I.
PENDAHULAUAN
[Link] Belakang
Ciri utama pertanian modern adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang
terus menerus harus selalu meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian kita baik komoditi
tanaman pangan (hortikultura), perikanan, perkebunan dan peternakan menghadapi pasar dunia
yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar tertentu. Tentu saja produk dengan
mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar.
Indonesia menghadapi persaingan yang keras dan tajam tidak hanya di dunia tetapi bahkan di
kawasan ASEAN. Mampukan kita memacu pertanian kita menjadi sektor yang sejajar dengan
tetangga dan dunia?
Gambaran di atas menunjukkan bahwa sektor pertanian akan tetap penting dalam perekonomian
serta tetap berperan dalam pembangunan nasional. Terlebih jika wacana pembangunan yang
terintegrasi antara pertanian, industri dan perdagangan dipandang sebagai suatu sistem entity yang
utuh. Kaitan yang erat antara pertanian dan industri serta perdagangan senantiasa menuntut
berkembangnya kebijakan pembangunan pertanian yang dinamis sejalan dengan transformasi
perekonomian yang sedang [Link] suasana lingkungan strategis yang berubah dengan cepat,
penajaman arah kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan pada masa reformasi menjadi
demikian penting.
Dengan mekanisasi pertanian diharapkan efisiensi dan produktivitas penggunaan sumber daya dapat
ditingkatkan. Melalui mekanisasi pertanian ketepatan waktu dalam aktivitas pertanian dapat lebih
ditingkatkan. Pertanian merupakan kegiatan yang tergantung pada musim. Pada saat musim tanam
dan musim panen tenaga kerja yang dibutuhkan sangat besar. Tetapi pada waktu lain tenaga kerja
kurang dibutuhkan dan ini mengakibatkan terjadinya pengangguran tak kentara. Dengan mekanisasi
pertanian semua aktivitas pertanian dapat diselesaikan dengan lebih tepat waktu sehingga
memberikan hasil yang lebih baik, di samping itu penggunaan alat dan mesin pertanian dapat juga
mengurangi kejenuhan dalam pekerjaan petani dan tenaga kerja dapat dialokasikan untuk
melakukan usaha tani lain atau kegiatan di sektor lain yang sifatnya lebih kontinyu.
Namun tidak semua teknologi dapat diadopsi dan diterapkan begitu saja karena pertanian di negara
sumber teknologi mempunyai karakteristik yang berbeda dengan negara kita, bahkan kondisi lahan
pertanian di tiap daerah juga berbeda-beda. Teknologi tersebut harus dipelajari, dimodifikasi,
dikembangkan, dan selanjutnya baru diterapkan ke dalam sistem pertanian kita. Dalam hal ini peran
kelembagaan sangatlah penting, baik dalam inovasi alat dan mesin pertanian yang memenuhi
kebutuhan petani maupun dalam pemberdayaan masyarakat. Lembaga-lembaga ini juga dibutuhkan
untuk menilai respon sosial, ekonomi masyarakat terhadap inovasi teknologi, dan melakukan
penyesuaian dalam pengambilan kebijakan mekanisasi pertanian. Makalah ini merupakan suatu
kajian mekanisasi pertanian dengan fokus pada aspek kelembagaan teknologi dan kaitannya dengan
kinerja sistem dan usaha agribisnis.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini antara lain sebagai berikut:
1. Defenisi dari sprayer
2. Apa saja fungsi sprayer
3. Jenis-jenis sprayer dan spesifikasinya
4. Bagian-bagian sprayer dan fungsi operasionalnya
5. Petunjuk dan kelengkapan bagi operator sprayer
6.
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Sprayer
Alat penyemprot (Sprayer) digunakan untuk mengaplikasikan sejumlah tertentu bahan kimia aktif
pemberantas hama penyakit yang terlarut dalam air ke objek semprot (daun, tangkai, buah) dan
sasaran semprot (hama-penyakit). Efesiensi dan efektivitas alat semprot ini ditentukan oleh kualitas
dan kuantitas bahan aktif tersebut yang terkandung di dalam setiap butiran larutan tersemprot
(droplet) yang melekat pada objek dan sasaran semprot.
Sprayer adalah alat/mesin yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi
menjadi butiran cairan (droplets) atau spray. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat
diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Sprayer
juga didefinisikan sebagai alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka
pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Kinerja sprayer sangat ditentukan
kesesuaian ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan dalam satuan waktu tertentu sehingga
sesuai dengan ketentuan penggunaan dosis pestisida yang akan disemprotkan.
Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis sprayer yang banyak digunakan petani di
lapangan adalah jenis hand sprayer (tipe pompa), namun hasilnya kurang efektif, tidak efisien dan
mudah rusak. Hasil studi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian pada tahun 1997 di beberapa
tempat di Indonesia menunjukkan bahwa sprayer tipe gendong sering mengalami kerusakan.
Komponen-komponen sprayer yang sering mengalami kerusakan tersebut antara lain : tabung
pompa bocor, batang torak mudah patah, katup bocor, paking karet sering sobek, ulir aus, selang
penyalur pecah, nozzle dan kran sprayer mudah rusak, tali gendong putus, sambungan las korosi,
dsb. (Dirjen Tanaman Pangan, 1977). Disamping masalah pada perangkat alatnya, masalah lain
adalah kebanyakan pestisida yang diaplikasikan tidak sesuai (melebihi) dari dosis yang
direkomendasikan dan ini salah satunya disebabkan oleh disain sprayer yang kurang menunjang
aplikasi (Mimin, [Link]., 1992).
Dari hasil penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa kinerja sprayer elektrostatika lebih baik dari
tipe sprayer lainnya, namun perlu modifikasi lebih lanjut terutama pada sumber tenaga (batere) dan
pola penyebaran dropletnya agar pengeluarannya benar-benar terkontrol, bahan pembawa cairan
kontak (media kontak) yang mahal mengingat tidak semua bahan kimia dapat diaplikasikan dengan
menggunakan sprayer elektrostatik. Kelemahan lainnya adalah disain yang dibuat masih belum
ergonomis (berat dan kurang flkesibel) sehingga agak menyulitkan dalam operasionalnya di
lapangan. Di samping itu rancangan sprayer elektrostatik ini perlu dimodifikasi mengingat harga atau
biaya produksinya masih tinggi bila dibandingkan dengan tipe sprayer lainnya (terutama jenis
sprayer gendong / knapsack sprayer), baik produk lokal maupun impor. Hasil penelitian Kusdiana
(1991) dan Roni Kastaman (1992) menunjukkan bahwa sebenarnya jenis sprayer yang dapat
dianggap paling baik dan memenuhi kriteria pemakaian yang diinginkan oleh pemakai (umumnya
petani) adalah sprayer dari jenis Microner atau Sprayer Elektrostatik.
Umumnya kriteria yang banyak diutamakan pemakai adalah kriteria jaminan ketersediaan suku
cadang, keamanan dalam penggunaan alat, ekonomis, kapasitas dan kepraktisan. Demikian pula
kesimpulan dari hasil penelitian Mimin [Link]. (1992), yaitu bahwa sprayer yang paling baik dari segi
kinerja penyemprotannya adalah sprayer elektrostatik dan yang paling buruk sprayer hidrolik.
Pestisida yang dipakai dalam budidaya tanaman umumnya berbentuk cairan dan ada pula yang
berbentuk tepung, digunakan untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman. Untuk
mengaplikasikannya pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan
untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster. Dalam penggunaannya sehari-
hari petani sering menemukan masalah seperti teknik pemakaian, serta perbaikan dan
pemeliharaannya. Hal seperti ini pada akhirnya akan menentukan tingkat efisisnsi dan efektivitas
dalam penggunaannya.
Berdasarkan tenaga yang digunakannya alat penyemprot dibedakan menjadi alat penyemprot
dengan tenaga tangan (handsprayer), dan alat penyemprot dengan pompa tekanan tinggi. Kinerja
sprayer sangat ditentukan kesesuaian ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan dalam satuan
waktu tertentu sehingga sesuai dengan ketentuan penggunaan dosis pestisida yang akan
disemprotkan (Hidayat, 2001). Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis sprayer yang
banyak digunakan petani di lapangan adalah jenis hand sprayer (tipe pompa), namun hasilnya
kurang efektif, tidak efisien dan mudah rusak. Hasil studi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian
pada tahun 1977 di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan bahwa sprayer tipe gendong sering
mengalami kerusakan. Komponen-komponen sprayer yang sering mengalami kerusakan tersebut
antara lain : tabung pompa bocor, batang torak mudah patah, katup bocor, paking karet sering
sobek, ulir aus, selang penyalur pecah, nozzle dan kran sprayer mudah rusak, tali gendong putus,
sambungan las korosi, dsb. Di samping masalah pada perangkat alatnya, masalah lain adalah
kebanyakan pestyang direkomendasikan dan ini salah satunya disebabkan oleh disain sprayer yang
kurang menunjang aplikasi.
