Pertemuan 2
Fluida
Fisika Dasar II
Program Studi Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik Sipil dan P aan
UPN “Veteran” Jawa Timur
oleh : R. Novembrianto
Sifat-sifat Fluida
Sifat-sifat Penting Fluida
Berat jenis
Rapat massa (mass density)
Volume spesifik (specific volume)
Gravitasi spesifik (specific gravity)
Kompresibilitas rata-rata
Elastisitas (elasticity)
Kekentalan (viscocity)
Berat Jenis
Berat jenis = berat per satuan volum
Gaya yang ditimbulkan oleh percepatan gravitasi g yang
bekerja pada satu satuan volum
.g
.v.
g
v
Kerapatan massa
Kerapatan massa = massa per satuan volume
m
Contoh:
v
Air = 1000 kgm-3
Air raksa = 13546 kgm-3
Udara = 1.23 kgm-3
Kerapatan massa tidak tetap tergantung suhu, tekanan, dan
jenis fluida
Kerapatan massa gas
Untuk gas (fluida yang bersifat compressible / dapat
dimampatkan), maka untuk hitungan kerapatan massa
timbul pertanyaan hubungannya dengan perubahan
volume :
jika v membesar, maka kerapatan massa bisa dihitung
jika v mengecil sehingga menjadi sangat kecil, maka
kerapatan massa jadi sangat sulit dihitung
Sehingga diambil asumsi dalam hitungan kerapatan
massa fluida adalah ditentukan volume terkecil yang
membatasi fluida sehingga masih bisa dihitung dan
didefinisikan kerapatan massa fluida pada titik tersebut
Kerapatan massa air
Kerapatan massa air murni pada tekanan 760 mm Hg,
pada beberapa suhu:
Suhu (oC) Kerapatan massa (kg/m3)
0 999,87
4 1000
10 999,73
100 958,4
Volume Spesifik
Volume spesifik = volume per satuan massa
Kebalikan dari kerapatan massa
vs 1
Gravitasi spesifik
Gravitasi spesifik = perbandingan antara kerapatan
massa fluida tertentu dengan kerapatan massa air pada
suhu 4 oC
kerapatan massa fluida tertentu
gravitasi spesifik
kerapatan mass air pada suhu 4o C
a
Kompresibilitas
Kompresibilitas rata-rata = perubahan volume mula-mula
per satuan perubahan tekanan
v/ 1 (v)
v v p
p
pertambahan tekanan membuat penurunan volume
sehingga persamaan diberi tanda negatif, akan tetapi nilai
tetap positif
pada saat pertambahan tekanan maka suhu dapat ber
atau tetap
Kompresibilitas
untuk suhu tetap (isotermik) maka nilai
1 v
T
v p T
untuk suhu berubah (isentropik) maka nilai
1 v
S
v p S
Dalam termodinamika didefinisikan
Cp = panas jenis pada tekanan tetap
Cv = panas jenis pada volume tetap
Kompresibilitas
Untuk cairan, proses perubahan suhu yang terjadi
sangat kecil (pada proses adiabatik), sehingga dianggap
:
T = S (pada suhu tertentu)
Elastisitas
Elastisitas adalah kebalikan dari kompressibilitas
digunakan parameter E yaitu modulus elastisitas (bulk
modulus of elasticity)
1
E ( T
d
p
)
(
d
v
)
/
v
Kekentalan
Kekentalan adalah sifat fluida untuk melawan tegangan
geser
Kekentalan kinematik
v
v = kekentalan kinematik
= kekentalan absolut/dinamik
= kerapatan massa fluida
Kekentalan
Kekentalan dinamik = tegangan geser per satuan luas
yang diperlukan untuk memindahkan selapis fluida
terhadap lapisan fluida yang lain dengan satu satuan
kecepatan sejauh satu satuan jarak
Massa Jenis
K an zat cair dan gas yang memiliki kemampuan untuk mengalir
disebut Fluida.
