0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan146 halaman

Perhitungan Spesifikasi Tangki dan Pompa

Dokumen tersebut memberikan perhitungan spesifikasi peralatannya, termasuk: 1) Tangki penampung molasses dengan kapasitas 160,47 m3 dan tebal dinding 4,02 cm 2) Pompa molasses tipe sentrifugal dengan kapasitas aliran 5,91 m3/jam dan daya 3,64 kW 3) Pipa pemompaan berdiameter 4,8 cm dan panjang 45,72 m

Diunggah oleh

Azizah Az Zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan146 halaman

Perhitungan Spesifikasi Tangki dan Pompa

Dokumen tersebut memberikan perhitungan spesifikasi peralatannya, termasuk: 1) Tangki penampung molasses dengan kapasitas 160,47 m3 dan tebal dinding 4,02 cm 2) Pompa molasses tipe sentrifugal dengan kapasitas aliran 5,91 m3/jam dan daya 3,64 kW 3) Pipa pemompaan berdiameter 4,8 cm dan panjang 45,72 m

Diunggah oleh

Azizah Az Zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

APPENDIKS C

PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN

F-110. TANGKI FRESH MOLASSES


Fungsi : Menampung molasses dari fresh feed.

Kondisi operasi :
P = 1 bar = 14.5 psi
T = 30 oC = 86 oF
1. Volume tangki
ρ larutan = 1460 kg/m3 = 91.15 lbm/ft3
rate massa = 2603 kg/jam = 5739.0147 lbm/jam
rate volume = 1.783 m3/jam = 0.0175 ft3/s
waktu tinggal = 4320 menit = 72 jam
Vliquid = (waktu tinggal x rate = 128.377 m3

asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 20 %


2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 1.5
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk dished head
maka V tangki :
= Vliquid x (100/80)
= 160.47123 m3 = 5666.7 ft3
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsikan Ls = 1.5 D
5666.72 = 1.3475 D3
D = 16.14 ft 193.69 in 4.920 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume lVol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
5667 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida
5667 = 356.2 + 204.52 Hliquida
Hliquida = 25.97 ft = 7.9 m
= 311.59 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi = 14.5 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi

C-1
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 16.4 psi + 14.5 psi
= 30.94 psia
Pdesign = 1.1 x Ptotal
Pdesign = 32.48 psi
= 2.24 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)
ts = Pd x Do + c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
= 0.33486 in = 4.02 ft

Tebal shell standar = 0.3750 in (3/8) (Tabel 5.7, Brownell)


Tinggi silinder (Hs) = 1.5 x OD
= 292 in 24 ft
OD = ID + 2ts
= 194.4 in 16.20 ft
ID = OD - 2ts
= 193.69 in 16.14 ft

b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 193.69 in
tha = 0.885 x Pd x rc + c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.4963 in
≈ 1/2 in

C-2
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 1/2 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 2.50 in
Crown radius, r = 170 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius (icr) = 12 1/ 4 in (Tabel 5.7, Brownell)
AB = ID - icr
2
= 90.72 in
BC = r - icr
= 157.75 in
b = r - ( BC - AB2 )0,5
2

= 40.95 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= t + b + sf
= 43.947 in = 3.6623 ft

Tinggi total tangki = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 379.56 in
= 31.63 ft = 9.6408 m

L.111 Pompa Molasses


Fungsi : Memompa molasses dari tangki penampung ke tangki pengenceran
Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 30 oC
Tekanan Asal = 8.7 psia
Tekanan Tujuan = 22 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 216000.00 kg/hari
= 19841.40 lb/jam = 5.51 lb/s
Viskositas = 1750 cp = 1.175 lb.s/ft
Densitas = 1523.0 kg/m3 = 95.08 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.058 ft3/s = 208.68 ft3/jam = 5.91 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi : Aliran Laminar
Ps = 15.23 psia (Perry hal 10.108)

C-3
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)
Sch = 0.81 ~ 40
Di,opt,nominal size =3.9 q0.36 . μ0.18
=1.44 in ~ 1 1/2 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 1 1/2 in
schedule 40 dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 1 1/2 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 1.9 in = 0.158 ft
ID = 1.61 in = 0.134 ft
Flow area A = 2.036 in2 = 0.014 ft2
Wall Thicknes = 0.145 in

Tinggi tangki penampung ( 1 ) = 31.63 ft = 9.64 m


H liquida tangki penampung = 25.97 ft = 7.91 m
Tinggi tangki pengencer ( 2 ) = 18.04 ft = 5.50 m
total panjang pipa tangki digunakan = 150 ft = 45.72 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki penampung
- Pipa outlet berada pada bagian atas tangki pengenceran
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki penampung dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.137 [Link]/lbm
v2 = 4.10 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.261 [Link]/lbm

C-4
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = -7.93 ft
z2.g/gc = -7.93 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.6
hc = 0.14 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagian suction diperkirakan = 100 ft
NRe = ρ D v = 86.59 x 0.134 x 4
μ 1.175
= 44.526 Laminar

Dari Geankoplis hal 86 ( pers. 2.10-7 ) diperoleh : f = 0.359


Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.404 x 0.249 x 100
0.134
= 279.84 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.144 + 279.841
= 279.98 ft lbf/ lbm
B. Friksi di bagian discharge
1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 50 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.404 x 0.249 x 50
0.134
= 139.92 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1

C-5
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.588 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 1.567 ft lbf/lbm
2 gc
3. Friksi bagian discharge :
Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.588 + 1.567 + 139.92
= 142.08 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa = Fs + Fd


= 279.985 + 142.076
= 422.06 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 414.53
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 487.69 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 541.92 x 4.9
550
= 4.9 Hp = 3.644 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 5 Hp = 3.729 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 414.53 ft
g = 126.350 m

M-112 Static Mixer


Fungsi : Membantu mengalirkan molasses ke dalam reactor hidrolisis
Ditetapkan kriteria – kriteria design sebagai berikut :
- Proses Pengadukan : Rapid Mixing
- Jenis Static Mixer : Hydraulic Type
- Waktu detensi = 1 – 3 detik
- G – Value = 500 – 700 detik-1
- G x t = 350 – 1500
- Kecepatan alir fluida ( v ) = 1,8 – 2 m/s
( Kawamura, 2013 )

1. Menentukan Diameter Pipa Optimum dari Static Mixer


Flowrate massa = 10412 kg/jam

C-6
Densitas fluida = 1523 kg/m3
Viskositas fluida = 1750 cp
= 1,75 Pa.s
Flowrate volumetric ( Qa ) = 6,836 m3/jam
= 0,0019 m3/s
Flowrate volumetric design ( Qd ) = +20% dari Qa
= 0,0023 m3/s
~ Dipilih nilai v = 2 m/s
Diameter pipa = = 0,038 m

= 1,499 in
~ Diameter pipa distandarkan menurut ukuran nominal ( nominal size ) seperti
pada buku “Equipment Design” – Brownell & Young halaman 387
Nominal Pipe Size : 1 1/2 in, sch. 40
ID = 1,61 in = 0,041 m
OD = 1,9 in = 0,048 m
Flow Area = 21,917 in2 = 0,014 m2
Wall Thickness = 0,145 in = 0,004 m
Sehingga,
vaktual = Qd / Flow Area = 1,992 m/s ( Memenuhi kriteria )

2. Menentukan Dimensi Keseluruhan Static Mixer


~ Pertama – tama, di-trial diameter static mixer ( DSM ) dan jumlah mixing element
DSM = 37 mm
= 1,46 in
= 0,037 m
NS = 3 element
Panjang Static Mixer ( LSM ) = ( 1,5 x DSM x NS ) - DSM
= 0,1295 m
Flow Area ( ASM ) = ¼ π ( DSM )2
= 0,0011 m2
Kecepatan alir fluida ( vSM ) = = 2,119 m/s

Waktu detensi ( t ) = = 0,06 s

Nilai headloss dapat ditentukan secara grafis menurut grafik dibawah ini :

C-7
Didapatkan :
Headloss ( hf ) = 2,85 m
Pressure drop ( ∆Pf ) = ρ g hf
= ( 1523 kg/m3 ) ( 10 m/s2 ) ( 2,85 m )
= 4300000 Pa
= 0,43 bar
G – Value = = 637,13 detik-1

G x t = 38,93
~ Karena keterbatasan data pada grafik ( hanya menampilkan data untuk
2, 3, dan 4 mixing element saja, maka desain dapat diterima, karena
salah satu parameter sudah memenuhi kriteria ( G – Value = 500 s/d 700 )

F-120. TANGKI FRESH WATER


Fungsi : Menampung fresh water

Kondisi operasi :
P 1 bar = 15 psi
T 30 oC = 86 oF
1. Volume tangki
ρ larutan = 996 kg/m3 = 62.16 lbm/ft3
rate massa = 13614.40 kg/jam = 30014.306 lbm/jam
rate volume = 13.673 m3/jam = 0.1341 ft3/s
waktu tingga = 180 menit = 3 jam
Vliquid = (waktu tinggal x rate = 41.020 m3

asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 20 %


2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 1.5
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk dished head
maka V tangki :
= Vliquid x (100/80)
= 51 m3 = 1810.6557 ft3

C-8
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsikan Ls = 1.5 D
1810.66 = 1.3475 D3
D = 11.03 ft 132.42 in 3.363 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume liquida =Vol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
1811 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida
1811 = 113.8 + 95.59 Hliquida
Hliquida = 17.75 ft = 5.4 m
= 213.02 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi = 14.5 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 7.7 psi + 14.5 psi
= 22.16 psia
Pdesign = 1.1 x Ptotal
Pdesign = 23.27 psi
= 1.60 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)

ts = Pd x Do + c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
= 0.2 in
Tebal shell standar = 0.2500 in ( (Tabel 5.7, Brownell)
Tinggi silinder (Hs) = 1.5 x OD
= 199 in 16.615 ft

C-9
OD = ID + 2ts
= 132.9 in 11.08 ft
ID = OD - 2ts
= 132.42 in 11.0 ft

b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 132.4 in
tha = 0.885 x Pd x rc + c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.3068 in
≈ 1/2 in
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 1/2 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 2.50 in
Crown rad= 132.00 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius (icr) = 8 3/ 8 in (Tabel 5.7, Brownell)
AB = ID - icr
2
= 62.02 in
BC = r - icr
= 123.63 in
b = r- ( BC2 - AB2 )0,5
= 25.06 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= t + b + sf
= 28.059 in = 2.3382 ft

Tinggi total tangki = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 255.50 in
= 21.29 ft = 6.4896 m

L.121 Pompa Fresh Water

C - 10
Fungsi : Memompa fresh water dari tangki penampung ke tangki pengenceran
Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 30 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 21.76 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 326744.94 kg/hari
= 30014.25 lb/j = 8.34 lb/s
Viskositas = 0.7972 cp = 0.00054 lb.s/ft
Densitas = 1000.0 kg/m3= 62.43 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.134 ft3/s = 480.77 ft3/jam = 13.61 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000 (vilbrant, hal.344)
Ss
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 18.13 psia (Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal =
size 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 2.70 in ~ 3 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 3.5 in = 0.292 ft
ID = 3.018 in = 0.252 ft
Flow area A = 7.15 in2 = 0.050 ft2
Wall Thicknes = 0.241 in

Tinggi tangki penampung ( 1 ) = 21.29 ft 6.49 m

C - 11
H liquida tangki penampung = 17.75 ft 5.41 m
Tinggi tangki pengencer ( 2 ) = 18.04 ft 5.50 m
total panjang pipa tangki digunak = 150 ft 45.72 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki penampung
- Pipa outlet berada pada bagian atas tangki pengenceran
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki penampung dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.116 [Link]/lbm
v2 = 2.69 ft/s
(v2)2/2gc = 0.112 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 0.29 ft
z2.g/gc = 0.29 [Link]/lbm

Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.062 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagian suction diperkirakan = 100 ft
NRe = ρ D v = 62.13 x 0.252 x 2.48
μ 0.00054
= 78922.76 Turbulen

C - 12
e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m
= 0.00015 ft
e/ D = 0.0006
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0055
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0055 x 0.096 x 100
0.252
= 0.983 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.062 + 0.983
= 1.045 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 50 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0055 x 0.096 x 50
0.252
= 0.492 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.253 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 0.675 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.253 + 0.675 + 0.492
= 1.419 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa= Fs + Fd


= 1.045 + 1.419
= 2.464 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

C - 13
-Ws = 2.93
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 3.44 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 9.1 x 7.65
550
= 0.052 Hp = 0.039 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 2.93 ft
g = 0.892 m

R-130 Tangki Hidrolisa


1. Menghitung Waktu Tinggal Reaktor
Aspek utama yang harus diperhatikan dalam mendesain reactor batch adalah waktu tinggal
( residence time ) menurut persamaan dasar sebagai berikut :

( Levenspiel, 1999 )
Reaksi utama yang terjadi :

C12H22O11 à C6H12O6 ( glukosa ) + C6H12O6 ( fruktosa )

Indeks “A” adalah sukrosa yang bereaksi dan - rA adalah rate konsumsi sukrosa.
Jika diketahui reaksi hidrolisis merupakan reaksi orde 1, maka persamaan akan
berubah menjadi :

C - 14
Untuk menentukan konstanta kecepatan reaksi ( k ), dapat digunakan “Arrhenius Plot”
( diambil dari buku “Fundamentals of Food Reaction Technology” – Mary D. Earle ).
Diketahui data – data berikut :
XA = 98%mol ( Dari neraca massa )

( Earle, 2003 )
T = 60 C = 333 K
o

1/T = 0,003 K-1


1/T x 103 = 3
Berdasarkan grafik diatas, didapatkan :
k = 0,05 min-1
Sehingga,

2. Menghitung Dimensi Reaktor


Ditetapkan :
Poperasi = 1 bar
Toperasi = 140oF
Pdesign = +10% x Poperasi = 1,1 bar = 15,95 psi
Tdesign = +20% Toperasi = 168oF
Volume Liquid = 70% Volume Reaktor
Bahan Konstruksi Reaktor : Carbon Steel
fallowable = 18750 psig

C - 15
Faktor korosi ( C ) = 0,6
Jenis pengelasan : Double Welded Butt Joint
Efisiensi pengelasan ( E ) = 0,8
Jenis Tutup Atas : Elliptical
Jenis Tutup Bawah : Conical
Dari Neraca Massa, didapatkan data :
minlet = 23055,89 kg/jam
tpengisian = 1 jam
ρlarutan = 1226,95 kg/m3
Vliquid = ( minlet . tpengisian ) / ρlarutan= 18,79 m3 = 663,61 ft3

Ls / Dt = 1,5 : 1
α = 120o

Dimensi Tutup Atas ( Elliptical )


Rasio a / b = 2
a ( radius of dish ) = ½ Dt = 4,42 ft
b ( tinggi tutup atas ) = 4,42 / 2 = 2,21 ft
V = 1/6 ( 2+ (a/b)2 ) = 1

Tebal tutup atas distandarkan menurut ASME code, sehingga :


ta,standard = ¾ in
straight flange = 3 in
Dimensi Tutup Bawah ( Conical )

Tebal tutup bawah distandarkan menurut ASME code, sehingga :


tb,standard = ½ in
Dimensi Silinder
Ls = 1,5 x Dt = 13,27 ft

Tebal silinder distandarkan menurut ASME code, sehingga :


ts,standard = 3/16 in
Dimensi Nozzle

C - 16
qfm = 663,31 / 60 = 11,06 ft3/min
ρ = 76,6 lb/ft3
μ = 1,044 cp
Asumsi bahwa nilai Di = 1 in

Diameter nozzle optimum ( Di,opt ) dapat ditentukan dengan grafik dibawah ini :

( Timmerhaus, 1991 )
Dengan menarik garis lurus dari qfm ke ρ, didapatkan :
Di,optimum = 3 inch
Diameter optimum distandarkan menurut ASTM A 181 menjadi :
Di,opt,standard = 3 inch ( Nominal Size )
( Brownell & Young, 1959 )

N-131 Agitator Tangki Hidrolisa


Ditetapkan :
Pengaduk bagian bawah : Flat Six – Blade Open Turbine
Bahan Konstruksi Impeller : Carbon Steel
Jumlah Baffle = 4
Kecepatan pengadukan = 60 rpm
Efisiensi motor ( η )= 90%
Dimensi Pengaduk :
Lebar Baffle ( J ) = (1/12) Dt = (1/12) x ( 8,85 . 0,3048 ) = 0,22 m
Diameter impeller ( Da ) = (1/2) Dt = (1/2) x ( 8,85 . 0,3048 ) = 0,81 m
Jarak Impeller ke Dasar ( C ) = (1/3) Dt = (1/3) x ( 8,85 . 0,3048 ) = 0,90 m
2003 )

C - 17
Phyisical properties dari Larutan ( dihitung dengan HYSYS 7,2 ) :
μ = 1,04 cp = 0,00104 Pa.s
ρ = 1226,95 kg/m3
Menghitung Kebutuhan Power Supply
N = 60 rev/min
= 1 rev/s
NRe’ =

Untuk menghitung kebutuhan power supply ( P ), konstanta power number


harus dihitung terlebih dahulu menurut grafik dibawah ini :

2003 )
Didapatkan :
NP,impeller bawah = 2,1 ( kurva 2 )
P ( kW ) = Np,total . ρ N3 Da5 / 1000
= 0,89 kW

Pdesain = P / η
= 1,12 kW

( Geankoplis, 2003 )
Didapatkan :
NP,impeller bawah = 2,1 ( kurva 2 )
P ( kW ) = Np,total . ρ N3 Da5 / 1000
= 0,89 kW
Pdesain = P / η
= 1,12 kW

Heating Coil
Dari neraca energi, diketahui data – data berikut ini :
Q = 2169165,75 kJ/jam = 2054124,24 Btu/jam
Msteam = 2673,08 lb/jam
Tsteam in = Tsteam out = 235oC
tlarutan in = 30oC
tlarutan out = 60oC
Tcaloric = 235oC

C - 18
tcaloric = 45oC
Menghitung LMTD ( dihitung seolah – olah aliran co-current / parallel ) :
LMTD 189,6oC = 373,29oF

Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic properties


dari larutan maupun steam :
Properties Larutan Steam
ρ ( lb/ft3 ) 76.48 0.9553
μ ( cp ) 1.04 0.01688
k ( Btu/[Link]. oF ) 0.3612 0.02112
Cp (Btu/lboF) 0.473 0.819

Dipilih spesifikasi pipa berikut ini sebagai jacket :


