BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
Pengelolaan lingkungan adalah Upaya terpadu untuk melestarikan
fungsi lingkungan hidup yang meliputi : kebijaksanaan penataan,
pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan
pengendalian lingkungan hidup. Rencana Pengelolaan Lingkungan hidup
selanjutnya disebut RKL adalah upaya penanganan dampak penting terhadap
lingkungan yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
RKL merupakan dokumen yang memuat upaya-upaya untuk
mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan
hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi
akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan
hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian
ANDAL.
Rencana pengelolaan lingkungan hidup harus diuraikan secara jelas,
sistematis, serta mengandung ciri-ciri pokok sebagai berikut :
(a) Rencana pengelolaan lingkungan hidup memuat pokok-pokok
arahan, prinsip-prinsip, kriteria pedoman atau persyaratan untuk
mencegah, menanggulangi, mengendalikan atau meningkatkan
dampak penting baik negatif maupun positif yang bersifat strategis;
dan bila dipandang perlu, lengkapi pula dengan acuan literatur
tentang rancang bangun penanggulangan dampak dimaksud;
(b) Rencana pengelolaan lingkungan hidup dimaksud perlu dirumuskan
sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk
pembuatan rancangan rinci rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan
pengelolaan lingkungan hidup;
(c) Rencana pengelolaan lingkungan hidup mencakup pula upaya
peningkatan pengetahuan dan kemampuan karyawan pemrakarsa
usaha dan /atau kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup
melalui kursus-kursus yang diperlukan pemrakarsa berikut dengan
jumlah serta kualifikasi yang dilatih;
(d) Rencana pengelolaan lingkungan hidup juga mencakup
pembentukan unit organisasi yang bertanggung jawab dibidang
lingkungan hidup untuk melaksanakan RKL. Aspek-aspek yang
perlu diutarakan sehubungan dengan hal ini antara lain adalah
struktur organisasi, lingkup tugas dan wewenang unit, serta jumlah
dan kualifikasi personalnya.
Upaya pengelolaan lingkungan hidup mencakup 4 (empat) kelompok
aktivitas :
Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menghindari
atau mencegah dampak negatif lingkungan hidup melalui pemilihan
atas alternatif, tata letak (tata ruang mikro) lokasi, dan rancang
bangun proyek;
Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk
menanggulangi, meminimalisasi atau mengendalikan dampak negatif
baik yang timbul disaat usaha dan/atau kegiatan beroperasi, maupun
hingga saat usaha dan/atau kegiatan berakhir (misalnya : rehabilitasi
lokasi proyek);
Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkatkan dampak
positif sehingga dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang
lebih besar baik kepeda pemrakarsa maupun pihak lain terutama
masyarakat yang turut menikmati dampak positif tersebut;
Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat memberikan
pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk memberikan
konpensasi atas sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau rusak
(baik dalam arti sosial ekonomi dan/atau ekologis) sebagai dasar
untuk memberikan kompensasi atas sumber daya tidak dapat pulih,
hilang atau rusak (baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologis)
sebagai akibat usaha dan/atau kegiatan.
2.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pengelolaan lingkungan ini adalah untuk :
Mengupayakan pengelolaan lingkungan yang ditimbulkan terkait
dengan kegiatan pembangunan dan operasi kegiatan termasuk
komponen yang ada di dalamnya.
Mengetahui perubahan rona lingkungan, baik lingkungan fisik-
kimia, biologi maupun sosial ekonomi, sehingga dapat
dikembangkan sistem tanggap darurat secara dini bagi terjadinya
perubahan tersebut.
Merumuskan institusi pelaksana pengelolaan lingkungan dan
institusi pengguna hasil pemantauan lingkungan.
2.3. Kegunaan Dilaksanakan Pengelolaan Lingkungan
Kegunaan dilaksanakannya Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
dari kegiatan pembangunan dan operasi suatu kegiatan adalah :
1) Bagi Pelaksana Proyek/Pemrakarsa
Digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan program
pengelolaan lingkungan hidup pada tahap pasca-konstuksi
hingga tahap operasi, sehingga pengelolaan lingkungan
hidup pada setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan
secara bijak lingkungan/berwawasan lingkungan.
Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena
adanya proporsi aspek ekonomis, teknis dan lingkungan.
Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal,
bahan baku, energi).
Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling
menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga
terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan.
Sebagai bukti ketaatan hukum, seperti perijinan.
2) Bagi Pemerintah
Digunakan sebagai sumber informasi dan pedoman dalam
pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pelestarian
lingkungan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan.
Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan
lingkungan serta pemborosan sumber daya alam secara
lebih luas.
Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan
kegiatan lain di sekitarnya.
Menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai
dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan.
Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan
lingkungan hidup.
3) Bagi Masyarakat
Digunakan sebagai sumber informasi untuk dapat
mengetahui dan memahami tentang kegiatan tersebut.
