100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan7 halaman

Program Gugus PAUD: Tujuan dan Fungsi

Dokumen tersebut membahas tentang program Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan kumpulan 3-8 lembaga PAUD di area terdekat yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan PAUD secara profesional, efektif, dan efisien melalui kegiatan pembinaan, pertukaran informasi, pengembangan kreasi pembelajaran, serta pembinaan kelembagaan PAUD. Gugus PAUD dikelola oleh struk

Diunggah oleh

Slamet Zakaria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan7 halaman

Program Gugus PAUD: Tujuan dan Fungsi

Dokumen tersebut membahas tentang program Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan kumpulan 3-8 lembaga PAUD di area terdekat yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan PAUD secara profesional, efektif, dan efisien melalui kegiatan pembinaan, pertukaran informasi, pengembangan kreasi pembelajaran, serta pembinaan kelembagaan PAUD. Gugus PAUD dikelola oleh struk

Diunggah oleh

Slamet Zakaria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B.

Program Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


1. Pengertian Gugus PAUD
Gugus PAUD merupakan kumpulan dari 3-8 lembaga PAUD yang berdomisili dalam area
terdekat dan pembagian area menjadi sangat relatif, tergantung pada letak geografisnya.
2. Tujuan Gugus PAUD
Secara umum gugus PAUD bertujuan untuk meningkatkan kinerja Pembina pendidikan,
pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola program PAUD secara professional yang
efisien dan efektif. Tujuan khusus yaitu menjadikan wahana pembinaan pendidik dan tenaga
kependidikan PAUD dalam hal: (a) Pengembangan dan inovasi pembelajaran PAUD. (b)
Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu
layanan anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya.(c) Optimalisasi sumber belajar,
sarana/ prasarana dan potensi lingkungan untuk peningkatan, pengembangan dan eksistensi
anggota Gugus PAUD, (d) Peningkatan komunikasi yang efisien dan efektif antar anggota
komunitas Gugus PAUD, Gugus dengan orang tua dan masyarakat, (e) Fasilitasi terhadap akses
fasilitas sumber-sumber pembelajaran darilingkungan dan pemerintah.
4. Fungsi Gugus PAUD
Gugus PAUD berfungsi (1) Wadah pembinaan professional dalam rangka meningkatkan
kompetensi bagipendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang terencana dan sistematis, (2)
Sarana untuk saling bertukar informasi dan saling membelajarkan antar anggotadan anggota
dengan lingkungan masyarakat. (3) Sebagai bengkel kerja dalam penyediaan dan pengembangan
kreasi dan inovasidi bidang pembelajaran PAUD. (4) Sarana pembinaan kelembagaan PAUD
secara efektif dan efisien.
5. Pembentukan Gugus
Pembentukan Gugus PAUD didasarkan pada kedekatan wilayah dalam lingkup kerja
DinasPendidikan tingkat kecamatan. Pembentukan Gugus difasilitasi oleh Penilik/Pengawas
PAUD dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Pembentukan Gugus yang diterbitkan oleh
Dinas Pendidikan Kecamatan/Kabupaten/[Link] yang harus diperhatikan dalam
pembentukan Gugus : (1) Jarak PAUD dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga
memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi, (2) Satu Gugus PAUD terdiri dari 3
sampai 8 lembaga PAUD, baik yang menyelenggarakan program TK, KB, TPA, maupun SPS
dan berada dalam wilayah kecamatan yang sama. Khusus di wilayah sulit, perbatasan atau yang
memiliki jumlah lembaga PAUD terbatas. Keanggotaan Gugus disesuaikan dengan jumlah
lembaga yang sudah terbentuk di kecamatan tersebut.(3) Setiap Gugus memiliki 1 PAUD Inti
dan lainnya sebagai PAUD Imbas. (4) PAUD inti dipilih berdasarkan kesepakatan dengan
memperhatikan persyaratan berikut: (a) Letaknya yang mudah terjangkau oleh pendidik/
kepala/pengelolaPAUD Imbas. (b) Lokasi lingkungan memungkinkan untuk dikembangkan
sebagai tempat berbagai kegiatan. (c) Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang
memenuhiketentuan yang ditetapkan Standar PAUD, (d) Memiliki inovasi dalam bidang tertentu
dan terbuka terhadap perkembangan keilmuan PAUD, (e) Memiliki fasilitas dan sumber belajar
yang memadai. (f) Memiliki manajemen PAUD yang baik. Penentuan jangka waktu menjadi
PAUD Inti ditentukan oleh Daerah dan PAUD Inti dapat dipilih kembali atau bergilir, (5) Setiap
Gugus PAUD menyusun kepengurusan, membuat visi, misi, dan program kerja Gugus, serta
terdaftar secara aktif di Kelompok Kerja Gugus PAUD Kecamatan. Adapun bagan Gugus PAUD
yang terdiri dari TK, KB, SPS, Lembaga Inti dan PAUD Imbas seperti gambar berikut ini.