Nominal Size : 3/8 in, Schedule 80
Di = 0,423 in
Do = 0,675 in
a’ = 0,141 in2
a” = 0,177 ft2/lin ft
BAGIAN BEJANA BAGIAN COIL
Gt = Msteam / ( a’/144 ) = 2721538 lb/ft2
NRe’ = 942800,79
jam
Berdasarkan grafik di buku Kern, NRe,t =
didapatkan :
jC = 2000 = 46546,68
hJ =
Berdasarkan grafik di buku Kern, didapatkan :

à Karena larutan tidak viscous, φ = 1 jH = 115

hj = 113,68 Btu/jam.ft2 oF hi =

à Karena steam tidak viscous, φ = 1

hi = 36,38 Btu/jam.ft2 oF

hio = hi ( Di / Do ) = 22,8 Btu/jam.ft2 oF

Uc = = 18,99 Btu/jam.ft2 oF

C - 19
Ditetapkan Rd,minimal = 0,0035

UD = 17,81 Btu/jam.ft2 oF
θ ( residence time ) = 1,3 jam
Luas Perpindahan Panas ( A ) =

=61,80 ft2
Panjang Lilitan Jacket ( L ) = 349,18ft

Diameter Reaktor ( Dt ) = 8,85 ft


Diameter Pengaduk ( Da )= 2,65 ft
~ Karena Da < diameter lilitan coil ( dc ) < Dt, maka ditetapkan :
dc = 7 ft
Jumlah lilitan coil ( nc ) = = 55 lilitan

~ Ditetapkan jarak lilitan antar coil ( Lc ) = 1,5 in, maka


Tinggi lilitan coil ( hc ) = ( ( nc – 1 ) ( Lc + Do ) ) + Do
= 118,13 in

R-210 Tangki Propagasi


Fungsi: Untuk membiakkan kultur saccharomyces, serta memaksimalkan yield ethanol.
1.) Menghitung Waktu Tinggal Reaktor
Aspek utama yang harus diperhatikan dalam mendesain reactor batch adalah waktu tinggal
( residence time ) menurut persamaan dasar sebagai berikut :

( Levenspiel, 1999 )
Reaksi yang terjadi :

C6H12O6 + 3,198 O2 + 0,316 NH3 à 1,929 Biomass + 4,098 CO2 + 4,813 H2O

Misalkan indeks “A” adalah senyawa glukosa yang bereaksi, dan –rA adalah rate
konsumsi glukoasa oleh biomassa ( ), maka persamaan akan berubah menjadi :

C - 20
Menurut persamaan Monod, rate konsumsi glukosa bergantung pada 2 variabel,
yakni S ( konsentrasi substrat ) dan X ( konsentrasi biomassa ). Karena nilai S
dan X berubah – ubah setiap waktu t, maka digunakan nilai X rata – rata
( data didapatkan dari neraca massa ) :

Sehingga,

Karena integrasi secara analitik sulit dilakukan, maka dilakukan integrasi numeric
untuk menentukan waktu tinggal reactor propagasi.
Asumsi : Digunakan trapezoidal rule, dengan n = 20 partisi

S ( gr/liter ) Luas Trapesium


1,291,219 0.7288 0.441689958
1,285,167 0.7309 0.442990506
1,279,115 0.7331 0.44430339
1,273,063 0.7352 0.445628786
1,267,012 0.7374 0.446966875
1,260,960 0.7397 0.448317839
1,254,908 0.7419 0.449681865
1,248,856 0.7442 0.451059144
1,242,804 0.7465 0.452449869
1,236,752 0.7488 0.453854239
1,230,700 0.7511 0.455272455
1,224,648 0.7535 0.456704723
1,218,596 0.7558 0.458151253
1,212,544 0.7582 0.459612259
1,206,492 0.7607 0.461087959
1,200,440 0.7631 0.462578577
1,194,388 0.7656 0.464084339
1,188,336 0.7681 0.465605478
1,182,284 0.7706 0.46714223
1,176,232 0.7732 0.468694837

C - 21
1,170,180 0.7757
∑ Luas Trapesium 10

1.) Menghitung Dimensi Reaktor


Ditetapkan :
Poperasi = 1 bar
Toperasi = 104oF
Pdesign = 2,16 x Poperasi = 2,16 bar = 31,34 psi
Tdesign = +20% Toperasi = 124,8oF
Volume Liquid = 70% Volume Reaktor
Bahan Konstruksi Reaktor : SA – 240 Grade M Type 316 ( Stainless Steel 316 )
fallowable = 18750 psig
Faktor korosi ( C ) = 0,6
Jenis pengelasan : Double Welded Butt Joint
Efisiensi pengelasan ( E ) = 0,8
1959 )
Jenis Tutup Atas : Elliptical
Jenis Tutup Bawah : Conical
Dari Neraca Massa, didapatkan data :
minlet = 6971,34 kg/jam
tpengisian = 1 jam
ρlarutan = 1240,99 kg/m3
Vliquid = ( minlet . tpengisian ) / ρlarutan= 5,62 m3 = 198,38 ft3

Ls / Dt = 4 : 1 ( Jagani, 2010 )
α = 120o

Dimensi Tutup Atas ( Elliptical )


Rasio a / b = 2
a ( radius of dish ) = ½ Dt = 2,15 ft
b ( tinggi tutup atas ) = 2,15 / 2 = 1,07 ft
V = 1/6 ( 2+ (a/b)2 ) = 1

C - 22
Tebal tutup atas distandarkan menurut ASME code, sehingga :
ta,standard = ¾ in
straight flange = 4 in
Dimensi Tutup Bawah ( Conical )

Tebal tutup bawah distandarkan menurut ASME code, sehingga :


tb,standard = ½ in
Dimensi Silinder
Ls = 4 x Dt = 17,16 ft

Tebal silinder distandarkan menurut ASME code, sehingga :


ts,standard = 3/16 in
Dimensi Nozzle
qfm = 180,34 / 60 = 3,31 ft3/min
ρ = 77,47 lb/ft3
μ = 1,046 cp
Asumsi bahwa nilai Di = 1 in

Diameter nozzle optimum ( Di,opt ) dapat ditentukan dengan grafik dibawah ini :

C - 23
( Timmerhaus, 1991 )
Dengan menarik garis lurus dari qfm ke ρ, maka didapatkan :
Di,optimum = 2 inch

Heating Jacket
Dari neraca energi, diketahui data – data berikut ini :
Q = 162770,6 kJ/jam = 154138,83 Btu/jam
Msteam = 200,58 lb/jam
Tsteam in = Tsteam out = 235oC
tlarutan in = 30oC
tlarutan out = 40oC
Tcaloric = 235oC
tcaloric = 35oC
Menghitung LMTD ( dihitung seolah – olah aliran co-current / parallel ) :
LMTD 199,96oC = 391,92oF

Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic properties


dari larutan maupun steam :
Properties Larutan Steam
ρ ( lb/ft )
3
77,472 0.9553
μ ( cp ) 1.05 0.01688
k ( Btu/[Link]. F )
o
0.3612 0.02112
Cp (Btu/lb F)o
0.3904 0.819

Dipilih spesifikasi pipa berikut ini sebagai jacket :


Nominal Size : 4 in, Schedule 80
Di = 3,826 in
Do = 4,5 in
a’ = 11,5 in2
a” = 1,178 ft2/lin ft

C - 24
BAGIAN BEJANA BAGIAN JACKET
Gt = Msteam / ( a’/144 )
NRe’ = 253782,14
= 2511,656 lb/ft2 jam
Berdasarkan grafik di buku Kern hal 718, NRe,t =
didapatkan :

jC = 1400 = 316,49

hJ = Berdasarkan grafik di buku Kern hal 834,


didapatkan :

à Karena larutan tidak viscous, φ = 1 jH = 1,5

hj = 164,804 Btu/jam.ft2 oF hi =

à Karena steam tidak viscous, φ = 1

hio= hi (Di/Do ) = 0,04 Btu/jam.ft2oF

Uc =
= 0,044596 Btu/jam.ft2 oF
Ditetapkan Rd,minimal = 0,005

UD = 0,044586 Btu/jam.ft2 oF
Luas Perpindahan Panas ( A ) = π ( Dt + 2ts )2 Ls
= 232,21 ft2
Jumlah lilitan Jacket ( N ) = Ls / Do = 45,36 ≈ 45 lilitan
Panjang Pipa Jacket yang diperlukan ( Lj ) = N x π ( Dt + 2ts ) = 611,03 ft
arjo, 2010 )
( Kusnarjo, 2010 )
L.211 Pompa Molasses Encer
Fungsi Memompa molasses encer dari tangki pengencer ke tangki propagasi dan fermentasi
Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 60 oC

C - 25
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 21.76 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 553344.00 kg/hari
= 50829.26 lb/jam = 14.12 lb/s
Viskositas = 1.04 cp = 0.00070 lb.s/ft
Densitas = 1231.3 kg/m3 = 76.87 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.184 ft3/s = 661.25 ft3/jam = 18.72 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 18.13 psia(Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia(Brownel hal 337)
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal size = 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 3.20 in ~ ### in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 1/2 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 4 in = 0.333 ft
ID = 3.548 in = 0.296 ft
Flow area A = 9.89 in2 = 0.069 ft2
Wall Thicknes = 0.226 in

Tinggi tangki pengencer ( 1 ) = 18.04 ft 5.50 m


H liquida tangki pengencer = 12.50 ft 3.81 m
Tinggi tangki propagasi / fermentasi ( = 19.48 ft 5.94 m
total panjang pipa tangki digunakan = 150 ft 45.72 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki pengenceran

C - 26
- Pipa outlet berada pada bagian atas tangki propagasi, namun pada tangki
fermentasi terletak pada 19,3 ft dari dasar tangki
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet
Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.094 [Link]/lbm
v2 = 2.67 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.111 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 6.98 ft
z2.g/gc = 6.98 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.061 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagi = 100 ft
NRe = ρ D v = 76.6 x 0.296 x 2.43
μ 0.0007
= 87075.64 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m


= 0.00015 ft
e/ D = 0.0005
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.005
Fps = 4f v2 L
2 gcD

C - 27
= 4 x 0.005 x 0.092 x 100
0.296
= 0.75 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.061 + 0.752
= 0.813 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bag = 50 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.005 x 0.092 x 50
0.296
= 0.376 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.250 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 0.667 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.250 + 0.667 + 0.376
= 1.29 ft lbf/lbm

4. Friksi tota = Fs + Fd
= 0.813 + 1.293
= 2.11 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 9.24
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 10.87 [Link]/lbm

C - 28
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 10.67 x 12.79
550
= 0.28 Hp = 0.208 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 9.24 ft
g = 2.815 m

E-212. COOLER MOLASSES ENCER


Fungsi: Mendinginkan molasses encer yang akan dialirkan ke tangki propagasi
dan tangki fermentasi
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel
- Tipe Aliran : Countercurrent
1. Memilih Jenis HE yang akan digunakan
Jenis HE ada 2, yakni Double Pipe Heat Exchanger ( DPHE ) dan
Shell and Tube Heat Exchanger ( STHE ). Pemilihan jenis HE didasarkan pada
luas perpindahan panas nya. Jika luas perpindahan panas ≤ 120 ft2, maka
digunakan DPHE. Sedangkan jika lebih dari 120 ft2, gunakan STHE.
( Kusnarjo, 2010 )
~ Dari neraca energy, didapatkan data – data berikut :
Q = 2060874,023 Btu/jam
Mmolasses encer = 50829,02 lb/jam
mCW = 57339,04 lb/jam
T1 = 140oF
T2 = 86oF
t1 = 82,4oF
t2 = 118,4oF
LMTD = = 10,05oF

Untuk sistem molasses encer ( medium organics ) – air,


UD = 50 – 125 Btu/jam.ft2 oF
Sehingga,
A= = 1641,15 – 4102,88 ft2
( Gunakan STHE )
Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic properties
dari molasses encer maupun cooling water :

C - 29
Properties Larutan Cooling Water
ρ ( lb/ft3 ) 76.48 62.5
μ ( cp ) 1.04 0.68
k ( Btu/[Link]. oF ) 0.3612 0.363
Cp (Btu/lboF) 0.755 1.03
s.g 1.23 1

Menentukan Perancangan Sementara STHE


R= = 1,5 S= = 0,63

~ Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 831 ( 4 – 8 Exchanger ), didapatkan :


Ft = 0,78
∆t = Ft . LMTD = 7,84oF
~ Trial UD = 100 Btu/jam.ft2 oF
Atrial = = 2630,05 ft2

Nt = = = 1116,51 tube

~ Nilai Nt ( tube counts ) distandarkan menurut tabel di buku KERN hal 841
Nt,standard = 870
UD,koreksi = 128,33 Btu/jam.ft2 oF
~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan STHE sebagai berikut :

BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE


IDs = 37 in 14 BWG tube
n' = 4 ¾ in OD
B = 12 Triangular Pitch
L = 12 ft Nt = 870 tube
PT = 1 in a ' = 0,268 in2
C = PT – do = 0,25 in a” = 0,1963 ft2/ft
N+1 = 12 di = 0,584 in
de = 0,73 in n=8

Karena flowrate cooling water > flowrate molasses encer, maka cooling water
dialirkan pada bagian tube dan molasses encer pada bagian shell.

C - 30
EVALUASI PERPINDAHAN PANAS
BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
as = at =

= 0,193 ft2 = 0,202 ft2

Gs = Mvinnase / as = 263761,40 lb/[Link] Gt = mlarutan / at = 283301,49 lb/[Link]

NRe,s = NRe,t =

= 9750,54 = 5478,12

Berdasarkan grafik di buku Kern hal 834, Berdasarkan grafik di buku Kern hal 834,
didapatkan : didapatkan :

jH,shell = 40 jH,tube = 32

ho = hi =

= 358,51 Btu/jam.ft2 oF = 459,64 Btu/jam.ft2 oF

hio = hi ( di / do ) = 357,91 Btu/jam.ft2


o
F

Uc = = 179,11 Btu/jam.ft2 oF

~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,002 jam.ft2 oF/Btu


Rd, dihitung = = 0,0022 jam.ft2 oF/Btu

~ Karena Rd,dihitung > Rd,minimal, maka desain dapat diterima

EVALUASI PRESSURE DROP


BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
NRe,s = 9750,54 NRe,t = 5478,12

Berdasarkan grafik di buku Kern hal 839, Berdasarkan grafik di buku Kern hal 836,
didapatkan : didapatkan :

fshell = 0,0025 ftube = 0,00029

C - 31
∆Ps = ∆PL =

= 1,65 psi = 0,87 psi

Karena ∆P maksmial untuk liquid adalah 10 psi, ∆Pn =


maka desain dapat diterima

= 0,34 psi

∆Pt = ∆PL + ∆Pn = 1,21 psi

Karena ∆P maksmial untuk liquid adalah 10


psi, maka desain dapat diterima

G-213 Blower Udara


Fungsi: Mengalirkan udara dari atmosfir ke tangki propagasi
Kondisi Operasi :
P1 = 1 bar
P2 = 2 bar
T1 = 30oC = 303 K
T2 = ??
~ Untuk faktor keamanan design, ditetapkan :
P1,design = +20% P1 = 1,2 bar
P2,design = +20% P2 = 2,4 bar
Ditetapkan :
- Jenis blower : Centrifugal blower
- Efisiensi blower = 75%
Karena udara merupakan gas diatomic, maka :
γ = 1,4
= 0,286

( Nagpurlawa, 2009 )

= 391,5 K = 118,5oC
T2,design = +20% T2 = 142,18oC
Karena suhu gas keluar dan masuk sudah diketahui, maka dapat dihitung kebutuhan
power supply untuk blower :
Flowrate massa udara ( m ) = 16,86 kg/jam
= 0,00468 kg/s

C - 32
Kapasitas panas udara ( Cp ) = 1,035 kJ/kg.K
Power Supply ( Wp ) = m Cp ( T2 – T1 )
= ( 0,00468 kg/s ) ( 1,035 kJ/kg.K ) ( 391,5 – 303 K )
= 0,43 kJ/s = 0,43 kW

E-214 Blower After Cooler


Fungsi: Mendinginkan udara dari Blower yang akan dialirkan ke tangki propagasi
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Memilih Jenis HE yang akan digunakan
Jenis HE ada 2, yakni Double Pipe Heat Exchanger ( DPHE ) dan
Shell and Tube Heat Exchanger ( STHE ). Pemilihan jenis HE didasarkan
pada luas perpindahan panas nya. Jika luas perpindahan panas ≤ 120 ft2,
maka digunakan DPHE. Sedangkan jika lebih dari 120 ft2, gunakan STHE.
( Kusnarjo, 2010 )
~ Dari neraca energy, didapatkan data – data berikut :
Q = 1480,454 Btu/jam
Mudara = 37,14 lb/jam
mCW = 39,89 lb/jam
T1 = 245,27oF
T2 = 86oF
t1 = 82,4oF
t2 = 118,4oF
LMTD = = 34,6oF

Untuk sistem udara – air,


UD = 3 – 50 Btu/jam.ft2 oF
Sehingga,
A= = 0,86 – 14,26 ft2

( Gunakan DPHE )
Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan
thermodynamic properties dari udara maupun cooling water :
Properties Udara Cooling Water
ρ ( lb/ft3 ) 1.177 62.5
μ ( cp ) 0.019 0.68
k ( Btu/[Link]. oF ) 0.0173 0.363
Cp (Btu/lboF) 0.25 1.03

C - 33
s.g 15.71 0.994

Pertama – tama, dicoba dimensi DPHE sebagai berikut :


2 x 1 ¼ in – IPS Pipe
Inner pipe external surface area ( a” ) = 0,435 ft2/ft
Annulus flow area ( aan ) = 1,19 in2 = 0,008 ft2
Inner pipe flow area ( ap ) = 1,5 in2 = 0,01 ft2
De = 0,92 in = 0,076 ft
De’ = 0,4 in = 0,033 ft
Karena flowrate cooling water > flowrate udara, maka cooling water
dialirkan pada bagian inner pipe dan udara pada bagian annulus.

