0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan12 halaman

Jenis dan Fungsi Kondensator Elektronik

Dokumen tersebut membahas tentang kondensor atau kapasitor, yaitu komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik sementara. Dokumen menjelaskan jenis, cara kerja, satuan kapasitansi, rangkaian, dan cara membaca nilai kapasitor.

Diunggah oleh

Zuhary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan12 halaman

Jenis dan Fungsi Kondensator Elektronik

Dokumen tersebut membahas tentang kondensor atau kapasitor, yaitu komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik sementara. Dokumen menjelaskan jenis, cara kerja, satuan kapasitansi, rangkaian, dan cara membaca nilai kapasitor.

Diunggah oleh

Zuhary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Suharyadi

NIM : 15504241061
Kelas :C

Kondensor
Kondensor/ Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator
(Condensator) adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik
dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan Kapasitor
tersebut diambil dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal
dari Inggris. Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada umumnya
Kapasitor yang digunakan dalam peralatan Elektronika adalah satuan Farad yang dikecilkan
menjadi pikoFarad, NanoFarad dan MicroFarad.

Konversi Satuan Farad adalah sebagai berikut :

1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)


1µF = 1.000nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

Kapasitor merupakan Komponen Elektronika yang terdiri dari 2 pelat konduktor yang
pada umumnya adalah terbuat dari logam dan sebuah Isolator diantaranya sebagai pemisah.
Dalam Rangkaian Elektronika, Kapasitor disingkat dengan huruf “C”.

Kondensator/Capasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan
penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk
memperbesar kapasitansi. Jenis kondensator/kapasitor ini diantaranya adalah : keramik,
kertas, kaca, mika, polyister dan elektrolit.
Macam – Macam Kondensor
Berdasarkan bahan Isolator dan nilainya, Kapasitor dapat dibagi menjadi 2 Jenis yaitu
Kapasitor Nilai Tetap dan Kapasitor Variabel. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya untuk
masing-masing jenis Kapasitor :

A. KAPASITOR NILAI TETAP (FIXED CAPACITOR)

Kapasitor Nilai Tetap atau Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak
berubah-ubah. Berikut ini adalah Jenis-jenis Kapasitor yang nilainya Tetap :

1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk
bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau polaritas, jadi
dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor
Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.
Kapasitor yang berbentuk Chip (Chip Capasitor) umumnya terbuat dari bahan Keramik yang
dikemas sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan peralatan Elektronik yang dirancang makin
kecil dan dapat dipasang oleh Mesin Produksi SMT (Surface Mount Technology) yang
berkecepatan tinggi.

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk
persegi empat. Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika
(tidak memiliki polaritas arah)

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)

Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Kertas dan pada umumnya
nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak memiliki
polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Nilai
Kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor Mika juga
dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit
(Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan
ELCO ini sering dipakai pada Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi
(Capacitance) yang tinggi. Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-) dan
Negatif (-) ini menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus dan sekaligus sebagai
terminal Negatif-nya. Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga
ribuan microfarad (µF). Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera Nilai
Kapasitansi, Tegangan (Voltage), dan Terminal Negatif-nya. Hal yang perlu diperhatikan,
Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan
melampui batas kamampuan tegangannya.

6. Kapasitor Tantalum

Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti halnya
Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari Elektrolit. Disebut dengan
Kapasitor Tantalum karena Kapasitor jenis ini memakai bahan Logam Tantalum sebagai
Terminal Anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi
dibanding dengan tipe Kapasitor Elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar
tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor
Tantalum merupakan jenis Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada
peralatan Elektronika yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.

B. KAPASITOR VARIABEL (VARIABLE CAPACITOR)

Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-
ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :

1. VARCO (Variable Condensator)

VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar
dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio
(digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar
antara 100pF sampai 500pF

2. Trimmer

Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga
memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari
2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang
mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah.
Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang
Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.
Rangkaian Seri dan Pararel Kondensor
A. Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Paralel Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Kapasitor
yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel. Dengan menggunakan Rangkaian
Paralel Kapasitor ini, kita dapat menemukan nilai Kapasitansi pengganti yang diinginkan.

Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

Ctotal = C1 + C2 + C3 + C4 + …. + Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor


C1 = Kapasitor ke-1
C2 = Kapasitor ke-2
C3 = Kapasitor ke-3
C4 = Kapasitor ke-4
Cn = Kapasitor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Paralel Kapasitor

B. Rangkaian Seri Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Seri Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah dan lebih Kapasitor yang
disusun sejajar atau berbentuk Seri. Seperti halnya dengan Rangkaian Paralel, Rangkaian Seri
Kapasitor ini juga dapat digunakan untuk mendapat nilai Kapasitansi Kapasitor pengganti
yang diinginkan. Hanya saja, perhitungan Rangkaian Seri untuk Kapasitor ini lebih rumit dan
sulit dibandingkan dengan Rangkaian Paralel Kapasitor.
Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4 + …. + 1/Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor


C1 = Kapasitor ke-1
C2 = Kapasitor ke-2
C3 = Kapasitor ke-3
C4 = Kapasitor ke-4
Cn = Kapasitor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Seri Kapasitor

Kapasitas dan Cara Membaca Kapasitas


Banyaknya muatan listrik per detik ditentukan dalam satuan Qoulomb (Q), sedangkan
kemampuan Kondensator/Capasitor menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya
adalah Farad (F).

Kondensator juga memiliki Tegangan kerja (working Voltage) yaitu tegangan maksimum
yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Contoh tegangan kerja
pada kondensator, apabila pada badan Elco (Condensator Electrolit) tertulis di badannya 220
uF / 25 V, berarti kondensator ini mempunyai kapasitas menyimpan muatan listrik 220 uF,
sedangkan tegangan listrik maksimal yang diperbolehkan sampai 25 volt, jika dialiri tegangan
listrik lebih dari 25 volt, maka elco ini akan rusak (meledak).

Kondensator/Capasitor Non Polar


Kondensator/Capasitor non polar adalah Capasitor yang elektrodanya tanpa memiliki kutup
positif (+) maupun kutup negatif (-) artinya jika pemasangannya terbaik maka Capasitor tetap
bekerja.
Contoh Kondensator/Capasitor nonpolar yaitu : Kondensator/Capasitor variable (Varco).
Kertas, Mylar, Polyester, Keramik dsb.

Pada Kapasitor angka yang tertulis di badannya merupakan nilai kapasitansi kapasitor
tersebut. Apabila pada badannya tertulis satu / dua angka maka bisa kita langsung baca
kapasitasnya dengan satuan pF (pico farad).

Contoh, kapasitor keramik diatas tertuliskan dua angka 68, maka kapasitansi kapasitor
tersebut adalah 68 pF. Sedangkan jika ada 3 angka, maka angka pertama dan kedua adalah
nilai nominal, sedangkan angka ketiga adalah faktor pengali.

Pada gambar diatas tertulis angka 104 berarti angka pertama dan kedua menunjukkan nilai
yaitu 10 dan angka ketiga angka 4 yang berarti faktor pengali = 10000, nilai kapasitor
keramik tersebut adalah 10 ×10000=100000pF = 100 nF = 0,1 uF , berikut tabel pengali nilai
kapasitor :
atau lebih mudahnya lihat gambar berikut :

Angka pertama dan kedua nilai nominal sedangkan angka ketiga banyaknya angka nol.
Sehingga nilai capasitor diatas adalah 10000 pF = 10 nF = 0,01 uF

Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti
pada resistor.

kapasitor polyester

Kode Warna Kapasitor

Contoh : Pada sebuah kapasitor pada badannya berwarna Coklat, Hitam, Orange. maka nilai
kapasitansi (lihat tabel) condensator tersebut adalah : 103 = 10 x 1000 = 10000 pF = 10nF =
0,01 uF

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal kondensator ada toleransinya. Nilai
toleransi Kondensator ditentukan dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel
di bawah pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera
menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya
adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang
direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125C.
Tabelnya sebagai berikut :

Tabel Karakteristik Condensator

Tabel Karakteristik Toleransi capasitor

Dari tabel diatas kita bisa tahu, karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah
pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan
maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya
kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc.
Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar
bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana
kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R,
maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai
+125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat.

Kondensator/Capasitor Polar
Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya mempunyai dua kutup, yakni kutub positif (+) dan
kutub negatif (-). Apabila Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka
pemasangannya tidak boleh terbalik. Contonya adalah Capasitor elektrolit (elco) dan
Tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub –kutubnya sudah tertera pada badan
komponen tersebut.

Capasitor elektrolit (elco)

Kondensator Tantalum
Contoh : Elektrolit Kondensator (Elko) dibadannya tertulis 10 µF/ 16V ini berarti kapasitansi
dari elco tersebut adalah 10 µF, sedangkan tegangan kerjanya maksimal 16 Volt, jika elco
tersebut diberi tegangan lebih dari 16 volt elco tersebut akan rusak. Demikian pula dengan
condensator tantalum cara membacanya sama persis dengan elco.