Massa jenis (density) didefnisikan sebagai massa per satuan volume
Lambang (ρ) dibaca rho dengan satuan SI = kg/m3.
m
ρ dimana m = massa benda (kg); V = volume (m3)
V
Massa Jenis Zat
a mengukur massa jenis zat
Misalnya massa jenis air :
1. Timbang massa air dengan neraca
2. Ukur volume air dengan gelas ukur
3. Bagi massa air dengan volume air yang di
ukur
Massa Jenis Zat
Jadi massa jenis zat adalah perbandingan
antara massa dengan volume
Secara matematis di rumuskan:
ρ=m/V
Dengan :
m = massa
V = volume zat
Massa Jenis Zat
C Emas ditunjukan oleh pemukaan air dalam gelas ukur bertambah 3,75 cm 3 .
oSepoto di Bila massa jenis emas = 19,3 gram/cm3 , berapakah massa emas
nng masuk tersebut .
temas kan Diket :
oyang dalam ρ = 19,3 gr/cm 3
hbentuk gelas V
:nya = 3, 75 cm 3
ukur
Ditanya : m
sepert yang Jawab :
i sebelu m
seped mnya
=
ah telah
akan berisi ρ
di air. V
= 19,3 x 3,75
tentuk Ternya = 27,375 gram
an ta ,
massa skala
nya. yang
Massa Jenis
Contoh 2
Sebuah logam paduan ( alloy ) dibuat dari 0,04
kg logam A dengan massa jenis 8000 kg/m3 dan
0,10 kg logam B dengan massa jenis 10000
kg/m3 . Hitung massa jenis rata – rata logam
paduan itu.
Diket :
Logam A :m A = 0,04 kg dan A= 8000 m3
3
Logam B :m B = 0,10 kg dan B= 10000 kg
Ditanya : massa jenis rata – rata logam paduan
Massa Jenis
Jawab:
Massa total logam = mA + mB
= 0,04 + 0,10
= 0,14 kg
Volume total = VA + VB
=( mA / A) + (mB / B)
= (0,04/8000) + (0,10/10000)
= 0,6/40000
Maka
Massa jenis logam paduan = massa total : volume total
= 0,14 : (0,6/40000)
= 9333 kg /m3
Tekanan Pada Fluida
anan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas.
�
Tekan = P = dimana F = gaya (N) ; A = luas (m2).
�
Satu SI untuk tekanan adalah N/m2 atau Pascal (Pa).
Satuan lain dyne/cm2. lb/in2 (psi).
F=mg
Konsep tekanan terutama berguna dalam membahas
fluida.
Fluida memberikan tekanan ke semua arah.
P=ρgh [zat cair] berlaku utk massa jenis
tan dan h tidak berubah (jika fluida tidak dapat
dit an).
Umumnya tekanan pada kedalaman yg sama dalam
zat cair yg serba sama adalah sama.
Tekanan (P)
Misalnya tekanan air
Cara mengukur tekanan zat :
1. Tuangkan air ke dalam gelas ukur
2. Timbang air yang ada dalam gelas
ukur dengan neraca
3. Hitung berat air dengan pers. W =
mg
4. Hitung luas permukaan gelas ukur
5. Bagi berat air dengan luas
permukaan gelas
ukur
Tekanan Pada Fluida
Perubahan tekanan terhadap kedalaman fluida
Persamaan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan
perbedaan tekanan Δp pada ketinggian yang berbeda dimana ρ
adalah massa jenis rata2 :
Δp = ρ g Δh
Contoh Soal
Tek an Pada Kran
Permukaan air didalam tanki penyimpanan berada 30 m diatas kran
air di dapur sebuah rumah. hitung tekanan air pada kran.
Jawab.
= ρ g Δh = (1,0 x 103 kg/m3) (9,8 m/s2) (30m) = 2,9 x 105 2
Tekanan Atmosfr dan Tekanan Terukur
ekanan atmosfr bumi pada setiap fuida bergantung pada
k n, massa jenis udara terhadap ketinggian.
(Satuan atmosfer) 1 atm = 1,013 x 105 N/m2 = 101,3 kPa
(Bar) 1 bar = 1 x 105 N/m2 = 100 kPa
Dengan demikian tekanan atmosfr standar lebih sedikit lebih besar
satu bar.
Tekanan terukur = tekanan tanpa memperhatikan/
memperhitungkan tekanan atmosfr
Prinsip Pascal
Prinsip Pascal (Blaise Pascal, 1623-1662) menyatakan bahwa
tekanan
ya diberikan pada fuida dalam suatu tempat akan menambah
tekanan keseluruhan dengan besar yang sama.