EVALUASI PERPINDAHAN PANAS

BAGIAN ANNULUS BAGIAN INNER PIPE

Gan = Mudara / aan = 4494,81 lb/[Link] Di = 1,38 in = 0,115 ft

NRe,annulus = Do = 1,66 in = 0,138 ft

= 7453,88 Gp = mCW / ap = 3829,17 lb/[Link]

Berdasarkan grafik di buku Kern hal 834, NRe,inner pipe =


didapatkan :

jH,an = 25 = 267,60

ho = Berdasarkan grafik di buku Kern hal 834,


didapatkan :

= 4,95 Btu/jam.ft2 oF jH,p = 2

hi =

= 10,56 Btu/jam.ft2 oF

hio = hi (Di / Do) = 8,77Btu/jam.ft2


o
F

Uc = = 3,17 Btu/jam.ft2 oF

C - 34
~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,001 jam.ft2 oF/Btu
( Treated Make-Up Cooling Tower Water )

UD,min = 3,16 Btu/jam.ft2 oF


Amin = = 13,56 ft2

Lmin = = 32 ft

~ Selanjutnya dilakukan standarisasi terhadap panjang pipa DPHE


yang akan digunakan :

Pembulatan
Panjang pipa Abaru ( ft2 ) Lbaru ( ft )
Jumlah Hairpin Jumlah
(ft/hairpin)
Hairpin
12 2.67 3 15.66 36
15 2.13 3 19.575 45
20 1.6 2.4 17.4 40

Panjang pipa UD,aktual Rd,aktual Overdesign (%)


(ft/hairpin)
12 2.73 0.052 4910.219056
15 2.19 0.142 14061.11897
20 2.46 0.091 8977.285685

~ Dipilih panjang pipa ekonomis sebesar 12 ft/hairpin karena memiliki


% overdesign yang terkecil

EVALUASI PRESSURE DROP

BAGIAN ANNULUS BAGIAN INNER PIPE

NRe,annulus = 7453,88 NRe,inner pipe =

fan = = 267,60

= 0,00974 fp =

C - 35
∆Fa = = 0,028738

= 0,92 ft ∆Fp =

v= = 0,000162 ft à g = 32,2 ft/s2

= 0.95 ft/s ∆Pp = ∆Fp ρ / 144 = 0,0001 psi

Karena ∆P maksmial untuk liquid adalah


∆FL =
10 psi, maka desain dapat diterima

= 0,05242 ft à g = 32,2 ft/s2

∆Pan = ( ∆Fa + ∆FL ) ρ / 144 = 0,008 psi

Karena ∆P maksmial untuk gas adalah 2 psi, maka desain dapat diterima

Karena dimensi DPHE 2 x 1 ¼ in IPS sudah standard dan tidak bisa diperkecil
lagi, maka desain ini dapat diterima walaupun overdesign nya > 15%

N-215 Agitator Tangki Propagasi


Ditetapkan :
Pengaduk bagian bawah : Rushton Turbine 6 blade
Pengaduk bagian atas : Marine Propeller 3 blade
Bahan Konstruksi Impeller : Stainless Steel ( SS ) - 304
Jumlah Baffle = 4
Kecepatan pengadukan = 30 rpm
Efisiensi motor ( η )= 90%
Dimensi Pengaduk :
Lebar Baffle ( J ) = (1/12) Dt = (1/12) x ( 4,29 . 0,3048 ) = 0,11 m
Diameter impeller ( Da ) = (1/2) Dt = (1/2) x ( 4,29 . 0,3048 ) = 0,65 m
Jarak Impeller ke Dasar ( C ) = (1/3) Dt = (1/3) x ( 4,29 . 0,3048 ) = 0,44 m
Jarak Antar Impeller = 1,5 Da = 0,98 m
Phyisical properties dari Larutan ( dihitung dengan HYSYS 7,2 ) :
μ = 1,05 cp = 0,00105 Pa.s
ρ = 1240,99 kg/m3
Menghitung Kebutuhan Power Supply
N = 30 rev/min
= 0,5 rev/s
NRe’ = =

C - 36
= 253782,14,89
Untuk menghitung kebutuhan power supply ( P ), konstanta power number
harus dihitung terlebih dahulu menurut grafik dibawah ini :

( Geankoplis, 2003 )
Didapatkan :
NP,impeller bawah = 5 ( kurva 1 )
Np,impeller atas = 0,82 ( kurva 4 )
Np,total = 5 + 0,82 = 5,82
P ( kW ) = Np,total . ρ N3 Da5 / 1000
= 0,108 kW
Pdesain = P / η = 0,120 kW

R-220 Reaktor Fermentasi


Fungsi: Sebagai reaktor utama untuk menghasilkan ethanol.
1.) Menghitung Waktu Tinggal Reaktor
Aspek utama yang harus diperhatikan dalam mendesain reactor batch adalah waktu tinggal
( residence time ) menurut persamaan dasar sebagai berikut :

( Levenspiel, 1999 )
Reaksi utama yang terjadi :
C6H12O6 à 2 C2H5OH + 2 CO2

Misalkan indeks “P” adalah senyawa ethanol ( C2H5OH ) yang terbentuk ,


dan rp adalah rate pembentukan ethanol ( ), maka persamaan akan berubah menjadi :

C - 37
Karena qp dan Xf bernilai konstan, maka integrasi dapat dilakukan secara analitik :

Dari neraca massa, didapatkan data – data berikut :


Po = 0 gr/liter
Pf = 65,3 gr/liter
qp = 0,43 jam-1
Xf = 2,12 gr/liter
Sehingga,
tresidence = 72 jam

Menghitung Dimensi Reaktor


Ditetapkan :
Poperasi = 1 bar
Toperasi = 86oF
Pdesign = 2,87 x Poperasi = 2,87 bar = 41,68 psi
Tdesign = +20% Toperasi = 103,2oF
Volume Liquid = 75% Volume Reaktor
Bahan Konstruksi Reaktor : SA – 240 Grade M Type 316 ( Stainless Steel 316 )
fallowable = 18750 psig
Faktor korosi ( C ) = 0,6
Jenis pengelasan : Double Welded Butt Joint
Efisiensi pengelasan ( E ) = 0,8
Jenis Tutup Atas : Elliptical
Jenis Tutup Bawah : Conical
Dari Neraca Massa, didapatkan data :
minlet = 23128,17 kg/jam
tpengisian = 1 jam
ρlarutan = 1230,82 kg/m3
Vliquid = ( minlet . tpengisian ) / ρlarutan= 18,79 m3 = 663,56 ft3

Ls / Dt = 4 : 1 ( Jagani, 2010 )
α = 120o

C - 38
Dimensi Tutup Atas ( Elliptical )
Rasio a / b = 2
a ( radius of dish ) = ½ Dt = 3,21 ft
b ( tinggi tutup atas ) = 2,13 / 2 = 1,60 ft
V = 1/6 ( 2+ (a/b)2 ) = 1

Tebal tutup atas distandarkan menurut ASME code, sehingga :


ta,standard = ¾ in
straight flange = 4 in
Dimensi Tutup Bawah ( Conical )

Tebal tutup bawah distandarkan menurut ASME code, sehingga :


tb,standard = 7/16 in
Dimensi Silinder
Ls = 4 x Dt = 25,67 ft

Tebal silinder distandarkan menurut ASME code, sehingga :


ts,standard = 3/16 in
Dimensi Nozzle
qfm = 580,84 / 60 = 11,06 ft3/min
ρ = 76,84 lb/ft3
μ = 1,041 cp
Asumsi bahwa nilai Di = 1 in

Diameter nozzle optimum ( Di,opt ) dapat ditentukan dengan grafik dibawah ini :

C - 39
( Timmerhaus, 1991 )
Dengan menarik garis lurus dari qfm ke ρ, didapatkan :
Di,optimum = 3,45 inch
Diameter optimum distandarkan menurut ASTM A 181 menjadi :
Di,opt,standard = 3 ½ inch ( Nominal Size )
( Brownell & Young, 1959 )

L.221 Pompa Produk Tangki Propagasi


Fungsi : Memompa larutan produk reaktor propagasi ke reaktor fermentasi
Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 40 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 21.76 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 166569.60 kg/hari
= 15300.81 lb/j = 4.25 lb/s
Viskositas = 1.04 cp = 0.00070 lb.s/ft
Densitas = 1221.239 kg/m3= 76.24 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.056 ft3/s = 200.69 ft3/jam = 5.68 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 18 psia (Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)

C - 40
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal =
3.9 q0.45 . ρ0,13
size

=
1.87 in ~ 2 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 2 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 2 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 2.375 in = 0.198 ft
ID = 2.067 in = 0.172 ft
Flow area A = 3.356 in2 = 0.023 ft2
Wall Thicknes = 0.154 in

Tinggi tangki prop= 19.48 ft 5.94 m


H liquida tangki = 14.54 ft 4.43 m
Tinggi tangki ferm= 29.13 ft 8.88 m
total panjang pip = 150 ft 45.72 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki propagasi
- Pipa outlet berada pada bagian atas tangki fermentasi
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.095 [Link]/lbm
v2 = 2.39 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.089 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft

C - 41
maka z2 = 14.59 ft
z2.g/gc = 14.59 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.049 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagi = 100 ft
NRe = ρ D v = 75.98 x 0.172 x 2.17
μ 0.0007
= 45001.65 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m


= 0.00015 ft
e/ D = 0.0009
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0062
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0062 x 0.073 x 100
0.172
= 1.28 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.049 + 1.280
= 1.329 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 50 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0062 x 0.073 x 50
0.172
= 0.640 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)

C - 42
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.200 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 0.533 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.200 + 0.533 + 0.640
= 1.37 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa= Fs + Fd


= 1.329 + 1.374
= 2.70 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 17.43
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 20.51 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 16.75 x 3.85
550
= 0.16 Hp = 0.118 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 17.43 ft
g = 5.313 m

N-222 Agitator Tangki Fermentasi


Ditetapkan :
Pengaduk bagian bawah : Rushton Turbine 6 blade
Pengaduk bagian atas : Marine Propeller 3 blade
Bahan Konstruksi Impeller : Stainless Steel ( SS ) - 304
Jumlah Baffle = 4
Kecepatan pengadukan = 15 rpm
Efisiensi motor ( η )= 90%

C - 43
Dimensi Pengaduk :
Lebar Baffle ( J ) = (1/12) Dt = (1/12) x ( 6,42 . 0,3048 ) = 0,16 m
Diameter impeller ( Da ) = (1/2) Dt = (1/2) x ( 6,42 . 0,3048 ) = 0,98 m
Jarak Impeller ke Dasar ( C ) = (1/3) Dt = (1/3) x ( 6,42 . 0,3048 ) = 0,65 m
Jarak Antar Impeller = 1,5 Da = 1,47 m
( Geankoplis, 2003 )
Phyisical properties dari Larutan ( dihitung dengan HYSYS 7,2 ) :
μ = 1,04 cp = 0,00104 Pa.s
ρ = 1230,82 kg/m3
Menghitung Kebutuhan Power Supply
N = 15 rev/min
= 0,25 rev/s
NRe’ = = = 282765,30

Untuk menghitung kebutuhan power supply ( P ), konstanta power number


harus dihitung terlebih dahulu menurut grafik dibawah ini :

Didapatkan :
NP,impeller bawah = 5 ( kurva 1 )
Np,impeller atas = 0,82 ( kurva 4 )
Np,total = 5 + 0,82 = 5,82
P ( kW ) = Np,total . ρ N3 Da5 / 1000
= 0,10 kW
Pdesain = P / η = 0,11 kW

F-230. Tangki Umpan Decanter


Fungsi : Menampung larutan hasil dari tangki fermentasi

Kondisi operasi :
P 1 bar = 14.5 psi
T 32 oC = 89.6 oF
1. Volume tangki

C - 44
ρ larutan = 1158.84 kg/m3 = 72.35 lbm/ft3
rate massa = 2198.47 kg/jam = 4846.747 lbm/jam
rate volume = 1.897 m3/jam = 0.0186 ft3/s
waktu tingga = 60 menit = 1 jam
Vliquid = (waktu tinggal x rate = 1.897 m3

asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 20 %


2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 1.5
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk dished head
maka V t :
= Vliquid x (100/80)
= 2.37141 m3 83.74
= ft3
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsikan Ls = 1.5 D
83.74 = 1.3475 D3
D = 3.96 ft 47.53 in 1.207 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume lVol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
84 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida
84 = 5.3 + 12.32 Hliquida
Hliquida = 6.37 ft = 1.9422 m
= 76.46 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi = 15 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 3.2 psi + 14.5 psi
= 17.70 psia
Pdesign = 1.05 x Ptotal
Pdesign = 18.59 psi
= 1.28 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel

C - 45
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)

ts = Pd x Do + c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
= 0.1544591 in
Tebal shell standa = 0.1875 in ( (Tabel 5.7, Brownell)
Tinggi silinder (H = 1.5 x OD
= 72 in 5.9883677 ft
OD = ID + 2ts
= 47.9 in 3.99 ft
ID = OD - 2ts
= 47.53 in 4.0 ft

b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 47.5 in
tha = 0.885 x Pd x rc + c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.1771 in
≈ 3/16 in
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 3/16 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 1.50 in
Crown radius, r = 48 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius (icr) = 3 in (Tabel 5.7, Brownell)
AB = ID - icr
2
= 22.27 in
BC = r - icr

C - 46
= 45.00 in
b = r- ( BC2 - AB2 )0,5
= 8.89 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= t + b + sf
= 10.582 in = 0.8818 ft

Tinggi total tangki = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 93.02 in
= 7.75 ft = 2.3628 m

L-231 Pompa Produk Fermentor

Fungsi : Mengalirkan fluida dari tangki fermentasi ke tangki umpan decanter


Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 32 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 22 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 527963.28 kg/hari
= 48497.83 lb/jam = 13.47 lb/s
Viskositas = 1.491 cp = 0.00100 lb.s/ft
Densitas = 1158.84 kg/m3 = 72.35 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.186 ft3/s = 670.36 ft3/jam = 18.98 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 18.13 psia (Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal size = 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 3.19 in ~ 3 1/2 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 1/2 in sch 40 ASME/A
OD = 4 in = 0.333 ft

C - 47
ID = 3.548 in = 0.296 ft
Flow area A = 9.89 in2 = 0.069 ft2
Wall Thicknes = 0.226 in

Tinggi tangki fermentasi ( 1 ) = 29.13 ft = 8.88 m


H liquida tangki fermentasi = 21.75 ft = 6.63 m
Tinggi tangki umpan rotary vacuum filter ( = 7.75 ft = 2.36 m
total panjang pipa tangki digunakan = 600 ft = 182.88 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki fermentasi
- Pipa outlet berada pada bagian atas tangki umpan RVF
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.100 [Link]/lbm
v2 = 2.71 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.114 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 14.00 ft
z2.g/gc = 14.00 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc

C - 48
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.063 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagi = 100 ft
NRe = ρ D v = 72.07 x 0.296 x 2.47
μ 0.001
= 57939.06 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m


= 0.00015 ft
e/ D = 0.0005
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0052 x 0.094 x 100
0.296
= 0.804 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.063 + 0.804
= 0.866 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 500 ft
Fpd = 4f v L
2

2 gcD
= 4 x 0.0052 x 0.094 x 500
0.296
= 4.018 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.257 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 0.685 ft lbf/lbm
2 gc

C - 49
3. Friksi bagian discharge :
Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.257 + 0.685 + 4.018
= 4.961 ft lbf/lbm

4. Friksi = Fs + Fd
= 0.866 + 4.961
= 5.827 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 19.98
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisie
= 23.51 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 13.66 x 12.2
550
= 0.576 Hp = 0.429 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 19.98 ft
g = 6.091 m

H-310. DECANTER CENTRIFUGE


Fungsi : Untuk memisahkan solid dari larutan ethanol hasil fermentasi.
Tipe : Helical Conveyor
P = 14.7 psia
T = 32 o
C = 89.6 oF

Kapasitas = 6400 kg/jam


ρ campuran = 1.089 kg/liter = 804.70 kg/m3
= 50.235665 lb/ft3
Volume campuran = 7.9532745 m3/jam
= 280.85398 ft3/jam
1. Spesifikasi dan Daya centrifuge decanter
Light phase (Filtrat)
Rate = 19228 kg/jam
ρlight = 1122.17 kg/m3 = 70.057 lb/ft3

C - 50
µlight = 0.85802 cP = 0.0009 kg/m.s
Volumetr = 17135 liter/jam 68.54 gal/min
Heavy phase (Cake)
Rate = 3328.3 kg/jam 3.3283 ton/hr
ρheavy = 1621.57 kg/m3 = 101.23 lb/ft3
µheavy = 7.61753 cP = 0.0076 kg/m.s
Volumetr = 2052.53 liter/jam
Berdasarkan data dan spesifikasi dari tabel 18-12 (Perry,1999) hal 18121digunakan
dspesifikasi ecanter centrifuge sebagai berikut :
Tipe = Helical Conveyor
Bowl Diameter (Db) = 24 in
Kecepatan Motor (n) = 300 rpm
Daya Motor = 125 hp
G force = = 30.48

Digunakan ratio Diameter Bowl (Db) terhadap Diameter Weir (Dw) sebesar 5:3
Db = 24(𝑛^2in𝑥 = 0.6096 m
Dw = 14.4 in
𝐷𝑏)/1800 = 0.36576 m

Cone Angle (α) = 8°


Lcylinder = 1.8288 m diameter([Link])

2. Menghitung Volume Suspension (Vs)


Volume Cylinder (Vcyl) =

= 0.341 m3
Volume Conical (Vcn) = �/4 ( 〖𝐷𝑏〗 ^2− 〖𝐷
𝑤〗 ^2 )𝐿𝑐𝑦�

= (�/8 (𝐷𝑏−𝐷𝑤))/𝑡𝑎𝑛𝛼((
0.074 m3 〖𝐷𝑏〗 ^2+𝐷𝑏.𝐷𝑤+ 〖𝐷
𝑤〗 ^2)/3− 〖𝐷𝑤〗 ^2)
Volume Susp = Vcyl + Vcn
= 0.416 m3
3. Menghitung Waktu Tinggal (Tr)
Waktu tinggal (Tr =

= 71.734 detik
= 1.196 menit
(3600×𝑉�)/
4. Menghitung Clarification
� Area
Clarification Area (Σ) =

= 106.698 m2
(�𝑛^2 〖𝐷𝑏〗
^2 𝐿)/1800

C - 51
(�𝑛^2 〖𝐷𝑏〗
^2 𝐿)/1800
L-311 Pompa Umpan Decanter Centrifuge

Fungsi : Memompa slurry dari tangki umpan decanter ke decanter centrifuge


Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 32 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 29 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 527952.00 kg/hari
= 48496.79 lb/jam = 13.47 lb/s
Viskositas = 1.491 cp = 0.00100 lb.s/ft
Densitas = 1159 kg/m3 = 72.35 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.186 ft3/s = 670.34 ft3/jam = 18.98 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 21.75 psia(Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia(Brownel hal 337)
Sch = 1.16 ~ 40
Di,opt,nominal size = 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 3.19 in ~ 3 1/2 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 1/2 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 4 in = 0.333 ft
ID = 3.548 in = 0.296 ft
Flow area A = 9.89 in2 = 0.069 ft2
Wall Thicknes = 0.226 in