B. Fungsi Sprayer
Fungsi utama sprayer adalah untuk memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil
(droplet) dan mendistribusikan secara merata pada objek yang dilindungi.
1. Kegunaan khusus sprayer sebagai berikut:
o Menyemprotkan insektisida untuk mencegah dan memberantas hama.
o Menyemprotkan fungisida untuk mencegah dan memberantas penyakit.
o Menyemprotkan herbisida untuk mencegah dan memberantas gulma.
o Menyemprotkan pupuk cairan.
o Menyemprotkan cairan hormon pada tanaman untuk tujuan tertentu.
2. Tujuan Sprayer
Agar mampu melakukan kalibrasi serta mnentukan jumlah pelarut untuk kebutuhan budidaya
tanaman tertentu.
C. Jenis-Jenis Sprayer Dan Spesifikasinya
Sprayer dikelompokan berdasarkan tenaga penggerak dan jenis pompa sprayer :
1. Berdasarkan tenaga penggerak
a. Sprayer dengan Penggerak Tangan (Hand Operated Sprayer)
o Atomizer (Hand sprayer)
o Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
o Sprayer semi otomatis (Knapsack sprayer)
o Bucket sprayer
o Barrel sprayer
o Wheel barrow sprayer
o Slide pump sprayer
b. Sprayer Bermotor (Power Sprayer)
o Hydraulic sprayer
o Blower sprayer
o Hydro pneumatic sprayer
o Aerosol generator
2. Berdasarkan pompa sprayer
a. Pompa tekanan udara yaitu memompa udara ke dalam tangki cairan dan menekan cairan ke
nozzle.
o Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
o Hydro pneumatic sprayer
b. Pompa cairan yaitu memompa cairan langsung ke nozzle.
o Sprayer semi otomatis
o Bucket sprayer
o Barrel sprayer
o Wheel barrow sprayer
o Slide pump sprayer
o Power hydraulic sprayer
c. Pompa penghembus udara
o Atomizer (Hand sprayer)
o Power blower sprayer
Adapun jenis-jenis sprayer yang digunakan di lapangan yaitu :
a) Home hold sprayer (untuk kebutuhan rumah tangga)
b) Knapsack-sprayer dengan pompa udara tekan
c) Knapsack-sprayer bertekanan konstan dengan pompa plunyer
d) Bucket sprayer (sprayer ember)
e) Barrel sprayer (sprayer tong), dan Wheel barrow sprayer (sprayer beroda)
Spesifikasi Handsprayer
Secara umum spesifikasi alat penyemprot meliputi data teknis mengenai :
ü Volume tangki : 10 – 20 L
ü Kapasitas tangki : 8 – 16 L
ü Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2 ( 140 – 200 psi)
ü Bahan konstruksi : plat logam anti karat
D. Bagian-Bagian Sprayer Dan Fungsi Operasionalnya
Bagian-bagian utama sprayer secara umum meliputi nozzle, pompa, pipa penyalur, saringan, tangki
cairan dan sebagian dilengkapi dengan alat pengukur tekanan serta klep pengatur semprotan. Dari
bagian-bagian di atas, nozzle meruapakan bagian yang terpenting.
Nozzle adalah bagian sprayer yang menentukan karakteristik semprotan ; yaitu pengeluaran, sudut
penyemprotan, lebar penutupan, pola semprotan, dan pola penyebaran yang dihasilkan. Nozzle
dibuat dalam bermacam-macam disain. Setiap tipe butiran cairan yang khas dihasilkan oleh nozzle
yang khas sesuai dengan kebutuhan.
Tipe-tipe nozzle :
o Centrifugal nozzle yaitu bentuk nozzle yang paling banyak dijumpai, dibuat dengan sudut
penyemprotan yang lebar dan dengan berbagai model pola penyemprotan dan kapasitas.
o Flooding nozzle yaitu menghasil semprotan dengan model semburan. Nozzle ini disebut juga fan
spray nozzle.
o Two-fluid atomizer yaitu menghasilkan droplet yang sangat halus dan menghindarkan
pemborosan cairan, tetapi membuthkan tenaga yang lebih besar daripada tipe-tipe yang lain.
o Rotary atomizer yaitu digunakan untuk pekerjaan besar, menyemprotkan cairan dalam jumlah
besar dengan gaya sentrifugal dan mempunyai pola penyebaran 360o.
