Panduan Dasar Menggunakan GMT
Panduan Dasar Menggunakan GMT
SEDERHANA
DASAR-DASAR MENGGUNAKAN
GENERIC MAPPING TOOL (GMT)
Membuat Peta Sederhana | Membuat Grafik
AULIA KHALQILLAH
DEKLARASI
Catatan sederhana Dasar-Dasar Menggunakan Generic Mapping Tool (GMT) ditulis sebagai
rangkuman pribadi maupun dapat digunakan untuk sesama dalam kegiatan belajar dan
mengajar. Catatan di dalam ini bersumber dari pengalaman penulis belajar selama masa studi
perkuliahan maupun beberapa sumber yang dicantumkan pada halaman terakhir dari catatan
ini. Silahkan dipergunakan dengan sebaik-baiknya materi yang ada di dalam catatan
sederhana ini.
Banda Aceh, 2017
Aulia Khalqillah
Bagian 1 – Pengenalan Generic Mapping Tool
GMT meruapakan pemrograman open source yang digunakan untuk mengolah data dalam bentuk geografis maupun kartesian. Misalnya seperti pembuatan
peta suatu wilayah atau grafik suatu data yang telah dianalisis ([Link]
Bagian 2 – Proses Instalisasi
GMT dapat dijalankan pada sistem operasi Linux (Ubuntu), Windows dan MacOS. Pada modul ini, akan dijelaskan tahap instalisasi pada sistem operasi MacOS.
Perlu diketahui juga bahwa, proses instalisasi pada MacOS sesuai/sama dengan Linux(Ubuntu). Untuk proses instalisasi pada Windows akan dijelaskan pada
kesempatan selanjutnya.
Apa-apa saja yang perlu anda siapkan?
1. Koneksi interet yang mendukung (jaringannya stabil)
2. Beberapa file yang harus anda download (GMT pada modul ini adalah versi 5.4.2)
a. File DCW dapat di download pada link [Link]
b. File GSHHG dapat di download pada link [Link]
c. File GMT dapat di download pada link [Link]
3. Install cmake melalui terminal dengan perintah brew install cmake (untuk macOS) dan sudo apt-get install cmake (untuk Ubuntu)
4. Untuk menjalankan GMT di macOS, anda harus menginstall Xquartz yang dapat di download pada link
[Link]
5. Setelah anda mendownload Xquartz, silahkan diinstal dengan hanya cukup mengikuti saja perintahnya.
6. Kemudian, anda juga harus menginstall ghostscript untuk perintah yang akan digunakan ketika GMT dijalankan. Cukup ketikkan perintah brew install
ghostscript (untuk MacOs) dan sudo apt-get install ghostscript (Untuk Ubuntu) pada terminal anda dan tunggu prosesnya hingga selesai. Selain
ghostscript anda juga bisa menggunakan ghostview.
Apabila anda sudah mempunyai ketiga file tersebut, ikuti langkah berikut untuk proses instalilasinya.
1. Buatlah ketiga file yang sudah di download sebelumnya menjadi satu folder (dalam modul ini dibuat folder dengan nama GMT-5.3.1, karena saya
menggunakan versi 5.3.1. Anda tinggal sesuaikan dengan versi yang anda gunakan).
2. Kemudian, folder GMT-5.3.1 silahkan disimpan pada direktori yang mudah diingat, misalnya dalam modul ini saya letakkan pada direktori
Users/aulia/pack/GMT-5.3.1 (bisa disesuaikan dengan keinginan anda). Catatan : pack merupakan folder khusus yang saya buat hanya untuk
menginstal aplikasi-aplikasi tertentu yang proses instalisasinya melalui terminal.
3. Selanjutnya anda masuk ke folder GMT-5.3.1 dan ekstrak ketiga file yang sudah di download sebelumnya. Sehingga diperoleh seperti berikut
4. Untuk folder dcw-gmt-1.1.2 silahkan diubah nama folder menjadi dcw dan untuk folder gshhg-gmt-2.3.6 silahkan diubah nama folder menjadi coast
5. Sekarang silahkan copy-kan folder dcw dan coast ke dalam folder gmt-5.3.1/share, sehingga diperoleh seperti berikut
6. Silahkan buka terminal pada MacOS anda (command + space bar dan ketikan ‘terminal’). Kemudian masuklah ke dalam folder GMT-5.3.1 melalui
terminal (pada modul ini folder terletak pada ~/pack/GMT-5.3.1/gmt-5.3.1
7. Kemudian ketikkan perintah cp cmake/[Link] cmake/[Link] pada terminal anda.
8. Kemudian ketikan perintah atom cmake/[Link] pada terminal anda, sehingga akan muncul text editor seperti berikut. (Catatan : atom
merupakan text editor yang saya gunakan. Bila anda tidak memiliki text editor atom, anda bisa menggantinya dengan perintah open –a TextEdit
9. Editlah seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas. Kotak 1 mengatur letak folder coast yang sebelumnya disimpan pada folder share. Begitu juga
dengan kotak 3 untuk mengatur folder dcw. (direktorinya disesuaikan dengan letak anda simpan folder terkait). Kotak 2 dan 4 hanya dihilangkan
tanda pagarnya (#) saja. Setelah diedit, maka disimpan (command + S) lalu keluar dari text editor.