Contoh : tekanan dibawah permuakaan air seperti didanau adalah P
= ρ g h. bila didalam permukaan 100 m, maka 1000 kg/m3)(9,8m/s2)
(100 m) = 9,8 x 105 N/m2 atau 9,7 atm. Bila tekanan
al atau ditambahkan dengan tekanan di udara 1 atm, maka
menjadi 9,7 atm + 1 atm = 10,7 atm.
Prinsip Pascal
P keluar = P masuk
Fkeluar Fmasuk
= Amasuk
Akeluar
Fkeluar Akeluar
=
suk Amasuk
Pengukuran Tekanan: Alat ukur dan barometer
T anan dibawah permuakaan suatu cairan yg
terbuka
P = P0 + ρ g h
P0 = tekanan atmosfr
Ρ = massa jenis zat cair
ρ g h = tekanan terukur
= 13,6 x 103 kg/m3 9,8 m/s2 1 x 10-3 m
= 1,33 x 102 N/m2
*biasanya yang ditentukan hanya h saja.
Pengukuran Tekanan: Alat ukur dan barometer
T bel Konversi antara satuan tekanan yang berbeda
Tek n atmosfr sering diukur dengan
manometer air raksa yg dimodifikasi dengan ujung
tertutup biasa disebut Barometer
Pengapungan dan Prinsip Archimedes
Gay pung (FB) = F2 – F1
= ρF g A (h2-h1)
= ρF g A h
= ρF g V
Hukum Archimedes
Ga a apung yg bekerja pada benda yang dimasukkan dal fui
sama dengan berat fuida yang dipindahkan.
Hukum Archimedes
Memahami hukum Archimedes dengan
eksperimen sederhana:
1. Siapkan sebuah beban, neraca pegas, gelas ukur dan air
secukupnya.
2. Masukan air dalam gelas ukur dan catat volumenya (Vo)
3. Timbang beban dengan neraca pegas dan catat beratnya
(w1).
4. Beban yang masih tergantung pd neraca pegas, masukan
dalam gelas ukur yang berisi air, catat volume air ( 1
berat beban dalam air (w2).
5. Hitung perbedaan volume air dan berat beban.
6. Bagaimana kesimpulannya
Gaya ke atas :
= (P2 – (f g) Vbf
Maka di P1)A
rumusk
an :
= f
F2 Wbf
=w– ghA
Fa
Fa
Fa = (f g)
=w– (hbf A)
wbf
W = (f g)
atau F
= Vbf
Fa
m
= F2 – maka
g
1 F1 gaya ke
atas di
uskan :
= P2 A
– P1 A
Fa =
Fa = (f g) Vbf
Dengan:
f = massa jenis fluida (kg/m3)
Vbf = volume benda dalam fluida (m3)
Fa = gaya ke atas (N)
Jadi dapat di simpulkan :
Suatu benda yang dicelupkan
seluruhnya atau sebagian ke dalam
fluida mengalami gaya ke atas yang
sama dengan berat fluida yang
dipindahkan
Contoh soal :
Sebatang almunium digantung pada seutas kawat.
Kemudian seluruh almunium di celupkan ke dalam
sebuah bejana berisi air. Massa almunium 1 kg dan
massa jenisnya 2,7 x 103 kg/m3. Hitung tegangan kawat
sebelum dan sesudah almunium di celupkan ke air.
Penyelesaian:
Sebelum di celupkan air:
Fy = 0
T1 – mg = 0 T1
T1 = mg
T1 = 1 x10
T1 = 10 N
mg
Sesudah dicelupkan :
T2 Fy = 0
Fa T2 + Fa – mg = 0
T2 = mg – Fa
T2 = 1 x 10 – Fa
T2 = 10 - Fa
mg
Volume Al :
VAl = m /
= 1 / (2,7 x 103)
Maka Fa = Val f g
= 3,7 N
Sehingga :
T2 = 10 – 3,7
= 6,3 N
Mengapung
Karena bendanya seimbang,
maka :
Fa Fy = 0
Fa – w = 0
hb
Fa = w
hbf
Fa = mb g
Fa = (b Vb) g
w (f Vbf ) g = (b Vb) g
b b = (Vbf/Vb) f
f
Atau
b = (Vbf/Vb) f
= (A hbf / A hb) f
b = ( hbf / hb ) f
Dengan :
b = massa jenis benda (kg / m3)
f = masa jenis fluida (kg / m3)
hb = tinggi benda (m)
hbf = tinggi benda dalam fluida (m)
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengapung,
bila massa jenis rata – rata benda lebih kecil daripada
massa jenis fluida.