Tinggi tangki umpan Decanter ( 1 = 7.75 ft 2.36 m

C - 52
H liquida tangki umpan Decanter = 6.37 ft 1.94 m
Tinggi nozzle Decanter ( 2 ) = 10.37 ft 3.16 m
total panjang pipa tangki digunak = 250 ft 76.20 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada bagian bawah tangki fermentasi
- Nozzle Decanter berada 4 ft diatas level liquid pada tangki umpan Decanter
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.200 [Link]/lbm
v2 = 2.71 ft/s
(v2)2/2gc = 0.114 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 4.00 ft
z2.g/gc = 4.00 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.063 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagian suction diperkirakan = 100 ft
NRe = ρ D v = 72.07 x 0.296 x 2.47
μ 0.001
= 57937.82 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m

C - 53
= 0.00015 ft
e/ D = 0.0005
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0052
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0052 x 0.094 x 100
0.296
= 0.804 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.063 + 0.804
= 0.866 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 150 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0052 x 0.094 x 150
0.296
= 1.205 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.257 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 0.685 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.257 + 0.685 + 1.205
= 2.148 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa= Fs + Fd


= 0.866 + 2.148
= 3.014 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

C - 54
-Ws = 7.27
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 8.56 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 7.99 x 12.2
550
= 0.210 Hp = 0.156 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 7.27 ft = 2.216 m
g

L-312 Pompa Umpan Tangki Destilasi

Fungsi : Memompa filtrat dari decanter ke tangki umpan distilasi


Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 32 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 21.76 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 448323.84 kg/hari
= 41182.28 lb/jam = 11.44 lb/s
Viskositas = 0.616 cp = 0.00041 lb.s/ft
Densitas = 1079.50 kg/m3 = 67.39 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.170 ft3/s = 611.07 ft3/jam = 17.30 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi Aliran Turbulen
Ps = 18.13 psia (Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal size = 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 3.04 in ~ 3 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40

C - 55
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 3.5 in = 0.292 ft
ID = 3.068 in = 0.256 ft
Flow area A = 7.39 in2 = 0.051 ft2
Wall Thicknes = 0.216 in

Tinggi decanter ( 1 ) = 2.00 ft 0.61 m


Tinggi Nozzle outlet pada decante = 10.37 ft 3.16 m
Tinggi tangki umpan distilasi ( 2 ) = 16.09 ft 4.90 m
total panjang pipa tangki digunak = 650 ft 198.12 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada nozzle outlet decanter
- Pipa outlet berada diatas tangki umpan distilasi
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.108 [Link]/lbm
v2 = 3.31 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.170 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 5.72 ft
z2.g/gc = 5.72 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")

C - 56
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.094 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagian suction diperkirakan = 100 ft
NRe = ρ D v = 67.19 x 0.256 x 3.01
μ 0.00041
= 137838.19 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m


= 0.00015 ft
e/ D = 0.0006
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0049
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0049 x 0.141 x 100
0.256
= 1.303 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.094 + 1.303
= 1.397 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 550 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0049 x 0.141 x 550
0.256
= 7.169 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.383 ft lbf/lbm
2 gc

C - 57
hf (valve) = kf v2 = 1.020 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.383 + 1.020 + 7.169
= 8.571 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa= Fs + Fd


= 1.397 + 8.571
= 9.968 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 0.454
-Ws = 15.88
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 18.68 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 8.21 x 10.39
550
= 0.389 Hp = 0.290 kW (CHECKED)
Horse Power stan = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 15.88 ft
g = 4.840 m

F-320. TANGKI UMPAN DISTILASI


Fungsi : Menampung filtrat decanter

Kondisi operasi :
P = 1 bar = 14.5 psi
T = 32 C
o
= 89.6 oF

1. Volume tangki
ρ larutan = 1079.5 kg/m3 = 67.393 lbm/ft3
rate massa = 18680.1631 kg/jam = 41182.288 lbm/jam
rate volume = 17.305 m3/jam = 0.170 ft3/s
waktu tingga = 60 menit = 1 jam
Vliquid = (waktu isi x rate) = 17.305 m3

C - 58
asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 20 %
2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 1.5
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk dished head
maka V tangki :
= Vliquid x (100/80)
= 21.6306 m3 763.84288
= ft3
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsikan Ls = 1.5 D
763.84 = 1.3475 D3
D = 8.28 ft 99.31 in 2.5226 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume liquida = Vol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
763.84 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida
763.84 = 48.013 + 53.77 Hliquida
Hliquida = 13.31 ft = 4.0579337 m
= 159.76 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi = 15 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 6.2 psi + 14.5 psi
= 20.73 psia
Pdesign = 1.05 x Ptotal
Pdesign = 21.77 psi
1.50 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)

C - 59
ts = Pd x Do + c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
= 0.19709 in
Tebal shell standa = 1/4 in (Tabel 5.7, Brownell)
Tinggi silinder (H = 1.5 x OD
= 150 in 12.477 ft
OD = Di + 2ts
= 99.8 in 8.32 ft
ID = OD - 2ts
= 99.31 in 8.3 ft

b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 99.3 in
tha = 0.885 x Pd x rc + c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.2526 in
≈ 5/16 in
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 5/16 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 2.25 in
Crown rad= 96 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius
= 6 1/8
(icr) in
AB = ID - icr
2
= 46.59 in
BC = r - icr
= 89.88 in
b = r ( BC - AB2 )0,5
2

= 19.15 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= t + b + sf

C - 60
= 21.709 in = 1.8091 ft

Tinggi total tangki = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 193.14 in
= 16.09 ft = 4.9056772 m

L-321 Pompa Feed Kolom Distilasi

Fungsi: Memompa feed dari tangki umpan distilasi ke kolom distilasi


Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :
Suhu = 32 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 25.52 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 448320.00 kg/hari
= 41181.93 lb/jam = 11.44 lb/s
Viskositas = 0.616 cp = 0.00041 lb.s/ft
Densitas = 1079.50 kg/m3 = 67.39 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.170 ft3/s = 611.07 ft3/jam = 17.30 m3/jam
Schedule number = Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa SA-213 Grade TP304 AsumsiAliran Turbulen
Ps = 20.01 psia(Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia(Brownel hal 337)
Sch = 1.07 ~ 40
Di,opt,nominal size = 3.9 q0.45 . ρ0,13
= 3.04 in ~ 3 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40
dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa standar 3 in sch 40 ASME/ANSI B36
OD = 3.5 in = 0.292 ft
ID = 3.068 in = 0.256 ft
Flow area A = 7.39 in2 = 0.051 ft2
Wall Thicknes = 0.216 in

C - 61
Tinggi Tangki Umpan Distilasi ( 1 ) = 16.09 ft 4.90 m
H liquida Tangki Umpan Distilasi = 13.31 ft 4.06 m
Tinggi nozzle pada Heat Exchanger ( 2 = 43.31 ft 13.20 m
total panjang pipa tangki digunakan = 800 ft 243.84 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada nozzle outlet decanter
- Nozzle Heat Exchanger berada 30ft diatas liquid level pada tangki umpan distilasi
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

Perhitungan :
v1 = 0 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 0 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.164 [Link]/lbm
v2 = 3.31 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.170 [Link]/lbm
z1 sebagai acuan = 0 ft
maka z2 = 30.00 ft
z2.g/gc = 30.00 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1) A1 = >>>>>>
Kc = 0.55
hc = 0.094 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagi = ### ft

C - 62
NRe = ρDv = 67.19 x 0.256 x 3.01
μ 0.00041
= 137837.00 Turbulen

e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m


= 0.00015 ft
e/ D = 0.0006
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0049
Fps = 4f v2 L
2 gcD
= 4 x 0.0049 x 0.141 x 100
0.256
= 1.303 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.094 + 1.303
= 1.397 ft lbf/ lbm

B. Friksi di bagian discharge


1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bagian discharge diperkira = 700 ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0049 x 0.141 x 700
0.256
= 9.123 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting dan valve (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.383 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf v2 = 1.020 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.383 + 1.020 + 9.123
= 10.526 ft lbf/lbm

4. Friksi tota = Fs + Fd
= 1.397 + 10.526

C - 63
= 11.923 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 42.17
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 49.61 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 47.28 x 10.39
550
= 1.032 Hp = 0.769 kW (CHECKED)
Horse Power standard = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pompa : ([Link])
Ws x gc = 42.17 ft
g = 12.854 m

D.330 Sieve Tray Distillation Column


Fungsi : Meningkatkan kemurnian ethanol 48%

Kondisi Operasi :
P Operasi = 1 Atm
= 15 psia
T Bottom = 100.180 °C
= 373.330 K
T Top = 78 °C
= 351.06 K
T Operasi = 89 °C
= 362.21 K

Feed dan Refluks dalam keadaan liquid jenuh


Neraca Massa :
Feed :
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol
C2H5OH 46 1165.764 25.34 0.029577
H2 O 18 14966.815 831.49 0.970400
Antifoam 932 18.389 0.02 0.000023
CH3COOH 60 0.000 0.00 0.000000
Propanol 60 0.000 0.00 0.000000
Amyl Alkohol 88 0.000 0.00 0.000000

C - 64
Acetaldehyde 44 0.000 0.00 0.000000
C3 H 8 O 3 92 0.000 0.00 0.000000
total 16150.967 856.85 1.000000

Distilat :
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol
C2H5OH 46 1107.48 24.08 0.265750
H2 O 18 1197.35 66.52 0.734250
Antifoam 932 0.00 0.00 0.000000
CH3COOH 60 0.00 0.00 0.000000
Propanol 60 0.00 0.00 0.000000
Amyl Alkohol 88 0.00 0.00 0.000000
Acetaldehyde 44 0.04 0.00 0.000000
C3 H 8 O 3 92 0.00 0.00 0.000000
total 2304.86 90.59 1.000000

Bottom :
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol
C2H5OH 46 58.29 1.267 0.0017
H2 O 18 13769.47 764.97 0.9983
Antifoam 932 19.02 0.02 0.0000
CH3COOH 60 0.03 0.001 0.0000
Propanol 60 0.00 0.000 0.0000
Amyl Alkohol 88 0.06 0.001 0.0000
Acetaldehyde 44 0.00 0.000 0.0000
C3 H 8 O 3 92 0.00 0.000 0.0000
total 13846.88 766.259 1.000

Perhitungan Berat Molekul Campuran


A. Bagian Enriching Atas
1. Berat Molekul Liquida
Komponen massa (kg) fraksi massa BM [Link]
C2H5OH 1107.48 0.48 46 22.1028
H2 O 1197.35 0.52 18 9.35076
Antifoam 0.00 0.00 932 0
CH3COOH 0.00 0.00 60 0
Propanol 0.00 0.00 60 6E-08
Amyl Alkohol 0.00 0.00 88 6E-08
Acetaldehyde 0.04 0.00 44 0
C3 H 8 O 3 0.00 0.00 92 0
Total 2304.86 1.00 31.45

C - 65
BM Liquid 31.45

2. Berat Molekul Uap


Komponen yi mass fraksi mass Kgmol BM [Link]
C2H5OH 0.003 1107.48 0.48 0.294 46 0.15
H2 O 0.997 1197.35 0.52 90.305 18 17.94
Antifoam 0.000 0.00 0.00 0.000 932 0.00
CH3COOH 0.000 0.00 0.00 0.000 60 0.00
Propanol 0.000 0.00 0.00 0.002 60 0.00
Amyl Alkohol 0.000 0.00 0.00 0.000 88 0.00
Acetaldehyde 0.009 0.04 0.00 0.780 44 0.38
C3 H 8 O 3 0.000 0.00 0.00 0.000 92 0.00
Total 1.009 2304.863 1.000 91.381 18.47
BM uap 18.47

B. Bagian Enriching Bawah


1. Berat Molekul Liquid
komponen massa (kg) fraksi massa BM [Link]
C2H5OH 1165.764 0.07 46 3.320
H2 O 14966.815 0.93 18 16.680
Antifoam 18.389 0.00 932 1.061
CH3COOH 0.000 0.00 60 0.000
Propanol 0.000 0.00 60 0.000
Amyl Alkohol 0.000 0.00 88 0.000
Acetaldehyde 0.000 0.00 44 0.000
C3 H 8 O 3 0.000 0.00 92 0.000
total 16150.97 1.00 21.06
BM Liquid 21.06

2. Berat Molekul Uap


Fraksi
komponen fraksi mol kmol BM massa [Link]
massa
C2H5OH 0.030 25.343 46 1165.76376 0.072 3.320
H2 O 0.970 831.490 18 14966.8145 0.927 16.680
Antifoam 0.000 0.020 932 18.3887263 0.001 1.061
CH3COOH 0.000 0.000 60 2.3766E-05 0.000 0.000
Propanol 0.000 0.000 60 3.0887E-05 0.000 0.000
Amyl Alkohol 0.000 0.000 88 8.8033E-06 0.000 0.000
Acetaldehyde 0.000 0.000 44 1.5051E-05 0.000 0.000
C3 H 8 O 3 0.000 0.000 92 0.00010435 0.000 0.000
total 1.000 856.852 16150.967 1.000 21.062
BM Uap 21.062

C - 66
C. Bagian Exhausting Atas
1. Berat Molekul Liquida
BM Liq = 21.06 kg/kgmol
BM Uap = 21.06 kg/kgmol

D. Bagian Exhausting Bawah


1. Berat Molekul Liquida
komponen massa (kg) fraksi massa BM [Link]
C2H5OH 58.29 0.00 46 0.19
H2 O 13769.47 0.99 18 17.90
Antifoam 19.02 0.00 932 1.28
CH3COOH 0.03 0.00 60 0.00
Propanol 0.00 0.00 60 0.00
Amyl Alkohol 0.06 0.00 88 0.00
Acetaldehyde 0.00 0.00 44 0.00
C3 H 8 O 3 0.00 0.00 92 0.00
total 13846.9 1.0 19.37
BM Liquid 19.37

2. Berat Molekul Uap


fraksi
komponen fraksi mol kmol BM massa [Link]
massa
C2H5OH 0.00 0.642 46 29.53 0.00234 0.1
H2 O 1.00 766.461 18 12580.95 0.99676 17.9
Antifoam 0.00 0.004 932 4.19 0.00033 0.3
CH3COOH 0.00 0.057 60 3.41 0.00027 0.0
Propanol 0.00 0.054 60 3.25 0.00026 0.0
Amyl Alkohol 0.00 0.005 88 0.46 0.00004 0.0
Acetaldehyde 0.00 0.000 44 0.00 0.00000 0.0
C3 H 8 O 3 0.00 0.000 92 0.01 0.00000 0.0
total 1.00 766.259 12621.80 1.00 18.39
BM Uap 18.39
Perhitungan Laju Alir Gas dan Liquid
L = Refluks x Distilat
= 774.585 kmol/jam

V = (Refluks + 1) x Distilat
= 865.18 kmol/jam

Feed Disti
Saturated Liquid
q = 1

C - 67
L' = q.F + L
= 1631.44 kmol/jam

V' =(q - 1).F + V


= 865.18 kmol/jam

Laju Alir Gas Laju Alir Liquida


Daerah
kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam
Enriching
Atas 865.1797098 15981.673 774.58498 24364.0637
Bawah 865.1797098 18222.117 774.58498 16314.0417
Exhausting
Atas 865.1797098 18222.117 1631.4371 34360.7655
Bawah 865.1797098 15913.636 1631.4371 31607.5335
Data - data :
Tekanan :
Top = 14.7 psia
Bottom = 14.7 psia
Suhu
Top = 172 °F
Bottom = 212 °F
Surface Tension
(σ)1/4 = Σ[Pi]((Perry,
ρ[Link].3-152
i
- ρv.)yi )

ρ gas = P x BM / (R x T)
= 0.6187 g/l
= 0.00062 g/cm3
= 0.00002938 mol/cm3

Fraksi
komponen Massa s.g. rho
Massa
C2H5OH 1107.48 0.480 0.797 0.383
H2 O 1197.35 0.519 0.99 0.5143
Antifoam 0.00 0.000 0 0
CH3COOH 0.00 0.000 1.052 7E-08
Propanol 0.00 0.000 0.804 9E-10
Amyl Alkohol 0.00 0.000 0.82 6E-10
Acetaldehyde 0.04 0.000 0.783 1E-05
C3 H 8 O 3 0.00 0.000 1.263 1E-33
total 2304.86 1.00 rho camp. 0.8973

ρ liquida = 0.897 kg/l


= 0.897 g/cm3

C - 68
= 0.049 mol/cm3

σmix = 57.95 dyne/cm (Hysis)

Fraksi
komponen Massa s.g. rho
Massa
C2H5OH 58.29 0.0042095 0.797 0.0034
H2 O 13769.47 0.9944095 0.99 0.9845
Antifoam 19.02 0.0013739 0 0
CH3COOH 0.03 2.502E-06 1.052 3E-06
Propanol 0.00 2.052E-09 0.804 2E-09
Amyl Alkohol 0.06 4.64E-06 0.82 4E-06
Acetaldehyde 0.00 2.521E-12 0.783 2E-12
C3 H 8 O 3 0.00 7.536E-09 1.263 1E-08
total 13846.88 1.00 rho camp. 0.9878

ρ liquida
Top = 0.899 g/cm3
= 56.10 lb/ft3

Bottom = 1.101 g/cm3


= 68.701 lb/ft3
ρ gas
Top = 0.00062 g/cm3
= 0.039 lb/ft3

Bottom = 0.00059 g/cm3


= 0.037 lb/cm3

Desain Diameter dan Tinggi Kolom Distilasi


P = 1 atm
T = 192.3 o
F
rl = 62.40 lbm/ft3
rV = 0.038 lbm/ft3
σmix = 57.95 dyn/cm
Beban Liquid = 31608 kg/jam = 148.59 gal/min
Beban Uap = 15914 kg/jam = 124.68 cuft/s
Jumlah Plate = 11 plate

1) Konversi Laju Alir


V = 125 cfs
Q = 148.59gpm

C - 69
2) Densitas Uap Densitas Liquid
ρ uap = 0.038 lb/ft3 ρliquid = 62.40 lb/ft3

