0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
457 tayangan25 halaman

Tutorial SLIDE: Lereng Tunggal 6.0

Dokumen tersebut memberikan tutorial mengenai analisis stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Slide. Tutorial pertama membahas model lereng tunggal, kering, dan homogen, sedangkan tutorial kedua membahas model lereng setengah jenuh dengan adanya beban seismik horizontal. Kedua tutorial menjelaskan langkah-langkah pemodelan geometri lereng, penentuan karakteristik material, pelaksanaan analisis, hingga interpretasi hasilnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
457 tayangan25 halaman

Tutorial SLIDE: Lereng Tunggal 6.0

Dokumen tersebut memberikan tutorial mengenai analisis stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Slide. Tutorial pertama membahas model lereng tunggal, kering, dan homogen, sedangkan tutorial kedua membahas model lereng setengah jenuh dengan adanya beban seismik horizontal. Kedua tutorial menjelaskan langkah-langkah pemodelan geometri lereng, penentuan karakteristik material, pelaksanaan analisis, hingga interpretasi hasilnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUTORIAL SLIDE

EDI SETIAWAN
Tutorial 01
Lereng Tunggal, Kering & Homogen

DATA MODEL:

 Single slope, tinggi lereng 2 m sudut 70o


 Tidak ada muka airtanah/lereng kering (dry)
 Jenis material tanah pasir
 Bobot isi (Unit Weight) 19,7 kN/m3
 Kohesi (Cohesion) 10,40 kPa, sudut geser dalam (phi, Φ) 36,50o

MODEL
Jalankan program SLIDE dengan double click shortcut pada jendela desktop
atau melalui Start Menu  Programs  Rocscience  Slide 6.0  Slide.

Project Settings
Analysis  Project Settings

Gambar 1. Project Settings  General


Pada General Page, pastikan Stress Unit dalam Metric dan Failure Direction
(arah longsoran) Left to Right (kiri ke kanan, sesuai arah model lereng).

Gambar 2. Project Settings Methods

Pada Methods Page, pilih Bishop simplified dan Janbu simplified sebagai
metode analisis (default setting).

Pada Project Summary page, masukkan “Tutorial 01 - Lereng Tunggal, Kering


& Homogen” sebagai judul project.

Tanpa merubah pengaturan default pada page lain. Klik OK.

Gambar 3. Project Settings Project Summary


Membuat Kerangka Lereng (External Boundary)
Untuk membuat External Boundary, klik Add External Boundary pada toolbar
atau pada Boundaries menu.

Boundaries  Add External Boundary

Masukkan koordinat berikut pada prompt line di bagian kanan bawah layar.

Enter vertex [esc=cancel]: 0 0


Enter vertex [u=undo,esc=cancel]: 14.728 0
Enter vertex [u=undo,esc=cancel]: 14.728 4
Enter vertex [c=close,u=undo,esc=cancel]: 8,728 4
Enter vertex [c=close,u=undo,esc=cancel]: 8 6
Enter vertex [c=close,u=undo,esc=cancel]: 06
Enter vertex [c=close,u=undo,esc=cancel]: c

TIPS: Jika membuat kesalahan dalam memasukkan koordinat, masukkan


perintah “u” kemudian Enter pada prompt line.

Gunakan perintah “c” untuk otomatis membuat polygon tertutup dan keluar
dari pembuatan External Boundary.

Titik-titik koordinat juga dapat di-input melalui kotak dialog Coordinate Table.

Klik untuk memunculkan kotak dialog.

Gambar 4. Coordinate Table

Klik Zoom All (atau tekan F2 pada keyboard) untuk memperbesar model dan
menampilkannya pada tengah layar.
Gambar 5. External Boundary Berhasil Dibuat

Pencarian Bidang Gelincir (Slip Surface)


Pada tutorial ini, kita akan menjalankan pencarian bidang kritis untuk bidang
gelincir circular. Dalam SLIDE, tersedia 3 metode pencarian (search method)
untuk bidang gelincir circular, yakni:

 Gride Search, Slope Search, dan Auto Refine Search

Kita akan menggunakan Grid Search yang merupakan metode default, dan Auto
Grid untuk otomatis membuat grid pusat gelincir.

Surfaces  Surface Options

Gambar 6. Kotak Dialog Surface Options


Surfaces  Auto Grid

Gambar 7. Kotak Dialog Grid Spacing

Menggunakan interval grid default (20 x 20), grid otomatis terbuat.

Pada pengaturan default, pusat gelincir dalam grid tidak ditampilkan. Kita dapat
tampilkan dengan klik kanan mouse  Display Options  beri centang pada
“Show grid points on search grid”  klik Done.

