Terapi Oksigen dan Diagnosa Paru di UGD
Terapi Oksigen dan Diagnosa Paru di UGD
1. Seorang laki-laki 70 th datang ke UGD karena keluhan sesak nafas progresif sejak 5tahun
[Link] sudah sering menggunakan obat inhalasi dan obat salbutamol untuk mengurangi
sesak nafas. Pasien saat dilakukan pemeriksaan tampak sesak berat, purse lift breathing, thorak
emfisematous, retraksi interkostal, tampak clubbing [Link] darah 110/90 mmHg, HR:
120x/mnt, dengan saturasi oksigen 92%. Pada pemeriksaan paru ditemukan eksperium
[Link] laboratorium didapatkan Hb 13,2 g/dl, Lekosit 7.300, trombosit
[Link] gas darah Ph 7,25 PaO2 60, PCO2 55 HCO3 26. Pada EKG ditemukan RAD, p
pulmonal. Saudara akan memberikan terapi oksigen jangka panjang secara kontinyu pada pasien ini.
Pemberian terapi oksigen yang tepat adalah:
A. Pemberian oksigen 4lpm dengan nasal kanul
B. Pemberian oksigen 4lpm dengan masker non rebreathing
C. Pemberian oksigen 6lpm dengan masker rebreathing
D. Pemberian oksigen 2-3 lpm dengan nasal kanul
E. Pemberian oksigen 6lpm dengan masker venturi
2. Seorang wanita 30 th datang ke UGD karena keluhan sesak nafas tiba - tiba sejak 1jam sebelum
masuk rumah sakit. Sesak nafas berbunyi mengi, ada demam sejak [Link] memiliki riwayat
sesak yang berulang terutama jikaterkena debu atau pasien sedang stress . Pasien saat dilakukan
pemeriksaan tampak gelisah, sesak berat, retraksi interkostal, tak tampak clubbing [Link]
darah 90/60 mmHg, HR: 120x/mnt, RR 28kali/menit dengan saturasi oksigen 88%. Pada
pemeriksaan paru ditemukan [Link] dilakukan pemberian oksigen, nebulisasi dengan
beta 2 agonis kerja pendek dan steroid saturasi menjadi 94%, RR 24kali/menit. Pernyataan
berikut yang benar mengenai terapi oksigen akut jangka pendek pada pasien ini adalah
A. Pemberian terapi oksigen dapat meminimalkan asidosis respiratorik
B. Pemberian oksigen dapat meningkatkan cardiac output
C. Pemberian oksigen dapat memperberat hemodinamik paru
D. Pemberian oksigen dapat memicu alkalosis respiratorik
E. Semua pasien dengan hipoksemia membutuhkan terapi oksigen
3. Seorang wanita 60 th datang ke UGD karena keluhan sesak nafas progresif sejak 1tahun terakhir.
Suami pasien memiliki riwayat merokok 2pka perhari. Pasien sehari-hari memasak menggunakan
kayu [Link] saat dilakukan pemeriksaan tampak sesak, purse lift breathing, thorak
emfisematous,retraksi [Link] darah 120/70 mmHg, HR: 100x/mnt, dengan saturasi
Page 1 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
oksigen 92%. Pada pemeriksaan paru ditemukan eksperium diperpanjang. Pada pemeriksaan
radiologi ditemukan:
Pasien sering menggunakan oksigen sendiri di rumah untuk mengurangi sesaknya dalam 1tahun
[Link] merupakan komplikasi terapi oksigen secara berlebihan pada pasien ini adalah:
A. Ateletaksis Paru
B. Fibrosis paru
C. Batuk yang semakin produktif
D. Subluksasi lensa
E. Pneumothorak
4. Seorang laki-laki 53 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tiba-tiba, menggigil, malaise,
dan sesak napas, tetapi tidak ada mengi. Pasien bekerja sebagai petani, dan satu hari sebelum
masuk RS pasien membersihkan tumpukan jerami. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki
riwayat penyakit paru-paru. Hasil pemeriksaan X-foto thoraks PA dan lateral didapatkan infiltrat
bilateral pada lobus atas. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kondisi di atas adalah ?
