BAB 1
PENDAHULUAN
Global Developmental Delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan
mencapai perkembangan yang sesuai usianya, dan didefinisikan sebagai
keterlambatan dalam dua bidang atau lebih perkembangan motoric kasar/motoric
halus, bicara/berbahasa, kognitif, personal social, dan aktivitas sehari-hari.1
Bayi lahir dalam tahap perkembangannya akan mempelajari beberapa
kemampuan penting (misalnya berbicara, bergaul dengan lingkungannya, serta
berjalan) menurut tahap berkelanjutan yang dapat diperkirakan dengan peranan
motivasi, pengajaran dan dukungan selama pertumbuhannya. Kemampuan-
kemampuan tersebut dikenal sebagai tahapan perkembangan. Prevalensi GDD
diperkirakan 5-10 persen dari populasi anak di dunia dan sebagian besar anak dengan
GDD memiliki kelemahan pada semua tahapan kemampuannya.1
Terlambatnya perkembangan pada anak dibawah 6 tahun seringkali
merupakan gejala awal dari retardasi mental. Perkembangan anak dinyatakan
terlambat apabila pada skrining terdapat keterlambatan pada salah satu atau atau
beberapa dari aspek perkembangan (motoric kasar, motoric halus, berbicara, dan
perilaku social. Ciri khas GDD biasanya adalah fungsi intelektual yang lebih rendah
daripada anak seusianya disertai hambatan dalam berkomunikasi yang cukup berarti,
keterbatasan kepedulian terhadap diri sendiri, keterbatasan kemampuan dalam
pekerjaan, akademik, kesehatan dan keamanan dirinya.2,3
1
BAB II
LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : An. W
Umur : 8 tahun 9 bulan
Tanggal Lahir : 05 Mei 2009
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal masuk : 01 Maret 2018
Tanggal Pemeriksaan : 01 Maret 2018
II. ANAMNESIS
Alloanamnesis diperoleh dari ibu penderita tanggal 01 Maret 2018
Keluhan Utama :Belum bisa berjalan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Ibu mengeluhkan anaknya belum bisa berjalan dan hanya bisa duduk dan
berbaring saja. Dirumah pasien bisa bermain tapi sebatas duduk dan digendong
oleh orang tuanya. Pasien juga belum bisa [Link] juga hanya dapat
bersuara tapi seperti bergumam dan tidak dalam bentuk kata yang jelas. Selain
itu ibu pasien mengeluh anak malas makan sejak 2 minggu sebelum masuk RS,
dan ibu pasien juga keluhkan bengkak pada kedua kaki dan wajah.
Riwayat Penyakit Dahulu :
- Pasien mempunyai riwayat kejang saat berusia 5 bulan. Kejang diawali oleh
demam dan kejang muncul sekitar 1 jam kemudian. Saat kejang berlangsung
selama lebih dari 1 jam.
2
Riwayat Penyakit Keluarga
- Tidak ada anggota keluarga yang menderita seperti pasien
- Tidak ada riwayat kejang dalam keluarga
- Tidak ada riwayat keterlambatan perkembangan di anggota keluarga
Riwayat kebiasaan dan lingkungan :
Ibu rajin mengajak anaknya untuk berbicara, bernyanyi, melihat gambar
Riwayat kehamilan dan persalinan :
Pasien merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Pasien lahir prematur
, di rumah sakit. Berat badan lahir 2300 gram dan panjang badan lahir tidak
diketahui. Saat hamil ibu pasien tidak rajin untuk melakukan pemeriksaan
antenatal care. Ibu pasien tidak pernah mengalami demam maupun menderita
penyakit infeksi saat kehamilan. Ibu pasien tidak pernah mengkonsumsi obat-
obatan saat hamil.