Menentukan Karakteristik Material (Define Material Properties)


Pilih: Properties  Define Materials

 Masukkan jenis material “Tanah Pasir” pada kotak isian Name.


 Masukkan nilai bobot isi material “19.7” pada kotak isian Unit Weight.
 Masukkan nilai kohesi material “10.4” pada kotak isian Cohesion.
 Masukkan nilai sudut geser dalam material “36.5” pada kotak isian Phi.
 Selesai, klik OK.

Gambar 8. Kotak Dialog Define Material Properties

COMPUTE
Sebelum analisis dijalankan, simpan file melalui Menu File  Save atau klik
tool Save pada toolbar.

Jalankan kalkulasi dengan klik tool Compute atau melalui Menu Analysis 
Compute.
INTERPRET
Untuk melihat hasil analisis, klik tool Interpret pada toolbar atau melalui Menu
Analysis  Interpret.

Gambar 9. Hasil Analisis Ditampilkan SlideInterpret

Bidang Gelincir Kritis (Critical Slip Surfaces/Global Minimum


Slip Surfaces)

Bidang gelincir kritis merupakan bidang gelincir dengan FK terendah dari


keseluruhan bidang gelincir yang dianalisis.

Metode analisis yang digunakan ditampilkan pada toolbar.

Menggunakan metode analisis Bishop simplified diperoleh nilai FK 2,093.


Menggunakan metode analisis Janbu simplified diperoleh nilai FK 2,199.

NOTE: Penggunaan metode analisis yang berbeda dapat memberikan hasil


yang berbeda (lokasi slip center, slip surface, serta nilai FK berbeda).

Lokasi bidang gelincir kritis dan besaran nilai FK yang ditampilkan sebagai
hasil analisis dipengaruhi oleh metode pencarian (search method) dan
parameter yang digunakan (grid location, grid interval spacing, radius
increment, dan slope limit), sehingga MASIH ADA KEMUNGKINAN
TERDAPAT BIDANG GELINCIR YANG LEBIH KRITIS DENGAN FK YANG
LEBIH RENDAH!!!

Menampilkan Bidang Gelincir dengan FK Minimum


Untuk menampilkan bidang gelincir dengan nilai FK minimum pada tiap grid
point, klik tool Minimum Surfaces pada toolbar atau melalui Menu Data 
Minimum Surfaces.

Gambar 10. Data  Minimum Surfaces

Menampilkan Keseluruhan Bidang Gelincir


Untuk menampikan keseluruhan bidang gelincir valid yang dihasilkan dalam
analisis, klik tool All Surfaces pada toolbar atau melalui Menu Data  All
Surfaces.
Gambar 11. Data  All Surfaces

Menampilkan Bidang Gelincir Tertentu (Filter Surfaces)


Klik tool Filter Surfaces pada toolbar atau melalui Menu Data  Filter
Surfaces.

Gambar 12. Data  Filter Surfaces

Contoh, bila ingin menampilkan 10 bidang gelincir dengan FK terendah, pilih


dan isikan nilai “10” dalam kotak isisan The surfaces with the lowest factors of
safety. Klik Done.
Gambar 13. 10 Bidang Gelincir dengan FK Terendah

Menampilkan Koordinat (Show Coordinates)


View  Show Coordinates

Klik Show All atau beri centang untuk memilih satu persatu.

TIPS: Jika keterangan koordinat muncul terlalu kecil, maka klik kanan 
Display Options, pada tab General hilangkan centang Scale Display Items.

Gambar 14. External Boundary dan Grid Ditampilkan dengan Keterangan Koordinat
Info Viewer
Info viewer dapat diakses dengan klik tool Info Viewer pada toolbar atau
melalui Menu Analysis  Info Viewer. Jendela Info Viewer menampilkan
ringkasan informasi model lereng dan analisis yang dijalankan.

Informasi yang ada dapat langsung di-print out dan dapat di-copy paste untuk
keperluan pelaporan.