Komponen-komponen nozzle :
o Body
o Penyaring
o spuyer (nozzle tips), dan nozzle cap
Ada beberapa macam nozzle pada sprayer yaitu :
o Hallow cone nozzle
Cara yang menarik ke dalam nozzle mengalami pemusingan hingga penyebaran butiran cairannya
akan berbentuk cincin. Besar kecilnya ukuran sprayer kecuali ditentukan oleh tekanan yang
diberikan juga ditentukan oleh tekanan yang diberikan juga ditentukan oleh jarak pemusingan
cairannya. Makin panjang lintasan pemusingan yang ditempuh, makin besar ukuran spray, tetapi
makin kecil diameter penyebaran butiran sprayernya. Keuntungan penggunaan nozzle ini karena
dapat diperoleh penyebaran ukuran butiran spray yang seragam.
o Solid-cone nozzle
Nozzle ini merupakan hasil modifikasi dari hallo cone nozzle. Prinsip pembentukan spray hampir
sama dengan hollo cone nozzle tetapi pada solid cone nozzle diberikan tambahan internal axiat jet
yang tepat ukurannya yang akan memukul cairan di dalam nozzle yang sedang berputar. Dengan
pemukulan tersebut cairannya akan menjadi makin turbulance dan aliran cairannya menjadi hancur,
meninggalkan nozzle dalam bentuk butiran spray, dengan penyebarannya akan berbentuk lingkaran
penuh.
o Fan type nozzle
Type ini dibuat dengan jalan membuat potongan halus atau saluran yang menyilang permukaan luar
dari arifice plate (plat tarikan). Bentuk tersebut menyebabkan cairan yang meninggalkan nozzle akan
berupa lembaran tipis seperti kipas, yang kemudian akan pecah menjadi butiran-butiran spray,
dengan penyebarannya akan berbentuk elips penuh. Kelemahan nozzle ini mempunyai ukuran
butiran cairan yang tidak merata. Terutama pada bagian ujung tepi penyemprotan, terdapat
pengumpulan ukuran butiran yang besar-besar. Nozzle tipe ini kebanyakan dipakai pada sprayer
bertekanan rendah (20-100 psi) untuk pengendalian herba.
Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat penyemprot tipe gendong ini memiliki bagian utama yang
terdiri :
o Tangki dari bahan plat tahan karat, untuk menampung cairan.
o Unit pompa, yang terdiri dari silinder pompa, piston dari kulit.
o Tangkai pompa, untuk memompa cairan.
Saluran penyemprot, terdiri dari kran, selang karet, katup serta pipa yang bagian ujungnya
dilengkapi nosel.
o Manometer, untuk mengukur tekanan udara di dalam tangki.
o Sabuk penggendong.
o Selang karet.
o Piston pompa.
o Katup pengatur aliran cairan keluar dari tangki.
o Katup pengendali aliran cairan bertekanan yang ke luar dari selang karet.
o Laras pipa penyalur aliran cairan bertekanan dari selang menuju ke nosel
o Nosel, untuk memecah cairan menjadi pertikel halus
Gambar : bagian
E. Petunjuk Dan Kelengkapan Bagi Operator Sprayer
Dalam melakukan penyemprotan, yang harus diperhatikan saat aplikasi pestisida di lapangan adalah
:
1. Udara pada waktu penyemprotan harus memungkinkan antara lain keadaan tenah
(tidak berangin) dan udara masih dingin misalnya pada waktu pagi hari atau sore hari.
2. Penggunaan obat dan cara mencampurnya harus sesuai dengan petunjuk yang telah
ditentukan.
3. Hindarkan kontak langsung dengan obat-obatan agar tidak terjadi keracunan.
4. Agar jangan sampai terjadi pencucian/pengeceran bahan kimia, janganlah melakukan
penyemprotan pada waktu banyak embun atau sebelum dan selama hujan turun.
5. Selama penyemprotan berlangsung amatilah agar ukuran butiran cairan yang keluar, pola
sebaran dan hasilnya tetap, butiran cairan waktu mengenai bagian-bagian tanaman tidak
terpelanting. Dalam keadaan udara berangin, jalannya orang mengikuti arah angin.
6. Sedapat mungkin hindari pengenaan obat-obatan secara langsung pada bunganya.
Persyaratan yang diperlukan dalam mengoperasikan handsprayer (alat penyemprot) ini antara lain
ialah isi tangki dengan cairan pestisida dan sisakan kurang lebih 1/5 bagian ruangan tangki untuk
udara. Setelah diisi cairan, tangki dipompa kurang lebih sebanyak 50 – 80 kali pemompaan. Untuk
mengetahui intensitas tekanan udara di dalam tangki dapat diamati melalui manometer.
