Apple
Apple
by
Redaksi
posted on
Dec 29, 2011
2
Dunia cukup mengenal Apple sebagai perusahaan yang sukses dari desain produk
mereka yang brilliant. Hanya sedikit pihak yang menyadari bahwa Apple juga memiliki
substantial competitive advantage lainnya yaitu sebuah operational excellence yang
dapat disetarakan dengan operasional dari Wal-Mart, Toyota, dan Southwest. Apple
mengatur operasional mereka dengan sangat baik dalam bidang manufaktur,
pembelanjaan, dan logistik.
Apple merancang sistem mereka untuk dapat menghadirkan produk terbaik bernilai
jual tinggi dengan biaya pembuatan yang rendah. Kedua hal inilah yang membuat brand
mereka semakin terkenal dan mampu menyaingi kompetitor lainnya. Kami akan
mencoba merangkum sistem operasional yang diterapkan oleh perusahaan Apple
tersebut.
Apple telah menciptakan bisnis dengan large cost advantage (melalui supply chain dan
fokus) dan pricing power (melalui product excellence dan branding). Kombinasi ini
membuat Apple berada dalam kesuksesan dengan produk yang lebih baik, nilai
branding yang tinggi, dan penempatan yang low-cost
Apple mendapatkan cost advantage yang besar melalui sistem supply-chain dan
pemfokusan produk mereka. Kedua sistem ini membuat Apple dapat menghasilkan
produk dengan cost yang serendah mungkin dan mampu mengalahkan cost dari produk
kompetitor lainnya dengan spesifikasi sama.
Operasional ini juga membuat Apple dapat meng-handle sebuah peluncuran produk
besar-besaran tanpa harus mempertahankan banyak inventory yang mengalami
penurunan harga. Kita dapat melihatnya dari pricing produk iPad yang hanya dapat
disaingi oleh sedikit kompetitor. Gene Munster selaku analis dari Piper Jaffray
mengatakan bahwa iPad sendiri masih mendapat margin keuntungan 25% dari harga
jualnya.
Tidak seperti pesaing lainnya, Apple mempunyai retail milik mereka sendiri yaitu Apple
Store. Dengan adanya Apple Store ini mereka dapat melacak demand dari konsumen
dalam hitungan jam dan mengatur produksi harian mereka. Keberadaan retail ini juga
membuat memudahkan mereka dalam mengontrol perbandingan cost dengan harga
jual yang diinginkan.
Apple melakukan produksi selayaknya sebuah butik kecil yang terkenal. Cukup dengan
sebuah tim kecil dari desainer dan engineer mereka membuat suatu jenis produk
dengan usaha keras dan menyempurnakannya agar produk itu bertahan lama. Anda
tentu dapat melihat perusahaan lain yang membuat banyak produk untuk mencegah
resiko kegagalan pasar. Namun Steve Jobs menyatakan bahwa pemfokusan ini akan
menghasilkan level atensi publik yang tinggi dan excellence. Resiko memang akan
sangat besar jika salah satu dari produk ini gagal. Untuk itu Apple menuntut
kesempurnaan pada setiap produknya.
Keputusan Apple untuk memfokuskan pada beberapa produk saja ditambah dengan
sedikit kostumisasi telah menghasilkan sistem yang low-cost dengan keuntungan yang
besar. Gartner, Inc. telah menetapkan Apple sebagai perusahaan dengan supply chain
terbaik selama 4 tahun terakhir. Para ahli operasional dari Apple tidak hanya membuat
produk mereka low-cost, tetapi juga menguasai berbagai supplier dalam skala besar
untuk mengurangi kompetitor lainnya.
Seperti yang telah kita bahas di atas, Apple memiliki cost advantage yang cukup besar
dari sistem supply-chain dan pemfokusan produk mereka. Dengan nilai cost yang
rendah tersebut, Apple dapat mengatur margin keuntungan mereka sesuai dengan
keinginan dan kondisi pasar. Sebagai contoh Apple baru saja membuat
suatu perubahan dengan mengeluarkan iPhone 4S dengan harga yang bisa dibilang
cukup murah dalam sejarah Apple. Apple memang masih menjadi pemimpin di industri
teknologi high-price. Namun mungkin melihat kondisi persaingan saat itu akhirnya
Apple memutuskan untuk mengeluarkan iPhone 4S dengan harga murah tanpa harus
khawatir akan besarnya cost.
Tidak puas dengan itu, Apple telah menciptakan citra terbaik di kalangan pelanggannya
dengan kualitas produk terbaik. Product excellence ini telah membuat nilai branding
mereka meningkat dan berdaya jual tinggi.
Desain produk memegang peranan yang sangat penting dalam kesuksesan Apple. Satu
kata yang menggambarkan desain Apple : elegan. Tidak banyak perusahaan lain yang
mampu menyaingi mereka. Apa yang membuat produk-produk Apple memiliki desain
yang luar biasa?
Selayaknya sebuah hadiah, Apple membungkus produk mereka dengan case dan
tampilan yang luar biasa. Ketika orang yang diberi hadiah (konsumen) menerimanya,
kesan pertama akan sangat berkesan jika produk tersebut didesain dengan sangat baik.
Kemudian konsumen akan membuka pembungkus hadiah dan telah dipersiapkan
sebuah hadiah yang didesain dengan indah di dalamnya yaitu iOS. iOS adalah operating
system yang didesain dengan sangat elegan dan menarik untuk digunakan. Karena itu
banyak sekali orang yang memberikan produk Apple sebagai hadiah untuk teman,
kerabat, maupun keluarganya.
Pixel-perfect berarti para desainer dari software Apple membuat gambar mereka
dengan pixel yang sangat tepat sesuai dengan ukuran pixel yang sebenarnya pada setiap
interface fitur dan layar. Hal ini membutuhkan usaha dan waktu yang sangat besar,
namun sangat penting bagi kesuksesan produk Apple dalam menyempurnakan setiap
produkya.
– 10 ke 3 ke 1
Sebelum desain dipilih, para desainer membuat 10 maket desain terbaik yang akan
dipakai, lalu mereka menyeleksi ulang desainnya menjadi 3 pilihan hingga akhirnya
hanya 1 desain terbaik yang digunakan dalam setiap bagian produk Apple.
Lalu bagaimana sistem pengaturan mereka agar target desain mereka tercapai? Mereka
melakukan beberapa meeting untuk mensupport desain yang ditargetkan oleh mereka.
Paired Design Meeting. Setiap minggu, tim dari engineer dan desainer
berkumpul untuk saling melengkapi kebutuhan mereka dalam sebuah meeting
Brainstorm meeting. Meeting ini membuat para desainer termenung dan
melayangkan pikirannya selama berjam-jam untuk menyelesaikan suatu masalah
ataupun meningkatkan suatu desain yang ada. Meeting ini bersifat bebas dan tanpa
aturan
Production meeting. Sebuah meeting terstruktur untuk membahas ide yang
didapat dari brainstorming kemudian menentukan bagaimana, mengapa, dan kapan
rencana tersebut akan diwujudkan.