Merancang Diameter Kolom


1) Menetapkan laju alir maksimum dan minimum
Qmax =1.3 x Q 193.17 gpm
Qmin =0.7 x Q 104.01 gpm
Vmax =1.3 x V 162.08 cfs
Vmin = 0.7 x V = 87.28 cfs
2) Menetapkan Tray Spacing
T = 25.621 inch Baca Grafik 8-90
e = 0.05 Vc = 7.2 fps
σ = 57.95
3) Menghitung Diameter Kolom
Dt = = 4.6956 ft = 5.00 ft (Dibulatkan keatas)
= 60 in
√(4/� (𝑣/𝑣_𝑐 ) )
At = = 20 ft = 19.63 ft

1/4 �𝐷𝑡^2
Merancang LayOut Tray
1) Type LayOut Tray
Dt = 5.00 ft Baca Grafik 8.63
Q = 148.59 gpm Tipe CrossFlow
2) Menghitung Tinggi Liquid Di Atas Weir
Fw =1 (Untuk SieveTray) hw = 2 Inch
hl =hw+how
how = 2 ≤ hl ≤ 4
0.092 𝑥 𝐹𝑤 𝑥 (�/�𝑤)^(2/3)

L/D 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.668


L, ft 3 3.25 3.5 3.75 4 3.34
Syarat lw, ft 3 3.25 3.5 3.75 4 3.34
how max, in 1.478 1.401 1.334 1.274 1.22 1.376
how min, in 0.978 0.927 0.883 0.843 0.807 0.911
4 in > hl max, in 3.478 3.401 3.334 3.274 3.22 3.376
2 in < hl min, in 2.978 2.927 2.883 2.843 2.807 2.911

3) Menghitung Ukuran Daerah Downcomer


hw - hc = 0.25 s.d. 0.5 (dipilih 0.25 )
hc = 1.8

𝐴𝑑𝑐=ℎ𝑐/12 �𝑤 ℎ𝑑=0.03 (�𝑚𝑎𝑥/(100 𝐴𝑑𝑐))^2


𝐴𝑐=𝐴𝑡−2 𝐴𝑑

C - 70
𝐴𝑑𝑐=ℎ𝑐/12 �𝑤 𝐴𝑐=𝐴𝑡−2 𝐴𝑑

Ad/At 0.052 0.0681 0.0873 0.1122 0.1424 0.075


Ad, ft2 1.021 1.337 1.714 2.203 2.796 1.463
Syarat
Ac, ft2 17.59 16.961 16.207 15.229 14.043 16.71
Adc, ft2 0.438 0.474 0.51 0.547 0.583 0.487
1 in > hd, in 0.585 0.498 0.43 0.374 0.329 0.472

4) Menghitung Luasan Untuk Daerah Uap (Ac) dan Daerah Aktif (Aa)
Wdl = 2 inch Hdt 6
We = 1 inch
𝑥=𝐷/2−(𝐻+𝑊𝑑�)/12

𝑟=𝐷/2−𝑊𝑒/12
𝐴𝑎=2(𝑥√((𝑟^2−𝑥^2 ) )+𝑟^2 arcsin 〖𝑥 /𝑟 〗 )
L/D 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.668
H/D 0.1 0.12 0.1425 0.1695 0.2 0.1277
H, ft 0.5 0.6 0.713 0.848 1 0.639
x, ft 1.833 1.733 1.621 1.486 1.333 1.695
Saran r, ft 2.417 2.417 2.417 2.417 2.417 2.417
2.887 2.919 2.905 2.832 2.687 2.92
𝑥(𝑟^2−𝑥^2 )^0.5 0.861 0.8 0.735 0.662 0.584 0.777
𝑎𝑟𝑐�𝑖𝑛(𝑥/𝑟) 5.03 4.671 4.293 3.867 3.413 4.539
Aa, 𝑎𝑟𝑐�𝑖𝑛(𝑥/𝑟)
𝑟^2 ft2 15.833 15.18 14.398 13.398 12.2 14.918
60 - 80% 80.634 77.313 73.326 68.237 62.14 75.977
𝐴𝑎/𝐴𝑡 𝑥 100%
5) Dipilih untuk L/D = 0.8 dan lubang disusun segitiga sama sisi

𝐴�/𝐴𝑎=0.9065/𝑛^2
n 2.5 3 3.5 4
Ao, ft 1.77 1.229 0.903 0.691

Satisfactory Design
1) Pressure Drop Tray (ht)

ℎ�=12(𝜌𝑣/𝜌�)1.14((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴�)^2/2𝑔𝑐)(0.4(1.25−𝐴�/𝐴𝑐)+(1−𝐴�/𝐴𝑐)^2 )

ℎ𝑟=0.5(𝜌ℎ2�/𝜌�𝑖𝑞𝑢𝑖𝑑)
ℎ𝑡=ℎ�+ℎ𝑟+ℎ𝑤+ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥
n 2.5 3 3.5 4
hp, in 1.359 2.979 5.688 9.916
hr, in 0.5 0.5 0.5 0.5
ht, in 5.235 6.813 9.521 13.749

C - 71
2) Tinggi Liquid dalam downcomer (Hd) dan Jarak Lemparan (tw)
657.539 ft
𝐻𝑑=ℎ𝑤+ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥+ℎ𝑡+ℎ𝑑
𝐻𝑑/𝐻𝑑𝑓=𝐻𝑑/(𝑇+ℎ𝑤)

𝑡𝑤/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . ℎ𝑓)^0.5)/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . (𝑇+ℎ𝑤−𝐻𝑑)^0.5)/𝐻≤0.6


n 2.5 3 3.5 4
Hd, in 9.04 10.576 13.284 17.512
Syarat Hdf, in 27.62 27.621 27.621 27.621
Hd/Hdf 0.327 0.383 0.481 0.634
tw, in 4.745 4.405 4.04 3.39
0.6 ≥ tw/H 0.619 0.515 0.472 0.397

3) Faktor Weeping (hpw)

ℎ�𝑚=12(𝜌𝑣/𝜌�)1.14((𝑉𝑚𝑖𝑛/𝐴�)^2/2𝑔𝑐)(0.4(1.25−𝐴�/𝐴𝑐)+(1−𝐴�/𝐴𝑐)^2 )= Inch
0.822

0.364 inch ≤ 0.822 Inch Memenuhi


ℎ�𝑤=0.2+0.05 𝑥 ℎ�𝑚𝑎𝑥=
4) Flooding (Uvn)

L = 31608 kg/jam 69695 lb/jam


𝑥 2.205�𝑏/1𝑘𝑔 =

V = 15914 kg/jam 35090 lb/jam


𝑥 2.205�𝑏/1𝑘𝑔 =

Baca Grafik 13.21,


0.049
𝑆𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑥=𝐿/𝑉 (𝜌𝑣/𝜌�)^0.5=
0.36 Uvn* = 14.61
𝑆𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑦=𝑈𝑣𝑛∗(𝜌𝑣/(𝜌�−𝜌𝑣))^0.5=

18.075
𝑈𝑣𝑛=𝑈𝑣𝑛∗(𝜎/20)^0.2=

𝑈𝑓=𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐= 9.213
51 % ≤ 85 % Memenuhi
𝑈𝑓/𝑈𝑣𝑛 𝑥100%=

5) Entrainment ( e )

𝑒=0.22(73/𝜎) ((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐)/𝑇𝑒)^3.2=0.22(73/𝜎) ((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐)/(𝑇−2.5𝑥ℎ�𝑚𝑎𝑥))^3.2=


0

Merancang Tinggi Kolom


1) Tinggi Kolom Bagian Atas (L)

C - 72
Za = 3 ft

2) Tinggi Kolom Berisi Plate (tray spacing)


Zb =(jumlah plate - 1) x T
= 21.351 ft = 22 ft (Dibulatkan Keatas)

3) Tinggi Kolom Bagian Bawah (Hold Up Liquid)


Waktu ditahan = 5 menit

4.74 ft
𝑍𝑐=𝐿/𝐴𝑡 𝑥 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢/60 𝑥 1/𝜌�= = 5 ft (Dibulatkan Keatas)

4) Tinggi Ruang KosZd 1 ft


Desain Tutup dan Tebal kolom
Tebal Kolom
Direncanakan tutup atas = tutup bawah berupa standard dish head
Bahan konstruksi SA 240 grade M tipe 316
f = 17900 (Brownell, tabel.13-1)
E = 0.8
C = 0.6 in
Pop = 14.7 psi
Pdesain = 1.5 x Pop
= 22.05 psi
rc = D = 60 in
thead = 0.885 x Pd x rc / (f x E - 0.1 x Pd) + C
= 0.682 in
= 3/4 in
distandarkan :
thead = 3/4 in
= 0.75 in
sf = 8 in
icr = 4 in (Brownell, tabel.5-8)
BC = rc - icr
= 56.00 in
AB = 0.5 x ID - icr
= 26.00 in
b = rc - (BC2 - AB2)1/2
= 10.40 in
Tinggi tutup = thead + b + sf
= 19.152 in
= 1.596 ft
Tinggi Kolom Total = Tinggi tray + h ruang kosong di atas tray + h hold up
+ Tinggi ruang kosong di atas hold up + Tinggi tutup
= 32.60 ft ~ 33 ft
= 391.152 in ~ 396 in

C - 73
Tebal kolom
ts = (Pd x ri / (f x E - 0.6 x Pd)) +C
= 0.69 in
= 5/7 in
distandarkan :
ts = 3/4 in
= 0.75 in
Diameter Tutup
ODID= + 2 x ts
= 62 in = 66 in
sf = 2 in (Brownell, tabel.5-7)
icr = ### in
Diameter tutup = OD + OD/42 + 2 x sf + 2/3 x icr
= 70.1 in

Berat Tutup
Berat tut = π x D2 x t / 4 x (490 / 1728)
= 1439.77 lb

Axial Stress
fap = Pd x D / (4 x (ts - C))
= 2260 1/8 psi

Dead Weight
f dead wt shell = 3.4 X
Tebal isolasi = 3 in
ρins = 40 lbm/ft3
f dead wt ins = ρins x tins / (144 x (ts - C)
= 5.56 X

Berat Attachment
Berat tutup atas = 1439.77 lb
Berat tangga = 25 X
Berat Pipa 12" sch.40 = 44 X
Berat Insulasi pipa =
π / 4 x (1.52 - 1.02) x 40 = 39.27 X
Total (W) = 1439.77 + 108.07 X
f dead wt attachment = ΣW / (π x D / (ts - C))
= 1.118 + 0.084 X
Berat Tray + Liquida
Berat liquida dihitung dibawah X = 4

C - 74
n = (X - 4)/2 - 1 X
= X/2 - 1
f dead wt tray + liquid = ((X/2 -1) x 25 x (π x D2/4))/(12 x π x D / (ts - C)
= 2.402 X + -4.805
f dead wt total = 11.442 X + -3.687

Wind Stress
Kecepatan angin = 5.83333 m/s
= 13.049 mil/jam
Tekanan Udara, B = 758.31 mmHg [Link]
= 29.855 inHg
Fs = 0.6 (Silinder Halus)
Pw = 0.004 x B x Vw2 x Fs / 30
= 0.407 psf
= 1 psf
Tangga dipasang 90o terhadap pipa uap
deff = diameter kolom + tebal insulasi kolom + diameter pipa uap+
tebal insulasi pipa
= 86.25 in
fwx = 2 x Pw x X x deff / (π x do x (ts - c))
2 2

= 0.097 X2
Perhitungan Stress Gabungan
Upwind Side
ft max = fwx + fap - fdx
= 0.097 X2 + -11.442 X + 2263.812
ft max = fxE
= 14320 psi
14320 = 0.097 X2 + -11.442 X + 2263.812
0 = 0.097 X2 + -11.442 X + -12056.188
diperoleh X
= 416.971 ft
Downwind Side
fc max = fwx - fap + fdx
= 0.097 X2 + -11.442 X + 2263.812
fc max = 1.5 x 106 x (t / r)
= 36585 psi
36585 = 0.097 X2 + -11.442 X + 2263.812
0 = 0.097 X2 + -11.442 X + -34321.554
diperoleh X
= 657.541 ft

C - 75
Tinggi kolom < Xupwind dan Xdownwind (Tebal Shell memenuhi syarat)

E-331. REBOILER DISTILLATION COLUMN I


Fungsi: Menguapkan bottom product distilasi untuk dikembalikan ke dalam
kolom distilasi I

1.) Identifikasi Heat Balance

m3

m2 m1

~ Dari neraca energi, didapatkan :


t1 = 210,63oF
t2 = t3 = 212,31oF
tc = ½ ( t1 + t2 ) = 211,47oF
m1 ( Arus Masuk Reboiler ) = 115824.36 lb/jam
m2 ( Bottom Product ) = 36195.11 lb/jam
m3 ( Bottom Reflux ) = 79629.2 lb/jam
λbottom product = 939.57 Btu/lb
λsteam = 768,46 Btu/lb
Q1 ( sensible heat ) = m1 Cp ( t2 – t1 )
= 173198.35 Btu/jam
Q2 ( latent heat ) = m3 λbottom product
= 74817255.22 Btu/jam
Q = Q1 + Q2 = 74990453.57 Btu/jam
Msteam = Q / λsteam
= 97585.37 lb/jam
2.) Menghitung ∆t
LMTD = = 243,53oF

Ft = 1
∆t = Ft . LMTD = 243,53oF
2.) Membuat perancangan sementara
~ Trial nilai Q/A = 12000 Btu/jam.ft2
A=
6249.20 ft2

C - 76
Nt = = 2652.91 tube

~ Nilai Nt distandarkan menurut tabel buku KERN hal 842


Nt,standard = 1176 tube
UD,standard = = 111.16 Btu/jam.ft2 oF

Astandard = = 2770,19 ft2

~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan reboiler sebagai berikut :


BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
IDs = 39 in 17 BWG tube
n' = 1 ¾ in OD
L = 12 ft Triangular Pitch
PT = 1 in Nt = 1176 tube
C = PT – do = 0,25 in a ' = 0,314 in2
a” = 0,1963 ft2/ft
di = 0,634 in
n=2

4.) Evaluasi Perpindahan Panas


SHELL TUBE ( STEAM )
Pertama-tama, trial :

ho 300 Btu/jam.f2 oF at 1.28 f2


tw 414.41 oF μt 0.01688 cp
tw - t c 202.94 oF Gt 76109.74 lb/f2
Berdasarkan grafik KERN hal 474, didapatkan : Nre,t 98437.47
hs 89 Btu/jam.f2 oF Fluida panas berupa steam jenuh, maka :
hv 300 Btu/jam.f2 oF hio 1500 Btu/jam.f2 oF
ho,new 298.37 Btu/jam.f2 oF
error 0.55 %

Uc = = 248,86 Btu/jam.ft2 oF

~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,005 jam.ft2 oF/Btu


Rd, dihitung = = 0,0059 jam.ft2 oF/Btu

~ Karena Rd,dihitung > Rd,minimal, maka desain dapat diterima


5.) Evaluasi Pressure - Drop
SHELL TUBE
∆Pshell 0 psi Nre,t 98437.47

C - 77
f 0.00015
s.g 12.73
v 22.10 f/s
∆PL 0.0006 psi
∆Pn 4.765 psi
∆Ptube 4.77 psi

KESIMPULAN SIZING
*Tipe Reboiler Natural Reboiler
*Tube Outside Diameter 3/4 in
*Tube Nominal Size 17 BWG
*Shell Inside Diameter 39.00 in
*Susunan Pipa Tube Triangular
*Fouling Factor 0.0050 (hr.f F )/Btu
2o

*Luas Perpindahan Panas 2770.19 f2


*Tipe Aliran Fluida Counter Current
*Baffle Cut 25 %
*Panjang Potongan Pipa 12 f
*Pitch 1 in
*Shell Passes 1
*Tube Passes 2
*Tube Counts 1176 tube
*Tekanan Design 1.1 bar_abs

E-332. TOTAL CONDENSER DISTILLATION COLUMN I


Fungsi: Mengkondensasikan uap distilat untuk di reflux kembali ke kolom distilasi.
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel ( Shell ) + Brass ( Tube )
- Tipe Aliran : Countercurrent

1.) Identifikasi Heat Balance, Physical, dan Thermodynamic Properties


~ Dari neraca energi didapatkan :
T1 = T2 = 77,91oC
= 172,24oF
λuap = 424,5 Btu/lb
Muap = 48029.80 lb/jam
Qcondensor = Muap . λuap
= 20388649.25 Btu/jam
t1 = 28oC = 82,4oF
t2 = 48oC = 118,4oF
Cp,CW = 1,03 Btu/lboF
MCW = = 549855.70 lb/jam

C - 78
Karena MCW > muap, maka uap dari shell dan cooling water melalui tube.
~ Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic
properties dari uap maupun cooling water :
2.) Menghitung ∆t
LMTD = = 70,31oF

R = 0( Karena proses kondensasi berlangsung secara isothermal )


S = 0,4
~ Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 829 ( 2 – 4 Exchanger ), didapatkan :
Ft = 1
∆t = Ft . LMTD = 70,31oF
3.) Membuat perancangan sementara
~ Trial UD = 150 Btu/jam.ft2 oF
Atrial = = 1933.25 ft2

Nt = = 615.52 tube

~ Nilai Nt ( tube counts ) distandarkan menurut tabel di buku KERN hal 841
Nt,standard = 1012
UD,koreksi = 91,23 Btu/jam.ft2 oF
~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan kondensor sebagai berikut :
BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
IDs = 37 in 18 BWG tube
n' = 1 ¾ in OD
B = 24 Triangular Pitch
L = 16 ft Nt = 1012 tube
PT = 1 in a ' = 0,334 in2
C = PT – do = 0,25 in a” = 0,1963 ft2/ft
N+1 = 8 di = 0,652 in
de = 0,73 in n=4

SHELL SIDE TUBE SIDE


do a 0.334 in
' 2
0.75 in t

0.5868 f
2
0.0625 f
De at'' 0.1963 f /f
2
0.73 in
0.0608 f di 0.652 in
as 1.54 f
2
0.054 f
Gs 31154.5 lb/jam.f2 Gt 937010.016 lb/jam.f2
G' 241.71 lb/[Link] f v 4.16 f/s

