Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA.
2016
SPESIFIKASI TEKNIK
1. URAIAN PEKERJAAN
1.1 UMUM
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang harus dikerjakan yaitu Pembangunan Pasar
Tradisional Montong Beter.
2. Lokasi pekerjaan : Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur
3. Sarana Bekerja
Untuk kelancaran pekerjaan kontraktor harus menyediakan
a. Tenaga kerja/Tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
b. Alat-alat bantu, alat-alat pengangkut dan alat-alat lain yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
c. Bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang akan dilaksanakan
tepat pada waktunya.
4. Cara Pelaksanaan
Pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keahlian sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
(RKS), Gambar Rencana, Berita Acara Penjelasan serta mengikuti
petunjuk Direksi.
1.2 PERATURAN-PERATURAN TEKNIS BANGUNAN YANG DIGUNAKAN
1. Dalam melaksanakan pekerjaan kecuali bila ditentukan lain dalam
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan dibawah ini termasuk segala perubahan dan
tambahannya.
a. Perpres. 4 Tahun 2015
b. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006
c. Peraturan umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia
atau Algemene voowaarden voor de uitvoering bij aanneming van
openbore werken (AV) 1941.
HALAMAN 1
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
d. Keputusan-keputusan Majelis Indonesia untuk Arbitrasi Teknik dari
Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DPTI).
e. Peraturan dari Dinas Keselamatan Kerja dan Departemen Tenaga
kerja.
f. Undang-undang jasa Konstruksi tahun 2000.
g. Peraturan/ketentuan lain yang dikeluarkan oleh jawatan/instansi
pemerintah setempat yang berkekuatan dengan permasalahan
bangunan.
2. Untuk melaksanakan pekerjaan dalan butir (1) ayat (2) di atas berlaku
dan mengikat pula :
a. Gambar Bestek yang dibuat oleh konsultan Perencana yang sah
dan disahkan oleh Pemberi Tugas termasuk Gambar-gambar
Detail dan Perubahan yang disahkan oleh direksi.
b. Rencan Kerja dan Syarat-Syarat.
c. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)
d. Berita Acara pelelangan
e. Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran, tentang pemenang
lelang
f. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
g. Berita Acaara Pembukaan Penawaran beserta lampiran-
lampirannya
h. Jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Direksi.
1.3 PENJELASAN RKS DAN GAMBAR
1. Kontraktor wajib meneliti semua gambar-gambar dan Rencana Kerja
dan Syarat-Syarat (RKS) termasuk tambahan-tambahan dan perubahan
yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing).
2. Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
(RKS), maka yang mengikat adalah RKS. Bila suatu gambar tidak cocok
dengan yang lain, maka gambar yang memakai skala lebih besar yang
berlaku.
3. Bila perbedaan-perbedaan itu menimbulkan keraguan sehingga dalam
pelaksanaan menimbulkan keresahan bagi kontraktor wajib
HALAMAN 2
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
menanyakan pada pengawas lapangan/Direksi dan kontraktor
mengikuti keputusannya.
1.4 PERSIAPAN DI LAPANGAN
1. Kontraktor harus menyediakan dan membuat sebuah Direksikeet yang
cukup untuk melaksanakan tugas pekerjaan administrasi lapangan bagi
pengawas dan Direksi yang lengkap dengan alat-alat kerja minimal
berupa :
a. 1 (satu) set kursi duduk yang memadai dan pantas
b. 1 (satu) meja tulis berikut kursinya
c. 1 (satu) papan tulis (White Board) serta perlengkapannya.
d. 1 (satu) lembar polywood dipasang pada dinding untuk memasang
gambar
e. 1 (satu) rak untuk menyimpan arsip.
f. Perlengkapan PPPK yang dapat dipergunakan oleh semua pihak.
2. Kontraktor harus menyediakan sarana alat tulis menulis seperti buku
harian untuk catatan-catatan, teguran, sarana dan petunjuk dalam
pelaksanaan berupa buku tamu. Buku direksi/pengawas.
Jenis laporan/catatan yang harus ada di Ruang Direksikeet adalah :
a. Catatan kemajuan fisik setiap hari
b. Catatan mengenai cuaca setiap hari
c. Catatan bahan-bahan yang diterima maupun ditolak oleh Pengawas
Lapangan.
d. Catatan tenaga kerja yang amsuk (bekerja) setiap hari
e. Catatan-catatan mengenai kejadian-kejadian lainnya yang
memerlukan pencatatan lebih lanjut.
f. Buku tamu atau direksi.
g. Buku pengawas lapangan
3. Apabila diperlukan kontraktor harus membuat gudang/los kerja yang
cukup untuk menyimpan bahan-bahan yang diperlukan dan tempat
para pekerja.
1.5 TENAGA KERJA KONTRAKTOR
Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja inti untuk dipekerjakan
dilapangan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, yaitu :
HALAMAN 3
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
1. Tenaga Pelaksana teknis yang terampil dan berpengalaman dalam
bidangnya dan pengawas mandor dan kepala tukang yang cakap
dalam melakukan pengawasan yang tepat untuk pekerjaan yang
memerlukan pengawasan mereka.
2. Tenaga kerja terampil, setengah terampil dan tidak terampil sesuai
dengan keperluan untuk pelaksanaan. Penyelesaian dan perbaikan
pekerjaan yang sesuai dan tepat waktunya.