Pony meeting. Meeting ini dijadwalkan setiap dua minggu sekali dengan klien
internal untuk mengedukasi pada pengambil keputusan dari direksi desain
mengenai pengembangan dan pengaruh dari persepsi mereka mengenai seperti apa
seharusnya sebuah produk itu.
Apple rela mengeluarkan effort yang besar untuk melakukan apapun yang dinilai
penting dan mereka mengambil keuntungan dari besarnya kapasitas yang dijalankan.
Mentalitas inilah yang diterapkan pada supply chain Apple dan sudah dimulai dari
tahap desain.
II.2. Branding
Nilai branding Apple kini sedang berada pada posisi yang sangat tinggi. Anda sendiri
cukup setuju dengan hal ini bukan? Merk Apple telah memiliki prestisi yang tinggi.
Anda dapat melihat telah banyak artis di dunia nyata maupun di layar lebar
menggunakan produk Apple. Bahkan tidak sedikit orang yang membeli produk Apple
hanya karena brandingnya saja. Tentunya terdapat beberapa hal yang telah dilakukan
oleh Apple dibalik kesuksesan branding mereka.
– Personality branding
Apple memakai strategi branding yang memfokuskan pada emosional atau tingkat
kesenangan konsumennya. Apple telah menciptakan desain dan kemampuan produk
yang simple, mudah digunakan, dan terkesan “cool”. Produk Apple sangat
mempengaruhi mood dari penggunanya sehingga konsumen akan merasa senang ketika
membeli produk dari Apple.
– Experience
Sejak awal Apple memfokuskan pada user experience, namun beberapa dekade lalu
pasar belum melirik hal itu. Kini di saat semua perusahaan teknologi berusaha
meningkatkan spesifikasi dan teknologi melebihi batas yang dibutuhkan, maka
konsumen beralih ke Apple. Konsumen tentu ingin untuk mendapatkan pengalaman
yang ditawarkan oleh iPad maupun iPod yang memberikan kesenangan tersendiri.
– Halo effect
Dengan terbatasnya jumlah produk Apple, kebaikan dari salah satu produknya pasti
akan langsung dirasakan oleh produk lainnya.
[Link] | [Link] |
[Link] | [Link] |
[Link] | [Link] |
[Link] | image: theheavylight
Proses Manajemen Perusahaan Apple Inc.,
ANALISIS EKSTERNAL
[Link] Teknologi
Dari sisi brand awareness, Apple memiliki konsep style at premium, dimana Apple memilikidesainer
yang bernama Jonathan Ive untuk mendiversifikasikan komputer mereka dari apa yangsudah ada di
pasaran, beliau juga mendesain produk-produk iPod, dan juga iPhone. Apple memposisikan komputer
Macintosh dengan kualitas yang lebih tinggi dan harga yang [Link], Dell, dan pabrikan PC lainnya
memiliki harga dibawah $1000, namun Apple mematok hargayang lebih tinggi dari pesaingnya. Namun
mematok harga tinggi itu dapat diimbangi dengancompetitive advantage dari operating sistem mereka
yaitu OSX, karena kekuatan OS X yang lebihstabil dan lebih aman membuat penggunanya lebih nyaman,
bahkan faktanya “computer security folks back at FBI HQ use Macs Running OS X” (Granneman).Selain
itu Apple memiliki keunggulan dari iTunes,dan juga memiliki Microsoft Office versiMacintosh yang lahir
dari strategic alliances pada saat Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997,sehingga kompatibilitas yang
menyebabkan produk Mac dianggap kurang sesuai untuk bisnis dimasa lalu menjadi lebih baik pada
masa ini. Selain berfokus pada kebutuhan umum dari komputer Apple memiliki produk yang dibundel
dengan nama iLife, yang memungkinkan komputer Apple digunakan untuk mengerjakan hal-hal kreatif,
seperti melakukan aransemen musik dengan software GarageBand, dan lain-lain. Dalam industri
telekomunikasi, iPhone yang dirilis pada tahun 2007 setelah penantian yang lama akhirnya menjadi
produk unggulan dari Apple, dan berdasarkan laporan penjualan kuartal ke empat tahun 2009 (Berakhir
pada september 2009), iPhone dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan penjualan
sebesar 185% dari $806 juta menjadi 2.3 milyar, dan menggeser kedudukan Nokia pada tahun 2009
sehingga Nokia kehilangan pasar sebesar 19%, dan juga mulai menggerus pasar Blackberry, iPhone
menghantarkan Apple untuk menyedot pasar sebesar 30% di Amerika Serikat dan perlahan menempel
secara ketat dengan Blackberry sebesar 38% (sumber Macworld Indonesia Desember 2009).
[Link]
Selain memperkenalkan teknologi baru, terdapat threat yang dilakukan secara persisten dari tindakan
legal dari kompetitor dalam meniru. Sebagai contoh Apple menuntut Microsoft pada tahun1988 untuk
peniruan dan kesamaan dalam Microsoft Windows dan Macintosh. Microsoft telah menjadi fokus bagi
pemerintah dalam permasalahan dominasi Microsoft yang menghalangi kompetisi yang adil dalam
industri software, dan seperti yang dituntut banyak perusahaan bagaimana software yang penuh
masalah dan tidak reliable semacam Windows dan menyusahkan penggunanya bisa dibundel dengan
harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya ($150 hingga $500 untuk versi Ultimate), hal ini menjadi
keuntungan bagi Apple karena dengan demikian Mac OS X akan menjadi substitusi yang tersedia bagi
Windows. Selain itu untuk memenuhi kewajibannya terhadap tuntutan anti monopoli, maka Microsoft
harus melakukan aliansi stratejik dengan Apple pada tahun 1997, dan mengembangkan Microsoft
Officeuntuk Macintosh agar dapat mengurangi tingkatan monopoli yang dituntut oleh Microsoft saat ini.
