑀2 , 𝑀4 } adalah basis untuk ruang vektor 𝑀22 yang terdiri dari
matriks 2 × 2. Untuk melihat bahwa S merentang 𝑀22 , perhatikan bahwa suatu vektor
(matriks) sebarang

𝑎 𝑏
[ ]
𝑐 𝑑

Dapat ditulis sebagai

𝑎 𝑏 1 0 0 1 0 0 0 0
[ ] = 𝑎[ ]+𝑏[ ]+𝑐[ ]+𝑑[ ]
𝑐 𝑑 0 0 0 0 1 0 0 1

= 𝑎𝑀1 + 𝑏𝑀2 + 𝑐𝑀3 + 𝑑𝑀4

Untuk melihat bahwa S bebas linear, asumsikan bahwa

𝑎𝑀1 + 𝑏𝑀2 + 𝑐𝑀3 + 𝑑𝑀4 = 0

Yaitu,

1 0 0 1 0 0 0 0 0 0
𝑎[ ]+𝑏[ ]+𝑐[ ]+𝑑[ ]=[ ]
0 0 0 0 1 0 0 1 0 0
Maka

𝑎 𝑏 0 0
[ ]= [ ]
𝑐 𝑑 0 0

Jadi, 𝑎 = 𝑏 = 𝑐 = 𝑑 = 0, sehingga S bebas linear. Basis S pada contoh ini disebut basis
standar untuk 𝑀22 . Secara umum, basis standar untuk 𝑴𝒎𝒏 (standard basis for 𝑀𝑚𝑛 )terdiri
dari mn matriks yang berbeda dengan satu bilangan 1 dan nol untuk entri-entri lainnya.

1. Tunjukkan bahwa himpunan vektor berikut adalah basis untuk 𝑀22


3 6 0 −1 0 −8 1 0
𝑀1 = [ ] , 𝑀2 = [ ] , 𝑀3 [ ] , 𝑀4 [ ]
3 −6 −1 0 −12 −4 −1 2
Untuk melihat bahwa S merentang 𝑀22 , perhatikan bahwa suatu vektor (matriks)
sebarang

𝑎 𝑏
[ ]
𝑐 𝑑

Untuk melihat bahwa S bebas linear, asumsikan bahwa

𝑎𝑀1 + 𝑏𝑀2 + 𝑐𝑀3 + 𝑑𝑀4 = 0

Yaitu,

3 6 0 −1 0 −8 1 0 0 0
𝑎[ ]+𝑏[ ] +𝑐[ ]+𝑑[ ]=[ ]
3 −6 −1 0 −12 −4 −1 2 0 0

3𝑎 + 𝑑 6𝑎 − 𝑏 − 8𝑐 0 0
[ ]=[ ]
3𝑎 − 𝑏 − 12𝑐 − 𝑑 −6𝑎 − 4𝑐 + 2𝑑 0 0
Sehingga diperoleh SPL
3𝑎 + 𝑑 = 0
6𝑎 − 𝑏 − 8𝑐 = 0
3𝑎 − 𝑏 − 12𝑐 − 𝑑 = 0
−6𝑎 − 4𝑐 + 2𝑑 = 0

Matriks diperbesarnya adalah :

3 0 0 1 0 1 0 0 0 0
[ 6 −1 −8 0 | ] Dengan OBE diperoleh matriks[0
0 1 0 0 |0]
3 −1 −12 −1 0 0 0 1 0 0
−6 0 −4 2 0 0 0 0 1 0

Maka

𝑎 𝑏 0 0
[ ]= [ ]
𝑐 𝑑 0 0

Jadi 𝑎 = 𝑏 = 𝑐 = 𝑑 = 0, sehingga S bebas linear. Basis S ini disebut basis standar untuk
𝑀22 .
Contoh 7 Basis untuk Subruang rentang (S)

Jika 𝑆 = {v1 , v2 , … , vn } adalah suatu himpunan bebas linear pada ruang vektor V, maka S
adalah suatu basis untuk subruang rentang (S) karena himpunan S merentang rentang (S)
berdasarkan definisi dari rentang (S).

