0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan5 halaman

Community Center BSD City: Desain Hijau

Community Center di BSD City bertujuan menciptakan fasilitas rekreasi dan edukasi bagi komunitas di kawasan tersebut. Dokumen ini membahas perencanaan Community Center dengan pendekatan hijau (green architecture), meliputi tinjauan fasilitas seperti taman bermain dan olahraga, hiburan, kuliner, serta studi banding fasilitas serupa. Lokasi yang diusulkan berada di kawasan perkantoran dan perumahan BSD City.

Diunggah oleh

triratnautami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan5 halaman

Community Center BSD City: Desain Hijau

Community Center di BSD City bertujuan menciptakan fasilitas rekreasi dan edukasi bagi komunitas di kawasan tersebut. Dokumen ini membahas perencanaan Community Center dengan pendekatan hijau (green architecture), meliputi tinjauan fasilitas seperti taman bermain dan olahraga, hiburan, kuliner, serta studi banding fasilitas serupa. Lokasi yang diusulkan berada di kawasan perkantoran dan perumahan BSD City.

Diunggah oleh

triratnautami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

COMMUNITY CENTER di BSD City

(Penekanan Desain GREEN ARCHITECTURE)


TA-118

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Serpong adalah sebuah kecamatan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi
Banten, Indonesia. Di kecamatan ini terletak kota terencana ternama yang
bernama Bumi Serpong Damai atau seringkali disingkat dengan "BSD" (kini
disebut sebagai BSD City). Kota baru BSD City ini diresmikan pada 16 Januari
1984 dan merupakan salah satu kota satelit dari Jakarta yang ditujukan untuk
menjadi kota mandiri, dimana semua fasilitas disediakan di kota tersebut mulai
dari perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata, sekaligus perumahan.
Dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),
Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memfokuskan pembangunan jangka
panjang wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2011 sampai 2030 yang akan
menjadi target pemukiman dan tujuan pendidikan bagi warga di sekitar Jakarta
dan kota penyangganya, Jabodetabekjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang
Bekasi dan Cianjur). Dapat dipastikan bahwa BSD City, yang notabene berada di
Kota Tangerang Selatan, yang mayoritas penduduknya adalah warga pendatang
atau kaum urban diprediksi akan terus meningkat pula hingga tahun 2035 dan
tentunya komunitas-komunitas yang ada di kota ini pun akan semakin beragam.
Oleh karena itu, dengan semakin bertambahnya penduduk BSD, kebutuhan
masyarakat pun makin beragam sehingga selain dibutuhkannya fasilitas-fasilitas
publik untuk menampung aktivitas-aktivitas mereka yang beragam, diperlukan
juga suatu fasilitas yang memadai untuk mewadahi komunitas-komunitas yang
berada di dalamnya.
Menyadari hal ini, dirasa perlu adanya Community Center untuk memfasilitasi
aktivitas masyarakat dan komunitas yang berkembang di dalamnya. Hal ini
dikarenakan belum adanya fasilitas rekreatif dan edukatif yang dapat
menggabungkan berbagai komunitas di BSD City. Banyak komunitas-komunitas
yang berkembang di BSD seperti salah satu contohnya komunitas skateboard,
namun mereka tidak memiliki tempat untuk menyalurkan bakat-bakat mereka

1 ALMESA YULI HASYYATI – L2B 008 007


COMMUNITY CENTER di BSD City
(Penekanan Desain GREEN ARCHITECTURE)
TA-118

sehingga pada akhirnya menggunakan ruang-ruang yang tidak tepat seperti


menggunakan jalan raya dan area parkir di pusat perbelanjaan untuk bermain.
Salah satu alasannya juga dikarenakan masih kurangnya jumlah Ruang Terbuka
Hijau (RTH) di Tangerang Selatan dimana hal ini sesuai dengan Rancangan
Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Tangerang Selatan, sehingga
menyebabkan komunitas-komunitas tersebut tidak memiliki ruang untuk
menyalurkan bakat mereka sehingga pada akhirnya mereka menggunakan fasilitas
publik yang tidak seharusnya digunakan.
Dari uraian tersebut diatas, di BSD City dibutuhkan suatu fasilitas yang
memadai untuk mewadahi komunitas-komunitas yang berkembang yang
disesuaikan dengan kebutuhan komunitas-komunitas tersebut, karakter kawasan,
dan konsep BSD itu sendiri yang tetap mengedepankan konsep eco-property.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan
dan perancangan tentang Community Center di BSD City dengan penekanan
desain Green Architecture.