Kemudian terdapat pelanggaran hak intelektual lainnya seperti tex9 yang merilis program opensource
bernama xtunes yang sangat mirip dengan program iTunes milik Apple, kemudian Apple menuntut tex9
dan akhirnya program tersebut dirubah menjadi Sumi (dibaca Sue Me). Ancaman tuntutan hukum juga
didapat dari faktor-faktor tak terduga, Apple Corps Ltd. adalah perusahaan yang terdapat di London dan
memiliki hak cipta terhadap musik-musik dari The Beatles. Paul McCartney dan Ringo Starr menuntut
Apple karena mencantumkan logo Apple dalam iTunes atas dasar pelanggaran tidak merilis produk
musik dengan menggunakan logo berdasarkan Apple. Perlu diingat bahwa competitive advantage Apple
berada pada teknologi, Apple memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih jauh dari
pesaingnya, sebagai contoh Steve Jobs merancang teknologi yang ada dalam sistem operasinya
membuat semua produk kompetitornya tampak usang, contoh fitur-fitur yang ada di Windows Vista
yang dirilis pada tahun 2006 adalah sesuatu yang sudah diterapkan dalam sistem operasi milik
perusahaan Steve Jobs sejak tahun 1992, sehingga seringkali tindakan Apple dalam melindungi
kerahasiaan produk nya dilakukan dengan sangat ketat dan mencegah terjadinya insider information
yang membuat kompetitornya melakukan hal serupa dalam produk saingannya.
Maka dengan menggunakan analisis melalui model Porter, maka akan dicoba untuk menganalisis
kompetisi yang dialami oleh Apple. Berikut ini adalah hasil analisis dari apa yang terdapat dari dua
bidang industri dan ancamannya terhadap Apple:
-Google:Mereka membuat apapun dan selalu sukses (Google Talk, Google Map,danlain-lain).
-Microsoft : Windows OS, dan segala produk tiruannya seperti Zune yang meniru iPod, dan lain-lain.
-Linux : Berkompetisi dengan banyak pembuat distro Linux yang sama-sama stabil dalam membuat
sistem operasi.
-iRiver, Samsung, Creative : Produsen yang lebih dulu memiliki pasar MP3 player yang bersaing dengan
iPod.
-Nokia, RIM Blackberry, Sony Erricson, etc : Kompetitor langsung dengan iPhone.
-Microsoft XBox 360 dan Sony Playstation 3 : Ancaman dari entertainment meia dan musik yang
bersaing langsung dengan Apple TV.
-TV Kabel, Satelit, TiVO, bioskop, bluray disc dan lain-lain : Ancaman dari sumber video,yang bisa
menggantikan Apple TV dan iTunes video store.
-Audio CD, Audio DVD : Ancaman dari cara lain memperoleh musik.
-Microsoft : Partner aliansi strategik dan menyediakan Microsoft Office for Mac.
-Penerbit lagu semacam BMG, EMI, Sony, Universal dan Warner : Sumber dari musik yang
didistribusikan oleh Apple iTunes music stores.
-Disney, ABC, NBC, Fox, Pixar : Suppliers dari acara televisi dan film yang dijual secara online lewat
iTunes, apakah mereka akan memperpanjang kontrak kerjasama dengan Apple? Resiko ini berkurang
untuk Disney
-Pixar, karena setelah pembelian Pixar oleh Disney pada 2008-2009, Steve Jobs menjadi pemegang
saham terbesar Disney melalui kepemilikannya atas Pixar.
– Konsumen dan sharing ilegal melalui internet : Memungkinkan konsumen menikmati musik dan video
tanpa membayar.
-Distributors : Tuntutan dari distributor yang meminta harga lebih murah atau protes terhadap turun
langsungnya Apple dalam Apple Retail Stores yang dikelola langsung oleh Apple yang akan berlangsung
dengan distributor lama.
-Perilaku dan sikap konsumen : Prioritas terhadap kebutuhan yang lebih penting.
-Pembaharuan produk dan siklus konsumen : Konsumen maupun bisnis bersikukuh untuk tidak
memperbaharui iPod, iMac, Macbook, dan iPhone ke model yang lebih baru.
Berdasarkan analisis diatas maka Apple berada dalam industri yang memiliki ancaman moderate-high,
sehingga untuk mempertahankan sustained competitive advantage maka Apple harus
terusmengembangkan differensiasi produk yang sukses semacam iPhone.
VERTICAL INTEGRATION OF COMPETITORS
Apple melakukan vertical integration pada beberapa bidang bisnisnya, contohnya adalah bagaimana
Apple berhasil menghadirkan Microsoft Office for Mac untuk komputer mereka dan memungkinkan
Microsoft Windows dijalankan dalam mesin mereka (namun tidak sebaliknya).Contoh unik lainnya dari
vertical integrations adalah ide Steve Jobs dengan iPod dan iTunesnya, iTunes memiliki supply content
musik yang dijual berasal dari Sony Music. Namun Sony dan Apple berkompetisi pada bidang yang sama
dalam industri musik yaitu kompetisi langsung dengan Sony Walkman dan Apple iPod.
Pada bagian ini akan dibahas analisis value chain dari Apple meliputi Technology and ProductDesign,
Produksi, Sales dan Marketing, Customer Service, dan Legal Services.
Merupakan komponen sebenarnya dari Apple, yang terbukti memasukkan hal-hal berguna dan lebih
maju dalam bidang komputer. Mulai dari platform pertama yang memungkinkan electronic spreadsheet
(VisiCalc pada Apple II) hingga merupakan perusahaan yang pertama yang mewujudkan konsep “digital
lifestyle” dengan menggunakan produk Mac-iPod-iPhone, sejarah Apple dipenuhi dengan berbagai
macam teknologi tercanggih yang digagas dan akhirnya diwujudkan, Apple berusaha untuk menjadi yang
terbaik walau bukan selalu yang pertama. Sistem Operasi milik Apple telah diakui secara umum sebagai
sistem yang lebih stabil dan dapat diandalkan ketimbang Windows, selain itu sistem operasi Apple telah
dilengkapi aplikasi yang berguna seperti iMovie, iPhoto, iTunes, dan lain-lain.
-Production
Ketika Steve Jobs kembali ke Apple, Jobs segera mencabut dan menolak gagasan untuk melisensikan
sistem operasi Mac kepada entitas eksternal, sesuatu yang akhirnya dilakukan oleh Spindler pada tahun
1993, karena itu seluruh sofware milik Apple adalah bagian dari proses produksi Apple. Apple memiliki
langkah yang lebih maju dengan memanfaatkan kinerja produknya pada arsitektur 64 bit secara
keseluruhan sementara Windows masih tertinggal dengan 32 bit (walau ada versi 64 bit dari Windows,
namun tidak semua komputer sanggup menggunakannya karena tidak stabilnya Windows), selain
melalui software komputer, Apple memiliki produksi dalam lini lainnya seperti desain produk mulai dari
casing iMac transparan (1998) hingga konsep pembuatan casing unibody (teknologi pembuatan yang
diadopsi oleh industri otomotif untuk pembuatan body kendaraan) pada seluruh produk Komputer Mac
(2006 hingga sekarang), pendesainan penggunaan intuitif dari sistem operasi ipod, dan juga kemudahan
operasional yang dinikmati oleh pengguna iPhone. Walau tidak semua produk Apple mengalami
kesuksesan (Apple Lisa, Apple Newton, Apple TV) selama proses pengenalannya, namun pada dasarnya
Apple menempatkan produksinya sebagai sebuah proses yang penting untuk kepuasan pelanggan yang
mau membayar lebih melalui produk-produknya.