C - 79
ho 170 Btu/(jam.f2 oF ) hi 990 Btu/(jam.f2 oF )
Tv 172.24 oF hio 860.64 Btu/(jam.f2 oF )
tw 112.25 oF
tf 142.24 oF

kf 0.1739 Btu/jam.f oF
μf 2.87 cp
ρf 53.69 lb/f3
[Link] 0.89
Dari grafik KERN hal 267, didapatkan
ho,new 200 Btu/(jam.f2 oF )
Error 17.65 %
Karena errornya < 20%, maka perhitungan dapat dilanjutkan
Uc 162.29 Btu/(jam.f2 oF )
Rd,dihitung 0.005 (jam.f2 oF )/Btu
Rd,minimal 0.003 (jam.f2 oF )/Btu
Karena Rd dihitung > Rd minimal, maka perhitungan dapat dilanjutkan

4. ) Pressure Drop Calculation


SHELL SIDE TUBE SIDE
NRe,Shell 447.52 NRe,tube 30937.5775091085
fShell 0.0038 ftube 0.000205
DShell 3.083 f ∆PL 4.06 psi
∆Pshell 0.015 psi ∆Pn 4.31 psi
∆Ptube 8.37 psi

E-333 HEAT EXCHANGER


Fungsi : Memanaskan feed kolom distilasi sebelum diumpankan ke dalam kolom
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel ( Shell ) + Brass ( Tube )
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Memilih Jenis HE yang akan digunakan
Jenis HE ada 2, yakni Double Pipe Heat Exchanger ( DPHE ) dan Shell and Tube
Heat Exchanger ( STHE ). Pemilihan jenis HE didasarkan pada luas perpindahan
panas nya. Jika luas perpindahan panas ≤ 120 ft2, maka digunakan DPHE.
Sedangkan jika lebih dari 120 ft2, gunakan STHE.
( Kusnarjo, 2010 )
~ Dari neraca energy, didapatkan data – data berikut :
Q = 3132047.05 Btu/jam
Mvinnase = 36195.11 lb/jam
mlarutan = 41182.29 lb/jam

C - 80
T1 = 212,31oF
T2 = 102,58oF
t1 = 85,91oF
t2 = 183,20oF
LMTD = = 22,31oF

Untuk sistem larutan ( filtrat dari decanter centrifuge ) – vinnase,


UD = 200 – 700 Btu/jam.ft2 oF
Sehingga,
A= = 206,09 – 721,32 ft2 ( Gunakan STHE )

Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic properties dari
Properties Larutan Vinnase
ρ ( lb/ft )
3
67.19 68.69
μ ( cp ) 0.616 0.2812
k ( Btu/[Link]. F )
o
0.3765 0.3831
Cp (Btu/lboF) 0.885 0.8195
s.g 1.08 1.11
Menentukan Perancangan Sementara STHE
R= = 1,13 S= = 0,77

~ Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 831 ( 4 – 8 Exchanger ), didapatkan :


Ft = 0,78
∆t = Ft . LMTD = 17,4oF
~ Trial UD = 500 Btu/jam.ft2 oF
Atrial = = 360.11 ft2

Nt = = 91,72 tube

~ Nilai Nt ( tube counts ) distandarkan menurut tabel di buku KERN hal 841
Nt,standard = 210
UD,koreksi = 218.39 Btu/jam.ft2 oF
~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan STHE sebagai berikut :
BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
IDs = 19 ¼ in 14 BWG tube
n' = 4 ¾ in OD
B = 12 Triangular Pitch
L = 20 ft Nt = 210 tube
PT = 1 in a ' = 0,268 in2
C = PT – do = 0,25 in a” = 0,1963 ft2/ft

C - 81
N+1 = 20 di = 0,584 in
de = 0,73 in n=8

Evaluasi Perpindahan Panas


Shell Tube
aShell 0.100 f2 atube 0.049 f2
μShell 0.2812 cp μTube 0.616 cp
Gshell 361011.01 lb/( hr.f2 ) Gtube 842964 lb/( hr.f2 )
NRe,Shell 32272.41 NRe,tube 27520

JH,Shell 99 *) Lihat KERN hal 838 JH,Tube 80 *) Lihat KERN hal 834
ho 706.58 Btu/(hr.f2 oF ) hi 901.95 Btu/(hr.f2 oF )
hio 702.32 Btu/(hr.f2 oF )

Uc 352.22 Btu/(hr.f2 oF )
Rd,min 0.001 (hr.f2 oF )/Btu
Rd,dihitung 0.0017 (hr.f2 oF )/Btu
Anew 824.46 f2

Evaluasi Pressure Drop


NRe,shell 32272.41 NRe,tube 27519.74
fshell 0.0017 *) Lihat KERN hal 839 ftube 0.000205 *) Lihat KERN hal 836
∆Pshell 2.02 psi ∆PL 8.46 psi
∆Pn 2.59 psi
∆Ptube 11.05 psi

E-340. VALVE TRAY DISTILLATION COLUMN


Fungsi : Meningkatkan kemurnian ethanol menjadi 92%
Kondisi Operasi :
P Operasi = 1 Atm
= 14.7 psia
T Bottom = 99.6 °C
= 372.75 K
T Top = 77.91 °C
= 351.06 K
T Operasi = 88.75 °C
= 361.9 K

Feed dan Refluks dalam keadaan liquid jenuh


Neraca Massa :
Feed :

C - 82
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol
C2H5OH 46 1107.476 24.08 0.265747
H2O 18 1197.345 66.52 0.734241
Antifoam 932 0 0 0
CH3COOH 60 0 0 0
Propanol 60 0.01 0 0.000002
Amyl Alkohol 88 0 0 0
Acetaldehyde 44 0.042 0 0.000011
C3H8O3 92 0 0 0
total 2304.873 90.6 1

Distilat :
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol fraksi massa
C2H5OH 46 1085.33 23.59 0.815963 0.91886702
H2O 18 95.79 5.32 0.184037 0.08109644
Antifoam 932 0 0 0 4.83E-09
CH3COOH 60 0 0 0 1.21E-07
Propanol 60 0 0 0 0
Amyl Alkohol 88 0 0 0 9.12E-09
Acetaldehyde 44 0.04 0 0 3.64E-05
C3H8O3 92 0 0 0 1.09E-33
total 1181.16 28.92 1 1

Bottom :
komponen BM massa (kg) kgmol fraksi mol
C2H5OH 46 22.15 0.482 0.0078
H2O 18 1101.56 61.2 0.9922
Antifoam 932 0 0 0
CH3COOH 60 0 0 0
Propanol 60 0 0 0
Amyl Alkohol 88 0 0 0
Acetaldehyde 44 0 0 0
C3H8O3 92 0 0 0
total 1123.71 61.679 1

Perhitungan Berat Molekul Campuran


A. Bagian Enriching Atas
1. Berat Molekul Liquida
Komponen massa (kg) fraksi massBM [Link]
C2H5OH 1085.33 0.92 46 42.267883
H2O 95.79 0.08 18 1.45973589
Antifoam 0 0 932 0
CH3COOH 0 0 60 0
Propanol 0 0 60 0

C - 83
Amyl Alkohol 0 0 88 8.03E-07
Acetaldehyde 0.04 0 44 0
C3H8O3 0 0 92 0
Total 1181.16 1 43.73
BM Liquid 43.72923

2. Berat Molekul Uap


Komponen yi mass fraksi mass Kgmol BM [Link]
C2H5OH 0.003 1085.33 0.92 0.0937154 46 0.15
H2O 0.997 95.79 0.08 28.8230516 18 17.94
Antifoam 0 0 0 8.29E-13 932 0
CH3COOH 0 0 0 4.41E-07 60 0
Propanol 0 0 0 0.00078527 60 0
Amyl Alkohol 0 0 0 3.73E-11 88 0
Acetaldehyde 0.009 0.04 0 0.24904796 44 0.38
C3H8O3 0 0 0 7.83E-48 92 0
Total 1.009 1181.157 1 29.1666006 18.47
BM uap 18.47

B. Bagian Enriching Bawah


1. Berat Molekul Liquid
komponen massa (kg) fraksi massa BM [Link]
C2H5OH 1107.476 0.48 46 22.1027
H2O 1197.345 0.52 18 9.35072
Antifoam 0 0 932 0
CH3COOH 0 0 60 0
Propanol 0.01 0 60 0.00026
Amyl Alkohol 0 0 88 0
Acetaldehyde 0.042 0 44 0.00081
C3H8O3 0 0 92 0
total 2304.87 1 31.45
BM Liquid 31.45

2. Berat Molekul Uap


komponen fraksi mol kmol BM massa Fraksi [Link]

C2H5OH 0.266 24.0756 46 1107.47558 0.480493 22.103


H2O 0.734 66.5192 18 1197.34516 0.519484 9.3507
Antifoam 0 0 932 0 0 0
CH3COOH 0 0 60 0 0 0
Propanol 0 0.0002 60 0.01 0.000004 0.0003
Amyl Alkohol 0 0 88 0 0 0
Acetaldehyde 0 0.001 44 0.04223034 0.000018 0.0008
C3H8O3 0 0 92 0 0 0

C - 84
total 1 90.596 2304.873 1 31.454
BM Uap 31.455

C. Bagian Exhausting Atas


1. Berat Molekul Liquida
BM Liq = 31.45 kg/kgmol
BM Uap = 31.45 kg/kgmol

D. Bagian Exhausting Bawah


1. Berat Molekul Liquida
komponen massa (kg) fraksi massBM [Link]
C2H5OH 22.15 0.02 46 0.91
H2O 1101.56 0.98 18 17.65
Antifoam 0 0 932 0
CH3COOH 0 0 60 0
Propanol 0 0 60 0
Amyl Alkohol 0 0 88 0
Acetaldehyde 0 0 44 0
C3H8O3 0 0 92 0
total 1123.7 1 18.55
BM Liquid 18.55

2. Berat Molekul Uap


fraksi
komponen fraksi mol kmol BM massa [Link]
massa
C2H5OH 0 0.052 46 2.38 0.00019 0
H2O 1 61.695 18 12580.95 0.99974 18
Antifoam 0 0 932 0.34 0.00003 0
CH3COOH 0 0.005 60 0.27 0.00002 0
Propanol 0 0.004 60 0.26 0.00002 0
Amyl Alkohol 0 0 88 0.04 0 0
Acetaldehyde 0 0 44 0 0 0
C3H8O3 0 0 92 0 0 0
total 1 61.679 12584.24 1 18.03
BM Uap 18.03
Perhitungan Laju Alir Gas dan Liquid
L = Refluks x Distilat
= 88.1925 kmol/jam

V = (Refluks + 1) x Distilat
= 117.108 kmol/jam

Feed Disti
Saturated Liquid

C - 85
q = 1
L' = q.F + L
= 178.788 kmol/jam

V' = (q - 1).F + V
= 117.108 kmol/jam

Laju Alir Gas Laju Alir Liquida


Daerah
kmol/jam kg/jamkmol/jam kg/jam
Enriching
Atas 117.108 2163 88.192523 3856.6
Bawah 117.108 3684 88.192523 2774
Exhausting
Atas 117.108 3684 178.78838 5623.7
Bawah 117.108 2112 178.78838 3316.9
Data - data :
Tekanan :
Top = 14.7 psia
Bottom = 14.7 psia
Suhu
Top = 172.238 °F
Bottom = 211.28 °F
Surface Tension
(σ)1/4 = Σ[Pi] ( ρ[Link] - ρ[Link] )

ρ gas = P x BM / (R x T)
= 0.6187 g/l
= 0.00062 g/cm3
= 0.00001967 mol/cm3

Fraksi
komponen Massa s.g. rho
Massa
C2H5OH 1085.33 0.918867 0.797 0.73233702
H2O 95.79 0.0810964 0.99 0.08028547
Antifoam 0 4.83E-09 0 0
CH3COOH 0 1.21E-07 1.052 1.27E-07
Propanol 0 0 0.804 0
Amyl Alkohol 0 9.12E-09 0.82 7.48E-09
Acetaldehyde 0.04 3.64E-05 0.783 2.85E-05
C3H8O3 0 1.09E-33 1.263 1.37E-33
total 1181.16 1 rho camp. 0.81265113

ρ liquida= 0.813 kg/l


= 0.813 g/cm3

C - 86
= 0.044 mol/cm3

σmix = 26.32 dyne/cm (Hysis)

Fraksi
komponen Massa s.g. rho
Massa
C2H5OH 22.15 0.0197111 0.797 0.01570975
H2O 1101.56 0.9802889 0.99 0.970486
Antifoam 0 0 0 0
CH3COOH 0 0 1.052 0
Propanol 0 0 0.804 0
Amyl Alkohol 0 0 0.82 0
Acetaldehyde 0 0 0.783 0
C3H8O3 0 0 1.263 0
total 1123.71 1 rho camp. 0.98619576

ρ liquida
Top = 0.807 g/cm3
= 50.36 lb/ft3

Bottom = 0.996 g/cm3


= 62.15 lb/ft3
ρ gas
Top = 0.00062 g/cm3
= 0.039 lb/ft3

Bottom = 0.00058 g/cm3


= 0.036 lb/cm3

Desain Diameter dan Tinggi Kolom Distilasi


P = 1 atm
T = 191.8 oF
rl = 56.25 lbm/ft3
rV = 0.037 lbm/ft3
σmix = 26.32 dyn/cm
Beban Liquid = 3316.87 kg/jam = 15.59 gal/min
Beban Uap = 2111.67 kg/jam = 16.54 cuft/s
Jumlah Plate = 13 plate

1) Konversi Laju Alir


V = 17 cfs

Q = 15.59 gpm

C - 87
2) Densitas Uap Densitas Liquid
ρ uap = 0.037 lb/ft3 ρliquid = 56.25 lb/ft3

Merancang Diameter Kolom


1) Menetapkan laju alir maksimum dan minimum
Qmax =1.3 x Q 20.27 gpm
Qmin =0.7 x Q 10.91 gpm
Vmax =1.3 x V 21.51 cfs
Vmin = 0.7 x V 11.58 cfs
2) Menetapkan Tray Spacing
T = 24.612 inch Baca Grafik 8-90
e = 0.1 Vc 8 fps
σ = 26.32
3) Menghitung Diameter Kolom
Dt = = 1.6227 ft 2.00 ft (Dibulatkan keatas)
√(4/� (𝑣/𝑣_𝑐 ) ) 19.472 24 in

At = = 3.1416 ft 3.14 ft
1/4 �𝐷𝑡^2
Merancang LayOut Tray
1) Type LayOut Tray
Dt = 2 ft Baca Grafik 8.63
Q = 15.5926 gpm Tipe CrossFlow
2) Menghitung Tinggi Liquid Di Atas Weir
Fw = 1 (Untuk SieveTray) hw = 2 Inch (terserah)
hl =hw+how
how0.092
= 𝑥 𝐹𝑤 𝑥 (�/�𝑤)^(2/3)2 ≤ hl ≤ 4

L/D 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.668


L, ft 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.336
Syarat lw, ft 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.336
how max, in 0.6057 0.5742 0.5465 0.522 0.5 0.5638
how min, in 0.4009 0.38 0.3617 0.3455 0.3309 0.3732
4 in > hl max, in 2.6057 2.5742 2.5465 2.522 2.5 2.5638
2 in < hl min, in 2.4009 2.38 2.3617 2.3455 2.3309 2.3732

3) Menghitung Ukuran Daerah Downcomer


hw - hc = 0.25 s.d. 0.5 (dipilih 0.25 )
hc = 1.75

𝐴𝑑𝑐=ℎ𝑐/12 �𝑤 ℎ𝑑=0.03 (�𝑚𝑎𝑥/(100 𝐴𝑑𝑐))^2


𝐴𝑐=𝐴𝑡−2 𝐴𝑑
Ad/At 0.052 0.0681 0.0873 0.1122 0.1424 0.0745
Ad, ft2 0.16336 0.2139 0.2743 0.3525 0.4474 0.234
Syarat
Ac, ft2 2.81487 2.7137 2.5931 2.4366 2.2469 2.6735

C - 88
Syarat
Adc, ft2 0.175 0.1896 0.2042 0.2188 0.2333 0.1948
1 in > hd, in 0.04025 0.0343 0.0296 0.0258 0.0226 0.0325

4) Menghitung Luasan Untuk Daerah Uap (Ac) dan Daerah Aktif (Aa)
Wdl = 2 inch Hdt 6
We = 1 inch
𝑥=𝐷/2−(𝐻+𝑊𝑑�)/12

𝑟=𝐷/2−𝑊𝑒/12
𝐴𝑎=2(𝑥√((𝑟^2−𝑥^2 ) )+𝑟^2 arcsin 〖𝑥 /𝑟 〗 )
L/D 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.668
H/D 0.1 0.12 0.1425 0.1695 0.2 0.1277
H, ft 0.2 0.24 0.285 0.339 0.4 0.2554
x, ft 0.6333 0.5933 0.5483 0.4943 0.4333 0.5779
Saran r, ft 0.9167 0.9167 0.9167 0.9167 0.9167 0.9167
0.4197 0.4146 0.4028 0.3816 0.35 0.4112
𝑥(𝑟^2−𝑥^2 )^0.5 0.7627 0.704 0.6412 0.5696 0.4924 0.6822
𝑎𝑟𝑐�𝑖𝑛(𝑥/𝑟) 0.6409 0.5916 0.5388 0.4786 0.4137 0.5732
𝑟^2 𝑎𝑟𝑐�𝑖𝑛(𝑥/𝑟)
Aa, ft2 2.1213 2.0123 1.8832 1.7204 1.5275 1.9688
60 - 80% 67.522 64.053 59.945 54.762 48.623 62.67
𝐴𝑎/𝐴𝑡 𝑥 100%
5) Dipilih u 0.7 dan lubang disusun segitiga sama sisi

𝐴�/𝐴𝑎=0.9065/𝑛^2

n 2.5 3 3.5 4
Ao, ft 0.28556 0.19831 0.1457 0.1115

Satisfactory Design
1) Pressure Drop Tray (ht)

ℎ�=12(𝜌𝑣/𝜌�)1.14((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴�)^2/2𝑔𝑐)(0.4(1.25−𝐴�/𝐴𝑐)+(1−𝐴�/𝐴𝑐)^2 )

ℎ𝑟=0.5(𝜌ℎ2�/𝜌�𝑖𝑞𝑢𝑖𝑑)
ℎ𝑡=ℎ�+ℎ𝑟+ℎ𝑤+ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥
n 2.5 3 3.5 4
hp, in 1.00806 2.21094 4.222 7.3621
hr, in 0.55463 0.55463 0.5546 0.5546
ht, in 4.12654 5.3121 7.3232 10.463
2) Tinggi Liquid dalam downcomer (Hd) dan Jarak Lemparan (tw)

𝐻𝑑/𝐻𝑑𝑓=𝐻𝑑/(𝑇+ℎ𝑤)