A. Nocardia asteriodes
B. Histoplasma capsulatum
C. Cryptococcus neoformans
D. Actinomyces
E. Aspergillus fumigatus
Page 2 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
5. Seorang wanita 34 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan batuk dan sesak nafas
saat aktivitas yang memburuk selama 3 bulan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru dan
tidak pernah menderita asma. Pasien mulai bekerja di sebuah toko hewan peliharaan sekitar 6
bulan lalu, tugasnya meliputi pembersihan kandang burung dan reptil. Pasien mengeluhkan
sesekali demam, tidak mengi, kadang batuk kering. Sebelum bekerja di toko hewan pasien tidak
memiliki hambatan dalam aktifitas, tapi sekarang mengeluhkan sesak saat naik tangga. Dari
pemeriksaan fisik tampak baik, saturasi oksigen saat istirahat 96% pada udara ruangan, suhu 37,7
° C, pemeriksaan paru dalam batas normal, tidak ada clubbing ataupun sianosis, hasil
pemeriksaan rontgen thoraks dalam batas normal. Diagnosis kerja pasien ini adalah :
A. Aspergillosis
B. Asma bronchiale
C. Pneumonitis hipersensitivitas
D. Psittacosis
E. Sarkoidosis
6. Seorang wanita 34 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan batuk dan sesak nafas
saat aktivitas yang memburuk selama 3 bulan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru dan
tidak pernah menderita asma. Pasien mulai bekerja di sebuah toko hewan peliharaan sekitar 6
bulan lalu, tugasnya meliputi pembersihan kandang burung dan reptil. Pasien mengeluhkan
sesekali demam, tidak mengi, kadang batuk kering. Sebelum bekerja di toko hewan pasien tidak
memiliki hambatan dalam aktifitas, tapi sekarang mengeluhkan sesak saat naik tangga. Dari
pemeriksaan fisik tampak baik, saturasi oksigen saat istirahat 96% pada udara ruangan, suhu 37,7
° C, pemeriksaan paru dalam batas normal, tidak ada clubbing ataupun sianosis, hasil
pemeriksaan rontgen thoraks dalam batas normal. Apa terapi yang tepat pada pasien ini :
A. Anidulafungin
B. Azitromisin
C. Levofloksasin
D. Azathioprin
E. Kortikosteroid
7. Seorang wanita 67 tahun paska perawatan di rumah sakit karena gagal jantung dan aritmia
ventrikel berulang, pasien mendapat terapi candesartan 1x4mg, bisoprolol 1x2.5mg, digoxin
1x0.125mg, spironolakton 1x25mg, amiodaron 2x200mg. Empat minggu kemudian pasien datang
ke IGD dengan keluhan sesak nafas berat, batuk kering, tetapi tidak mengi. Dari pemeriksaan
Page 3 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
fisik didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, laju pernapasan 30x/menit, nadi 120x/menit, suhu
36.9 oC, saturasi 88% pada udara ruangan, didapatkan ronki pada kedua lapang paru, tidak
didapatkan asites maupun edema tugkai, EKG didapatkan sinus takikardia, pemeriksaan rontgen
thorak didapatkan hasil sebagai berikut :
8. Seorang laki-laki 42 tahun dengan diagnosis diffuse large B cell lymphoma menjalani kemoterapi
CHOP 3 siklus dan direncanakan radioterapi 2 Gy/hari selama 20 siklus. Setelah radiasi siklus
kedua, pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas, batuk kering dan demam. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, laju pernapasan 28x/menit, nadi
110x/menit, suhu 37.9 oC, saturasi 90% pada udara ruangan, didapatkan ronki pada kedua lapang
paru, pemeriksaan rontgen thorak dikesankan infiltrat retikuler difus pada kedua lapang paru,
pemeriksaan kultur darah dan sputum tidak didapatkan pertumbuhan kuman. Setelah terapi
radiasi dihentikan, terapi apa yang tepat pada pasien ini ?
A. Kortikosteroid
B. Levofloksasin
Page 4 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
C. Azitromisin
D. Aniduafungin
E. Azatioprin
9. Seorang wanita 55 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas dan juga mengeluh mudah
lelah. Penderita mempunyai riwayat sakit artritis rematoid dan selama 2 tahun ini mendapatkan
terapi Methotrexate. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 90
x/menit, pernafasan 26 x/menit, tidak demam, didapatkan distensi vena leher, jantung didapatkan
P2 mengeras, sternal lift (+), shifting dullness (+), dan edema tungkai bawah. Dari X-foto thorak
didapatkan pelebaran hilus dan kardiomegali, EKG menunjukkan RAD dan P pulmonal di lead II.
Penyakit paru yang dapat menyebabkan kelainan jantung pada pasien ini adalah :
a. Penyakit paru obstruktif kronik
b. Interstitial lung disease
c. Obstructive sleep apnea
d. Bronkiektasis
e. Asthma COPD Overlap Syndrome
10. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas. Sesak nafas sudah sering
di rasakan sejak 3 tahun ini. Sesak nafas dirasakan bertambah sering 5 bulan terakhir terutama
saat aktifitas, dan merasa sering cepat lelah. Menurut keterangan istrinya, dia tidur mengorok,
mudah mengantuk saat siang hari. Pasien juga merokok sejak usia muda. Pada pemeriksaan
didapatkan dispnea, kesadaran komposmentis. Tekanan darah 140/80 mmHg, Nadi 100 x/menit,
pernafasan 24 x/menit, berat badan 92 kg, tinggi badan 168 cm, didapatkan distensi vena leher.
Pada jantung didapatkan P2 mengeras, didapatkan pula hepatomegali dan edema tungkai. Dari
foto thorak didapatkan pelebaran hilus dan pembesaran jantung ke kanan, EKG menunjukkan
axis bergeser ke kanan dan P pulmonal di lead II.
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien ini adalah :
a. Gagal jantung kiri
b. Cor pulmonale
c. Penyakit Jantung Hipertensi
d. Stroke hemoragik
e. Penyakit paru obstruktif menahun
Page 5 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
11. Seorang laki-laki 54 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas. Sesak nafas sudah sering
di rasakan sejak 7 tahun ini dan kadang berbunyi mengi disertai batuk. 6 bulan terakhir sesak
nafas dirasakan bertambah sering terutama saat aktifitas, dan merasa sering cepat lelah. Pasien
merokok sejak usia muda, pasien menghabiskan rokok 2 bungkus/hari dan sudah berhenti sejak 3
bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan dispnoe, kesadaran komposmentis. Tekanan darah
140/80 mmHg, nadi 96 x/menit, pernafasan 24 x/ menit, didapatkan distensi vena leher,
pemeriksaan paru didapatkan sela iga melebar, expirium memanjang dikedua lapangan paru,tidak
didapatkan ronki, pada jantung didapatkan P2 mengeras, hepatomegali, tidak didapatkan edema
tungkai. Dari X foto thorak didapatkan pelebaran hilus dan pembesaran jantung ke kanan, EKG
menunjukkan axis bergeser ke kanan, P pulmonal di lead II.