3. Tenaga kerja inti yang ditugaskan di lapangan minimal terdiri dari
lulusan :
STM /SKT Gedung : 1 orang sbg [Link]
STM /SKT Tukang Baja : 1 orang sbg Pelaksana
STM/SKT Pengecatan : 1 orang sbg Pelaksana
STM/SKT Tukang Pelester : 1 orang sbg Pelaksana
STM/SKT Tukang Batu : 1 orang sbg Pelaksana
Logistik/Adminstrasi Keuangan : 1 orang sbg administrasi
4. Mengeluarkan tenaga kerja kontraktor (pekerja, tukang, kepala tukang,
mandor)
5. Direksi pekerjaan berhak menolak dan mewajibkan kontraktor
memberhentikan seseorang yang dipekerjakan oleh kontraktor pada
atau sehubungan dengan pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan
pekerjaan, yang menurut direksi tugasnya atau yang menurut
pertimbangan direksi pekerjaan orang tersebut tidak patut
dipekerjakan dan orang tersebut tidak boleh dipekerjakan lagi tanpa
izin tertulis dari direksi pekerjaan. Orang yang diberhentikan secara
demikian dari pekerjaan harus diganti secepat mungkin dengan
seorang pengganti yang cakap yang disetujui oleh direksi pekerjaan.
1.6 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE)
Kontraktor diwajibkan membuat Rencana Kerja (Time Schedule) dalam
bentuk kurva “S” yang memuat penjelasan tentang rencana kerja
pelaksanaan pekerjaan penyedia bahan yang sesuai dengan persyaratan
dalam dokumen lelang ini.
1.7 KUASA KONTRAKTOR DI LAPANGAN
HALAMAN 4
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
1. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasa kontraktor, atau biasa disebut
Pelaksana, yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan
dilapangan dan mendapat kuasa penuh dari kontraktor.
2. Dengan adanya pelaksana, tidak berarti bahwa kontraktor lepas
tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan.
3. Kontrkator wajib member tahu secara tertulis kepada Kuasa Pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen dan Pengawas Lapangan, nama
dan jabatan pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.
4. Bila dikemudian hari menurut pendapat Pengelola Kegiatan dan
Pengawas Lapangan, pelaksana kurang mampu/kurang cakap
memimpin pekerjaan maka akan diberitahukan kepada kontraktor
secara tertulis untuk mengganti pelaksana.
5. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan pemberitahuan,
kotraktor wajib sudah menunjuk pelaksana pengganti yang akan
memimpin pelaksanaan atau kontraktor sendiri. (penanggung
Jawab/Direktur Perusahaan) yang akan memimpin pelaksana.
1.8 TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) KONTRAKTOR DAN PELAKSANA
1. Untuk menjaga kemungkinan diperlukan dalam jam kerja apabila terjadi
hal-hal yang mendesak, kontraktor dan pelaksana wajib
memberitahukan secara tertulis alamat dan nomor telepon di lokasi
kepada Pengelola Kegiatan dan Pengawas Lapangan.
2. Alamat Kontraktor/Pelaksana diharapkan tidak sering berubah-ubah
selama pekerjaan.
1.9 PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN
1. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan di lapangan terhadap barang-
barang milik Kegiatan, Pengawas Lapangan dan pihak ketiga yang ada di
lapangan.
2. Untuk maksud-maksud tersebut bila dianggap perlu kontraktor harus
membuat pagar pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya
menjadi tanggungan kontraktor.
3. Jika terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui
Pengawas Lapangan baik yang belum maupun yang telah terpasang
HALAMAN 5
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
tetap menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak diperhitungkan
dalam pekerjaan (Biaya Pekerjaan Tambahan)
1.10 JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA
1. Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat Pengobatan (obat-obatan)
menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)
yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan untuk mengatasi
segala kemungkinan.
2. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan
memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua petugas dan pekerja
yang ada di bawah kekuasaan kontraktor.
3. Kontraktor wajib menyediakan air bersih kamar mandi, WC, yang layak
dan bersih bagi semua petugas dan pekerja, membuat tempat
penginapan di lapangan untuk pekerja (barak kerja).
4. Segala ha yang menyangkut jaminan social dan keselamatan para
pekerja wajib diberikan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan
perundangan yang ada.
1.11 ALAT-ALAT PELAKSANAAN
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, semua alat pelaksanaan pekerjaan harus
disediakan oleh kontraktor dan dalam keadaan baik dan siap pakai antara
lain :
1. Stamper
2. Alat potong besi
3. Mesin air
4. Kendaraan Pick Up
5. Damp Truck
6. Concrete mixer
7. Mesin Las
Jumlah kapasitas maupun merk peralatan disesuaikan dengan aktivitas di
lapangan yang di koordinasikan dengan pengawas lapangan/direksi.
1.12 PEKERJAAN PERSIAPAN/PENDAHULUAN
1. Bowplank/profil harus dibuat dengan bahan kayu yang kuat dan lururs
selama pelaksanaan sedang berjalan. Bowplank/profil yang rusak
HALAMAN 6
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
segera diperbaiki, serta permukaan papan bowplank/profil harus
diketam agar permukaan menjadi lurus dan tebal papan minimal 2,5
cm dan lebar 20 cm.
2. Pemborong wajib membuat/memasang papan nama kegiatan dengan
ukuran 120 x 180 cm, minimal bertuliskan data kegiatan antara lain :
Nama Kegiatan
Nama Instasi
Tahun Anggaran
Nama Perencana
Nama pelaksana
Besar Biaya
Pek. Mulai Tanggal
Pek. Selesai Tanggal
Dan lain-lain keterangan yang dianggap perlu.
1.13 SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN
1. Semua bahan-bahan bangunan yang didatangkan harus memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan dalam syarat-syarat teknis ini.
2. Pengawas lapangan berwenang menanyakan asal bahan dan
kontraktor wajib memberitahukan.
3. Semua bahan bangunan yang akan digunakan harus diperiksa dahulu
oleh pengawas lapangan untuk mendapatkan persetujuan.
4. Bahan bangunan yang telah didatangkan ditempat pekerjaan tetapi
ditolak pemakaiannya oleh pengawas lapangan harus dikeluarkan dari
tempat pekerjaan selambat-lambatnya 2 x 24 jam sejak hari
penolakan.
5. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor
tetapi telah ditolak oleh pengawas lapangan, pekerjaan tersebut
segera dihentikan dan selanjutnya dibongkar atas biaya kontraktor.
