0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan15 halaman

Simulator Proteksi Jaringan Ring Relai Diferensial

Rangkuman dokumen tersebut adalah merancang simulator sistem proteksi distribusi jaringan ring menggunakan relai diferensial untuk mempelajari cara kerjanya dan mensimulasikan proteksi terhadap gangguan arus."

Diunggah oleh

Bagas Ryantto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan15 halaman

Simulator Proteksi Jaringan Ring Relai Diferensial

Rangkuman dokumen tersebut adalah merancang simulator sistem proteksi distribusi jaringan ring menggunakan relai diferensial untuk mempelajari cara kerjanya dan mensimulasikan proteksi terhadap gangguan arus."

Diunggah oleh

Bagas Ryantto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM

PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI RING


MENGGUNAKAN RELAI DIFERENSIAL

THE DESIGN OF NETWORK RING DISTRIBUTION


PROTECTION SYSTEM SIMULATOR USING DIFFERENSIAL
RELAY

Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Diploma III

Diajukan Oleh
Muhamad Bagas Ryantto
151321051

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2018
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM
PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI RING
MENGGUNAKAN RELAI DIFERENSIAL

THE DESIGN OF NETWORK RING DISTRIBUTION


PROTECTION SYSTEM SIMULATOR USING DIFFERENSIAL
RELAY

Diajukan Oleh :
Muhammad Bagas Ryantto
151321051

Telah disetujui oleh :

Calon Pembimbing I,

Supriyanto,ST.,MT.
NIP. 195806011993031001 Tanggal : ..........................

Calon Pembimbing II,

Sunarto,ST.,[Link].
NIP. 196212201988031003 Tanggal : ..........................
3

Abstrak
Sistem dalam penyaluran energi listrik sudah sangatlah besar maka dari itu,
kebutuhan proteksi listrik yang handal dan aman akan selalu diperlukan. Dalam
pengoperasiannya, sistem distribusi tenaga listrik tidak akan lepas dari suatu
gangguan. Gangguan sistem jaringan listrik yang sering terjadi ialah gangguan
arus lebih. Gangguan arus lebih bisa diakibatkan oleh faktor internal maupun
eksternal. Gangguan arus lebih akan mengakibatkan terjadinya arus yang besarnya
berlipat ganda dibandingkan arus nominal peralatan distribusi maupun beban-
beban listrik yang mengalami gangguan. Dan jika tidak segera diisolir oleh
perangkat proteksi, akan menimbulkan kerusakan. Sistem tenaga listrik dapat
beroperasi dengan baik dalam setiap situasi dan kondisi,baik dalam keadaan
normal maupun dikondisi tidak normal. Dalam kondisi tidak normal, sistem
proteksi memiliki peran penting dalam mendeteksi setiap gangguan dan
melepaskan bagian yang terganggu dari sistem. Untuk mengatasi gangguan
tersebut maka di pasang relai diferensial pada suatu jaringan. Relai diferensial
bekerja tanpa koordinasi dengan relai yang lain, sehingga kerja relai ini
memerlukan waktu yang cepat. Berbeda dengan sifat relai yang lain, relai ini
bersifat sangat selektif. Sifat selektif adalah relai diferensial tidak akan bekerja
pada saat normal atau gangguan di luar daerah pengamanan. Untuk menjaga agar
peralatan distribusi mampu bekerja dengan optimal, maka peralatan tersebut
ditunjang dengan proteksi berupa relai diferensial. Maka dari itu setting relai
diferensial harus dilakukan secara tepat sehingga mencegah adanya kegagalan
proteksi dan meningkatkan kehadalan sebuah sistem tenaga listrik.

