0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Proposal Pengembangan Laboratorium IPA

Proposal ini mengajukan program pengembangan sarana dan prasarana laboratorium IPA SMP Negeri 2 Bandar Lampung. Laboratorium IPA sudah tersedia namun perlu penambahan peralatan, ruangan khusus, dan tenaga laboran. Tujuannya untuk meningkatkan proses pembelajaran berbasis praktikum sesuai kurikulum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Proposal Pengembangan Laboratorium IPA

Proposal ini mengajukan program pengembangan sarana dan prasarana laboratorium IPA SMP Negeri 2 Bandar Lampung. Laboratorium IPA sudah tersedia namun perlu penambahan peralatan, ruangan khusus, dan tenaga laboran. Tujuannya untuk meningkatkan proses pembelajaran berbasis praktikum sesuai kurikulum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CONTOH PROPOSAL PENGADAAN SARANA PRASARANA LABORATORIUM IPA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Laboratorium


Dosen Pengampu: Dr. [Link]. Sri Mulyani, [Link]

Disusun oleh :

Dynda Meuthia Tiffany (S831602009)

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
Proposal Peningkatan Sarana dan Prasarana Laboratorium IPA

Pengusul:

Dynda Meuthia Tiffany

(S831602009)

PROPOSAL PROGRAM PENGEMBANGAN LABORATORIUM


SMP NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
NOVEMBER 2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laboratorium IPA merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian


teoritis, pembuktian uji coba, penelitian, dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu
yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai
(Depdiknas, 2002: 26). Laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
kegiatan pembelajaran yang memerlukan peralatan khusus yang tidak mudah dihadirkan di
ruang kelas. Dalam konteks pendidikan di sekolah, laboratorium mempunyai fungsi sebagai
tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat memberikan pengalaman
belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai
gejala secara langsung. Oleh karena itu, kepala sekolah, pengelola, guru IPA, dan unsur-
unsur sekolah yang terkait lainnya harus mampu mengelola dan memanfaatkan laboratorium
IPA secara efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil
belajar IPA bagi siswa (Sutrisno, 2007: 46).

Pengelolaan laboratorium merupakan kemampuan dan keterampilan khusus untuk


melakukan suatu kegiatan di laboratorium, baik bersama orang lain maupun melalui orang
lain dengan memanfatkan penggunaan laboratorium secara efektif untuk mencapai tujuan
tertentu. Pemanfaatan laboratorium secara efektif merupakan salah satu syarat dalam
pembelajaran berbasis praktikum IPA. Oleh karena itu, diperlukan adanya sistem
pengelolaan atau manajemen laboratorium IPA yang baik. Efektivitas manajemen
laboratorium IPA dipengaruhi oleh faktor ketersediaan fasilitas laboratorium dan
kompetensi pengelolaan laboratorium IPA (Salirawati, 2012: 4).

Pengelolaan laboratorium IPA berkaitan dengan pengelola dan pengguna fasilitas


laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen dan bahan kimia), serta aktivitas
praktikum yang dilaksanakan di laboratorium. Pada dasarnya tanggung jawab pengelolaan
laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna.
Kemampuan guru dalam pengelolaan laboratorium disesuaikan dengan Permendiknas No.
26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Pengelola Laboratorium Sekolah. Pengelolaan
laboratorium IPA meliputi mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru, menyusun
jadwal kegiatan laboratorium, memantau pelaksanaan, kegiatan laboratorium, mengevaluasi
kegiatan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium sekolah, menyusun laporan
kegiatan laboratorium, dan mengkoordinasikan kegiatan praktikum. Secara umum, peran
guru terutama berkaitan dengan pengalaman mereka membantu siswa mengembangkan
keterampilan proses sains.