Dengan demikian, dapat dihindari adanya kesalahpahaman,
dan sekaligus dapat mewujudkan kerjasama yang saling
menguntungkan antara pihak pengelola dengan masyarakat
di sekitarnya.
Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat
adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari
terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak
positif dari kegiatan tersebut.
Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumberdaya
alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan
pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingan kedua belah
pihak saling dihormati dan dilindungi.
Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap
rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap
nasib dan kepentingan mereka.
2.4. Kedudukan RKL dalam AKL
a. Rencana pengelolaan lingkungan hidup memuat pokok-pokok arahan,
prinsip-prinsip, kriteria pedoman, atau persyaratan untuk mencegah,
menanggulangi, mengendalikan, atau meningkatkan dampak besar
dan penting baik negatif maupun positif yang bersifat strategis.
b. RKL dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan
rancangan rinci rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan pengelolaan
lingkungan hidup.
c. RKL mencakup pembentukan unit organisasi yang bertanggung jawab
di bidang lingkungan hidup untuk melaksanakan RKL.
Kedudukan RKL Dalam AMDAL
2.5. Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(a) Pendekatan Teknologi
Pendekatan teknologi digunakan untuk mengelola potensi resiko
dampak terhadap lingkungan. Berdasarkan pertimbangan berbagai aspek,
maka untuk mengelola suatu dampak dipilih suatu cara atau teknologi
yang tepat, efektif, efesien dan dapat dilaksanakan.
Pendekatan ini adalah cara-cara atau teknologi yang digunakan
untuk mengelola dampak penting lingkungan hidup. Sebagai misal :
Dalam rangka penanggulangan limbah bahan berbahaya dan beracun,
akan ditempuh cara :
Membatasi atau mengilosai limbah
Melakukan minimalisasi limbah dengan mengurangi
jumlah/volume limbah (reduce), menggunakan kembali limbah
(reuse) atau mendaur ulang (recyle).
Menetralisasi limbah dengan menambahkan zat kimia tertentu
sehingga tidak membayakan manusia dan makhluk hidup
lainnya.
Penggunaan teknologi sederhana dan efektif dalam melakukan
upaya pengelolaan limbah Non-B3, seperti teknologi
composting untuk limbah organik dan daur ulang untuk limbah
lainnya
Dalam rangka mencegah, mengurangi atau memperbaiki kerusakan
sumber daya alam, akan ditempuh cara, misalnya :
Membangun terasering atau penanaman tanaman penutup tanah
untuk mencegah erosi.
Mereklamasi lahan bekas galian tambah dengan pengaturan
tanah atas dan penanaman tanaman penutup tanah
Dalam rangka meningkatkan dampak positif berupa peningkatan nilai
tambah dari dampak positif yang telah ada, misalnya melalui
peningkatan dan daya guna dari dampak positif tersebut.
(b) Pendekatan Sosial Ekonomi
Pendekatan sosial ekonomi adalah langkah langkah yang akan
ditempuh Pemrakarsa dalam upaya menanggulangi dampak besar dan
penting melalui tindakan-tindakan yang berdasarkan pada interaksi sosial
dan bantuan peran Pemerintah. Sebagai misal :
Melibatkan masyarakat di sekitar rencana usaha dan/atau kegiatan
untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengelolaan lingkungan
hidup
Permintaan bantuan kepada pemerintah untuk turut menanggulangi
dampak penting lingkungan hidup karena keterbatasan
kemampuan pemrakarsa.
Permohonan keringanan bea masuk peralatan pengendalian
pencemaran.
Memprioritaskan penyerapan tenaga kerja setempat sesuai dengan
keahlian dan keterampilan yang dimiliki.
Kompensasi atau ganti rugi atas lahan milik penduduk untuk
keperluan rencana usaha dan/atau kegiatan dengan prinsip saling
menguntungkan kedua belah pihak.
Bantuan fasilitas umum kepada masyarakat sekitar rencana usaha
dan/atau kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
pemrakarsa.
Menjalin interaksi sosial yang harmonis dengan masyarakat sekitar
guna mencegah timbulnya kecemburuan sosial.
(c) Pendekatan Institusi
Pendekatan institusi adalah mekanisme kelembagaan yang akan
ditempuh pemrakarsa dalam rangka menanggulangi dampak besar dan
penting. Mekanisme pelaksanaan pendekatan antara lain dalam bentuk :
Kerjasama dengan instansi-instansi yang berkepentingan dan
berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup.
Pengawasan terhadap hasil untuk kerja pengelolaan lingkungan
hidup instansi yang berwenang, pelaporan hasil pengelolaan
lingkungan hidup secara berkala kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
2.6. Sistematika Penyusunan Dokumen RKL
I. Pernyataan Pelaksanaan
Pernyataan pelaksanaan oleh pemrakarsa untuk melaksanakan
RKL merupakan pernyataan yang ditandatangani di atas kertas
bermaterai.