Kemampuan dan perkembangan anak :
- Pasien hanya bisa berbaring dan duduk, belum bisa berjalan dan hanya
bersuara tapi tidak dalam kata yang jelas
- Tersenyum spontan : sejak usia 3 bulan
- Mengoceh : sejak 7 bulan
Anamnesis Makanan :
ASI diberikan sejak 0 sampai 2 bulan
Susu formula sejak 0 bulan sampai sekarang
Bubur usia 6 bulan sampai sekarang
Nasi usia 1 tahun sampai sekarang. Namun, pasien jarang makan nasi.
3
Riwayat Keluarga Berencana :
Imunisasi dasar lengkap
III. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum : Sakit sedang
Kesadaran : Composmentis
2. Pengukuran Tanda vital :
Nadi : 100 kali/menit, reguler
Suhu : 36,9 °C
Respirasi : 28 kali/menit
Berat badan : 9 kg
Tinggi badan : 83 cm
Lingkar Kepala : 49 cm
Status gizi : BB/TB: 43 % (Gizi buruk)
3. Kulit : Warna : Sawo matang
Turgor : Cepat kembali (< 2 detik)
4. Kepala: Bentuk : Normocephal
Rambut : berwarna kemerahan, seperti rambut jagung
5. Mata : Palpebra : edema (+/+)
Konjungtiva : hieremis (-/-)
Sklera : ikterik (-/-)
Reflek cahaya : (+/+)
Refleks kornea : (+/+)
Cekung : (-/-)
4
Lain-lain : Mata terlihat sembab
6. Hidung : Pernapasan cuping hidung : tidak ada
Epistaksis : tidak ada
Sekret : tidak ada
7. Mulut : Bibir : mukosa bibir basah, tidak hiperemis
8. Lidah : Tidak kotor
9. Leher
Pembesaran kelenjar leher : Getah bening -/-,
Pemesaran kelejar di ketiak : Getah bening -/-,
Faring : Tidak hiperemis
Tonsil : T1/T1 tidak hiperemis
10. Toraks
a. Dinding dada/paru :
Inspeksi : Bentuk simetris bilateral
Palpasi : Vokal fremitus simetris kiri dan kanan sama
Perkusi : Sonor +/+
Auskultasi : Bronchovesikuler +/+, Rhonki(-/-),
Wheezing (-/-)
b. Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba pada SIC V linea midclavicula sinistra
Perkusi : Cardiomegali (-)
Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 murni, regular. Murmur (-),
5
Gallop (-)
11. Abdomen
Inspeksi : Bentuk : datar
Auskultasi : bising usus (+) kesan normal
Perkusi : Bunyi : timpani
Palpasi : Nyeri tekan : (-)
Hati : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Ginjal : tidak teraba
12. Ekstremitas : akral hangat +/+, edema (-/-), Rumple leede test (-)
13. Genitalia : dalam batas normal
14. Otot-otot : hipotrofi (-), kesan normal
15. Refleks : fisiologis +/+, patologis -/-
6
Tanggal Pemeriksaan : 01 – 03 – 2018
Tanggal Lahir : 05 – 05 - 2009
Usia Sekarang : 8 tahun 9 bulan
Berdasarkan chart development :
- Motorik Kasar : setara dengan usia 6 bulan
- Bahasa : setara dengan usia 7 bulan
- Motoric halus : setara dengan 10 bulan
- Personal social : setara dengan usia 15 bulan
IV. Resume
Ibu mengeluhkan anaknya belum bisa berjalan dan hanya bisa duduk dan
berbaring saja. Dirumah pasien bisa bermain tapi sebatas duduk dan digendong
oleh orang tuanya. Pasien juga belum bisa [Link] juga hanya dapat
bersuara tapi seperti bergumam dan tidak dalam bentuk kata yang jelas. Selain
7
itu ibu pasien mengeluh anak malas makan sejak 2 minggu sebelum masuk RS,
dan ibu pasien juga keluhkan bengkak pada kedua kaki dan wajah. Riwayat
kejang demam saat berusia 5 bulan. Riwayat lahir premature. Pada pemeriksaan
tanda vital ditemukan denyut nadi 100kali/menit, Suhu 36,9 °C,
Respirasi28 kali/menit. Berat badan 9 kg, Tinggi badan 83 cm, Lingkar Kepala
49 cm. Status gizi : Gizi buruk. Pada pemeriksaan fisik thoraks ditemukan
bunyi bronchovesikuler +/+, pada pemeriksaan abdomen ditemukan peristaltic
usus + kesan normal. Pada pemeriksaaan chart development ditemukan :
Chart development :
- Motorik Kasar : setara dengan usia 6 bulan
- Bahasa : setara dengan usia 7 bulan
- Motoric halus : setara dengan 10 bulan
- Personal social : setara dengan usia 15 bulan
Diagnosis :
Global development delay
FOLLOW UP
Hari/Tanggal: jum’at, 02 Maret 2018, PH V
S Demam (-) Badan lemas (-), nyeri-nyeri sendi (-), sakit kepala (-
), mual (-), muntah (-), sakit perut (-), batuk (-), flu (-),pasien
gelisah dan mudah tersinggung.
