`Tugas 2 perancangan ruang luar
“ PRINSIP DESAIN PERANCANGAN RUANG LUAR “
DI KOTA PALU
CHAIRUL HIDAYAT BUKOTING F221 16 026
PRODI S1 ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
PALU – 2018
TEMA atau ORDER
Order dapat dicapai dengan menggunakan suatu tema desain yang konsisten seperti formal,
informal, atau informal terstruktur
Contoh kasus :
Lokasi : Anjungan pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan :Order atau Tema merupakan seuatu acuan
utama sebagai konsistensi desain pada ruang luar, tema
juga bisa menceritakan suatu kejadian yang lampau atau
kejadian yang langkah, sepeti pada studi kasus ini
merupakan tugu gerhana bulan yang dibuat untuk
mengenang bahwa dipalu adalah tempat gerhana. Dan
tugu ini menjadi objek wisata.
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : tema juga bisa menceritakan suatu kejadian
yang lampau atau kejadian yang langkah ataupun hari
pringatan, seperti pada gambar monumen FESTIVAL PALU
NOMONI, menumen ini menjadi pengingat bahwa palu
nomoni pertama yang dilakukan dikota palu, serta juga
menjadi daya tarik pengunjungn anjungan utama pantai
talise
Repetition (Pengulangan)
Pengulangan merujuk pada pengulangan penggunaan fitur seperti tanaman-tanaman dengan
persamaan bentuk, garis, tekstur dan warna. Pengulangan yang terlalu banyak akan
menciptakan kesan yang monoton, tapi saat digunakan dengan efektif dapat mengarahkan pada
irama, fokalisasi, dan penekanan. Unity dapat dicapai dengan lebih baik dengan maksud lain
selain repetisi.
Contoh kasus :
Lokasi : Anjungan pantai talise,Jalan, Cut mutia, kota palu
Tanggapan : Melihat dari pengertian dari prinsip prinsip
perancangan ruang luar (pengulangan) bahwa dalam studi
kasus ini terdapat pengulangan bentuk,warna dan tekstur
yaitu pada tembok tembok yang berdiri dan juga terjadi
pengulangan pada bidang alas yaitu, pengulangan warna
dan tektur dengan dimensi yang berbedah
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : Melihat pada studi kasus ini
pengulangan terjadi dengan mengulang 8 kolom yang
sama dan memeliki tektur yang sama, dan diletakan
pala pola melingkar menjadi unsur bidang atas yang
bila ada namannya bisa menjadi unsur peneduh.
Rhytm (Irama)
Irama dapat dicapai saat elemen-elemen dalam sebuah desain dapat menciptkan suatu
perasaan dari pergerakan yang menuntun mata yang melihat melalui atau bahkan diluar area
yang didesain. Peralatan seperti warna, garis dan bentuk dapat diulang untuk mendapatkan
irama dalam desain lanskap. Irama dapat mengurangi kebingungan dalam desain.
Contoh kasus :
pengulangan Progresif selang
Lokasi : Anjungan pantai talise,Jalan, Cut mutia, kota palu
Tanggapan : ( pengulangan ) Melihat dari pengertian
dari prinsip prinsip perancangan ruang luar (pengulangan)
dan dikaitan dengan Ritme atau irama bahwa dalam studi
kasus ini terdapat pengulangan bentuk,warna dan tekstur
yaitu pada tembok tembok ( tiang-tiang ), pagar (sebagai
unsur pembatas) dan lantai (sebagai unsur alas)
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Cut mutia, kota palu
Tanggapan : ( Progresif ) yaitu suatu pola atau irama
yang disusun secara tidak beraturan tapi tapi tetap pada
bentuk pola tersebut, pada gambar terlihat pola paving
terlihat tidak memliki pola lurus tapi pada pola yang acak
ini disebut irama Progresif
Lokasi : Anjungan pantai talise,Jalan, komodo, kota palu
Tanggapan : ( selang ) ialah suatu irama yang
dibuat berselang antara objek satu dan objek
kedua namun objek ketiga kembali mengulang pada
objek kesatu. Pada studi kasus Ritme atau irama
terjadi pada pola unsur alas yaitu berupa warna
yang disusun secara selang seling atau disusun tidak
secara horizontal pada bidang alas tersebut
Balance (Keseimbangan)
Balance dalam desain merujuk pada keseimbangan atau kesamaan dari atraksi visual.
1. Keseimbangan yang simetris akan tercapai saat satu sisi dari suatu desain menjadi
gambaran cermin dari sisi lainnya. Garis yang sama, bentuk, tekstur atau warna berada
pada kedua sisi dalam desain simetris.
2. Keseimbangan asimetris menggunakan bentuk yang berbeda, warna dan tekstur untuk
mendapatkan keseimbangan atraksi visual. Komposisi yang berlawanan pada sisi lain
dari garis tengah ini akan menciptakan atraksi yang sebanding. Misalnya massa
mungkin berlawanan dengan warna atau garis linear berlawanan dengan ketinggian.
