SOP Pemantauan Kualitas Air Limbah
SOP Pemantauan Kualitas Air Limbah
KEBIJAKAN :
Dalam rangka monitoring kualitas air limbah perlu dilakukan swapantau air limbah di RS Hermina Daan Mogot.
PENGERTIAN :
Swapantau air limbah adalah kegiatan monitoring kualitas air limbah terhadap parameter debit, pH, TDS, sisa
klor, kekeruhan, bau, dan aliran yang dilakukan setiap hari untuk mempertahankan dan meningkatkan kulitas
air limbah.
TUJUAN :
1. Memonitor dan mempertahankan kualitas air limbah sesuai dengan ketentuan.
2. Proses pengolahan air limbah pada bak IPAL dapat berlangsung optimal.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample air limbah.
2. Ambil sample limbah dari bak IPAL/tempat pengambilan sample yang telah ditentukan dalam gelas sample.
3. Letakkan gelas sample air limbah secara berjajar dengan latar belakang putih.
4. Bandingkan tingkat kekeruhan air limbah pada masing-masing sample.
5. Catat hasil pemantauan pada lembar checklist harian IPAL.
6. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
7. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN TINGKAT KEKERUHAN AIR LIMBAH
KEBIJAKAN :
Dalam rangka monitoring kualitas air limbah perlu dilakukan pemantauan tingkat kekeruhan air limbah di RS
Hermina Daan Mogot.
PENGERTIAN :
Kekeruhan air limbah adalah jumlah zat padat tersuspensi pada air limbah IPAL yang terpantau secara fisik
TUJUAN :
1. Memonitor dan mempertahankan suhu air limbah sesuai dengan ketentuan.
2. Proses pengolahan air limbah pada bak IPAL dapat berlangsung optimal.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample air limbah.
2. Ambil sample limbah dari masing-masing bak IPAL dalam gelas sample.
3. Pengambilan sample dilakukan pada bak-bak sebagai berikut:
a. Grease trap.
b. Bak laundry.
c. Septic Tank.
d. Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
e. Bak anaerob I.
f. Bak aerob I.
g. Bak anaerob II.
h. Bak aerob II.
i. Bak penampungan akhir.
j. Bak ikan.
k. Bak klor.
4. Letakkan gelas sample air limbah secara berjajar dengan latar belakang putih.
5. Bandingkan tingkat kekeruhan air limbah pada masing-masing sample.
6. Catat hasil pemantauan pada lembar checklist harian IPAL.
7. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
8. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN TINGKAT BAU AIR LIMBAH
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
RUMGA-KL/SOP/18 Ke : 00 1/1
Ditetapkan di Jakarta
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR 18/09/2008
drg. I. Ichsan Hanafi, MARS
OPERASIONAL Direktur
KEBIJAKAN :
Dalam rangka monitoring kualitas air limbah perlu dilakukan pemantauan tingkat bau air limbah di RS Hermina
Daan Mogot.
PENGERTIAN :
Bau air limbah adalah aroma yang ditimbulkan dari proses penguraian air limbah pada IPAL.
TUJUAN :
Memonitor bau yang ditimbulkan dari proses pengolahan air limbah pada masing-masing bak IPAL.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample air limbah.
2. Ambil sample air limbah dari masing-masing bak IPAL dalam gelas sample.
3. Pengambilan sample dilakukan pada bak-bak sebagai berikut :
a. Grease trap.
b. Bak laundry.
c. Septic Tank.
d. Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
e. Bak anaerob I.
f. Bak aerob I.
g. Bak anaerob II.
h. Bak aerob II.
i. Bak penampungan akhir.
j. Bak ikan.
k. Bak klor.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN SUHU AIR LIMBAH
KEBIJAKAN :
Dalam rangka monitoring kualitas air limbah perlu dilakukan pemantauan suhu air limbah di RS Hermina Daan
Mogot.
PENGERTIAN :
Suhu air limbah adlah derajat yang diperbolehkan pada air limbah IPAL dalam satuan Celcius.