Gambar 1 : Bagan Gugus PAUD yang terdiri dari TK, KB, SPS, Lembaga Inti dan PAUD
Imbas

Dalam pembentukan gugus PAUD hal–hal yang perlu diperhatikan yaitu (1) Untuk tahap
awal pembentukan Gugus PAUD dapat mengoptimalkan TK Pembina tingkat Provinsi/
Kabupaten/Kota/Kecamatan, dan PAUD Percontohan tingkat Provinsi/ Kabupaten/Kota/
Kecamatan menjadi PAUD Inti di Gugus PAUD. (2) Apabila jumlah PAUD (TK, KB, TPA,
SPS) dalam satu kecamatan kurangdari 3 PAUD maka PAUD tersebut dapat bergabung dengan
Gugus PAUD terdekat dalam satu Kabuupaten/Kota.
5. Visi dan Misi Gugus PAUD
Untuk membangun kesamaan persepsi, tujuan dan komitmen antar anggota, maka setiap
Gugus memiliki visi, misi yang dirumuskan bersama dan disosialisasikan ke seluruhpendidik dan
anggota Gugus PAUD. Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita
bersama pada masayang akan dating. Visi dapat menjadi aspirasi Gugus PAUD sebagai arah dan
dasarperencanaan untuk mencapai tujuan. Kriteria visi yang baik dan efektif : (1) Penuh
tantangan, tetapi dapat dicapai, (2) Jelas, terhindar dari berbagai konflik interprestasi, (3)
Mudah diingat, idealnya tidak lebih dari 20-25 kata-kata. (4) Meliputi banyak hal, pernyataan
tersebut memungkinkan dan mempunyaikekuatan untuk banyak hal. (5) Bernilai, mempunyai
ikatan yang kuat dengan nilai yang ada dimasyarakat. (6) Visual, dapat digambarkan secara
nyata.(7) Mobilisasi, dapat merespon tuntutan perkembangan zaman, (8) Pedoman, dapat
dijadikan pegangan dan [Link] merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang
kegiatan-kegiatan operasionalsebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
Misi dirumuskan dandisosialisasikan pada anggota Gugus [Link] Visi : “Maju
bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD Terpadu” Contoh Misi :(1)Melaksanakan
manajemen Gugus PAUD, (2) Mengembangkan kegiatan pembelajaran Gugus PAUD yang
inovatif, (3) Mengoptimalkan peran serta orang tua, masyarakat dan stickholderdalam
pendidikan, (4) Menciptakan budaya belajar dan prestasi untuk meningkatkan mutuPAUD.
6. Organisasi Gugus PAUD
Struktur organisasi dalam Gugus PAUD menunjukkan hubungan wewenang dan
tanggung jawab serta deskripsi pekerjaan yang harus dilakukan agar program peningkatan
mutupendidikan PAUD dalam satu Gugus PAUD tercapai. Struktur organisasi Gugus
PAUDterdiri dari: Pembina administrasi, Pembina teknis Gugus PAUD, Ketua Gugus
PAUD,Sekretaris Gugus PAUD, Bendahara Gugus PAUD dan Anggota Gugus PAUD.
Pembina Administrasi Gugus PAUD Lain Komite PAUD Ketua Guus/PAUD Inti
Pembina Administratif: KUPTD Pembina Teknis : Pengawas/Penilik PAUDBendahara
GugusSekretaris GugusAnggota Gugus : PAUD Imbas : Pendidik, Kepala/Pengelola PAUD
Pembina administrasi Gugus PAUD di tingkat kecamatan adalah Kepala UPTD/SKDtingkat
Kecamatan. Tugas dan wewenang Pembina tingkat kecamatan sebagai berikut : (a) Sebagai Tim
Koordinasi pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran dan pembinaan bagi para pendidik
PAUD di wilayahnya, (b) Memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta
memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua Gugus PAUD diwilayahnya,
(c) Memantau kegiatan Gugus.
Pembina teknis Gugus PAUD adalah Pengawas TK/Penilik KB, TPA, SPS yang berperan
merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di
PAUD sesuai dengan STANDAR PAUD.
Ketua dipilih dari salah seorang kepala/pengelola PAUD dalam gugus atau kepala/
