0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan15 halaman

Rangkaian dan Klasifikasi Generator DC

Generator DC dapat diklasifikasi berdasarkan sistem eksitasinya, yaitu eksitasi bebas, shunt, seri, komponen komulatif dan diferensial. Generator DC shunt menghasilkan medan magnet dari kumparan medan yang paralel dengan armatur, sedangkan generator seri memiliki kumparan medan yang seri dengan armatur. Komponen komulatif dan diferensial memiliki penguatan ganda dan penguatan berganda dari medan seri dan shunt.

Diunggah oleh

GhalibJihado
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan15 halaman

Rangkaian dan Klasifikasi Generator DC

Generator DC dapat diklasifikasi berdasarkan sistem eksitasinya, yaitu eksitasi bebas, shunt, seri, komponen komulatif dan diferensial. Generator DC shunt menghasilkan medan magnet dari kumparan medan yang paralel dengan armatur, sedangkan generator seri memiliki kumparan medan yang seri dengan armatur. Komponen komulatif dan diferensial memiliki penguatan ganda dan penguatan berganda dari medan seri dan shunt.

Diunggah oleh

GhalibJihado
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

GENERATOR DC

POKOK BAHASAN :

- Rangkaian ekivalen
- Kurva maknetisasi
- Eksitasi bebas, shunt dan seri
- Kompon komulatif dan diferensial

Generator adalah sebuah mesin listrik yang dapat mengubah daya mekanis menjadi daya
listrik. Jika sepotong kawat terletak diantara kutub-kutub magnet, kemudian kawat
tersebut digerakannan, maka diujung kawat itu timbul gaya gerak listrik karena induksi.
Arah dari GGL ini mengikuti aturan tangan kanan.
Besar GGL induksi yang dibangkitkan oleh kumparan amartur sebanding dengan
besar flux yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet yang diperkuat dengan kumparan
medan, putaran mesin ( N) dan jumlah penghantar pada keseluruhan slot armatur,
beasrnya :

∅𝑥 𝑃 𝑥 𝑁 𝑥 𝑍 ∅𝑥𝑃𝑥𝑛𝑥𝑍
𝐸𝑎 = = =
𝑎 𝑥 60 𝑎

Dimana :
Θ = Flux perkutub satuannya [ weber]
N = Putaran Mesin ( rpm )
N = Putaran medan perdetik
P = Jumlah kutub magnet
a = Jumlah kelompok kumparan armatur yang tersambung paralel.
Z = Jumlah penghantar pada seluruh slot armatur
Rumus-Rumus dasar Generator DC :
Dari persamaan GGL bila untuk mencari putaran generator persamaan menjadi :
𝐸𝑎 𝑥 𝑎 𝑥 60
𝑁= [𝑟𝑝𝑚]
∅𝑥𝑃𝑥𝑍
Besar Daya output generator adalah :
P0 = Vt x Ia
Besar daya output armatur adalah :
Pa = Ea x Ia
Torque ( Kopel )
Jika jari-jari jangkar dari sebuah generator DC sebesar , mendapat gaya F, maka
kerja yang dilakukan oleh Gaya F dalam satu putaran adalah :
Besar Troque :
W = F x Jarak [ Nm]
W =Fx2πr
Kerja yang dilakukan oleh Gaya F dalam putaran perdetik adalah :
W =Fx2πrxn
Dimana
Ta = F x r dan
Wn = Kecepatan putar mekanik ( radian per detik )
= 2πn
W = Pa = Ea. Ia
Jadi :
W =Fx2πrxn
Ea. Ia = Ta x wn
1 𝐸𝑎 𝐼𝑎
𝑇𝑎 = 2𝜋 𝑛
𝐸𝑎 𝐼𝑎
𝑇𝑎 = 0.159𝑥
𝑛
𝐸𝑎 𝐼𝑎
𝑇𝑎 = 0.117𝑥 𝑛
𝑃𝑎
𝑇𝑎 = 9,55 𝑥
𝑁