TUJUAN :
1. Memonitor dan mempertahankan suhu air limbah sesuai dengan ketentuan.
2. Proses pengolahan air limbah pada bak IPAL dapat berlangsung optimal.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample dan termometer air limbah.
2. Ambil sample air limbah dalam gelas sample dan lakukan pengukuran dengan menggunakan termometer.
3. Lakukan pengukuran suhu air limbah pada bak-bak sebagai berikut:
a. Grease trap.
b. Bak laundry.
c. Septic Tank.
d. Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
e. Bak anaerob I.
f. Bak aerob I.
g. Bak anaerob II.
h. Bak aerob II.
i. Bak penampungan akhir.
j. Bak ikan.
k. Bak klor.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN pH AIR LIMBAH DI RSIA HERMINA
KEBIJAKAN :
Dalam rangka monitoring kualitas air limbah perlu dilakukan pemantauan pH air limbah di RS Hermina Daan
Mogot.
PENGERTIAN :
PH air limbah adalah derajat keasaman yang terkandung dalam air limbah.
TUJUAN :
1. Memonitor dan mempertahankan pH limbah sesuai dengan ketentuan.
2. Proses pengolahan air limbah pada bak IPAL dapat berlangsung optimal.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample dan pH meter air limbah.
2. Ambil sample air limbah dalam gelas sample dan lakukan pengukuran menggunakan pH meter dengan cara
merendam alat ukur ke dalam air hingga batas yang ditentukan.
3. Lakukan pengukuran pH air limbah pada bak-bak sebagai berikut:
a. Grease trap.
b. Bak laundry.
c. Septic Tank.
d. Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
e. Bak anaerob I.
f. Bak aerob I.
g. Bak anaerob II.
h. Bak aerob II.
i. Bak penampungan akhir.
j. Bak ikan.
k. Bak klor.
4. Catat hasil pengukuran pada lembar checklist harian IPAL.
5. Bandingkan hasil pengukuran dengan standar yang ditetapkan, yaitu 6-9.
6. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
7. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) AIR LIMBAH
PENGERTIAN :
Total disolved Solid (TDS) air limbah adalah jumlah zat padat terlarut yang terkandung dalam air limbah IPAL.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pemantauan TDS air limbah.
TUJUAN :
1. Memonitor dan mempertahankan TDS air limbah sesuai dengan ketentuan.
2. Proses pengolahan air limbah pada bak IPAL dapat berlangsung optimal.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample dan pH meter air limbah.
2. Ambil sample air limbah dalam gelas sample dan lakukan pengukuran menggunakan TDS meter dengan cara
merendam alat ukur ke dalam air hingga batas yang ditentukan.
3. Lakukan pengukuran TDS air limbah pada bak-bak sebagai berikut:
a. Grease trap.
b. Bak laundry.
c. Septic Tank.
d. Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
e. Bak anaerob I.
f. Bak aerob I.
g. Bak anaerob II.
h. Bak aerob II.
i. Bak penampungan akhir.
j. Bak ikan.
k. Bak klor.
4. Catat hasil pengukuran pada lembar checklist harian IPAL.
5. Bandingkan hasil pengukuran dengan standar yang ditetapkan, yaitu 1.500 mg/L.
6. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
7. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN SISA KLOR (Cl) AIR LIMBAH
PENGERTIAN :
Sisa klor (Cl) air limbah adalah kandungan klor yang terlarut dalam air limbah dalam satuan mg/L.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pemantauan sisa klor (Cl) air limbah.
TUJUAN :
1. Mengendalikan dan memonitor kadar sisa klor yang terdapat dalam air buangan dari bak laundry.
2. Memonitor kadar sisa klor yang terdapat dalam air buangan dari bak klor.
PROSEDUR :
1. Siapkan gelas sample dan comparator air limbah.
2. Ambil sample air limbah dalam gelas sample dan lakukan pengukuran menggunakan comparator dengan cara:
a. Ambil sample air hingga batas ketinggian yang ditentukan oleh tabung comparator.
b. Teteskan 5 tetes larutan OTO ke dalam air limbah pada comparator.
c. Tutup dan kocok comparator dan bandingkan warna air limbah dengan standar yang ada pada
tabung comparator.