Untuk memahami strategi pemasaran maka akan dilakukan analisis marketing mix dari AppleInc.,.
Marketing Mix adalah konsep utama marketing modern dan melibatkan secara praktikal apapun yang
berhubungan dengan apa yang digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi persepsi konsumen.
Marketing Mix adalah model yang menciptakan yang melibatkan variabel-variabel yang pada akhirnya
diimplementasikan pada strategi marketing, variabel tersebut adalah Product, Price, Place (Distribution),
dan Promotion.
a. Product
Dikenal sebagai produsen komputer, Apple Computer Inc. beralih menjadi perusahaan consumer
electronic pada tahun 2007 dengan merubah namanya menjadi Apple Inc., dan saat ini dikenal sebagai
produsen komputer Mac, Macbook, Macbook Pro, iMac, Mac Pro, dan mini Mac. Juga dikenal
mengeluarkan perangkat portable multimedia iPod Touch, iPod Shuffle, dan lain-lain. Selain
memproduksi perangkat hiburan elektronik dengan lini produk Mac dan iPod, Apple Inc. mengeluarkan
keluarga produk baru berupa ponsel yang disebut iPhone, display resolusi tinggi yang dikenal sebagai
Apple Cinema Display. Tiap-tiap produk Apple Inc. didesain dengan bentuk yang khas dan berbeda
dengan produk-produk sejenis. Pada tahun 2006 Apple Inc. adalah salah satu perusahaan produsen
elektronik yang mendesain produknya untuk lebih hemat energi melalui program Go Green. Hampir
seluruh produk Apple bukanlah produk yang pertama dalam kelasnya, iPod bukanlah portable media
player pertama di dunia, Macbook Air bukanlah notebook tipis pertama didunia, namun Apple Inc. selalu
membuat sesuatu yang lebih baik dari produk yang sudah ada. iPod menekankan pada desain
headphone berwarna putih dan perangkat yang ringan berwarna putih, Apa yang diciptakan oleh Apple
Inc. pada iPod bukan musik yang terdengar lebih baik, bukan baterai yang lebih tahan lama, bukan
kapasitas yang lebih besar, tapi Apple Inc. menciptakan identitas dan komunitas, dengan menggunakan
headphone berwarna putih (kebanyakan portable media player selalu masuk kantong dan tidak terlihat
sehingga headphone warna putihlah yang mencolok) pengguna iPod sudah masuk dalam komunitas.
Produk-produk Apple Inc. dipasarkan dengan metode serupa, hanya saja faktor yang menjadi kelebihan
dan identitas pengguna untuk tiap produk menjadi berbeda. Efektifitas dari penciptaan identitas ini
merupakan salah satu strategi yang bagus, karena pasar Apple Inc. yang mayoritas anak muda yang
dinamis maka bukan spesifikasi atau kemampuan yang baik yang menjadi prioritas (walau produk
AppleInc. memiliki spesifikasi yang baik dan bagus) melainkan kepemilikan terhadap suatu identitas yang
membuat pengguna menjadi bagian dari komunitas, dan karena pemasarannya menggunakan metode
seperti ini maka hampir tiap outlet resmi Apple Inc. mendesain interiornya dengan nuansa yang sangat
casual dan berusaha lebihdekat dengan customer.
b. Price
Keputusan pemberian harga/variabel harga adalah variabel yang paling mudahuntuk diadaptasikan
dengan cepat pada kondisi pasar. Variabel harga meliputi dealer price, retail price, diskon, kredit,
kontrak, dan lain-lain. Untuk pemberian hargaApple Inc. menerapkan strategi pricing disesuaikan
dengan konsumen nya. Untuk produk yang sama Apple Inc. memberikan harga khusus untuk pelajar,
atau untuk profesional pada lini produk Mac. Selain itu untuk produk iPhone Apple [Link]
penjualan dengan sistem kontrak melalui penyedia jasa layanantelekomunikasi selular. Apple Inc.
memiliki seasonal price dengan memberikandiskon khusus pada kuartal pertama dan kuartal
[Link] Inc. tidak bersaing dengan harga seperti halnya Acer, dan memilikikecenderungan
seperti Sony Corp. yaitu menekankan pada value produk yang bisadiperoleh oleh customer sehingga
price range nya berkisar antara moderately-highhingga high-price dan dapat memiliki margin yang lebih
besar untuk tiap produknya.
c. Place
Mengacu pada Lovelock (2001), place atau tempat adalah aktifitas pendistribusian produk ke konsumen
yang melibatkan pengambilan keputusan tempat, waktu, metode, dan pegawai. Dalam mendistribusikan
produknya, Apple Inc. mengeluarkan lisensi yang disebut Apple Authorized Reseller atau Apple
Authorised Reseller, adalah tempat-tempat yang mendapat hak resmi untuk menjual produk dari Apple
Computer Inc. dan berhak menggunakan sebutan dan logo Apple Authorized Reseller. Authorized
Resellers mendapatkan stok barang mereka dari Apple Authorized Distributor, atau distributor resmi
yang bertugas sebagai pemasok produk Apple. Tempat yang mendapatkan kepercayaan dari Apple
untuk menangani servis dan reparasi produk-produk Apple, berhak menggunakan sebutan dan logo
Apple Authorized Service Provider (ASP). Di Indonesia, berdasarkan
[Link] terdapat 64 outlet Apple Authorized Reseller atau Apple
Authorised Reseller yang tersebar diberbagai kota, yaitu : Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Bali, dan
Bandung. Selain Apple Authorized Reseller atau Apple Authorised Reseller, terdapat cukup banyak
penjual yang tidak tergabung dalam authorised reseller Apple, tapi menjual produk-produk iPod,
beberapa orang/perusahaan juga menjual secara online melalui forum jual beli seperti [Link],
[Link], dan sebagian orang bisa membeli secara online dari situs milik Apple
sendiri [Link]. Selain memberikan lisensi, Apple Inc. juga mengelola sendiri store mereka yang
dikenal dengan merek dagang Apple Store yang terdapat dibeberapa negara yaitu Australia, Belgia,
Canada, Hongkong, Belanda, New Zealand, Indonesia, Swiss, Norwegia, Taiwan, Amerika Serikat, dan
lain-lain.
d. Promotion
Promotion atau promosi adalah salah satu factor yang menjadi kunci dalam marketing mix, karena
promosi ditujukan untuk memperkenalkan produk pada konsumen. Apple Inc. menggunakan berbagai
variasi berbeda dalam melakukan promosi seperti iklan TV, iklan di media cetak, posters di tempat
umum, dan iklan yang dikemas dari pihak lain yang melakukan promo. Semua teknik periklanan ini
disatukan oleh perbedaannya dalam pelaksanaan teknisnya, dan secara konsisten memiliki gaya yang
berbeda dari yang lainnya. Nama besar iPod dan Mac sendiri membuat beberapa produk iPod dan Mac
muncul dalam berbagai media seperti film, video games, media lainnya sehingga membantuk brand
awareness terhadap merek dagang iPod dan Mac itu sendiri. Bahkan di Negara-negara yang menjadi
pangsa pasar terbesar iPod dan Mac (Amerika Serikat,dan Negara-negara di Eropa) sangatlah susah
untuk tidak mengenal iPod dan Mac karena promosi besar-besaran yang dilakukan Apple. Aktifitas yang
dilakukan oleh Apple Inc. meliputi Advertising, Sales Promotion,Public Relation, dan lain-lain.