10. Kemudian pada layar terminal, ketikan mkdir build untuk membuat folder dengan nama build.
11. Masuk ke folder build melalui terminal dengan perintah cd build
12. Kemudian tuliskan perintah cmake –DCMAKE_INSTALL_PREFIX=/usr/local/ -DCMAKE_BUILD_TYPE=RelWithDebInfo ..
13. Selanjutnya ketikkan make pada terminal anda, tunggu prosesnya selesai.
14. Terakhir silahkan ketikkan pada terminal anda sudo make install, tunggu prosesnya selesai.
Instalasi CSH
1. Apabila anda belum menginstall csh (perintah shell), silahkan buka terminal anda dan ketikkan brew install csh (untuk MacOs) dan sudo apt-get install
csh(untuk Ubuntu)
2. Apabila proses installnya bermasalah, silahkan ketik dengan perintah brew install tcsh pada terminal anda.
3. Apabila proses selesai, silahkan anda ketik gmt pada terminal anda. Apabila keluar seperti tampilan berikut, maka GMT anda sudah berhasil diisntal
Csh merupakan script shell yang digunakan dalam modul ini unutk menjalankan script yang dirancang. Setiap pembuatan script selalu dimulai dengan
perintah #!/bin/csh pada awal baris script yang dirancang. Tanpa adanya penulisan perintah terkait, maka script yang dirancang tidak akan bisa
dijalankan.
Catatan :
Pada sistem operasi Linux (dalam hal ini adalah Ubuntu) tidak perlu menginstall Xquartz. Langsung saja menginstall GMT-nya saja. Xquartz hanya
digunakan pada sistem operasi MacOS.
Bagian 3 – PSBASEMAP
Psbasemap merupakan perintah dalam GMT (Generic Mapping Tool) yang digunakan untuk membuat kerangka dari sebuah peta maupun non-peta (seperti
grafik antara sumbu x dan sumbu y). Berikut script GMT untuk membuat bingkai sederhana berdasarkan nilai koordinat suatu wilayah :
#!/bin/csh
#tanpa grid
psbasemap -R90/150/-15/15 -JM10 -Ba20f10/a20f10 -Y5 -K -P > [Link]
3. Buatlah file text editor dengan nama [Link] melalui terminal Xquartz dengan perintah atom [Link], kemudian tekan enter
atom merupakan text editor yang digunakan pada modul ini. Text editor lain juga bisa anda gunakan apabila anda tidak memiliki atom. Secara umum
untuk membuka sebuah text editor pada terminal di mac digunakan perintah open –a (nama file).
4. Kemudian, salinlah script di atas ke dalam file [Link], kemudian simpan.
5. Setelah itu, silahkan anda jalankan file [Link] dengan perintah csh [Link] dan kemudian tekan enter
hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut
Bagian 4 – PSCOAST
Pscoast merupakan perintah yang digunakan pada GMT untuk membuat garis yang membentuk sebuah wilayah yang hendak ditampilkan. Tampilan garis
wilayah tersebut dihasilkan dari masukan nilai koordinat wilayah terkait, baik dari nilai Longitude dan Latitude. Berikut script pscoast untuk membuat garis yang
membentuk sebuah pulau.
#!/bin/csh
Bagian 5 – Membuat Peta Sederhana
Pembuatan peta sederhana menggunakan GMT dilakukan dengan penggabungan perintah psbasemap dan pscoast dari script yang sudah dibahas sebelumnya.
Berikut script GMT untuk membuat peta sederhana.
#!/bin/csh
catatan : file [Link], [Link] dan [Link] (file garis/batas lempeng) harus berada dalam folder yang sama dengan file [Link]
Bagian 9 – PSSCALE (Membuat Skala Bar)
Sudah seharusnya dalam peta topografi atau pun suatu data yang ditampilkan dalam bentuk tomografi memiliki skala bar, seperti pada gambar di bawah ini
sumber : [Link]
Berikut langkah pembuatan dari skala bar pada GMT.
