0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan14 halaman

Review RISPAM Kota Sungai Penuh 2018

Dokumen tersebut merupakan kerangka acuan kerja untuk melakukan review rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum di Kota Sungai Penuh tahun 2018. Tujuannya adalah menghasilkan dokumen review rencana induk pengembangan SPAM yang dapat menjadi pedoman pengembangan SPAM di Kota Sungai Penuh hingga tahun 2034. Lingkup pekerjaan mencakup evaluasi kondisi eksisting, perencanaan sistem distribusi

Diunggah oleh

Akbar Satio Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan14 halaman

Review RISPAM Kota Sungai Penuh 2018

Dokumen tersebut merupakan kerangka acuan kerja untuk melakukan review rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum di Kota Sungai Penuh tahun 2018. Tujuannya adalah menghasilkan dokumen review rencana induk pengembangan SPAM yang dapat menjadi pedoman pengembangan SPAM di Kota Sungai Penuh hingga tahun 2034. Lingkup pekerjaan mencakup evaluasi kondisi eksisting, perencanaan sistem distribusi

Diunggah oleh

Akbar Satio Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN KERJA

TERM OF REFFERENCE (TOR)

REVIEW RISPAM
KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2018

A. URAIAN KEGIATAN
1. Latar Belakang
Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial
ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, baik Pemerintah
Daerah maupun Pemerintah Pusat. Ketersediaan air minum merupakan salah
satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan
ketersediaan air minum yang mencukupi dapat meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, dan dapat mendorong peningkatan produktivitas
masyarakat, sehingga dapat terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi
masyarakat. Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana air minum
menjadi salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah.

Kondisi geografis, topografis dan geologis serta aspek sumber daya manusia
yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia, menyebabkan ketersediaan air
baku dan kondisi pelayanan air minum yang berbeda pada masing-masing
wilayah. Untuk itu dibutuhkan suatu konsep dasar yang kuat guna menjamin
ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai dengan tipologi dan kondisi di
daerah tersebut.

Kota Sungai Penuh adalah salah satu kota di Provinsi Jambi yang dibentuk
berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008.
Kota Sungai Penuh merupakan pemekaran dari Kabupaten Kerinci dan
pengesahannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 8 Oktober
2009. Secara administrasi, wilayah Kota Sungai Penuh terbagi menjadi 8
kecamatan yang meliputi 4 kelurahan dan 65 desa dengan luas wilayah ±
39.150 Ha atau sekitar 0,73 % dari luas keseluruhan Propinsi Jambi. Jumlah
penduduk Kota Sungai Penuh adalah 87.132 jiwa (BPS Kota Sungai Penuh,
2016). Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan
perkembangan ekonomi di Kota Sungai Penuh, maka selain menimbulkan
kemajuan wilayah di satu sisi, tapi juga menimbulkan permasalahan disisi
lainnya. Kondisi tersebut terjadi sebagai akibat dari meningkatnya kebutuhan
akan air minum tanpa dibarengi dengan penyediaaan prasarana dan sarana
yang memadai.

Kewajiban menyusun Review Rencana Induk Pengembangan Sistem


Penyediaan Air Minum (RISPAM), sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 122 Tahun 2015 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) adalah merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah
(pemerintah kabupaten/kota). Namun terbatasnya sumber daya manusia di
daerah menyebabkan Pemerintah Daerah masih membutuhkan bantuan
teknis dari Pemerintah guna menyusun rencana induk sistem penyediaan air
minum di wilayah administratifnya.

Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan air Minum


(RISPAM) dapat menjadi dasar terencananya suatu program pelaksanaan
Sistem Penyediaan Air Minum yang menyeluruh (comprehensive),
berkelanjutan (sustainable) dan terarah (focus). Selain itu dengan adanya
Rencana Induk pengembangan SPAM yang memenuhi syarat peraturan yang
berlaku (Permen PU No. 18/2007), maka pengembangan SPAM di suatu
lokasi/kawasan akan menjamin keberfungsian dan keberlanjutan sistem
SPAM yang sistematis.
2. Maksud dan Tujuan
Maksud :
Maksud dari kegiatan ini adalah :
- Membantu Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menyusun review
rencana induk pengembangan SPAM di Kota Sungai Penuh;
- Membantu mengevaluasi kriteria kesiapan program pengembangan
SPAM; dan
- Memberikan masukan bagi pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam
upaya mengembangkan prasarana dan sarana air minum di kota melalui
program yang terpadu dan berkelanjutan.