-Customer Service
Apple menyediakan customer seervice dan jasa layanan bagi konsumen yang dapat ditemukan langsung
dalam website (berupa video), maupun dalam tiap store nya melalui etugas yang disebut Apple Genius®,
margin yang besar yang diperoleh dari strategi pemberian harga (pricing) yang cukup besar sehingga
mampu memberikan pelayanan yang baik bagi konsumennya. Pelayanan bagi customer juga diberikan
dengan melakukan dan menyediakan sarana untuk melakukan update software dan hardware yang
dilakukan secara berkala, Apple memiliki reverse supply chain untuk melakukan trade-in bagi pelanggan
nya yang memiliki produk lama dan ingin melakukan tukar-tambah di toko resmi nya, selain itu Apple
juga memberikan update secara rutin untuk software miliknya.
-Legal Services
Dalam kondisi pasar yang selalu berubah dan harus terus menerus melakukan inovasi maka tidak
terhindarkan bagi Apple untuk terus mengembangkan produk dan jasa yang akan ditawarkan dan Apple
pun sering berurusan dengan permasalahan pelanggaran paten dan hak cipta. Berbagai kasus dengan
Microsoft, Apple Corps Ltd, dan lain-lain adalah contoh ancaman bagi Apple dalam mempertahankan
nilai yang dimiliki dari perusahaannya. Baru-baru ini pun terdapat berbagai usaha untuk membocorkan
rahasia produk Apple dari dalam yang merupakan ancaman seperti hilangnya prototype iPhone generasi
ke-empat yang baru saja terjadi.
SWOT ANALYSIS
Berdasarkan apa yang sudah dibahas melalui kutipan langsung dari buku yang dijadikan resensi maupun
hal-hal yang menjadi sesuatu yang perlu dibahas dan dilengkapi datanya dari informasi pihak luar, maka
dapat digunakan menjadi analisis SWOT sebagai berikut :
1. Strengths
-Kecerdasan secara teknik: Produk dari Apple sangat mudah untuk digunakan dan stabil. Integrasi
terbaru dengan Intel dan Microsoft menunjukkan kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi pada
kustomer yang lebih terdiversifikasi secara meluas. Semua inovasi yang dilakukan oleh Apple adalah
sesuatu yang sangat membutuhkan biaya tinggi untuk menirunya.
-Secara Keuangan Apple mengalami kesehatan karena berhasil menekan biaya, dan memperlakukan
secara ketat kemasan dan paket pada produknya untuk menghemat biaya (produk Apple memiliki buku
panduan yang tidak lebih dari 10 halaman, iPod hanya menyertakan kabel USB untuk charging dan tidak
menyediakan adapter cord karena pengguna iPod kebanyakan menggunakan iPod dengan komputernya
ketimbang melakukan charging pada cord listrik, dan lain-lain). Ditambah fakta bahwa pada kuartal
keempat Apple iPhone memiliki penghasilan yang lebih besar dari kompetitornya yang terbesar, Nokia.
-Brand Loyalty: Sebagaimana yang disebutkan pada bagian marketing dari value chain analysis, Apple
berhasil menempatkan produknya sebagai identitas sehingga customer basenya sangat terjaga dengan
baik dan loyal, dan merupakan sesuatu hal yang sangat susah untuk ditiru.
-Adanya steve Jobs dalam direksi: Selama absennya Steve Jobs pada tahun 1985 hingga 1996, Apple
mengalami guncangan dan penurunan secara finansial dan inovasi. Dan segera setelah kembalinya Jobs
dalam direksi, ia segera merombak keanggotaan dewan direksi, melahirkan dan mengembangkan ide
produk dan menghasilkan pertumbuhan yang positif bagi pemegang saham berturut-turut sejak
kembalinya Steve Jobs ke Apple. Bisa dikatakan bahwa Steve Jobs adalah sumber daya yang sangat
berharga, langka, dan sulit ditiru yang dimiliki Apple dan paling dieksploitasi, walaupun demikian bukan
berarti tanpa Jobs Apple tidak dapat berinovasi, adanya delegasi dalam perusahaan ini menyebabkan
perusahaan terus berinovasi dengan baik bahkan tanpa Steve Jobs (semasa saat Steve Jobs cuti dan
mengalami perawatan kesehatan), Apple tetap mengeluarkan produk yang inovatif dan mendapatkan
respon yang lebih baik dengan produknya seperti iPhone dan iPod serta Mac.
-Market Share terbesar di bidang industri musik melalui iTunes dan iPod, dan segera akan disusul oleh
iPhone.
2. Weakness
-Market Share: Apple memiliki kekuatan secara geografis di Amerika Serikat dan pasar di bidang
pendidikan, namun secara global Apple memiliki pangsa pasar yang relatif kecil dalam industri
komputer.
-Adanya kemungkinan dari melesunya Apple saat tidak ada kehadiran Steve Jobs, walau semasa cutinya
Apple tetap dapat mempertahankan inovasinya, namun bayang-bayang masa kegelapan selama
dipimpin oleh CEO selain Steve Jobs yang membawa Apple kedalam guncangan tetap menjadi salah satu
kelemahan dari ketergantungan Apple terhadap Steve Jobs.
3. Opportunity
-Peluang Dalam Consumer Electronik: Setelah sukses dalam iPod, dan iPhone, Apple meluncurkan Apple
TV sebuah media centre untuk ruangan keluarga, dan akan disusul pada
peluncuran Apple Tablet (bukan nama resmi) yang akan digunakan untuk menyaingi Microsoft Surface,
Amazon Nook, Barneys and Noobles Nook, Netbook dari berbagai vendor seperti Dell, MSI, ASUS, ACER
dan berbagai produk lainnya yang bersifat electronics organizer pada Febuari 2010.