6. Apabila pengawas lapangan merasa perlu meneliti suatu bahan lebih
lanjut, pengawas lapangan berhak mengirim bahan-bahan tersebut ke
laboratorium bidang pengujian dinas kimpraswil atau laboratorium
HALAMAN 7
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
perguruan tinggi di Mataram. Biaya penelitian menjadi tanggung
jawab kontraktor.
1.14 PEMERIKSAAN PEKERJAAN
1. Sebelum memulai pekerjaan lanjutan yang apabila bagian pekerjaan
telah selesai, akan tetapi belum diperiksa oleh pengawas lapangan,
kontraktor wajib meminta persetujuan kepada pengawas untuk
menyetujui bagian pekerjaan tersebut dan meneruskan pekerjaan
selanjutnya.
2. Bila permohonan pelaksanaan itu dalam waktu 24 jam (terhitung dari
jam diterimanya surat permohonan pemeriksaan, tidak terhitung hari
libur/hari raya) tidak dipenuhi oleh pengawas lapangan, kontraktor
dapat meneruskan pekerjaan dan bagian yang seharusnya diperiksa
dianggap telah disetujui oleh pengawas lapangan. Hal ini kecuali bila
pengawas lapangan minta perpanjangan waktu.
2. SPESIFIKASI PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Bouwplank/Profil harus dibuat dengan bahan kayu yang kuat dan lurus
selama pelaksanaan sedang berjalan. Bowplank/Profil yang rusak
segera diperbaiki, serta permukaan papan bowplank/profil harus
diketam agar permukaan menjadi lurus, dan tebal papan minimal 2,5
cm dan lebar 20 cm Bowplank
a. Material
Material yang digunakan adalah Papan Klas III, Usuk Klas II, Paku
dan Cat
b. Cara Pelaksanaan
Patok-patok usuk dipasang dengan jarak 2 m mengelilingi
bangunan selanjutnya mencari elevasi ± 0.00 dengan mencari
reperensi dari bangunan yang terdekat dan diberikan tanda dengan
cat ke masing- masing patok. Tanda yang sudah diberikan
digunakan menjadi reperensi dalam memasang papan, selanjutnya
memberikan tanda pada masing-masing garis galian tanah sesuai
HALAMAN 8
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
dengan Gambar Rencana Pondasi dan berikan tanda dengan paku
pada posisi As Galian.
2. Papan nama proyek, yang bertuliskan:
a. Nama Kegiatan
b. Nama Instasi
c. Tahun Anggaran
d. Nama Perencana
e. Nama pelaksana
f. Besar Biaya
g. Pek. Mulai Tanggal
h. Pek. Selesai Tanggal
Papan Nama Proyek ini berukuran 1,2 m x 1 m dengan tinggi 2 m
B. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1. Galian Tanah
Cara pelaksanaan
a. Muka tanah sebelumnya harus dibersihkan dari lapisan humus,
kotoran, tanaman, Lumpur, akar-akar dan kemudian diratakan.
b. Galian tanah untuk pondasi harus mencapai tanah keras atau paling
sedikit harus mencapai kedalaman 90 cm dari muka tanah asli dan
bilamana pada dasar galian tersebut terdapat akar pohon dan lain-
lain sisa jazad atau tanah yang lembek, maka semuanya harus digali
sampai mendapatkan permukaan tanah keras dan bersih dari
kotoran tersebut.
c. Jika pada saat penggalian pondasi terdapat genangan air, maka
kontraktor harus berusaha untuk mengeringkannya dan bila
diperlukan harus menggunakan pompa.
d. Semua hasil galian harus ditimbun di luar bowplank sehingga tidak
mengganggu kelancaran pekerjaan tersebut.
e. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar detail
Pondasi.
2. Urugan Kembali
a. Material
HALAMAN 9
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
Material yang digunakan adalah tanah hasil galian dengan
spesifikasi
Tanah bekas galian yang digunakan adalah harus yang
berkwalitas baik tidak mengandung zat-zat yang merusak
konstruksi, tidak tercampur dengan kotoran/smpah.
Sebelum digunakan tanah bekas galian harus berkualitas baik
dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi
b. Cara Pelaksanaan
Tanah hasil galian diurug lagi kedalam galian pondasi yang tidak
dipasangkan pasangan batu sampai rata dengan tanah asli Untuk
menutup kembali lubang-lubang pondasi harus dipergunakan
tanah bekas galian.
3. Urugan Pasir
a. Material
Material yang digunakan adalah Pasir Urug
Pasir urug harus yang berkwalitas baik tidak mengandung zat-zat
yang merusak konstruksi, tidak tercampur dengan
kotoran/sampah.
b. Cara Pelaksanaan
Pasir urug yang digunakan untuk mengurug di bawah pasangan
batu kosong dengan ketebalan 5 cm dan dibawah lantai dengan
ketebalan 10 cm Setiap lapisan pengurugan harus dipadatkan dan
disiram air bersih hingga jenuh dan benar-benar padat.
4. Urugan Sirtu
Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah urugan sirtu peninggian
lantai. Pada bagian bangunan harus diurug dengan sirtu dengan cara
penguraian per-layer/lapisan bertahap dengan ketinggian sesuai
gambar, kemudian pada setiap ketinggian urugan 20 1 cm harus
dipadatkan sedemikian rupa terus menerus dan disiram dengan air
sampai jenuh air hingga sampai pada ketinggian yang diinginkan. Sirtu
harus berkwalitas baik/tidak bercampur lumpur, tanah liat, tidak
mengandung bahan-bahan organic yang akan mengurangi daya
dukung sirtu itu sendiri dan terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan dari direksi.
HALAMAN 10
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
C. PEKERJAAN PASANGAN
1. Pasangan Batu Kosong
a. Material
Material yang digunakan adalah Batu Kali
Batu kali yang diginakan adalah batu yang tidak tercampur
dengan lumpur dan kotoran lainnya yang dapat mempengaruhi
konstruksi.
b. Cara Pelaksanaan
Diatas lapisan pasir urug dipasang batu kosong dan batu kali
setebal 20 cm yang ditata sedemikian rupa hingga membentuk
satu kesatuan yang kokoh/kuat dan sesuai dengan
gambar/instruksi dari Direksi Pekerjaan.