#!/bin/csh
#membuat skala bar >> -Dpergeseran sumbux/pergeseran sumbu y/panjang skala/lebar skala ; -Bselang nilai
skala:satuan: ; h = format lanscape skala
psscale -[Link] -D1.4i/-0.4i/3i/0.1ih -B4000:"elevasi(meter)": -O -K >> simple_skala.ps
pada perintah psscale (tulisan merah bold) merupakan script untuk menampilkan skala bar pada GMT. Ukuran skala bar terletak pada komponen –D(pergesaran
sumbu x)/(pergeseran sumbu y)/(panjang ukuran skala)/(lebar ukuran skala). Ukuran yang digunakan adalah inchi dengan diwakili oleh huruf “i”. Tanpa
adanya huruf “i” maka ukurannya secara otomatis menjadi sentimeter. Sedangkan huruf “h” berfungsi sebagai pengaturan posisi skala bar menjadi landscape
(horizonal), apabila tidak ditulis huruf “h” maka skala bar akan memiliki posisi potrait (vertikal).
Bagain 10 – Membuat Grafik Dengan GMT
Pada GMT kita juga bisa memplot suatu data ke dalam bentuk grafik sesuai dengan data yang digunakan. Misalnya memplot data kecepatan terhadap waktu
atau memplot data suhu terahap kedalaman suatu pengukuran geotermal. Berikut penjelasan langkah yang harus dilakukan.
1. Bukalah terminal pada Xquartz dengan menekan command + N
2. Masuklah ke folder kerja (dalam hal ini adalah folder LatihanGMT) dengan menulis cd Documents/LatihanGMT
3. Buatlah suatu file berekstensi .txt dengan nama file [Link] dalam folder LatihanGMT melalui terminal Xquartz dengan menulis atom [Link] (atom
merupakan text editor yang digunakan dalam modul ini. Penggunaan text editor disesuaikan dengan yang anda miliki. Lihat penjelasan pada bagian
sebelumnya). Salinlah data berikut ke dalam file [Link]
0 4
2 10
4 18
6 16.5
8 20
10 17
kemudian simpan dan keluar dari text editor
4. Kemudian buatlah file dengan menulis atom [Link], salinlah script berikut ke dalam file [Link]
#!/bin/csh
6. File [Link] diletakkan pada bagian psxy mengingat data yang ada pada grafik adalah berupa garis (baris psxy berwarna merah).
7. Untuk membuat judul grafik terletak pada bagian psbasemap komponen –B (lihat pada baris psbasemap tulisan warna merah). WSne merupakan posisi
dimana nama sumbu diletakkan, untuk W = west, S = south, N = North dan E = East. Apabila huruf ditulis kapital, maka pada posisi tersebut nama sumbu
diletakan.
Bagian 11 – PEMBAHASAN KOMPONEN PADA GMT
Pada bagian 9 ini akan lebih menjelaskan maksud dari setiap komponen dari bagian-bagian sebelumnya. Apa itu -R, -J, -B, -Y, -K dan komponen lainnya. Berikut
penjelasannya.
#!/bin/csh merupakan header (kepala) dari script yang hendak dibuat. Header tersebut akan dijalankan melalui terminal, baik dari sistem operasi Linux maupun
MacOs. Csh sendiri merupakan perintah yang digunakan untuk menjalankan script program yang dibuat. Maka dari itu, setiap script yang akan dijalankan pada
terminal digunakan perintah csh nama_file
1. Region (Koordinat)
Untuk membuat suatu peta tentunya dibutuhkan suatu nilai koordinat berupa Longitude dan Latitude. Ketika inigin membuat suatu grafik dibutuhkan
suatu nilai pada sumbu X dan sumbu Y. Nilai-nilai tersebut pada GMT diinput pada simbol –R (dengan tanda minusnya) yang bisa dikatakan sebagai nilai
regionnya. Format penulisannya adalah sebagi berikut :
Untuk membuat sebuah peta dengan
koordinat tertentu
-R(minimum longitude)/(maksimum longitude)/(minimum latitude)/(maksimum latitude)
Contoh :
-R90/110/-5/5
Untuk mebuat sebuah grafik kartesian
-R(minimum sumbu X)/(maksimum sumbu X)/(minimum sumbu Y)/(maksimum sumbu Y)
Contoh :
-R0/20/0/40
Sekilas kedua format tersebut tidak memiliki perbedaan. Perbedaannya akan terlihat pada komponen proyeksi yang akan dijelaskan pada poin berikut
ini.
2. Proyeksi
Secara sederhana dijelaskan dalam modul ini proyeksi pada GMT merupakan bagaimana tampilan yang akan dihasilkan. Apakah tampilan suatu peta
wilayah atau bentuk grafik kartesian (pada modul ini hanya membahas dua jenis proyeksi tersebut). Format penulisan proyeksi itu sendiri adalah sebagai
berikut :
Untuk proyeksi yang akan menghasilkan dalam bentu peta, seperti pada modul bagian 5.
