0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan13 halaman

Laporan Pengamatan Sistem Boiler Migas

Laporan mengamati kondisi operasi boiler di PT. Humpus Pengolahan Migas. Boiler beroperasi dengan suhu inlet 32.2°C dan outlet 189.5°C, serta massa inlet 14.4 kg dan outlet 10.6 kg. Pompa BFW berkapasitas 30 m3/h pada tekanan 31.64 kg/cm2. Peralatan pendukung seperti water filtering dan BFW treating beroperasi sesuai standar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan13 halaman

Laporan Pengamatan Sistem Boiler Migas

Laporan mengamati kondisi operasi boiler di PT. Humpus Pengolahan Migas. Boiler beroperasi dengan suhu inlet 32.2°C dan outlet 189.5°C, serta massa inlet 14.4 kg dan outlet 10.6 kg. Pompa BFW berkapasitas 30 m3/h pada tekanan 31.64 kg/cm2. Peralatan pendukung seperti water filtering dan BFW treating beroperasi sesuai standar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENGAMATAN BOILER

HUMPUS PENGOLAHAN MIGAS

Disusun oleh:

1. Abdul Ghofur
2. M. Aldiansyah
3. Prawirana Bayu
4. Reyhan Kamil
5. Yosi Carolina

Refinery I D

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
SEKOLAH TINGGI ENERGI DAN MINERAL - Akamigas
STEM Akamigas

Cepu, Desember 2014


PENDAHULUAN

Boiler atau ketel uap merupakan suatu bejana tertutup yang terbuat dari logam baja yang
digunakan untuk memproduksi uap. Di dalam dapur (furnace), energi kimia dari bahan bakar
dirubah menjadi panas melalui proses pembakaran dan panas yang dihasilkan sebagian besar
diberikan kepada air yang berada di dalam ketel yang menyebabkan air berubah menjadi uap.
Uap yang dihasilkan dari sebuah ketel dapat digunakan sebagai fluida kerja atau media pemanas
untuk berbagai macam keperluan rumah tangga sampai dengan keperluan industri. Air panas
atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi kalor ke suatu proses. Jika air
didihkan sampai menjadi steam, maka volumenya akan meningkat sekitar 1600 kali,
menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga sistem
boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem
air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Sistem
steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui
sistem perpipaan ke titik pengguna. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan
untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan. Adapun
kompunen boiler yang mendukung terciptanya steam antara lain:
1. Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar
2. Steam drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan tempat
pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam)
3. Super heater
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui
main steam pipe dan siap untuk menggerakan turbine uap atau menjalankan
proses industry
4. Air heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan
udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan
masuk ke dalam tungku pembakaran
5. Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan
air dari air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru
6. Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana
tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam
7. Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang
berada didalam pipa steam
Klasifikasi Boiler

a. Berdasarkan tipe pipa :


 Fire tube
Tipe boiler pipa air memiliki karekteristik menghasilkan kapasitas dan
tekanan steam yang rendah.
 Water tube
Tipe boiler pipa air memiliki karekteristik menghasilkan kapasitas dan
tekanan steam yang tinggi

b. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :


 Solid fuel (bahan bakar padat)
Harga bahan baku pembakaran relative lebih murah dibandingkan dengan
boiler yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai efisiensi lebih
baik dibandingkan boiler tipe listrik
 Oil fuel (bahan bakar cair)
Harga bahan baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan semua
tipe. Nilai efisiensi lebih baik dibandingkan boiler bahan bakar padat dan
listrik.
 Gaseous fuel (bahan bakar gas)
Harga bahan baku pembakaran paling murah dibandingkan dengan semua
tipe boiler. Nilai efisiensi lebih baik dibandingkan dengan semua tipe
boiler.
 Electric (listrik)
Harga bahan baku pemanasan relative lebih murah dibandingkan boiler
bahan bakar cair. Nilai efisiensi ini paling rendah.

c. Berdasarkan kegunaan boiler :


 Power boiler
Kegunaan utama sebagai penghasil steam sebagai pembangkit listrik dan
sisanya untuk menjalankan proses industri.
 Industrial boiler
Kegunaan utama sebagai penghasil steam atau air panas untuk
menjalankan proses industri dan sebagai tambahan pemanas.
 Commercial boiler
Kegunaan utama sebagai penghasil steam sebagai pemanas dan sebagai
tambahan untuk menjalankan proses operasi komersial.
 Residential boiler
Kegunaan utama sebagai penghasil steam tekanan rendah yang digunakan
untuk perumahan.
 Heat recovery boiler
Kegunaan utama sebagai penghasil steam yang tidak terpakai. Hasil steam
untuk menjalankan proses industry.

d. Berdasarkan konstruksi boiler :


 Package boiler
Perakitan boiler dilakukan di pabrik pembuat, pengiriman langsung dalam
bentuk boiler.
 Site erected boiler
Perakitan boiler dilakukan ditempat akan berdirinya boiler tersebut,
pengiriman dilakukan per komponen.

e. Berdasarkan tekanan kerja boiler :