Pada setiap celah pasangan batu kosong diisi dengan pasir
pasang yang berkwalitas baik dengan butiran pasir yang sama
sehingga dapat mengisi seluruh celah pasangan batu kali,
kemudian disiram air bersih hingga padat dan rata.
2. Pasangan Pondasi Batu Kali.
a. Material
Material yang digunakan adalah Batu Kali Pasir dan Semen
Batu kali yang digunakan adalah batu yang tidak tercampur
dengan lumpur dan kotoran lainnya yang dapat mempengaruhi
konstruksi.
b. Cara Pelaksanaan
Pekerjaan Pondasi tidak boleh dimulai sebelum mendapatkan
persetujuan dari Direksi/pengawas tentang ukuran, kekuatan dan
kebersihan.
Pasangan pondasi batu kali terpasang sedemikian rupa (sesuai
gambar) yang pada bagian celah-celahnya diisi dengan campuran
1 Pc : 5 Ps. Celah yang besar diantara batu diisi dengan batu
kricak. Batu pecahan yang di cacah padat. Batu tidak boleh saling
menyinggung, dengan kata lain selalu ada perekat diantaranya.
Adapun mengenai bentuk, model, ukuran dan pemasangannya
sesuai dengan gambar atau isntruksi dari Direksi Pekerjaan.
HALAMAN 11
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
3. Pasangan bata Trasram
Cara pelaksanaan
Untuk pekerjaan pasangan bata trasram dipergunakan perekat
1Pc : 3 Ps.
Kecuali ketentuan lain, pasangan trasram dimulai dari atas sloof
1
sampai ketinggian 20 cm di atas lantai dan pada setiap
pasangan bata harus tegak lurus bidang muka lantai, rata air
permukaan, siar-siar sama besar, siar datar harus dalam satu
garis lurus dan siar-siar tegak setiap pertemuannya harus dengan
pasangan bata.
4. Pasangan Dinding Bata
a. Material
Material yang digunakan adalah Batu Bata Pasir dan Semen
Bata merah bermutu baik, pembakaran sempurna bebas dari cat
dan retak, minimum belah menjadi dua bagian, produk lokal dan
memenuhi pensyaratan bahan-bahan PUBI 1970.
Bata merah harus tegak lurus, siku, permukaan rata air, dan siar-
siar sama besar.
Bata sebelum dipasang harus dibersihkan dari debu dan kotoran-
kotoran lainnya, kemudian direndam dalam air.
Tidak boleh memasang bata bekas.
Ukuran standar bata merah dipakai ( 5,5 x 11 x 23 ) cm
Memiliki kuat tekan rata-rata yang diperoleh dari hasil pengujian
30 buah contoh.
Pasir harus yang berkwalitas baik tidak mengandung zat-zat yang
merusak konstruksi, tidak tercampur dengan kotoran/smpah.
Semen (50 Kg ) Berstandar SNI , dan jumlah kadar semen
minimum 212 kg per m3. beton dari faktor air semen maksimum
0,60.
b. Cara Pelaksanaan
HALAMAN 12
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
Semua pasangan dinding biasa dipasang dari pasangan bata
dengan campuran 1 Pc : 5 Ps dan setiap luasan maksimal 12 m2
harus di pasang kolom-kolom praktis dari beton bertulang dengan
tulangan beton minimal 10 mm.
Dinding harus dipasang tegak lurus, siku, permukaan rata air, siar-
siar sama besar dan tidak boleh terdapat bagian-bagian yang
retak.
Bata yang digunakan harus berkualitas baik dari hasil pembakaran
yang masak, memiliki ukuran yang sama, bata sebelum dipasang
harus dibersihkan dari debu dan kotoran-kotoran lainnya,
kemudian di rendam di dalam air bersih sampai keadaan jenuh air
(seluruh gelembung air hilang).
Tidak boleh memasang bata bekas (yang sudah dipakai).
D. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1. Syarat-syarat umum dan peraturan
a. Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah-istilah teknik serta
syarat-syarat pelaksanaan beton secara umum menjadi satu
kesatuan dalam bagian dokumen ini.
b. Kecuali tercantum lain dalam spesifikasi teknis ini maka semua
pekerjaan beton harus sesuai dengan standard di bawah ini.
SNI No. 7394:2008
Peraturan Muatan Indonesia (PMI 1970)
c. Semua material yang dipergunakan harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari direksi sebelum dipergunakan dalam proyek ini,
kemudian semua material yang akan dipergunakan harus sesuai
dengan persyaratan yang ada dalam RKS ini.
2. Pekerjaan beton bertulang pada pekerjaan ini diisyaratkan
menggunakan mutu beton karakteristik K(175).
3. Sebelum memulai pekerjaan beton, kontraktor membuat Job Mix
Formula (JMF) beton/ rencana campuran beton untuk mendapatkan
mutu yang diinginkan dalam RKS ini dan yang telah teruji laboratorium.
4. Pengadukan beton dilakukan secara sempurna menggunakan mesin
mollen dan pemadatan beton pada waktu pengecoran harus dilakukan
HALAMAN 13
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
secara merata mengunakan vibrator sehingga hasil pengecoran
didapatkan hasil yang maksimal sehingga tidak ada yang keropos.
5. Pengangkutan dan pengadukan waktu pengangkutan harus
diperhatikan sehingga waktu antara pengadukan dan pengangkutan
tidak lebih dari satu jam. Dengan demikian perbedaan waktu antara
pengadukan dan pengecoran tidak terlalu lama sehingga hasil
penguasaan yang didapatkan mencapai kesmpurnaan maksimal.