𝑡𝑤/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . ℎ𝑓)^0.5)/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . (𝑇+ℎ𝑤−𝐻𝑑)^0.5)/𝐻≤0.6

C - 89
𝑡𝑤/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . ℎ𝑓)^0.5)/𝐻=(0.8(ℎ�𝑤𝑚𝑎𝑥 . (𝑇+ℎ𝑤−𝐻𝑑)^0.5)/𝐻≤0.6

n 2.5 3 3.5 4
Hd, in 6.71995 7.8882 9.8993 13.039
Syarat Hdf, in 26.6123 26.612 26.612 26.612
Hd/Hdf 0.25251 0.2964 0.372 0.49
tw, in 2.01183 1.8919 1.7874 1.6108
0.6 ≥ tw/H 0.65643 0.5532 0.5226 0.471

3) Faktor Weeping (hpw)

ℎ�𝑚=12(𝜌𝑣/𝜌�)1.14((𝑉𝑚𝑖𝑛/𝐴�)^2/2𝑔𝑐)(0.4(1.25−𝐴�/𝐴𝑐)+(1−𝐴�/𝐴𝑐)^2 )=
0.639 Inch

0.3273 inch ≤ 0.6385 Inch


ℎ�𝑤=0.2+0.05 𝑥 ℎ�𝑚𝑎𝑥=

4) Flooding (Uvn)

L = Q = 18357 kg/jam 40477 lb/jam


𝑥 2.205�𝑏/1𝑘𝑔 =

V = 2283.09 kg/jam
𝑥 2.205�𝑏/1𝑘𝑔 =5034 lb/jam

Baca Grafik 13.21,


0.2076
𝑆𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑥=𝐿/𝑉 (𝜌𝑣/𝜌�)^0.5=

𝑆𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑦=𝑈𝑣𝑛∗(𝜌𝑣/(𝜌�−𝜌𝑣))^0.5= 0.27 Uvn* = 10.45

𝑈𝑣𝑛=𝑈𝑣𝑛∗(𝜎/20)^0.2= 11.04

𝑈𝑓=𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐=8.29435

75 % ≤ 85 %
𝑈𝑓/𝑈𝑣𝑛 𝑥100%=

5) Entrainment ( e )
𝑒=0.22(73/𝜎) ((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐)/𝑇𝑒)^3.2=0.22(73/𝜎) ((𝑉𝑚𝑎𝑥/𝐴𝑐)/(𝑇−2.5𝑥ℎ�𝑚𝑎𝑥))^3.2=
0.0493

Merancang Tinggi Kolom


1) Tinggi Kolom Bagian Atas
Za = 3 ft

C - 90
2) Tinggi Kolom Berisi Plate
Zb = (jumlah plate - 1) x T
= 24.6123 ft = 25 ft (Dibulatkan Keatas)

3) Tinggi Kolom Bagian Bawah (Hold Up Liquid)


Waktu ditahan = 3 menit

𝑍𝑐=𝐿/𝐴𝑡 𝑥 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢/60 𝑥 1/𝜌�=


11.45 ft = 12 ft (Dibulatkan Keatas)

4) Tinggi Ruang Kosong di Atas Hold Up


Zd = 1 ft

Desain Tutup dan Tebal kolom


Tebal Kolom
Direncanakan tutup atas = tutup bawah berupa standard dish head
Bahan konstruksi SA 240 grade M tipe 316
f = 17900 (Brownell, tabel.13-1)
E = 0.8
C = 0.6 in
Pop = 14.7 psi
Pdesain = 1.5 x Pop
= 22.05 psi
rc = D = 24 in
0.885
thead
x Pd x rc= / (f x E - 0.1 x Pd) + C
= 0.633 in
= 3/4 in
distandarkan :
thea = 3/4 in
= 0.75 in
sf = 3 in
icr = 2 1/2 in (Brownell, tabel.5-6)
BC = rc - icr
= 21.50 in
AB = 0.5 x ID - icr
= 9.50 in
b = rc - (BC2 - AB2)1/2
= 4.7126985 in
Tinggi tutup = thead + b + sf
= 8.463 in
= 0.705 ft
Tinggi Kolom Total = Tinggi tray + h ruang kosong di atas tray + h hold up
+ Tinggi ruang kosong di atas hold up + Tinggi tutup
= 41.71 ft ~ 42 ft
= 500.463 in ~ 504 in

C - 91
Tebal kolom
ts = (Pd x ri / (f x E - 0.6 x Pd)) +C
= 0.63699 in
= 5/8 in
distandarkan :
ts = 3/4 in
= 0.75 in
Diameter Tutup
ODID= + 2 x ts
= 26 in = 40 in
sf = 3 in (Brownell, tabel.5-7)
icr = 2.5 in
Diameter tutup = OD + OD/42 + 2 x sf + 2/3 x icr
= 33.8 in

Berat Tutup
Berat tutup = π x D2 x t / 4 x (490 / 1728)
= 1832.43 lb

Axial Stress
fap = Pd x D / (4 x (ts - C))
= 937 1/8 psi

Dead Weight
f dead wt shell = 3.4 X
Tebal isolasi = 3 in
ρins = 40 lbm/ft3
f dead wt ins = ρins x tins / (144 x (ts - C)
= 5.55556 X

Berat Attachment
Berat tutup atas = 1832 lb
Berat tangga = 25 X
Berat Pipa 12" sch.40 = 43.8 X
Berat Insulasi =
π / 4 x (1.52 - 1.02) x 40= 39.27 X
Total (W) = 1832.43 + 108.07 X
f dead wt attachment = ΣW / (π x D / (ts - C))
= 3.431 + 0.202 X
Berat Tray + Liquida
Berat liquida dihitung dibawah X = 4

C - 92
n = (X - 4)/2 - 1
= X/2 - 1
f dead wt tray + liquid = ((X/2 -1) x 25 x (π x D2/4))/(12 x π x D / (ts - C)
= 0.996 X + -2
f dead wt total = 10.154 X + 1.439

Wind Stress
Kecepatan angin Tulang bawang, lampung = 5.8333 m/s
= 13.049 mil/jam
Tekanan Udara, B = 758.31 mmHg [Link]
= 29.855 inHg
Fs = 0.6 (Silinder Halus)
Pw = 0.004 x B x Vw2 x Fs / 30
= 0.407 psf
= 1 psf
Tangga dipasang 90o terhadap pipa uap
deff = diameter kolom + tebal insulasi kolom + diameter pipa uap+
tebal insulasi pipa
= 50 in
fwx = 2 x Pw x X x deff / (π x do x (ts - c))
2 2

= 0.328 X2
Perhitungan Stress Gabungan
Upwind Side
ft max = fwx + fap - fdx
= 0.328 X2 + -10.15 X + 935.69
ft max = fxE
= 14320 psi
14320 = 0.328 X2 + -10.15 X + 935.69
0 = 0.328 X2 + -10.15 X + -13384.31
diperoleh X
= 218.08 ft
Downwind Side
fc max f=wx - fap + fdx
= 0.328 X2 + -10.15 X + 935.69
fc max = 1.5 x 106 x (t / r)
= 88235 psi
88235 = 0.328 X2 + -10.15 X + 935.686
0 = 0.328 X2 + -10.15 X + -87299.608
diperoleh X
= 531.63 ft

C - 93
Tinggi kolom < Xupwind dan Xdownwind (Tebal Shell memenuhi syarat)
E-341. CONDENSOR DISTILLATION COLUMN II
Fungsi: Mengkondensasikan uap distilat untuk di reflux kembali ke kolom distilasi.
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel ( Shell ) + Brass ( Tube )
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Identifikasi Heat Balance, Physical, dan Thermodynamic Properties
~ Dari neraca energy didapatkan :
T1 = T2 = 77,91oC
= 172,24oF
λuap = 424,5 Btu/lb
Muap = 48029,80 lb/jam
Qcondensor = Muap . λuap
= 20388649
Btu/jam
t1 = 28oC = 82,4oF
t2 = 48oC = 118,4oF
Cp,CW = 1,03 Btu/lboF
MCW = = 549855,70 lb/jam

Karena MCW > muap, maka uap dialirkan melalui shell dan cooling water
melalui tube. Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical
dan thermodynamic properties dari uap maupun cooling water :
Cooling
Properties Uap
Water
ρ ( lb/ft3 ) 46.98 62.5
μ ( cp ) 0.5391 0.68
k ( Btu/[Link]. F ) 0.08798
o
0.363
Cp (Btu/lboF) 0.8576 1.03
s.g 0.78 1.00

2.) Menghitung ∆t
LMTD = = 70,31oF

R = (0Karena proses kondensasi berlangsung secara isothermal )


S = 0,4
~ Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 829 ( 2 – 4 Exchanger ), didapatkan :
Ft = 1
∆t = Ft . LMTD = 70,31oF
3.) Membuat perancangan sementara
~ Trial UD = 150 Btu/jam.ft2 oF
Atrial = = 1933,25 ft2

C - 94
Nt = = 615,5290533tube

~ Nilai Nt ( tube counts ) distandarkan menurut tabel di buku KERN hal 841 – 842
Nt,standard = 1012
UD,koreksi = 91,23 Btu/jam.ft2 oF
~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan kondensor sebagai berikut :
BAGIAN SHELL BAGIAN TUBE
IDs = 37 in 18 BWG tube
n' = 1 ¾ in OD
B = 24 in Rectangular Pitch
L = 16 ft Nt = 1012 tube
PT = 1 in a ' = 0,2334 in2
C = PT – do = 0,25 in a” = 0,1963 ft2/ft
N+1 = 8 di = 0,652 in
de = 0,75 in n=4

C - 95
Uc = = 162,29 Btu/jam.ft2 oF

~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,003 jam.ft2 oF/Btu


Rd, dihitung = = 0,005 jam.ft2 oF/Btu

~ Karena Rd,dihitung > Rd,minimal, maka desain dapat diterima

F-342. REFLUX DRUM


Fungsi : Menampung produk kondensasi yang keluar dari kondensor E-341
berupa campuran uap dan liquid
*) Menghitung Tekanan Tangki Akibat Keberadaan Uap Ethanol -Air ( Internal Pressure )
Asumsi : PVT - Behavior dari uap ethanol - air mengikuti sifat gas ideal
Data - Data
ntotal uap ( mol ) 28020.55
R ( J/mol.K ) 8.314
P ( kPa ) 18863.134

Kondisi operasi :
P 1 bar = 15 psi
T 32 oC = 90 oF
1. Volume tangki

C - 96
ρ larutan = 807.61 kg/m3 = 50.42 lbm/ft3
rate massa = 4563.17 kg/jam = 10060 lbm/jam
rate volume = 5.650 m3/jam = 0.055 ft3/s
waktu pengisian = 60 menit = 1 jam
Vliquid = (waktu pengisian x rate volu = 5.65 m3
asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 40 %
2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 3
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk standard dished head
maka V tangki :
= Vliquid x (100/80)
= 7.06 m3 =249.42 ft3
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsi = 1.5 D
249.42 = 1.3475 D3
D = 5.70 ft = 68.39 in = 1.74 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume lVol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
249.42 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida
249.42 = 15.7 + 25.51 Hliquida
Hliquida = 9.16 ft = 2.79 m
= 109.96 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi= 15 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 3.2 psi + 14.5 psi
= 17.71 psia
Pdesign = 1.1 x Ptotal
Pdesign = 19.48 psi
= 1.34 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)

C - 97
SA-240 Grade S Type 304
fallowable pada suhu
= 86 F18750 psi
Faktor ko = 0.6
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)
ts = Pd x Di = 0.64 in
+ c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
Tebal shell st = 3/4 in (Tabel 5.7, Brownell)
Tinggi silinde = 1.5 x OD
= 105 in = 8.74 ft 2.66 m
OD = Di + 2 ts
= 69.9 in = 5.82 ft= 1.78 m
ID = OD - 2 ts
= 68.39 in = 5.70 ft= 1.74 m

b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 68.39 in
tha/b = 0.885 x Pd x rc + c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha/b = 0.68 in
≈ 3/4 in
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 3/4 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 3.50 in
Crown radius, r = 114 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius
= 7 1/ (icr)
4 in
AB = ID - icr
2
= 30.57 in
BC = r - icr
= 106.75 in
b = r ( BC2 - AB2 )0,5

C - 98
= 11.72 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= tha/b + b + sf
= 15.97 in = 1.33 ft = 0.41 m

Tinggi to = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 136.77 in
= 11.40 ft = 3.47 m
E-343. REBOILER DISTILLATION COLUMN II
Fungsi:Menguapkan bottom product distilasi untuk dikembalikan ke dalam kolom distilasi
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel ( Shell ) + Brass ( Tube )
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Identifikasi Heat Balance
SKEMA ALAT

m3, t3

M, Tsteam

m2, t2 m1, t1
~ Dari neraca energi, didapatkan :
t1 = 172,24oF
t2 = t3 = 211,28oF
tc = ½ ( t1 + t2 ) = 191,76oF
m1 ( Arus Masuk Reboiler ) = 7376,44 lb/jam
m2 ( Bottom Product ) = 2475,32 lb/jam
m3 ( Bottom Reflux ) = 4901,13 lb/jam
λbottom product = 856,66 Btu/lb
λsteam = 768,46 Btu/lb
Q1 ( sensible heat ) = m1 Cp ( t2 – t1 )
= 976138,7 Btu/jam
Q2 ( latent heat ) = m3 λbottom product
= 4198605,8 Btu/jam
Q = Q1 + Q2 = 5174744,5 Btu/jam
Msteam = Q / λsteam
= 6728,04 lb/jam
1.) Menghitung ∆t
LMTD = = 262,76oF

C - 99
Ft = 1
∆t = Ft . LMTD = 262,76oF
2.) Membuat perancangan sementara
~ Trial nilai Q/A = 12000 Btu/jam.ft2
A= = 431,23 ft2

Nt = = 183,07 tube

~ Nilai Nt distandarkan menurut tabel buku KERN hal 842


Nt,standard = 166 tube
UD,standard = = 50,36 Btu/jam.ft2 oF

Astandard = = 391,03 ft2

~ Diperoleh kesimpulan sementara perancangan reboiler sebagai berikut :

C - 100
Uc = = 182,91 Btu/jam.ft2 oF

~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,005 jam.ft2 oF/Btu

Rd, dihitung = = 0,014 jam.ft2 oF/Btu

~ Karena Rd,dihitung > Rd,minimal, maka desain dapat diterima

D-350 A/B. ADSORBER


Fungsi : Meng-adsorb air dari uap ethanol sehingga dihasilkan ethanol absolut.
Tipe : Packed Bed

Waktu Operasi = 8 jam


Top = 323 K = 50 °C
Pop = 1.2 bar = ### Pa
BM etanol = 46 g/gmol
R = 8.3 m3 Kpa/ mol K
ρ ethanol = P x BM
RxT

C - 101
= 2057.7 g/m3
= 2.058 kg/m3
Laju Alir Umpa 1350.10 kg/jam
= 656.12 m3/jam
μ = 0.113 cp
= 0.00011 kg/m.s

Data Molecular Sieve :


Tipe = 3Å (Perry, Tabel 16-5)
Bulk Density = 0.65 kg/L
Kapasitas Adsorbsi= 0.22 kg H2O/kg resin

H2O diadsorb = 97.84 kg/jam


= 97.840 kg/jam
H2O teradsorb =782.720 kg
Kebutuhan Bed 3557.8 kg
Volume Bed = 5473.6 dm3
= 5.474 m3
≈ 6 m3
Superficial Velocity = 1800 cm/menit
v' = 1080 m/jam
= 0.3 m/s
Luas Penampang Bed = Q
v'
= 0.608 m2
Diameter Bed 0.877 m
= 2.879 ft
Tinggi Bed = 9.876 m
= 32.402 ft

Laju Alir Fluidisasi Minimum


Dp = 20 mesh
= 0.00127 m
ε = 0.3
True Density = Massa partikel / (Volume x (1 - ε)
= 847.100 kg/m3
NRe,mf = [33.72 + 0.0408 x (Dp3 x ρ x (ρP - ρ) x g) / μ3]1/2 - 33.7
= 8501.77
NRe,mf =Dp x v' x ρ / μ
v' = 0.869 m/s
A = 0.605 m2

C - 102
Qmf = 0.540 m3/s
ρ udara = 1.12 kg/m3

Laju Alir minimum fluidisasi Qmf x ρ udara


= 0.5 kg/s
= 2176.9739 kg/jam
Laju Alir minimum fluidisasi > Rate Operasi (Regenerasi tidak mengalami fluidisasi)
Tekanan Operasi = 14.7 psi
inggi silinder = 32.402 ft
= 9.876 m
D silinder = 2.879 ft
= 0.87749 m
Tekanan Desain Bejana
Poperasi = 14.7 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= [ri x (L - 1) / 144] + Poperasi
= 15.01 psi
Pdesain = 15.76 psi

Tebal Tangki
a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)

ts = Pd x Do
+ c
2 x (f x E - 0.6 x Pd
= 0.14201 in
Tebal shell standar = 3/16 in (Tabel 5.7, Brownell)
b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 34.5 in
tha = 0.885 x Pd x rc
+ c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.1556 in
≈ 3/16 in

C - 103
Sehingga tebal tutup standard (tha) :
= 3/16 in (Tabel 5.6, Brownell)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 1.75 in
Crown radius, r = 48 in (Tabel 5.7, Brownell)
Inside Corner Radius
= 3 (icr)
in
AB = ID - icr
2
= 15.77 in
BC = r - icr
= 45.00 in
b = r ( BC2 - AB2 )0,5
= 5.85 in

Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)


= t + b + sf
= 7.792 in = 0.6494 ft

Tinggi total tangki = tinggi silinder + 2 x tinggi tutup


= 404.41 in
= 33.70 ft = 10.272 m

Perhitungan Pressure Drop Adsorber


Berdasarkan persamaan Ergun :

∆�=(150 𝜇�/(𝑘 𝑔 𝜌 𝐷^2 ) (1−�)^2/�^3 +1.75 �^2/(𝑘 𝑔 𝜌 𝐷) ((1−�))/�^2 )𝐿


dimana :
μ = viskositas uap ethanol
= 0.112 cp
= 0.272 lb/hr ft
ρ = densitas uap ethanol
= 0.00471 g/ml
= 0.29404 lb/ft3
G = laju alir per satuan luas
= 322.894 kg/jam ft2
= 711.86 lb/jam ft2
L = tinggi packed bed
= 37.037 ft
D = diameter partikel
= 0.00127 m
= 0.00417 ft

