A.
Definisi Rasio Keuangan
Dalam laporan keuangan akan terlihat aktivitas yang sudah dilakukan perusahaan
dalam suatu periode tertentu. Aktivitas yang sudah dilakukan tersebut dituangkan dalam
angka-angka, baik dalam bentuk mata uang asing maupun dalam mata uang rupiah.
Angka-angka yang ada dalam laporan keuangan menjadi kurang berarti jika hanya dilihat
satu sisi saja. Artiya , jika hanya dengan melihat apa adanya. Angka-angka ini akan lebih
menjadi berarti, apabila dapat kita bandingkan antara satu komponen dengan komponen
lainnya. Caranya dengan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan
keuangan atau antar laporan keuangan. Setelah melakukan perbandingan dapat
disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan untuk periode tertentu. Pada akhirnya kita
dapat menilai kinerja manajemen pada periode tertentu. Perbandingan ini kita kenal
dengan nama analisis rasio keuangan.
Jadi rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada
dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu
laporan keuangan.
Contohnya, perbandingan angka-angka yang ada dalam satu laporan adalah
komponen-komponen dalam neraca. Misalnya, total aktiva lancar dengan total utang.
Selanjutnya, contoh perbandingan antar komponen yang ada di laporan keuangan adalah
antara komponen yang ada dalam neraca dengan laporan laba rugi. Misalnya, komponen
dalam laba rugi yaitu antar laba bersih dengan penjualan.
Hasil dari rasio keuangan, inilah yang digunakan untuk menilai kinerja
manajemen dalam suatu periode apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan
atau [Link] itu, juga untuk menilai kemampuan manajemen dalam
memperdayakan sumberdaya perusahaan (aset) secara efektif.
Dalam praktiknya analisis rasio keuangan suatu perusahaan digolongkan menjdi :
1. Rasio Neraca, yaitu membandingkan angka-angka yang bersumber dari neraca
2. Rasio laporan laba rugi, yaitu membandingkan angka-angka yang bersumber dari
laporan laba kediri
3. Rasio antar laporan, yaitu membandingkan angka-angka yang bersumber dari (data
campuran) baik yang ada di neraca maupun dan di laporan laba rugi.
B. Jenis-Jenis Rasio Keuangan dan Contohnya
PT ROY AKASE,Tbk.
NERACA
Per 1 Maret 2017 dan 2018
(dalam jutaan)
Periode
Aktiva Lancar Tahun 2017 Tahun 2018
Kas 1.150 1.000
Giro 125 160
Surat-surat berharga 240 190
Piutang 1.350 1.250
Sediaan 1.135 1.500
Total aktiva lancar 4.000 4.100
Aktiva tetap
Tanah 1.000 2.000
Mesin 1.500 2.500
Kendaraan 1.500 1.000
Akumulasi penyusutan (700) (850)
Total aktiva tetap 3.300 4.650
Total aktiva lainnya 1.700 2.250
Total aktiva 9.000 11.000
Utang lancar
Utang bank 400 250
Utang dagang 2.150 2.200
Utang wesel 100 50
Utang lainnnya 50 100
Total utang lancar 2700 2600
Utang jangka panjang
Utang bank 3 tahun 3.750 3.000
Utang obligasi 2.000 1.140
Utang hipotek 250 1.100
Total utang jangka panjang 4.000 3.400
Ekuitas
Modal setor 2.000 3.500
Cadangan laba 300 1.500
Total ekuitas 2300 5.000
Total passiva 9.000 11.000
PT ROY AKASE,Tbk.
Laporan Laba Rugi
Per 1 Maret 2017 dan 2018
(dalam jutaan)
Tahun 2017 Tahiun 2018
Total penjualan 8.500 10.400
Harga pokok penjualan 5.250 6.000
Laba kotor 3.250 4.400
Biaya operasi
Biaya umum dan administrasi 500 500
Biaya penjualan 1.000 1.100
Biaya lainnnya 100 100
Total biaya operasi 1.600 1.700
Laba kotor operasi 1.650 2.700
Penyusutan 700 850
Pendapatan bersih 950 1.850
Pendapatan lainnya 1.650 1.750
EBIT 2.600 3.600
Biaya bunga
Bunga bank 500 400
Bunga obligasi 200 100
Total biaya bunga 700 500
1. Rasio Likuiditas
Fred Weston, menyebutkan bahwa resio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio
yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka
pendek. Artinya, apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu untuk memenuhi
utang tersebut, terutama yang sudah jatuh tempo. Jenis-jenis rasio likuiditas tersiri
dari :
a) Rasio lancar (current ratio), merupakan rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera yang
jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dapat dikatakan sebagai
bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.