6. Untuk bidang-bidang yang vertical, ketinggian pengecoran beton yang
akan dicor maksimal 150 cm
7. Cetakan beton
a. Cetakan yang dipakai dibuat sedemikian rupa sehingga
menghasilkan permukaan beton yang rata dan halus. Untuk itu
dipergunakan papan klas II dengan ketebalan tidak boleh kurang
dari 2,5 cm.
b. Sebelum beton ditulang, terlebih dahulu konstruksi cetakan beton
doperiksa untuk memastikan kebenaran peletakannya, kokoh, rapat
serta bersih dari segala kotoran, permukaan cetakan harus diberi
minyak ( Form oil ) untuk mencegah melekatnya beton pada
cetakannya.
c. Permukaan cetakan harus dibasahi sehingga tidak terjadi
penyerapan air beton yang baru dituangkan.
d. Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan direksi jika
beton telah melampaui umur/waktu sebagai berikut :
Pada sisi balok = 48 jam
Balok tanpa beban = 7 hari
Balok dengan beban = 27 hari
Plat/tangga dengan beban = 27 hari
Dengan pertimbangan lain cetakan beton dapat dibongkar lebih
awal dengan persetujuan direksi.
8. Sambungan beton
a. Pemborong harus membuat schedule tentang letak sambungan cor
beton (Constuction Joint).
b. Dalam keadaan mendesak direksi dapat merubah letak sambungan
beton tersebut
HALAMAN 14
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
c. Permukaan sambungan beton harus dikasarkan dengan cara
mengupas seluruh permukaan sama didapatkan permukaan beton
yang padat dengan menyemprotkan air ke permukaan beton
sesudah 2 atau 4 jam sejak beton dituangkan atau boleh dengan
cara menggunakan cara lain yang disetujui direksi.
d. Sebelum pengecoran dilanjutkan, permukaan beton harus dibasahi
dan diberi lapisan grount sebelum beton dituangkan. Grount terdiri
dari suatu bagian segmen dan 2 bagian pasir.
e. Jika diperlukan untuk menyambung tulangan pada tempat-tempat
lain yang ditentukan dalam gambar, bentuk sambungan untuk
tulangan dinding tegak (vertical) dan kolom sedikitnya harus sudah
30 kali diameter batangan dan harus mendapat persetujuan dari
direksi.
9. Pembesian
a. Bahan material dan ukuran batang semua baja tulangan harus baru
dengan mutu baja U24 sesuai dengan SI untuk beton dan harus
disetujui oleh direksi. Diameter tulangan baja beton harus sesuai
dengan gambar bila kemudian karena keadaan lapangan harus
diadakan penggantian/penyesuian diameter terlebih dahulu harus
disetujui direksi.
b. Pembongkaran/pembentukan dan pembersihan
c. Baja tulangan beton sebelum dipasang harus dibersihkan dari
serpih-serpih, kara, minyak, gemuk dan pelapisan yang akan
merusak atau mengurangi daya rekatnya.
d. Baja tulangan beton harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti
sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar
konstruksi yang diberikan kepada kontraktor, baja tulangan beton
tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara
merusak bahannya.
e. Baja tulangan dengan bengkokan yang tidak ditunjukkakn dalam
gambar tidak boleh dipakai, semua batangan harus dibengkokkan
dalam keadaan dingin, pemasangan dari besi beton hanya dapat
diperkenankan bila seluruh cara-cara pengerjaannya disetujui oleh
direksi.
HALAMAN 15
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
f. Sistim pemasangan, penggunaan besi beton, ketepatan diameter
dalam pembesian ini agar tetap mengikuti gambar yang ada, seperti
pembesian :
Pondasi beton bertulang
Sloof
Ring balok
Kolom praktis
Balok latai
Dan lain-lainnya.
10. Pengecoran beton
a. Semua penulangan harus dimatikan pada kedudukan dan diperiksa
terlebih dahulu oleh ahli/direksi sebelum pengecoran dilakukan.
b. Ahli/direksi harus menerima pemberitahuan minimal 2 x 24 jam
sebelum pengecoran dilakukan agar pemeriksaan dan persetujuan
dapat diberikan pada waktunya.
c. Beton yang dapat dipakai yang sudah mengeras, kotoran-kotoran
dan benda-benda yang tidak berguna harus dikeluarkan dalam
begisting, beton molen dan alat pembawa.
d. Pada saat pengecoran lapisan-lapisan beton ini, secara bersamaan
juga dilaksanakan pemdatan dengan alat pemadat seperti vibrator
atau yang sejenisnya.
e. Sebelum pengecoran dilakukan, semua penulangan, pembesian
yang telah terpasang harus dimintakan persetujuan direksi /
pengawas.
f. Sebelum memulai pengecoran kontraktor menyediakan peralatan
untuk pengambilan contoh (kubus, silinder maupun kerucut/slump
test) beton, guna pengujian mutu beton di laboratorium.
E. PASANGAN BETON BERTULANG
1. Beton bertulang Pondasi beton, Sloof, Rabat, Kolom Beton, Ring balok,
dan Beton Gevel (KP-1 dan KP-2)
o Seluruh ukuran penampang Pondasi Beton yaitu 15/20 cm 1, sloof
(KP-1) yaitu 15/20 cm1,beton kolom 15/15 cm1, ring balok 13/20 cm 1
dan Beton Gevel 11/11 cm1 dengan tulangan pokok minimal 4 buah
HALAMAN 16
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
@ 12 mm, tulangan begel minimal @ 8mm dengan jarak begel di
tumpuan / joint minimal 10 cm dan di lapangan maksimal 20 cm
yang harus dipasang tegak lurus terhadap bidang muka lantai dan
pada bagian atasnya harus masuk ke dalam balok beton lalu
dibengkokkan tiap besi tulangan dengan panjang minimal 30 cm.
o Campuran yang dipakai yaitu 1 pc : 2 Ps : 3 Kr ditambah air bersih
yang diaduk hingga rata kemudian dicor setiapn ketinggian
pasangan bata yaitu maksimal 100 cm.
o Begesting yang digunakan dari kayu klas II yang salah satu
permukaannya yang berhadapan langsung dengan beton harus
diketam halus hingga rata dan pada waktu penyetelannya harus
benar-benar tegak lurus bidang muka lantai.
F. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
a. Pekerjaan atap
o Rangka atap menggunakan rangka atap baja berat
o Bila hasil pelaksanaan pekerjaan ini tidak baik semua biaya
perbaikan / pembongkaran menjadi tanggung jawab kontraktor
sepenuhnya.
b. Pekerjaan Penutup Atap
o Bahan penutup atap yang dipakai adalah atap spandek tebal 3,5
mm kualitas baik.
o Sebelum dipesan/dikirim ke lokasi, pemborong terlebih dahulu
mengajukan contoh kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan.
Bahan penutup atap yang cacat dan retak tidak dibenarkan untuk
dipakai atau terlebih dahulu diadakan pengujian kwalitas dan
apabila hasil pengujian kwalitasnya tidak memenuhi syarat,
pemborong harus mengajukan contoh yang lain.
o Sebelum pemasangan penutup atap dilaksanakan, harus dicek
kemiringan dan kerataan rangka atap sehingga diperoleh bidang
yang rata.
o Pemasangan penutup atap yang tidak rapih, rata dan tidak berontak
harus diperbaiki atas biaya pemborong.
G. PEKERJAAN PLESTERAN
HALAMAN 17
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
Pekerjaan Plesteran
a) Plesteran Dinding Biasa
Plesteran dinding biasa ini harus dikerjakan oleh tenaga/tukang yang
ahli dalam bidang finishing. Setiap pengerjaannya harus dicek
mengenai tegak-lurus, kedataran, kerapian, kebersihannya dan tidak
diperknankan adanya plesteran yang bergelombang. Adonan
campuran yang dipakai yaitu 1 Pc : 5 Ps : ½ Kp yang diaduk
sedemikian rupa sehingga siap untuk dipakai dan ketebalan spesi rata-
rata 1,5 cm1. Khusus pada benangan dan kaloran menggunakan acian
tanpa kapur
b) Plesteran Trasram dan beton
Prinsip pengerjaan sama dengan plesteran biasanya hanya saja
campuran yang digunakan di sini yaitu, 1 Pc : 3 Ps dan plesteran ini
khusus dipakai pada pasangan bata trasram, beton dan ketebalan
spesi rata-rata dipakai 1,5 cm1.
H. PEKERJAAN PELAPIS LANTAI, DINDING
1. Pekerjaan Lantai dan Dinding
a. Pekerjaan ini terdiri dari :
Pemasangan Lantai kermaik 40 x 40 cm. Pemasangan
disesuaikan dengan gambar dan warna juga disesuaikan dengan
catatan warna terang.
Bentuk pengaturan pola lantai sesuai gambar kerja
b. System pemasangan keramik lantai/dinding adalah sebagai
berikut :
Sebelum keramik dipasangkan, terlebih dahulu bahan keramik
disiram sampai jenuh sehingga tidak terdapat rongga-rongga
udara di dalamnya.
Sebelum keramik dipasangkan pada perletakkannya lantai
tersebut diberikan spesi dengan campuran 1 Pc : 3 Ps setebal 3
cm. Kemudian dilanjutkan dengan bubur Pc yang sekaligus
ditempelkan pada bagian bawah lantai yang akan dipasang.
Pada nat-nat lantai keramik tersebut dioleskan/diisi dengan semen warna
atau yang sewarna dengan keramik yang dipasang.
HALAMAN 18
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
I. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
a) Titik Lampu
Pelaksanaan instalasi listrik ini harus memenuhi Peraturan yang
berlaku seperti Peraturan Umum Intalasi Listrik Indonesia (PUIL 1977
NI PUTL).
Kabel-kabel instalasi penerangan menggunakan jenis NYM 3 x 1,5
mm dengan hambatan minimal 0,7 Ohm dan NYM 3 x 2, 5 mm
dengan hambatan minimal 0,42 Ohm. Minimal daya isolasinya 6 KV
untuk Group 1, 2, 6, dan 8 sedangkan isolasinya 10 KV untuk group
3, 4, 5, 7, dan 9. Untuk Phase RST digunakan kabel NYM 3 x 2,5 mm
dengan hambatan minimal 0,42 Ohm. Minimal daya isolasinya 10
KV. Dan dari Phase RST ke panel induk PLN digunakan kabel NYM 3 x
4 dengan hambatan minimal 0,175 Ohm. Minimal daya isolasinya 20
KV.
Untuk melaksanakan pemasangan intalasi listrik ini harus
menggunakan tenaga Instalatur yang telah mendapat
pengesahan/sertifikat dari PLN.
Pipa-pipa titik lampu harus ditanam sebelum plesteran tembok
dimulai ini guna menghasilkan permukaan tembok yang rapi, pipa
yang digunakan harus kualitas baik.
b) Lampu
Lampu SL (Essensial) digunakan yang sekualitas dengan merek Philips
yang dipasang aman dan rapi (lihat gambar) dengan dilengkapi oleh
armateur tanam yang baik dan kekuatannya minimal 15 watt
(setara/essensial 25 watt).
c) Stop kontak
Stop kontak tunggal yang dipakai adalah sekualitas dengan merek
Broco yang dipasang rapi, kokoh dan aman.
d) Saklar
Saklar daklar dobel yang dipakai adalah sekualitas dengan merek
Broco yang dipasang rapi, kokoh dan aman.
J. PEKERJAAN INSTALASI AIR HUJAN.
HALAMAN 19
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
1. Untuk menyalurakan air hujan dari plat atap duck digunakan pipa PVC
Ǿ 2 Inchi.
2. Sedangkan untuk pipa pembuangan air hujan dari plat atap sunscreen
menggunakan pipa PVC Ǿ ½ Inchi
3. Pekerjaan pemasangan pipa harus sesuai dengan gambar kerja dan
arahan dari pengawas lapangan..