Pentingnya pengelolaan laboratorium dalam menunjang pembelajaran di kelas sangat


diyakini oleh semua guru IPA. Namun kenyataannya, implementasi kegiatan praktikum di
lapangan ternyata masih menghadapi banyak kendala. Permasalahan yang dialami guru
dalam menyelenggarakan kegiatan praktikum antara lain kurangnya ketersediaan peralatan
praktikum, kurangnya pengetahuan guru tentang pembelajaran praktikum dan kurangnya
keterampilan guru dalam mengelola kegiatan praktikum sehingga kegiatan praktikum secara
praktis jarang dilaksanakan (Tim Ahli Program STEP-2, 2007: 2).

Sesuai dengan karakteristik pembelajaran saintifik di sekolah yang mengutamakan kerja


ilmiah sehingga siswa dapat bersikap ilmiah dan selanjutnya konsep yang telah dikuasai
akan diterapkan dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup, tuntutan pembelajaran saintifik
dapat terpenuhi apabila didukung oleh kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan
praktikum di laboratorium sebagai kunci keberhasilan pembelajaran IPA.

B. Tujuan

Penyususunan proposal program pengembangan ini mempunyai tujuan antara lain yaitu
meningkatkan pengelolaan layanan laboratorium bagi peserta didik di sekolah guna
menunjang kelancaran PBM di kelas berdasarkan kurikulum yang diterapkan disekolah agar
sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh sekolah dan membekali lulusan dengan
keterampilan yang telah berteknologi tinggi serta penguasaan berbagai bahasa asing agar
bisa bersaing didunia global saat ini.
C. Hasil yang Diharapkan

Berdasarkan latar belakang dan tujuan tersebut diatas, diharapkan dengan ketersediaan sara
prasarana alat laboratorium yang memadai serta pengelola laboratorium atau laboran yang
benar-benar ahli di bidangnya dapat menciptakan output yang telah berbekal penguasaan
teori dan berketerampilan dalam berpraktik mempunyai penguasaan dalam berbahasa asing
dan menguasai penerapan kemajuan teknologi di zaman sekarang yang dapat bersaing
dengan dunia luar.
BAB II
ISI

A. Analisis obyek layanan khusus laboratorium dengan analisis SWOT

1. Kekuatan:
 Di SMP Negeri 2 Bandar Lampung sudah terdapat laboratorium yang terdiri dari
laboratorium kimia, biologi, fisika, bahasa, dan komputer.
 Pada masing-masing laboratorium tersebut sudah terdapat perlengkapan alat dan
bahan yang cukup memadai
 Sarana dan prasarana yang terdapat di laboratorium IPA sudah diupayakan memenuhi
standart sarana dan prasarana yang diperintahkan oleh Dinas pendidikan ataupun
pemerintah
 Luas bangunan pada laboratorium IPA sudah memenuhi standar ruangan yaitu
mempunyai luas bangunan 150 m² dengan rasio 3,5 m²/siswa,
 Di SMP Negeri 2 Bandar Lampung ini sudah terdapat hospot, sehingga dapat
memudahkan siswa untuk mengakses internet khususnya saat pelajaran komputer.

2. Kelemahan:
 Sudah terdapat Tenaga laboratorium (laboran), namun hanya satu orang yang
merangkap mengelola semua laboratorium IPA.
 Laboratorium kimia, biologi dan fisika dijadikan satu ruangan dalam laboratorium
IPA, seharusnya terdapat ruang pemisah.
 Daya listrik yang digunakan kurang, sehingga saat semua komputer di laboratorium
komputer dinyalakan listrik akan mati / tidak kuat.
 Koneksi internet yang tersedia masih buruk
 Belum tersedia lemari asam, ruang gelap, dan ruang steril dalam laboratorium IPA.
 Keran air yang digunakan untuk mencuci alat di laboratorium IPA rusak.
 Laboran dan siswa tidak menggunakan jas laboratorium dan alat pengaman lainnya
saat melaksanakan praktikum di laboratorium IPA.
3. Peluang:
 Para siswa akan unggul dan berprestasi bila ditunjang dengan sarana prasarana
laboratorium yang memadai
 Adanya bantuan dana dari komite sekolah serta dana operasional dari pemerintah
dapat digunakan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan sekolah
 Sudah terdapat hotspot yang dapat digunakan untuk mengakses internet di berbagai
penjuru sekolah, sehingga dapat mempermudah siswa dalam mencari informasi.

