0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan5 halaman

Penyuluhan Pengolahan Air Limbah

Penyuluhan ini membahas tentang saluran pembuangan air limbah rumah tangga yang sehat. Materi penyuluhan mencakup pengertian air limbah dan sanitasi, karakteristik air limbah, serta dampak pencemaran limbah cair dari rumah tangga terhadap kesehatan. Penyuluhan dilaksanakan di rumah warga dengan metode ceramah dan tanya jawab.

Diunggah oleh

Sutrio Juang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan5 halaman

Penyuluhan Pengolahan Air Limbah

Penyuluhan ini membahas tentang saluran pembuangan air limbah rumah tangga yang sehat. Materi penyuluhan mencakup pengertian air limbah dan sanitasi, karakteristik air limbah, serta dampak pencemaran limbah cair dari rumah tangga terhadap kesehatan. Penyuluhan dilaksanakan di rumah warga dengan metode ceramah dan tanya jawab.

Diunggah oleh

Sutrio Juang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH

Hari / Tanggal : Kamis, 13 Juli 2017


Judul : Penyuluhan Saluran Pengolahan Air Limbah
Waktu : 30 Menit
Tempat : Rumah Bapak Suyadi RT 8 RW 3 Desa Wonoharjo

A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Instruksional Umum
Masyarakat desa wonoharjo dapat mengetahui dan memahami tentang
bagaimana cara dan gambaran saluran air limbah yang sehat dan memenuhi
syarat.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Warga dapat memahami syarat-syarat. saluran air limbah
b. Warga dapat menjelaskan alasan dibuatnya saluran air limbahn yang baik
dan sehat
c. Warga dapat saluran air limbah yang sehat dan memenuhi syarat.

B. Sasaran
Masyarakat Pengajian dusun I di desa Wonoharjo

C. Isi atau Materi


Materi Penyuluhan tentang :
1. Pengertian Sanitasi
2. Pengertian Air Limbah
3. Karakteristik Air Limbah
4. Dampak Pencemaran Limbah Cair Dari Rumah Tangga Terhadap Kesehatan

D. Metode Penyuluhan
Ceramah dan Tanya Jawab
E. Kegiatan Penyuluhan

No Langkah- Waktu Kegiatan Kegiatan Media


langkah sasaran
1 Pembukaan 10 Menit Mengucapkan Masyarakat Sound
salam, wonoharjo System
Memperkenalka
n diri,
Menjelaskan
tujuan
Penyuluhan
2 Penyajian 30 Menit Menyampaikan Masyarakat Power
Materi wonoharjo Point
Penyuluhan dan
Tanya Jawab
3 Evaluasi 10 Menit Mengevaluasi Masyarakat Hand Out
hasilpenyuluhan, wonoharjo
Membuat
kesimpulan hasil
kegiatan
penyuluhan
4 Penutup 10 Menit Pembacaan Doa, Mahasiswa Sound
Mengucapkan System
Terimakasih dan
Salam Penutup

F. Media dan Alat


Media : Persentasi (power point)
Alat : LCD, Laptop, Wirless

G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Masyarakat hadir ditempat penyuluhan
b. Penyelengaraan dilaksanakan dirumah warga RT 8 RW 3
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
a. Masyarakat antusiasi terhadap materi penyuluhan
b. Masyarakat tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
c. Masyarakat mengajukan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi hasil
a. Masyarakat sudah mengerti, memahami, dan melaksanakan tentang

saluran pembuangan air limbah.

b. Masyarakat hadir saat pertemuan

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Air Limbah


Air Limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari
rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada
umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Batasan lain
mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair
yang bersal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industry,
bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada.
Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang
tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain
seperti industry, perhotelan, dan sebagainya. Meskipun merupakan air, namun
volumenya besar karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi
kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang
sudah kotor (tercemar). Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir
kesungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu air
buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik
Air buangan yang bersumber dari rumah tangga, yaitu air limbah yang berasal
dari permukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta
(tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umunya terdiri
dari bahan-bahan organik.
1. Pengertian sanitasi
Sanitasi yaitu sisi dari system pembuangan air limbah, yang terutama
menyangkut pembuangan air kotor dari rumah tangga, bisa juga dari sisa-
sisa sistem industry, pertanian, peternakan serta rumah sakit ( sector
kesehatan ). sanitasi juga adalah satu usaha untuk berikan sarana didalam
rumah yang bisa menanggung supaya rumah senantiasa bersih serta sehat.
pastinya tang ditunjang penyediaan air bersih yang cukup, serta
pembuangan air kotoran yang lancar.
2. Air limbah
Air limbah yaitu air buangan yang dihasilkan dari satu sistem pruduksi
industri ataupun domestik ( rumah tangga ), yang kadang-kadang
kehadirannya pada satu waktu serta area spesifik tidak dikehendaki
lingkungan dikarenakan tidak mempunyai nilai ekonomis. didalam
konsentrasi serta jumlah spesifik, kehadiran limbah bisa beresiko negative
pada lingkungan tertutama kesehatan manusia hingga dikerjakan
penanganan pada limbah.