Kata kunci : relai Diferensial,gangguan arus lebih,proteksi


4

1. Pendahuluan

1.1. Latar belakang

Kebutuhan proteksi listrik yang handal dan aman saat ini semakin
diperlukan. Karena dalam pengoperasiannya, sistem distribusi tenaga listrik tidak
akan lepas dari suatu gangguan. Gangguan sistem jaringan listrik yang sering
terjadi ialah gangguan arus lebih. Gangguan arus lebih akan mengakibatkan
terjadinya arus yang besarnya berlipat ganda dibandingkan arus nominal peralatan
distribusi maupun beban-beban listrik yang mengalami gangguan. Oleh karena itu
dibutuhkan suatu perangkat yang mampu mengamankan jaringan listrik, yaitu
dengan menggunakan relai differensial. Gangguan-ganguan tersebut sewaktu-
waktu dapat terjadi maka di perlukannya pengaman yang memiliki kapasitas besar
dan kompleks. Tujuan pemasangan rele proteksi pada adalah untuk mengamankan
peralatan/system sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari atau
dikurangi sekecil mungkin. Relai diferensial bekerja dengan membandingkan arus
yang masuk dan arus yang keluar. Ketika terjadi perbedaan maka relai akan
mendeteksi adanya gangguan dan menginstruksikan PMT untuk membuka (trip)
apabila terjadi perbedaan. Perbedaan di sini adalah perbedaan nilai arus dan
perbedaan besar fasa (stabilitas arus). Relai ini lebih efektif untuk menangani
gangguan. Relai diferensial bekerja tanpa koordinasi dengan relai yang lain,
sehingga kerja relai ini memerlukan waktu yang cepat. Berbeda dengan sifat relai
yang lain, relai ini bersifat sangat selektif. Sifat selektif yang dimaksud adalah
relai diferensial tidak akan bekerja pada saat normal atau gangguan di luar daerah
pengamanan.
Relai ini juga tidak dapat dijadikan sebagai pengaman cadangan dan relai
ini memiliki daerah pengamanan yang dibatasi oleh trafo arus (CT). Untuk
menjaga agar peralatan distribusi mampu bekerja dengan optimal, maka peralatan
tersebut ditunjang dengan proteksi berupa relai diferensial. Maka dari itu setting
relai diferensial harus dilakukan secara tepat sehingga mencegah adanya
kegagalan proteksi dan meningkatkan kehadalan sebuah sistem tenaga listrik.
Berdasarkan hal yang telah di paparkan di atas maka penulis membuat proyek
5

akhir dengan judul”RANCANG BANGUNGUN SIMULATOR SISTEM


PROTEKSI DISTRIBUSI JARINGAN RING MENGGUNAKAN RELAI
DIFERENSIAL”

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan Proyek Akhir ini adalah:
1. Merancang dan membuat simulator sistem proteksi distribusi jaringan
ring menggunakan relai diferensial.
2. Mempelajari cara kerja sistem proteksi distribusi pada jaringan ring
menggunakan relai diferensial.

3. Mensimulasikan sistem proteksi distribusi jaringan ring menggunakan relai


diferensial.

1.3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dapat


dinyatakan sebagai berikut :
1. Bagaimana cara merancang dan membuat simulator sistem proteksi
distribusi jaringan ring menggunakan relai diferensial?
2. Bagaimana cara kerja sistem relai diferensial pada simulator sistem proteksi
distribusi jaringan ring?

3. Bagaimana cara mensimulasikan sistem proteksi distribusi jaringan ring


menggunakan relai diferensial?

1.4. Batasan Masalah

Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis membatasi permasalahan yang


akan dibahas agar tidak menyimpang dari topik yang akan dibahas. Adapun
batasan masalah yang akan dibatasi pada tugas akhir ini adalah
1. Cara kerja sistem relai differensial pada simulator sistem proteksi
jaringan distribusi ring
2. Simulasi dilakukan pada distribusi jaringan SUTM 3 bus.
6

3. Proteksi terhadap gangguan sistem jaringan listrik hanya dibatasi pada


gangguan arus.