BAB dan BAK lancar.
O Keadaan Umum: Sakit Sedang
Kesadaran: Compos Mentis
Denyut Nadi : 98 x/menit, kuat angkat
Respirasi : 24 x/menit
Suhu Tubuh : 36,8 0C
Berat Badan : 9 kg
Tinggi Badan : 83 cm
Status Gizi : BB/TB: 43,3 % gizi buruk
8
Paru
- Inspeksi : Ekspansi paru simetris bilateral
- Palpasi : Vocal Fremitus kanan = kiri
- Perkusi : Sonor +/+
- Auskultasi : Vesicular +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/-
Jantung
- Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
- Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba pada SIC V arah
medial linea midclavicula sinistra
- Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 murni reguler,
bunyi tambahan: murmur (-), gallop (-).
Abdomen
- Inspeksi : Tampak datar, kesan normal
- Auskultasi : Peristaltik (+), kesan meningkat
- Perkusi : Bunyi timpani (+) diseluruh abdomen,
dullness (+) pada area hepar & lien.
- Palpasi : Nyeri tekan (-), meteorismus (-).
organomegaly (-).
Pemeriksaan Lain
- Kulit : efloresensi (-)
- Lidah kotor : (-)
- Ekstremitas : Akral hangat
- Turgor : Kembali agak lambat
A Global delay development dan gizi buruk tipe kwarshiorkor
kondisi V
P - F100 8 x 60-80cc
- Elkana cl syrup 3 x 1 cth
- Asam folat 1gr 1 x 1 pulv
- Salep gentamisin 10 gr
- Salep betametason 5 gr
Hari/Tanggal: sabtu, 03 Maret 2018, PH VI
S Demam (-) Badan lemas (-), nyeri-nyeri sendi (-), sakit kepala (-
), mual (-), muntah (-), sakit perut (-), batuk (-), flu (-),pasien
gelisah dan mudah tersinggung.
BAB dan BAK lancar.
O Keadaan Umum: Sakit Sedang
Kesadaran: Compos Mentis
Denyut Nadi : 100 x/menit, kuat angkat
Respirasi : 23 x/menit
Suhu Tubuh : 36,7 0C
Berat Badan : 9 kg
Tinggi Badan : 83 cm
9
Status Gizi : BB/TB: 43,3 % gizi buruk
Paru
- Inspeksi : Ekspansi paru simetris bilateral
- Palpasi : Vocal Fremitus kanan = kiri
- Perkusi : Sonor +/+
- Auskultasi : Vesicular +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/-
Jantung
- Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
- Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba pada SIC V arah
medial linea midclavicula sinistra
- Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 murni reguler,
bunyi tambahan: murmur (-), gallop (-).
Abdomen
- Inspeksi : Tampak datar, kesan normal
- Auskultasi : Peristaltik (+), kesan meningkat
- Perkusi : Bunyi timpani (+) diseluruh abdomen,
dullness (+) pada area hepar & lien.
- Palpasi : Nyeri tekan (-), meteorismus (-).
organomegaly (-).