Contoh kasus :
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : (keseimbangan Asimetris) menggunakan
bentuk yang berbeda, warna dan tekstur untuk
mendapatkan keseimbangan atraksi visual, terlihat pada
gambar berikut berupa vegetasi yaitu pada sebelah kanan
terdapat 3 pohon yang keecil dan tidak rimbun dan
sebelah kiri terdapat 1 pohon yang sedang tetapi lebar
dan itu menjadikan unsur keseimbangan yang asimetris
Tanggapan : (keseimbangan simetris)
tercapai saat satu sisi dari suatu desain menjadi
gambaran cermin dari sisi lainnya. Pada studi
kasus keseimbangan simetris terlihat pada dua
pohon yang memliki tinggi, lebar yang sama,
dan pada tengah menjadi sirkulasi bagi manusia,
dan juga sebagai unsur peneduh dalam bagi
pejalan kaki, melihat dari keterangan dan juga
fungsi bahwa gambar ini menerangkan tentang
suatu keseimbangan yang simetris
Proportion and Scale
Proporsi dan Skala merujuk pada hubungan ukuran diantara elemen-elemen yang
berbeda dalam lanskap
Skala dibedakan dalam 2 jenis :
1. Skala Relatif
satu bagian desain terhadap bagian desain lainnya dalam suatu lanskap
bagaimana lanskap keseluruhan berhubungan dengan rumah atau bangunan yang
ada di dalamnya
2. Skala Absolut
Skala yang berhubungan dengan elemen desain yang khusus terhadap manusia
Contoh kasus :
Lokasi : taman bundaran SMP 2, jalan-emisailan , kota palu
Tanggapan : (Skala Relatif) melihat dari segala
pengetian skala atau proprsi, bahwa pada gambar ini
memeiliki keterkaitan kuat andengan yang namanya
proporsi serta skala, dapat dilihat dari besar pohon
yang yang sedang adalah dua kali besar pohon yang
kecil, sedangkan pohon yang besar memiliki tinggi dua
kali tinggi pohon sedang, itulah salah satu contoh skala
relatif
Lokasi : rumah warga, jalan pendidikan, kota palu
Tanggapan : (Skala Absolut) Skala yang
berhubungan dengan elemen desain yang khusus
terhadap manusia, perbandingan terjadi pada
dimensi manusia vegetasi dan bangunannya, dimensi
manusia dan bagunan dua kali tinggi manusia,
sedangkan bagunan dan pohon tingginya dua kali
tinggi bangunan.
Emphasis (Penekanan)
Emphasis adalah penekanan kepada objek tertentu di dalam karya fotografi. Penekanan ini
bisa dilakukan dengan mengolah pajanan (setiap benda akan memiliki respons yang berbeda
terhadap perubahan pajanan dalam hal pemunculan tingkat detail), kedalaman ruang,
komposisi, warna, shutter speed, dan tema fotografi.
Contoh kasus :
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : (Empasis atau penekanan) biasa juga
disebut dengan point atau titik fokus pada sebuah
desain lansekap, pada studi kasus ini penekanan
dumunculkan dalam suatu bentuk yaitu suatu batu
besar, dikatakan sebagai unsur penekanan karena
objek ini berda ditenggah-tengan, dan memliki dari
tarik dari unsur visual maupun segi estetika
Lokasi : Anjungan pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : penekanan terjadi pada satu objek
disebuah anjungan pantai talise, tugu ini dibuat untuk
menjdi daya tarik bagi pengunjang yang berekreasi
atau sekedar ingin jalan jalan menikmati suanan pantai,
menjadi sebuah unser penekanan atau empasis dilihat
dari segi bentuk, yaitu tinggi dan memiliki alas yang
lebar, tugu ini juga sebagai menumen gerhana bulan.
Unity ( Kesatuan )
Kesatuan bisa didapatkan dengan adanya efektifitas penggunaan komponen dalam sebuah
desain untuk mengekspresikan ide utama melalui gaya yang konsisten. Unity di tonjolkan dengan
konsistensi dari karakter antara unit-unit dalam lanskap. Penggunaan elemen-elemen untuk
mengekspresikan suatu tema yang spesifik akan menciptakan harmoni. Unity dapat dicapai dengan
menggunakan massa tanaman dan pengulangan.
Unity berarti bahwa semua bagian dari komposisi atau lanskap berjalan bersama, mereka tampak
sesuai. Sebuah perasaan alami akan terasa saat setiap area aktifitas menjadi milik dan menyatu
dengan keseluruhan lanskap. Semua yang dipilih untuk sebuah lanskap harus melengkapi skema
utama dan harus-diatas semua- memenuhi beberapa tujuan fungsional.
Contoh kasus :
Lokasi : Taman Datokarama ,Jalan, cumi-cumi , kota palu
Tanggapan : (Unity atau kesatuan) Kesatuan bisa
didapatkan dengan adanya efektifitas penggunaan
komponen dalam sebuah desain, seperti pada
gambar kesatuan dapat dilihat dengan jelas, yaitu
unsur-unsur perancangan dan prinsip-prinsip
prancangan dipadukan sepeti pada pengunaan
hard material dan vegetasinya sebagai unsur
pembatas dengan bidang alas diluar.
Lokasi : Anjungan utama pantai talise,Jalan, Raja moil 2, kota palu
Tanggapan : kesatuan terjadi pada pengunaan
material, berupa warna tektur, pengunaan tegel
warna coklat diliat menyatu dengan tektur batu
putih dan batu yang berwarna hitam, menjadikan
pola unity atau kesatuan yang indah pada
bidang alas tersebuat.
Daftar Pustaka
Sumber utama : ( PPT. Kuliah lansekap rabu,21/02/2018)
Sumber referensi : internet tentang prinsip prinsip perancagan ruang luar
Sumber : [ foto pribadi taman kota Palu ]
Anjungan utama Kota Palu, jalan raja moili II, kota palu
Anjungan pantai talise, jalan raja moili II, kota palu
Dermaga pantai talise, jalan Cut mutia, kota palu
Taman Datokarama, jalan Cumi cumi, Kota palu
Jembatan wisata kota palu, Jalan Komodo, kota palu
Taman Bundaran SMP 2, jalan Emisailan, kota palu
Sumber : [Analisis pribadi] - Chairul-hidayat bukoting - f 221 16 026@Chrlhidyt_bukoting
Sekian
&
Terima kasih
ig@Chrlhidyt_bukoting