C - 104
ε = fraksi rongga
= 0.48
g = konstansta gravitasi
= 4E+08 lb ft/lb hr2
k = faktor konversi
= 144 in2/ft2

〗 ^8×0.0471 〖 ×0.00417 〗 ^2 ) (1−0.4764)^2/ 〖 0.4765 〗 ^3 @+1.75 〖 325.65 〗 ^2/(144×4.17× 〖 10 〗 ^8×0.0471×0

= 7.50349 psi
= 0.51058 atm

E-351. SUBCOOLER CONDENSER


Fungsi : Mengkondensasikan uap ethanol–air dari reflux drum hingga kondisi
subcooled - liquid. Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel ( Shell ) + Alumunium ( Tube )
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Identifikasi Heat Balance, Physical, dan Thermodynamic Properties
~ Condensing Range
T1 = T2 = 77,91oC
= 172,24oF
λuap = 424,5 Btu/lb
Muap = 1139,95 lb/jam
Qcondensing = Muap . λuap
= 483909 Btu/jam
t1 = 28 C = 82,4oF
o

Ditetapkan :
t2 = 46,55oC = 115,79oF

Cp,CW = 1,03 Btu/lboF


mCW,condensing = = 12742,14 lb/jam

~ Subcooling Range
T3 = 77,91oC = 172,24oF
T4 = 50oC = 122oF
Tcaloric = ( T3 + T4 ) / 2 = 63,96oC
= 147,12oF
Cp,liquid = 0,8534 Btu/lboF

C - 105
Qsubcooling = 48873,224 Btu/jam
t3 = 46,55oC = 115,79oF
mCW,total = 32188,9 lb/jam ( Didapatkan
à dari neraca energi )
mCW,subcooling = mCW,total – mCW,condensing
= 32188,9 - 12742,14
= 18114,63 lb/jam
t4 = = 118,41oF
= 48oC
Karena mCW,total > Muap, maka uap dialirkan melalui shell dan cooling water
melalui tube.~ Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan
thermodynamic properties dari uap maupun cooling water :

1.) Menghitung ∆t
~ Condensing Range
LMTD = = 71,85oF

R = (0Karena proses kondensasi berlangsung secara isothermal )


S = 0,37
Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 829 ( 2 – 4 Exchanger ), didapatkan :
Ft = 1
∆tcondensing = Ft . LMTD = 71,85oF
~ Subcooling Range
LMTD = = 22,04oF

R = 19,22
S = 0,046
Berdasarkan grafik pada buku KERN hal 829 ( 2 – 4 Exchanger ), didapatkan :
Ft = 0,95
∆tsubcooling = Ft . LMTD = 20,94oF
~ Menghitung ∆t akhir
Condensing Step à ∆tw,condensing = = 6099,80 Btu/jam oF

Subcooling Step à ∆tw,subcooling = = 2113,69 Btu/jam oF

∆takhir = = 58,75oF

C - 106
2.) Membuat perancangan sementara

C - 107
Uc,condensing = = 156,72 Btu/jam.ft2 oF

Ac,condensing = = 42,97 ft2

Uc,subcooling = = 45,08 Btu/jam.ft2 oF

Ac,subcooling = = 51,72 ft2

~ Menghitung Luas Perpindahan Panas Total Berdasarkan Weighting


Ac,total = Ac,condensing + Ac,subcooling
= 94,69 ft2
Uc,weighted = = 95,74 Btu/jam.ft2 oF

Aaktual = Nt a” L
= 193,16 ft2
UD = = 46,93 Btu/jam.ft2 oF

Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,0013 jam.ft2 oF/Btu

Rd, dihitung = = 0,014 jam.ft2 oF/Btu

~ Karena Rd,dihitung > Rd,minimal, maka desain dapat diterima

C - 108
F-352. TANGKI PENAMPUNG ETHANOL
Fungsi : Menampung Produk Ethanol 99,5%

Kondisi operasi :
P 1 bar = 14.5 psi
T 29 oC = 83 oF
1. Volume tangki
ρ larutan = 790.72 kg/m3 = 49.365 lbm/ft3
rate massa = 1256.78 kg/jam = 2771 lbm/jam
rate volume = 1.589 m3/jam = 0.016 ft3/s
waktu tingga = 1440 menit = 24 jam
Vliquid = (waktu tinggal x rate) = 38.146 m3

asumsi : 1. Volume ruang kosong tangki adalah 20 %


2. Rasio tinggi silinder dengan diameter silinder adalah 1 : 1.5
3. Tutup atas dan tutup bawah berbentuk dished head
maka V tangki :
= Vliquid x (100/20)
= 47.6825 m3 = 1684 ft3
Vtangki = Vtutup atas + Vtutup bawah + Vshell
Vtutup atas = 0.0847 D3 (dished head)
Vtutup bawah = 0.0847 D3 (dished head)
Vshell = 0.7854 D2 Ls
Diasumsikan Ls = 1.5 D
1683.8 = 1.3475 D3
D = 10.77 ft = 129.25 in = 3.283 m

2. Mencari tinggi liquida dalam tangki :


Volume lVol. tutup bawah + Vol. liquida dalam silinder
1683.8 = 0.0847 D3 + (1/4π) D2 Hliquida

C - 109
1683.8 = 105.84 + 91.07 Hliquida
Hliquida = 17.33 ft = 0.492 m
= 207.92 in

3. Menentukan Tekanan Desain Bejana


P operasi = 14.5 psi
Ptotal = Phidrostatis + Poperasi
= ρ. g. Hliquida / gc + 14.5
= 5.9 psi + 14.5 psi
= 20.44 psia
Pdesign = 1.1 x Ptotal
Pdesign = 21.46 psi
= 1.48 bar

4. Menentukan Tebal Tangki


a. Tebal pada bagian silinder
Dipergunakan bahan konstruksi yang terbuat dari Stainless Steel
dengan spesifikasi (App. D, Brownell, 342)
type 304, grade 3 (SA-167)
fallowable pada suhu 86 F = 18750 psi
Faktor korosi c = 0.125
Sambungan untuk pengelasan dipilih tipe double welded butt joint
Efisiensi las. (E) = 0.80 (Tabel 13.2, Brownell)
ts = Pd x Do
+ c
2 x (f x E - 0.6 x Pd)
= 0.21751 in
Tebal shell standar = 1/4 in (Tabel 5.7, Brownell)
Tinggi silinder (Hs) = 1.5 x OD
= 195 in = 16.219 ft
OD = Di + 2ts
= 129.8 in = 10.81 ft
ID =OD - 2ts
= 129.317 in = 10.8 ft

C - 110
b. Menghitung tebal tutup atas dan bawah jenis standard dished head
anggap r = ID
ID = 129.3 in
tha = 0.885 x Pd x rc
+ c
( f x E - 0.1 x Pd )
tha = 0.2888 in
≈ 5/16

Sehingga tebal tutup standard (tha) :


= 5/16 in (Tabel 5.6, B & Y)
dari tabel yang sama didapat :
sf = 2.5 in (bentuk range)
Crown radius, r = 130 in (Tabel 5.7, B & Y)
Inside Corner Radius (icr) = 8 in
AB = ID - icr
2
= 60.66 in
BC = r - icr
= 122.00 in
b = r ( BC2 - AB2 )0,5
= 24.15 in
Tinggi tutup atas = Tutup bawah (OA)
= t + b + sf
= 26.648 in = 2.2207 ft

Tinggi total tang = tinggi silinder 2 x tinggi tutup


= 247.92 in
= 20.660 ft = 6.2973 m
E-353. AIR HEATER
Fungsi: Memanaskan udara dari atmosfir yang akan dialirkan ke kolom adsorber
Ditetapkan :
- Bahan Konstruksi : Carbon Steel
- Tipe Aliran : Countercurrent
1.) Memilih
Heat ExchangerJenis HE yang
( STHE akan digunakan
). Pemilihan jenis HE didasarkan pada luas perpindahan
panas nya. Jika luas perpindahan panas ≤ 120 ft2, maka digunakan DPHE.
Sedangkan jika lebih dari 120 ft2, gunakan STHE.
( Kusnarjo, 2010 )
~ Dari neraca energy, didapatkan data – data berikut :
Q = 58495,53 Btu/jam
Msteam = 76,05 lb/jam
mudara = 4051,37 lb/jam
T1 = 455oF
T2 = 455oF

C - 111
t1 = 292,64oF
t2 = 347oF
LMTD = 133,34oF

Untuk sistem udara – steam,


UD = 5 – 50 Btu/jam.ft2 oF
Sehingga,
A= = 8,77 – 87,74 ft2 ( Gunakan DPHE )

Dengan bantuan HYSYS 7.2, didapatkan physical dan thermodynamic properties


dari udara maupun steam :

Pertama – tama, dicoba dimensi DPHE sebagai berikut :


4 x 3 in – IPS Pipe
Inner pipe external surface area ( a” ) = 0,917 ft2/ft
Annulus flow area ( aan ) = 0,022 ft2
Inner pipe flow area ( ap ) = 0,051 ft2
De = 0,095 ft
De’ = 0,033 ft
Karena flowrate udara > flowrate steam, maka udara dialirkan pada bagian
inner pipe dan steam pada bagian annulus.

C - 112
Uc = = 9,421 Btu/jam.ft2 oF

~ Ditetapkan bahwa Rd,minimal = 0,002 jam.ft2 oF/Btu ( Udara )


=

UD,min = 11,011 Btu/jam.ft2 oF


Amin = = 47 ft2

Lmin = = 52 ft

~ Selanjutnya dilakukan standarisasi terhadap panjang pipa DPHE yang digunakan :


Panjang Pembula
Pipa tan
Ekonomis ( Jumlah Jumlah Abaru Lbaru ( UD,akt Rd,akt Overdes
ft/hairpin ) Hairpin Hairpin ( ft2 ) ft ) ual ual ign (%)
12 4.33 5 55.02 60 7.97 0.0193 1827
15 3.47 4 55.02 60 7.97 0.0193 1827
20 2.6 3 55.02 60 7.97 0.0193 1827
~ Dipilih panjang pipa ekonomis sebesar 12 ft/hairpin karena memiliki % overdesign
yang terkecil

L-354. POMPA FEED ADSORBER


Fungsi : Memompa campuran uap ethanol - air dari subcooler condenser
ke kolom adsorber
Tipe : Centrifugal pump
Kondisi Operasi :

C - 113
Suhu = 50 oC
Tekanan Asal = 14.5 psia
Tekanan Tujuan = 22 psia
Basis operasi = 1 jam
Rate massa fluida = 28348 kg/hari
= 2604.0 lb/jam = 0.72 lb/s
Viskositas = 0.8075 cp = 0.00054 lb.s/ft
Densitas = 807.00 kg/m3 = 50.38 lb/ft3
Rate volumetrik = rate massa fluida/densitas
= 0.014 ft3/s = 51.69 ft3/jam = 1.46 m3/jam
Schedule number =Ps x 1000
Ss (vilbrant, hal.344)
Ps = Internal working pressure
Ss = Allowabel stress
Pemilihan schedule number pipe yang akan digunakan :
*Bahan Pipa : SA-213 Grade TP304 Asumsi : Aliran Turbulen
Ps = 18.125 psia (Perry hal 10.108)
Ss = 18764.7 psia (Brownel hal 337)
Sch = 0.97 ~ 40
Di,opt,nominal =
size 3.9 q
0.45
. ρ0,13
= 0.96 in ~ 1 in
(TimmerHouse 496)
Diambil schedule number pipa yang distandardkan, yaitu 3 1/2 in schedule 40 dari ASME/ANSI B36
Dipakai pipa stanASME/AN
OD = 1.315 in = 0.110 ft
ID = 1.049 in = 0.087 ft
Flow area A = 0.864 in2 = 0.006 ft2
Wall Thicknes = 0.133 in

Tinggi nozzle outlet pada Subcooler Condenser ( 1 ) = 1.00 ft = 0.30 m


Tinggi Kolom Adsorber ( 2 ) = 36.02 ft = 36.02 m
total panjang pipa tangki digunakan = 350 ft = 106.68 m
asumsi yang digunakan:
- Pipa inlet berada pada nozzle outlet subcooler condenser
- Pipa outlet berada di bagian atas kolom adsorber
- Diameter pipa yang digunakan sama besar
- Diameter tangki pengenceran dianggap besar
- Liquida tidak mengalami perubahan densitas
- titik 1 adalah titik dalam liquida tangki 1
- titik 2 adalah titik keluaran pipa outlet

C - 114
Perhitungan :
v1 = 0.040 m/s
karena dianggap diameter tangki 1 besar
maka :
(v1)2/2gc = 2.5E-05 m/s
aliran turbulen :
(p2/ρ)-(p1/ρ) = 0.144 [Link]/lbm
v2 = 2.39 ft/s
(v2) /2gc
2
= 0.089 [Link]/lbm
z1 sebagai = 0 ft
maka z2 = 35.02 ft
z2.g/gc = 35.02 [Link]/lbm
Perhitungan Friksi
A. Friksi di bagian suction
[Link] yang terjadi karena adanya kontraksi
(slurry masuk dari tangki 1 ke pipa 3")
hc = Kc x v2 ( Geankoplis, pers 2.10-16, hal 93 )
2 x gc
dimana :
Kc = 0.55(1- A2/A1)A1 = >>>>>>
Kc = 0.6
hc = 0.049 ft lbf/ lbm

2. Friksi karena pipa lurus


Panjang pipa lurus bagian suction = 100 ft
NRe =
ρDv 48.66 x 0.087 x 2.17
=
μ 0.00054
= 19444.08 Turbulen
e (roughness for commercial pipe ) = 0.000046 m
= 0.00015 ft
e/ D = 0.0017
Dari Geankoplis fig. 2.10-3 diperoleh f = 0.0079
Fps = 4f v L 2

2 gcD
= 3.217 ft lbf/ lbm

3. Friksi bagian suction :


Fs = hc + Fps
= 0.049 + 3.217
= 3.266 ft lbf/ lbm

C - 115
B. Friksi di bagian discharge
1. Friksi karena pipa lurus
Panjang pipa lurus bag = ###ft
Fpd = 4f v2L
2 gcD
= 4 x 0.0079 x 0.073 x 250
0.087
= 8.041 ft lbf/lbm
2. Friksi karena fitting (Geankoplis, tabel 2.10-1, hal 93)
Jenis fitting dan valve Kf jumlah
Elbow 900 standar 0.75 3
globe valve 6 1
hf (elbow) = 3 x kf x v2 = 0.200 ft lbf/lbm
2 gc
hf (valve) = kf x v2 = 0.534 ft lbf/lbm
2 gc

3. Friksi bagian discharge :


Fd = hf (elbow) + hf (globe valve) + Fpd
= 0.164 + 0.437 + 6.585
= 8.776 ft lbf/lbm

4. Friksi total pompa= Fs + Fd


= 3.266 + 8.776
= 12.041 ft lbf/ lbm
Digunakan Mechanical energy balance :

-Ws = 47.25
efisiensi pompa = 85% (Timmerhaus, ed 5 fig 12.17 hal 516)
Wp = -Ws / efisiensi
= 55.59 [Link]/lbm
Horse Power = Wp x Rate Mass Fluida
550
= 0.073 Hp = 0.055 kW
Horse Power = 1 Hp = 0.746 kW
Head Pom ([Link])
Ws x = 47.25 ft
g = 14.403 m

G-355. BLOWER UDARA REGENERASI

C - 116
Fungsi: Mengalirkan udara panas dari Air Heater untuk regenerasi molekular Sieve
Kondisi Operasi :
P1 = 1 bar
P2 = 2,4 bar
T1 = 30oC = 303 K
T2 = ??
~ Untuk faktor keamanan design, ditetapkan :
P1,design = +20% P1 = 1,2 bar
P2,design = +20% P2 = 2,88 bar
Ditetapkan :
- Jenis blower : Centrifugal blower
- Efisiensi blower = 75%
Karena udara merupakan gas diatomic, maka :
γ = 1,4
= 0,286

( Nagpurlawa, 2009 )

= 417,82 K
= 144,8oC
T2,design = +20% T2 = 153,1oC
Karena suhu gas keluar dan masuk sudah diketahui, maka dapat
dihitung kebutuhan power supply untuk blower :
Flowrate massa udara ( m ) = 1837,69 kg/jam
= 0,51 kg/s
Kapasitas panas udara ( Cp ) = 1,035 kJ/kg.K
Power Supply ( Wp ) = m Cp ( T2 – T1 )
= ( 0,51 kg/s ) ( 1,035 kJ/kg.K ) ( 417,82 – 303 K )
= 60,66 kJ/s = 60,66 kW

C - 117
nominal size ) seperti

C - 118
atch adalah waktu tinggal

C - 119
kan “Arrhenius Plot”
– Mary D. Earle ).

C - 120
engan grafik dibawah ini :

85 . 0,3048 ) = 0,90 m

C - 121
stanta power number

C - 122
ermodynamic properties

C - 123
atch adalah waktu tinggal

an berubah menjadi :

C - 124
6 ( Stainless Steel 316 )

C - 125
engan grafik dibawah ini :

C - 126
ermodynamic properties

C - 127
Dt + 2ts ) = 611,03 ft

pagasi dan fermentasi

C - 128
dihitung kebutuhan

C - 129
29 . 0,3048 ) = 0,44 m

C - 130
stanta power number

atch adalah waktu tinggal

akan berubah menjadi :

C - 131
6 ( Stainless Steel 316 )

C - 132
engan grafik dibawah ini :

C - 133
42 . 0,3048 ) = 0,65 m

= 282765,30

stanta power number

C - 134
a tangki umpan distilasi

C - 135
= 243,53oF

C - 136
hell ) + Brass ( Tube )

modynamic Properties

C - 137
xchanger ), didapatkan :

C - 138
l dan thermodynamic properties dari larutan filtrat maupun vinnase :

nger ), didapatkan :

C - 139
dynamic Properties

hell dan cooling water

4 Exchanger ), didapatkan :

C - 140
KERN hal 841 – 842

or sebagai berikut :

C - 141
Air ( Internal Pressure )

C - 142
e dalam kolom distilasi

C - 143
/(144×4.17× 〖 10 〗 ^8×0.0471×0.00417) ((1−0.4764))/ 〖 0.4764 〗 ^2 ))20.065

) + Alumunium ( Tube )

dynamic Properties

C - 144
i shell dan cooling water

4 Exchanger ), didapatkan :

4 Exchanger ), didapatkan :

C - 145
chedule 40 dari ASME/ANSI B36

C - 146

Anda mungkin juga menyukai