Contoh :
-JM(nilai proyeksi)
-JM10, -JM15
semakin besar nilai proyeksinya, maka semakin besar tampilan yang akan dihasilkannya
Untuk proyeksi yang akan menghasilkan dalam bentuk grafik kartesian, seperti pada gambar di
bawah ini
Contoh :
-JX10, -JX15
-JX(nilai proyeksi)
Pada penulisan format proyeksi bisa juga ditulis seperti
–JM(nilai proyeksi sumbu X)/(nilai proyeksi sumbu Y) untuk membuat peta
atau
–JX(nilai proyeksi sumbu X)/(nilai proyeksi sumbu Y) untuk grafik kartesian
artinya, nilai proyeksi pada tiap sumbu menandakan bahwa, semakin besar nilainya maka proyeksi tiap sumbu akan semakin besar/panjang. Begitu juga
untuk sebaliknya. Format penulisan tersebut berlaku untuk proyeksi peta maupun grafik kartesian.
3. Selang/Jumping
Selang atau disebut dengan jumping merupakan format yang digunakan memberi nilai selang antar nilai utama. Format penulisannya adalah sebagai
berikut ;
Contoh :
-B5
-B(nilai selang)
artinya, apabila suatu sumbu memiliki rentang nilai dari 0 sampai 20, maka akan memiliki selang
dengan nilai 5. Maka akan ditampilkan seperti 0, 5, 10, 15, 20
Contoh :
-Ba10f5
artinya, apabila suatu sumbu memiliki rentang nilai 0 sampai 20, maka akan memiliki selang dengan
-Ba(nilai selang)f(nilai
nilai 10 dan subselang dengan nilai 5. Sehingga akan ditampilkan seperti 0, 5, 10,15,20 dengan nilai
selang)
subselangnya tidak ditampilkan dengan angka melainkan dengan garis saja.
Huruf ‘f’ menunjukan bahwa pada hasil yang ditampilkan tidak akan memberikan tampilan grid.
Cukup menggantikan dengan huruf ‘g’ maka akan ditampilkan grid pada hasil projek yang dikerjakan.
4. Pewarnaan
Pada GMT untuk pewarnaan ditulis dengan format
-G(warna)
inputan warna tersebut dapat berupa nilai RGB atau warna secara deafult seperti red, blue, yellow, magenta, cyan, green, black dan white
Untuk warna RGB silahkan kunjungi link berikut
[Link]
Contoh penulisan :
-Gred, -Gblue, -G0/0/255, -G0/255/255
5. Ketebalan Garis
Pada GMT untuk membuat ketebalan garis ditulis dengan format
-W(nilai),warna
semakin besar nilainya maka garis semakin tebal. Perintah –W ini digunakan pada bagian pscoast dan psxy.
6. Simbol
Pada GMT juga dapat membuat suatu simbol untuk menandakan suatu lokasi atau titik dengan format penulisan
-Sc(ukuran simbol) Simbol lingkaran
-St(ukuran simbol) Simbol segitiga
-Ss(ukuran simbol) Simbol kotak
-Sn(ukuran simbol) Simbol segi lima
-Sd(ukuran simbol) Simbol ketupat
-Sg(ukuran simbol) Simbol segi delapan
-Sh(ukuran simbol) Simbol segi enam
-Sa(ukuran simbol) Simbol bintang
-Si(ukuran simbol) Simbol segitiga terbalik
Format penulisan lengkapnya adalah sebagai berikut
echo "95.3221 5.5566" | psxy -R -JM -Sc0.5 -Gblue -W1.0,red -O -K >> contoh_simbol.ps
koordinat di atas menunjukan letak/posisi simbol berada. Berikut script lengkap membuat simbol :
#!/bin/csh
#membuat simbol
echo "95.3221 5.5566" | psxy -R -JM -Sc0.5 -Gblue -W1.0,red -O -K >> contoh_simbol.ps
KHUSUS :
Untuk simbol –O berfungsi untuk memasukan semua perintah yang ada ke dalam PostScript yang dibuat. Tanpa ada simbol –O pada suatu baris, maka perintah
baris diatasnya tidak akan ditampilkan sama sekali.
Untuk simbol –K juga berfungsi untuk memasukan semua perintah yang ada ke dalam PostScript yang dibuat. Tanpa ada simbol –K pada sutau baris, maka
maka perintah baris di bawahnya tidak akan ditampilan sama sekali.
Sumber
1. [Link]
2. [Link]