II. Pendahuluan
Pernyataan tentang maksud dan tujuan pelaksanaan RKL
dan RPL secara umum dan jelas. Pernyataan ini harus
dikemukakan secara sistematis, singkat dan
jelas;Pernyataan kebijakan lingkungan hidup.
Uraian tentang komitmen pemrakarsa usaha dan/atau
kegiatan untuk memenuhi (melaksanakan) ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan yang
relevan, serta komitmen untuk melakukan penyempurnaan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara
berkelanjutan dalam bentuk mencegah, menanggulangi dan
mengendalikan dampak lingkungan yang disebabkan oleh
kegiatan-kegiatannya serta melakukan pelatihan bagi
karyawannya di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Uraian tentang kegunaan dilaksanakannya rencana
pengelolaan lingkungan.
III. Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
Pendekatan teknologi
Pendekatan sosial ekonomi
Pendekatan institusi
IV. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Uraian secara singkat dan jelas masing-masing dampak yang
ditimbulkan baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan urutan
pembahasan sebagai berikut:
1. Dampak Penting Dan Sumber Dampak Penting
Dampak penting yang dikelola terutama di tujukan pada
komponen lingkungan hidup yang menurut hasil evaluasi
dampak penting merupakan dampak penting akibat adanya
rencana usaha dan/atau kegiatan
Dampak penting yang dikelola adalah dampak yang
tergolong banyak menimbulkan dampak penting turunan
(dampak sekunder, tersier dan selanjutnya).
Dampak penting yang dikelola adalah dampak yang bila
dicegah/ditanggulangi alan membawa pengaruh lanjutan
pada dampak penting turunannya.
2. Tolak Ukur Dampak
Tolak ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur
komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak akibat
rencana usaha dan/atau kegiatan berdasarkan baku mutu standar
(ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan); keputusan para
ahli yang dapat diterima secara ilmiah, lazim digunakan , dan/atau
telah ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan. Tolak ukur yang
diutarakan adalah yang digunakan dalam ANDAL.
3. Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Uraian secara spesifik tujuan dikelolanya dampak penting yang
bersifat strategis berikut dengan dampak turunannya yang
otomatis akan turut tercegah/tertanggulangi/terkendali.
4. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilakukan
melalui pendekatan teknologi, sosial ekonomi, dan/atau institusi
5. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
6. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
7. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pembiayaan untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan
tanggung jawab dari pemrakarsa rencana usaha dan/atau kegiatan
yang bersangkutan. Pembiayaan tersebut antara lain mencakup :
Biaya investasi, misalnya pembelian paralatan
pengalolaan lingkungan hidup serta biaya untuk kegiatan
teknis lainnya.
Biaya personil dan biaya operasional.
Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional.
8. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan hidup cantumkan
institusi atau kelembagaan yang akan berurusan, berkepentingan,
dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup,
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik
di tingkat nasional maupun daerah.
Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang
pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Pasal 11
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup yang meliputi :
Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Menteri Negara Lingkungan Hidup ;
Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan;
Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
sektor terkait.
Keputusan Gubernur, Bupati/Walikota;
Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pembentukan
institusi pengelolaan lingkungan hidup.
V. Daftar Pustaka
Pada bagian ini menjelaskan sumber data dan informasi yang akan
digunakan dalam penyusunan RKL, baik yang berupa buku,
majalah , makalah, tulisan maupun laporan hasil-hasi penelitian.
Bahan-bahan pustaka tersebut agar ditulis dengan berpedoman
pada tata cara penulisan pustaka.
VI. Lampiran
Pada bagian ini lampirkan tentang :
Ringkasan dokumen RKL dalam bentuk tabel dengan
ukuran kolom sebagai berikut : Jenis Dampak, Sumber
Dampak, Tolak Ukur Dampak, Tujuan Pengelolaan
Lingkungan hidup, Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup,
Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Institusi
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
Data dan informasi yang merujuk dari hasil studi ANDAL
seperti peta-peta (lokasi kegiatan, lokasi pengelolaan
lingkungan hidup, dan lain-lain), rancangan teknik
(engineering design), matrik serta data utama yang terkait
dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup untuk
menunjang isi dokumen RKL.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2009. “AMDAL TL 4002 Rekayasa Lingkungan” Teknik Lingkungan :
ITB
Erwin,Mohamada. 2011. Hukum Lingkungan Dalam Sistem Kebijaksanaan
Pembangunan Lingkungan Hidup. Bandung : PT Refika Aditama
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 16 Tahun 2012 tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
Raharjo, Mursid. 2012. Memahami AMDAL. Yogyakarta : Graha Ilmu
Fandell, Chafid. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Prinsip Dasar
Dalam Pembangunan. Jakarta: Liberty Offset dalam
[Link]
lingkungan-rkl/
[Link]
[Link]
[Link]