Gambar 15. Info Viewer

Ekspor Gambar
Ekspor Gambar
Opsi Export Image terdapat pada Menu File atau melalui klik kanan mouse,
gambar yang diekspor dapat disimpan dalam format:

 JPEG (*.jpg)
 Windows Bitmap (*.bmp)
 Windows Enhanced Metafile (*.emf)
 Windows Metafile (*.wmf)

Copy to Clipboard
Tampilan saat ini (current view) dapat di-copy ke Windows clipboard dan di-
paste ke Word atau software pengolah gambar menggunakan tool Copy atau
melalui Menu Edit  Copy.
Tutorial 02
Lereng Tunggal, Homogen, Setengah Jenuh, Terdapat Beban Seismik
Horizontal

DATA MODEL:

 Single slope, tinggi lereng 2 m sudut 70o


 Lereng setengah jenuh
 Koefisien beban seismik horizontal 0,3g
 Jenis material tanah pasir
 Bobot isi asli 19,7 kN/m3 dan jenuh 36,5 kN/m3
 Kohesi (Cohesion) 10,40 kPa, sudut geser dalam (phi, Φ) 36,50o

MODEL
Jalankan program SLIDE dengan double click shortcut pada jendela desktop
atau melalui Start Menu  Programs  Rocscience  Slide 6.0  Slide.

Open File
Buka file hasil tutorial sebelumnya menggunakan tool Open pada toolbar atau
melalui Menu File  Open.
Gambar 16. File Berhasil Dibuka

Project Settings
Analysis  Project Settings

Lakukan pengaturan sebagai berikut:

 Pada Groundwater Page, pastikan Method = Water Surface.


 Pada Statistic Page, pastikan Sensitivity Analysis tercentang.
 Pada Project Summary page, masukkan “Tutorial 02 - Lereng Tunggal,
Homogen, Setengah Jenuh, Terdapat Beban Seismik Horizontal” sebagai
judul project.
 Tanpa merubah pengaturan yang lain. Klik OK.

Gambar 17. Groundwater Page pada Project Settings Dialog


Gambar 18. Statistic Page pada Project Settings Dialog

Gambar 19. Project Summary Page pada Project Settings Dialog

Batas Muka Airtanah (Water Table Boundary)


Statistic  Water Table  Draw Max Water Table
Gambarkan, menggunakan mouse, kondisi maksimum (jenuh) Water Table.

Gambar 20. Penggambaran Maksimum Water Table

Selesai, gambarkan kondisi minimum (kering)Water Table pada batas bawah


lereng melalui Menu Statistic  Water Table  Draw Min Water Table.

Pada kotak dialog Assign Water Table to Material yang muncul, pastikan
Material “Tanah Pasir” tercentang. Klik OK.

Gambar 21. Assign Water Table to Materials

Gambar 22. Model Water Table


Sebagai hasil pemodelan, otomatis terbentuk batas muka air tanah rata-rata
(Mean Water Table) yang terletak tepat di tengah antara batas maksimum dan
minimum.

Lokasi muka air tanah rata-rata dapat ditentukan sesuai keinginan dengan
merubah nilai Normalized Mean melalui Menu Statistic  Water Table 
Water Table Statistics.

Gambar 23. Kotak Dialog Water Table Statistics

NOTE: Normalized Mean memiliki nilai antara 0 dan 1. Normalized Mean = 0,


Mean Water Table = Min Water Table. Normalized Mean = 1, Mean Water
Table = Max Water Table. Normalized Mean = 0.5 (default), Mean Water Table
= tepat diantara Min Water Table dan Max Water Table.

Beban Seismik Horizontal (Horizontal Seismic Load)


Loading  Seismic Load

Pada kotak dialog Seismic Load yang muncul, masukkan nilai 0,3 pada kotak
isian Horizontal seismic load coefficient. Klik OK.

Gambar 24. Kotak dialog Seismic Load


Pada kanan atas layar, muncul icon Seismic Load disertai informasi arah dan
besar pembebanan.

Gambar 25. Model diberi Beban Seismik Horizontal dengan Koef. Beban 0,3g

NOTE: Beban seismic horizontal selalu mengarah keluar lereng sehingga dapat
menurunkan kestabilan lereng.

Beban seismic vertical dapat mengarah atas (negative) atau bawah (positif)
sehingga dapat menaikkan atau justru menurunkan kestabilan lereng.
Pengaruhnya terhadap kestabilan lereng juga kecil sehingga kerap diabaikan
dalam analisis.

Karakteristik Material (Define Material Properties)


Properties  Define Materials

Pada material “Tanah Pasir” beri centang Saturated U.W. dan masukkan nilai
bobot isi jenuh material “36.5”. Selesai, Klik OK.

Gambar 26. Kotak Dialog Define Material Properties


COMPUTE
Sebelum Compute dijalankan, simpan file dengan nama baru “Tutorial 02 -
Water Table, Seismic Load” melalui Menu File  Save As…

Jalankan analisis dengan klik Compute atau melalui Menu Analysis 


Compute.

INTERPRET
Untuk melihat hasil analisis klik tool Interpret pada toolbar atau melalui Menu
Analysis  Interpret.