Manakah pernyataan berikut yang benar sesuai dengan kondisi pasien?
a. Penyakit pada pasien ini akan berlanjut menjadi gagal jantung kiri
b. Penyakit paru kronis akan mengakibatkan berkurangnya vascular bed paru
c. Hipoksia alveolar akan merangsang vasodilatasi pembuluh darah paru
d. Tekanan pembuluh darah paru meningkat akibat kelainan pembuluh darah jantung
e. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan hipertrofi dan dilatasi atrium kanan
12. Seorang laki-laki, usia 47 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan wajahkemerahan dan
nyeri, pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah : 160/100 mmHg, Nadi :100x/menit,
pernafasan: 18x/menit, suhu :370C, pada mata didapatkan enoftalmus, terdapat anhidrosis serta
paraplegia. Pada pemeriksaan penunjang urin didapatan adanya Vinil Mandelic Acid (VMA) serta
pada CT scan thorax didapatkan adanya massa di mediastinum posterior.
Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah:
A. Germ Cell neoplasma
B. Limfoma
C. Kista enterik
D. Ganglioneuroma
E. Kista bronkogenik
13. Seorang wanita 24 tahun datang ke poliklinik rawat jalan Penyakit Dalam karena keluhan 1 bulan
sering merasa nyeri dada sebelah kanan terutama saat menarik napas panjang, pada pemeriksaan
fisik paru didapatkan kepekaan paru pada dada kanan atas. Pada CT scan thorax didapatkan
massa pada mediatinum anterior disertai kalsifikasi. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan
Page 6 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
jaringan yang mengandung tiga lapis germinal. pernyataan yang benar mengenai kemungkinan
diagnosis pasien diatas adalah:
A. Terdiri dari kista dermoid jinak
B. Terdiri dari teratoma jinak dan seminoma
C. Penurunan konsentrasi kadar beta HCG
D. Penurunan konsentrasi Alfa fetoprotein
E. Penurunan kadar insulin
14. Seorang wanita 55 tahun, selama 1 bulan menderita batuk tidak berdahak, sesak nafas hilang
timbul, suara serak, sulit menelan, pada pemeriksaan fisik: mata tidak ada eksoftalmus, JVP tidak
meningkat, jantung dan paru tidak ada kelainan, tanda pamberton (+), lab: Hb: 11 g/dl, leukosit:
11.000, TSH : 4 mIU/L, fT4 : 0,8 pg/ml. Pada CT scan thorax terdapat fibrotik, kistik dan
kalsifikasi thyroid retrosternal. Hasil pemeriksaan FNAB : Ca papillare tiroid.
Terapi yang paling tepat untuk kondisi pasien diatas adalah:
A. Operasi thyroidectomi total
B. Pemberian tiroksin
C. Eksternal radiasi
D. Ablasi kelenjar thyroid
E. Kemoterapi
15. Seorang laki-laki 45 th pekerjaan karyawan swasta datang ke Poliklinik Penyakit Dalam karena
keluhan sakit kepala pada pagi hari sejak 2 bulan terakhir. Sakit kepala terasa berat yang hilang
timbul dan pada leher terasa kaku. Penderita mengaku sering dimarahi atasannya karena sering
kurang semangat dalam bekerja dan sering mengantuk. Istrinya bercerita suaminya sering
terbangun malam hari karena tersedak dan batuk saat tidur. Pasien tidak ada riwayat sakit tekanan
darah tinggi sebelumnya tetapi terdapat riwayat diabetes 3 tahun dan tidak pernah kontrol, pasien
juga merokok dan kadang minum alkohol. Tekanan darah 160/90 mmHg, Nadi: 92x/mnt reguler,
Laju napas: 20 x/mnt, TB: 160 cm BB: 87 kg. Pada pemeriksaan jantung dan paru tidak
didapatkan kelainan. Kedua kaki tidak edema.
Faktor risiko paling utama untuk masalah pada pasien ini adalah:
A. Hipertensi
B. Diabetes
C. Merokok
D. Minum alkohol
Page 7 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
E. Obesitas
16. Seorang laki-laki 20 th pekerjaan karyawan swasta datang ke Poliklinik Penyakit Dalam karena
keluhan setiap tidur malam sering terbangun karena tersedak. Pasien juga merasa sakit kepala
terasa berat yang hilang timbul dan pada leher terasa kaku. Penderita mengaku sering kurang
semangat dalam bekerja dan sering ketiduran. Pasien merokok 50 pak setahun dan kadang minum
alkohol. Tekanan darah 140/90 mmHg, Nadi: 92x/mnt reguler, Laju napas: 20 x/mnt, TB: 160
cm BB: 86 kg. Pada pemeriksaan jantung dan paru tidak didapatkan kelainan. Kedua kaki tidak
edema.
Hasil pemeriksaan polisomnografi yang diharapkan pada pasien ini adalah:
A. Terdapat periode apneu 6 kali selama tidur malam
B. Terdapat periode apneu 6 kali selama 1 jam tidur malam
C. Terdapat periode apneu selama 6 detik saat tidur malam
D. Terdapat periode apneu selama 6 detik dalam 1 jam tidur malam
E. Terdapat periode apneu 1 kali selama 6 detik pada 1 jam tidur malam
17. Seorang laki-laki 45 th pekerjaan karyawan swasta datang ke Poliklinik Penyakit Dalam karena
keluhan sakit kepala pada pagi hari sejak 2 bulan terakhir. Sakit kepala terasa berat yang hilang
timbul dan pada leher terasa kaku. Penderita mengaku sering kurang bersemangat dalam bekerja
dan sering mengantuk. Istrinya bercerita suaminya sering mengorok bila tidur. Pasien tidak ada
riwayat sakit tekanan darah tinggi, tetapi pasien merokok 40 pak setahun dan kadang minum
alkohol. Tekanan darah 140/90 mmHg, Nadi: 92x/mnt reguler, Laju napas: 20 x/mnt, TB: 160
cm BB: 87 kg. Pada pemeriksaan jantung dan paru tidak didapatkan kelainan. Pasien kemudian
menjalani pemeriksaan polisomnografi.