Definisi
Suatu ruang vektor taknol V disebut berdimensi terhingga (finite-dimensional) jika
terdiri dari himpunan terhingga vektor-vektor {v1 , v2 , … , vn } yang membentuk suatu
basis. Jika tidak terdapat himpunan semacam ini, V disebut sebagai berdimensi
takterhingga (infinite-dimensional). Selain itu, akan dianggap ruang vektor nol sebagai
berdimensi terhingga.

Contoh 8 Beberapa Ruang Berdimensi Terhingga dan Takterhingga

Dari contoh 2, 5, dan 6, ruang-ruang vektor 𝑅 𝑛 , 𝑃𝑛 , dan 𝑀𝑚𝑛 adalah berdimensi terhingga.
Ruang-ruang vektor F(-∞, ∞), C(-∞, ∞), 𝐶 𝑚 (−∞, ∞), dan 𝐶 ∞ (−∞, ∞) adalah berdimensi
takterhingga.

Teorema berikut akan memberikan kunci dari konsep dimensi.

Teorema 7

Misalkan V adalah suatu ruang vektor berdimensi terhingga dan {v1 , v2 , … , vn } adalah basis
sebarang.

(a) Jika suatu himpunan memiliki vektor lebih dari n, maka himpunan tersebut bersifat tidak
bebas linear.
(b) Jika suatu himpunan memiliki vektor kurang dari n, maka himpunan tersebut bersifat
tidak merentang V.

Bukti (a). Misalkan 𝑆 ′ = {𝐰1 , 𝐰2 , … , 𝐰n } adalah himpunan sebarang yang terdiri dari m
vektor pada V, di mana m > 𝑛. Ingin ditunjukkan bahwa S´ tidak bebas linear. Karena 𝑆 =
{𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯n } adalah suatu basis, setiap 𝐰i dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari
vektor-vektor pada S, misalkan

𝐰₁ = 𝑎₁₁𝐯₁ + 𝑎₂₁𝐯₂ + ⋯ + 𝑎𝑛 ₁𝐯𝑛

𝐰₂ = 𝑎₁₂𝐯₁ + 𝑎₂₂𝐯₂ + ⋯ + 𝑎𝑛 ₂𝐯𝑛

⁞ ⁞ ⁞ ⁞

𝐰𝑚 = 𝑎1𝑚 𝐯₁ + 𝑎2𝑚 𝐯₂ + ⋯ + 𝑎𝑛𝑚 𝐯𝑛 (6)


Untuk menunjukan bahwa S′ tidak bebas linear, Harus ditentukan skalar-skalar 𝑘1 ,𝑘2 , ….
,𝑘𝑚 , yang tidak sesuai dengan nol, sedemikian rupa sehingga

𝑘1 𝒘1 + 𝑘2 𝒘2 + ⋯ + 𝑘𝑚 𝒘𝑛 = 𝟎 (7)

Dengan menggunakan persamaan persamaan pada (6), dapat ditulis kembali (7) sebagai

(𝑘1 𝑎11 + 𝑘2 𝑎12 + … + 𝑘𝑚 𝑎1𝑚 )𝐯𝟏

+ (𝑘1 𝑎21 + 𝑘2 𝑎22 + … + 𝑘𝑚 𝑎2𝑚 )𝐯𝟐

+(𝑘1 𝑎𝑛1 + 𝑘2 𝑎𝑛2 + … + 𝑘𝑚 𝑎𝑛𝑚 ) 𝐯𝒏 = 0

Jadi, dari kebebasan linear dari S, masalah pembuktian bahwa 𝑆 ′ adalah himpunan tidak
bebas linear hanya menjadi pembuktian bahwa terdapat skalar-skalar 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑚 , yang
tidak semuanya nol, yang memenuhi

