2.
Problem Based Learning (PBL)
a. Mengorientasikan Siswa pada Masalah
Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas aktivitas yang akan
dilakukan. Dalam penggunaan PBL, tahapan ini sangat penting dimana guru harus menjelaskan dengan
rinci apa yang harus dilakukan oleh siswa. serta dijelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi proses
pembelajaran. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam proses ini, yaitu sebagai berikut.
1) Tujuan utama pengajaran tidak untuk mempelajari sejumlah besar informasi baru, tetapi lebih kepada
belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah penting dan bagaimana menjadi siswa yang mandiri.
2) Permasalahan dan pertanyaan yang diselidiki tidak mempunyai jawaban mutlak “benar“, sebuah
masalah yang rumit atau kompleks mempunyai banyak penyelesaian dan seringkali bertentangan.
3) Selama tahap penyelidikan, siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi.
4) Selama tahap analisis dan penjelasan, siswa akan didorong untuk menyatakan ide-idenya secara
terbuka dan penuh kebebasan.
b. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar
Disamping mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, pembelajaran PBL juga mendorong
siswa belajar berkolaborasi. Pemecahan suatu masalah sangat membutuhkan kerjasama
dan sharing antar anggota. Oleh sebab itu, guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan
membentuk kelompok-kelompok siswa dimana masing-masing kelompok akan memilih dan memecahkan
masalah yang berbeda.
c. Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok
Penyelidikan adalah inti dari PBL. Meskipun setiap situasi permasalahan memerlukan teknik penyelidikan
yang berbeda, namun pada umumnya tentu melibatkan karakter yang identik, yakni pengumpulan data dan
eksperimen, berhipotesis dan penjelasan, dan memberikan pemecahan. Pengumpulan data dan
eksperimentasi merupakan aspek yang sangat penting. Pada tahap ini, guru harus mendorong siswa untuk
mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen (mental maupun aktual) sampai mereka betul-betul
memahami dimensi situasi permasalahan. Tujuannya adalah agar peserta didikmengumpulkan cukup
informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri.
d. Mengembangkan dan Menyajikan Artefak (Hasil Karya) dan Mempamerkannya
Tahap penyelidikan diikuti dengan menciptakan artefak (hasil karya) dan pameran. Artefak lebih dari
sekedar laporan tertulis, namun bisa suatu video tape (menunjukkan situasi masalah dan pemecahan yang
diusulkan), model (perwujudan secara fisik dari situasi masalah dan pemecahannya), program komputer,
dan sajian multimedia. Tentunya kecanggihan artefak sangat dipengaruhi tingkat berpikir siswa. Langkah
selanjutnya adalah mempamerkan hasil karyanya dan guru berperan sebagai organisator pameran. Akan
lebih baik jika dalam pemeran ini melibatkan siswa lainnya, guru-guru, orang tua, dan lainnya yang dapat
menjadi “penilai” atau memberikan umpan balik.
e. Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
Fase ini dimaksudkan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses mereka sendiri dan
keterampilan penyelidikan dan intelektual yang mereka gunakan. Selama fase ini guru meminta siswa
untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya.
Sintak Model Pembelajaran
Materi Vektor
1. Sintak Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Fase-Fase Perilaku Guru
Fase 1 Menjelaskan tujuan pembelajarn tentang
Orientasi peserta didik pada masalah materi vektor yaitu menerapakn prinsip
penjumlahan vektor.
Memperlihatkan dan menampilkan video
atau gambar tentang peristiwa atau hal-hal
yang berkaitan dengan penerapan vektor
dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya video
atau gambar tentang penarikan kapal yang
mengalami kecelakaan atau kerusakan di
tengah lautan dan harus segera dibawa ke
pelabuhan terdekat untuk diperbaiki. Untuk
menarik kapal tersebut dibutuhkan dua kapal
dengan dilengkapi kawat baja. Agar kapal
dapat sampai ke pelabuhan yang dituju,
posisi kapal selama perjalanan selama
perjalanan tetap stabil besar gaya yang
dibutuhkan oleh masing-masing kapal
penarik dan sudut yang dibentuk oleh kawat
baja harus diperhitungkan secara cermat.
Memotivasi peserta didik agar terlibat pada
aktivitas pemecahan masalah.
Menjelaskan logistik yang dibutuhkan
seperti pembentukan tugas kelompok, serta
mengarahkan peserta untuk berkumpul
dengan kelompoknya masing-masing.
Fase 2 Membantu peserta didik mendefinisikan dan
Mengorganisasikan peserta didik untuk mengorganisasikan tugas belajar yang
belajar berhubungan dengan masalah tersebut yaitu
tentang menggambar vektor, resultan vektor,
komponen vektor serta mengitung besar arah
resultan vektor
Mengarahkan peserta didik untuk melakukan
kajian teori yang relevan dengan masalah
serta mencari narasumber lainnya
Fase 3 Mendorong peserta didik untuk
Membimbing penyelidikan individu dan mengumpulkan informasi yang sesuai yaitu
kelompok bagaimana mencari resultan dua vektor
sebidang atau mencari resultan dua vektor
dengan menerapkan operasi vektor.
Fase 4 Membantu peserta didik dalam
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya memecahkan masalah seperti merencanakan
dan menyiapkan laporan serta membantu
siswa dalam berbagi tugas dengan temannya.
Fase 5 Membantu siswa melakukan refleksi serta
Menganalisis dan mengevaluasi proses evaluasi terhadap penyelidikan peserta didik
pemecahan masalah dalam proses-proses yang dilakukan serta
meminta kelompok untuk presentasi.
2.