Pemeriksaan Lain
- Kulit : efloresensi (-)
- Lidah kotor : (-)
- Ekstremitas : Akral hangat
- Turgor : Kembali agak lambat
A Global delay development dan gizi buruk tipe kwarshiorkor
kondisi V
P - F100 8 x 60-80cc
- Elkana cl syrup 3 x 1 cth
- Asam folat 1gr 1 x 1 pulv
- Salep gentamisin 10 gr
- Salep betametason 5 gr
Hari/Tanggal: minggu, 04 April 2018, PH VII
S Demam (-) Badan lemas (-), nyeri-nyeri sendi (-), sakit kepala (-
), mual (-), muntah (-), sakit perut (-), batuk (-), flu (-), pasien
gelisah dan mudah tersinggung.
BAB dan BAK lancar.
O Keadaan Umum: Sakit Sedang
Kesadaran: Compos Mentis
Denyut Nadi : 100 x/menit, kuat angkat
Respirasi : 23 x/menit
Suhu Tubuh : 37 0C
Berat Badan : 9 kg
10
Tinggi Badan : 83 cm
Status Gizi : BB/TB: 43,3 % gizi buruk
Paru
- Inspeksi : Ekspansi paru simetris bilateral
- Palpasi : Vocal Fremitus kanan = kiri
- Perkusi : Sonor +/+
- Auskultasi : Vesicular +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/-
Jantung
- Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
- Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba pada SIC V arah
medial linea midclavicula sinistra
- Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 murni reguler,
bunyi tambahan: murmur (-), gallop (-).
Abdomen
- Inspeksi : Tampak datar, kesan normal
- Auskultasi : Peristaltik (+), kesan meningkat
- Perkusi : Bunyi timpani (+) diseluruh abdomen,
dullness (+) pada area hepar & lien.
- Palpasi : Nyeri tekan (-), meteorismus (-).
organomegaly (-).
Pemeriksaan Lain
- Kulit : efloresensi (-)
- Lidah kotor : (-)
- Ekstremitas : Akral hangat
- Turgor : Kembali agak lambat
A Global delay development dan gizi buruk tipe kwarshiorkor
kondisi V
P - F100 8 x 60-80cc
- Elkana cl syrup 3 x 1 cth
- Asam folat 1gr 1 x 1 pulv
- Salep gentamisin 10 gr
- Salep betametason 5 gr
Pasien pulang atas keinginan sendiri
11
BAB III
DISKUSI
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan chart
development child pada kasus ini didiagnosis Global development delay. Global
Developmental Delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan mencapai
perkembangan sesuai usia, dan didefinisikan sebagai keterlambatan dalam dua bidang
atau lebih perkembangan motor kasar/motor halus, bicara/berbahasa, kognisi,
personal/sosial dan aktifitas sehari-hari.1
Perkembangan terlambat terjadi karena faktor yang mempengaruhi dan
menghambat proses tumbuh kembang terjadi pada :
Masa sebelum lahir (antenatal) : adanya kelainan genetik (Syndrome Down),
gizi ibu hamil yang tidak adekuat, kekurangan makronutrien dan atau
mikronutrien, dan infeksi toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes.
Masa persalinan (natal) : asfiksia yang terjadi karena gangguan pada palsenta
dan tali pusat, kesukaran persalinan, infeksi, trauma lahir.
Masa pasca persalinan (post natal) : pola asuh yang salah dan infeksi gangguan
saraf dan perilaku karena pengaruh lingkungan yang tidak optimal.