1.2 Tujuan dan Sasaran


1.2.1 Tujuan
Menciptakan suatu produk desain arsitektur dengan ide-ide yang
kreatif dan inovatif dalam rancangan “Community Center di BSD City“
dengan penekanan desain Green Architecture.
1.2.2 Sasaran
Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar)
perencanaan dan perancangan “Community Center di BSD City“ melalui
aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspects) dan alur
pikir proses penyusunan LP3A dan Desain Grafis yang akan dikerjakan.

2 ALMESA YULI HASYYATI – L2B 008 007


COMMUNITY CENTER di BSD City
(Penekanan Desain GREEN ARCHITECTURE)
TA-118

1.3 MANFAAT
1.3.1 Secara Subjektif
Memenuhi persyaratan dalam menempuh mata kuliah Tugas Akhir,
serta sebagai pedoman penyusunan Landasan Program Perencanaan Dan
Perancangan Arsitektur (LP3A).
1.3.2 Secara Objektif
1. Usulan tentang Community Center di BSD City diharapkan dapat
menjadi salah satu masukan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota
Tangerang Selatan.
2. Sejalan dengan perkembangan kota dan identitasnya sebagai kota
mandiri, keberadaan Commmunity Center BSD City ini diharapkan
dapat menjadi tempat dimana ditemukannya solusi-solusi terhadap
masalah perkotaan dengan berbagai macam aktivitas penduduknya.
3. Sebagai tambahan wawasan dan perkembangan ilmu pengetahuan bagi
mahasiswa arsitektur yang akan mengerjakan mata kuliah Tugas
Akhir.

1.4 LINGKUP PEMBAHASAN


1.4.1 Ruang Lingkup Substansial
Community Center di BSD City merupakan bangunan yang bersifat
edukatif-rekreatif, namun juga memiliki sifat komersil yang sasaran
penggunaannya ditujukan kepada umum sebagai tempat berkumpulnya
komunitas-komunitas yang berkembang di lingkungannya yang di
dalamnya dilengkapi dengan taman dan fasilitas-fasilitas yang disesuaikan
dengan karakter kawasan dan kebutuhan masyarakat BSD City pada
khususnya.
1.4.2 Ruang Lingkup Spasial
Secara administratif lokasi perencanaan Community Center di BSD
City berada di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Sebagai
Daerah yang baru dibentuk, Kota Tangerang Selatan belum memiliki
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hanya disebutkan bahwa tujuh

3 ALMESA YULI HASYYATI – L2B 008 007


COMMUNITY CENTER di BSD City
(Penekanan Desain GREEN ARCHITECTURE)
TA-118

kecamatan yang ada, yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok


Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu akan dibagi dan dikelompokkan
sesuai dengan fungsi dan potensi yang ada di setiap wilayah. Dan lokasi
perencanaan ini termasuk dalam Wilayah Pusat Bisnis dan Perumahan
yang dianggap ideal dalam pemilihan tapak, terkait dengan posisinya
terhadap lingkup Kota Tangerang Selatan serta unsur-unsur lingkungan
yang berada di dalamnya.

1.5 METODE PEMBAHASAN


Metode pembahasan dilakukan dengan mengadakan pengumpulan data primer
dan sekunder untuk kemudian dianalisa untuk memperoleh dasar-dasar program
perencanaan dan perancangan.
1.5.1 Metode Deskriptif
Yaitu dengan melakukan pengumpulan data. Data yang diperoleh
merupakan data yang terdiri dari :
• Data Primer :
- Wawancara dengan narasumber untuk mendapatkan informasi.
- Observasi lapangan.
• Data Sekunder :
Pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari buku-buku
yang berkaitan dengan teori, konsep, standar perencanaan dan
perancangan pusat penelitian, juga berkaitan dengan
pengembangan dari lokasi yang akan digunakan.
1.5.2 Metode Dokumentatif
Yaitu mendokumentasikan data yang menjadi bahan penyusunan
penulisan ini. Cara pendokumentasian data adalah dengan membuat
gambar dari kamera digital.
1.5.3 Metode Komparatif
Yaitu dengan mengadakan studi banding terhadap bangunan sejenis
ataupun terhadap Community Center di berbagai negara melalui browsing
internet untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan.

