100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
124 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Asma Bronkhial

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang asma bronkial. Ringkasannya adalah: (1) penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penanganan serangan asma bronkial; (2) materi penyuluhan mencakup pengertian, gejala, pemicunya, dan cara pencegahan serta penanganannya; (3) penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
124 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Asma Bronkhial

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang asma bronkial. Ringkasannya adalah: (1) penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penanganan serangan asma bronkial; (2) materi penyuluhan mencakup pengertian, gejala, pemicunya, dan cara pencegahan serta penanganannya; (3) penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ASMA BRONKHIAL

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1
1. ADE TRIANA
2. AFRINA HAYATI
3. AHMAD ZULFAKAR
4. AKHMAD ZAELANI
5. ARMAWATI
6. ELINA PERLINA
7. FAUZIAH
8. FEBBY AYULIANI
9. GAZAKI RAHMAN
10. HABIL

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN B
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASMA BRONKHIAL

I. Latar Belakang
Asma Bronkhial merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh
peningkatan reaksi trakea dan bronkus terhadap berbagai macam
rangsangan, yang manifestasinya berupa kesukaran bernapas karena
penyempitan yang menyeluruh dari saluran napas. Penyempitan tersebut
bersifat dinamis dan derajad penyempitannya dapat berubah-ubah, baik
secara spontan maupun karena pemberian obat-obatan. (United States
Nasional Tuberculosis Assosiation, 1967)
Serangan Asma bronkhial dapat mengakibatkan anak kesulitan
untuk bernafas dan menimbulkan suara nafas yang abnormal, seperti mengi,
dada anak terasa nyeri, anak merasa gelisah, dan timbul kemerahan pada
jaringan. Jika serangan Asma Bronkhial tersebut tidak segera ditangani,
dapat timbul gejala-gejala yang lebih berat, seperti barrel chest, sianosis,
gangguan kesadaran, takikardi, peningkatan tekanan darah, dan pernafasan
yang cepat dan dangkal. Hal tersebut dapat menimbulkan keadaan yang
membahayakan bagi anak.
Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan tentang cara pencegahan
dan penanganan serangan Asma Bronkhial, agar masyarakat, terutama
orang tua yang memiliki anak yang menderita Asma Bronkhial bisa
menangani serangan Asma tersebut dengan tepat sebelum dibawa ke
Rumah Sakit.

II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapakan peserta memahami
tentang cara penanganan serangan Asma bronkhial.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan 75 % peserta dapat:
a. Menyebutkan pengertian Asma Bronkhial dengan bahasa sendiri.
b. Menyebutkan faktor-faktor pemicu terjadinya serangan Asma
Bronkhial.
c. Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya serangan Asma
Bronkhial.
d. Menjelaskan cara pencegahan serangan Asma Bronkhial.
e. Menjelaskan cara penanganan Asma Bronkhial saat terjadinya
serangan Asma.

III. Pelaksanaan Kegiatan


1. Topik
Penanganan Asma Bronkhial.
2. Sasaran dan target
Sasaran : Seluruh orang tua di ruang akut RSUP. DR. M. DJAMIL.
Target : Orang tua yang anaknya menderita Asma Bronkhial.
3. Materi
Terlampir
4. Metoda
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
5. Media dan Alat
Lembar balik dan leaflet
6. Waktu dan Tempat
a. Hari/tanggal : Senin,
b. Waktu : 09.00 – sd. selesai
c. Tempat :
7. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab :
b. Moderator :
c. Pemateri :
d. Observer :
e. Fasilitator :

8. Uraian Tugas
a. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan.
b. Moderator
1. Membuka acara.
2. Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing.
3. Menjelaskan tujuan dan topik.
4. Menjelaskan kontrak waktu.
5. Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada pemateri.
6. Mengarahkan alur diskusi.
7. Memimpin jalannya diskusi.
8. Menutup acara.
c. Pemateri
Mempersiapkan materi untuk penyuluhan.
d. Observer
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.
e. Fasilitator
1. Memotifasi peserta untuk berperan aktif dalam jalannya
penyuluhan.
2. Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari peserta.
9. Setting Tempat

Keterangan:
= Moderator = Peserta
= Pemateri = Fasilitator

= Pembimbing = Observer

IV. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Therapis Kegiatan Peserta


5 menit Pembukaan:
 Perkenalan mahasiswa.
Memperhatikan.
 Perkenalan dengan dosen.
 Menjelaskan tujuan.
 Menjelaskan kontrak waktu.
20 menit Pelaksanaan
 Menggali pengetahuan orang tua  Mengemukakan
tentang Asma Bronkhial. pendapat
 Memberikan reinforcement positif  Mendengarkan.
atas jawaban peserta.
 Meluruskan konsep pengertian Asma  Mendengarkan dan
Bronkhial. memperhatikan.
 Menggali pengetahuan orang tua  Mengemukakan
tentang faktor-faktor pencetus pendapat.
terjadinya serangan Asma Bronkhial.
 Memberikan reinforcement positif  Mendengarkan.
atas jawaban peserta.
 Meluruskan konsep faktor-faktor
 Mendengarkan dan
pencetus terjadinya serangan Asma
memperhatikan.
Bronkhial.
 Menggali pengetahuan orang tua
 Mengemukakan
tentang tanda dan gejala terjadinya
pendapat.
serangan Asma Bronkhial.
 Memberikan reinforcement positif
 Mendengarkan.
tentang jawaban peserta.
 Meluruskan konsep tanda dan gejala
 Mendengarkan dan
terjadinya serangan Asma Bronkhial.
 Menggali pengetahuan orang tua memperhatikan.
tentang cara pencegahan terjadinya  Mengemukakan
serangan Asma Bronkhial. pendapat.
 Memberikan reinforcement positif
atas jawaban peserta.  Mendengarkan.
 Meluruskan konsep tentang cara
pencegahan terjadinya serangan Asma  Mendengarkan dan
Bronkhial. memperhatikan
 Menggali pengetahuan orang tua
tentang cara penanganan yang tepat  Mengemukakan
saat terjadinya serangan Asma pendapat.
Bronkhial.
 Memberikan reinforcement positif
atas jawaban peserta.
 Mendengarkan.
 Meluruskan konsep tentang cara
penanganan yang tepat saat terjadinya
 Mendengarkan dan
serangan Asma Bronkhial.
memperhatikan
10 menit Penutup:
 Meminta peserta untuk memberikan  Memberikan
pertanyaan atas penjelasan yang tidak pertanyaan
dipahami.
 Menjawab pertanyaan yang diajukan.  Memperhatikan
 Menyimpulkan diskusi.  Berpartisipasi
 Melakukan evaluasi.  Menjawab
pertanyaan
 Mengucapkan salam.  Menjawab salam

V. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana.
b. 60 % peserta menghadiri penyuluhan.
c. Tempat, media, dan alat penyuluhan sesuai rencana.
2. Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
b. Waktu yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan.
c. 70 % peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan.
d. 70 % peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu:
a. Menyebutkan pengertian Asma Bronkhial dengan bahasa sendiri.
b. Menyebutkan faktor-faktor pemicu terjadinya serangan Asma
Bronkhial.
c. Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya serangan Asma
Bronkhial.
d. Menjelaskan cara pencegahan serangan Asma Bronkhial.
e. Menjelaskan cara penanganan Asma Bronkhial saat terjadinya
serangan Asma.
MATERI PENYULUHAN

Menurut United States Nasional Tuberculosis Assosiation (1967), asma


bronkhial merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh peningkatan reaksi trakea
dan bronki terhadap berbagai macam rangsangan yang manifestasinya berupa
kesukaran bernapas, karena penyempitan yang menyeluruh dari saluran napas.
Penyempitan ini bersifat dinamis dan derajad penyempitannya dapat berubah-
ubah, baik secara spontan maupun karena pemberian obat-obatan. Kelainan
dasarnya adalah tampaknya suatu perubahan status imunologis sipenderita.
([Link]
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa asma bronkhial
memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1. Penyempitan atau obstruksi saluran nafas yang reversibel, baik secara spontan
maupun dengan pengobatan.
2. Kesukaran untuk bernafas.
3. Peningkatan respon saluran nafas terhadap berbagai rangsangan/stimulus.

FAKTOR-FAKTOR PENCETUS TERJADINYA SERANGAN ASMA


BRONKHIAL
Serangan Asma Bronkhial dapat timbul karena beberapa keadaan, yaitu:
1. Faktor alergi
Alergen pencetus serangan asma dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:
a. Inhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan.
Contohnya: debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri, dan
polusi.
b. Ingestan, yang masuk melalui mulut.
Contohnya: makanan dan obat-obatan.
c. Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
Contohnya: perhiasan, logam, dan jam tangan.
2. Perubahan cuaca
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi
asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya
serangan asma. Kadang-kadang, serangan asma berhubungan dengan musim,
seperti: musim hujan, musim kemarau, dan musim bunga. Hal ini berhubungan
dengan arah angin serbuk bunga dan debu.
3. Stress
Stress/gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma. Stress juga
bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma
yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami
stress/gangguan emosi perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah
pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum
bisa diobati.
4. Olah raga/ aktifitas jasmani yang berat
Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan
aktifitas jasmani atau olah raga yang berat.
Serangan asma karena aktifitas biasanya terjadi segera setelah aktifitas
tersebut selesai.

TANDA DAN GEJALA TERJADINYA SERANGAN ASMA BRONKHIAL


Tanda dan gejala yang ditemukan pada anak dengan asma bronkhial
adalah:
1. Sesak napas/dispnea.
2. Batuk yang disertai lendir/batuk kering.
3. Nyeri dada.
4. Adanya suara nafas mengi (wheezing), yang bersifat paroksismal, yaitu
membaik pada siang hari dan memburuk pada malam hari.
5. Gelisah.
6. Kemerahan pada jaringan.
Pada serangan asma yang lebih berat, gejala-gejala yang timbul makin
banyak dan makin berat, antara lain : barrel chest, sianosis, gangguan kesadaran,
takikardi, peningkatan tekanan darah, dan pernafasan yang cepat dan dangkal.
PENCEGAHAN ASMA BRONKHIAL
Untuk mencegah terjadinya Asma Bronkhial, hal-hal yang dapat dilakukan
adalah:
1. Megenali faktor presipitasi dan tanda terjadinya serangan asma bronkhial.
2. Menghindari faktor penyebab serangan asma bronkhial.
3. Menghindari stress.
4. Menghindari kegiatan yang melelahkan.
5. Persediaan obat-obatan, jika terjadi serangan Asma.

PENANGANAN SERANGAN ASMA BRONKHIAL


Saat terjadi serangan Asma, hal-hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Kenali tanda-tanda akan terjadinya serangan asma.
2. Berikan obat asma yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya.
3. Atur posisi duduk yang dapat meringankan keluhan sesak nafas, seperti posisi
setengah duduk.
4. Longgarkan pakaian.
5. Tempatkan penderita pada ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
6. Jika nafas semakin sesak dan kondisi anak semakin parah, segera bawa ke
puskesmas/rumah sakit.
LEAFLEAT

Anda mungkin juga menyukai