Berikut ini adalah parameter penilaian pada pemeriksaam polisomnografi untuk mendiagnosis
kelainan gangguan tidur obstruksi:
A. Aliran udara, gerakan lidah, gerakan dada, gerakan perut
B. Aliran udara, gerakan mata, gerakan leher, saturasi oksigen
C. Aliran udara, gerakan dada, gerakan perut, saturasi oksigen
D. Aliran udara, gerakan leher, gerakan dada, saturasi oksigen
E. Aliran udara, gerakan perut, gerakan lidah, saturasi oksigen
18. Seorang wanita usia 23 tahun, dengan keluhan batuk dan demam lebih dari 1 bulan, disertai
penurunan berat badan lebih dari 10% dalam 2 bulan terakhir. Saat dilakukan pemeriksaan
Page 8 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
laboratorium didapatkan hasil tes HIV positif dengan pemeriksaan ELISA 3 tahap. Pemeriksaan
CD4 menunjukkan angka 250 sel/mmk. Dari pemeriksaan darah rutin didapatkan hasil Hb 9,2
g/dl, lekosit 8.500/mmk, dan trombosit 250 ribu/mmk. Pasien telah dilakukan pemeriksaan
sputum dengan hasil BTA +3, dan saat ini sedang hamil 10 minggu.
Pilihan terapi pada pasien tersebut adalah :
A. ARV (AZT/3TC/EFV) dan Obat Anti Tuberculosis dimulai bersamaan
B. ARV (TDF/3TC/EFV) diberikan selama 2 minggu dan diikuti Obat Anti Tuberculosis
C. Obat Anti Tuberculosis diberikan selama 2 minggu dan diikuti ARV (TDF/3TC/NVP)
D. Obat Anti Tuberculosis diberikan selama 2 minggu dan diikuti ARV (TDF/3TC/EFV)
E. Obat Anti Tuberculosis diberikan selama 2 minggu dan diikuti ARV (AZT/3TC/NVP)
19. Seorang laki-laki berusia 38 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan kesadaran menurun
sejak 2 hari. Dari alloanamnesis dengan istri pasien, mulai 5 hari yang lalu pasien mengeluh nyeri
kepala, marah-marah dan bicara meracau, disertai keluhan sesak nafas yang semakin memberat,
batuk tidak produktif dan demam. Pasien diketahui terinfeksi HIV 3 tahun yang lalu dan
mendapatkan terapi antiretroviral, jumlah limfosit CD4 pasien terakhir saat kontrol ke ahli
penyakit dalam adalah 74 sel/mmk. Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sesak, GCS:11, suhu
38.30 C, frekuensi nadi 112x/menit, laju nafas 30x/menit, tekanan darah 130/80 mmHg. Pada
pemeriksaan kulit didapatkan lesi papuler hiperpigmentasi di ekstremitas atas. Pada auskultasi
didapatkan suara nafas bronkovesikuler dan rhonki basah halus pada kedua lapang paru. Pada
foto rontgent thorax didapatkan gambaran infiltrat interstitial pada kedua lapang paru. Dari
pemeriksaan lumbal punksi didapatkan hasil positif terhadap pewarnaan tinta india.
Berdasarkan data diatas, kemungkinan penyebab infeksi oportunistik paru-paru pada pasien ini
adalah :
A. Sitomegalovirus
B. Pneumocystis jirovecii
C. Mycoplasma pneumonia
D. Cryptococcus neoformans
E. Mycobacterium avium complex
20. Seorang laki-laki berusia 27 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu.
Pasien juga mengeluh batuk kering, demam hilang timbul, berat badan menurun 10 kg selama 2
bulan terakhir, pasien seorang pengguna narkoba suntik sejak usia 17 tahun. Dari pemeriksaan
fisik pasien tampak sesak nafas, suhu 38 oC, HR 120x/menit, RR 32x/menit, TD 110/70 mmHg.
Page 9 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
Pada auskultasi didapatkan suara nafas bronkovesikuler dan rhonki basah halus pada kedua
lapang paru. Pada X-foto thorax didapatkan gambaran infiltrat interstitial. Dari pemeriksaan BGA
didapatkan pH: 7.28, PCO2 : 65 mmHg, PaO2: 55 mmHg, A-aDO2 20 mmHg.
Berdasarkan data diatas, penanganan paling tepat pada pasien ini adalah :
A. Oksigenasi,Nebulisasi Short acting B2 agonis dan kortikosteroid, Kotrimoksazole i.v
B. Oksigenasi, Kotrimoksazole i.v, nebulisasi kortikosteroid
C. Oksigenasi, rawat ICU dengan ventilasi mekanik, Kotrimoksazole i.v, nebulisasi steroid
D. Oksigenasi, rawat ICU dengan ventilasi mekanik, Kotrimoksazole i.v, steroid i.v
E. Oksigenasi, rawat ICU dengan ventilasi mekanik, primakuin+klindamisin p.o, steroid i.v
21. Seorang pria 48 tahun datang ke Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas 3 minggu ini. Sesak
berbunyi “ngik-ngik”dan disertai batuk darah, namun tidak demam. Pasien memiliki riwayat
asma sejak kecil dan alergi obat methampiron. Dari pemeriksaan paru didapatkan wheezing pada
kedua lapangan paru, pemeriksaan jantung dalam batas normal, pada ekstremitas didapatkan
purpura pada kedua tungkai. Dari foto thorax tidak didapatkan kelainan. Dari hasil biopsi kulit
didapatkan vaskulitis. Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut : Hb 11,2 g/dL, leukosit
7.000/mm3, trombosit 350.000/mm3, Hitung jenis Eosinofil 12%, dengan hasil p-ANCA positif.