𝑎11 𝑘1 + 𝑎12 𝑘2 + … + 𝑎1𝑚 𝑘𝑚 = 0

𝑎21 𝑘1 + 𝑎22 𝑘2 + … + 𝑎2𝑚 𝑘𝑚 = 0

⁞ ⁞ ⁞ ⁞

𝑎𝑛1 𝑘1 + 𝑎𝑛2 𝑘2 + … + 𝑎𝑛𝑚 𝑘𝑚 =0 (8)

Tetapi (8) memiliki lebih banyak faktor yang tidak diketahui dibanding jumlah
persamaannya, sehingga bukti menjadi lengkap karena Teorema suatu sistem persamaan
linear homogen dengan jumlah faktor yang tidak diketahui lebih banyak dari jumlah
persamaan, memiliki takterhingga banyaknya solusi. menjamin keberadaan solusi-solusi
nontrivial.

Bukti (b) . Misalkan 𝑆 ′ = {𝒘𝟏 , 𝒘𝟐 , … , 𝒘𝒎 } adalah himpunan sebarang yang terdiri dari m
vektor pada V, dimana 𝑚 > 𝑛. Akan ditunjukan bahwa 𝑆 ′ tidak merentang V. Pembuktiannya
akan dilakukan dengan menggunakan kontradiksi: akan ditunjukkan bahwa dengan
mengasumsikan 𝑆 ′ merentang V akan mengarah pada suatu kontradiksi kebebasan linear dari
{ 𝐯𝟏 , 𝐯𝟐 , … , 𝐯𝒏 }.

Jika 𝑆 ′ merentang V , maka setiap vektor pada V adalah kombinasi linear dari vektor-
vektor pada 𝑆 ′ . Khususnya, setiap vektor basis 𝐯𝒊 adalah kombinasi linear dari vektor-vektor
pada 𝑆 ′ , misalnya
𝐯1 = 𝑎11 𝒘1 + 𝑎21 𝒘2 + ⋯ + 𝑎𝑚1 𝒘𝑚

𝐯2 = 𝑎12 𝒘1 + 𝑎22 𝒘2 + ⋯ + 𝑎𝑚2 𝒘𝑚

⁞ ⁞ ⁞ ⁞

𝐯𝑛 = 𝑎1𝑛 𝒘1 + 𝑎2𝑛 𝒘2 + ⋯ + 𝑎𝑚𝑛 𝒘𝑚 (9)

Untuk memperoleh kontradiksi ini, Akan ditunjukkan bahwa terdapat skalar𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑛 ,


yang tidak semuanya nol, sedemikian rupa sehingga

𝑘1 𝐯1 + 𝑘2 𝐯2 + … + 𝑘𝑛 𝐯𝑛 = 𝟎 (10)

Tetapi amati bahwa (9) dan (10) memiliki bentuk yang sama dengan bentuk (6) dan (7)
kecuali bahwa m dan n dipertukarkan dan demikian pula untuk w dan v nya. Jadi, perhitungan
yang mengarah ke (8) kini meghasilkan

𝑎11 𝒌1 + 𝑎12 𝒌2 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝒌𝑛 = 0

𝑎21 𝒌1 + 𝑎22 𝒌2 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝒌𝑚 = 0

⁞ ⁞ ⁞ ⁞

𝑎𝑚1 𝑘1 + 𝑎𝑚2 𝑘2 + ⋯ + 𝑎𝑚𝑛 𝑘𝑚 = 0

Sistem linear ini memiliki lebih banyak faktor yang tidak diketahui disbanding jumlah
persamaannya, dan karena suatu sistem persamaan linear homogen dengan jumlah faktor
yang tidak diketahui lebih banyak dari jumlah persamaan, memiliki takterhingga banyaknya
solusi. memiliki solusi-solusi nontrivial.