Dimana :
Ta = Torsi jangkat [ N.m]
N = Putaran Jangkar permenit [ rpm ]
N = Putaran jangkar perdetik [ rpd]
Hubungan torsi dan flux magnet :
∅𝑥𝑃𝑥𝑛𝑥𝑍1
𝑇𝑎 = 0,159 𝑥 .𝐼
𝑎 𝑛 𝑎

Atau biasa ditulis ; 𝑇𝑎 = 𝐶 𝑥 ∅ 𝑥 𝐼𝑎

C = 0.159 x Z x P/a
∅ = Lux magnet [ webwer )
Ia = arus jangkar

Dalam Horse Power =

Generator DC dapat diklasifikasi menurut sistem eksitasinya :


- Generator DC eksitasi bebas
- Generator DC Shunt
- Generator Seri
- Generator kompon komulatif
- Generator kompon differensial

KILASAN MATERI :

- Tinjauan fluks medan :


Generator DC dapat diklasifikasi menurut sistem eksitasinya :
= Generator eksitasi bebas, fluks medan dihasilkan oleh sumber yang terpisah
dari generator.
= Generator DC Shunt, fluks medan dihasilkan oleh belitan medan yang paralel
dengan rangkaian armatur.
= Generator DC Seri, fluks medan dihasilkan oleh belitan medan yang seri
dengan rangkaian armatur.
= Generator kompon komulatif.
Semua generator digerakkan oleh sumber energi mekanik yang disebut ”prime
mover” (penggerak uama) berupa al: turbin uap, mesin diesel.
Vnl  V fl
- Regulasi tegangan : VR   100%
V fl
- Reaksi jangkar :   N f  I f  ar
 .....(ggm penghasil fluks)
Nf.......(jumlah lilitan belitan medan)
If.........(arus medan)
ar .....(ggm reaksi jangkar)

A. Generator DC eksitasi bebas


- Generator eksitasi bebas :
Ia  Il
Vt  E a  I a  Ra Il ....arus jala-jala
Ea  K    

Pada Generator eksitasi bebas, fluks medan dihasilkan oleh sumber yang terpisah dari
generator.

Generator eksitasi bebas dapat dikendalikan dengan mengubah tegangan internal mesin.
Menurut huku khirchoff :
𝑉𝑡 = 𝐸𝑎 − 𝐼𝑎. 𝑅𝑎
Tegangan internal pada mesin:
𝐸𝑎 = 𝐾 𝛷. 𝜔

Tegangan terminal dipengaruhi oleh:


- Kecepatan putaran mesin
- Arus pada penghasil medan

Total gaya magnetomotif pada generator eksitasi bebas adalah

Arus ekuivalen medan pada generator eksitasi bebas


Perbedaan kecepatan dari kurva magnetisasi dan kecepatan generator pada nyatanya
dapat dihitung menggunakan perbandingan:

B. Generator DC shunt :
Ia  Il  I f
Vt  E a  I a  Ra
Vt
If 
Rf
Ea  K    
Pada proses pembangkitan ggl : Φ0 > 0 ...(fluks remanen)
Ea0 = K.Φ0.ω …(ggl awal)
d
E a  ( R f  Ra )  I f  L f  (I f )
dt
d
Vt  R f  I f  L f  (I f )
dt
Lf.....(induktansi belitan medan)

Generator DC Shunt, fluks medan dihasilkan oleh belitan medan yang paralel dengan
rangkaian armatur.

Proses pembangkitan generator


Pembangkitan awal pada generator ini bergantung pada fluks residu. Fluks residu
ini akan mempengaruhi besarnya GGL awal
Tegangan akan muncul pada terminal sehingga menghasilkan arus pada koil dan timbul
fluks yang menguatkan generator. Kenaikan fluks akan menaikan Ea. Tegangan terminal
pun naik , arus koil naik dan seterusnya sampai keadaan steady state.
d
E a  ( R f  Ra )  I f  L f  ( I f )
dt
d
Vt  R f  I f  L f  ( I f )
dt

C. Generator DC seri :
Pada generator seri besar arus dan tegangan sebagai berikut :

Ia  I f  Il Vt  E a  I a  ( Ra  R f )

fluks medan pada generator seri dihasilkan oleh belitan medan yang seri dengan
rangkaian armatur.

