1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Peranan mahasiswa dalam pengembangan pendidikan di masyarakat.
diharapkan mampu mengembangkan segala sesuatu yang dimiliki masyarakat
menjadi hal yang bernilai dan diperlukan. Kekayaan alam dan kualitas yang ada pada
mereka tidak akan diam di tempat, namun mampu melangkah ke dunia luar (secara
global) dan diperhatikan oleh bangsa lain.
Segala hal yang telah di dapatkan perkuliahan merupakan ilmu yang sifatnya
teoritis. Sehingga kami merasa perlu untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu tersebut
dalam dunia nyata, yang dalam tahap sarjana muda adalah dengan melakukan kerja
praktek.
Kuliah kerja nyata merupakan mata kuliah wajib yang diambil oleh setiap
mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar untuk melaksanakan mata
perkuliahan tahap sarjana muda, kemudian SKSnya akan diambil untuk semester
berikutnya.
Dengan dasar tersebutlah kami menerapkan berupa pengabdian kepada
masyarakat baik dalam bentuk sosial, ekonomi, kemanusiaan maupun dalam bentuk
pemikiran atau sumbangan ilmu pengetahuan. Dan diharapkan dengan pengabdian
ini dapat memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan agar menjadi lebih baik.
Dengan melaksanakan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) tersebut
menunjukkan bahwa mahasiswa berperan aktif dalam pembelajaran untuk
mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang khususnya dalam
proses membaca dan menulis Al-qur’an. Seorang muslim dituntut tidak hanya
1
2
sekedar mampu membaca Al-Qur’an dengan fasih saja, tetapi juga mampu
memahami, menghayati, dan mengamalkan isinya dalam perilaku kehidupan sehari-
hari. Pemahaman Baca Tulis Al-Qur’an menjadi syarat penting yang harus dikuasai
dalam mengkaji dan memahami materi ayat-ayat Al-Qur’an. Mengingat pentingnya
Al-Qur’an dalam kehidupan manusia tentunya perlu ditanamkan pada anak sejak usia
dini. Karena pendidikan sejak dini merupakan masa terpenting dan mendasar dalam
kehidupan.
Tidak hanya itu, fase kanak-kanak adalah fase pelatihan untuk melaksanakan
peran yang dituntut dari setiap makhluk hidup di masa depannya karena Al-Qur’an
merupakan pedoman hidup manusia. Oleh karena itu melalui kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) kami mencoba berusaha untuk memberikan segala kemampuan agar
nantinya diharapkan membawa manfaat baik untuk diri kami maupun untuk
masyarakat lainnya.
Dari berbagai permasalahan yang ada, maka kami mahasiswa KKN
mengadakan sebuah kegiatan dimana kegiatan tersebut bisa sedikit membantu
peserta didik untuk belajar BTQ .
B. Gambaran Umum
2
3
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) sebagai
berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di desa
Parenring?
2. Sebutkan faktor-faktor pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di
desa Parenring?
3. Apa solusi untuk mengatasi faktor-faktor dari pelaksanaan program Baca Tulis
Al-qur’an (BTQ) di desa Parenring?
D. Tujuan/ Target
1. Tujuan
Tujuan yang menjadi dasar pertimbangan kami dalam pemilihan program ini
yaitu:
a. Untu k mengetahui bagaimana pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ)
di desa Parenring.
b. Untuk mengetahui faktor pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di
desa Parenring.
c. Untuk mengetahui solusi dalam mengatasi faktor peghambat pelaksanaan program
Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di desa Parenring.
2. Target
Dapat memberikan wawasan tentang pentingnya mempelajari dan memahami
Al-qur’an khususnya dalam meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-qur’an (BTQ)
bagi peserta didik (Anak SD).
3
4
E. Jadwal Pelaksanaan Program
Program ini dilaksanakan pada tanggal 07 April-04 Mei 2017 di Posko dan di
masjid desa Parenring Kec. Lilirilau kabupaten Soppeng
F. Pendanaan
Dana yang dikeluarkan pada pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an
(BTQ) yaitu sebesar Rp. 41.000 dengan rincian sebagai berikut:
No. Nama Barang Jumlah Harga (Rp)
1. Spidol 2 Rp. 12.000
2. Kertas HVS 1 Rim Rp. 29.000
Total Rp. 41.000
4
5
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A. Metode Intervensi Sosial
Metode intervensi sosial merupakan metode yang digunakan dalam praktek
lapangan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) terhadap masyarakat di desa Parenring.
Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an
(BTQ) adalah dengan cara meyampaikan jadwal, tujuan dan manfaat
dilaksanakannya program tersebut khususnya pada setiap kepala sekolah, guru-guru
dan peserta didik yang ada di desa Parenring.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk
memulihkan atau meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu berbuat sesuai
dengan harkat dan martabat dalam melaksanakan hak-hak dan tanggung jawabnya
selaku anggota masyarakat, proses pendekatan ini lebih memungkinkan
melaksanakan pembangunan yang memanusiakan yang lebih mengarah kepada
bentuk partisipasi dalam perumusan suatu program.
Pendekatan yang dilakukan pada pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an
(BTQ) yaitu dengan melakukan kunjungan pada setiap individu dan membangun
interaksi pada peserta didik yang menjadi sasaran utama dalam program tersebut.
C. Bentuk Pengabdian
1. Pendampingan Masyarakat
Bentuk pengabdian yang diberikan pada pelaksanaan program Baca Tulis Al-
qur’an (BTQ) yaitu dengan cara mengajar baik dalam bentuk teori maupun praktek.
5
6
2. Advokasi
Advokasi adalah suatu bentuk usaha untuk mempengaruhi masyarakat dengan
berbagai macam pola komunikasi persuasif. Adapun bentuk advokasi yang diberikan
pada sasaran yaitu memberikan mengcerahan dengan tujuan menyadarkan akan
penting menerapkan ilmu agama khususnya Baca Tulis Al-qur’an (BTQ).
6
7
BAB III
DESKRIPSI DAN HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
DESA PARENRING
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Pengaruh modernisasi banyak mempengaruhi arah pemikiran orang.
Kemajuan teknologi dengan segala hasil yang disumbangkannya bagi kemudahan
hidup manusia, banyak mengalihkan perhatian orang untuk hidup lebih erat dengan
alam kebendaan. Hal ini mendorong mereka untuk menuntut ilmu yang diperkirakan
dapat membantu ke arah pemikiran pengetahuan praktis dan menunjang prestasi
kehidupan.
Pengetahuan tentang Al-Qur’an dan cara membacanya kalah bersaing di alam
pemikiran kebanyakan kaum muslimin, hingga hampir diabaikan. Padahal bidang
tersebut merupakan disiplin ilmu tersendiri hingga untuk menguasainya diperlukan
sistem dan metode tersendiri pula disamping ketentuan dan waktu yang cukup lama.
Pelaksanaan program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dapat dipandang sebagai
suatu proses selama peserta didik mengalami pengalaman-pengalaman pendidikan
untuk mencapai suatu tujuan belajar (hasil belajar) yaitu memiliki kemampuan
membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, sedangkan untuk mencapai
kemampuan yang diharapkan diperlukan suatu dukungan pembelajaran yang
berkualitas.
Dengan adanya pelaksanaan program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) atau jam
tambahan peserta didik akan mendapatkan pembelajaran yang lebih lama dan lebih
banyak berlatih tentang membaca dan menulis Al-Qur’an yang baik dan benar.
7
8
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat
Rapat Mahasiswa
KKN Desa
Parenring
Observasi Setiap
Sekolah SD
Pendekatan Pada
Kepala Sekolah dan
Guru
Pendekatan Pada
Peserta Didik
Pendekatan
Pada Orang Tua
atau Wali
Peserta Didik
Hasil
Bentuk kegiatan yang dilakukan pada program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ)
yaitu melakukan bimbingan pada peserta didik di posko dan di masjid dengan
memberikan materi tentang bagaimana membaca dan menulis Al-qur’an serta
mengamalkannya dengan baik dan benar.
Hasil kegiatan yang dilakukan pada program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ)
yaitu terlaksana dengan indikator bahwa setelah melakukan pengulangan kembali
8
9
terhadap kemampuan yang dimiliki peserta didik mendapat perubahan yang
signifikan dalam memahami bacaan dan tulisan Al-qur’an.
