SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
BAHAYA ROKOK PADA IBU HAMIL
OLEH:
ZAQIYAH
I4B016122
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Keperawatan Keluarga
Sub Pokok Bahasan : Gizi Ibu Hamil
Sasaran : Ibu Hamil di keluarga
Target : Ny. E
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal : Sabtu, 9 Desember 2017
Tempat : Rumah Tn. R
A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang bahaya rokok pada ibu hamil,
diharapkan keluarga dapat memberikan lingkungan bebas rokok.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang bahaya rokok pada ibu hamil,
keluarga mampu:
a. Mengetahui zat-zat bahaya yang terdapat dalam rokok.
b. Mengetahui bahaya rokok pada ibu hamil.
B. Metode
1. Ceramah
1. Diskusi
C. Media
Laptop dan poster.
D. Materi
(Terlampir)
E. Pelaksanaan kegiatan
No Kegiatan Kegiatan Peserta Waktu
1 Pembukaan 5 menit
a. Memberi a. Membalas salam
salam b. Mendengarkan
b. Perkenalan c. Mendengarkan
c. Menjelaskan d. Menjawab
tujuan
d. Apersepsi
2 Kegiatan Inti 20 menit
a. Materi tentang bahaya a. Mendengarkan
rokok pada ibu hamil. dan memperhatikan
b. Diskusi tentang materi b. Bertanya
yang telah disampaikan
3 Penutup 5 menit
a. Menyimpulkan materi a. Memperhatikan
penyuluhan bersama
peserta
b. Memberikan evaluasi b. Menjawab
secara lisan pertanyaan yang
diajukan secara
c. Memberikan salam lisan
penutup c. Menjawab salam
F. Antisipasi masalah
1. Apabila waktu dimulainya mundur maka penyaji akan meminta maaf dan
menjelaskan penyebab kemunduran waktu.
2. Apabila peserta tidak bertanya, maka penyaji akan bertanya untuk mengevaluasi
hasil.
3. Apabila waktu sudah habis tetapi masih terdapat pertanyaan yang belum dijawab
maka pertanyaan akan dijawab setelah penkes selesai.
A. Evaluasi
Pertanyaan
1. Lisan
a. Sebutkan zat berbahaya pada rokok!
b. Sebutkan bahaya rokok pada ibu hamil!
Lampiran Materi
Bahaya Rokok/Asap Rokok Untuk Kehamilan
A. Pengertian
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus termasuk cerutu /bentuk lain nya
yang di hasilkan dari nicotiana tambacum,nikotiana Rustica, dan spesies lainya yang
mengandung NIKOTIN dan TAR atau tampa bahan tambahan.
1. Perokok Aktif
Adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin berapapun jumlahnya atau
menghirup asap rokok secara sengaja.
2. Perokok Pasif
Adalah orang yang bukan perokok tapi dengan terpaksa atau tidak sengaja menghirup
asap rokok orang lain yang berada disekitarnya.
B. Kandungan yang ada didalam Rokok
Perlu kita ketahui, setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4.000
bahan kimia beracun yang membahayakan dan boleh membawa maut. Dengan ini setiap
sedutan itu menyerupai satu sedutan maut.
1. Tar
Mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab
kanker. Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi
kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-
paru.
2. Nikotin
Cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan
seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
Turut menjadi puncak utama resiko serangan jantung dan strok, karena nikotin adalah
jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah.
3. Karbon Monoksida
Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah untuk
membawa oksigen ke seluruh tubuh. Darah anda bisa menggumpal dan terjadi
penyumbatan di mana-mana.
4. Acrolein
Zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau
dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat
mengganggu kesehatan.
5. Ammonia
Gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat
tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau
disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
6. Formic Acid
Cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.
7. Hydrogen Cyanide
Gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah
terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam
tubuh akan berakibat kematian.
8. Nitrous Oxide
Gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan
membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
9. Formaldehyde
Gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
10. Phenol
Zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya
kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.
11. Acetol
Zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.
12. Hydrogen Sulfide
Gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi
berisi pigmen).
13. Pyridine
Cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai
pelarut dan pembunuh hama.
14. Methyl Chloride
Merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai
unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya
bersifat sama dengan pembius.
15. Methanol
Cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat
berakibat pada kebutaan dan kematian.
