0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan14 halaman

Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Kesehatan

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang teknik relaksasi otot progresif yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah Ny. M. Penyuluhan akan memberikan penjelasan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat relaksasi otot progresif serta cara melakukannya secara sistematis mulai dari otot wajah hingga kaki. Keluarga Ny. M diharapkan dapat mempraktekkan teknik tersebut setelah

Diunggah oleh

AdjenkRamadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan14 halaman

Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Kesehatan

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang teknik relaksasi otot progresif yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah Ny. M. Penyuluhan akan memberikan penjelasan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat relaksasi otot progresif serta cara melakukannya secara sistematis mulai dari otot wajah hingga kaki. Keluarga Ny. M diharapkan dapat mempraktekkan teknik tersebut setelah

Diunggah oleh

AdjenkRamadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TEHNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF

Disusun oleh:

AJENG GALUH RAMADHANI

070117B004

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Relaksasi Otot Progresif


Sub Pokok Bahasan : Teknik Relaksasi Otot Progesif
Sasaran : Ny. M
Waktu : 09.00 – selsai
Tanggal : 26 Juni 2018
Tempat : Rumah Ny. M

I. Tujuan
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan teknik relaksasi otot progesif secara rutin,

diharapkan tekanan darah dalam batas normal.

B. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan teknik relaksasi otot progesif selama 30 menit
diharapkan dapat :
1. Keluarga Ny. M mengerti pengertian, tujuan dan manfaat teknik relaksasi
otot progresif untuk Ny. M
2. Keluarga Ny. M mampu mempraktekkan teknik relaksasi otot progresif

II. Metode
Demonstrasi

III. Media
Laptop
IV. Pelaksanaan Kegiatan
No Tahapan Waktu Kegiatan
Mahasiswa Masyarakat
1. Perkenalan 5  Memberi salam  menjawab salam
dan menit  Perkenalan  mendengarkan
Pembukaan  Menyampaikan materi  menyimak
yang akan disampaikan
 Apersepsi
2 Inti 15 Menjelaskan materi  mendengarkan
menit penyuluhan:  menyimak
 Pengertian, tujuan dan  memperhatikan
manfaat teknik relaksasi  menelaah
otot progresif untuk  bertanya
lansia  menanggapi
 Mempraktekkan teknik  mempraktekkan
relaksasi otot progresif

3 Penutup 10  menyimpulkan  menyimak


menit  evaluasi  menjawab
 memberi salam salam

V. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi struktur
Keluarga Ny. M ikut serta kegiatan penyuluhan
Penyuluhan dilakukan di tempat atau ruangan yang telah disiapkan
Perencanaan pendidikan kesehatan sesuai dan tepat
2. Evaluasi proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
Terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan, tanya jawab secara langsung,
saat proses penyuluhan berlangsung dan setelah selesai

3. Evaluasi hasil
Setelah dilakukan penkes selama 30 menit didapat hasil sebagai berikut:
Mengetahui pengertian relaksasi otot progrsif
Mengetahui tujuan relaksasi otot progresif
Mempraktekan kembali gerakan senam kaki diabetik
VI. Lampiran Materi

MATERI PENYULUHAN

A. Teknik relaksasi otot progresif


1. Pengertian
Relaksasi adalah satu teknik dalam terapi perilaku untuk

mengurangi ketegangan dan kecemasan. Relaksasi merupakan

serangkaian upaya untuk menegangkan dan mengendurkan otot-otot

ditubuh untuk mencapai keadaan relaks. Teknik ini dapat digunakan oleh

pasien tanpa bantuan terapis dan mereka dapat menggunakannya untuk

mengurangi ketegangan dan kecemasan yang dialami sehari-hari di

rumah. Relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan semua orang untuk
menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang dengan membentuk

pribadi yang baik, menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau

akibat ketidak berdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang

dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol diri, menyelamatkan

jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh.