1.5 Tinjauan Pustaka dan LandasanTeori

[Link] Diferensial

Relai diferensial merupakan relai yang prinsip kerjannya berdasarkan


keseimbangan (balance),yang membandingkan arus-arus sekunder transformator
arus (CT) terpasang pada terminal-terminal peralatan atau instalasi yang di
amankan. Relai ini berfungsi mengamankan terhadap gangguan hubung singkat
yang terjadi di daerah yang di amankan. Relai ini merupakan pengaman utama
(main protection) yang sangat selektif dan cepat, sehinnga tidak perlu
mengkordinir dengan relai yang lain dan tidak memerlukan time delay. Secara
sederhana relai diferensial bekerja membandigkan dua atau lebih masukan arus.
Arus yang dibandingkan adalah arus yang masuk ke dalam dan keluar dari
wilayah yang diproteksi oleh relai. Jika perbedaannya bernilai nol, maka
diasumsikan tidak ada gangguan internal. Begitupun sebaliknya jika
perbedaannya tidak bernilai nol maka terdapat sebuah gangguan internal.

Gambar 1.1. Gambar Relai Diferensial


7

1.5.2. Syarat dan Karakteristik Relai

Dalam menunjang fungsinya sebagai salah satu perangkat proteksi, relai


arus lebih harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Kepekaan (sensitivity)
2. Keandalan (reliability)
3. Selektifitas (selectivity)
4. Kecepatan (speed)

1.5.3. Prinsip Kerja Relai Diferensial


Dalam kondisi normal, arus mengalir melalui peralatan listrik yang
diamankan (generator,transformator dan lain-lainnya). Arus-arus sekunder
transformator arus, yaitu I1 dan I2 bersirkulasi melalui jalur IA. Jika relai
pengaman dipasang antara terminal 1 dan 2, maka dalam kondisi normal tidak
akan ada arus yang mengalir melaluinya. Jika terjadi gangguan di luar peralatan
listrik peralatan listrik yang diamankan (external fault), maka arus yang mengalir
akan bertambah besar, akan tetapi sirkulasinya akan tetap sama dengan pada
kondisi normal, sehingga relai pengaman tidak akan bekerja untuk gangguan luar
tersebut. Jika gangguan terjadi didalam (internal fault), maka arah sirkulasi arus
disalah satu sisiakan terbalik, menyebabkan keseimbangan pada kondisi normal
terganggu, akibatnya arus ID akan mengalir melalui relai pengaman dari terminal
1 menuju ke terminal 2. Selama arus-arus sekunder transformator arus sama besar,
maka tidak akan ada arus yang mengalir melalui.

Gambar 1.2. Gambar Relai Diferensial Gangguan Internal Dan External


8

1.5.4. Karakteristik CT
Relay differensial dalam operasinya bahwa dalam keadaan normal atau
terjadi gangguan diluar daerah pengamanannya arus pada relay sama dengan nol.
Karena itu kemungkinan salah kerja dari relai differnsial dapat terjadi, arus yang
dapat menyebabkan relay salah kerja tersebut dinamakan arus ketidakseimbangan.
Bila suatu arus yang besar mengalir melalui suatu trafo arus maka arus pada
terminal sekunder tidak lagi linear terhadap arus primer. Hal ini disebabkan
kejenuhan pada intinya. Pada relai differensial trafo arusnya harus identik, namun
kejenuhan intinya tidak dapat sama betul. Hal ini disebabkan perbedaan beban
dari masing masing trafoarus tersebut.

Gambar 1.3. Karakteristik Trafo Arus (CT) Pada Relai Diferensial

1.5.5. Gangguan Sistem Jaringan Listrik


Gangguan terjadi akibat faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal dari gangguan adalah rusaknya peralatan listrik. Sedangkan faktor
eksternal adalah cuaca buruk, badai, hujan, bencana, runtuhnya pohon, petir,
dan lain-lain. Selain faktor internal dan faktor eksternal gangguan terdiri dari
gangguan temporer atau permanen. Gangguan temporer bisanya diamankan
dengan CB (Circuit Breaker) atau pengaman lainnya, Sedangkan gangguan
permanen adalah gangguan yang menyebabkan kerusakan permanen pada
sistem. Pada saat terjadi gangguan akan mengalir arus yang sangat besar pada
fasa yang terganggu menuju titik gangguan, dimana arus gangguan tersebut
mempunyai harga yang jauh lebih besar dari rating arus maksimum yang
diijinkan, sehingga terjadi kenaikan temperatur yang dapat mengakibatkan
9