3. Lakukan pengukuran sisa klor (Cl) air limbah pada bak-bak sebagai berikut:
a. Bak laundry.
b. Bak klor.
4. Catat hasil pengukuran pada lembar checklist harian IPAL.
5. Bandingkan hasil pengukuran dengan standar yang ditetapkan, yaitu maksimal 0,2 mg/L.
6. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
7. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMBERSIHAN PIPA SALURAN GREASE TRAP
PENGERTIAN :
Pipa saluran grease trap adalah perpipaan yang menghubungkan grease trap dengan sumber penghasil limbahnya
(dapur, pantry, ruang makan, kantin).
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pembersihan pipa saluran grease trap.
TUJUAN :
1. Menjaga kelancaran distribusi air limbah yang menuju ke grease trap.
2. memelihara perpipaan air limbah yang menuju ke grease trap.
PROSEDUR :
1. Siapkan ember dan biakan bakteri penghancur lemak.
2. Larutkan 1 liter biakan bakteri penghancur lemak ke dalam 1 ember (19 liter) air dan aduk hingga merata.
3. Siram larutan tersebut ke salah satu saluran air kotor penghasil lemak (dapur/pantry/ruang makan/kantin).
4. Setelah 3 hari lakukan penggelontoran pada perpipaan tersebut dengan membuka seluruh kran air bersih
pada ruangan tersebut (dapur, pantry, ruang makan, kantin) selama ±5 - 10 menit.
5. Lakukan proses 1 – 3 setiap minggu hanya pada 1 saluran pembuangan air kotor secara bergantian.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN DIFFUSER DAN PIPA AERASI
PENGERTIAN :
1. Diffuser adalah alat untuk mengatur volume udara yang dialirkan dari blower ke bak aerob.
2. Pipa aerasi adalah perpipaan yang mendistribusikan udara dari blower ke bak aerasi.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pemantauan diffuser dan pipa aerasi.
TUJUAN :
1. Menjaga kelancaran distribusi udara di bak aerob.
2. Tercapainya kebutuhan volume udara pada bak aerob.
PROSEDUR :
1. Cek keluaran udara dengan melihat gelembung udara yang terdapat pada bak aerob I dan II (tidak
terdistribusi secara merata dengan volume optimal),
2. Jika distribusi udara tidak merata maka terdapat lubang udara yang tersumbat/bocor. Lakukan koordinasi
dengan Kabag. Rumga (teknisi).
3. Jika volume udara tidak optimal maka atur kran diffuser yang terdapat pada bak tersebut. Lakukan
pemantauan tersebut setiap hari agar proses aerasi berlangsung optimal.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEREMAJAAN/PEMBERIAN BAKTERI PADA BAK AEROB
PENGERTIAN :
Bakteri pada bak aerob adalah mikroorganisme yang dibutuhkan dalam penguraian air limbah di bak aerob.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam peremajaan/pemberian bakteri pada bak aerob.
TUJUAN :
1. Memberi suplai dan mengendalikan komposisi bakteri pada bak aerob.
PROSEDUR :
1. Siapkan bakteri yang akan didistribusikan ke bak aerob.
2. Masukkan ke dalam bak biakan bakteri.
3. Distribusikan bakteri ke bak aerob dengan dosis 1 liter bakteri/60 m 3 air limbah/hari.
4. Jika bak aerob dalam kondisi setelah pengurasan, tambahkan dosis bakteri hingga 2X.
5. Lakukan pemberian bakteri pada pagi (pkl 08.00) dan atau sore (16.00) hari.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
BACK WASH FILTER SILICA CARBON
PENGERTIAN :
1. Back wash filter adalah pencucian filter air limbah dengan jalan merubah arah aliran air limbah yang masuk
ke dalam tabung filter.
2. Filter silica carbon adalah tabung filter yang digunakan untuk menyaring air limbah dengan media pasir
silica dan carbon aktif.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam back wash filter silica carbon.
TUJUAN :
1. Membersihkan media yang terdapat dalam filter silica carbon agar diperoleh kualitas air limbah yang
ditentukan.