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :
A. Wegener’s granulomatosis syndrome
B. Asma bronkiale
C. Chrug-strauss syndrome
D. Vaskulitis pauci-immune
E. Goodpasteur Syndrome
22. Seorang pria 38 tahun datang ke Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas selama 2 minggu dan
berbunyi mengi. Pasien juga mengeluhkan hidung tersumbat dan nyeri pada wajah serta nyeri
kepala yang memberat saat pasien membungkuk. Tidak ada keluhan batuk dan demam. Pasien
memiliki riwayat asma sejak kecil dan alergi udang. Dari pemeriksaan paru didapatkan wheezing
pada kedua lapangan paru, pemeriksaan jantung dalam batas normal, pada ekstremitas didapatkan
purpura pada kedua tungkai. Dari foto thorax tidak didapatkan kelainan. Hasil pemeriksaan
laboratorium sebagai berikut : Hb 11,2 g/dL, leukosit 7.000/mm3, trombosit 350.000/mm3, Hitung
jenis Eosinofil 12%.
Pemeriksaan penunjang apakah yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasien
tersebut :
Page 10 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
A. C-ANCA
B. Biopsi kulit
C. Eosinofil absolut
D. Imunoglobulin E
E. Foto sinus paranasal
23. Seorang pria 48 tahun datang ke Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas 3 minggu ini. Sesak
berbunyi “ngik-ngik”dan disertai batuk, namun tidak demam. Pasien memiliki riwayat asma sejak
kecil dan alergi obat methampiron. Dari pemeriksaan paru didapatkan wheezing pada kedua
lapangan paru, pemeriksaan jantung dalam batas normal, pada ekstremitas didapatkan bercak
kemerahan pada kedua tungkai. Dari foto thorax tidak didapatkan kelainan. Dari hasil biopsi kulit
didapatkan vaskulitis. Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut : Hb 11,2 g/dL, leukosit
7000/mm3, trombosit 350.000/mm3, Hitung jenis Eosinofil 12%, dengan hasil p-ANCA positif.
Penatalaksaan definitif pada pasien ini adalah:
A. Antikolinergik
B. Beta-2 agonis kerja pendek inhalasi
C. Beta-2 agonis oral
D. Kortikosteroid inhalasi
E. Kortikosteroid sistemik
24. Seorang laki-laki 45 tahun datang ke UGD dengan tidak sadarkan diri setelah minum alkohol 2
jam sebelum masuk rumah sakit, disertai sesak nafas, pada pemeriksaan fisik di didapatkan
kesadaran stupor tekanan darah 90/70 mmHg, Nadi 120 kali /menit, pernafasan 32 kali/menit,
o
suhu 36,5 C, JVP tidak meningkat, tidak didapatkan ronkhi di kedua paru, jantung dan
abdomen normal dari hasil analisa gas darah di dapatkan PH : 7,10 PCO2 : 55 mmHg PaO2 : 150
mmHg FiO2 : 32 % HCO3 : 20 mmol/L AaDO2 : 200, Apa diagnosis yang mendasari kondisi
pasien tersebut :
a. Gagal nafas Hiperkapnia
b. Gagal nafas Hipoksemia
c. Intoksikasi alkohol
d. Alkalosis respiratorik
e. Asidosis Metabolik
Page 11 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
25. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD dengan tidak sadarkan diri setelah minum alkohol 2
jam sebelum masuk rumah sakit, disertai sesak nafas, pada pemeriksaan fisik di didapatkan
kesadaran stupor tekanan darah 90/70 mmHg, Nadi 120 kali /menit, pernafasan 32 kali/menit,
o
suhu 36,5 C, JVP tidak meningkat, tidak didapatkan ronkhi di kedua paru, jantung dan
abdomen normal dari hasil analisa gas darah di dapatkan PH : 7,10 PCO2 : 55 mmHg PaO2 : 150
mmHg FiO2 : 32 % HCO3 : 20 mmol/L AaDO2 : 200. bagaimana patofisiologi pasien dengan
gagal nafas hiperkapnia :
a. Hipoventilasi alveolar
b. Hiperventilasi alveolar
c. Hipoksemia
d. Hipoksia
e. Ketidaksesuaian ventilasi-perfusi
26. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke UGD dengan tidak sadarkan diri setelah minum alkohol 2
jam sebelum masuk rumah sakit, disertai sesak nafas, pada pemeriksaan fisik di didapatkan
kesadaran stupor tekanan darah 90/70 mmHg, Nadi 120 kali /menit, pernafasan 32 kali/menit,
o
suhu 36,5 C, JVP tidak meningkat, tidak didapatkan ronkhi di kedua paru, jantung dan
abdomen normal dari hasil analisa gas darah di dapatkan PH : 7,10 PCO2 : 55 mmHg PaO2 : 150
mmHg FiO2 : 32 % HCO3 : 20 mmol/L AaDO2 : 200, bagaimana manifestasi pasien dengan
gagal nafas hiperkapnia :
a. Koma
b. Hipotensi
c. Hipertensi
d. Kejang
e. Sianosis
27. Seorang laki-laki 25 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan sesak napas secara
tiba-tiba. Menurut teman yang mengantarkannya, pasien ini baru saja menggunakan heroin
suntikan. Pasien tampak mengantuk dengan TD 90/60 mmhg, HR 108 x/menit, RR 10 x/menit,
suhu 36 oC. Dari BGA didapatkan pH : 7.21, PaO2 : 40 mmHg, PCO2: 60 mmHg, HCO3: 28
mEq/L, A-aDO2 : 20. Penyebab hipoksemia pada pasien tersebut adalah:
A. Ventilasi perfusi mismatch
B. Intrapulmonary shunting
C. Alveolar hypoventilasi
Page 12 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
D. Defek diffusi O2
E. Defek perfusi
28. Seorang perempuan berusia 48 tahun tiba-tiba mengeluh sesak nafas setelah mendapat transfusi
darah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 118 x/menit, RR 28 x/menit, dan
terdapat ronkhi pada seluruh lapangan paru, SaO2 69% pada udara ruangan dan meningkat
menjadi 80% setelah menggunakan masker non rebreathing 10 L/menit. Pada hasil pemeriksaan
BGA didapatkan : pH 7.25; PaCO2 75 mmHg, PaO2 39 mmHg HCO3 30 mEq/L, FiO2 100%.