Gambar 27. SlideInterpret Menampilkan Hasil Analisis


Tutorial 03
Lereng Jenuh & Optimasi Sudut Lereng

DATA MODEL:

 Single slope, tinggi lereng 2 m sudut 70o


 Lereng jenuh
 Koefisien beban seismik horizontal 0,3g
 Jenis material tanah pasir
 Bobot isi asli 19,7 kN/m3 dan jenuh 36,5 kN/m3
 Kohesi (Cohesion) 10,40 kPa, sudut geser dalam (phi, Φ) 36,50o

MODEL
Jalankan program SLIDE dengan double click shortcut pada jendela desktop
atau melalui Start Menu  Programs  Rocscience  Slide 6.0  Slide.

Open File
Buka file hasil tutorial sebelumnya (Tutorial 2) menggunakan tool Open pada
toolbar atau melalui Menu File  Open.

Gambar 28. Tampilan Model Lereng


Project Settings
Lakukan pengaturan sebagai berikut:

 Pada Groundwater Page, pastikan Method = Water Surface.


 Pada Statistic Page, pastikan Sensitivity Analysis tercentang.
 Pada Project Summary page, masukkan “Tutorial 03 - Lereng Jenuh &
Optimasi Sudut Lereng” sebagai judul project.
 Tanpa merubah pengaturan yang lain. Klik OK.

Gambar 29. Project Summary Page pada Project Settings Dialog

Batas Muka Airtanah (Water Table Boundary)


Statistic  Water Table  Water Table Statistics

Gambar 30. Kotak Dialog Water Table Statistics

Untuk menggambarkan kondisi jenuh (fully saturated), isikan nilai Normalized


Mean = 1, sehingga Mean Water Table = Max Water Table.
COMPUTE
Sebelum Compute dijalankan, simpan file dengan nama baru “Tutorial 03 –
Fully Saturated, Slope Angle Optimization” melalui Menu File  Save As…

Jalankan analisis dengan klik Compute atau melalui Menu Analysis 


Compute.

INTERPRET
Untuk melihat hasil analisis klik tool Interpret pada toolbar atau melalui Menu
Analysis  Interpret.
Gambar 31. SlideInterpret Menampilkan Hasil Analisis

MODEL
Untuk melakukan perubahan geometri lereng, buka kembali Slide Modeler
dengan klik Slide Modeler di toolbar, melalui Menu Analysis  Modeler, atau
dengan berpindah tampilan melalui tab windows.

Edit Sudut Lereng (Change Slope Angle)


Boundaries  Change Slope Angle

Kursor berubah menjadi bentuk kotak dengan titik kecil di tengah. Klik vertex
pada bagian kaki lereng (toe) dan pada bagian crest lereng, ditunjukkan oleh
Gambar di bawah ini.
Untuk melakukan perubahan sudut lereng dari 70o ke 60o (model lereng dibuat
lebih landai 10 derajat dengan harapan lereng akan stabil, FK > 1,00), pada
kotak dialog Change Slope yang muncul, pastikan Vertex Rotation Type =
Project Horizontally, Rotation Angle berlawanan arah jam (Counterclockwise)
dengan Rotation Angle 10 degrees.

Gambar 32. Kotak Dialog Change Slope

Cek sudut lereng yang baru dengan tool Dimensioning Angle pada toolbar atau
melalui Menu Tools  Add Tool  Dimensioning Angle.
Klik pada crest lereng, klik pada toe lereng, dan tarik kursor horizontal ke arah
dalam (dalam kasus ini sebelah kiri) lereng.

Edit Water Table


Water Table hasil perhitungan (Mean Water Table) tidak dapat diedit, lakukan
perubahan nilai Normalized Mean pada Menu Statistic  Water Table 
Water Table Statistics agar Mean Water Table tidak menghimpit Maximum
Water Table.

Klik kanan pada vertex Maximum Water Table yang akan di-move, pilih Move
To dan pindahkan ke lokasi yang seharusnya pada bagian crest lereng.

Kembali ke Menu Statistic  Water Table  Water Table Statistics,


kembalikan nilai Normalized Mean = 1 untuk menggambarkan lereng dalam
kondisi jenuh,
Gambar 33. Bentuk Akhir Model Lereng dengan Sudut 60 o

COMPUTE
Sebelum Compute dijalankan, simpan file dengan nama baru “Tutorial 03_1 –
Fully Saturated, Slope Angle Optimization” melalui Menu File  Save As…

Jalankan analisis dengan klik Compute atau melalui Menu Analysis 


Compute.

INTERPRET
Untuk melihat hasil analisis klik tool Interpret pada toolbar atau melalui Menu
Analysis  Interpret.

Anda mungkin juga menyukai