2. Mencegah mampet (clogging) dan menjamin kelancaran aliran dalam proses penyaringan dalam filter silica
carbon.
PROSEDUR :
1. Tutup aliran masuk air limbah ke dalam filter silica carbon dengan menutup semua kran (valve), yang
terdapat pada filter.
2. Buka kran (valve) dengan arah terbalik yaitu dari lubang output menuju lubang input.
3. Lakukan back wash secara berulang-ulang ketika aliran filter tidak lancar hingga efluen air limbah dan filter
terlihat jernih dan aliran kembali lancar.
4. Lakukan pemantauan setiap hari dan setiap saat pada filter silica carbon untuk mencegah terhambatnya aliran
(mampet/clogging).
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGGANTIAN MEDIA FILTER SILICA CARBON
PENGERTIAN :
1. Media filter adalah bahan berupa pasir silica dan carbon aktif yang digunakan sebagai zat penyaring air
limbah dari zat pencemar.
2. Filter silica carbon adalah tabung filter yang digunakan untuk menyaring air limbah dengan media pasir
silica dan carbon aktif.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam penggantian media filter silica carbon.
TUJUAN :
1. Meremajakan media pasir silica dan carbon aktif yang digunakan dalam menyaring polutan dalam air
limbah.
2. Meningkatkan efektifitas kinerja filter dalam penyaringan polutan air limbah.
PROSEDUR :
1. Keluarkan seluruh media yang terdapat dalam tabung filter melalui lubang pembuangan media.
2. Cuci bagian dalam tabung filter dengan air bersih hingga semua media melalui lubang masuk media hingga
semua media keluar dan tabung filter dalam kondisi bersih.
3. Tutup kembali lubang pembuangan media.
4. Isi tabung filter dengan media baru dengan perbandingan 30% - 40% pasir silica dan 60% - 70% carbon
aktif.
5. Lakukan penggantian media dengan frekuensi setiap 6 bulan s/d 1 tahun sekali.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMBERIAN DOSIS KLOR (Cl) IPAL
PENGERTIAN :
Dosis klor (Cl) adalah kadar sisa klor yang diperbolehkan dalm air limbah dengan satuan mg/L.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pemberian dosis klor (Cl) IPAL.
TUJUAN :
Membunuh dan mengendalikan kadar mikrobiologis air limbah sebelum dibuang ke saluran kota.
PROSEDUR :
1. Masukkan dan larutkan klor ke dalam bak klor yang telah terisi air.
2. Alirkan larutan klor ke bak klor IPAL dengan menggunakan dosing pump.
3. Atur volume dan intensitas larutan klor pada dosing pump untuk mendapatkan sisa klor yang diinginkan pada
air limbah.
4. Tambahkan kembali larutan klor pada bak klor jika larutan klor habis.
5. Lakukan pemantauan volume larutan klor pada bak klor setiap pagi (08.00) dan sore (09.00) hari.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGURASAN BAK IPAL
PENGERTIAN :
Pengurasan bak IPAL adalah pembersihan bak IPAL dari lumpur hasil penguraian bakteri yang telah non aktif
dan dalam volume berlebih.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pengurasan bak IPAL.
TUJUAN :
1. Mengendalikan volume lumpur dalam bak pengolahan IPAL.
2. Meningkatkan efektivitas kerja IPAL dalam mengurai materi air limbah.
3. Mencegah terjadinya kemampetan (clogging) pada saluran IPAL.
PROSEDUR :
1. Tutup aliran air yang menuju ke bak yang akan dikuras.
2. Buang dan bersihkan air dan lumpur dalam bak IPAL dengan pompa.
3. Jika terdapat media dalam bak, maka keluarkan dan bersihkan media tersebut.
4. Lakukan pengurasan pada bak-bak sebagai berikut:
- Grease trap.
- Bak laundry.
- Septic Tank.
- Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
- Bak anaerob I.
- Bak aerob I.
- Bak anaerob II.
- Bak aerob II.
- Bak penampungan akhir.
- Bak ikan.