Sesuai dengan teorema sebelumnya bahwa jika 𝑆 = {𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑛 } adalah basis


sebarang untuk ruang vektor V , maka semua himpunan pada V yang secara stimulant
merentang V harus memiliki jumlah vektor yang sama dengan basis sebarang S. penjelasan
ini menghasilkan teorema berikut, yang merupakan salah satu teorema yang paling penting
dalam aljabar linear.

Teorema 8

Semua basis untuk ruang vektor berdimensi terhingga memiliki jumlah vektor yang sama.

Untuk melihat bagaimana teorema ini berkaitan dengan konsep “dimensi”, ingatlah
bahwa basis standar untuk 𝑅 𝑛 memiliki n vektor (contoh 2). Jadi, Teorema 8 secara tidak
langsung menyatakan bahwa semua basis untuk 𝑅 𝑛 memiliki n vektor. Khususnya, setiap
basis untuk 𝑅 3 memiliki tiga vektor, setiap basis untuk 𝑅 2 memiliki dua vektor, dan setiap
basis pada 𝑅1 (=R) memiliki satu vektor. Secara intuitif, 𝑅 3 adalah berdimensi tiga, 𝑅 2 (suatu
bidang) adalah berdimensi dua, dan R (suatu garis) adalah berdimensi satu. Jadi, untuk ruang
vektor-vektor yang telah dikenal, jumlah vektor pada suatu basis adalah sama dengan
dimensinya. Ini mendasari definisi berikut

Definisi

Dimensi dari ruang vektor V yang berdimensi terhingga, dinotasikan dengan dim(𝑉),
didefinisikan sebagai banyaknya vektor-vektor pada suatu basis untuk V. Selain itu,
didefinisikan ruang vektor nol sebagai berdimensi nol.

Contoh 9 Dimensi dari Ruang Solusi

dim(𝑅 𝑛 ) = 𝑛 [𝐵𝑎𝑠𝑖𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑛 𝑣𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 (𝑐𝑜𝑛𝑡𝑜ℎ 2). ]

dim(𝑃𝑛 ) = 𝑛 + 1 [𝐵𝑎𝑠𝑖𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑛 + 1 𝑣𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 (𝑐𝑜𝑛𝑡𝑜ℎ 5). ]

dim(𝑀𝑚𝑛 ) = 𝑚𝑛 [𝐵𝑎𝑠𝑖𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑚𝑛 𝑣𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 (𝑐𝑜𝑛𝑡𝑜ℎ 6). ]

Contoh 10 Dimensi dari Ruang Solusi

Tentukan basis dan dimensi dari ruang solusi sistem homogen

2𝑥1 + 2𝑥2 −𝑥3 +𝑥5 =0


−𝑥1 − 𝑥2 + 2𝑥3 − 3𝑥4 + 𝑥5 =0
𝑥1 + 𝑥2 −𝑥3 −𝑥5 =0
𝑥3 + 𝑥4 + 𝑥5 =0

Penyelesaian.
𝑥1
2 2 −1 0 1 𝑥 0
2
[−1 −1 2 −3 1] 𝑥3 =[0]
1 1 −2 0 −1 𝑥 0
4
0 0 1 1 1 [𝑥 ] 0
5
Matriks diperbesarnya adalah:
2 2 −1 0 1 0
[−1 −1 2 −3 1 |0]
1 1 −2 0 −1 0
0 0 1 1 1 0
1 1 0 0 1 0
Dengan OBE diperoleh matriks [0 0 1 0 1 |0]
0 0 0 1 0 0
0 0 0 0 0 0

Solusi umum dari sistem yang diberikan adalah


𝑥1 = −𝑠 − 𝑡, 𝑥2 = 𝑠, 𝑥3 = −𝑡, 𝑥4 = 0, 𝑥5 = 𝑡
Oleh karena itu, vektor-vektor solusi dapat ditulis sebagai

𝑥1 −𝑠 − 𝑡 −𝑠 −𝑡 −1 −1
𝑥2 𝑠 𝑠 0 1 0
𝑥3 = −𝑡 = 0 + −𝑡 = 𝑠 0 + 𝑡 −1
𝑥4 0 0 0 0 0
[𝑥5 ] [ 𝑡 ] [ 0 ] [ 𝑡 ] [0] [1]

Yang menunjukkan bahwa vektor-vektor

−1 −1
1 0
𝐯1 = 0 dan 𝐯2 = −1
0 0
[0] [1]

Merentang ruang solusi. Karena keduanya juga bebas linear, {𝐯1 , 𝐯2 } adalah suatu basis, dan
ruang solusinya adalah berdimensi dua.