Syarat benda mengapung :
b < f
Contoh :
Sebuah benda di celupkan ke dalam
alkohol ( massa jenis = 0,9 gr/cm3).
hbf
b h f
Hanya 1/3 bagian benda yang muncul
di permukaan alkohol. Tentukan
b
massa jenis benda!
Diket : 2h
f = 0,9 gr/cm3
Bagian yang muncul =( 1/3 )hb,
sehingga : b 3 b
hbf = hb – (1/3)hb = (2/3)hb
0,9
hb
Ditanya : Massa jenis benda (b)
Jawab : b cm3
0,6g
Melayang
Syarat benda melayang
:
Fa = w
Fa (f Vbf ) g = (b Vb) g
(f Vb) g = (b Vb) g
w
=
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang,
bila massa jenis rata – rata benda sama dengan massa
jenis fluida.
Syarat benda melayang:
b = f
Contoh :
Sebuah balok kayu yang massa jenisnya 800
kg m3 terapung di air. Selembar aluminium yang
sanya 54 gram dan massa jenisnya 2700
kg/m3 diikatkan di atas kayu itu sehingga sistem
ini melayang. Tentukan volume kayu itu !
Diket :
aluminium
kayu
Fak wk FaAl
wAl
i tanya : volume kayu (Vk)
w mkg + mAlg
Jawab
Al
: f Vk + f
Fak + FaAl
VAl = mk +
f
– wk – wAl mAl
=0 g f Vk + f (mAl/ Al) = k Vk+ mAl
F
V 1 Vk + 1 (54/2,7)
a
k
k = 0,8 Vk + 54
+ Vk + 20
+
= 0,8 Vk
F + 54
a f
A
V
k
l g
= =
V
w A 1
k l 7
+ 0
=
Tenggelam
Dengan cara yang a di
peroleh :
b > f
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan
ke dalam fluida akan
Fa
jenis rata – rata benda
lebih besar daripada
massa jenis fluida.
w
Tantangan :
Sebuah balok mempunyai luas penampang A, tinggi l,
dan massa jenis . Balok ada pd keseimbangan di antara
dua jenis fluida dengan massa jenis 1 dan 2 dengan 1
< < 2 .Fluida – fluida itu tidak bercampur.
Buktikan : Fa = [1gy + 2 g(l – y)]A
Buktikan : = [1y + 2 (l – y)]/l
Ini gambarnya!
1
y
2 l
Gerak Fluida; Laju Aliran dan Persamaaan Kontuinitas
Fluida bergerak = dinamika fuida atau
hidrodinamika.
Ada dua aliran hidrodinamika :
1. Laminer
2. Turbulen (aliran tak tentu/ arus eddy)
menyerap banyak energi gesekan internal
dgn besar tertentu disebut Viskositas.
Gerak Fluida; Laju Aliran dan Persamaaan Kontuinitas
Laju iran didefnisikan sebagai massa Δm dari
fl yg melewati titik tertentu per satuan waktu
Δt : laju aliran massa = Δm / Δt
F. luida yg melewati titik 1 (melalui luas A1)
dalam waktu Δt adalah A1 Δl1, dmn Δl1 adalah
jarak yg dilalui fuida dalam waktu Δt. Krn
kecepatan
da yg melewati titik 1 adalah v1= Δl1/ Δt. Laju
ali massa Δm1/ Δt melalui luas A1 adalah
Δρ
Δ=
m
Vρ
=A 1 1
=
1 A
Δ 1
t v1
Δ
l
Gerak Fluida; Laju Aliran dan Persamaaan Kontuinitas
mana ΔV1 = A1 Δl1 adalah volume dgn massa
Δm1 n ρ1 adalah massa jenis fuida. Dgn cara
yg pada titik 2 (melalui luas A2), laju alir
ρ2 A2 v2. krn tidak ada fuida yg masuk atau
keluar dr sisi2, laju alir melalui A1 dan A2 harus
s. ama dgn demikian
Δm1 Δm2
Δt
= Δt
a
ρ1 A1 v1 = ρ2 A2 v2
Persamaan diatas disebut persamaan
kontuinitas
Contoh Soal 2
Gerak Fluida; Laju Aliran dan Persamaaan Kontuinitas
Saluran pemanas ke ruangan
Seb a besar sebuah saluran pemanas harus dibuat
jika ara yang mengalir dengan laju 3 m/s didalamnya
dapat mengisi ruangan dengan volume 300 m3 setiap 15
menit? (anggap massa jenis udara tetap konstan.