Tujuan :
Menghasilkan dokumen review rencana induk pengembangan SPAM, yang
dapat menjadi pedoman pengembangan SPAM di Kota Sungai Penuh hingga
tahun 2034 yang berisikan :

A. Rencana umum, meliputi :


1. Evaluasi kondisi kota/kawasan yang bertujuan untuk mengetahui
karakter, fungsi strategis dan konteks regional nasional kota/kawasan
yang bersangkutan; dan
2. Evaluasi kondisi eksisting SPAM, dengan menginventarisasi peralatan
dan perlengkapan sistem penyediaan air minum eksisting.;
B. Jaringan Perpipaan dan Jaringan non perpipaan, meliputi pendataan
sistem transmisi dan distribusi. Sistem distribusi meliputi reservoir,
jaringan pipa distribusi dan tata letak jaringan pipa dan bukan jaringan
pipa;
C. Program dan kegiatan pengembangan dalam penyusunan rencana
induk, meliputi identifikasi masalah dan kebutuhan pengembangan,
perkiraan kebutuhan air dan identifikasi air baku;
D. Kriteria dan standar pelayanan, mencakup kriteria teknis yang dapat
diaplikasikan dalam perencanaan yang umum digunakan;
E. Rencana sumber dan alokasi air baku
Sumber air baku yang ada dibuat prioritas penggunaan sumber air
tersebut dan harus mendapat izin tertulis (SIPA) dari instansi terkait.
Kebutuhan kapasitas air baku disusun untuk menetapkan rencana alokasi
air baku yang dibutuhkan SPAM; dan
F. Rencana pengembangan kelembagaan
Kelembagaan penyelenggara meliputi struktur organisasi dan
penempatan tenaga ahli sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan
mengacu pada peraturan yang berlaku.

3. Sasaran
Sasaran penyusunan Rencana Induk ini adalah:
- Kota Sungai Penuh memiliki Dokumen Perencanaan RISPAM yang sesuai
dengan peraturan dan standar yang berlaku (PerMen PU 18/2007)
sehingga bisa menjadi dokumen acuan bagi perencanaan SPAM untuk 15
(lima belas) tahun kedepan; dan
- Sebagai salah satu prasyarat (Readiness Criteria) dalam pengajuan
pendanaan kepada pemerintah pusat (APBN).

4. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan review RISPAM ini adalah Kota Sungai Penuh Provinsi
Jambi.

5. Sumber Pendanaan dan Besarnya Pembiayaan


a. Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari Dana APBD Kota Sungai
Penuh Tahun Anggaran 2018; dan
b. Dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan ini kurang lebih
sebesar Rp. 350.000.000,- (Tiga ratus lima puluh juta Rupiah).
6. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa dan Penerima Manfaat
Nama dan Organisasi Pengguna Jasa adalah Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Sungai Penuh.
Penerima Manfaat Kegiatan ini adalah Pemerintah Kota Sungai Penuh dan
PDAM penyelenggara air minum Kota Sungai Penuh.

7. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan


Waktu pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan adalah 4 (empat) bulan
kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan
(SPMK).

8. Data Dasar
Data dasar yang diperlukan berupa :
- Fungsi strategis kota/kawasan;
- Data dan Peta topografi, hidrologi, klimatografi, fisiografi, dan geologi;
- Data Demografi, penyebaran penduduk, dan kepadatan penduduk;
- Data social ekonomi-karakteristik wilayah dan kependudukan ditinjau dari
aspek sosial, ekonomi, dan budaya;
- Data kesehatan-kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan;
- Sarana dan prasarana kota yang ada (infrastruktur); dan
- Informasi tentang Kondisi Eksisting SPAM

9. Standar Teknis
Standar teknis yang dipakai:
- Persentase pelayanan;
- Konsumsi pemakaian dalam liter/orang/hari; dan
- Jumlah orang atau jiwa per Kepala Keluarga (KK).
10. Referensi Hukum
- Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
- Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan
Sumber Daya Air;
- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);
- Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 18 Tahun 2007
tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
- Peraturan Menteri PU No. 04/PRT/M/2009 Tentang Sistem Manajemen
Mutu Departemen Pekerjaan Umum;
- Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 13 Tahun 2013
tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan SPAM; dan
- Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 37 Tahun 2016 tentang
Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi
dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten.