Beberapa Teorema Dasar

Teorema Plus/Minus menyusun dua prinsip dasar yang akan menjadi patokan
sebagian besar teorema selanjutnya.

Teorema 9 Teorema Plus Minus

Misalkan S adalah himpunan tak kosong vektor-vektor pada ruang vektor V.

(a) Jika S adalah himpunan bebas linear dan jika v adalah suatu vektor adalah suatu
vektor pada V yang terletak di luar rentang (S), maka hmpunan S  {v} yang
diperoleh dengan menyiapkan v ke dalam S masih bersifat bebas linear.

(b) Jika v adalah suatu vektor pada S yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear
dari vektor-vektor lainnya pada S, dan jika S – {v} menotasikan himpunan yang
diperoleh dengan mengeluarkan v dari S, maka S dan S – {v} merentang ruang yang
sama: yaitu

𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 (𝑆) = 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 (𝑆 − {𝐯})

Teorema tersebut dapat divisualisasikan pada 𝑅 3 sebagaimana berikut:

(a) Suatu himpunan S yang terdiri dari dua vektor bebas linear pada 𝑅 3 merentang suatu
bidang melewati titik asal. Jika memperbesar S dengan menyisipkan suatu vektor v
sebarang di luar bidang ini , maka himpunan yang diperoleh yang terdiri dari ketiga
vektor masih bersifat bebas linear karena tidak satu pun dari ketiga vektor terletak
pada bidang yang sama dengan dua vektor lainnya.
(b) Jika S adalah suatu himpunan yang terdiri dari tiga vektor nonkolinear pada 𝑅 3 yang
terletak pada suatu bidang yang sama melewati titik asal. Maka ketiga vektor
merentang bidang. Tetapi, jika dikeluarkan dari S vektor sebarang v yang merupakan
kombinasi linear dari dua vektor lainnya, himpunan sisa yang terdiri dari dua vektor
akan tetap merentang bidang.

Secara umum, untuk menunjukkan bahwa suatu himpunan vektor-vektor {𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑛 }


adalah basis untuk suatu ruang vektor V, harus menunjukkan bahwa vektor-vektor tersebut
bebas linear dan merentang V . tetapi, jika kebetulan diketahui bahwa V memiliki dimensi n
(sehingga {𝐯1 , 𝐯2 , … , 𝐯𝑛 } mengandung jumlah vektor yang tepat untuk suatu basis), maka
hanya perlu periksa salah satu, yaitu apakah bebas linear atau merentang , sedangkan syarat
lainnya akan berlaku secara otomatis. Penjelasan ini merupakan isi dari teorema berikut.

Teorema 10

Jika V adalah suatu ruang vektor berdimensi n, dan jika S adalah suatu himpunan pada V dengan
tepat n vektor, maka S adalah basis untuk V jika salah satu dari hal berikut berlaku, S merentang
V atau S bebas linear.

Bukti. Asumsikan S memiliki tepat n vektor dan merentang V. Untuk membuktikan bahwa S
adalah himpunan bebas linear. Tetapi jika hal ini tidak berlaku, maka beberapa vektor v pada
S adalah suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lainnya. Jika menghilangkan vektor ini
dari S, maka sesuai dengan Teorema Plus/Minus 9(b) diperoleh bahwa himpunan sisa yang
terdiri dari 𝑛 − 1 vektor masih merentang V. Tetapi hal ini tidak mungkin, karena sesuai
Teorema 7 (b), tidak ada himpunan dengan vektor kurang dari n yang dapat merentang ruang
vektor berdimensi n. Dengan demikian, S bebas linear.