K. PEKERJAAN PINTU HARMONIKA
Lingkup Pekerjaan meliputi :
Pemasangan Pintu Besi Harmonika
Pemasangan Tiang Pintu Besi Harmonika
Pemasangan Rell Pintu Besi Harmonika
Pemasangan Kunci Pintu Besi harmonika
Pintu besi harmonica dibuat dengan kualitas bahan yang baik, dengan
ukuran sesuai dengan gambar kerja. Sebelum dipasang bahan pintu
besi harmonica ini harus melalui persetujuan direksi dan pengawas
lapangan. Apabila pintu yang terpasang ternyata tidak berfungsi,
harus dibongkar/diganti atas biaya pemborong.
Angker
Angker dipasang khusus untuk kusen pintu harmonika (yang
bersinggungan langsung dengan pasangan bata sebelah kiri dan
kanan) setiap jarak 1 m’ harus dipasang minimal 3 buah angker
panjang angker 10 cm
3. SYARAT-SYARAT BAHAN
3.1 PEMERIKSAAN
a. Semua bahan-bahan yang akan dipergunakan harus mendapat
persetujuan dari direksi dengan memperlihatkan masing-masing
sebagai contoh.
b. Jika terdapat perselisihan paham antara pemborong dengan direksi
mengenai pemeriksaan barang, maka direksi berhak kepada
pemborong untuk memeriksakan contoh-contoh bahan yang dimaksud
kepada laboratorium pemeriksaan bahan.
HALAMAN 20
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
3.2 AIR UNTUK KERJA
a. Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air yang tidak boleh
mengandung minyak, asam, alkali, garam, (asam-asam, zat organic dll)
lebih dari 15 gr/ltr serta bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain
yang merusak bangunan. Dalam hal ini harus dinyatakan dengan hasil
tes laboratorium yang berkompeten.
b. Air untuk bekerja mengaduk spesi untuk pasangan bata maupun beton
menggunakan air sumur yang betul-betul tawar, bersih dari kototran
dan jernih (tidak berwarna) bila perlu diendapkan lebih dahulu dalam
bak-bak air supaya menjadi jernih.
c. Khusus untuk beton, jumlah air yang digunakan akan membuat adukan
disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
d. Tidak mengandung benda-benda tersuspensi lebih dari 2 gr/ltr dan
semua air yang mutunya meragukan harus dianalisa secara kimia dan
dievaluasi mutunya menurut pemakaian.
3.3 BATU BATA
Persyaratan bata merah harus memenuhi persyaratan seperti berikut :
a) Bata merah harus satu pabrik/cetakan, satu ukuran, satu warna dan
satu kualitas
b) Bentuk standard bata merah adalah prisma segi empat panjang,
bersudut siku-siku, tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan
adanya retak-retak yang merugikan.
c) Warna satu sama lainnya harus sama dan bila dipatahkan warna
penampang harus sama dan merata kemerah-merahan.
d) Bentuk bidang-bidangnya harus merata, sudut-sudutnya harus siku-
siku atau bersudut 900 dan tidak boleh retak-retak.
e) Bata merah tidak boleh mengandung garam yang dapat larut
sedmikian banyaknya sehingga pengkristalan dapat mengakibatkan
lebih dari 50% permukaan bata tertutup tebal dan bercak-bercak putih
f) Bata merah harus mempunyai kekuatan tekan yaitu kuat tekan rata-
rata yang diperoleh dari hasil pengujian 30 buah contoh.
HALAMAN 21
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
3.4 PASIR
Syarat-syarat pasir yang digunakan :
a. Pasir harus bersih, bila diuji memakai larutan pencuci khusus, tinggi
endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh
endapan tidak kurang dari 70%.
b. Kandungan bagian yang lewat ayakan 0,63 mm tidak lebih dari 5% dari
berat (kadar lumpur)
c. Angka kehalusan fineness modulus terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji
memakai rangkaian ayakan dengan mata ayakan berukuran berturut-
turut 0, 16 – 0,315, 0,63 – 1,25 – 2,5 – 5 – 10 mm dengan memakai
fraksi yang lewat ayakan 0,31 mm minimal 15% dari berat.
d. Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organic yang dapat mengurangi
mutu beton. Untuk itu bila direndam dalam larutan 3% NaOH, cairan di
atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding.
e. Pasir untuk keperluan urugan dan pasir pasang penempatannya harus
terpisah.
1. Pasir urug
Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan. Harus
bersih dank eras. Pasir laut untuk maksud-maksud tersebut dapat
digunakan asal dicuci terlebih dahulu dan mendapat izin dari
direksi pekerjaan.
2. Pasir pasang
Pasir untuk adukan pasangan, adukan plesteran dan beton bitumen
harus memenuhi persyaratan berikut :
o Butiran-butiran harus tajam dank eras, tidak dapat dihancurkan
dengan jari.
o Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5%
o Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang
persegi 3 mm
o Pasir laut tidak boleh dipergunakan.
3. Pasir beton
Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat yang
sudah ditentukan :
a. Butir-butir harus tajam, keras,tidak dapat dihancurkan dengan
jari dan pengaruh cuaca
HALAMAN 22
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
b. Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5%
c. Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka ragam
besarnya, apabila diayak dengan ayakan ISO maka sisa butiran
di atas ayakan 4 mm, minimal 2% dari berat sisa.
d. Pasir laut tidak boleh dipergunakan.
3.5 KERIKIL
Kerikil harus bersih dari segala kototrsn dan jika perlu dicuci terlebih
dahulu sebelum dipakai untuk campuran beton, dengan persyaratan detail
sebagai berikut :
a. Kerikil adalah butiran-butiran mineral yang harus dapat melalui ayakan
yang berlubang persegi 76 mm dan tertinggal di atas ayakan
berlubang 5 mm.
b. Batu pecah adalah butiran-butiran mineral hasil pecahan batu alam
yang dapat melalui ayakan berlubang 76 mm dan tertinggal di atas
ayakan berlubang persegi 2 mm
c. Kerikil dan batu pecah untuk beton harus memnuhi syarat-syaratnya :
harus terdiri dari butir-butir yang keras, tidak berpori, tidak
pecah/hancur oleh pengaruh cuaca.
d. Kerikil dan batu pecah harus keras, bersih serta besar butiran dan
gradasinya bergantung pada penggunaannya.
e. Kerikil/batu pecah tidak boleh mengandung lumpur lebih besar dari 1%
f. Warnanya harus hitam mengkilat keabu-abuan.