Relaksasi progresif adalah cara yang efektif untuk relaksasi dan

mengurangi kecemasan. Jika kita bisa belajar mengistirahatkan otot-otot

kita melalui suatu cara yang tepat, maka hal ini akan diikuti dengan

relaksasi mental atau pikiran. Relaksasi progresif adalah ajaran diri atau

latihan terinstruksi yang meliputi pembelajaran untuk mengerutkan dan

merilekskan kelompok otot secara sistemik, dimulai dengan otot wajah

dan berakhir pada otot kaki. Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik

relaksasi yang dilakukan dengan cara fokus pada kontraksi dan relaksasi

otot-otot tubuh. Tindakan ini biasanya memerlukan waktu 15 sampai 30

menit dan dapat disertai dengan instruksi yang direkam yang

mengarahkan individu untuk memperhatikan urutan otot yang di

rilekskan. Rendahnya aktivitas otot tersebut menyebabkan kekakuan pada

otot.
2. Tujuan
Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dengan cara

melemaskan badan. Dalam latihan relaksasi otot individu diminta

menegangkan otot dengan ketegangan tertentu dan kemudian diminta

untuk [Link] dikendorkan penting dirasakan

ketegangan tersebut sehingga individu dapat membedakan antara otot

tegang dengan otot yang lemas.


Sesuatu yang diharapkan disini adalah individu secara sadar untuk

belajar merilekskan otot-ototnya sesuai dengan keinginannya melalui suatu

cara yang sistematis. Subjek juga belajar menyadari otot-ototnya dan

berusaha untuk sedapat mungkin mengurangi atau menghilangkan

ketegangan otot tersebut. Selain itu, tujuan dari relaksasi ini adalah

memperdalam relaksasi dan merilekskan otot yang tegangannya berlebihan

dan otot yang tidak perlu tegang.


3. Manfaat Relaksasi
Manfaat dari relaksasi otot progresif ini sendiri adalah untuk

mengatasi berbagai macam permasalahan dalam mengatasi stres,

kecemasan, insomnia/ susah tidur, dan juga dapat membangun emosi

positif dari emosi negatif. Keempat permasalahan tersebut dapat menjadi

suatu rangkaian bentuk gangguan psikologis bila tidak diatasi. Stres

terhadap tugas maupun permasalahan lainnya, yang tidak segera diatasi

dapat memunculkan suatu bentuk kecemasan dalam diri seseorang.

Kecemasan itu sendiri bila tidak juga diatasi dapat berakibat pada

munculnya emosi negatif baik terhadap permasalah yang timbul akibat

stres juga perilaku sehari-hari seseorang. Dan akibat dari itu semua

menyebabkan suatu bentuk gangguan tidur atau [Link] bisa

digunakan agar seseorang kembali pada taraf keadaan normal.


4. Metode Relakasasi
Salah satu metode relaksasi otot progresif adalah dengan

menegangkan dan mengendurkan otot-otot jari-jari kaki dan secara

progresif bekerja hingga leher dan [Link] ini juga dapat dimulai

dari kepala dan leher dan bekerja turun ke jari-jari kaki.


5. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Kegiatan Relaksasi
Hal hal yang perlu juga diperhatikan dalam melakukan kegiatan

relaksasi otot progresif :


1. Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri

sendiri.
2. Untuk merilekskan otot-otot membutuhkan waktu sekitar 20-50 detik.
3. Posisi tubuh, lebih nyaman dengan mata tertutup. Jangan dengan

berdiri.
4. Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan.
5. Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudian bagian kiri

dua kali.
6. Memeriksa apakah klien benar-benar rileks.
7. Terus menerus memberikan instruksi.
8. Memberikan instruksi tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat.
6. Langkah-Langkah Relaksasi Otot Progresif
Langkah awal yang dilakukan adalah sebuah ruang (dapat tertutup

atau terbuka) yang memungkinkan udara bebas keluar masuk sangat

dianjurkan dalam latihan [Link] yang dapat fleksibel naik dan

turun (lihat gambar 1) lebih diutamakan daripada tempat tidur sehingga

dapat diletakkan di tempat-tempat yang diinginkan.

Berikut dipaparkan masing-masing gerakan dan penjelasan mengenai otot-otot

yang akan dilatih:

a) Gerakan pertama
Ditujukan untuk melatih otot tangan yang dilakukan dengan cara

menggenggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan. Klien diminta

membuat kepalan ini semakin kuat (gambar 2), sambil merasakan sensasi

ketegangan yang [Link] saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk

merasakan rileks selama 10 [Link] pada tangan kiri ini dilakukan dua

kali sehingga klien dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan

keadaan relaks yang [Link] serupa juga dilatihkan pada tangan

kanan.

b) Gerakan kedua

Gerakan untuk melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan ini dilakukan

dengan cara menekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan

sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang,

jari-jari menghadap ke langit-langit (gambar 2).