 Low pressure boilers
Memiliki tekanan steam operasi kurang dari 15 psig atau menghasilkan air
panas dengan tekanan di bawah 160 psig atau temperature di bawah
250 °F
 High pressure boilers
Memiliki tekanan steam operasi di atas 15 psig atau menghasilkan air
panas dengan tekanan di atas 160 psig atau temperature diatas 250 °F
f. Berdasarkan cara pembakaran bahan bakar :
 Stoker combustion
Memanfaatkan bahan bakar padat untuk melakukan pembakaran, bahan
bakar padat dimasukkan kedalam pembakaran melalui conveyer.
 Pulverized coal
Proses ini menghancurkan batu bara dengan ball mill atau roller mill
sehingga batu bara memiliki ukuran kurang 1 mm. batu bara berupa bubuk
ini disemprotkan ke dalam ruang pembakaran.
 Fluidizied coal
Proses ini menghancurkan batu bara dengan cara crusher sehingga
memiliki ukuran kurang dari 2 mm. pembakaran dilakukan dalam lapisan
pasir.
 Firing combustion
Memanfaatkan bahan bakar cair, padat, dan gas untuk melakukan
pembakaran, pemanasan yang terjadi lebih merata.

g. Berdasarkan material penyusun boiler :


 Steel
Bahan baku utama boiler terbuat menggunakan steel pada daerah steam.
 Cast iron
Bahan baku utama boiler terbuat menggunakan besi cor pada daerah
steam.
HASIL PENGAMATAN

Nama peralatan

Tanki Penyimpanan TK 401

Pompa P 401 A/B

Water Filtering PK 403

BFW Treating PK 402

Steam Boiler PK 401

Steam Blowdown Drum V 403

Kondisi operasi Boiler

Suhu Inlet 32,2ᵒC

Suhu Outlet 189,5ᵒC

Massa Inlet 14,4 kg

Massa Outlet 10,6 kg

Kapasitas Pompa P 401 A/B

Diproduksi oleh Goulds Pump Inc.


Seneca Falls NY USA

Diameter Impeler 311,2 mm


Diameter Maksimum -

Debit Maksimum 30 m3/h

M HD 167

RPM 3000

Model LF 3196

Size 1,50 x 3-13

STD No. -

Mat’l Constr DI/316 IMP

Serial Number 718 E 651.1

Max Design kg/cm2 @ 20ᵒC 31,64

Debit (tertera di PFD) 4,5 m3/h

TDH 72 m

Spesifikasi Water Filtering

Certified by Wendland MFG. Corp


San Angelo TX

RT 3

Max Allowable Working Pressure 255 psi at 300ᵒF

Min Design Metal Temperature -20ᵒF at 255 psi

MFR’s Serial #31220

Year Built 1997


Spesifikasi BFW Treating

Certified By Vessel System Inc.


Dubuque IA 52001-2311

NAT’L BD No. 2067

MAWP 285 psi at 450ᵒF

MDMT 33ᵒF at 285 psi

Serial Number 2077

Built Year 1997

Spesifikasi Boiler

Diproduksi oleh Williams & Davis Boiler Inc.


Hutchins (Dallas Co.) Texas

Boiler size & model 300 & 777

W&D serial number 8162

Btu input/1000 -

Electrical, current, controls 120/1/-

Motors -/-/-

Number, diameter & length of tubes 160 2,5 x 168


Spesifikasi PowerFlame Burner

Diproduksi oleh PowerFlame Inc.