B. Efek Rokok Terhadap Kehamilam
1. Keguguran atau Abortus Spontan
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ibu hamil yang merokok memiliki porsentase
yang lebih tinggi mengalami keguguran, yakni 35% dibandingkan dengan mereka yang
tidak merokok. Penyebabnya tentu saja adalah berbagai zat kimia dari rokok yang secara
tidak langsung turut dikonsumsi oleh bayi tersebut.
2. Berat bayi rendah
Kalaupun bayi bisa dilahirkan dengan normal maka besar kemungkinan akan mengalami
pertumbuhan tidak normal. Nikotin dari rokok yang masuk ke tubuh Ibu akan
mempengaruhi jumlah dan kualitas oksigen yang diterima bayi dalam kandungan.
Nikotin memiliki efek mempersempit pembuluh darah plasenta menyebabkan bayi
kekurangan oksigen untuk tumbuh sehingga akan membatasi jumlah nutrisi yang
dibutuhkan janin. Hal tersebut menyebabkan bayi sangat kurus ketika dilahirkan.
3. Kurang konsentrasi dan mengalami masalah perilaku
Ibu hamil yang merokok dapat menyebabkan efek jangka panjang pada bayi setelah
dilahirkan seperti menjadi hiperaktif, mengalami masalah konsentrasi dan juga perilaku.
Hal-hal tersebut terjadi oleh karena adanya penyempitan pada pembuluh darah plasenta.
4. Lahir premature
Jika bayi tidak mengalami kematian saat masih di dalam perut, umumnya akan
mengalami kelahiran prematur atau kelahiran bukan pada waktunya akibat Ibu yang
merokok saat kehamilan. Saat minggu-minggu pertama kehamilan, bayi umumnya tidak
akan berkembang secara normal akibat kurangnya oksigen dan nutrisi yang masuk.
Hal ini menyebabkan sistem dalam tubuh ibu hamil secara otomatis melakukan
penolakan terhadap kehamilan dan akibat yang sering terjadi adalah keguguran. Tapi jika
bayi mampu bertahan maka kemungkinan yang terjadi adalah lahir prematur. Bayi yang
lahir prematur umumnya rentan dengan penyakit di masa pertumbuhannya kelak.
5. Potensi penyakit paru-paru
Bayi yang terlahir dari Ibu yang merokok selama masa kehamilan rentan mengidap
gangguan pernafasan kelak. Hal ini terjadi akibat organ paru-paru bayi yang tidak
berkembang secara sempurna akibat banyak bersentuhan dengan zat kimia dari rokok.
Intinya rokok menurunkan kekebalan tubuh sehingga meningkatkan resiko infeksi dalam
rahim serta kontraksi otot rahim. Inilah kenapa bisa terjadi abortus premature,
pertumbuhan janin menjadi terhambat, kematian mendadak janin atau keguguran, bahkan
dapat menganggu baik perkembangan kesehatan fisik maupun perkembangan kesehatan
intelektual anak. Untuk itu hindarilah rokok sedini mungkin.
C. Peran Keluarga dan Kader Untuk Menciptakan Rumah TanpaAsap Rokok
1. Memberikan penyuluhan pentingnya perilaku tidak merokok didalam rumah
2. Menggalang kesepakatan keluarga untuk menciptakan rumah tanpa asap rokok
3. Menegur anggota rumah tanggayang merokok di dalam rumah
4. Orangtua menjadi panutan dalam prilaku tidak merokok
5. Melarang merokok bukan karena alasan ekonomi, tetapi justru karena alasan kesehatan.
6. Diantara lain memberi uang untuk membeli rokok, tidak memberi kesempatan siapapun
untuk merokok didalam rumah, tidak menyediakan asbak.
7. Tidak menyuruh anak membeli rokok
8. Uang biasanya untuk membeli rokok dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
yang lebih bermanfaat : peningkatan gizi keluarga, kesehatan, pendidikan.
Daftar Pustaka
Bangun, A.P. (2003). Panduan untuk perokok. Jakarta : Milenia Populer.
Colleen, M.M.,Jamie S.O.(2007). Teachable moments for promoting smoking cessation. The
context of cancer car and survivorship. Terdapat dalam HYPERLINK "[Link]
[Link] [Link].
Efendi, L.F. (2004). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada pelajar putra
SMK di kota Wonogiri. Skripsi Program studi Ilmu Keperawatan UNDIP.
Tim KPAI. 2013. Menyelamatkan Anak dari bahaya Rokok. Diakses dari [Link]