D.
E.
F.
G.
H.
I.
D. Generator kompon komulatif :

N s  I a  ar
I f  I sh  I eq I eq  I a  I sh  I l
N sh
IfΦ .........(arus medan ekivalen penghasil fluks)
Ns..........(jumlah lilitan belitan medan seri)
Nsh.........(jumlah lilitan belitan medan shunt)
Ish...........(arus medan shunt)

Vt
Kompon panjang : Vt  Ea  I a  ( Ra  Rs ) I sh 
Rsh

Kompon pendek : Vt  Ea  I a  Ra  I l  Rs

Generator kompon komulatif :


Generator jenis ini mempunyai penguatan ganda yaitu penguatan seri dan shunt
serta efek medan keduanya terhadap jangkar saling memperkuat

Kompon panjang

Arus total medan ekuivalen


Kompon pendek

Vt  Ea  I a  Ra  I l  Rs

Generator kompon diferensial :


N  I  ar
I f  I sh  I eq I eq  s a
N sh

Generator kompon diferensial


Generator jenis ini adalah generator dengan medan seri dan medan shunt, kedua
medan ini saling melemahkan
Arus total medan ekuivalen
SOAL
1. Sebuah Generator DC shunt mempunyai Daya output 200 K watt, tegangan
terminal 200 V dan tegangan armaturnya 300 V arus shunt 10 A.
A) Gambar rangkaian ekivalennya
B) Hitung arus armature ( Ia )
C) Tahanan armature ( Ra )

Jawab:
Rangkain ekivalen Generator DC shunt ( penggantinya )

Rsh

Rangkaian Ekivalen Generator DC shunt dengan Beban ZL

Va

Rsh

Rangkaian Ekivalen Generator DC shuntdengan Tanpa Beban dengan Rf = 0

a). Gambar lihat pada Gambar


Po = Vt x IL ----- > IL = Po / Vt = (200.000 /200) = 1000 A
Ia = IL + Ish
= 1000 A + 10 A = 1010 A

b). Ea = Ia. Ra + Vt
𝐸 −𝑉 300−200
Ra = 𝑎𝐼 𝑡 = 1010 = 0,9 … . 𝑜ℎ𝑚
𝑎
2. Generator DC 4 kutub ( P)dengan belitan amatur bentuk simplex wave winding,
mempunyai 792 penghantar pada seluruh slot (Z). Jika besar flux magnet per
kutub 0,0121 weber dan tegangan terminal tanpa beban 240 volt (Vt), serta
tegangan jatuh pada sikat diabaikan ( Vs=0) dan Ra = 2 ohm, tentukan besar
kecepatan putar generator ( N ) tersebut.
Jawab :
Rumus Ea ( dari model rangakain ekivalen )
Ea = Ia. Ra + Vt + Vs

Pada generator tanpa beban berarti arus armatur Ia = 0 jadi


Ea = ( 0. 2) + 240 + 0
= 240 volt

Dimana dalam bentuk fisik / fisika :


∅𝑥 𝑃𝑥𝑁𝑥𝑍
Ea = 𝑎 𝑥 60

0,0121 𝑥 4 𝑥 𝑁 𝑥 792
= 2 𝑥 60

Jadi putaran generator N = 751, 3 rpm ( rotate per minute )

3. Generator DC tipe kompond pendek daya output 22 Kwatt (Po), mempunyai


tegangan terminal 220 volt ( Vt ), hambatan armatur 0,05 oh ( Ra), Hambatan
kumparan medan seri 0,06 ohm (Rar ) dan hambatan medan shunt 110 ohm (
Rsh). Jika effisiensi ekonomis generator tersebut sebesar 88 % dan tegangan jatuh
pada sikat diabaikan .
Tentukan
a). Gambarkan Rangkaian ekivalen generator tersebut
b) Hitung gerak listrik kumparan amatur
c) Daya input ( Pin )
d) kopel sumbu, bila putaran generator 3000 rpm
Jawab :
a) Rangkaian ekivalen Generator DC kompond pendek

Vsh

b) Gaya gerak listrik kumparan amatur ( Ea)