Parsons, KS

Model No. LNIC – CO – 30

Serial No. 109 31388

Invoice No. 163960

NAT Gas Min, Max 4646 mbh / 10000 mbh

#2 Oil Min, Max 32,0 gph / 90,0 gph

Control Volts, AMPS 115/1Ø , 5

Motor Volts, AMPS 330/3Ø , 14,5

Motor Horsepower 10

Integral Control Group – Gas 4D

Integral Control Group – Oil 4D

Gas Manifold Press ([Link]) 5,04


ANALISIS DATA

Feed Water Boiler di Humpus Pengolahan Migas berasal dari sungai Bengawan Solo yang
terlebih dahulu diolah di kilang Pusdiklat Migas. Feed water dialirkan menggunakan pipa menuju
ke tangki penyimpanan TK 401.
Dari TK 401 feed water ditarik dengan bantuan pompa sentrifugal P 401 A/B dengan debit
4,5 m3/hour menuju ke PK 403, water filtering. Pada pipeline tagki-PK 403 terdapat alat instrument
pressure indicator untuk memantau aliran sepanjang pipeline.
Water filtering digunakan untuk menyaring kotoran yang terbawa sepanjang pipe line
water treatment Pusdiklat Migas ke tangki penyimpanan TK 401. PK 403 mempunyai dua buah
tabung filtrasi, satu dalam keadaaan operasi dan lainnya dalam keadaan regenerasi. Alat-alat
instrument yang terdapat pada PK 403 adalah pressure indicator yang terhubung dengan pressure
indicator controller untuk membuka valve secara otomatis bila terjadi perubahan tekanan saat
proses.
Setelah di-filter, feed water masuk ke PK 402, water treating, untuk mengolah feed agar
layak menjadi air umpan boiler. Air umpan boiler harus memenuhi syarat, yaitu air harus jernih,
pH air minimal 8,5, kesadahan air medekati 0, bebas dari kandungan O2, SiO, PO4, Ca, Mg serta
gas-gas terlarut. Pada PK 402 dipasang pressure indicator untuk mengetahui tekanan yang terjadi
saat proses. Ukuran tabung PK 402 relatif kecil karena debit air yang mengalir juga kecil.
Kemudian BFW masuk ke dalam steam boiler dengan suhu 32,2ᵒC dan massa 14,4 kg.
Steam boiler PK 401 merupakan tipe one-current dengan pipa api, yaitu tube berisi pemanas dan
shell berisi air. Steam boiler PK 401 memunyai heater dengan kapasitas kecil karena vessel yang
kecil untuk menampung debit air yang masuk. Saat keluar dari steam boiler, steam mempunyai
suhu 189,5ᵒC dan massa 10,6 kg. Dengan massa steam 10,6, maka steam boiler Humpus
Pengolahan Migas tergolong boiler dengan kapasitas kecil. Pada boiler terdapat alat instrument
temperature indicator di dekat heater, level controller di steam boiler, pressure controller di
pipeline steam dan flow controller di steamline, diesel line dan fuel gas line.
Di samping steam boiler terdapat V 403, steam blowdown drum, vessel tersebut
dimaksudkan untuk membuang sebagian steam ke atmosfer saat tekanan meningkat dan
membuang bahan-bahan kimia yang mengendap di dasar vessel steam boiler.
Steam kemudian dialirkan ke kilang melalui pipa. Penggunaan steam di kilang Humpus
Pengolahan Migas untuk atomisasi steam di heater (H 101, H 301, H 311, H 321, H 322, H 323
dan H 311), pendorong gas sisa ke flare, membantu proses stripping (T 101, T 102, T 103) dan
menurunkan viskositas crude di tanki penyimpanan agar mudah dipompakan (TK 510/511).

Pertanyaan

1. Berasal darimana feed water yang dipakai boiler?


2. Jelaskan aliran (pipeline) pendistribusian dari steam boiler?
3. Sebutkan alat instrumentasi yang terpasang sepanjang pipeline?
Jawaban:
1. Feed water boiler humpus pengolahan minyak (HPM) berasal dari sungai
bengawan Solo yang di treatment di pusdiklat migas.
2. Pipe linenya dialirkan ke :
 H-301 (Furnace feed HDS)
 H-311 (Reboiler HDS stripper)
 H-331 (Reboiler reformer stabilizer)
 H-321 (Furnace reactor katalitik reforming)
 H-322 (Furnace reactor katalitik reforming)
 H-323 (Furnace reactor katalitik reforming)
 H-101 (Furnace crude oil)
 T-101 (Tower destilasi atmosferis)
 T-102 (Tower Kerosene stripper)
 T-103 (Tower Gasoline stripper)
 TK 510-511 (Tanki crude oil)
 Flare
3. Instrumentasi yang terpasang sepanjang pipe line boiler:
 Flow Controller (Lokasi: pipe line BFW, pipe line Diesel, pipe line Fuel
Gas dan pipe line steam)
 Level Controller (Lokasi: boiler)
 Pressure Controller (Lokasi: pipe line steam)
 Tempereture Indicator (Lokasi: pipe line steam, pipeline BFW, boiler)
 Pressure Indicator (Lokasi: pipeline tanki-PK 403, PK 403 dan PK 402)

Kesimpulan

Humpus Pengolahan Migas mendapatkan feed water dari sungai Bengawan Solo yang
terlebih dahulu diolah di kilang Pusdiklat Migas. Feed water dialirkan menggunakan pipa menuju
ke tangki penyimpanan.
Feed water ditarik dari tanki dengan bantuan pompa sentrifugal menuju water filtering,
untuk menyaring kotoran yang terbawa sepanjang pipe line water treatment Pusdiklat Migas ke
tangki penyimpanan. Setelah di-filter, feed water masuk ke water treating, untuk mengolah feed
agar layak menjadi air umpan boiler.
Kemudian BFW masuk ke dalam steam boiler dengan suhu 32,2ᵒC dan massa 14,4 kg.
Steam boiler merupakan tipe one-current dengan pipa api, yaitu tube berisi pemanas dan shell
berisi air. Saat keluar dari steam boiler, steam mempunyai suhu 189,5ᵒC dan massa 10,6 kg.
Steam kemudian dialirkan ke kilang melalui pipa. Penggunaan steam di kilang Humpus
Pengolahan Migas untuk atomisasi steam di heater, pendorong gas sisa ke flare, membantu proses
stripping dan menurunkan viskositas crude di tanki penyimpanan agar mudah dipompakan.
Alat instrumentasi berfungsi sebagai alat indikator dan safety yang terpasang sepanjang
steam boiler system. Alat instrumentasi tersebut diantaranya flow controller, level controller,
pressure controller, pressure indicator dan tempereture indicator.

Anda mungkin juga menyukai