c) Gerakan ketiga
Melatih otot-otot [Link] biceps adalah otot besar yang terdapat di

bagian atas pangkal lengan (lihat gambar 3). Gerakan ini diawali dengan

menggenggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan kemudian

membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot biceps akan

menjadi tegang.

d) Gerakan keempat
Ditujukan untuk melatih otot-otot bahu. Relaksasi untuk mengendurkan

bagian otot-otot bahu dapat dilakukan dengan cara mengangkat kedua

bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa hingga menyentuh

kedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan yang

terjadi di bahu, punggung atas, dan leher.


e) Gerakan kelima sampai ke delapan
Gerakan-gerakan yang ditujukan untuk melemaskan otot-otot di

[Link]-otot wajah yang dilatih adalah otot-otot dahi, mata, rahang,

dan mulut. Gerakan untuk dahi dapat dilakukan dengan cara mengerutkan

dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa dan kulitnya keriput (gambar 5).
f) Gerakan keenam
Gerakan yang ditujukan untuk mengendurkan otot-otot mata

diawali dengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan

ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan

mata (gambar 5).


g) Gerakan ketujuh
Bertujuan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-

otot rahang dengan cara mengatupkan rahang, diikuti dengan menggigit

gigi-gigi sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang (gambar 5).


h) Gerakan kedelapan
Dilakukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir

dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di

sekitar mulut (gambar 5).

i) Gerakan

Kesembilan dan Kesepuluh


Ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun

belakang (gambar 7). Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang

baru kemudian otot leher bagian depan. Klien dipandu meletakkan kepala

sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk menekankan kepala

pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga klien dapat

merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung atas.


Sedangkan gerakan kesepuluh bertujuan untuk melatih otot leher bagian

depan (lihat gambar 7). Gerakan ini dilakukan dengan cara membawa

kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke

dadanya. Sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian

muka.
j) Gerakan kesebelas
Bertujuan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan

dengan cara mengangkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggung

dilengkungkan, lalu busungkan dada sehingga tampak seperti pada gambar

6. Kondisi tegang dipertahankan selama 10 detik, kemudian [Link]

saat rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambil membiarkan otot-otot

menjadi lemas.

k) Gerakan keduabelas
Dilakukan untuk melemaskan otototot dada. Pada gerakan ini, klien

diminta untuk menarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan


udara sebanyak-banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat,

sambil merasakan ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut.

Pada saat ketegangan dilepas, klien dapat bernafas normal dengan lega.

Sebagaimana dengan gerakan yang lain, gerakan ini diulangi sekali lagi

sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.

l) Gerakan ketigabelas
Bertujuan untuk melatih otot-otot [Link] ini dilakukan dengan cara

menarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian menahannya sampai perut

menjadi kencang dank eras. Setelah 10 detik dilepaskan bebas, kemudian

diulang kembali seperti gerakan awal untuk perut [Link] 14 dan 15

adalah gerakan-gerakan untuk otot-otot [Link] ini dilakukan secara

berurutan.
Gerakan keempat belas bertujuan untuk melatih otot-otot paha,

dilakukan dengan cara meluruskan kedua belah telapak kaki (lihat gambar

delapan) sehingga otot paha terasa tegang. Gerakan ini dilanjutkan dengan
mengunci lutut (lihat gambar delapan), sedemikian sehingga ketegangan

pidah ke otot-otot [Link] prosedur relaksasi otot, klien harus

menahan posisi tegang selama 10 detik baru setelah itu

[Link] gerakan dilakukan masing-masing dua kali.

DAFTAR PUSTAKA

Darmojo,B.&Hadi,M.(2004). Geriatri: ilmu kesehatan usia lanjut (edisi3).Jakarta:


Balai Penerbit FKUI.

Jamal,S.(2004).Deskripsi:penyebab utama kematian di Indonesia. Diakses 3


Mei,2014 dari [Link]

Muhtar & Haris, A. (2010). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap


pemenuhan kebutuhan istirahat tidur klien di Ruangan VIP-B RSUD
Bima. 3 Mei 2014. [Link]

Mc Guigan, F.J. Lehrer, M.P. (2007). Progressive Relaxation : Origin, Principles,


and Clinical Application. 3 Mei 2014 [Link]

Smeltzer,S.C&Bare,B.G.(2002).Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah

Brunner and Sudarth, vol.I(edisi8). AlihBahasa; MonicaEster,EllenPanggabean.


Jakarta:EGC.

Anda mungkin juga menyukai