4 ALMESA YULI HASYYATI – L2B 008 007


COMMUNITY CENTER di BSD City
(Penekanan Desain GREEN ARCHITECTURE)
TA-118

1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN


Sistematika pembahasan dalam Landasan Program Perencanaan Dan
Perancangan Arsitektur (LP3A) disusun dengan urutan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan tentang latar belakang perlunya pembangunan fasilitas
Community Center di BSD City, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai,
manfaat, lingkup, metode, sistematika, dan, alur pikir.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Menguraikan tentang tinjauan umum Community Center serta tinjauan
khusus fasilitas-fasilitas yang berada di dalamnya seperti tinjauan
Playground/Taman Bermain, tinjauan City Park/Taman Kota, tinjauan
Recreational Sport Section, tinjauan Entertainment Section, tinjauan
Food Court, tinjauan pendekatan arsitektur yang digunakan, serta studi
banding dan analisa serta kesimpulan dari studi banding tersebut.
BAB III DATA
Menguraikan tentang faktor pendorong, tinjauan Kota Tangerang
Selatan, tinjauan lokasi BSD City, kebijakan yang terkait dengan
RTRW Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, potensi penduduk
Kota Tangerang Selatan, serta peraturan dan tinjauan Community
Center di BSD City.
BAB IV KESIMPULAN, BATASAN, ANGGAPAN
Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan dari tinjauan teori,
hasil studi banding dan data yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN


PERANCANGAN
Menguraikan tentang dasar pendekatan konsep dengan memperhatikan
pendekatan aspek-aspek perancangan dan pendekatan program ruang
serta pemilihan lokasi dan tapak.
BAB VI KONSEP DAN PRODRAM DASAR PERANCANGAN
Membahas konsep, program, dan persyaratan perencanaan dan
perancangan arsitektur untuk Community Center di Semarang.

5 ALMESA YULI HASYYATI – L2B 008 007

Common questions

Didukung oleh AI

The planned Community Center supports BSD City's identity as a self-sustaining satellite city by offering facilities for a wide range of activities, thus reducing the need for residents to travel outside for educational and recreational purposes. This enhances the city's appeal as a self-contained community that offers necessary public facilities, aligns with long-term urban planning objectives, and caters to the diverse needs of its growing urban population .

The planning process for the Community Center in BSD City utilizes a combination of descriptive, documentative, and comparative methods for data collection and analysis. Data collection includes primary sources like interviews and field observations, and secondary sources such as literature reviews. This mixed-method approach ensures comprehensive understanding and informs the planning process, incorporating best practices and innovative design principles suitable for BSD City's needs .

The Community Center in BSD City is designed with an emphasis on Green Architecture, which integrates environmentally friendly design principles to promote sustainability. This includes using materials and processes that reduce environmental impact. The benefits include reducing energy consumption, fostering a healthier living environment, and aligning with the eco-property concept of BSD City to enhance community wellbeing and environmental stewardship .

The proposed Community Center intends to address recreational and social needs by providing green spaces, recreational facilities, and areas for community gatherings, fulfilling the desire for versatile and inclusive public spaces. The design targets the improvement of quality of life and urban sustainability, focusing on creating a multifunctional environment that caters to the varied interests and needs of the BSD City's urban populace .

Including both recreational and commercial elements in the Community Center's design in BSD City is significant as it creates a multifunctional space that attracts diverse groups, supports economic vitality, and enhances social interaction. Recreational spaces contribute to community health and engagement, while commercial facilities provide economic opportunities and sustainability, aligning with the city's self-sustaining and eco-friendly goals .

BSD City is considered an ideal location for a Community Center due to its role within the spatial planning strategy as a business and residential hub. Its positioning within the broader Tangerang Selatan area aligns with strategic growth initiatives focused on transforming the city into a self-sustained urban environment, optimizing space for community interaction and enhancing accessibility to various amenities for its growing population .

Communities in BSD City face challenges due to limited recreational spaces, which forces them to use inappropriate areas such as roads and parking lots for activities like skateboarding. The proposed Community Center aims to provide adequate and appropriate spaces for various community activities, ensuring that recreational and educational needs are met while promoting social engagement and accommodating the diverse needs of the urban population .

The Community Center's design aligns with the eco-property concept by implementing Green Architecture principles, focusing on sustainability, energy efficiency, and minimal environmental impact. This approach supports BSD City's broader architectural goals of creating environmentally responsible and resource-efficient urban development, reinforcing its identity and appeal as a modern eco-friendly satellite city .

The objectives behind creating the Community Center in BSD City are to devise a creative and innovative architectural design that emphasizes Green Architecture principles. It also aims to provide a conducive environment for community interactions, address urban challenges, and serve as a hub for diverse activities that align with BSD City's concept as an eco-friendly satellite city .

Comparative analysis methods used include browsing international examples of community centers to gain insights into successful design elements and facility inclusions. This helps in understanding international standards and adaptations suitable for local needs, enhancing the Center's design by integrating best practices, and ensuring it meets global benchmarks for functionality and sustainability .

Anda mungkin juga menyukai