Asumsikan bahwa S memiliki tepat n vektor dan merupakan suatu himpunan bebas
linear. Untuk membuktikan bahwa S adalah suatu basis, harus menunjukkan bahwa S
merentang V. Tetapi jika hal ini tidak berlaku, maka terdapat beberapa vektor v di dalam V
yang tidak berada pada rentang(S). Jika disisipkan vektor ini ke dalam S, maka sesuai dengan
Teorema Plus/Minus 9(a) bahwa himpunan yang terdiri dari 𝑛 + 1 vektor ini akan masih
bebas linear. Tetapi hal ini tidak mungkin, karena menurut Teorema 7 (a) tidak ada himpunan
dengan vektor lebih dari n pada suatu ruang vektor berdimensi n yang bebas linear. Dengan
demikian, S merentang V.

Contoh 11 Memeriksa Basis

(a) Tunjukkan bahwa 𝐯1 = (−3,7) dan 𝐯2 = (5,5) membentuk suatu basis untuk 𝑅 2 .
(b) Tunjukkan bahwa 𝐯1 = (2, 0, −1), 𝐯2 = (4, 0, 7), 𝐯3 = (−1, 1, 4) membentuk suatu
basis untuk 𝑅 3 .

Penyelesaian (a). Karena tidak satu pun vektor yang merupakan kelipatan skalar dari vektor
lainnya, kedua vektor membentuk suatu himpunan bebas linear pada ruang berdimensi dua
𝑅 2 , dan oleh karena itu membentuk suatu basis sesuai Teorema 10.

Penyelesaian (b). Vektor-vektor 𝐯1 dan 𝐯2 membentuk suatu himpunan bebas linear pada
bidang xz (mengapa). Vektor 𝐯3 terletak di luar bidang xz, sehingga himpunan {𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 }
juga bebas linear. Karena 𝑅 3 berdimensi tiga, Teorema 10 mengimplikasikan bahwa
{𝐯1 , 𝐯2 , 𝐯3 } adalah basis untuk 𝑅 3 .

Teorema berikut menunjukkan bahwa untuk suatu ruang vektor V yang berdiensi
terhingga. Setiap himpunan yang merentang V didalamnya mengandung suatu basis untuk V,
dan setiap himpunan bebas linear pada V adalah bagian dari beberapa basis untuk V.

Teorema 11

Misalkan S adalah suatu himpunan terhingga dari vektor-vektor pada suatu ruang vektor V
berdimensi terhingga.

(a) Jika S merentang V, tetapi bukan suatu basis untuk V, maka S dapat direduksi menjadi
suatu basis untuk V dengan mengeluarkan vektor-vektor yang sesuai dari S.
(b) Jika S adalah suatu himpunan bebas linear yang belum merupakan basis untuk V, maka
S dapat diperbesar menjadi suatu basis untuk V dengan menyisipkan vektor-vektor yang
sesuai ke dalam S.

Bukti (a). Jika S adalah suatu himpunan vektor-vektor yang merentang V tetapi bukan
merupakan basis untuk V, maka S adalah suatu himpunan tidak bebas linear. Jadibeberapa
vektor v pada S dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada
S. Dengan menggunakan Teorema Plus/Minus (b), dapat mengeluarkan v dari S yang
diperoleh masih akan tetap merentang V . Jika 𝑆 ′ adalah basis untuk V, dan pembuktian
selesai. Jika 𝑆 ′ tidak bebas linear, maka dapat dikeluarkan beberapa vektor yang sesuai dari
𝑆 ′ sehingga menghasilkan himpunan 𝑆 " yang masih merentang V. Dapat terus mengeluarkan
vektor-vektor dengan cara ini hingga tiba pada suatu himpunan vektor-vektor pada S yang
bebas linear dengan merentang V. Subhimpunan dari S ini adalah basis untuk V.