pengelola lembaga inti. Ketua bersama dengan sekretaris dan bendahara menciptakan suatu
iklim kebersamaan antara sesame kepala/pengelola PAUD. Ketua menggerakkan pertemuan-
pertemuan berkala antara lembaga Inti dan PAUD Imbas, menjabarkan dan menyusun program
peningkatan mutu pendidikan PAUD. Dalam melaksanakan tugasnya, ketua bekerja sama
dengan narasumber menyusun program secara lebih teknis untuk keperluan pertemuan pendidik
PAUD dalam upaya peningkatan mutupembelajaran.
Sekretarisaris dipilih dari salah seorang pendidik PAUD dalam Gugus PAUD atau
pendidik PAUD inti. Sekretaris membantu ketua gugus secara administrasi, yakni menyiapkan
program kerja gugus untuk kebutuhan pendidik, menyusun jadwal gugus menghimpun
permasalahan untuk dijadikan topic pembahasan dalam Gugus, mendokumentasikan dan
menyebarluaskan hasil-hasil pertemuan gugus sebagai pegangan pendidik sertamenyusun
laporan hasil Gugus kepada Pembina kecamatan.
Bendahara dipilih dari salah seorang pendidik/pengelola PAUD dalam Gugus PAUD
ataupendidik PAUD Inti. Bendahara membantu ketua dalam menghimpun dana, mengelola,
membukukan dan mempertanggung jawabkan keuangan Gugus PAUD kepada anggota. Anggota
terdiri dari semua pendidik dan kepala/pengelola PAUD dari PAUD Inti dan Imbas.
Tugas dan wewenang komite lembaga PAUD antara lain sebagai berikut : (a)
Memberikan bantuan dan dukungan penyelenggaraan pendidikan, (b) Meningkatkan peran serta
orang tua anak didik dalam penggalian sumber danam, (c) Membantu mendatangkan narasumber
luar untuk peningkatan mutu pendidikandi gugus PAUD.
7. Organisasi Gugus PAUD
Komponen yang ada di dalam Gugus PAUD merupakan satu kesatuan yang saling
terkait. Oleh karena itu dalam Gugus PAUD harus ada mekanisme kerja agar manajemen Gugus
PAUD berjalan dengan baik. Menurut Depdikbud (2014:5) bahwa mekanisme kerja Gugus
PAUD melibatkan: (1) PAUD Inti PAUD Inti dalam setiap Gugus PAUD berfungsi sebagai
berikut : (a) Pusat kegiatan dan pusat informasi bagi PAUD-PAUD Imbas yang tergabung dalam
Gugus PAUD, (b) Merupakan PAUD percontohan bagi PAUD Imbas dalam upaya peningkatan
mutu pendidikan sesuai Standar PAUD, (c) Mengelola sarana prasarana pendidikan untuk
kepentingan seluruh anggota gugusnya, (d) Sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan
dalam Gugus PAUD, (e) Menjalin kerja sama dengan orang tua dan masyarakat agar dapat
berpartisipasi dalam pendidikan PAUD. (2) PAUD Imbas PAUD Imbas adalah PAUD yang
berada dalam lingkungan Gugus PAUD dan menjadia nggota dari Gugus PAUD. PAUD Imbas
berfungsi sebagai berikut : (a) Menerima informasi dan melaksanakan di PAUD nya masing-
masing, (b) Memberi informasi kepada PAUD inti tentang gagasan atau kiat yang
perludikembangkan, (c) Menjalin kerja sama dengan PAUD inti dan imbas lainnya dalam
upayapeningkatan mutu pendidikan sesuai Standar PAUD, (d) Berusaha meningkatkan diri dan
berpacu secara kompetitif, (e) Menjalin kerja sama dengan orang tua dan masyarakat agar dapat
berpartisipasidalam pendidikan. (3) PAUD Inti dan PAUD Imbas menginduk pada Pusat Kerja
Gugus (PKG) PAUD Kecamatan, (4) Pengurus dan anggota gugus membahas bersama-sama
program kerja Gugus,pengembangan gugus, dan kekhususan permasalahan yang dihadapi, baik
yangbersifat teknis edukatif, seperti penyusunan program pembelajaran, metodepembelajaran,