Apakah penyebab hipoksemia pada pasien ini?
A. Hiperventilasi
B. Ventilasi Perfusi mismatch
C. Shunt
D. Hipoventilasi dan Ventilasi Perfusi mismatch
E. Keterbatasan Difusi
29. Seorang lelaki berusia 76 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD karena sesak nafas yang
memberat dan gelisah. Awalnya pasien sesak napas dan kemudian memberat sejak 5 hari yang
lalu disertai batuk berdahak warna kuning. Riwayat sesak nafas disertai mengi sejak 6 tahun yang
lalu. Pasien merokok 2 bungkus per hari sejak SMA. Pasien biasa menggunakan obat inhalasi
yang diberikan oleh dokter jika sesak nafas, namun keluhan saat ini tidak mereda meskipun sudah
menggunakan obat tersebut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penderita tampak sakit berat,
gelisah, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 118 x/menit, laju pernafasan 32 x/menit, suhu 37,7 0C,
bentuk dada barrel chest, wheezing pada seluruh lapangan paru. Hasil pemeriksaan BGA
didapatkan: pH 7.32; PO2 75 mmHg; PCO2 60 mmHg; HCO3 31 mEq/L; A-aDO2 40, saturasi O2
92%.
Terapi oksigen pada pasien ini adalah :
A. Oksigen 6-8 L/menit dengan non rebreathing mask
B. Oksigen 6-8 L/menit dengan rebreathing mask
C. Oksigen 6-8 L/menit dengan simple mask
D. Oksigen 1-2 L/menit intermittent dengan nasal kanul
E. Oksigen 4-5 L/menit intermittent dengan nasal kanul
F.
Page 13 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
30. Seorang laki-laki 49 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD dengan keluhan
sesak nafas yang memberat sejak 1 jam yang lalu. Pasien gelisah dan sulit diajak komunikasi.
Saturasi oksigen 86%. Tekanan darah 70 mmHg/palpasi. Denyut nadi kecil dan cepat. Laju
pernapasan 30 x/menit. Akral pucat dan dingin. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar
dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat tapi belum ada respon optimal. Pada EKG
didapatkan RAD, P pulmonal, dan foto Rontgen didapatkan Hampton Sign. Pemeriksaan
penunjang paling tepat untuk segera menegakkan diagnosis pada kasus ini adalah :
A. Kateter jantung kanan
B. MRI thorax
C. Ekokardiografi
D. Analisa gas darah
E. CT angiografi thoraks
31. Seorang pasien 55 tahun yang dirawat di rumah sakit tiba-tiba mengeluh sakit dada sebelah kiri
disertai sesak nafas. Pasien paska operasi tulang panggul dan hanya dapat tirah baring selama 4
hari terakhir. Tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, laju pernapasan 28
x/menit. Saturasi oksigen 88%. Dari pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran pelebaran
arteri pulmonalis descendens kanan.
Page 14 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
32. Wanita 42 tahun datang ke IGD dengan sesak nafas mendadak. 3 hari yang lalu dia mengunjungi
saudaranya di luar pulau dengan menaiki mobil selama 9 jam. Dua hari yang lalu pasien
merasakan nyeri dan bengkak di kaki kanannya. Di IGD sesak nafas semakin memberat. Terdapat
riwayat DM. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 114 x/menit, laju pernapasan 30 x/menit, saturasi
oksigen 89%. Akral dingin dan pucat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan JVP meningkat, pulsasi
parasternal, sternum kuat angkat dan P2 mengeras. Fungsi hepar dalam batas normal, fungsi
ginjal menurun dengan kreatinin 3,0 mg/dL, ureum 80 mg/dL. Di bawah ini yang merupakan
terapi inisial untuk pasien ini adalah :
A. Enoxaparin 1 mg/kgBB/12 jam subkutan
B. Fondaparinux 2,5 mg/24 jam subkutan
C. Tinzaparin 175 IU/kg/24 jam subkutan
D. UFH dengan target PTTK 2-3x batas atas normal
E. Warfarin 7,5 mg/24 jam peroral
33. Seorang laki-laki 62 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan demam, batuk berdahak warna
kuning, sesak nafas yang dirasakan selama 3 minggu terakhir, dan keringat malam hari.