Penyelesaian
K. ita dapat menerapkan persamaan pd slide
sebelumnya, jika menganggap ruangan tersebut (sebut
saja titik 2) sebagai bagian besar dari saluran. Lakukan
laran dgn cara yg sama dengan mengubah Δt
menjadi t). Kita lihat bahwa A2V2 = A2l2t = V2/t dimana v2
adalah volume ruangan. Kemudian A1v1 = A2V2 = V2/t
� 30
D =
a�= 0,11
(
n 3m2
2
�
A�� /
11� �
)
(
9
= 0
0
�
)
Gerak Fluida; Laju Aliran dan Persamaaan Kontuinitas
Jika saluran tersebut berbentuk bujur
sangkar maka setiap sisi mempunyai
p. anjang l = = 0,33 m atau 33 cm.
sebuah saluran persegi panjang
dengan ukuran 20 cm x 55 cm juga
bisa dipakai.
Persamaan Bernoulli
Prinsip Bernoullli menyatakan bahwa
Dimana kecepatan fuida tnggi, tekanan rendah
dan dimana kecepatan rendah, tekanan tnggi.
P1 + ½ ρv12 + ρ g y1 = P2 + ½ ρv22 + ρ g y2
Contoh Soal 3 Bernoulli
Aliran dan Tekanan pada suatu sistem pemanas air.
Air edar di sebuah rumah pada suatu sistem pemanas air. Jika air
dipompa dengan laju 0,5 m/s melalui pipa berdiameter 4 cm di
ruang bawah tanah dengan tekanan 3 atm . Berapa laju aliran dan
tekanan pada pipa berdiameter 2,6 cm di tingkat dua dengan tinggi
5,0 m diatasnya?
Jawab.
Pertama kita hitung laju aliran lantai 2 dgn menamakan v2. dengan
memperhitungkan bahwa luas sebanding kuadrat jari2 (A=πr2) kita
sebut ruang bawah tanah sebagai titik 1 didapatkan :
Contoh Soal 3 Bernoulli
Pertama kita hitung laju aliran lantai 2 dgn menamakan v2. dengan
hitungkan bahwa luas sebanding kuadrat jari2 (A=πr ) kita
sebut ruang bawah tanah sebagai titik 1 didapatkan :
1�1 �1π�12
��1 0,02 �2
V2 = �2
= π�22 = 0,5 m/s (0,013�2 ) = 1,2 m/s
Untuk mencari tekanan, kita gunakan persamaan Bernoulli :
P2 = P1 + ρ g (y1-y2) + ½ ρ (V12 - V22 )
= (3 x 105 N/m2 ) + (1 x 103 kg/m3) 9,8 m/s2 (-5 m) + ½ (1 3
kg/m3) [(0,5 m/s)2– (1,2m/s)2]
= (3 x 105 N/m2 ) – (4,9 x 104 N/m2) – 6 x 102 N/m2
= 2,5 x 105 N/m2
Viskositas
Lempeng bergerak
Flui yg riil memiliki gesekan internal Gradien
Fluida l
yang besarnya tertentu disebut Kecepatan
Viskositas Lempeng diam
Viskositas yg berbeda dinyatakan scr �
F=ȠA �
kuantitatif koefesien viskositas (Ƞ)
Ƞ = N.s/m2 ([Link] SI
Perubahan kecepatan dibagi dengan dyne./cm2 (poise)
jarak disebut gradien kecepatan.
Viskositas
TEGANGAN PERMUKAAN
CONTOH:
TEGANGAN PERMUKAAN
TEGANGAN PERMUKAAN
SIFAT CAIRAN :
• v ume tetap
• Bentuk mengikuti tempatnya
• memiliki fluiditas
• kerapatan agak besar
• kompresibilitas kecil
• energi geraknya translasi, rotasi, vibrasi
• fusi agak cepat
• memiliki gaya tarik-menarik antar molekulnya
• memiliki tegangan permukaan.
FENOMENA TEGANGAN PERMUKAAN
Nyamuk di atas permukaan air
ilet dan jarum terapung di atas permukaan air
Deterjen membasahi pakaian
Alkohol dan antiseptik membasahi permukaan luka
Butir-butir tanah yang basah saling menempel
Tetesan air berbentuk bulat
Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin meregang =>
permukaannya seolah ditutupi lapisan elastis => ka a adanya
gaya tarik-menarik partikel sejenis di dalam zat cair p ke
permukaan.