Beberapa persyaratan lainnya adalah bahan konstruksi terbuat dari plat tahan karat, bagian
konstruksi pompa mudah dilepas untuk dibersihkan, selang terbuat dari karet atau plastik, nosel
dapat dilepas dan dapat diganti baiktipe maupun ukuran lubangnya. Persyaratan lain yang berkaitan
efektivitas aplikasi pestisida dalam pengoperasian alat penyemprot adalah kondisi kecepatan angin
tidak melebihi 10 km/jam.
Kelengkapan alat yang diperlukan untuk mengoperasikan alat penyemprot ini antara lain:
1. Masker, alat pelengkap untuk menutup mulut dan hidung agar kabut yang mengandung
pestisida tidak masuk ke dalam pernapasan.
2. Pakaian lengan panjang agar menutupi permukaan kulit bagian tangan, sarung tangan, serta
kaca mata pelindung.
3. Ember, gelas ukur, dan corong plastik untuk menakar , mencampur, dan menuangkan larutan
pestisida yang diaplikasikan ke dalam tangki.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagi berikut:
1. Sprayer adalah alat/mesin yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi
menjadi butiran cairan (droplets) atau spray.
2. Fungsi sprayer dapat disesuaikan dengan jenis dari sprayer itu sendiri dalam memenuhi
kebutuhan mekanisasi pertanian.
3. Dalam pengguanan sprayar yang di isi mengunakan pestida harus memenuhi standar
keamanan.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Alat dan Mesin Pertanian, Departemen Pertanian Republik Indonesia.
Pramudya B. 1996. Strategi Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian untuk Usahatani Tanaman
Pangan. IPB.
Herodian S. 2003. Jasa Produksi Dan Pelayanan Alat Mesin Pertanian (JP2AMP). IPB.
Tarmana D. 1976. Alat dan mesin pertanian untuk proteksi tanaman pangan. IPB
Sumber : Bagian dari penelitian penulis tahun 2009 dan rangkuman diskusi di beberapa kota ,
IMATETANI tahun 2007-2008.
A. PENGERTIAN SPRAYER
Alat penyemprot (Sprayer) digunakan untuk mengaplikasikan sejumlah tertentu bahan kimia aktif pemberantas
hama penyakit yang terlarut dalam air ke objek semprot (daun, tangkai, buah) dan sasaran semprot (hama-
penyakit). Efesiensi dan efektivitas alat semprot ini ditentukan oleh kualitas dan kuantitas bahan aktif tersebut
yang terkandung di dalam setiap butiran larutan tersemprot (droplet) yang melekat pada objek dan sasaran
semprot.
Sprayer adalah alat/mesin yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi menjadi butiran
cairan (droplets) atau spray. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka
pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Sprayer juga didefinisikan sebagai alat aplikator
pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan.
Kinerja sprayer sangat ditentukan kesesuaian ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan dalam satuan
waktu tertentu sehingga sesuai dengan ketentuan penggunaan dosis pestisida yang akan disemprotkan.
Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis sprayer yang banyak
digunakan petani di lapangan adalah jenis hand sprayer (tipe pompa), namun hasilnya kurang efektif, tidak
efisien dan mudah rusak. Hasil studi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian pada tahun 1997 di beberapa
tempat di Indonesia menunjukkan bahwa sprayer tipe gendong sering mengalami kerusakan. Komponen-
komponen sprayer yang sering mengalami kerusakan tersebut antara lain : tabung pompa bocor, batang torak
mudah patah, katup bocor, paking karet sering sobek, ulir aus, selang penyalur pecah, nozzle dan kran sprayer
mudah rusak, tali gendong putus, sambungan las korosi, dsb. (Dirjen Tanaman Pangan, 1977). Disamping
masalah pada perangkat alatnya, masalah lain adalah kebanyakan pestisida yang diaplikasikan tidak sesuai
(melebihi) dari dosis yang direkomendasikan dan ini salah satunya disebabkan oleh disain sprayer yang kurang
menunjang aplikasi (Mimin, [Link]., 1992).
Dari hasil penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa kinerja sprayer elektrostatika lebih baik dari tipe sprayer
lainnya, namun perlu modifikasi lebih lanjut terutama pada sumber tenaga (batere) dan pola penyebaran
dropletnya agar pengeluarannya benar-benar terkontrol, bahan pembawa cairan kontak (media kontak) yang
mahal mengingat tidak semua bahan kimia dapat diaplikasikan dengan menggunakan sprayer elektrostatik.