- Bak klor.
5. Lakukan pembilasan dengan air pada dinding-dinding bak IPAL.
6. Sisakan lumpur pada bak IPAL hingga 20% s/d 25%.
7. Setelah selesai, buka kembali aliran yang ditutup.
8. Lakukan kegiatan tersebut setiap 6 bulan sekali.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGURASAN BAK IKAN
PENGERTIAN :
Pengurasan bak IPAL adalah pembersihan bak yang di dalamnya diberi ikan sebagai indicator kualitas air
limbah.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pengurasan bak ikan.
TUJUAN :
1. Memelihara kebersihan dan keindahan bak ikan.
2. Menjaga agar bak ikan dalam kondisi yang optimal untuk perkembangbiakan ikan.
PROSEDUR :
[Link] dan pindahkan ikan pada bak/ember yang bersih.
[Link] air dalam bak ikan.
[Link] bak ikan dengan sikat dan sabun.
[Link] bak ikan hingga bersih dari sabun dan kotoran.
[Link] kembali bak ikan dengan air.
[Link] ikan ke dalam bak ikan.
[Link] kegiatan tersebut setiap 1-2 minggu sekali.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PEMANTAUAN PIPA SALURAN IPAL
PENGERTIAN :
Pipa saluran IPAL adalah pipa yang mendistribusikan/menyalurkan air limbah mulai dari sumber, proses
pengolahan di IPAL, hingga outlet.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara dalam pemantauan pipa saluran IPAL.
TUJUAN :
1. Mencegah terhambatnya aliran air limbah mulai dari sumber hingga proses akhir IPAL.
2. Air limbah dapat terproses sesuai dengan tahapan dan waktu tinggal yang ditentukan.
3. Air limbah tidak mengalami over flow pada bak IPAL.
PROSEDUR :
1. Lakukan pemantauan saluran pipa inlet dan outlet IPAL pada bak-bak sebagai berikut:
- Grease trap.
- Bak laundry.
- Septic Tank.
- Bak penampungan awal/Bak sedimentasi.
- Bak anaerob I.
- Bak aerob I.
- Bak anaerob II.
- Bak aerob II.
- Bak penampungan akhir.
- Bak ikan.
- Bak klor.
2. Catat hasil pemantauan pada lembar checklist harian IPAL.
3. Bandingkan hasil pemantauan dengan standar yang ditetapkan, yaitu aliran harus lancar.
4. Laporkan hasil pemantauan pada rapat morning meeting.
5. Lakukan kegiatan tersebut setiap hari pkl. 12.00.
INSTALASI TERKAIT :
Bidang Keperawatan/Bidang Pelayanan Medis.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH
PENGERTIAN :
1. Pengambilan sample air limbah adalah : kegiatan dalam pengambilan sample atau contoh air limbah
yang digunakan untuk pemeriksaan mutu IPAL rumah sakit yang diambil dari titik Inlet dan titik Outlet
bak penampungan limbah.
2. Pengambilan Sesaat adalah : pengambilan sample air limbah yang dilakukan hanya sekali saja pada
saat itu.
3. Pengambilan Komposit adalah : pengambilan sample air limbah dari gabungan beberapa sample air
limbah (3 botol) yang telah dicampurkan.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tatacara pdalam pengambilan sample atau contoh air limbah.
TUJUAN :
1. Tercapainya optimalisasi dalam pemeriksaan air limbah.
2. Tercapainya tingkat pemeriksaan sample air limbah yang tepat dan akurat.
3. Mencegah terjadinya tingkat pencemaran akibat limbah yang dihasilkan.
PROSEDUR :
1. Pelaksana adalah : petugas kesehatan lingkungan.
2. Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengambilan sample air limbah, antara lain :
Botol sample khusus untuk penampung air limbah (tidak berwarna) ukuran 2 ltr sebanyak 10
(sepuluh) buah,
Sarung tangan karet (APD)
Tempat tampungan ukuran 20 ltr (Ember)
Kertas Label
Alat tulis / pulpen
3. Pengambilan sample atau contoh air limbah dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
Pengambilan Sesaat dengan menggunakan 2 buah botol, untuk Inlet dan Outlet masing masing
1 buah botol.