Terdapat beberapa penyebab yang mungkin menyebabkan global delay
development dan beberapa penyebab dapat diterapi. Oleh karena itu, pengenalan dini
dan diagnosis dini merupakan hal yang penting. Penyebab paling sering adalah
abnormalitas kromosom dan malformasi otak. Hal lain yang dapat berhubungan
dengan global delay development adalah keadaan ketika perkembangan janin dalam
kandungan. Beberapa penyebab lain adalah infeksi kelahiran pada bayi prematur.4
12
Pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak sampai usia 5 tahun 1,5
Umur Kemampuan perkembangan
0-1 bulan Menatap ke ibu, mengeluarkan suara,
tersenyum, dll
1-3 bulan Mengangkat kepala tegak ketika
tengkurap, tertawa, mengamati
tangannya, dll
3-6 bulan Meniru bunyi, meraih benda, tengkurap
sendiri, dll
6-9 bulan Duduk sendiri,mengucapkan
ma..ma..ma, da..da….da…,
pegang biskuit, dll
9-12 bulan Bermain CI LUK BA, menjimpit benda
kecil, berdiri dan berjalan berpegangan,
dll
1-2 tahun Menunjukkan dan menyebut nama
bagian tubuh, naik tangga, corat-coret,
dll
2-3 tahun Berdiri di atas satu kaki tanpa
berpegangan, bicara dimengerti,
makan sendiri, memeluk dan mencium
orang yang terdekat, dll
3-5 tahun Melompat-lompat,menggambar, cerita,
pakai pakaian, dll
Komponen perkembangan yang diperiksa pada anak dengan global
development delay :2
a. Komponen motorik (komponen motorik kasar seperti bangkit berdiri,
berguling, dan motorik halus seperti memilih benda kecil).
b. Kemampuan berbicara dan bahasa (berbisik, meniru kata, menebak suara yang
didengar, berkomunikasi non-verbal misalnya gesture, ekspresi wajah, kontak
mata).
c. Kemampuan motorik halus (kemampuan untuk mempelajari hal baru,
menyaring dan mengolah informasi dan menyebutkan kembali, serta
memberikan alasan).
13
d. Kemampuan sosial dan emosi (interaksi dengan orang lain dan perkembangan
sifat dan perasaan seseorang).
Sebagian besar pemeriksaan pada anak dengan delay development difokuskan
pada keterlambatan perkembangan kemampuan motorik halus, motorik kasar atau
bahasa. Gejala yang terdapat biasanya :4
Keterlambatan perkembangan sesuai tahap perkembangan pada usianya, anak
terlambat untuk bisa duduk, berdiri dan berjalan.
Keterlambatan kemampuan motorik halus dan kasar
Rendahnya kemampuan sosial
Perilaku agresif
Masalah dalam komunikasi
Untuk mendiagnosis Global development delay dilakukan anamnesis, pemeriksaan
fisik, serta pemeriksaan penunjang.
Anamnesis
- Riwayat prenatal dan perinatal, penyakit ibu, infeksi yang pernah di derita
- Retardasi mental, kesukaran belajar, pertumbuhan, status gizi, masalah sosial.
Penyakit-penyakit bawaan (jantung, ginjal), riwayat kejang, adanya kemunduran
perkembangan.
- Kepedulian orang tua terhadap anaknya.
Pemeriksaan
- Menetapkan umur anak
- Pengukuran antropometri (BB, PB/TB, lingkar kepala)
- Penilaian pertumbuhan dan status gizi
- Pemeriksaan fisik : bentuk wajah, badan, kelainan neurologis, kulit
- Penilaian pendengaran sangat penting karena apabila terdapat ketulian yang
dibiarkan, anak akan mengalami gangguan bicara, belajar dan kencenderungan
terjadi masalah perilaku yang disebabkan karena kesukaran berkomunikasi. Pada
bayi baru lahir gangguan pendengaran dapat diidentifikasi dengan menggunakan
14
auditory evoked potentials yang mendeteksi respon batang otak, terhadap suara
atau auditory response cradle yang mendeteksi respon perilaku yang bervariasi
terhadap suara.
- Penglihatan perlu dilakukan pada bayi baru lahir walaupun penglihatan masih
terbatas (sekitar 6/200). Pada usia 6 minggu kedua mata bergerak bersama-sama
apabila mengikuti sumber cahaya dan tidak juling. Ketajaman penglihatan
selanjutnya berkembang hingga mencapai tingkat ketajaman pada orang dewasa
pada usia 3 tahun.