3.6 PORTLAND CEMEN (PC)
Semen hasrus sedapat mungkin menggunakan dari keluaran pabrik semen
dalam negeri. Semen dari luar negeri atau berasal dari import dapat
digunakan asal pemborong mendapat persetujuan direksi dan selanjutnya
harus diperthatikan pula syarat-syarat yang tercantum dalam pasal SKSN I
03. -T-15-2847-1992.
3.7 BETON DAN BESI BETON
Besi beton harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam SKSN I
03. T-15-2847-1992 dengan mutu baja minimum1,75 Mpa (K175). Mutu
beton untuk pekerjaan structural paling rendah Fc = 20 Mpa sesuai
HALAMAN 23
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
persyaratan untuk menahan pengaruh gempa bumi. Jumlah semen
minimum per m3 beton adalah 275 Kg dan nilai factor nilai air semen
maksimum 0,60. Kekentalan beton yang diukur dengan penentuan slum
adalah minimum 7,5 cm dan maksimum 15 cm.
Dengan detail persyaratan sebagai berikut :
a. Kecuali pada mutu beton B 0 dan B 1, pada mutu-mutu beton lainyya
campuran beton dapat dipilih harus sedemikian rupa sehingga
menghasilkan kekuatan tekanan karakteristik yang diisyaratkan untuk
beton yang bersangkutan.
Yang dimaksudkan dengan kekuatan tekan karakteristik ialah kekuatan
tekan dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji dengan
kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas
sampai 5% saja.
b. Kekuatan beton ialah kekuatan tekan yang diperoleh dari benda uji
kubus, dengan sisi 15 cm pada umur 28 hari.
c. Adapun beton dari benda-benda uji harus diambil langsung dari mesin
pengaduk dengan menggunakan ember atau alat lain yang tidak
menyerap air. Bila dianggap perlu adukan beton diaduk lagi sebelum
dituangkan ke dalam cetakan.
d. Kubus-kubus silinder uji yang dicetak, harus disimpan di tempat bebas
dari getaran dan ditutupi dengan karung basah selama 24 jam setelah
kubus-kubus/silinder-silinder itu dilepas dengan hati-hati dari
cetakannya (dengan seijin direksi). Setelah itu masing-masing
kubus/silinder siberi tanda seperlunya dan disimpan disuatu tempat
dengan suhu yang sama dengan suhu udara luar, dalam pasir yang
bersih dan lembab sampai pemeriksaan.
e. Campuran beton
Campuran beton menggunakan perbandingan berat.
Beton mutu B 0 untuk pekerjaan dapat dipakai setiap campuran
untuk pekerjaan structural
Beton muku K 125 s/d K 175 untuk pekerjaan ini pada umumnya
dapat dipakai campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.
Beton mutu K 175 s/d K 225 untuk pekerjaan ini pada umumnya
dapat dipakai campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr sampai campuran 1
Pc : 1,5 Ps : 2,5 Kr.
HALAMAN 24
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
Untuk mutu beton K 225 ialah campuran yang direncanakan dan
dibuktikan dengan cata otentik dari pengalaman dan data
percobaan bahwa kekuatan karakteristik yang diisyaratkan
dapat dicapai.
f. Kekuatan adukan beton
Kekuatan adukan beton harus diperiksa dengan pengujian slump
dengan sebuah kerucut terpancung Abrams.
g. Pengujian mutu beton
Pengujian mutu beton dilaksanakan oleh kontraktor atas beban
kontraktor sendiri pada laboratorium yang dapat memberikan dat-data
mutu beton. Pengujian ini dilaksanakan lebih awal dari pelaksanaan
pekerjaan beton structur.
3.8 BAHAN-BAHAN YANG TIDAK MEMENUHI DYARAT-SYARAT
Bahan-bahan yang dinyatakan tidak baik oleh direksi harus dikeluarkan
dari tempat pekerjaan dalam batas waktu 2 x 24 jam.
Jika pemborong mengabaikan waktu tersebut di atas, maka bahan tersbut
oleh direksi akan dikeluarkan dari tempat pekerjaan ditanggung akibatnya
oleh pihak pemborong sepenuhnya.
Untuk selama waktu penyelenggaraan pekerjaan, maka semua bahan
diatur atau diangkut diluar lingkungan pekerjaan, kecuali ada ijin terlebih
dahulu dari direksi.
HALAMAN 25
Spesifikasi Teknis Pembangunan Pasr Tradisional Mt. Beter TA. 2016
4. PENUTUP.
Apabila didalam Dokumen Lelang/Bestek ini tidak tercantum uraian-uraian dan
ketentuan-ketentuan yang sebenarnya yang termasuk dalam pekerjaan
pemborong maka pekerjaan lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan
ditentukan kemudian, apabila dilakukan perbaikan (tambah kurang) harus atas
persetujuan direksi
Disetujui Oleh : Disiapkan Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Konsultan Perencana
Dinas ESDM Kabupaten Lombok Timur CV. Atlanta Consultant
TTD
H. SAMSUL HADI, SE. SYAIFUDDIN SALEH, ST
NIP. 19601231 198103 1 234 Direktur
Mengetahui
PA/Kuasa Pengguna Anggaran An. Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Badan Ketahanan Pangan Kab. Lotim Kabupaten Lombok Timur
Kepala Bidang Cipta Karya
TTD TTD
Ir. H. SAPIRIN, MM ANWAR PAHRI, ST
NIP. 19611231 199003 1 104 NIP. 19751220 200501 1 011
HALAMAN 26