4. Tantangan:
 Dengan semakin berkembangnya dunia globalisasi seperti sekarang ini serta
pengembangan dunia usaha yang berbasiskan teknologi tinggi diharapkan sekolah ini
mampu menciptakan output yang telah berbekal penguasaan teori dan berketrampilan
dalam berpraktik yang mampu bersaing dengan dunia luar.
 Dana yang diberikan oleh pemerintah sangatlah terbatas. Sedangkan biaya yang
diperlukan untuk menyiapkan sarana prasarana seperti, ruang, dan peralatan lab
sangatlah besar, sehingga menimbulkan ketimpangan atau tidak semua sekolah
mampu menyediakan fasilitas pembelajaran bahasa asing dan teknologi informasi
yang semakin marak di masa sekarang ini

B. Program Pengembangan

1. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:

 Perencanaan pembangunan ruangan khusus untuk ruangan asam,ruangan gelap, ruang


steril, dan ruang timbang di dalam laboratorium kimia dan biologi
 Penambahan beberapa alat di laboratorium IPA sebagai penunjang praktikum
 Menambahkan pengelola laboratorium dan tenaga laboratorium (laboran) di setiap
laboratorium
 Menambahkan daya listrik (watt) yang digunakan sekolah, agar tidak terjadi lagi
listrik mati saat siswa secara bersamaan menyalakan computer di laboratorium
computer.
2. Sarana dan Prasarana yang belum dimiliki atau kurang memadai sehingga perlu
diadakan adalah sebagai berikut:
 Menambah jumlah sarana dan prasarana yang ada di laboratorium IPA seperti LCD
projector serta 1 set komputer atau laptop guna sebagai penunjang kegiatan
pembelajaran praktikum
 Menambah pakaian khas (jas lab, sarung tangan, dan masker) untuk kegiatan
praktikum di dalam laboratorium IPA
 Pada laboratorium IPA perlu menambahkan lemari kaca dan rak besi masing-
masing satu buah guna untuk menyimpan alat dan bahan praktikum.
 Setiap ruangan laboratorium IPA harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran,
sehingga perlu menambahkan 2 alat pemadam kebakaran dan alat pelindung diri,
Detektor asap + shower.
 Di laboratorium kimia dan biologi harus ada ruangan khusus untuk ruang asam,
ruang steril, ruang gelap,
 Dilakukannya perbaikan pada keran air di laboratorium IPA guna untuk mencuci
tangan siswa maupun untuk mencuci alat setelah selesai melakukan praktikum.
 Untuk laboratorium computer diperlukan tripot kamera (smart board)/ stand guna
untuk Menempatkan kamera yang tersedia di lab sebagai saranasmart board.
 Untuk laboratorium biologi perlu ditambahkan alat peraga berupa 1 buah model
kerangka manusia karena standar yang diharuskan sebanyak 2 buah sedangkan di
laboratorium ini masih 1 buah saja, menambah 12 mikroskop binokuler karena di
laboratorium ini mikroskop yang rusak sebanyak 12 buah.
 Untuk laboratorium fisika perlu menambahkan alat peraga berupa 1 set osiloskop, 6
buah generator frekuensi, dan 6 buah pengeras suara.