Kelemahan lainnya adalah disain yang dibuat masih belum ergonomis (berat dan kurang flkesibel) sehingga
agak menyulitkan dalam operasionalnya di lapangan. Di samping itu rancangan sprayer elektrostatik ini perlu
dimodifikasi mengingat harga atau biaya produksinya masih tinggi bila dibandingkan dengan tipe sprayer lainnya
(terutama jenis sprayer gendong / knapsack sprayer), baik produk lokal maupun impor. Hasil penelitian Kusdiana
(1991) dan Roni Kastaman (1992) menunjukkan bahwa sebenarnya jenis sprayer yang dapat dianggap paling
baik dan memenuhi kriteria pemakaian yang diinginkan oleh pemakai (umumnya petani) adalah sprayer dari jenis
Microner atau Sprayer Elektrostatik.
Umumnya kriteria yang banyak diutamakan pemakai adalah kriteria jaminan ketersediaan suku cadang,
keamanan dalam penggunaan alat, ekonomis, kapasitas dan kepraktisan. Demikian pula kesimpulan dari hasil
penelitian Mimin [Link]. (1992), yaitu bahwa sprayer yang paling baik dari segi kinerja penyemprotannya adalah
sprayer elektrostatik dan yang paling buruk sprayer hidrolik.
Pestisida yang dipakai dalam budidaya tanaman umumnya berbentuk cairan dan ada pula yang berbentuk
tepung, digunakan untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman. Untuk mengaplikasikannya
pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung
digunakan alat yang disebut duster. Dalam penggunaannya sehari-hari petani sering menemukan masalah
seperti teknik pemakaian, serta perbaikan dan pemeliharaannya. Hal seperti ini pada akhirnya akan menentukan
tingkat efisisnsi dan efektivitas dalam penggunaannya.
Berdasarkan tenaga yang digunakannya alat penyemprot dibedakan menjadi: alat penyemprot dengan tenaga
tangan (handsprayer), dan alat penyemprot dengan pompa tekanan tinggi.
Kinerja sprayer sangat ditentukan kesesuaian ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan dalam satuan
waktu tertentu sehingga sesuai dengan ketentuan penggunaan dosis pestisida yang akan disemprotkan
(Hidayat, 2001). Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis sprayer yang banyak digunakan petani
di lapangan adalah jenis hand sprayer (tipe pompa), namun hasilnya kurang efektif, tidak efisien dan mudah
rusak. Hasil studi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian pada tahun 1977 di beberapa tempat di Indonesia
menunjukkan bahwa sprayer tipe gendong sering mengalami kerusakan. Komponen-komponen sprayer yang
sering mengalami kerusakan tersebut antara lain : tabung pompa bocor, batang torak mudah patah, katup bocor,
paking karet sering sobek, ulir aus, selang penyalur pecah, nozzle dan kran sprayer mudah rusak, tali gendong
putus, sambungan las korosi, dsb. Di samping masalah pada perangkat alatnya, masalah lain adalah
kebanyakan pestyang direkomendasikan dan ini salah satunya disebabkan oleh disain sprayer yang kurang
menunjang aplikasi.
B. FUNGSI SPRAYER
Fungsi Utama
Fungsi utama sprayer adalah untuk memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil (droplet) dan
mendistribusikan secara merata pada objek yang dilindungi.
a. Kegunaan Khusus
Sprayer digunakan untuk :
1) Menyemprotkan insektisida untuk mencegah dan memberantas hama
2) Menyemprotkan fungisida untuk mencegah dan memberantas penyakit
3) Menyemprotkan herbisida untuk mencegah dan memberantas gulma
4) Menyemprotkan pupuk cairan
5) Menyemprotkan cairan hormon pada tanaman untuk tujuan tertentu
b. Tujuan Sprayer
Agar mampu melakukan kalibrasi serta mnentukan jumlah pelarut untuk kebutuhan budidaya tanaman tertentu.
C. JENIS-JENIS SPRAYER DAN SPESIFIKASINYA
Macam-macam Sprayer :
Sprayer dikelompokan berdasarkan tenaga penggerak dan jenis pompa sprayer :
1. Berdasarkan tenaga penggerak
a) Sprayer dengan Penggerak Tangan (Hand Operated Sprayer)
– Atomizer (Hand sprayer)
– Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
– Sprayer semi otomatis (Knapsack sprayer)
– Bucket sprayer
– Barrel sprayer
– Wheel barrow sprayer
– Slide pump sprayer
b) Sprayer Bermotor (Power Sprayer)
– Hydraulic sprayer
– Blower sprayer
– Hydro pneumatic sprayer
– Aerosol generator
2. Berdasarkan tenaga penggerak
a) Pompa tekanan udara : memompa udara ke dalam tangki cairan dan menekan cairan ke nozzle.
– Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
– Hydro pneumatic sprayer
b) Pompa cairan : memompa cairan langsung ke nozzle.
– Sprayer semi otomatis
– Bucket sprayer
– Barrel sprayer
– Wheel barrow sprayer
– Slide pump sprayer
– Power hydraulic sprayer
c) Pompa penghembus udara
– Atomizer (Hand sprayer)
– Power blower sprayer
Adapun jenis-jenis sprayer yang digunakan di lapangan yaitu :
1. Home hold sprayer (untuk kebutuhan rumah tangga)
2. Knapsack-sprayer dengan pompa udara tekan
3. Knapsack-sprayer bertekanan konstan dengan pompa plunyer
4. Bucket sprayer (sprayer ember)
5. Barrel sprayer (sprayer tong), dan Wheel barrow sprayer (sprayer beroda)
Spesifikasi Handsprayer
Secara umum spesifikasi alat penyemprot meliputi data teknis mengenai :
a. Volume tangki : 10 – 20 L
b. Kapasitas tangki : 8 – 16 L
c. Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2 ( 140 – 200 psi)
d. Bahan konstruksi : plat logam anti karat
D. BAGIAN-BAGIAN SPRAYER DAN FUNGSI OPERASIONALNYA
Bagian Utama Sprayer
Bagian-bagian utama sprayer secara umum adalah : a) nozzle, b) pompa, c) pipa penyalur, d) saringan, e) tangki
cairan dan sebagian dilengkapi dengan alat pengukur tekanan serta klep pengatur semprotan. Dari bagian-
bagian di atas, nozzle meruapakan bagian yang terpenting.
Nozzle
Nozzle adalah bagian sprayer yang menentukan karakteristik semprotan ; yaitu pengeluaran, sudut
penyemprotan, lebar penutupan, pola semprotan, dan pola penyebaran yang dihasilkan. Nozzle dibuat dalam
bermacam-macam disain. Setiap tipe butiran cairan yang khas dihasilkan oleh nozzle yang khas sesuai dengan
kebutuhan.
Tipe-tipe nozzle :
– Centrifugal nozzle : bentuk nozzle yang paling banyak dijumpai, dibuat dengan sudut penyemprotan yang
lebar dan dengan berbagai model pola penyemprotan dan kapasitas.
– Flooding nozzle : menghasil semprotan dengan model semburan. Nozzle ini disebut juga fan spray nozzle.
– Two-fluid atomizer : menghasilkan droplet yang sangat halus dan menghindarkan pemborosan cairan, tetapi
membuthkan tenaga yang lebih besar daripada tipe-tipe yang lain.
– Rotary atomizer : digunakan untuk pekerjaan besar, menyemprotkan cairan dalam jumlah besar dengan gaya
sentrifugal dan mempunyai pola penyebaran 360 o.
Komponen-komponen nozzle :
– body
– penyaring
– spuyer (nozzle tips), dan nozzle cap
Ada beberapa macam nozzle pada sprayer yaitu :
1. Hallow cone nozzle
Cara yang menarik ke dalam nozzle mengalami pemusingan hingga penyebaran butiran cairannya akan
berbentuk cincin. Besar kecilnya ukuran sprayer kecuali ditentukan oleh tekanan yang diberikan juga ditentukan
oleh tekanan yang diberikan juga ditentukan oleh jarak pemusingan cairannya.
Makin panjang lintasan pemusingan yang ditempuh, makin besar ukuran spray, tetapi makin kecil diameter
penyebaran butiran sprayernya. Keuntungan penggunaan nozzle ini karena dapat diperoleh penyebaran ukuran
butiran spray yang seragam.
2. Solid-cone nozzle
Nozzle ini merupakan hasil modifikasi dari hallo cone nozzle. Prinsip pembentukan spray hampir sama dengan
hollo cone nozzle tetapi pada solid cone nozzle diberikan tambahan internal axiat jet yang tepat ukurannya yang
akan memukul cairan di dalam nozzle yang sedang berputar.
Dengan pemukulan tersebut cairannya akan menjadi makin turbulance dan aliran cairannya menjadi hancur,
meninggalkan nozzle dalam bentuk butiran spray, dengan penyebarannya akan berbentuk lingkaran penuh.
