METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
( USULAN TEKNIK )
A. LINGKUP PEKERJAAN
Umum
1. Lokasi
Lokasi pekerjaan : Preheater Tuban I
di lingkungan PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk. Pabrik Tuban
B. METODE KERJA
LANGKAH LANGKAH PEMASANGAN PENANGKAL PETIR
Cara pemasangan instalasi penangkal petir secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Pada Tahap awal pekerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding sistem
terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan keamanan dan kemudahan. Kemudian
dilakukan pengukuran resistensi / tahanan tanah menggunakan earth testemeter /
grounding tester. Apabila hasil pengukuran tersebut menunjukkan < 5 ohm maka tahapan
kerja berikutnya dapat dilakukan, sedangkan jika hasil pengukuran menunjukkan >5 ohm
maka dilakukan pembuatan atau penambahan grounding lagi disebelahnya dan
diparalelkan dengan grounding pertama agar nilai tahannanya menurun sesuai dengan
standar.
2. Setelah sesuai membuat grounding langkah berikutnya adalah memasang kabel penyalur
( Down Conductor) dalam proyek ini menggunakan kabel coaxial 2 x 35 mm2 dari titik
grounding sampai keatas bangunan, tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel
yang terdekat dan hindari banyak belokan / tekukan sehingga kualitas instalasi dapat
lebih efektif.
1
3. Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapi, maka tahap selanjutnya
pemasangan head terminal yang tentunya harus terhubung dengan kabel penyalur
tersebut sampai ke grounding sistem
1. Survey Lokasi
Survey lokasi sangatlah penting dalam pemasangan penangkal petir, dalam hal ini survey
lokasi akan menentukan jalur pemasangan penangkal petir adapun survey yang akami
perlukan yang meliputi :
– Melihat layout/luas bangunan yang akan di lindungi
– Menentukan sistem pemasangan di atas bangunan
– Menentukan titik grounding/pembumian
2. Pemasangan Penangkal petir
Setelah ada hasil survey dengan user sebagai pemberi kerja langkah yang kami anatara lain :
– Persiapan alat penangkal petir/Head terminal
Dalam persiapan ini kami akan menunjukan terlebih dahulu mengenai head terminal
yang akan di pasang sesuai kesepakatan bersama dan tidak lupa kami tunjukkan sertifikat
serta garansi dari produk tersebut
– Kabel Penghantar
Pemasangan kabel penghatar dalam instalsi pemasangan penangkal petir kami akan
melakukan dengan rapi dengan tidak akan merubah estetika bangunan yang ada, untuk
pemasangan instalasi kabel kami akan memilih jalur yang tepat dan rapi
– Pengroundingan/ pembumian
Pembumian atau pengroundingan dialakukan dengan cara menancapkan batang besi
atau rod yang ujungnya lancip kedalam tanah dengan kedalaman tertentu sampai
menghasilakan tahanan sebaran di bawah 5 Ohm dengan menggunakan alat
2
EARTH TESTER METER yang sudah melaui uji pakai/kalibrasi dari DISNAKER.
Pembumian merupakan langakah terpenting dalam instalasi pemasangan penangkan
petir, model sistem pembumian yang digunakan yaitu :
Kabel BC + pipa galvanis
Pipa gavanis dapat di gunakan dalam sistem pembumian yaitu dengan cara memasukan
pipa galvanis ke dalam tanah yang didalamnya di masukin kabel BC sesui dengan pipa
yang di gunakan dalam pembumian
1. Bor tanah secara manual sedalam 6 m – 6,5 m dengan diameter 10 cm
2. Tarik kabel grounding ( NYY 1x300 mm2) melalui jalur kabel tersebut, hingga
menuju bground rod existing
3. Pada pasangan bata, tempatkan Plat Busbar
4. Tempatkan kabel dalam pipa galvanis dan dimasukan dalam lubang yang
tersedia . Pastikan panjang kabel sudah cukup hingga proses pengikatan tidak
akan susah. Jangan biarkan kabel grounding berlebih. Pada bagian ujung bawah
pipa galvanis ditutup dengan bolt
5. Kemudian lakukan penimbunan tanah didaerah galian. Lalu padatkan
3. UJI REKSA PENANGKAL PETIR
Setelah pemasangan selesai dilakukan kami akan memberikan laporan BAP dengan
melakukan uji reksa pemasangan yang meliputi :
– Hasil Grounding
Dalam hal ini kami akan mengetes hasil grounding dengan alat yang di sebut Earth
Tester Meter yang harus mempunyai nilai resestensi/tahanan sebaran di bawah 5 Ohm
sesuai peraturan pemerintah yang ada. Pengroundingan atau pembumian untuk
mendapatkan hasil tahanan sebaran/resistensi di bawah 5 Ohm .
– Pemasangan kabel penghantar
3
Pemeriksaan kabel penghantar arus penangkal petir juga sangat penting hal ini
untuk mengetahui ada atau tidaknya induksi yang di sebabkan kabel penghantar
kurang tertutup dengan benar atau isolator yang ada pada kabel tidak sobek/lecet.
– Tiang Penyangga
Pemeriksaan tiang penyangga dengan meneliti dengan benar apakah sambungan
dalam pengelasan telah sesuai dengan standar dan benar benar tersambung dengan
baik serta aman untuk di lakukan erection/berdiri.
C. PERSYARATAN NON TEKNIS
1. Tenaga Kerja & Peralatan
a. Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan ini harus qualified di bidang kerjanya dan
wajib melaporkan kepada pihak pemrakarsa.
b. Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan ini harus diansurasikan dengan
menunjukan bukti penyertaan ansuransi pada saat kontrak kerja dilakukan dengan
pihak pemrakarsa.
c. Semua peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini sepenuhnya
disiapkan oleh pihak kontraktor
d. Pihak pemrakarsa hanya menyediakan tenaga listrik untuk peralatan-peralatan kecil
seperti : bor, gerinda dan lain-lain dengan tegangan 220 Volt / ac dan tidak lebih dari 5
HP atau + 4500VA untuk beban keseluruhan
PEKERJAAN PEMBERSIHAN
4
Selama proses pekerjaan pemasangan, kontraktor harus memperhatikan kebersihan
area kerja.
Setelah pemasangan selesai kontraktor harus membersihkan tempat kerja dan
mengembalikan seperti semula.
KESELAMATAN KERJA
Kontraktor harus mempunyai system K3 sendiri yang dikoordinasikan dengan pihak K3
Semen Indonesia, untuk keselamatan kerja, kontraktor harus mempunyai dan menyediakan
peralatan yang memadai dan memenuhi standard serta prosedur keselamatan kerja yang
berlaku dilingkungan semen gresik. Demikian pula untuk keamanan, kontraktor harus
menyediakan tenaga keamanan yang memadai dan selalu berhubungan / koordinasi
dengan pihak keamanan semen Indonesia selama berlangsungnya pekerjaan proyek.
Tuban 19 November 2012
[Link] UTAMA
IMAM SUJARWO
Direktur