Rumus yang digunakan untuk mencari rasio lancar (current ratio), yaitu :
Ativa lancar (Current Assets)
current ratio (R) = ---------------------------------------------------------
Utang lancar (Current liabilities)
Contoh
2017 2018
Total aktiva lancar 4.000 4.100
Total utang lancar 2.700 2.600
Untuk tahun 2017
𝑅𝑝.4.000
(R) = 𝑅𝑝.2.700 = 1,48 kali (dibulatkan 1,5 kali)
Artinya, jumplah aktiva lancar sebanyak 1,5 kali utang lancar, atau setiap 1
rupiah utang lancar dijamin oleh 1,5 rupiah harta lancar, atau 1,5 : 1 antara
aktiva lancar dengan utang lancar.
Untuk tahun 2008
𝑅𝑝.4.100
(R) = 𝑅𝑝.2.600 =1,57 kali (dibulatkan 1,6 kali)
Artinya, jumplah aktiva lancar sebanyak 1,5 kali utang lancar, atau setiap 1
rupiah utang lancar dijamin oleh 1,5 rupiah harta lancar, atau 1,5 : 1 antara
aktiva lancar dengan utang lancar.
Jika rata-rata industri untuk current ratio adalah 2 kali, maka keadaan
perusahaan untuk tahun 2017 dan 2018, dalam kondisi kurang baik mengingat
rasionya dibawah rata-rata industri. Namun, ditahun 2018 ada peningkatan rasio
dari tahun sebelumnya.
b) Rasio Cepat (quick ratio), merupakan rasio yang menunjukan kemampuan
perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva
lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan. Artinya, nilai sediaan kita abaikan,
dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena
sediaan dianggap memerlukan relatif lama untuk diuangkan, apabila perusaan
membutuhkan dan cepat untuk membayar kewajibannya.
Rumus untuk mencari rasio cepat :
Aktiva lancar – sediaan (inventory)
Quick ratio = ---------------------------------------------------------------
Utang lancar
Contoh
2017 2018
Total aktiva lancar 4.000 4.100
Total utang lancar 2.700 2.600
sediaan 1.135 1.500
Untuk tahun 2017
𝑅𝑃.4.000−𝑅𝑝.1.135
Quick ratio = = 1,06 kali
𝑅𝑝.2.700
Untuk tahun 2018
𝑅𝑃.4.100−𝑅𝑝.1.500
Quick ratio = = 1 kali
𝑅𝑝.2.600
Jika rata-rata industri untuk quick ratio 1,5 kali, maka keadaan perusahaan kurang
baik dibanding dari perusahaan lain. kondisi ini menunjukan bahwa perusahaan
harus menjual sediaan bila hendak melunasi utang lancar, selain dapat menjual
surat berharga. Padahal menjual persediaan untuk harga yang normal relatif sulit,
kecuali perusahaan menjual dibawah harga pasar.
Jika rasio perusahaan diatas rata-rata industri,maka keadaan perusahaan lebih baik
dari perusahaan lain. hal ini menyebabkan perusahaan tidak harus menjual
sediaanya untuk melunasi utang lanca, tetapi dapat menjual surat berharga
c) Rasio Kas (cash ratio), merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
seberapa besar kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas
dapat ditunjukan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti
rekening giro atau tabungan yang ada di bank (yang dapat ditarik setiap saat
menggunkan kartu ATM). Dapat dikatakan rasio ini menunjukan kemampuan
sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya.
Rumus untuk mencari rasio kas dapt ditunjukan sebagai berikut :
Cash or cash equivalent
Cash ratio = ----------------------------------------
Utang lancar
Atau
Kas + Bank
Cash ratio = -----------------------------------------
Utang lancar