Bukti (b). Misalkan bahwa dim(𝑉) = 𝑛. Jika S adalah himpunan bebas linear yang belum
menjadi basis untuk V, maka S tidak merentang V , dan terdapat beberapa vektor v pada V
yang tidak termasuk dalam rentang (S). Menurut Teorema Plus/minus, dapat menyisipkan v
ke dalam S, dan himpunan 𝑆 ′ yang diperoleh masih akan tetap bebas linear. Jika 𝑆 ′ merentang
V, maka 𝑆 ′ adalah basis untuk V, dan pembuktian selesai. Jika 𝑆 ′ tidak merentang V, maka
dapat disisipkan suatu vektor yang sesuai ke dalam 𝑆 ′ sehingga menghasilkan suatu
himpunan 𝑆 ′ yang masih bebas linear. Dapat terus menyisipkan vektor-vektor dengan cara ini
hingga diperoleh suatu himpunan dengan n vektor bebas linear pada V. Himpunan ini akan
menjadi basis untuk V sesuai dengan Teorema 10.

Teorema 12

Jika W adalah suatu subruang dari suatu ruang vektor V yang berdimensi terhingga, maka
dim(𝑊) ≤ dim(𝑉). Lebih lanjut, jika dim(𝑊) = dim(𝑉), maka 𝑊 = 𝑉.
Bukti. Karena V berdimensi terhingga, maka demikian juga W. Misalkan 𝑆 =
{𝒘1 , 𝒘2 , … , 𝒘𝑛 } adalah basis untuk W. terdapat dua kemungkinan, S juga merupakan basis
untuk V atau tidak. Jika ya, maka dim(𝑊) = dim(𝑉) = 𝑚. Jika tidak, maka vektor-vektor
dapatditambahkan ke himpunan bebas linear S untuk membuatnya menjadi basis untuk V,
sehingga dim(𝑊) adalah suatu himpunan dari m vektor bebas linear pada ruang vektor V
yang berdimensi m, oleh karena itu, S adalah suatu basis untuk V.

Latihan

1. Manakah dari himpunan vektor berikut yang merupakan basis untuk 𝑅 2


a. (2,1), (3,0)
b. (0,0), (1,3)
2. Manakah dari himpunan vektor berikut yang merupakan basis untuk 𝑅 3
a. (3,1,-4), (2,5,6), (1,4,8)
b. (2,-3,1), (4,1,1), (0,-7,1)
3. Manakah dari himpunan vektor berikut yang merupakan basis untuk 𝑃2
a. −4 + 𝑥 + 3𝑥 2 , 6 + 5𝑥 + 2𝑥 2 , 8 + 4𝑥 + 𝑥 2
b. 1 − 3𝑥 + 2𝑥 2 , 1 + 𝑥 + 4𝑥 2 , 1 − 7𝑥
4. Tentukan vektor koordinat 𝐰 relatif terhadap basis 𝑆 = {𝐮1 , 𝐮2 } untuk 𝑅 2 .
𝐮1 = (2, −4), 𝐮2 = (3, 8); 𝐰 = (1, 1)
5. Tentukan dimensi dan basis untuk ruang solusi dari sistem berikut.
a. 𝑥1 + 𝑥2 − 𝑥3 = 0
−2𝑥1 − 𝑥2 + 2𝑥3 = 0
−𝑥1 + 𝑥3 = 0
b. 𝑥1 − 4𝑥2 + 3𝑥3 − 𝑥4 = 0
2𝑥1 − 8𝑥2 + 6𝑥3 − 2𝑥4 = 0

Penanya:
1. Eka Lestari (H1091151004)
2. Utin Indah Lestari (H1091151011)
3. Nana Pratiwi (H1091151043)
4. Lia Amelia Tarigas (H1091151028)
5. Fitriani Hartati (H1091151040)

Anda mungkin juga menyukai