3. Personalia
 Setiap laboran haruslah berpendidikan minimal D-III dan memiliki pengalaman
minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi serta memiliki seritifikat kepala
laboratorium sekolah.
 Pengelola laboratorium atau laboran mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam
bidang yang berhubungan dengan bidang-bidang ilmu di laboratorium tempat
Laboran bekerja. Misalnya Laboran di laboratorium kimia harus benar-benar mampu
dan paham dalam bidang yang berhubungan dengan kimia.
 Mampu mengoperasikan dan merawat/memelihara sepenuhnya alat-alat laboratorium
dan tidak sepenuhnya diserahkan kepada pengguna laboratorium. Hal ini diperlukan
untuk menjaga keamanan pengguna (alat-alat berat) atau menghindari kerusakan alat.
 Mampu memotivasi pengguna laboratorium melahirkan hasil karya yang mempunyai
nilai jual. Hasil karya laboratorium yang mempunyai nilai jual ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi keberlanjutan laboratorium.
 Mampu menjaga keberlanjutan (sustainability) laboratorium serta dapat
meningkatkan citra laboratorium perguruan tinggi sehingga menempatkan perguruan
tinggi tersebut pada kedudukan yang lebih baik.
 Mempunyai daya kreativitas tinggi untuk mengembangkan Laboraturium tempat
bekerja sesuai atau melebihi standar nasional pendidikan.
 Perlu dilakukannya pembinaan atau pengembangan tenaga laboran yaitu merupakan
usaha mendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap
tenaga kependidikan yang ada di seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang
pendidikan. Tujuan dari kegiatan pembianaan ini adalah tumbuhnya kemampuan
setiap tenaga kependidikan yang meliputi pertumbuhan keilmuan, wawasan berpikir,
sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan
 Pengadaan pelatihan bagi guru-guru lainnya untuk mengetahui bagaimana cara
mengelola dan menggunakan laboratorium

4. Anggaran
Berikut ini adalah perkiraan anggaran yang dibutuhkan dalam pengadaan sara prasarana
laboratorium:

Jumlah Harga
No Item Jumlah Harga
Satuan Satuan
Jumlah Harga
No Item Jumlah Harga
Satuan Satuan

Rp
1 AC 2 set Rp 5.000.000,-
2.500.000

Alat
Rp
2 pemadam 2 buah Rp 2.400.000,-
1.200.000,-
kebakaran

3 Komputer 1 set Rp 4.000.000,-

LCD
4 1 buah Rp 6.000.000,-
proyektor

850
5 Jas Lab Rp 80.000,- Rp 68.000.000,-
buah

850
6 Masker Rp 5.000,- Rp 4.250.000,-
buah

Sarung
850
7 tangan Rp 8.000,- Rp 6.800.000,-
buah
(handskun)

Detector
Rp
8 asap dan 3 buah Rp 9.000.000,-
3.000.000
shower

9 Rak besi 1 buah Rp Rp 2.000.000,-


Jumlah Harga
No Item Jumlah Harga
Satuan Satuan

2.000.000

Lemari Rp
10 1 buah Rp 3.000.000,-
kaca 3.000.000

11 Tripod 1 buah Rp 200.000 Rp 200.000,-

Perbaikan
12 keran cuci 2 buah Rp 150.000 Rp 300.000,-
tangan

Mikroskop 12 Rp
13 Rp14.400.000,-
binokuler buah 1.200.000,-

Kerangka
14 1 buah Rp 400.000,-
manusia

15 Osiloskop 1 set Rp 4.600.000,-

Generator Rp
16 6 buah Rp 12.000.000,-
frekuensi 2.000.000,-

Pengeras Rp
17 6 buah Rp 800.000,-
suara 150.000,-

18 Jumlah Rp 143.150.000,-
Sumber dana:

 Angaran SPP siswa/bulan @Rp 300.000,- x 839 siswa = Rp 394.850.000,-


hanya diambil sebesar Rp 75.000.000,-
 Anggaran dari pemerintah atau dana hibah = Rp 50.000.000,-
hanya diambil sebesar Rp 30.000.000,-
 Bantuan dari orang tua siswa Rp 50.000,- x 839 siswa = Rp 41.950.000.,-

