0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan4 halaman

Analisis Data Raster untuk Penggunaan Lahan

Teks ini memberikan tutorial tentang analisis spasial data raster menggunakan ArcGIS. Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah untuk mereklasifikasi data elevasi digital ke dalam empat zona berdasarkan kemiringan tanah, yaitu zona konservasi, perkebunan, agroforestri, dan budidaya, untuk kemudian digunakan sebagai peta arahan penggunaan lahan.

Diunggah oleh

Muhammad Faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan4 halaman

Analisis Data Raster untuk Penggunaan Lahan

Teks ini memberikan tutorial tentang analisis spasial data raster menggunakan ArcGIS. Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah untuk mereklasifikasi data elevasi digital ke dalam empat zona berdasarkan kemiringan tanah, yaitu zona konservasi, perkebunan, agroforestri, dan budidaya, untuk kemudian digunakan sebagai peta arahan penggunaan lahan.

Diunggah oleh

Muhammad Faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tutorial ArcMap

Rudiyatno | 2015

ANALISA SPASIAL DATA RASTER


1. PENDAHULUAN
Data raster merupakan susunan dari sekumpulan Cell (sel) atau Grid atau Pixel (piksel) yang
dilambangkan dengan areal yang terdiri dari satuan luas dalam bentuk segi empat sama sisi. Pixel
berasal dari kata picture elemen, dimana piksel adalah segi empat sama sisi yang merupakan unit
terkecil dari suatu luasan, dengan ukuran tiap unit yang seragam.
Data raster yang biasa digunakan sebagai data masukan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG)
berbasis citra (image) adalah citra satelit, foto udara, ataupun peta hasil scanning. Citra satelit
menggunakan format data raster dengan ukuran piksel yang bervariasi mulai dari ukuran (0,5m x
0,5m s/d 10km x 10km) atau lebih.

Gambar2.1 Model Data Raster

2. ANALISIS SPASIAL UNTUK ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN


Studi kasus analisis spasial untuk arahan penggunaan lahan dengan menggunakan data DEM (Digital
Elevation Model), dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Zona I adalah suatu wilayah dengan kelerengan > 40% yang diarahkan untuk kehutanan atau
kawasan konservasi.
b) Zona II adalah suatu wilayah dengan kelerengan 15% – 40% yang diarahka untuk
perkebunan.
c) Zona III adalah suatu wilayah dengan kelerengan 8% – 15% yang diarahkan sebagai wanatani
(Agro Forestry); dan
d) Zona IV adalah suatu wilayah dengan kelerengan 0% – 8% yang diarahakan sebagai kawasan
budidaya.

Untuk menyelesaikan Kasus diatas ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu :

Peta Arahan
Peta Dasar Proyeksi dan Kelerengan Klasifikasi Penggunaan
(Topografi Registrasi Peta
Lahan
)
Gambar 1.2 Diagram Alir

Adapun langkah-langkah pengerjaanya adalah sebagai berikut :

1
[Link] ... ...
Tutorial ArcMap
Rudiyatno | 2015

a. Merubah Proyeksi Koordinat Data Raster


1) Buka data topografi peta DEM srtm_59_14.tif dari folder basemap.
2) Proyeksikan peta DEM ke sistem koordinat UTM melalui ArcToolBox » Data Management
Raster selanjutnya akan muncul
Tools » Projection and Transformation » Raster » Project Raster,
dialog Project Raster.
Raster

3) Tekan dropdown list pada baris Input Raster atau tekan Open File untuk memilih data
raster yang akan diubah proyeksi koordinatnya, pada baris Output Raster Dataset tekan
Open File untuk menentukan direktori penyimpanan output data dan simpan dengan
nama “dem_utm”, selanjutnya pada Output Coordinat System tekan kemudian pilih
Projected Coordinat System » UTM » WGS1984 (sesuaikan dengan nomor zona dari peta
yang digunakan,, misal Zona 49S), kemudian tekan OK.

b. Mengaktifkan Ekstension Arctoolbox


Sebelum menggunakan Spatial Analyst Tools pada ArcToolBox,, ak aktifkan terlebih dahulu
ekstensinya melalui Customize » Ekstensions » kemudian centang checkbox Spatial Analyst,
kemudian pilih Close.

c. Identifikasi Kelerengan
1) Untuk mengidentifikasi kelerengan peta DEM, dapat dilakukan melalui ArcToolBox »
Spatial Analyst Tools » Surface » Slope.. Setelah dipilih Slope, maka akan muncul dialog
Slope seperti di berikut
beriku ini.

Ruang
[Link] 2
... ...
Tutorial ArcMap
Rudiyatno | 2015

2) Pilih dem_utm pada Input Raster dan pada Output Raster arahkan ke direktori
penyimpanan dengan nama “kelerengan_%” dan pilih PERCENT_RISE pada Output
measurement (optional), kemudian pilih OK.
3) Tampilan hasil proses Slope pada Map View.

d. Klasifikasi Kelerengan
1) Langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan “kelerengan_%” sesuai dengan range yang
sudah ditentukan, dengan cara pilih ArcToolBox » Spatial Analyst Tools » Reclass »
Reclasify maka akan muncul dialog baru seperti gambar dibawah ini

2) Isikan Input Raster dengan layer “kelerengan_%”, kemudian tekan Classify maka akan
muncul dialog Classification seperti berikut ini.

3
[Link] ... ...
Tutorial ArcMap
Rudiyatno | 2015

3) Pada baris Method pilih equal interval, isikan 4 pada baris Classes, selanjutnya pada kolom
Break Values ganti baris pertama menjadi 8, baris kedua menjadi 15 dan baris ketiga
menjadi 40, kemudian tekan OK.
4) Maka akan kembali ke dialog Reclassify, kemudian tentukan Output Raster ke direktori
folder yang disiapkan dengan nama file “arahan_tgl” dan pilih OK.
5) Setelah proses Reclassify selesai maka akan muncul layer baru dengan nama arahan_tgl
yang memiliki 4 warna berbeda, seperti gambar dibawah ini.

6) Sesuaikan Symbology (label dan warna) layer arahan_tgl melalui Layer Properties.

4
[Link] ... ...

Anda mungkin juga menyukai