Ea = Ia. Ra x IL. Rar + Vt + Vs

Po = Vt x IL
22.000 watt = 220 volt x IL
IL = 22.000 / 220 = 100 Ampere

Vsh = IL x Rar + Vt
= ( 100 A x 0,06 ) + 220 = 226 volt

Rangkaian paralel sehingga Vsh dapat dihitung dengan persamaan :


Vsh = Ish. Rsh
𝑉𝑠ℎ 226
Ish = = 110 = 2,05 𝐴
𝑅𝑠ℎ

Ia = Ish + IL ( Hukum ohm, lihat rangkai arah arus )


= 2,05 + 100 A
= 102,05 A

Variabel untuk menghitung Ea sudah lengkap :

Ea = Ia. Ra x IL. Rar + Vt + Vs


= ( 102,5 x 0,05 ) + (100 x 0,06 ) + 220 + 0
= 231,1 volt

c) Daya Input Generator : ηek = efisien ekonomis


𝑃
ηek = 𝑃 0
𝑖𝑛

22000
80 % = 𝑃𝑖𝑛

Daya input generator : Pin = 25 Kwatt

d) Kopel sumbu ( Ta )
𝑃𝑖𝑛 25000
𝑇𝑎 = 9,55 = 9,55 = 79,58 Nm
𝑁 3000

4. Sebuah generator kompond panjang bekerja pada putaran 3000 rpm memberikan
daya keluaran 22 kwatt dan tegangan terminal 220 V
SOAL 5
Sebuah generator DC shunt mempunyai arus beban 195 A dan tegangan beban 250
volt. Besar hambatan armatur 0,02 ohm, hambatan kumparan shunt 50 ohm, serta rugi-
rugi gesek 950 watt
a).Tentukan rangkaian ekivalen

Vsh

b) Gaya gerak listrik armatur ( Ea ), jika jatuh tegangan pada sikat (Vs) diabaikan
Vsh = Vt ( rangkaian Paralel)
= Ish x Rsh
𝑉 250
Ish = 𝑅 𝑡 = 50 = 5 𝐴𝑚𝑝𝑒𝑟𝑒
𝑠ℎ

Ia = IL + Ish
= ( 195 + 5 ) A = 200 A
Ea = Ia Ra + Vt + Vs
= ( 200 x 0,02 ) + 250 + 0 = 254 volt
c) Rugi tembaga total
d). Daya input
e). Efisiensi ekonomis

SOAL-SOAL LATIHAN:

Sebuah generator dc, 240 V, 100 A, dengan data sebagai berikut :


Ea [V] 50 110 210 255 280 290
If [A] 0.10 0.25 0.50 0.75 1 1.40

Rs = 0.04 Ohm, Rsh = 200 Ohm, Ra = 0.14 Ohm, Ns = 12, Nsh = 1500, n = 1200 rpm
Radj = 0 – 300 Ohm.

1. Jika generator sebagai generator shunt :


a. Berapa tegangan tanpa beban untuk Radj = 120 Ohm

b. Jika generaor shunt diatas diputar dengan 1200 rpm, torka ”input” 272 N-m,
menghasilkan arus armatur 100 A, hitunglah : Vt, Ea, Pkonv, Pcu
2. Bila generator dihubungkan secara kompon komulatif dengan putaran 1200 rpm dan
Radj = 120 Ohm,
a. Berapa tegangan terminal tanpa beban

b. Tentukan regulasi tegangannya.

3. Kalau generator soal 2) dilepaskan belitan shuntnya, kemudian dibebani 50 A, berapa


kecepatan putaran rotornya.

4. Dua buah generator eksitasi bebas masing-masing 20 KW, 230 V, Ra = 0.03 Ohm,
dan 15 KW, 240 V, Ra = 0.06 Ohm. Tegangan kedua nya dibangkitkan 230 V tanpa
beban.
a. Apabila keduanya dipasang paralel untuk mencatu beban 100 A, berapakah
tegangan terminal sistem ini

b. Jika generator II dinaikkan arus medannya agar naik gglnya 240 V, berapakah
tegangan terminal sistem sekarang

Anda mungkin juga menyukai