 Jumlah sumber dana yang ada adalah sebesar Rp 146.950.000,-


 Jumlah anggaran pengeluaran Rp 143.150.000,

5. Waktu yang Diperlukan

No Item Lama Hari Keterangan

Pelatihan laboran dan


1 teksini pengelola 5 hari
laboratorium
Dilaksanakan

2 Penyusunan proposal 3 hari pada waktu


libur tahun
3 Peningkatan daya listrik 1 minggu ajaran baru
sekitar bulan
Pengadaan perlengkapan
Juli
sarana dan prasarana di
4 1 bulan
masing-masing
laboratorium
BAB III
PROFIL SEKOLAH

1. Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Bandar Lampung


NPSN : 10807209
Alamat Jalan/Desa : Jl. Pramuka No.18, Rajabasa Nunyai

Kecamatan : Rajabasa

Kabupaten : Bandar Lampung

No. telp / HP : (0721) 8011455

2. Nama Kepala Sekolah : Euis Tati Darnati, [Link]

No. Telp/HP :

3. Kategori Sekolah : ex RSBI/SSN/ Rintisan SSN/ Reguler *)


4. Tahun didirikan /beroperasi : 1955
5. Kepemilikan tanah/Bangunan : Pemerintah/yayasan/Pribad i/Menyewa/Menumpang *)

a. Luas tanah /Status : 15,050 m2 SHM/HGB/Hak pakai/Akte Jual-Beli/Hibah *)


b. Luas Bangunan : ............. m2
6. No. Rekening Rutin Sekolah : Bank Lampung (380-03-04-68495-6 )
7. Data siswa dalam 3 (tiga) tahun terakhir
Tahun Jumlah Pendaftar Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah
Ajaran (Calon Siswa Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Siswa Rombel
Baru) Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel
Tahun
2013/ 357 280 10 243 9 149 10 672 29
2014
Tahun
2014/ 422 297 10 276 9 226 10 799 29
2015
Tahun
2015/ 415 308 10 255 9 276 10 839 29
2016

8. Data Ruang
NO. Jenis Ruangan Jumlah Ukuran (m2) Ket.
1. Ruang Kelas 32 10 x 7
2. Perpustakaan 1 20 x 10
3. Laboratorium IPA 1 15 x 10
4. Laboratorium Bahasa 1 12 x 10
5. Ruang Kesenian 1 12 x 10
6. Laboratorium Komputer 1 15 x 10
7. Lapangan Olahraga 1 -

9. Data Peralatan
NO Jenis Alat Jumlah Sumber Tahun Keterangan
Penerimaan
1. Alat IPA

Biologi :
 Mikroskop 6 buah
 Preparat kering 11 x 4 buah
 Kotak penyimpan 1 buah
preparat 1 buah
 Model Anatomi
 Peraga Carta 1 buah
 Kit Respirasi 1 buah
 Kit Pencernaan 4 buah
 Awetan Spesimen
 Perangkat alat bedah
 Kaca pembesar
 Panci bedah
 Kaca arloji
 Respirometer

Fisika :
 Kit Listrik & Magnet 4 buah
 Kit Mekanika
 Kit Optika 4 buah
 Kit Hidrostatika / 4 buah
Panas 4 buah
 Kit tuas
 Neraca Ohauss 4 buah
 Neraca analitik digital

Kimia :
 Gelas kimia 100 ml 10 buah
 Gelas kimia 250 ml 10 buah
 Botol reagent mulut 10 buah
besar 250 ml
 Botol reagent mulut 10 buah
besar 500 ml
 Botol reagent mulut 10 buah
besar 1000 ml
 Botol reagent mulut 10 buah
kecil 250 ml
 Botol reagent mulut 10 buah
kecil 500 ml
 Erlenmeyer 250 ml
10 buah
 Erlenmeyer 500 ml 10 buah
 pH meter digital 4 buah
 elektrolit tester 4 buah
 pipet tetes 20 buah
 batang pengaduk 2 pak
 corong 8 buah
 kaca arloji 20 buah
 kertas saring 100 lembar
 model molekul 8 set
 tabung reaksi 4 pak
 spatula 2 pak
 thermometer umum 10 buah
 kertas lakmus biru
 kertas lakmus merah 4 pak
4 pak
 indicator universal 4 kotak
 alat destilasi lengkap 4 set
 heating mentel 4 set
 sentrifuge 2 buah
 sumbat karet besar 1 pak
 sumbat karet kecil 1 pak

