1
GAS CHOMATOGRAPHY
(GC)
Adi Yugatama, [Link]., [Link]., Apt.
2016 D3 Farmasi FMIPA, UNS
Sejarah
2
Martin dan Saynge mendapatkan Nobel Prize atas
penemuan kromatografi partisi pada metode
kromatografi kertas (1941)
Jame dan Martin membuat kromatografi gas kolom
terpaking (1952) Nobel Prize
M.J.A. Golay menemukan kolom kapiler Fused Silica
(1970)
2016
Pengertian GC
3
kromatografi gas adalah teknik untuk memisahkan
senyawa atsiri dalam fase gas melalui fase diam.
• Bila fase diam berupa zat padat, kita sebut cara itu
sebagai kromatografi gas-padat.
• Bila fase diam berupa zat cair, kita sebut cara itu
sebagai kromatografi gas-cair.
2016
4
2016
Perbedaan GC dan HPLC
5
Pada GC, fase gerak adalah gas dan disebut
sebagai gas pembawa
Pada HPLC dan TLC, fase gerak adalah larutan
atau campuran larutan
Pemisahan pada GC dan HPLC terjadi pada kolom,
sedangkan TLC terjadi pada lembaran glass, metal,
atau plastik yang dilapisi oleh silika
2016
Prinsip GC
6
Fase gerak adalah gas inert
(Helium,Nitrogen, Hidrogen, atau campuran Argon dan
Metana)
Fungsi: sebagai gas pembawa, membawa sampel dari
inlet melalui kolom menuju detektor
Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara fase
gerak dan analit
Waktu retensi tergantung kelarutan sampel dalam gas
dan tekanan uap
Berhubungan dengan temperatur yang digunakan dan
interaksi intermolekuler antara senyawa dengan fase
diam
2016
Prinsip GC .....2
7
Sampel yang dianalisis dengan GC harus volatil
Untuk sampel non volatil perlu dilakukan reaksi
derivatisasi terlebih dahulu sebelum sampel
diinjeksikan
2016
Mekanisme pemisahan
8
Gas pembawa melewati inlet yang dipanaskan ke
dalam sejumlah kecil sampel yang diinjeksikan.
Sampel yang menguap dibawa oleh gas pembawa
ke dalam kolom, terjadi pemisahan.
Kolom ditempatkan dalam oven terkontrol sehingga
sampel tetap dalam bentuk uap.
Setelah pemisahan gas pembawa dan pita sampel
melewati detektor, dicatat dalam sistem komputer.
2016
Kelebihan
9
Fase gerak gas mengalir dengan kecepatan dan
tekanan yang terkontrol
Sangat mudah terjadi pencampuran uap sampel ke
dalam fase gerak
Banyak macam kolom dan jenisnya, panjang dan
diameter serta temperatur bisa diatur/diprogram
Banyak pilihan macam detektor
2016
Kelemahan
10
Banyak analit yang sulit diatsirikan
Banyak analit yang mudah terdekomposisi pada
suhu tinggi
Biaya operasional cukup mahal
2016
Jenis kromatografi gas
11
KGP → fase diam padat
Dasar → penyerapan fase diam / adsorpsi
Ex: silika gel, ayakan nol, arang dsb.
KGC → fase diam cair
Dasar pemisahan → partisi sampel yang masuk/keluar dari
lapisan cair.
2016
Instrumentasi GC
12
Sistem gas pembawa
Sistem pemasukan cuplikan
Sistem pemanasan kolom
Kolom
Sistem deteksi
Sistem pengolah data
2016
Skema GC
1
3
1
3
1
3
2016
14
2016
15
2016
16
2016
Tangki gas pembawa
17
Gas pembawa H2, He, N2
Syarat:
Tidak reaktif/Inert
Mudah didapat dan murni
Cocok dengan detektor
2016
Tangki gas pembawa
18
2016
Kolom kromatografi gas
19
Ada 2 jenis kolom, yaitu:
Kolom kemas (packing
column)
Kolom kapiler (capillary
column).
2016
Kolom Kemas
20
Terdiri atas fase cair yang tersebar pada
permukaan penyangga inert yang terdapat dalam
tabung yang relatif besar (diameter dalam 1-3
mm).
Fase diam hanya dapat dilapiskan pada
penyangga atau terikat secara kovalen pada
penyangga yang menghasilkan fase terikat
2016
Kolom Kemas (Packed column)
21
2016
Kolom Kapiler
22
Kolom kapiler jauh lebih kecil (0,02-0,2 mm) dan
dinding kapiler bertindak sebagai penyangga inert
untuk fase diam.
Fase diam dilapiskan pada dinding kolom atau
bahkan hanya dapat bercampur dengan sedikit
penyangga inert yang sangat halus untuk
memperbesar luas permukaan efektif.