Di dalam cairan => molekul ditarik oleh molekul lain yang sejenis
dengan gaya yang sama ke segala arah => akibatnya tidak
terdapat resultan gaya yang bekerja pada masing-masing
molekul.
Di permukaan cairan => molekul ditarik oleh molekul sejenis
arah hanya ke samping dan ke bawah
tidak ditarik oleh molekul di atasnya
di atas cairan fase uap.
Perbedaan gaya tarik
Ada sisa gaya yang bekerja pada lapisan atas cairan.
Gaya mengarah ke bawah
Cairan berkontraksi
Tegangan Permukaan dan Kapilaritas
Permukaan zat cair berperilaku seperti
membran yg teregang karena tegangan.
Contoh embun air. (tegangan permukaan).
�
ɣ = gaya per satuan panjang.
�
Contoh :
Silet dapat mengapung di air
Nyamuk dapat hinggap di atas air
Secara matematis tegangan permukaan di rumuskan :
F
l Dengan:
F : gaya (N)
l : panjang (m)
; tegangan permukaan
(N/m)
Atau
W
Di rumuskan :
A
Dengan :
W = usaha (J)
A = luas penampang (m2)
= tegangan permukaan
(J/m2)
egangan permukaan pd sebuah
bola
Dari gambar di
peroleh :
Fy
cos l
Fy
l
Karena cos r
maka :
Fy = 2 r
l cos
2
Contoh :
Seekor serangga berada di atas permukaan air.
Telapak kaki serangga tersebut dapat di anggap
sebagai bola kecil dengan jari – jari 3 x 10-5 m.
Berat serangga adalah 4,5 x 10-5 N dan tubuhnya di
sangga oleh empat buah kaki. Tentukan sudut yang
dibentuk kaki serangga dengan bidang vertikal.
Diket :
r = 3 x 10-5 m
w = 4,5 x 10-5 N
n = 4
= 0,072 Nm-1
Ditanya :
Penyelesaian
Fy 2r cos
w
2r cos
n
w
cos
2rn
4,5.105
cos
2.3,14.3.105.0,072.4
cos
0,83
330
Diskusi dan interaksi
Mengapa deterjen sering
digunakan untuk mencuci pakaian
agar
pakaian menjadi bersih ?
Meniskus
Adalah bentuk cembung atau cekung
permukaan zat cair akibat tegangan
permukaan.
air Raksa
oses pembentukan meniskus
cekung dan cembung
Adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel tak sejenis.
Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel sejenis.
Perhatiakan gambar
berikut:
Fa
Perhatiakan
F
gambar
berikut:a
R aks
a
A F
FR k
ir
F
R
Fk
Tegangan Permukaan dan Kapilaritas
Pa abung dengan diameter yg
sangat kecil, zat cair tampak naik
atau turun relatif terhadap tingkat
zat cair yang mengelilinginya.
Fenomena ini disebet kapilaritas.
bung-tabung kecil disebut tabung
kapiler.
Kapilaritas :
Adalah peristiwa naik turunnya permukaan zat cair di
dalam pipa kapiler.
Contoh :
peristiwa naiknya minyak tanah pd sumbu kompor.
Air pd tanaman sampai ke daun
Dan lain-lain.
Perhatikan gambar berikut
Perhatikan gambarberikut
Air y Raksa
Secara matematis :
2r cos
Fy
w2r cos
mg2r
y
ir cos
A
r2yg2r
cos
cos
y2
gr
Contoh :
Sebuah pipa kapiler mempunyai
diameter 0,002 cm dan di masukkan
ke dalam wadah berisi air. Jika
tegangan permukaan air adalah
0,072 N/m dan sudut kontak 00,
tentukan ketinggian air pd pipa
kapiler tersebut akibat dorongan
tegangan permukaan.
Penyelesaian :
Diket :
= 0,072 N/m , = 00, g = 10 m/s2
= 1000 kg/m3, r = 0,001 cm= 10-5m
Ditanya : y
Jawab:
y =(2 cos )/gr
= [(2)0,072 cos 00] /[1000(10)10-5]
= 1,44 m
Terapan bermanfaat dari Fluida
V
V D
S k