Untuk menentukan kaki kutub (+) dan (-) dari elco maupun tantalum, kita bisa melihat tanda
yang tertera pada badan komponen tersebut, jika pada elco yang ditandai dengan anak panah
adalah kutub negatif (-) sedang pada tantalum kutub positifnya ditandai dengan tanda (+).
Tantalum banyak dipakai saat ini pada peralatan elektronika komputer (misalnya
motherboard)
Condensator Tidak Tetap

Condensator Tidak Tetap (Varco)


Kondensator ini dapat kita ubah-ubah nilai kapasitasnya sesuai kebutuhan. Kapasitasnya ada
yang 0-30pf, 0-100pf, dll. kondensator jenis ini biasa disebut dengan variable Condensator
atau Varco.

Aplikasi Penggunaan Kondensor


Rangkaian Alarm Sentuh

Cara kerja dari rangkaian alarm sentuh antara lain, yakni ketika tangan anda meraba titik sentuh,
maka rangkaian akan menghasilkan suara musik pada speaker piezo. Kalau anda ingin membuat
rangkaian alarm sentuh, tidak perlu bingung dengan bahan karena rangkaian ini menggunakan
komponen dalam jumlah yang tidak banyak. Cocok sekali untuk anda yang masih pemula dalam
urusan merangkai komponen elektronika. Rangkaian alarm sentuh ini dijamin dapat meningkatkan
pengalaman anda di bidang elektronika. Dalam kisaran normal, speaker tidak akan bekerja ketika
ditekan. Tetapi berbeda dengan titik A pada Q1 dan Q2 yang akan mengalir dan bekerja. Kalau anda
merasa bingung, anda bisa mencoba mencari bagan dari rangkaian alarm sentuh ini.

Gambar Skema Rangkaian Alarm Sentuh

Seperti yang sudah diketahui, rangkaian alarm sentuh ini memiliki banyak sekali kegunaan.
Rangkaian alarm sentuh tidak hanya dirakit sebagai mainan. Tetapi juga dapat dikonversi menjadi
sebuah alat untuk memperingatkan orang-orang akan sesuatu. Salah satu ide unik dengan
menggunakan rangkaian alarm sentuh adalah dengan menggunakannya sebagai tanda seseorang
masuk ke dalam sebuah ruangan. Anda tinggal menyesuaikan dengan gaya tali di kenop pintu.
Nantinya anda akan tahu ketika ada orang yang masuk ke dalam ruangan. Dengan begitu keamanan
pun menjadi lebih meningkat. Selain itu, rangkaian alarm sentuh masih bisa dimanfaatkan oleh
banyak hal lainnya.

Rangkaian Alarm Mobil

Terdapat sebuah rangkaian alarm mobil berbentuk radio FM kontrol yang anti pencurian. Benda ini
dapat digunakan kendaraan apapun yang memiliki sistem suplai DC 6-12 volt. Rangkaian bisa anda
pasang di kendaraan ataupun di mobil. Dengan begitu dapat memberikan peringatan dini ketika mobil
yang anda parkir akan menjadi sasaran pencurian. Rangkaian alarm mobil berbasis radio FM ini
dapat secara bebas disimpan di dalam. Penerima disetel ke frekuensi transmitter. Kemudian ketika
pemancar dan sinyal yang diterima oleh penerima radio FM, maka akan ada suara mendesis pada
output penerima. Hal ini akan menyebabkan transistor T3 relay driver yang mendapatkan basis maju
yang dibias lewat resistor 10k R5 relay mendapatkan energi.
Gambar Skema Rangkaian Alarm Mobil

Kemudian nantinya, ketika orang lain mencoba untuk mengendarai mobil anda dan membawanya,
hubungan radio dengan mobil dan alarm akan rusak. Sehingga hasil modul radio FM akan mendesis.
Sinyal AC yang digabungkan untuk relay beralih ke rangkaian melalui audio transformator. Sinyal AC
yang diperbaiki dan disaring oleh dioda D1 dan kapasitor C8 serta tegangan DC positif akan
menghasilkan serta memberikan bias maju ke transistor T2. Lalu, transistor T2 aktif dan akan menarik
transistor relay T3 ke permukaan tanah. Relay menjadi aktif dan akhirnya alarm terhubung melalui
kontak relay N/C. Kalaupun pencuri memotong alarm kabel dan memutus pemancar baterai, remote
alarm akan tetap aktif karena tidak ada sinyal dan penerima terus memproduksi suara mendesis.
Rangkaian alarm mobil ini pun layak dikatakan cukup handal dan canggih.

Anda mungkin juga menyukai