Karakteristik air limbah perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara
pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara
garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut:

1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan
padat dan suspense. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna
suram seperti larutan sabun, sedikit berbau, kadang-kadang mengandung
sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja
dan sebagainya.

2. Karakter kimia
Biasanya air buangan ini mengandung zat-zat kimia anorganik yang berasal
dari air bersih serta bermacam-macam zat organic berasal dari penguraian
tinja, urin dan sampah-sampah lainnya. Oleh sebab itu, pada umunya besifat
basah pada waktu masih baru, dan cenderung keasam apabila sudah mulai
membusuk.

3. Kiarakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisem golongan coli terdapat juga
dalam air limbah tergantung dari mana sumbernya, namun keduanya tidak
berperan dalam proses pengolahan air buangan.

B. Dampak Pencemaran Limbah Cair Dari Rumah Tangga Terhadap


Kesehatan

Limbah cair bisa berupa limbah yang terbentuk dari bahan organic dan
anorganik. Apabila meresap dalam permukaan tanah, limbah cair dapar merusak
tanah terutama kesuburan tanah dan juga sumber air yang ada didalamnya. Bila
kita hidup dalam tnah yang telah tercemar dan mengkonsumsi segala sesuatu
darinya bisa membahayakan kesehatan tubuh dan berbagai penyakit seperti
diare, dan disentri dapat ditengah-tengah kita.

Cara pengolahan limbah rumah tangga yang pertama adalah mengelola


limbah cairnya. Limbah cair rumah tangga yang berasal dari dapur dan kamar
mandi—tidak termasuk buangan kloset—bisa diolah kembali menjadi air bersih
untuk kepentingan menyiram tanaman, mencuci, menyiram kloset, dan mandi.
Caranya dengan membuat saluran pengolahan limbah cair dapur dan kamar
mandi sebelum dialirkan ke sumur resapan. Cara membuat saluran pengolah
limbah cair. Cara ini memerlukan saluran air kotor menuju drum tempat
penyaringan sebelum diresapkan ke dalam tanah atau ditampung dalam sumur
resapan.

Pertama-tama siapkan dulu bahannya. Yaitu; pasir, semen, koral, kayu,


pipa paralon serta beberapa peralatan pertukangan seperti palu, gergaji, cangkul.

1. Pertama sambungkan pipa paralon dari saluran pembuangan air limbah, lalu
sambung kebak pertama yaitu bak control dengan lebar 30 cm dan kedalaman
30 cm. setelah selesai menggali lakukan pengecoran disetiap sisi atas, sisi
bawah bak pertama. Lalu sambung dengan paralon dan diberi skat atau
penyaring pada penyalur pipa kedua.
2. Selanjutnya membuat bak penampungan/bak kedua, lakukan penggalian
sedalam 1 meter dengan lebar 1 meter. Setelah melakukan penggalian
lakukan pengecoran setiap sisi atas, sisi bawah bak penampungan. Lalu
sambung lagi dengan paralon dan diberi skat atau penyaring pada penyalur
pipa ketiga.
3. Selanjutnya membuat bak penampungan/bak ketiga, lakukan penggalian
sedalam 130 cm dengan lebar 130 cm. Setelah melakukan penggalian lakukan
pengecoran setiap sisi samping bak. Masukkan pasir dilapisan dasar dengan
tinggi 10 cm dengan rata, dibagian lapisan kedua diberi batu koral setinggi 20
cm dengan rata.
4. Membuat tutup bagian atas bak akhir dengan cara dicor atau menggunakan
papan dengan lebar 130 cm dan diberi lubang pada bagian atas tutup bak
akhir menggunakan pipa T.

Anda mungkin juga menyukai