0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
207 tayangan7 halaman

Ayat Al-Qur'an tentang Mikroorganisme

Dokumen tersebut membahas tentang bakteri, termasuk struktur sel bakteri, morfologi/bentuk bakteri, probiotik, dan identifikasi bakteri. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa bakteri memiliki struktur sel sederhana tanpa inti sel, beragam bentuk tubuh, manfaat probiotik, serta kemampuan Allah menciptakan berbagai makhluk hidup.

Diunggah oleh

IsTi Masivers
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
207 tayangan7 halaman

Ayat Al-Qur'an tentang Mikroorganisme

Dokumen tersebut membahas tentang bakteri, termasuk struktur sel bakteri, morfologi/bentuk bakteri, probiotik, dan identifikasi bakteri. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa bakteri memiliki struktur sel sederhana tanpa inti sel, beragam bentuk tubuh, manfaat probiotik, serta kemampuan Allah menciptakan berbagai makhluk hidup.

Diunggah oleh

IsTi Masivers
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Bakteri

Allah menciptakan alam seisinya sebagai rahmat untuk kemaslahatan


umat manusia. Manusia berhak untuk memanfatkan kekayaan alam
semaksimal mungkin dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka
serta sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah
SWT. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13:

‫َو َج ع َ لْ ن َا كُ ْم‬ ‫اس إ ِ ن َّا َخ ل َقْ ن َا كُ ْم ِم ْن ذ َكَ ٍر َو أ ُنْ ث َ ٰى‬ُ َّ ‫ي َا أ َي ُّ َه ا ال ن‬


‫َّللا ِ أ َت ْق َا كُ ْم ۚ إ ِ َّن‬
َّ َ ‫ار ف ُوا ۚ إ ِ َّن أ َ ْك َر َم كُ ْم ِع نْ د‬َ َ ‫شُ ع ُو ب ًا َو ق َ ب َا ئ ِ َل لِ ت َع‬
َّ
‫َّللا َ عَ لِ ي مٌ َخ ب ِ ي ٌر‬
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-
suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Ayat diatas jelas menegaskan bahwa Allah menciptakan makhluknya


ber suku-suku agar saling mengenal. Seperti halnya sifat dan macam-macam
mikroorganisme agar kita bisa saling mengenali dan membedakannya
masing-masing. Makhluk ciptaan-Nya tersebut terdiri dari berbagai macam
jenis tumbuhan, hewan maupun mikroorganisme. Allah telah menyatakan
dalam surat Al-Baqarah ayat 26:

‫ب أهن هي ْستهحْ ِيي له ّللاه ِإن‬ ‫ضةا ما همثهلا هيض ِْر ه‬ ‫ر ِب ِه ْم ِمن ْال هحق أهنهُ فه هي ْعله ُمونه آ همنُواْ الذِينه فهأهما فه ْوقه هها فه هما هبعُو ه‬
‫ُضل همثهلا ِب ههذها ّللاُ أه هراده هماذها فه هيقُولُونه هكفه ُرواْ الذِينه هوأهما‬ ِ ‫ْالفها ِسقِينه ِإل ِب ِه ي‬
ِ ‫ُضل هو هما هك ِثيرا ا ِب ِه هو هي ْهدِي هك ِثيرا ا ِب ِه ي‬
﴾٢٦﴿
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau
yang lebih rendah dari itu……….” (QS. Al-Baqarah: 26)
Lafadz famaa fauqohaa (“atau yang lebih rendah dari itu”) pada ayat
diatas maksudnya yaitu sesuatu yang lebih rendah dari nyamuk dalam hal
makna dan fisik mengingat nyamuk adalah makhluk kecil yang tidak berarti.
Adapun ukuran hewan yang lebih kecil dibanding nyamuk antara lain yaitu
bakteri. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya
tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). Bakteri merupakan
organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan
mahluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di
darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Terdapat bakteri
yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan. (Warsito, 1995).

2.2 Struktur sel Bakteri

Gambar 2.1 Struktur Sel Prokariota

Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada


umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel relatif sederhana yang terdiri
dari dinding sel, kapsul, DNA, membran plasma, mesosom, ribososm,
sitoplasma, dan flagel. Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding
sel. Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan
fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa
bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan
bakteri pada suatu permukaan. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom dan
beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan
magnetosom. Beberapa bakteri mampu membentuk endospora yang membuat
mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim (Tualar, 2005).

2.3 Morfologi/bentuk bakteri

Gambar 2.2 Berbagai Bentuk Tubuh Bakteri

Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar,


yaitu: (1) Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan
mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: Mikrococcus, jika kecil dan
tunggal; Diplococcus, jka bergandanya dua-dua; Tetracoccus, jika
bergandengan empat dan membentuk bujursangkar; Sarcina, jika
bergerombol membentuk kubus; Staphylococcus, jika bergerombol; dan
Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai (2) Basil (Bacillus)
adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai
variasi sebagai berikut: Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua ;
Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai (3) Spiril (Spirilum)
adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai
berikut: Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran;
Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran. Bentuk tubuh/morfologi
bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena
itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus
sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih
besar daripada yang sudah tua (Poernomo, 2004).
2.4 Tinjauan Probiotik

Probiotik atau “Probiotics” berasal dari bahasa Yunani yang artinya


“untuk hidup” (pro= untuk dan biotic = hidup). Istilah kata probiotik
pertama kali dipopulerkan oleh Lilley dan Stillwell (1965), untuk
menjelaskan suatu zat yang disekresikan oleh mikroba yang mampu
menstimulasi pertumbuhan organisme lain dengan cara menyeimbangkan
keberadaan mikroba patogen. Hal ini menjelaskan ayat Allah dalam QS Al-
Mulk ayat 3-4 Allah SWT bahwa segala sesuatu selalu diciptakan dalam
kondisi seimbang.