Didapatkan gangguan pada menelan dan higienitas mulut yang buruk. Pasien merupakan
pengguna narkoba suntik. Telah dilakukan pemeriksaan X foto thorax dan didapatkan hasil
sebagai berikut :
Page 15 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
E. Cefixim 2 x 100 mg po
34. Seorang laki-laki usia 24 tahun datang berobat ke Rumah Sakit dengan keluhan sesak nafas dan
batuk yang dirasakan sekitar 2 tahun terakhir serta dirasakan makin memberat. Pasien sudah
menikah selama 5 tahun dan masih belum memiliki anak. Pasien juga mengeluh nyeri pada perut
yang sering datang secara mendadak. Keluhan dirasakan sejak 5 tahun lalu dan seringkali keluhan
tersebut tidak membaik dengan minum obat maag. Pasien tidak merokok. Ibu kandung pasien
telah meninggal 11 tahun lalu pada usia 32 tahun akibat komplikasi penyakit paru. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan paru tampak membesar seperti tong, didapatkan suara nafas
bronkial, tidak didapatkan wheezing atau experium memanjang. Pemeriksaan tes klorida keringat
didapatkan hasil positif. Pada pemeriksaan X foto thorax didapatkan hasil sebagai berikut :
35. Seorang laki-laki usia 42 tahun datang ke instalasi gawat darurat diantar keluarganya dengan
keluhan sesak nafas yang semakin memberat dalam 3 hari. Pasien demam selama 1 minggu
terakhir, batuk tidak berdahak sejak 1 bulan, tidak ada batuk darah. Sebelumnya pasien sudah
berobat ke Puskesmas namun keluhan tidak membaik. Pasien tampak kurus, mengaku berat badan
turun 15 kg dalam 3 bulan. Istri kedua pasien telah meninggal 5 tahun lalu akibat komplikasi
penyakit paru. Pasien juga mengeluh seringkali sulit menelan makanan akibat sariawan yang
Page 16 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
muncul hilang timbul. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan darah 110/60 mmHg, Nadi
104 x/menit, pernafasan 32 x/menit, ditemukan oral thrush, tidak ditemukan ronkhi, wheezing,
maupun experium memanjang. Pada hasil pemeriksaan lab didapatkan HIV reaktif, CD4 : 190 sel
dan pemeriksaan beta-D-glucan (+). Hasil pemeriksaan X foto thorax sebagai berikut :
36. Seorang laki laki 70 tahun, perokok 12 batang/hari sejak usia 30 tahun datang ke poliklinik IPD
untuk mengonsultasikan keluhan sesak nafas dan batuk berdahak yang semakin memberat.
Salmeterol inhaler yang biasanya dapat mengontrol keluhannya, saat ini hanya dapat
meringankan sebentar keluhan-keluhanya. Tiga hari terakhir pasien sulit tidur karena batuk terus-
menerus. Demam dan batuk darah disangkal. Pasien baru mendapat imunisasi influenza 3 bulan
lalu setelah pulang dari perawatan di RS karena kumat. Pemeriksaan fisik saat ini: TD 130/80
mmHg, HR 100 x/mnt reguler dan tegangan cukup, RR 26 x/mnt, temp 36.7 oC, pulse oxymetri
96%, barrel chest (+), ekspirium memanjang(+), kardiomegali (-), edema tungkai (-).
Laboratorium: hemoglobin 14,8 mg/dL, leukosit 8700 /mmk, trombosit 260.000/mmk. Foto
thoraks: emfisematous (+), infiltrat (-). Hasil pemeriksaan spirometri pasien sebagai berikut : pre
bronkodilator FVC 3.29 L, FEV1 1.3 L dan paska bronkodilator FVC 3.34 L, FEV1 1.35 L
Obat apa yang ditambahkan sebagai tatalaksana lanjutan pada pasien ini adalah?
A. SABA
B. Teofilin
C. Tiopropium inhalasi
Page 17 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
D. Antibiotika
E. Phosphodiesterase inhibitor
37. Seorang perempuan 40 tahun direncanakan akan menjalani operasi batu empedu dengan anestesi
umum. Saat ini tidak ada keluhan sesak napas, batuk, maupun demam. Namun, pasien memiliki
riwayat asma yang sudah tidak pernah kumat. Dokter bedah melakukan konsultasi toleransi
operasi kepada Anda. Berikut ini adalah kontraindikasi absolut dilakukannya tindakan operasi
pada pasien diatas adalah:
A. PaCO2 <45 mmHg
B. FEV1 >2 L
C. PO2 >50 mmHg
D. Maximum voluntary ventilation <50% prediksi
E. FEV1/FVC 75%
38. Wanita 45 tahun, riwayat tuberkulosis paru dengan pengobatan lengkap dan dinyatakan sembuh,
datang ke poliklinik karena sesak nafas yang terasa memberat 2 minggu terakhir, 1-2 episode
mengi/hari dan sering batuk malam hari. Pasien memiliki riwayat alergi dingin dan debu.
Pengobatan sebelumnya dengan obat inhaler telah dapat terkendali. Variasi diurnal
peakflowmeter pasien ini >20%.Berdasarkan data diatas, penyebab paling mungkin dari keluhan-
keluhan pasien tersebut adalah:
A. Bronkhitis kronik
B. Emfisema paru
C. Asthma bronkhiale
D. PPOK
E. ACOS
39. Laki-laki berusia 40 tahun datang ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk kronik
dengan dahak purulen dan kadang-kadang bercampur darah. Pasien juga mengeluh nyeri perut
yang sering datang mendadak. Keluhan tersebut tidak membaik dengan minum obat maag. Berat
badan menurun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan paru tampak membesar seperti tong dan
didapatkan suara nafas bronkhial. Foto toraks menunjukkan hiperinflasi dengan diafragma yang
mendatar dan penebalan dinding bronkus. Pemeriksaan chlorida keringat (+). Terapi definitif
pada pasien ini adalah:
A. Transplantasi paru
Page 18 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
B. Antibiotika
C. Kortikosteroid
D. Bronkhodilator
E. Amiloride
40. Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk
kronis dan dahak purulen disertai sedikit darah. Penderita juga mengeluh sinusitis dan polip
hidung sejak 3 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan paru didapatkan mengi dan pneumothorax.
Riwayat ibu penderita meninggal 15 tahun yang lalu pada usia 30 tahun karena fibrosis kistik.
