[Link]
com/metode-metode-lot-sizing-1/
Metode-Metode Lot Sizing (1)
Sumber gambar: Container Solutions
Lot sizing merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menentukan ukuran kuantitas
pemesanan. Ada dua cara pendekatan dalam menyelesaikan masalah lot sizing, yaitu
pendekatan period by period dan level by level. Satu-satunya teknik lot sizing yang
menggunakan period by period yang ada sekarang adalah pendekatan koefisien
(coeffiecient approach). Pendekatan koefisien ini mempunyai kinerja yang lebih baik
daripada teknik lot sizing yang menggunakan pendekatan level by level. Oleh karena itu,
teknik-teknik lot sizing yang menggunakan pendekatan level by level masih tetap
digunakan dalam menentukan ukuran kuantitas pemesanan MRP.
Terdapat 9 teknik lot sizing yang menggunakan pendekatan level by level yang dapat
diterapkan pada MRP. Kesembilan teknik tersebut akan dijelaskan di sini dan di tulisan
berikutnya.
1. Jumlah Pesanan Tetap (Fixed Order Quantity – FOQ)
Teknik FOQ menggunakan kuantitas pemesanan yang tetap yang berarti ukuran
kuantitas pemesanannya (lot size) adalah sama untuk setiap kali pemesanan. Ukuran lot
tersebut ditentukan secara sembarangan atau berdasarkan faktor-faktor intuisi/empiris,
misalnya menggunakan jumlah kebutuhan bersih (Rt) tertinggi sebagai ukuran lotnya.
2. Jumlah pesanan yang ekonomis (Economic Order Quantity – EOQ)
Teknik EOQ sebenarnya bukan dimaksudkan untuk MRP. Sekalipun begitu, teknik ini
dapat dengan mudah diterapkan pada MRP. Teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa
kebutuhan bersifat kontinu dengan pola permintaan yang stabil. Ukuran kuantitas
pemesanannya (lot size) ditentukan dengan rumus:
Dengan:
Q = kuantitas pemesanan yang ekonomis
D = penggunaan per tahun (dalam unit)
A = biaya pemesanan per satu kali pesan
It = ongkos simpan
C = harga per unit
3. Ukuran Sesuai Pesanan (Lot for Lot -LFL )
Teknik LFL ini merupakan teknik lot sizing yang paling sederhana dan paling mudah
dipahami. Pemesanan dilakukan dengan pertimbangan minimasi ongkos simpan. Pada
teknik ini, pemenuhan kebutuhan bersih (Rt) dilaksanakan di setiap periode yang
membutuhkannya, sedangkan besar ukuran kuantitas pemesanannya (lot size) adalah
sama dengan jumlah kebutuhan bersih (Rt) yang harus dipenuhi pada periode yang
bersangkutan. Teknik ini biasanya digunakan untuk item-item yang mahal atau yang
tingkat diskontinuitas permintaannya tinggi.
4. Kebutuhan dengan Periode Tetap (Fixed Period Requirement – FPR)
Teknik ini menggunakan konsep interval pemesanan yang konstan, sedangkan ukuran
kuantitas pemesanannya (lot size) boleh bervariasi. Ukuran kuantitas pemesanan
tersebut merupakan penjumlahan kebutuhan (Rt) dari setiap periode yang tercakup
dalam interval pemesanan yang telah diterapkan. Penetapan interval pemesanannya
dilakukan secara sembarang atau intuitif. Pada teknik FPR ini, pemesanan dilaksanakan
pada periode berikutnya.