ACTINOGRAPH
URAIAN
Actinograph kadang dikenal dengan sebutan Mechanical Pyranograph dipergunakan untuk
mengukur Total Intensitas dari Radiasi Matahari lansung, radiasi matahari yang dipantulkan
atmosphir dan radiasi diffusi dari langit dalam satu hari yang dapat dihitung.
Komponen-komponen utama dari Actinograph adalah:
a. Sensor, terdiri dari masing-masing 2(dua) Strip Bimetal ber-cat Putih dan Hitam.
b. Glass Dome
c. Plat pengatur bimetal
d. Mekanik pembesar
e. Tangkai dan Pena pencatat
f. Drum clock
g. Pengatur level (perata-rata air)
h. Kontainer silica-gel (penyerap uap air)
i. Bagian dasar
j. Penutup/cover.
PRINSIP KERJA
Actinograph bekerja dengan memakai Prinsip-perbedaan temperatur antara 2 strip
paralel bimetallic ber-cat putih dengan 2 strip parallel bimetalic ber-cat hitam. Perbedaan
temperatur terjadi olehkarena radiasi matahari yang sampai ke bimetallic ber-cat putih akan
dipantulkan maka strip ini hanya respon terhadap temperatur ambang sedangkan radiasi yang
sampai ke bimetallic hitam, akan diserap/diabsorbsi sehingga strip ini respon terhadap
temperatur ambang dan radiasi yang datang akibatnya terjadi distorsi/menggeliat terhadap strip
bimelaic putih.
Masing-masing satu sisi strip putih dan strip hitam dihubungkan dan sisi-sisi lain dari
bimetallic putih dihubungkan ke peti instrumen serta sisi-sisi lain bimetallic hitam dihubungkan
ke tangkai pena melalui system tuas sehingga masing-masing akan saling meniadakan kondisi
ambang dengan meninggalkan keluk(curvature) yang merepresentasikan Intensitas Radiasi yang
datang dan secara proporsional ditunjukkan oleh posisi pena pada kertas pias.
Glass dome akan mentransmisikan 90 % energy elektromagnetik, dengan panjang
gelombang antara 0.3 s/d 3.0 micron dan silica –gel akan menyerap uap air agar tidak terjadi
kondensasi pada permukaan glass-dome.
Total Intensitas Radiasi Matahari adalah merupakan luas area yang berada dibawah kurva
yang terbentuk selama periode pengukuran . Total Intensitas ini dapat dihitung dengan
mengalikan Faktor Kalibrasi Alat (K) dengan Luas Curva yang terbentuk.
INSTALASI / PEMASANGAN
1. Letakkan Actinograph pada permukaan datar/rata ± 150 cm di atas permukaan tanah.
Lokasi pemasangan harus bebas dari pohon maupun bangunan yang dapat menghalangi
sinar matahari ke arah alat dan bebas dari bahan-bahan yang dapat memantulkan sinar
kuat kearah alat.
2. Atur Posisi bimetallic persegi-panjang se-arah Utara-Selatan dan kaca jendela ke-arah
Timur.
3. Atur leveling alat melalui kaki-kaki yang dapat diatur/diputar.
4. Kebersihan alat harus selalu diperhatikan terutama bagian glass dome
5. Sillica gel harus diganti secara periodik sesuai iklim dimana alat ditempatkan.
6. Seal karet yang terletak pada bagain dasar secara periodik juga harus diganti terutama
jika sudah kurang elastis/rusak.
METODA OPERASI
Awal operasi dimulai pukul 06.00 waktu setempat (saat matahari belum bersinar)
Buka cover/penutup alat.
Lepaskan drum-clock dari shaftnya
Pasang kertas pias, sisi – sisi pias tepat berhimpit di penjepit drum-clock.
Hidupkan system drum-clock. Untuk system spring wound, putar tangkai spring wound
secukupnya dan untuk system quartz clock, geser switch ke posisi “ON”.
Pasang kembali drum-clock ke tempatnya semula.
Putar drum-clock agar ujung pena tepat jatuh pada jam, hari awal pengukuran.
Tutup kembali cover/penutup alat.
Setelah Matahari terbenam selama 1.5 jam, Pias terpasang dapat/harus diambil (untuk
pias harian).
Pada hari berikutnya, ulangi langkah tersebut
Actinograf bimetal
Sejarah
Di bidang pertanian lama penyinaran dan intensitas radiasi matahari merupakan sumber
energi baik dalam proses fotosintesa, yaitu dapat merubah air dan CO2 di dalam tanaman
menjadi karbohidrat maupun sebagai energi panas yang dapat digunakan pada proses
pengeringan hasil hasil pertanian atau lainnya. Lama penyinaran matahari adalah lamanya
matahari bersinar cerah sampai permukaan bumi dalam periode satu hari mulai dari terbit
sampai terbenam yang dinyatakan dalam satuan waktu, yaitu [Link] penyinaran matahari ini
sering kali tidak penuh satu hari. Hal ini dapat disebabkan karena sinar matahari terhalang oleh
awan, aerosol atau [Link] radiasi matahari diartikan sebagai banyaknya atau jumlah
energi dari cahaya matahari yang diterima bumi, pada luas tertentu serta jangka waktu tertentu.