-Pertumbuhan pada pasar PC dan Software: Hal ini merupakan peluang karena komputer Mac mampu
melakukan apa yang biasa dilakukan oleh komputer berbasis Windows dengan memberikan
kemampuan untuk diinstall Windows sehingga Apple memungkinkan untuk digunakan dalam pasar yang
lebih luas, dari segi stabilitas dan kemampuan untuk dapat diandalkan serta keamanan, selain FBI yang
menggunakan Mac, Bank dari Jepang, Aozora Bank Ltd., mengganti 2,300 PC berbasis Windows dengan
iMac.
-Secara perlahan dan pasti dikenal sebagai komputer bagi pengguna bisnis/korporat setelah sebelumnya
dikenal hanya untuk pengguna kreatif/desainer, pendidikan, dan juga penerbitan.
4. Threats
-Google yang selalu sukses membuat apa saja dan melakukan semuanya dengan waktu bersamaan dan
tidak terbentur permasalahan (hingga saat ini), mulai dari search engine, portal musik dan buku,
telepon, metode komunikasi (Google Wave untuk kolaborasi bekerja yang akan menggantikan email
sebagai penunjang pekerjaan, dan Google Talks yang merupakan sarana komunikasi yang secara
perlahan menggusur Skype untuk komunikasi suara), Google Map/Google Worlds, ponsel Google
Androids, sistem operasi Google Chrome, Google Books, Google Scholars, Google mail, Google Music,
Google Video dan lain-lain.
-Permasalahan Legalitas : Seperti penggunaan paten, upaya kloning dan pembajakan dan lain-lain.
Berdasarkan apa yang telah dibahas sebelumnya, maka dapat disimpulkan strategi yang sudah diambil
oleh Apple selama ini adalah Product Differentiation dan Strategic Alliances (dengan Next, Pixar, dan
Microsoft), dalam tiap strategi yang diambil akan dibahas apa yang sudah dilakukan dimasa lalu dan
menuliskan rekomendasi untuk strategi masa datang.
PRODUCT DIFFERENTIATION
Dapat dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh Apple hingga saat ini adalah perusahaan ini cenderung
melakukan inovasi yang membedakannya dari perusahaan lain. Sebagai contoh Apple menemukan dan
mewujudkan konsep pertama PDA dengan mengenalkan Newton pada tahun 1993, kemudian
mengenalkan komputer yang mudah digunakan yaitu iMac mulai dari tahun 1998, mengeluarkan sistem
operasi paling stabil sejak tahun 1999 dan terus diperbaharui setelahnya. Bila dilihat pada tahun 1999
Apple melengkapi matriks produknya dengan mengeluarkan iBook (yang saat ini di brand ulang dengan
nama MacBook) yang melengkapi formulasi strategi yang disusun oleh Steve jobs dalam memasuki
pasar desktop dan portable untuk segmen pasar professional dan consumer yang pada tahun 1999
dibentuk sebagai berikut: Pada tahun 2001, Apple memasuki salah satu titik penting dalam sejarahnya
yaitu dengan merilis iTunes dan layanannya, yang pada akhirnya dikenal sebagai langkah awal dalam
membuat komputer Mac sebagai penghubung dari apa yang dicetus Apple sebagai ‘digital lifestyle’,
yang akhirnya meningkatkan penjualan dari industri musik, iPod dan Mac. Apple pada akhirnya
membuka toko yang dikelola oleh Apple sendiri walaupun mendapatkan protes dari distributor yang
setia karena ada kemungkinan Apple memperkecil pasar dari distributor lama dan bersaing langsung
dengan produsen bukanlah ide yang menyenangkan bagi distributor.
Differensiasi dilakukan dengan menggunakan teknologi layar datar LCD pada komputer desktop pada
tahun 2003 dengan merilis iMac Sunflower, dan melakukan pengembangan dari produk laptop pada
tahun 2003. Kemudian masih di tahun 2003 Apple mengeluarkan iLife Package untuk tiap pembelian
komputer Mac dan menjual upgrade penambahan fitur baru hingga sekarang yang berisi software-
software iMovie, iDVD, iTunes, iPhoto, iWeb, dan GarageBand. Apa yang dilakukan dengan bundling ini
oleh Apple adalah memberlakukan apa yang saat ini dikenal sebagai digital creation untuk dijadikan
standar penggunaan komputer di masa depan sebagaimana halnya strategi Microsoft mempopulerkan
komputer dengan mempopulerkan Microsoft Office pada masa lalu. Selanjutnya bekerja sama dengan
perusahaan musik BMG, EMI, Sony Music, Universal, dan Warner untuk membuka dan memperkaya
penjualan musik yang dilakukan melalui iTunes Online Music Store pada tahun 2003. Dengan kerjasama
ini iTunes mampu menawarkan lebih dari 200,000 musik pada saat peluncuran perdananya. Pada tahun
2003 Apple merilis komputer tercepat di dunia dengan dua prosesor 2.0 GHz PowerPC G5.
Product Differentiation adalah strategy yang masuk akal untuk diterapkan oleh Apple, karena sejak awal
Apple berusaha untuk membedakan dirinya dengan kompetitornya (ingat tag Apple pada tahun 1997
hingga 2001 yang berbunyi Think Different) dan mengeksploitasi perbedaan konsep untuk differensiasi
pada produknya. Hal ini sangat relevan dengan fitur dari produk, kombinasi produk yang diproduksi bila
dihubungkan pada reputasi dan apa yang terjadi pada persaingan. Apple berhasil membangun reputasi
sebagai inovator dengan mengeluarkan sekumpulan lini produk yang mudah digunakan dan mampu
mencakup segmen yang cukup luas. Dan differensiasi tersebut memberikan nilai ekonomis yang cukup
besar, terutama dalam kompetisi yang bersifat monopoli (yang dilakukan/dimonopoli oleh Microsoft).
Differensiasi produk ini menjadikan ancaman terhadap pendatang baru menjadi dapat
diminimalisasikan, selain itu pasar yang ditargetkan oleh Apple juga berbeda dengan pasar kompetisi
dari komputer yang sebisa mungkin berlomba mengeluarkan harga termurah, maka Apple berhasil
mengurangi ancaman dari kompetisi industri (threat of rivalry). Produk dari perusahaan yang
terdifferensiasi akan menjadikan produk dari perusahaan yang menggunakan strategi ini menjadi produk
yang lebih menarik sebagai alternatif untuk substitusi.
Jika perusahaan mengalami kenaikan harga yang diperoleh dari supplier maka Apple dapat dengan
mudah membebankan pada konsumen sehingga memungkinkan berkurangnya ancaman dari supplier,
dan karena posisi dari produknya yang berbeda dan unik, maka Apple memiliki produk yang tidak
dimiliki oleh kompetitornya sehingga mau tidak mau konsumen tidak dapat menawar untuk
memperoleh produk yang dimiliki oleh Apple hanya bisa melalui Apple karena kompetitornya tidak
sanggup memilikinya sehingga mengurangi threat dari pembeli. Berdasarkan penjelasan diatas maka
dari Porter’s Five Force Competitive, Apple memiliki kadar ancaman yang cukup rendah dari masing-
masing pasar.