2016
Kolom Kapiler (Capilary Column)
23
2016
24
2016
25
2016
26
2016
27
2016
Contoh penyangga
28
Chromosorb P
Chromosorb W
Chromosorb G
Chromosorb T
SIFAT PENYANGGA
Fluoropak 80
Lembam (Inert)
Tidak mudah rusak
Permukaan luas
Bentuk teratur, ukuran
sama
2016
Arti penulisan kolom
29
30 m x 0,53 mm x 0,88 mm
Panjang Kolom Ketebalan
Lapisan
Diameter
OV-101 5% pada Chromosorb 80/100
Jenis Fase dan Jenis Pendukung
Konsentrasi
2016
SUHU/Termostat
30
1. Suhu gerbang suntik (lebih tinggi 10-15°C)
Suhu cukup untuk menguapkan sampel dan
tetap stabil (tidak terurai)
2. Suhu kolom
Suhu cukup untuk menghasilkan analisis yang
baik serta kolom tetap stabil
3. Suhu detektor
Tergantung jenis detektornya
2016
SUHU/Termostat
31
Terdapat 2 tipe pemisahan pada kromatografi gas:
Pemisahan suhu isotermal
Pemisahan suhu
terprogram
2016
Pemisahan isotermal
32
Pemisahan yang dilakukan pada suhu tetap.
Baik digunakan pada analisis rutin.
2016
Pemisahan suhu terprogram
33
Pemisahan yang dilakukan menggunakan suhu yang
berubah-ubah secara terkendali.
Keuntungan pemisahan ini adalah mampu
meningkatkan resolusi komponen-komponen dalam
suatu campuran dan mempercepat waktu analisis.
2016
34
2016
35
2016
Isotermal vs Temperatur Terprogram
36
2016
Isotermal vs Temperatur Terprogram
37
2016
Detektor
38
Mendeteksi komponen
Kepekaan tinggi
Tingkat fluktuasi rendah
Tanggapan kelinieritas lebar
Tanggap semua jenis senyawa
Tidak peka terhadap perubahan aliran dan suhu
2016
Syarat detektor yang baik
39
Selektivitas
Sensitivitas
Noise dan Kuantitas minimum yang dapat terdeteksi
(LOQ)
Linear range (rentang linier)
2016
Detektor
40
2016
Detektor hantar panas
Thermal Conductivity detector (TCD)
41
Dasar: Panas dihantarkan dari benda yang suhunya
tinggi ke benda lain di sekelilingnya yang suhunya
lebih rendah.
Bila molekul sampel masuk ke dalam
detektor, maka sampel akan menurunkan daya
hantar panas, akibatnya filamen menjadi lebih
panas yang menyebabkan naiknya tahanan
sehingga menurunkan arus listrik. Perbedaan arus
listrik antara 2 filamen ini dikirimkan ke rekorder
untuk ditampilkan sebagai kromatogram.
2016
Detektor hantar panas
Thermal Conductivity detector (TCD)
42
Keuntungan: komponen yang dideteksi tidak
rusak, detektor bersifat universal.
Detektor ini termasuk detektor konsentrasi, yakni
semua molekul yang melewatinya diukur jumlahnya
dan tidak tergantung pada laju aliran fase gerak.
2016
43
2016
Detektor ionisasi nyala
44
flame ionization detector (FID)
Dasar: Senyawa organik bila dibakar akan terurai
menjadi pecahan sederhana bermuatan
positif, biasanya terdiri atas satu Carbon (C+).
Detektor ini mengukur jumlah atom karbon, bukan
jumlah molekul seperti pada TCD.
Respon FID sangat peka
2016
Yang perlu diperhatikan
45
Kecepatan alir H2 ± 30 ml/menit dan O2 sepuluh
kalinya.
Suhu FID harus diatas 100°C untuk mencegah
kondensasi uap air yang mengakibatkan FID
berkarat atau menurun sensitifitasnya.
2016
46
2016
47
2016
SISTEM PENGOLAH DATA
48
Sinyal yang didapat dari detektor akan direkam
dalam bentuk kromatogram dan diolah.
2016
49
2016
KROMATOGRAFI GAS
HASIL
50 2016
KROMATOGRAFI GAS
HASIL
51 2016
KROMATOGRAFI GAS
HASIL
52 2016
53 Aplikasi GC dalam Analisis Farmasi
2016
54 2016
55 2016
56 2016
57 2016
58 2016
59 2016
60 2016
The GLC method proposed for selective quantitation of neurotoxic
benzaldehyde is suitable for application to the quality control analysis
of benzyl alcohol containing injection formulations such as Na-
diclofenac, Piroxicam and Vitamin Bcomplex.
61 2016
62 TERIMA KASIH
2016