Dari pemeriksaan darah ditemukan eosinofil 8%. Manifestasi yang paling mungkin pada
penderita ini :
A. Bronkhiektasis
B. Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis
C. Pneumocytis
D. Tuberkulosis paru
E. Bronkiolektasis
41. Seorang pria usia 45 tahun datang ke poliklinik rawat jalan dengan keluhan batuk berdahak yang
purulen dan sekitar 2 tahun terakhir dirasakan semakin memberat sehingga kadang-kadang
bercampur darah. Pasien juga mengeluh nyeri perut sejak 5 tahun yang lalu dan seringkali tidak
membaik dengan minum obat maag. Pasien tidak merokok. Riwayat ibu penderita meninggal 10
tahun yang lalu saat berusia 33 tahun. Pemeriksaan fisik paru didapatkan barrel chest, suara dasar
bronkial dan tidak ada wheezing. Foto toraks dijumpai kistik pada lobus atas. Pemeriksaan
definitif diagnostik yang diperlukan pada pasien ini adalah :
A. Uji keringat klorida
B. IGRA
C. Gene Xpert
D. Uji fungsi kelenjar adrenal
E. IgE
42. Seorang wanita 45 tahun datang ke IGD karena keluhan sesak napas yang dirasakan semakin
berat jika pasien tidur terlentang. pasien juga mengeluhkan batuk, sulit menelan, sulit bicara dan
anggota tubuh lemah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pamberton sign +, dari x foto thorax
Page 19 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
43. Seorang perempuan 25 tahun mendadak sesak nafas dan mengeluh nyeri dada. pasien juga
mengeluhkan batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan ptosis, dari CT scan thorax tampak gambaran massa berbatas tegas pada mediastinum
anterior. Diagnosis yang mungkin untuk pasien tersebut adalah :
A. Teratodermoid
B. Timoma
C. Neurofibroma
D. Kista mediastinum
E. Lipoma
44. Seorang perempuan 25 tahun dikonsulkan dari oleh bagian neurologi dengan miastenia gravis.
Mengeluh nyeri dada, batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan ptosis, dari CT scan thorax didapatkan gambaran massa
mediastinum anterior. Kelainan lain yang sering didapatkan pada pasien ini antara lain :
A. Sjorgren syndrome
B. Inflammatory Bowel Disease
C. Castelman Disease
D. Hypergama globulinemia
E. Pancoast tumor
45. Seorang laki-laki 55 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat karena keluhan sesak napas
yang mendadak sejak 3 jam yang lalu. Sesak nafas disertai dengan batuk tidak [Link] nafas tidak
berkurang dengan istirahat. Pasien tidak pernah mengeluh sesak nafassebelumnya. Pasien memiliki
riwayat sakit paru pengobatan 6 bulan dan dinyatakansembuh. Pasien merokok 1-2 batang sehari sejak
muda. Pada pemeriksaan fisik, kesadaranpasien komposmentis, berat badan 85 kg, tinggi badan 165 cm,
tekanan darah 110/ 70mmHg, nadi 108 x/ menit, frekuensi napas 26 x/ menit, saturasi oksigen 92 %. Pada
Page 20 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
keduaparu terdengar wheezing. Tidak ditemukan kelainan pada bunyi jantung. Pada ekstremitastampak
tungkai kiri bawah bengkak kemerahan dan nyeri tekan. Akral hangat. X-fototoraks menunjukkan
gambaran Westermark’s [Link] patogenesis terjadinya wheezing pada kasus di atas?
A. Cabang arteri pulmonalis yang obstruksi mengalami vasodilatasi
B. Terjadi penurunan physiological dead space
C. Penurunan produksi surfaktan paru
D. Penurunan ventilasi paru menyebabkan hipoksemia
E. Pengeluaran histamin dan 5-hidroksi isoptamin
46. Seorang wanita 70 tahun mendadak sesak nafas dan mengeluh nyeri dada. Pasien tidakmengeluh
batuk. Satu minggu sebelumnya pasien terpeleset di kamar mandi dan saat inisedang dalam
perawatan di Rumah Sakit. Lima hari lalu pasien menjalani operasi hipreplacement karena fraktur
yang dialami. Sudah 20 tahun ini pasien mengidap diabetesmelitus, kontrol rutin dan minum obat
teratur. Tidak ada riwayat hipertensi. Padapemeriksaan fisik pasien tampak gelisah, tekanan darah
80/60 mmHg, nadi 112 x/menitteraba kecil dan lemah, frekuensi napas 28 x/ menit, saturasi O2
90%. Gula darah sewaktu(glucostick) 205 mg/dl. Tekanan vena jugularis R+3 cm. Pada thoraks,
terdengareksperium memanjang pada kedua paru, suara jantung P2 terdengar mengeras dan
padaekstremitas teraba akral [Link] laksana yang perlu segera dilakukan pada kasus tersebut
di atas adalah
A. Trombolitik
B. Intubasi
C. Vasopressor
D. Resusitasi cairan
E. Heparin
47. Seorang laki-laki 67 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit tipe B karenasesak
napas. Sesak napas dirasakan tiba-tiba sejak 1 hari ini. Sesak napas disertai rasa beratdi dada yang
tidak menjalar, batuk tidak berdahak dan tidak demam. Dua hari yang lalupasien baru saja pulang
dari Mekkah menjalankan ibadah haji. Pasien menderita diabetesmellitus 15 tahun ini dan minum
obat teratur. Tidak ada riwayat hipertensi. Padapemeriksaan fisik kesadaran pasien
komposmentis, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 116x/ menit, frekuensi napas 26 x/ menit, suhu
36.9 C, saturasi O2 92%, JVP R+1 cm, guladarah sewaktu 197 mg/dl. Pada paru ditemukan
eksperium memanjang dan pada jantungbunyi jantung I-II normal, tidak ada murmur dan gallop.
Page 21 of 22
Usulan Board Batch 35 FK Undip Pulmonologi
Ekstremitas tidak ada [Link] rekam jantung tampak gelombang P pulmonal pada lead II, III,
[Link] lanjutan apa yang perlu diperiksa pada kasus di atas:
A. Analisa gas darah
B. Multislice computed tomography thoraks
C. Sidik paru (V/Q scan)
D. Arteriografi pulmonal
E. Echocardiography
Page 22 of 22