Dengan kondisi diatas maka perusahaan dapat menggunakan strategi nya untuk tetap mempertahankan
sustained competitive advantage, karena Apple memiliki bargaining power yang lebih daripada
lingkungannya. Perlu diingat untuk melakukan hal ini maka produk dari Apple harus bernilai, langka, dan
susah ditiru. Semakin sedikit perusahaan yang bisa melakukan apa yang mampu dilakukan oleh Apple
maka semakin berharga produk Apple dan semakin kuat sustained competitive advantage dari Apple.
Berdasarkan organisasi terdapat banyak dilema dan permasalahan yang terjadi pada Apple, pada tahun
1997 saat Apple harus mencari CEO, hal ini menjadi sangat sulit karena Apple lahir sebagai perusahaan
yang mampu menciptakan inovasi dan tidak sekedar meniru saja seperti Microsoft, halini berarti Apple
sangat membutuhkan seorang CEO yang inovatif dan juga mengenali apa yang mampu dilakukan oleh
Apple beserta sumber daya yang ada, setelah kembalinya Jobs pada tahun1997, maka dillema terhadap
kurangnya inovasi sudah teratasi dengan banyaknya inovasi yang digagas oleh Steve Jobs.
Apple Inc. – Strategic Management
By Rina Muasaroh on October 8, 2013
Apple Logos
ChartOfTheDay_24082012_Apples_stock_performance_in_the_first_12_months_under_CEOs
_Steve_Jobs_and_Tim_Cook_n.jpg960x684 189 KB
Ketika menjabat sebagai CEO Apple Tim Cook sadar bahwa ia kurang inovatif dibandingkan dengan
Steve Jobs. Cook dinilai tidak memiliki kemampuan dalam mendesain produk – produk baru Apple
layaknya Steve Jobs. Namun karena sebelumnya Cook memiliki pengalaman menjabat
sebagai Chief Operasional (COO) maka ia memiliki keunggulan dalam hal tersebut yaitu dalam hal
operasi Apple sebagai produsen gadget kelas dunia. Kemampuan mengatur operasi perusahaan
itulah yang ia gunakan agar Apple bisa sukses dan dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama
lagi. Dan dalam hal mendesain produk – produk baru Apple Cook mempercayakan kepada Jony Ive
dan Craig Federighi yang sampai saat ini menjabat sebagai Apple Senior Vice President of Software
Engineering. Dan juga pada tingkat jajaran eksekutif, Cook memiliki cara yang berbeda
dibandingkan dengan Steve Jobs, ketika Steve Jobs seringkali menggabungkan jajaran atas Apple
saat pengembangan sistem operasi iPhone maka Tim Cook lebih suka menata ulang manajemen
eksekutif Apple di tahun 2012 dengan alasan kolaborasi.
Salah satu strategi umum Apple ialah selalu duluan melakukan inovasi dibandingkan dengan
kompetitornya. Strategi tersebut diterapkan kembali oleh Tim Cook ketika memimpin
perusahaannya. Contohnya saja pada tahun 2013 Apple meluncurkan iPhone pertama yang
menggunakan sensor sidik jari. Tidak lama kemudian vendor pembuat Handphone pun mengikuti
inovasi tersebut dengan menambahkan fitur yang sama. Tidak hanya itu, banyak sekali inovasi yang
telah diciptakan oleh Apple selama kepemimpinan Tim Cook ini, contohnya saja ditahun yang sama
Apple menluncurkan fitur perekaman kamera dalam gerak lambat di iPhone terbarunya tersebut dan
juga fitur Apple Pay yang bekerjasama dengan American Express, Mastercard, dan Visa.
Dalam melakukan perang dengan Android (Google) dan Samsung, Tim Cook berusaha
menggencarkan pemasaran menggandeng berbagai operator telekomunikasi. Tim Cook menilai
dengan adanya kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi disetiap negara tersebut dapat
mendatangkan berbagai macam keuntungan seperti meraup pangsa pasar yang tinggi serta dapat
mempermudah pemasaran di negara yang memiliki peraturan yang menyulitkan Apple tersebut. Dan
juga Cook terus mengembangkan Software Apple agar lebih elit dan semakin aman agar pengguna
Apple merasa dispesialkan, bahkan Apple sempat meluncurkan aplikasi yang membantu user baru
Apple untuk memindahkan data mereka dari Android ke iOS dan juga Cook sempat menyatakan
bahwa Android itu penuh dengan malware ketika peluncuran iOS 8 dulu.
ios_8_fall_roundup.jpg728x400 66.7 KB
Sementara pada sektor penjualan, Tim Cook melakukan banyak pergerakan yang lebih agresif
seperti pembeli dapat melakukan tukar tambah iPhone seri lama dengan iPhone seri terbaru Apple,
dan juga Cook memfokuskan penjualan pada negara berkembang Tiongkok dan India. Di Tiongkok
Apple membawa produk barunya pada masa itu yaitu iPhone 6 dan iPhone 6+ dengan
menggandeng operator besar Tiongkok seperti China Mobile, China Telecom dan China Unicom.
Sementara di pasar India menggandeng operator besar yaitu Airtel dan Aircel dalam peluncuran
produknya dan Apple melakukan strategi penjualan iPhone 4 8GB yang dapat dibeli dengan bebas
pajak, diskon iPhone bagi pelajar, serta memberikan berbagai macam diskon sepanjang tahun 2014
lalu.
CEO Apple yang bernama lengkap Timothy Donald Cook ini lahir di Mobile, Alabama, pada 1
November 1960. la pertama kali bergabung dengan Apple pada Maret 1998, menjabat senior vice
president. Selain menangani operasional perusahaan Apple di seluruh dunia, ia juga menjabat
executive vice president untuk operasional dan penjualan. Setelah itu ia menjabat chief operating
officer (C00), sampai akhirnya menduduki posisi CEO Apple pada 24 Agustus 2011. la
menggantikan Steve Jobs sebagai CEO setelah Jobs memulai cuti medisnya sekitar Januari 2011.
Cook tumbuh dewasa di dekat Robertsdale, didampingi sang ayah, yang berprofesi sebagai pekerja
di galangan kapal, dan ibunya yang bekerja di bidang farmasi. Cook lulus dari sekolah Robertsdale
dan mendapatkan gelar Teknik Industri dari Auburn University pada tahun 1982. Setelah itu gelar
Master of Business Administration (MBA) didapatnya dari Duke University’s Fuqua School of
Business pada tahun 1988.