Pengambilan Komposit dengan menggunakan 8 buah botol, untuk Inlet dan Outlet masing
masing 4 buah botol.
4. Lakukan pengambilan sample air limbah ini untuk pemeriksaan laboratorium secara rutin setiap 3 bulan
sekali.
5. Penunjukan Laboratorium rujukan untuk pemeriksaan sample air limbah rumah sakit mengacu kepada
peraturan yang berlaku untuk masing-masing wilayah.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH
6. Kirim segera sample air limbah dari titik inlet dan outlet tersebut kepada Laboratorium rujukan dalam suhu
dibawah 30oC, paling lambat 6 jam dari saat pengambilan.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PENGAMBILAN SAMPEL AIR LIMBAH
7. Kemudian ambil kembali sample air limbah dari butir f dan tuangkan ke dalam botol ke-4 yang bersih
sebanyak 2 ltr (tidak boleh ada udara / O2 yang masuk) dan berikan kertas label pada botol tersebut.
8. Bersihkan ember penampungan yang berisi campuran air limbah dari ke-3 (tiga) botol yang diambil dari titik
Inlet tersebut untuk dipergunakan kembali menampung campuran air limbah dari titik Outlet.
9. Kirimkan sample air limbah tersebut kepada Laboratorium rujukan dalam suhu dibawah 30 0 C, paling
lambat 6 jam dari saat pengambilan terakhir.
6. Setelah pengambilan sample air limbah pada botol yang terakhir, campurkan sample air limbah dari ke-3
(tiga) botol tersebut ke dalam satu tempat penampungan (ember) yang bersih.
7. Kemudian ambil kembali sample air limbah dari butir f dan tuangkan ke dalam botol ke-4 yang bersih
sebanyak 2 ltr (tidak boleh ada udara / O2 yang masuk) dan berikan kertas label pada botol tersebut.
8. Bersihkan ember penampungan yang berisi campuran air limbah dan simpan pada tempatnya
9. Kirimkan sample air limbah tersebut kepada Laboratorium rujukan dalam suhu dibawah 30 0 C, paling
lambat 6 jam dari saat pengambilan terakhir.
UNIT TERKAIT :
Seluruh Bidang/Bagian di RS Hermina Daan Mogot
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *
PERAWATAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH
PENGERTIAN :
1. Perawatan IPAL adalah kegiatan perawatan sistem pengolahan air limbah rumah sakit agar proses yang
dihasilkan sesuai dengan standar baku mutu limbah cair rumah sakit.
2. Pelaksana: petugas kesling, tata graha, dan IPSRS.
KEBIJAKAN :
RS Hermina Daan Mogot mengatur tata cara perawatan instalasi pengolahan air limbah.
TUJUAN :
1. Tercapai kualitas outlet IPAL yang memenuhi standar baku mutu limbah cair sesuai dengan Kep. Men. LH
No. 58 tahun 1995.
2. Sebagai pedoman petugas kesehatan lingkungan RS Hermina Daan Mogot dalam melakukan pemantauan,
pemeliharaan, analisa, dan tindak lanjut dalam pengelolaan air limbah.
PROSEDUR :
A. Pemantauan IPAL
1. Pemantauan Harian
Pemantauan harian dilakukan pada semua komponen IPAL (lembar kontrol IPAL harian terlampir).
2. Pemantauan Bulanan
Pemantauan dilakukan dengan pemeriksaan kualitas inlet dan outlet (parameter mengacu pada
Kep. Men. LH No. 58 tahun 1995). Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui efektifitas
sistem IPAL RS.
B. Pemeliharaan Struktur dan Sarana Pendukung IPAL
Lakukan pemeliharaan pada struktur dan sarana pendukung sistem IPAL dengan mengacu pada jadual
UKL/UPL seperti terlampir.
INSTALASI TERKAIT :
Bagian Rumga, Urusan Tata Graha & Kesling, Ur. IPSRS.
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA DAAN MOGOT
SECARA TERTULIS *