pembuatan alat permainan edukatif, keanggotaan pendidik, aksesfasilitasi yang di danai
pemerintah, pemda, lembaga, atau pihak terkait, dan alatperaga lainnya.
8. Program Kerja Gugus PAUD
Program kerja Gugus PAUD disusun oleh Pengurus dan Anggota dengan melibatkan
Komite PAUD dengan bimbingan dari Pengawas/Penilik PAUD. Menurut Depdikbud (2014:8)
bahwa secara umum program kerja Gugus PAUD meliputi : (1) Program Pengelolaan
Manajemen Gugus PAUDProgram pengelolaan manajemen Gugus PAUD serta tertib
administrasi Gugus PAUD. (2) Program Peningkatan Mutu Pendidikan Gugus PAUD yaitu (a)
Menindaklanjuti hasil pertemuan di Pusat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di
tingkat Kecamatan (b) Pengembangan dan peningkatan Kurikulum Lembaga PAUD, (c)Inovasi
pelaksanaan pembelajaran di PAUD. Contoh materi : (a) Penataan lingkungan bermain yaitu
lingkungan fisik, lingkungan sosial, alat permainan edukatif, alat permainan luar (outdoor), alat
permainandalam (indoor), keragaman dan keamanan alat bermain, (b) Strategi kegiatan :
pembukaan (rutinitas, percakapan),transisi, inti dan penutup (diskusi, recall, dll), (c) Strategi
pembiasaan perilaku (Nilai-nilai Agama dan Moral, Sosial, Emosional) dan pengembangan
kemampuan dasar (Bahasa, Kognitif,Fisik/Motorik, Seni). Pedoman Pembinaan Gugus PAUD,
(d) Persiapan dan pengelolaan area/sentra, (e) Strategi pemberian bimbingan pada kegiatan
awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, (e) Strategi bimbingan konseling secara individual dan
kelompok, (d) Optimalisasi sarana dan prasarana PAUD serta penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi (e) Efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan di PAUD, (f) Mekanisme,
prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar anak didik. (3) Program Pengembangan Gugus
PAUD. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dapat mempercepat perkembangan program kerja
Gugus PAUD, (4) Program Evaluasi Gugus PAUD Program evaluasi dapat dilakukan setiap saat
secara periodik. Berkas setiap kegiatan dan dokumentasi dikumpulkan sebagai bahan evaluasi
pelaksanaan program.
Pelaksanaan program kerja Gugus dilakukan melalui kelompok kerja-kelompok kerja.
Kelompok kerja dikategorikan ke dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja
Kepala/Pengelola (KKKP) dengan ketentuan menurut Depdikbud (2014: 9): (1) Pelaksanaan
program gugus dilakukan melalui pertemuan rutin yang dilakukanminimal 1 kali dalam satu
bulan. (2) Waktu pertemuan diupayakan di luar waktu layanan PAUD, (3) Tempat kegiatan
pertemuan disepakati bersama dengan anggota ataudisesuaikan dengan tema yang akan dibahas
sesuai program kerja gugus, (4) Dalam pertemuan gugus dapat mendatangkan nara sumber dari
instansi ataugugus lain.
9. Anggaran Gugus PAUD
Anggaran operasional kegiatan gugus bersumber dari anggota, masyarakat, pemerintah
dan bantuan lain yang tidak mengikat. Pelaporan dilakukan secara periodic dan incidental,
setelah kegiatan terlaksana atauevaluasi program. Pelaporan ditujukan kepada pengawas
TK/Penilik PAUD dan seluruhanggota gugus, dilengkapi dengan berkas-berkas kegiatan, hasil
karya, foto, daftar hadirkegiatan, kritik, saran dan hal-hal yang terkait. Laporan yang dibuat
adalah (1) Laporan pelaksanaan program rutin dan incidental, sesuai dengan waktupelaksanaan
kegiatan, (2) Laporan pelaksanaan program tengah tahunan dan program tahunan.

Anda mungkin juga menyukai