Sebelum menapakkan kaki di Apple, Cook menghabiskan 12 tahun bekerja di perusahaan bisnis
komputer IBM, sampai akhirnya menduduki posisi direktur untuk daerah Amerika Utara. Setelah itu
ia menjabat COO untuk divisi reseller komputer Intelligent Electronics. la juga sempat menjadi VP di
perusahaan Compaq selama enam bulan.
Satu hal yang jelas, Tim Cook kini harus berubah dari sosok “cli belakang layar” menjadi sosok yang
tampil ke depan. Secara relatif, Cook kurang terkenal di luar perusahaan. la memang terkadang bisa
menjadi sosok yang sangat private. Walau demikian, Cook perlahan mulai memperlihatkan
personality dan gayanya sendiri. la mulai mendefinisikan gaya kepemimpinan Apple sesuai image-
nya sendiri.
Dalam merefleksikan pandangan personalnya, Cook juga mencoba memperluas merek Apple
dengan memanfaatkan Twitter dan fasilitas lain untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan
kepada isu-isu lingkungan. la juga menekankan penggunaan produk-produk yang
berkesinambungan dan ramah lingkungan. Sejak awal jabatannya, Cook mencoba mengimbangi
langkah perusahaan lain dengan membuat program yang bisa mewadahi aktivitas sosial karyawan
dan segala kontribusi yang bisa diberikan karyawan.
Jonathan Ive, Kepala Desain Apple dan pengikut setia Steve Jobs, mengatakan Tim Cook tidak
mengabaikan misi utama perusahaan Apple, yaitu “inovasi”. Apple tetap bisa mempunyai inovasi
dan segalanya diusahakan berjalan dan mengalir sama, yaitu menciptakan banyak hal baru yang
menarik. Perusahaan harus mempunyai perasaan yang sama seperti layaknya seorang pelanggan
yang sedang menikmati iPhone atau iPad-nya.
Jika seorang Steve Jobs bisa dikatakan “maniak desain”, Tim Cook lebih suka mengamati dan
mempertimbangkan dengan tenang. Cook berusaha mencerna segala sesuatu lebih hati-hati seiring
waktu, karena ia sadar betapa penting faktor desain dan inovasi yang diusung oleh pendahulunya,
Jobs.
Cook lebih tertarik untuk meneliti implikasi yang lebih luas akan produk iWatch tersebut, misalnya
bisa digunakan untuk memonitor detak jantung dan organ vital lain untuk faktor kesehatan dan
mengurangi kunjungan ke dokter. Cook juga mencoba lebih sering melihat keluar perusahaan Apple
untuk mencari bakat-bakat baru yang lebih berpengalaman.
Diawal sepeninggalan Steve Jobs, banyak orang yang tidak mampu memprediksi kelangsungan
Apple. Banyak orang yang berkata, bahwa Apple tanpa Steve Jobs seperti bukan lagi Apple. Namun
ketika Tim Cook mengambil alih sebagai CEO Apple, Cendekiawan Technologi, John Dvorak
memiliki pandangan terhadap Cook. Ia berkata bahwa kini Apple memiliki dasar yang kuat sebagai
sebuah perusahaan teknologi di muka bumi. Steve Jobs meninggalkan budaya yang unik bagi
perusahaan saat itu hingga kini.
Inovasi produk
Steve Jobs percaya dalam menciptakan “Insanely Besar Produk” di Apple. Dia akan menaruh hati
dan jiwa ke dalam pembuatan produk apapun. Jika seorang karyawan sedang berlibur Natal, ia
akan memanggilnya kembali untuk membuat perubahan yang diperlukan dalam semalam. Dia tidak
akan peduli tentang kerusakan psikologis karyawan. Dengan demikian, karyawan akan menjadi
sekadar fasilitator dalam mengembangkan produk karena tujuan Steve adalah untuk menciptakan
produk pembunuh atau layanan bagi konsumen di seluruh dunia.
Tim Cook, di sisi lain, adalah lebih khawatir tentang segala sesuatu di perusahaan. Dia memahami
kebutuhan karyawan yang bekerja untuk Apple dan menunjukkan lebih tanggung jawab sosial
dengan meningkatkan budaya kerja. manajemen perubahan ini telah mempengaruhi strategi inovasi
Apple, yang memberontak di bawah pimpinan Steve Jobs, yang marah tentang inovasi dan
pengembangan produk. Masak gagal menunjukkan kegilaan itu; bukan pendekatan lembut
membuat perusahaan konvensional. Industri ahli melihat bahwa di bawah kepemimpinan Cook,
Apple mulai untuk meningkatkan lini produk yang ada bukannya merilis produk revolusioner seperti
iPod, iPhone, dan iPad.
Sebagai CEO
Menurut seorang karyawan Apple , Steve Jobs adalah “perang CEO”. Ketika Jobs kembali ke Apple,
perusahaan ini melewati fase buruk. Dan mungkin karena itu, Jobs menunjukkan keberanian dan
agresi yang luar biasa untuk membawa Apel naik dari rawa. sikap agresif dihargai, tapi sekarang
perusahaan yang telah mencapai reputasi sebagai nomor satu di dunia dalam teknologi komunikasi,
orang yang kritis terhadap agresi yang sama, yang harus melunak sekarang.
Cook, di sisi lain, tampak tenang dan tenang, dan sikap ini telah bergeser perusahaan untuk lembut.
Wakabayashi adalah penting ketika ia mengatakan bahwa Steve hanya tertarik dalam
mengembangkan produk yang besar dan dalam mengejar keunggulan, ia absen bunga karyawan
karena mereka fasilitator hanya untuk memenuhi tujuan Steve. Sementara Cook lebih khawatir
tentang segala sesuatu yang terjadi di perusahaan.
Ketajaman Pemasaran
Sebelum Cook, Apple di kekacauan keuangan dan operasional yang lengkap. Meskipun kita harus
menerima desain kepemimpinan dan jenius produk visioner Steve Jobs ‘, kualitas dikompromikan,
ketersediaan produk sangat mengerikan dan biaya kehabisan kontrol. Apple pemain di industri yang
stabil. Dengan masuknya Cook, segalanya berubah.
Masak menjadi agen perubahan dalam pemasaran & pemotongan biaya strategi. Dengan
pengalamannya di IBM, di mana ia dipercepat manajemen rantai pasokan, Masak memperkenalkan
beberapa perubahan drastis dalam pemasaran terpadu, desain produk dan manufaktur di Apple.
Idenya adalah untuk menawarkan “solusi sederhana untuk masalah kompleks” dan untuk
membuatnya mungkin, ia meluncurkan kampanye pemasaran besar, prestasi rekayasa kolosal dan
metode penghematan biaya.
DAFTAR PUSTAKA