11. Lingkup Pekerjaan


Secara Umum lingkup pekerjaan akan meliputi :
a) Kajian kepustakaan;
b) Survei data primer dan sekunder, yang meliputu aspek teknis, geografi
dan sosial- ekonomi masyarakat;
c) Pemantauan kuantitas dan kualitas potensi air baku;
d) Diskusi dan pembahasan; dan
e) Analisis dan penyusunan dokumen.

Sedangkan detil dari kegiatan yang akan dilakukan meliputi :


a) Melakukan evaluasi kondisi kota/kawasan, untuk mengetahui karakter,
fungsi strategis dan konteks regional nasional kota/kawasan yang
bersangkutan;
b) Melakukan kerjasama dengan Bappeda kota dalam menerjemahkan
rencana tata ruang wilayah kota menjadi rencana induk pengembangan
SPAM;
c) Melakukan evaluasi kondisi eksisting SPAM, dengan menginventarisasi
peralatan dan perlengkapan sistem penyediaan air minum eksisting;
d) Merencanaan sistem transmisi air minum dan distribusi baik untuk SPAM
jaringan perpipaan maupun SPAM bukan jaringan perpipaan;
e) Melakukan identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan,
perkiraan kebutuhan air dan identifkasi air baku serta kajian hidrologi;
f) Menentukan kriteria teknis dan standar pelayanan yang akan
diaplikasikan, yang meliputi tingkat pelayanan yang diinginkan, cakupan
pelayanan, dan jenis pelayanan yang dapat ditawarkan ke pelanggan jika
kegiatan ini direalisasikan;
g) Menyusun rencana kebutuhan air minum;
h) Menentukan skala prioritas penggunaan sumber air baku, kebutuhan
kapasitas air baku (disesuaikan dengan rencana kebutuhan air minum),
dan menyusun rencana alokasi air baku yang dibutuhkan untuk SPAM
yang direncanakan;
i) Menyusun identifikasi potensi pencemar air baku, identifikasi area
perlindungan air baku, dan menentukan jenis proses pengelolaan sanitasi
(terutama air limbah dan persampahan) di sekitar sumber air baku
petensial;
j) Menyusun program dan investasi pengembangan SPAM untuk jangka
pendek (2 tahun), jangka menengah (5 tahun), dan jangka panjang (10-15
tahun) di wilayah studi baik untuk kawasan perkotaan maupun perdesaan
berupa rencana tahapan pengembangan, rencana pengembangan
kelembagaan dan SDM, rekayasa awal sistem, rekomendasi
langkahlangkah penguasaan dan pengamanan sumber air baku, serta
rencana tindak lanjut studi kelayakan;
k) Menyusun rencana pembiayaan dan pola investasi, yang berupa indikasi
besar biaya tingkat awal, sumber pembiayaan, dan pola pembiayaan bagi
pengembangan SPAM, serta analisis finansial (tarif air);
l) Menyusun rencana konsep pengembangan kelembagaan penyelenggara
SPAM dan rencana berjalannya penyelenggaraan SPAM tersebut serta
peninjauan aspek pemasaran dan manajemen; dan
m) Melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholders terkait untuk
mendukung subtansi dokumen RI-SPAM yang sedang disusun.

12. Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
- Buku laporan Perencanaan Sistem Pengembangan Air Minum yang siap
ditindak lanjuti oleh pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menjadi
dokumen legal “Rencana Induk Pengembangan SPAM Kota Sungai
Penuh Untuk Periode Perencanaan 2019-2034”. Dan serta dokumen ini
merupakan hasil kesepakatan dengan Bappeda dan Dinas PU-PR.

13. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


Penyusunan laporan berdasarkan hasil kerja konsultan dan ditindaklanjuti
dengan rapat-rapat pembahasan dengan instansi terkait dilanjutkan dengan
penyusunan laporan-laporan berupa laporan pendahuluan, laporan antara,
laporan konsep laporan akhir dan laporan akhir termasuk laporan ringkasan
dan semua.
14. Kebutuhan Personil Pelaksana Pekerjaan
Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan
a. Pelaksana Kegiatan
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan tenaga ahli dengan uraian garis
besar penugasan sebagai berikut :
i. Ketua Tim
Ketua Tim adalah personil yang telah memiliki pengalaman dalam
konstruksi dan/atau studi bidang air minum.
Ketua Tim haruslah seorang sarjana (S1) Teknik Lingkungan/Sipil
lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, berpengalaman di
bidang konstruksi dan/atau jasa konsultan dalam bidang ke
ciptakaryaan (Air minum dan PLP) sekurang-kurangnya selama 7 (
Delapan ) tahun,
Ketua Tim akan ditempatkan penuh waktu selama 4 (empat) bulan atau
selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Ketua Tim akan meliputi (namun tidak
terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:
 Bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi diantara Tim
Konsultan dengan Pengguna Jasa serta pihak pihak lain yang
terkait selama kegiatan berlangsung;
 Bertanggung jawab untuk merencanakan / mengelola seluruh
kegiatan Tim Konsultan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja, baik dari sisi waktu,
kualitas maupun kuantitasnya;
 Bertanggung jawab atas pengendalian personil Tim Konsultan yang
terlibat dalam kegiatan ini, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
sesuai target yang ditetapkan;
 Bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan hasil pekerjaan
setiap personil dan melaporkannya kepada Pengguna Jasa; dan
 Mengkoordinasi kegiatan pembahasan untuk memastikan
tercapainya validitas dokumen yang disusun.
ii. Tenaga Ahli Perencanaan Bidang Air Minum
Tenaga Ahli Bidang Air Minum haruslah seorang sarjana teknik strata
satu (S1) Teknik Lingkungan, lulusan perguruan tinggi negeri atau yang
setara, memiliki pengalaman dalam bidang air minum sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun.
Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan ditempatkan penuh waktu selama
5 (Lima) bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Teknik Lingkungan akan meliputi (namun
tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:
 Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas penyusunan RI-
SPAM terutama dalam hal perhitungan teknis perencanaan SPAM
sesuai ruang lingkup pekerjaan;
 Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum akan
menyusun laporan kemajuan pekerjaan yang diperlukan sesuai
jadwal yang telah disepakati; dan
 Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Bidang Air Minum
melaksanakan pembahasan materi secara terjadwal dengan
Pengguna Jasa.

iii. Tenaga Ahli Teknik Sipil Bidang Sumber Daya Air/Hidrologi/


Geohidrologi
Tenaga Ahli Sipil haruslah seorang sarjana teknik sipil strata satu (S1)
lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki
pengalaman dalam bidang sumber daya air/Hidrologi sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun.
Tenaga Ahli Sipil akan ditempatkan penuh waktu selama 3 (Tiga)
bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Sipil SDA akan meliputi
(namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:
 Membantu Ketua Tim melaksanakan tugas pendampingan
penyusunan RI-SPAM, khususnya di bidang sumber daya air;
 Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Sipil menyusun
laporan pekerjaan di bidang sumber daya air; dan
 Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Sipil melaksanakan
pembahasan dengan Pengguna Jasa.