kerusakan pada peralatan listrik yang digunakan. Sebab-sebab timbulnya


gangguan pada sistem tenaga listrik. Dalam sistem tenaga listrik tiga fasa,
gangguan–gangguan arus lebih yang mungkin terjadi adalah. Gangguan beban
lebih (overload) Gangguan ini sebenarnya bukan gangguan murni, tetapi bila
dibiarkan terus menerus berlangsung dapat merusak peralatan listrik yang
dialiri arus tersebut. Pada saat gangguan ini terjadi arus yang mengalir melebihi
dari kapasitas peralatan listrik dan pengaman yang terpasang.

1.6. Metode Dan Langkah-Langkah Pengerjaan Tugas Akhir


Dalam tugas akhir ini,langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk
merealisasikan alat yang akan di buat adalah sebagai berikut :
1. Studi Literatur
Pada tahap ini, penulis mencari literatur yang berkaitan dengan proteksi
transformator, melalui buku–buku maupun melalui jurnal–jurnal di internet.
2. Pembuatan Rancangan Alat
Setelah melakukan studi literatur, tahapan selanjutnya adalah pembuatan
rancangan atau rangkaian untuk simulator koordinasi proteksi.
3. Pengadaan Komponen
Setelah pembuatan rancangan alat selesai, tahapan selanjutnya adalah
pengadaan barang atau komponen yang diperlukan untuk pembuatan simulator
koordinasi proteksi.
4. Pembuatan dan pengujian Simulator
Setelah semua komponen yang diperlukan tersedia, tahapan selanjutnya
yaitu pembuatan dan pengujian alat yang akan digunakan untuk mengetahui,
menganalisa dan mengevaluasi hasil pengujian, perhitungan, dan koordinasi
relai proteksi pada jaringan.
5. Analisa data dan Evaluasi.
Pada tahapan ini dilakukan analisa data dan eveluasi terhadap pengujian
yang telah dilakukan serta melakukan perbandingan dengan hasil perhitungan
berdasarkan pengidentifikasian dan hasil pengukuran.
6. Pelaporan
10

Pelaporan dibuat dalam bentuk karya ilmiah dan artikel jurnal untuk
dipresentasikan dan disosialisasikan, sehingga hasil penelitian dapat diketahui
oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan topik yang dibahas dan
dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian lainnya.
7. Perbaikan dan penyempurnaan tugas akhir
Perbaikan dilakukan pada saat terjadi kesalahan (error) pada alat tugas
akhir yang dibuat dan penyempurnaan dilakukan pada akhir kegiatan tugas
akhir pada saat kegiatan tugas akhir telah terselesaikan.
8. Bimbingan
Bimbingan dilakukan oleh penulis dengan pembimbing untuk konsultasi
langsung mengenai permasalahan yang berhubungan dengan kegiatan tugas
akhir.

Gambar 1.4. Gambar Rancangan Simulator Proteksi Jaringan Distribusi Ring


11

1.7. Flow Chart Perancangan dan Pelaksanaan Tugas Akhir


Mulai

Studi Litelatur Teori Proteksi Jaringan Ring


Menggunakan Relai Diferensial

Perancangan Rangkaian
Ya Simulator
( Gambar desain, spesifikasi,dll)

Pembuatan Bill Of Quantity

Tidak
Sesuai

Ya
Pembuatan Simulator

Perbaikan
Tidak
Sesuai

Ya
Pengujian Sistem Proteksi Jaringan Ring
Menggunakan Relai Diferensial

Analisa Hasil Pengujian

Tidak Sesuai

Ya
Selesai

Gambar 1.4. Flow Chart Perancangan dan Pelaksanaan Tugas Akhir


12

1.8. Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir


Rancangan jadwal pelaksanaan tugas akhir diperlihatkan tabel 1.1. di
halaman selanjutnya.
13

Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir

Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir Tahun 2017


No Kegiatan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli
2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi Literatur teori proteksi
2 Bimbingan
3 Pembuatan Proposal
Perancangan Rangkaian Simulator
4
(Gambar Desai, Spesifikasi, dll)
5 Membuat Bill of Quantity
6 Pengadaan dan pengecekan komponen
Pembuatan simulator koordinasi
7
proteksi arus lebih
Pengujian simulator koordinasi proteksi
8
arus lebih
Analisa hasil pengujian dan pengolahan
9
data
10 Perbaikan dan penyempurnaan
14

1.9 Rancangan Anggaran Biaya

Tabel 1.2 dibawah berikut adalah rancangan anggaran biaya proyek akhir.
Untuk pembuatan simulator dan pembuatan laporan.
Tabel 1.2. RAB Proyek Akhir
PEMBUATAN SIMULATOR
NO SPESIFIKASI QTY HARGA/UNIT (Rp) TOTAL (Rp)
1 Papan + Print 1 bh Rp 850.000 Rp 850.000
2 Rak Besi 1 bh Rp 650.000 Rp 650.000
3 Kabel NYAF 1.5 mm 3 Rol Rp 330.000 Rp 990.000
4 Kontaktor 20 A 9 bh Rp 250.000 Rp 2.250.000
5 Kabel NYAF 2.5 mm 1 Rol Rp 420.000 Rp 420.000
6 Power Supply 12V 5A 3 bh Rp 95.000 Rp 285.000
7 Ampere meter Digital 3 bh Rp 450.000 Rp 1.350.000
8 Selector switch 1 bh Rp 78.000 Rp 78.000
9 CT 30/5 A 8 bh Rp 75.000 Rp 600.000
10 MCB 16A 1 bh Rp 45.000 Rp 45.000
11 Busbar 5 meter Rp 65.000 Rp 325.000
12 Baut, ring & mur 4 pak Rp 45.000 Rp 180.000
13 Push button 16 bh Rp 30.000 Rp 480.000
14 Skun Kabel 20 bh Rp 23.000 Rp 460.000
15 Skrup 4 pak Rp 20.000 Rp 80.000
16 Kabel power 4 bh Rp 15.000 Rp 60.000
17 Terminal strip Lenko 4 bh Rp 13.000 Rp 52.000
18 Banana plug 120 bh Rp 5.000 Rp 600.000
19 Lampu Indikator + dudukan 8 bh Rp 20.000 Rp 160.000
20 Resistor 12 0hm 100W 15 bh Rp 30.000 Rp 450.000
SUBTOTAL Rp 10.365.000
PEMBUATAN LAPORAN
NO SPESIFIKASI QTY HARGA/UNIT (Rp) TOTAL (Rp)
1 Kertas A4 2 Rim Rp 38.000 Rp 76.000
2 Tinta Printer 1 Set Rp 20.000 Rp 20.000
3 Jilid Laporan 5 Copy Rp 30.000 Rp 150.000
SUBTOTAL Rp 246.000
TOTAL KESELURUHAN Rp 10.611.000

Catatan :
Rencana anggaran biaya yang dicantumkan di atas dengan harga alat
yang sudah berada di lab distribusi dan sewaktu-waktu harga tersebut bisa
berubah sesuai dengan ketersediaan barang dipasaran.
15

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Fadjar [Link] Diferensial,2012.


[2]. Ahmad [Link] Proteksi , 2013.
[3]. Nor Ria Fitriani Analisis Penggunaan Relai Diferensial Sebagai Proteksi
Pada Trasformator Daya 16 MVA Di Gardu Induk Jajar, 2017

Anda mungkin juga menyukai