C. Faktor –faktor Pencapaian Hasil
a. Faktor pendukung
1. Respon
Masyarakat dan peserta didik merespon dengan baik adanya pelaksanaan
program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) yang dilakukan oleh mahasiswa KKN.
2. Motivasi
Motivasi dan dorongan dari orang tua, guru, teman-teman merupakan salah
satu motivasi kita untuk memperbaiki diri agar selalu melakukan hal yang positif
seperti mengikuti kegiatan Baca Tulis Al-qur’an BTQ.
b. Faktor penghambat
1. Problem Motivasi
Motivasi yang dimiliki peserta didik BTQ masih kurang, padahal motivasi
merupakan faktor yang menentukan dan mengarahkan peserta didik dalam belajar.
Mereka belum mampu memahami arti dari motivasi. Dengan motivasi yang masih
rendah, peserta didik menjadi kurang perhatian dalam proses belajar mengajar.
Motivasi menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar
motivasi yang dilakukan oleh guru, semakin besar kesuksesannya. Sebaliknya,
mereka yang motivasi lemah, mudah putus asa, perhatiannya tidak tertuju pada
pelajaran, akibatnya akan banyak mengalami kesulitan dalam belajar. Kebanyakan
peserta didik yang mengikuti program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) mengalami
kesulitan dalam belajar yang disebabkan karena motivasi mereka terhadap pelajaran
yang masih kurang, mereka belum mempunyai tujuan yang jelas dalam belajar.
Hanya sebatas ikut ikutan saja.
9
10
2. Problem peserta didik yang kurang berbakat
Bakat yang dimiliki masing-masing peserta didik tentunya berbeda karena itu
memang bawaan dari sejak lahir. Kebanyakan dari peserta didik yang mengikuti
program BTQ kurang berbakat. Namun untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap
Al-Qur’an, mereka tetap semangat mengikuti program kegiatan BTQ tersebut.
3. Problem Waktu
Dapat mengalokasikan waktu yang tersedia secara tepat dalam proses
belajar mengajar agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan
efisien. Salah satu kesulitan yang sering dialami oleh mahasiswa KKN adalah dalam
hal penggunaan waktu yang tersedia.
10
11
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) sebagai
berikut:
1. Pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di desa Parenring
terlaksana dengan baik sesuai dengan sasaran dan target.
2. Faktor-faktor pelaksanaan program Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) di desa
Parenring terdiri dari dua faktor yaitu faktor pendukung dan penghambat.
3. Solusi untuk mengatasi faktor-faktor dari pelaksanaan program Baca Tulis
Al-qur’an (BTQ) di desa Parenring yaitu membangun interaksi pada
masyarakat maupun peserta didik yang menjadi sasaran utama dalam program
tersebut.
B. Rekomendasi
Rekomendasi yang diberikan dalam pelaksanaan program Baca Tulis Al-
qur’an (BTQ) selanjutnya yaitu menyediakan fasilitas program berupa Al-qur’an,
buku tajwid, alat menunjuk Al-qur’an dan bangku Al-qur’an.
11
12
BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) ANAK SD
Di susun Oleh:
NUR ILMA USMAN
NIM: 60500113012
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
KKN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
ALAUDDIN MAKASSAR
DESA PARENRING KEC. LILIRILAU KAB. SOPPENG
2017
12
13
DAFTAR ISI
JUDUL ....................................................................................................................
DAFTAR ISI ...........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................
A. Dasar Pemikiran ..........................................................................................
B. Gambaran Umum ........................................................................................
C. Rumusan Masalah .......................................................................................
D. Sasaran/Target .............................................................................................
E. Jadwal Pelaksanaan Program ......................................................................
F. Pendanaan ...................................................................................................
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM ................................................
A. Metode Intervensi Sosial .............................................................................
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan ...............................................................
C. Bentuk pengabdian ......................................................................................
BAB III DESKRIPSI DAN HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
DESA PARENRING ..............................................................................................
A. Kerangka Pemecahan Masalah ...................................................................
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat ..........
C. Faktor-faktor Pencapaian Hasil ...................................................................
BAB IV PENUTUP ................................................................................................
A. Kesimpulan ................................................................................................
B. Rekomendasi ..............................................................................................
LAMPIRAN ............................................................................................................
13