REFERENSI HIGH RISE BUILDING
(RENTAL OFFICE DAN APARTEMEN JAKARTA)
LOKASI Analisis Pencapaian Site Analisis Zoning Akhir dan
Lokasi site terpilih untuk Kantor Sewa dan Proses penentuan pencapaian menuju site memperhatikan aspek Tata Masa Bangunan
Apartemen dengan Pendekatan Arsitektur kenyamanan dan kelancaran akses dari lingkungan sekitar. Pencapaian pada Zoning merupakan bagian yang
Simbiosisyaitu pada Jl. Jend. Sudirman kav. 73-74, site dapat ditempuh melalui jalur jalan yang melalui site. vital untuk membentuk kantor sewa
yang terletak di CBD Sudirman(SCBD) Jakarta Kriteria main entrance : dan apartemen yang baik. Diagram
dikarenakanmemiliki karakter kepadatan penduduk a) Mempunyai kemudahan akses sirkulasi menuju jalan raya berikut menjabarkan zona yang
yang tinggi danpermintaan pasokan kantor sewa b) Memiliki fleksibilitas dalam menunjang pelaksanaan kegiatan terdapat pada model perancangan :
tertinggi. c) Kemudahan pencapaian pemilik ataupun pengunjung Mikro
d) Interaksi dengan kawasan di sekitar :
- Letak akses tidak mengganggu sirkulasi lalu lintas umum
- Letak akses menunjang interaksi kegiatan
e) Faktor keamanan dan kenyamanan untuk para pemilik ataupun pengunjung
Kriteria side entrance :
a) Aman
b) Dapat dilalui kendaraan besar
c) Tidak bersilangan dengan jalur pedestrian
Analisis Ketinggian Bangunan
Luas lahan 20.900 m²
KDB = 40% KLB = 6
Maka luas KDB yang diizinkan 8.360 m²
Jika podium yang direncanakan memiliki ketinggian 4 tingkat maka 8.360 x 4
POTENSI SITE = 33.440
Site terpilih merupakan blok seluas +20.900 m² KLB 6 = 125.400
dengan lebar 110 m dan panjang 190 m. 125.400-33440 = 91.960
Potensi Site : Luas efisien lantai untuk satu core 1000-1600m² (neufert edisi ke-2)
- Berada pada kawasan pusat bisnis Jika tower kantor dan apartemen direncanakan memiliki luas lantai 1400m² &
- Memiliki view yang relatif baik 1500m²
- Sarana transportasi yang mendukung pergerakan 2 tower untuk kantor sewa dan apartemen maka 1400m² + 1500m = 2900m²
pengguna bangunan 91.960 : 3000 = 31
- Terdapat jaringan utilitas yang memadai Sedangkan bangunan sekitar memiliki ketinggian 20 hingga 50 lantai.
MAKRO BESARAN RUANG KANTOR SEWA
Pada skala kawasan bangunan multifungsi, integrasi tersebut
mendukung melipatgandakan pemanfaatan ruang pada setiap
zona yang beririsan, yaitu :
- Mendukung terciptanya kota vertikal yang saling terkoneksi
melalui pedestrian vertikal
- Munculnya jalur hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai
jogging track maupun jalur sepeda
- Kebutuhan ruang terbuka hijau sekaligus sebagai daerah
resapan kota pada
pemukiman padat penduduk
- Kesinambungan antar bangunan membentuk ruas komersial.
Menghambat pertumbuhan pusat perbelanjaan yang
menjamur di kota besar
- Keberadaan public space pada setiap lapisan, pada
pengembangannya dapat
dianfaatkan oleh pengguna gedung maupun masyarakat
luas.
BESARAN RUANG APARTEMEN BESARAN RUANG PENGELOLA
TYPE 1 TYPE 2 TYPE 3
BESARAN RUANG PENGELOLA
BESARAN RUANG SERVICE
PENGELOMPOKAN RUANG
ANALISA LISTRIK
ANALISA AIR BERSIH
PERENCANAAN AIR LIMBAH
ANALISA AIR KOTOR
(RENTAL OFFICE DAN APARTEMEN SLEMAN)
ANALISA TAPAK/SITE
Kawasan terpilih untuk pembangunan Apartemen dan KEBUTUHAN RUANG
Kantor Sewa di Kabupaten Sleman terletak di Kecamatan
ZONA FASILITAS
Mlati. Berdasarkan peraturan tata guna lahan, Kecamatan
Mlati termasuk dalam Kawasan Pusat Kegiatan Nasional
yang diperbolehkan untuk membangun fasilitas
permukiman.
Untuk menentukan lokasi tapak, kriteria yang
digunakan ialah empat elemen desain kawasan urban, yaitu
regional transportation (transportasi umum), land use (tata
guna lahan), circulation (sirkulasi), dan envinronmental
reclamation (reklamasi lingkungan). (berdasarkan Urban
Design for an Urban Century karya Lance, David, dan
Oliver tahun 2009, kunci konsep perancangan kawasan
urban) Berdasarkan analisis pwmilihan kawasan, lokasi, dan
perbandingan potensi site, maka site yang terletak di jalan
Ring Road Utara Sleman terpilih dengan luas 13.115 m2.
Berikut batas-batas tapak:
Utara : Permukiman penduduk
Timur : Permukiman penduduk
Selatan : Jalan Ring Road Utara
Barat : Permukiman penduduk
KEBUTUHAN RUAN G ZONA ENTRANCE
KEBUTUHAN RUANF ZONA HUNIAN
KEBUTUBAN RUANG ZONA PENGELOLA
ZOONING
KONSEP