Patokan tanda perkembangan terdapat dalam
- Kartu Menuju Sehat (KMS) : perkembangan anak tidak sesuai (terlambat)
dengan gambar perkembangan pada usia
- Denver II test
Denver II merupakan salah satu alat skrining perkembangan untuk
mengetahui sedini mungkin penyimpangan perkembangan yang terjadi pada
anak sejak lahir sampai umur 6 tahun.
Pada beberapa tugas perkembangan terdapat huruf dan angka pada ujung
kotak sebelah kiri: R (Report) = L (Laporan) : tugas perkembangan tersebut
dapat lulus berdasarkan laporan dari orang tua/pengasuh. Akan tetapi apabila
memungkinkan maka penilai dapat memperhatikan apa yang bisa dilakukan
oleh anak.
Angka kecil menunjukkan tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan
nomor yang ada pada [Link] tugas perkembangan untuk tiap
sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah dan dimulai
dengan tugas perkembangan yang terletak disebelah kiri garis umur, kemudian
dilanjutkan sampai ke kanan garis umur.
Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling
dekat disebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembangan yang ditembus
garis umur.
15
Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu ujicoba pada
langkah pertama (“gagal”, “menolak”, ”tidak ada kesempatan”), lakukan
ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur pada sektor yang sama sampai
anak dapat ”lulus” 3 tugas perkembangan.
Bila anak mampu melakukan salah satu tugas perkembangan pada
langkah pertama, lakukan tugas perkembangan tambahan ke sebelah kanan
garis umur pada sektor yang sama sampai anak “gagal” pada 3 tugas
perkembangan.
Beri skor penilaian
Skor dari tiap uji coba ditulis pada kotak segi empat.
P : Pass/lulus. Anak melakukan uji coba dengan baik, atau ibu/pengasuh
anak memberi laporan anak dapat melakukannnya
F : Fall/gagal. Anak tidak dapat melakukan ujicoba dengan baik atau
ibu/pengasuh anak memberi laporan anak tidak dapat melakukan
dengan baik
No : No opportunity/tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai
kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini
hanya boleh dipakai pada ujicoba dengan tanda R
R : Refusall/menolak. Anak menolak untuk melakukan ujicoba
INTERPRETASI INDIVIDUAL
1. Lebih (advanced)
Bilamana lewat pada ujicoba yang terletak di kanan garis umur,
dinyatakan perkembangan anak lebih pada ujicoba tsb
2. Normal
Bila gagal atau menolak melakukan tugas perkembangan disebelah
kanan garis umur, dikategorikan normal.
16
Demikian juga bila anak lulus (P), gagal (F) atau menolak (R)
pada tugas perkembangan dimana garis umur terletak antara persentil
25 dan 75, maka dikategorikan sebagai normal.
3. Caution / Peringatan
Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) tugas perkembangan,
dimana garis umur terletak pada atau antara persentil 75 dan 90.
4. Delayed/Keterlambatan
Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) melakukan ujicoba
yang terletak lengkap disebelah kiri garis umur.
5. No Opportuity/tidak ada kesempatan
Pada tugas perkembangan yang berdasarkan laporan, orang tua
melaporkan bahwa anaknya tidak ada kesempatan untuk melakukan
tugas perkembangan [Link] ini tidak dimasukkan dalam
mengambil keputusan.
Selama tes perkembangan, amati perilaku [Link] ada perilaku yang
khas, bandingkan dengan anak lainnya. Bila ada periaku yang khas tanyakan
kepada orang tua/pengasuh, apakah perilaku tersebut merupakan perilaku
sehari-hari yang dimiliki anak tersebut. Bila tes perkembangan dilakukan
sewaktu anak sakit, merasa lapar, dll dapat memberikan perilaku yang
menghambat tes perkembangan.
Kesimpulan
Normal
Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution.
Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya
Suspect/Suspek
Bila didapatkan > 2 caution dan/atau > 1 keterlambatan
Lakukan uji ulang dalam 1-2 minggu untuk menghilangkan faktor
sesaat seperti rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan
Untestable/Tidak dapat diuji
17
Bila ada skor menolak pada ≥ 1 uji coba terletak disebelah kiri garis
umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada
daerah 75-90%
Lakukan uji ulang dalam 1-2 minggu
Pemerksaan child development chart:
Child development adalah chart pertumbuhan dan perkembangan usia
normal yang dapat dilakukan pada usia 6 tahun keatas, untuk melihat keterlambatan
individu secara umum.
Global Delayed Development
Terdapat dua atau lebih delayed pada keempat sektor
Pada pasien ini ditemukan hasil dari chart development child:
Motorik kasar : setara dengan usia 6 bulan (delayed)
Bahasa : setara dengan 7 usia bulan (delayed)
Motorik halus : setara dengan usia 10 bulan (delayed)
Personal sosial : setara dengan usia 15 bulan (delayed)
Artinya anak mengalami Global development delay.
Tidak ada terapi khusus bagi penderita global development delay, tetapi untuk
beberapa keadaan dapat dilakukan penatalaksanaan. Jika ditemukan masalah dalam
pendengaran atau penglihatan, dapat dilakukan koreksi. Perlu mengingat bahwa
penyebab global development delay dapat saja tidak diketahui. Tatalaksana global
development delay merupakan kerjasama beberapa tim yaitu bagian anak, rehabilitasi,
THT, dan ortopedi.2,3
Global development delay memiliki kemungkinan penyebab yang beraneka
ragam. Keterlambatan dapat terjadi pada otak anak saat otak terbentuk pada masa
gestasi. Penyebab yang mungkin antara lain lahir prematur, kelainan genetik dan
18
herediter, infeksi tetapi seringkali penyebab global develoment delay tidak dapat
ditentukan.6
Pada pasien ini, faktor risiko terjadinya global development delay adalah lahir
prematur, BBLR (2300 gram), kejang diusia kurang dari 5 bulan dan durasi >15
menit.
Secara umum, perjalanan penyakit global development delay tidak memburuk
dengan waktu pertumbuhan anak. Hal yang bisa dilakukan adalah intervensi secara
simtomatik.
Prognosis pada pasien ini, masih ragu-ragu disebabkan karena pasien lambat
ditangani karena datang berobat ketika anak sudah berusia 8 tahun. Selain itu, pada
pasien ini juga terjadi gizi buruk yang artinya tidak cukup nutrisi yang dibutuhkan
untuk proses perkembangan otak anak. Dalam masa perawatan, keluarga pasien
meminta pulang atas keinginan sendiri.
19
DAFTAR PUSTAKA
1. Tjandrajani, Anna et al. 2016. Keluhan Utama pada Keterlambatan
Perkembangan Umum di Klinik Khusus Tumbuh Kembang RSAB Harapan Kita.
Sari Pediatri Vol. 13, No. 6.
2. Camp, Bonnie W & Headley, Roxan. 2015. Developmental delay Under 6 years
of age in pediatric decision making, editor by Berman, 2ndnedition. B.C Decker
Inc. Philadelphia.
3. Goldson, Edward Reynolds. 2016. Child Development and Behavior in large
current pediatric diagnostic treatment edited by Hay William, Levin Myron J,
Sondheimer Judith. 7th Edition. McGraw-Hill. Newyork.
4. Lissauer, Tom & Clayden, Graham. 2015. Emotions and Behavior in Pediatrics
Ilustrated Textbook 2nd Edition, Mosby, Saunders.
5. Departemen Kesehatan RI. 2015. Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan
intervensi dini tumbuh kembang anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar.
6. Camp, Bonnie W & Headley, Roxan. 2014. Developmental delay Under 6 years
of age in pediatric decision making, editor by Berman, 2ndnedition. B.C Decker
Inc. Philadelphia.
20