iv. Tenaga Ahli Sosial-Ekonomi/Kelembagaan


Tenaga Ahli Sosial-ekonomi /Kelembagaan haruslah seorang sarjana
strata satu (S1) Sosial Ekonomi lulusan perguruan tinggi negeri atau
yang setara, memiliki pengalaman dalam studi penyusunan
masterplan/rencana induk kota/kawasan, terutama pada proyek-proyek
penyusunan program pembangunan prasarana dan sarana
infrastruktur permukiman dan berpengalaman dalam bidang
kelembagaan tingkat pemerintah daerah dan kelembagaan di
masyarakat sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
Tenaga Ahli Sosial Ekonomi/Kelembagaan akan ditempatkan penuh
waktu selama 3 (Tiga) bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Sosial Ekonomi/Kelembagaan
akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:
 Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas pendampingan
penyusunan RI SPAM, khususnya di bidang Sosial
ekonomi/Kelembagaan;
 Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli kelembagaan
menyusun laporan pekerjaan di bidang kelembagaan; dan
 Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli kelembagaan
melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.
v. Tenaga Ahli Keuangan
Tenaga Ahli Keuangan haruslah seorang sarjana strata satu (S1)
Ekonomi Akutanasi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara,
memiliki pengalaman dalam bidang investasi infrastruktur, diutamakan
dengan pengalaman profesional analisis keuangan di bidang air minum
dan berpengalaman dalam bidang analisis keuangan tingkat
pemerintah daerah sekurangkurangnya 5 (lima) tahun.
Tenaga Ahli keuangan akan ditempatkan penuh waktu selama 2(Dua)
bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli keuangan akan meliputi
(namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:
 Membantu Ketua Tim dalam melaksanakan tugas pendampingan
penyusunan RI SPAM, khususnya di bidang analisis keuangan dan
perencanaan pendanaan;
 Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli keuangan menyusun
laporan pekerjaan di bidang analisis keuangan daerah; dan
 Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli keuangan
melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.
Tenaga Pendukung Lainnya
 Tenaga Pendukung haruslah seorang lulusan SLTA/D3 sekolah
negeri atau yang setara;
 Untuk drafter memiliki kemampuan dalam mengoperasikan
Software autocad;
 Untuk surveyor , memiliki kemampuan dalam melakukan
pengukuran topografi, debit air, kemampuan berinteraksi dengan
masyarakat lokal; dan
 Tugas dan tanggung jawab Tenaga Pendukung ini adalah
membantu Tenaga Ahli dalam mendapatkan, mengolah &
menganalisis data dan gambar untuk mendukung dokumen RI-
SPAM.
15. Output dan Pelaporan
Dalam melaksanakan pekerjaan/tugas Konsultan berkewajiban
menyampaikan laporan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Laporan Pendahuluan
Konsep Laporan Pendahuluan harus diserahkan 1 bulan setelah mobilisasi
yang berisikan penjelasan kembali terhadap metodologi, rencana kerja dan
susunan personel termasuk baseline informasi yang telah di-update
terhadap kerangka penugasan, konsepsi- konsepsi, wilayah studi dan
standar teknis penanganan awal. Laporan Pendahuluan disiapkan
sebanyak 5 (Lima) copy untuk diserahkan pada pemilik pekerjaan.
b. Laporan Antara
Selambat-lambatnya 3 (Tiga) bulan setelah penugasan, konsultan harus
menyerahkan Laporan Antara yang berisikan kompilasi hasil survey,
identifikasi pengumpulan data, dan rencana pemanfaatan dan alokasi
penggunaan air baku yang akan menjadi bahan analisis penyusunan
Rencana Induk, serta inventarisasi terhadap kesiapan lokasi usulan
pengembangan SPAM dan kelayakan rencana lokasi pengembangan
SPAM. Laporan Antara disiapkan sebanyak 5 (Lima) copy. Disertai dengan
album peta yang berisi peta-peta eksisting sebagai data pendukung.
c. Laporan Akhir
Selambat-lambatnya 5 (Lima) bulan setelah penugasan, konsultan harus
menyerahkan Konsep Laporan Akhir yang berisikan pokok sasaran sesuai
dengan sasaran dan ruang lingkup studi dilengkapi dengan peta rencana
pengembangan sistem sesuai prioritas yang ditentukan. Untuk keperluan
pembahasan, Konsep Laporan Akhir disiapkan sebanyak 5 (Lima) copy.
Disertai dengan album peta yang berisi peta-peta rencana sebagai hasil
dari analisis data berikut file dalam cakram padat (compact disc).
Akhir masa kontrak pekerjaan, konsultan telah menyempurnakan
berdasarkan hasil diskusi konsep laporan akhir dan menyerahkan Laporan
Akhir masing-masing sebanyak 5 (Lima) copy, serta soft copy (compact
disc) Laporan Akhir termasuk peta dan informasi pendukung.
Laporan Akhir dari Konsultan akan berupa : “Rencana Induk
Pengembangan Sistem Penyediaan air Minum (RISPAM) Kota Sungai
Penuh Periode Rencana Thn 2019-2034 “ Pada tahun selanjutnya (TA
2019) buku ini ditargetkan akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Sungai
Penuh menjadi dokumen legal (SK Kepala Daerah) Rencana Induk
Pengembangan SPAM Kota Sungai Penuh.

B. Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai pedoman untuk pelaksanaan
pekerjaan dilapangan. Hal hal yang belum tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja
ini akan disampaikan pada saat Penjelasan Pekerjaan dan atau Instruksi dari
Pemilik Pekerjaan.

Anda mungkin juga menyukai