2. Alat IPS

 Globe besar 1 buah


 Globe kecil 2 buah
 Peta umum / peta 1 buah
geografi
 Peta NKRI 1 buah
 Atlas Indonesia dan
dunia
 Carta lapisan atmosfer
 Carta artefak zaman
prasejarah
 Carta peninggalan
kebudayaan bercorak
Islam
 Carta peninggalan
kebudayaan bercorak
Hindu
 Carta peninggalan
kebudayaan bercorak
Budha
 Carta pahlawan
nasional
 Specimen batuan dan
mineral

3. Alat Matematika

 Model bangun datar


 Model luas bangun
datar
 Teorema phitagoras
 Model bidang
lingkaran
 Model bangun ruang
sisi lengkung
 Model bangun ruang
sisi datar
 Busur derajat besar
 Jangka besar
 Blok pecahan
4. Alat Olahraga

 Bola kaki
 Bola futsal
 Bola voli
 Bola basket
 Jarring voli
 Ring bakset dan papan
basket
 Shuttlecock
 Raket bulu tangkis
 Net bulu tangkis
 Bat tenis meja
 Net tenis meja
 Meja tenis meja
 Bola sepak takraw
 Stopwatch digital
 Tas p3k
 Peluru
 Matras senam

5. Alat Kesenian

 Gitar Akustik/Klasik
 Keyboard
 Stand Keyboard
 Drumband
 Pianika
 Harmonica
 Kulintang
 Gong

 Cat air
 Palet
 Pastel oil
 Kuas

6. Alat Lab Bahasa

 LCD Televisi
 VCD
 LCD Proyektor
 Kamera
 Tape Repeater
 Parabola
 Headset
7. Alat Lab Komputer

 Computer
 LCD Proyektor
 Printer
 Scanner
 Stabilizer
 Buku panduan

Droping /subsidi dari pusat, Propinsi, Kabupaten/kota (APBN/DAK)

10. Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan


Status Tenaga Pendidik Jumlah Keterangan
/ Kependidikan
Guru PNS 55 GTY = 1
Guru Honorer/ Guru 7
Bantu
Pustakawan 2
Laboran 3
(IPA/Bahasa/Komputer)
Tata Usaha 7
BAB IV

KESIMPULAN

Laboratorium merupakan salah satu sarana penunjang proses belajar mengajar, penelitian,
dan pengabdian masyarakat. kat. Dalam pelaksanaannya, sarana dan prasarana saja tentu
belum cukup. Laboratorium yang bagus apabila tidak dikelola dengan baik oleh pengelola
teknis atau laboran maka tidak berfungsi dengan maksimal. Sehingga dengan tersedianya
alat-alat laboratorium yang memadai dan mendekati Standar Nasional Pendidikan serta
dikelola oleh laboran yang benar-benar ahli dibidangnya maka akan membawa dampak
yang sangat besar bagi sekolah kami dalamrangka melaksanakan program pengajaran dan
dapat meningkatkan mutu pendidikan baik secara akademis maupun non akademis.

Keberhasilan program pengadaan Sarana-prasarana Laboratorium di SMP Negeri 2 Bandar


Lampung ini memerlukan dukungan dana dari Kepala SMP Negeri 2 Bandar Lampung
sebagai salah satu Pihak Penanggung Jawab sarana-prasarana sekolah. Oleh karena itu tepat
kiranya apabila pengelola laboratorium SMP Negeri 2 Bandar Lampung mengucapkan
terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 2 Bandar Lampung yang telah menerima proposal
bantuan sarana-prasarana laboratorium. Dan Semoga dapat dapat berjalan dengan lancar.
Amin.

Anda mungkin juga menyukai