Satuan yang banyak digunakan adalah : kalori/cm2/menit disebut juga Langley per menit,
Pengukuran Lama Penyinaran Matahari.
Dari beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengukur lama penyinaran matahari,
seperti alat tipe Campbell Stokes, alat tipe Yordan, alat tipe Marvin, dan alat tipe Foster, tipe
Campbell Stokes merupakantipe yang memperoleh rekonendasi badan internasional untuk
[Link] keadaan cerah intensitas sinar matahari mampu membakar kertas pias alat tipe
Campbell Stokes. Sejak tahun 1962 alat tipe campbel sokes oleh WMO ditentukan sebagai alat
baku untuk mengukur lama penyinaran matahari
Mengukur Intensitas Radiasi Matahari Dibandingkan dengan kekuatan alat ukur panjang
penyinaran matahari Campbell Stokes, alat ukur intensitas matahari lebih rapuh, memerlukan
operator yang lebih terlatih dan diperlukan kalibrasi secara periodik.
Di bidang pertanian intensitas radiasi matahari biasanya diukur akumulasi harian intensitas
radiasi matahari gelombang pendek yang jatuh pada suatu
permukaan yang datar. Satuan ukuran bagi intensitas radiasi yang banyak
digunakan adalah kalori/cm2/hari, atau alori/cm2/menit.
Actinometer dan radiometer dikenal sebagai alat untuk mengukur intensitas
radiasi matahari. Dari kedua jenis alat tersebut yang umum digunakan adalah aktinograf bimetal.
Penyinaran matahari mempunyai peranan penting dalam bidang meteorologi. Salah satu alat
meteorologi yang digunakan oleh pengamat cuaca untuk mengukur intensitas radiasi matahari
total adalah actinograph. Actinograph termasuk alat pengukur intensitas radiasi matahari total
yang mencatat sendiri berapa intensitas radiasi matahari yang dipancarkan. Actinograph
menggunakan dua buah logam bimetal sebagai sensor. Logam akan bertambah panjang seiring
dengan meningkatnya intensitas radiasi matahari. Perbedaan panjang logam yang kecil akan
diperbesar oleh sistem tuas karena adanya pergerakan pena yang sebanding dengan perubahan
intensitas radiasi matahari.
Radiasi matahari adalah energi yang dikeluarkan, dipancarkan atau diterima berupa gelombang
atau partikel-partikel elektromagnetik.
Berdasarkan asal / sumbernya radiasi dapat dibedakan kedalam 3 klasifikasi yaitu :
1. Radiasi solar langsung yaitu radiasi yang dikeluarkan oleh matahari. Radiasi yang
menembus lapisan terendah atmosfer juga dibedakan dalam beberapa kelas :
Radiasi solar langsung yaitu radiasi solar yang datang dari sudut bulat cakram dari
matahari.
Radiasi solar global yatu radiasi solar yang diterima oleh permukan horizontal
berupa radiasi solar langsung dan radiasi yang dihamburkan kearah bawah
sewaktu melewati lapisan atmosfer
Sky radiasi yaitu radiasi solar yang dihamburkan ke arah bawah oleh lapisan atmosfer
(bagian kedua dari radiasi global). Radiasi solar yang dipantulkan yaitu radiasi solar yang
dipantulkan ke atas oleh permukaan bumi dan dihamburkan oleh lapisan atmosfer antara
permukaan bumi dan titik pengamatan.
2. Radiasi Terrestrial adalah radiasi yang dikeluarkan oleh planet bumi termasuk atmosfer
3. Radiasi total adalah jumlah radiasi solar dan terrestrial.
Dengan banyaknya jenis radiasi matahari yang terdapat dalam atmosphere berarti banyak pula
alat- alat yang diperlukan untuk mengukur radiasi. Misalnya :
Pyrheliometer untuk mengukur radiasi langsung Solarimeter dan Pyranometer dan
actinograph untuk radiasi total
Pyrgeometer untuk mengukur radiasi bumi
Net Pyrradiometer untuk mengetahui radiasi total .
Actinograph adalah alat untuk mengukur total intensitas dari radiasi matahari langsung.
Maksud dari pengukuran intensitas radiasi matahari ini adalah untuk mengetahui total intensitas
radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang langsung maupun yang dibaurkan oleh
atmosfer.