(3). ‫س ْب َعَ َخلَقََ الَّذِي‬ َ ‫َۖطبَاقًا‬


َ َ‫س َم َاوات‬ ِ ‫ن خ َْل‬
ِ ‫قَ فِي ت ََرىَ َما‬ َِ ‫الرحْ َم‬
َّ ‫ن‬ َ َ‫َل ْالب‬
ْ َ‫ص ََر ف‬
َْ ‫ار ِج َعَِۖتَفَ ُاوتَ ِم‬ َْ ‫ِم‬
َْ ‫ن ت ََرىَ ه‬
ُ ُ‫ف‬
َ‫طور‬
(4). ‫ار ِج َعِ ث ََُّم‬ َ َ‫ْن ْالب‬
ْ ‫ص ََر‬ َ َ‫َح ِسيرَ َوه ََُو خَا ِسئًا ْالب‬
َِ ‫ص َُر ِإلَيْكََ يَ ْنقَ ِلبَْ ك ََّرتَي‬

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak


melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?.
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu
dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan
payah”. (QS, Al-Mulk: 3-4)

Menurut Afrianto (1992) Penggunaan probiotik menjadi salah satu


upaya yang bisa dilakukan oleh manusia sebagai upaya menjaga kelestarian
lingkungan karena probiotik mempunyai banyak manfaat yaitu
(1) Mengandung mikroorganisme hidup, seperti: sel-sel kering beku, atau
dalam produk fermentasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan
kompos
(2) Tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan yang akan mengingkari
kodrat manusia sebagai khalifah yang harus menjaga dan melindungi
dunia tempatnya hidup.

Probiotik adalah feed additive berupa mikroba hidup menguntungkan


yang mempengaruhi inang melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme
dalam saluran pencernaan. Afrianto (2002)
Probiotik dapat berupa satu atau beberapa jenis mikroorganisme
(mikroorganisme tunggal atau kultur campuran). Genus bakteri yang sering
digunakan adalah Lactobacillus, Leuconoctoc, Pedioccus, Propinibactereium,
dan Bacillus. Dari spesies ragi meliputi Saccharomyces cerevissiae dan
Candida pintolopesi, serta jamur meliputi Aspergillus niger dan Aspegillus
oryzae. Probiotik yang biasa digunakan dalam budidaya antara lain ; Bacillus
lycheniforsis (Bakteri Nitrifikasi), merubah senyawa nitrat dasar tambak
menjadi nitrit makanan plankton, bakteri Fotosintetik (Photo synthetic-
bacteria), menggunakan N- anorganik untuk mengoksidasi gas H2S menjadi
sulfur melalui proses fotosintesa (Afrianto, 2002)

2.5 Identifikasi Bakteri


Mahluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT mempunyai bermacam-
macam bentuk dan ukuran. Demikian halnya dengan mikroba yang mempunyai
bentuk dan ukuran yang beragam. Meskipun begitu, mikroba tetap bisa
menjalankan proses-proses yang menunjang kehidupannya sebagai mahluk
uniseluler. Allah berkuasa menjadikan mereka dalam bentuk yang demikian
sederhana tapi tetap mampu bertahan hidup layaknya organisme tingkat tinggi.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Imran ayat 191

َّ ‫ال َّ ِذ ي َن ي َ ذْ كُ ُر و َن‬
‫َّللا َ ق ِ ي َ ا ًم ا َو ق ُع ُو د ًا َو عَ ل َ ٰى ُج ن ُو ب ِ ِه ْم‬
َ ْ‫ض َر ب َّ ن َا َم ا َخ ل َق‬
‫ت‬ ِ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬ ِ ‫او ا‬
َ ‫ق ال سَّ َم‬ ِ ْ‫َو ي َ ت َف َكَّ ُر و َن ف ِ ي َخ ل‬
‫ار‬ َ َ ‫ك ف َ قِ ن َا عَ ذ‬
ِ َّ ‫اب ال ن‬ ِ ‫ٰهَ ذ َا ب َ ا‬
َ َ ‫ط ًًل سُ بْ َح ا ن‬
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Satu dari sekian cara untuk menentukan peran bakteri, baik yang
menguntungkan ataupun merugikan dalam kehidupan adalah melalui proses
isolasi dan identifikasi. Prinsip isolasi bakteri adalah pemisahan suatu
mikroba dari mikroba lainnya sehingga diperoleh kultur murni yang berasal
dari satu konsorsium untuk diketahui jenisnya. Langkah awal dalam proses
identifikasi adalah pengamatan dan pencatatan ciri morfologi serta ciri
lainnya. Identifikasi bakteri didasarkan pada berbagai macam sifat bakteri
seperti sifat biokimia, morfologi koloni dan morfologi selnya. Menurut Lay
(1994) mengamati mikroorganisme berdasarkan bentuk, ukuran dan
penataan tidaklah cukup untuk melakukan identifikasi. Ciri lainnya seperti
sifat pewarnaan, pola pertumbuhan koloni dan reaksi pertumbuhan pada
karbohidrat sangat membantu dalam proses identifikasi mikroba
7

Anda mungkin juga menyukai