3. Fan type nozzle
Type ini dibuat dengan jalan membuat potongan halus atau saluran yang
menyilang permukaan luar dari arifice plate (plat tarikan). Bentuk tersebut menyebabkan cairan yang
meninggalkan nozzle akan berupa lembaran tipis seperti kipas, yang kemudian akan pecah menjadi butiran-
butiran spray, dengan penyebarannya akan berbentuk elips penuh. Kelemahan nozzle ini mempunyai ukuran
butiran cairan yang tidak merata. Terutama pada bagian ujung tepi penyemprotan, terdapat pengumpulan ukuran
butiran yang besar-besar. Nozzle tipe ini kebanyakan dipakai pada sprayer bertekanan rendah (20-100 psi) untuk
pengendalian herba.
Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat penyemprot tipe gendong ini memiliki bagian utama yang terdiri :
1. Tangki dari bahan plat tahan karat, untuk menampung cairan
2. Unit pompa, yang terdiri dari silinder pompa, piston dari kulit
3. Tangkai pompa, untuk memompa cairan
4. Saluran penyemprot, terdiri dari kran, selang karet, katup serta pipa yang bagian ujungnya
dilengkapi nosel
5. Manometer, untuk mengukur tekanan udara di dalam tangki
6. Sabuk penggendong
7. Selang karet
8. Piston pompa
9. Katup pengatur aliran cairan keluar dari tangki
10. Katup pengendali aliran cairan bertekanan yang ke luar dari selang karet
11. Laras pipa penyalur aliran cairan bertekanan dari selang menuju ke nosel
12. Nosel, untuk memecah cairan menjadi pertikel halus
Gambar : Tipe-tipe nozzle yang umum
E. PETUNJUK DAN KELENGKAPAN BAGI OPERATOR SPRAYER
Dalam melakukan penyemprotan, yang harus diperhatikan saat aplikasi pestisida di lapangan adalah :
1. Udara pada waktu penyemprotan harus memungkinkan antara lain keadaan tenah (tidak berangin) dan
udara masih dingin misalnya pada waktu pagi hari atau sore hari.
2 Penggunaan obat dan cara mencampurnya harus sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan.
3. Hindarkan kontak langsung dengan obat-obatan agar tidak terjadi keracunan.
4. Agar jangan sampai terjadi pencucian/pengeceran bahan kimia, janganlah melakukan penyemprotan
pada waktu banyak embun atau sebelum dan selama hujan turun.
5. Selama penyemprotan berlangsung amatilah agar ukuran butiran cairan yang keluar, pola sebaran dan
hasilnya tetap, butiran cairan waktu mengenai bagian-bagian tanaman tidak terpelanting. Dalam keadaan udara
berangin, jalannya orang mengikuti arah angin.
6. Sedapat mungkin hindari pengenaan obat-obatan secara langsung pada bunganya.
Persyaratan Penggunaan Handsprayer
Persyaratan yang diperlukan dalam mengoperasikan handsprayer (alat penyemprot) ini antara lain :
Isi tangki dengan cairan pestisida dan sisakan kurang lebih 1/5 bagian ruangan tangki untuk udara. Setelah diisi
cairan, tangki dipompa kurang lebih sebanyak 50 – 80 kali pemompaan. Untuk mengetahui intensitas tekanan
udara di dalam tangki dapat diamati melalui manometer. Beberapa persyaratan lainnya adalah bahan konstruksi
terbuat dari plat tahan karat, bagian konstruksi pompa mudah dilepas untuk dibersihkan, selang terbuat dari karet
atau plastik, nosel dapat dilepas dan dapat diganti baiktipe maupun ukuran lubangnya. Persyaratan lain yang
berkaitan efektivitas aplikasi pestisida dalam pengoperasian alat penyemprot adalah kondisi kecepatan angin
tidak melebihi 10 km/jam.
Kelengkapan Alat Handsprayer
Kelengkapan alat yang diperlukan untuk mengoperasikan alat penyemprot ini antara lain :
1. Masker, alat pelengkap untuk menutup mulut dan hidung agar kabut yang mengandung pestisida
tidak masuk ke dalam pernapasan.
2. Pakaian lengan panjang agar menutupi permukaan kulit bagian tangan, sarung tangan, serta kaca
mata pelindung.
3. Ember, gelas ukur, dan corong plastik untuk menakar , mencampur, dan menuangkan larutan
pestisida yang diaplikasikan ke dalam tangki