HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROMAGNETIK
GROUND PENETRATING RADAR (GPR)
Laporan ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti Praktikum
Elektromagnetik selanjutnya, tahun ajaran 2017/2018, Jurusan Teknik Geofisika,
Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Yogyakarta.
Disusun oleh :
MUHAMAD RINALDI
116.160.082
KELOMPOK 6
Yogyakarta,11 Februari 2018
Disahkan oleh :
Asisten Elektromagnetik
( )
LABORATORIUM GEOFISIKA EKSPLORASI
JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN”
YOGYAKARTA
2018
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi sang Khalik yang selalu memberikan
pertolongan dan karunia-Nya, saya dapat mengerjakan Laporan Praktikum
Elektromagnetik, Laboraturium Geofisika Eksplorasi, Program Studi Teknik
Geofisika, Universitas Pembangunan Nasional UPN “Veteran” Yogyakarta tahun
ajaran 2015/2016 dengan lancar.
Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak seperti asisten,
praktikan, orang tua, dan dosen yan telah mendukung dan memberikan bantuan
secara materiil dan moril dalam rangka pembuatan Laporan Praktikum
Elektromagnetik ini dan saya sangat menghargai jerih payah mereka untuk saya.
Terkhusus asisten laboratorium, saya ucapkan terima kasih atas ilmu-ilmu yang
saya dapat dan semoga ilmu yang kalian berikan dapat menjadikan bekal bagi saya
untuk ke depannya. Aamiin.
Harapan saya, semoga Laporan Praktikum Elektromagnetik yang saya buat
dapat memberikan manfaan bagi orang yang membacanya dalam bidang eksplorasi
Elektromagnetik. Karena masih banyak kekurangan yang saya sadari dalam
pembuatan Laporan Praktikum Elektromagnetik ini, saya mengucapkan mohon
maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terima kasih atas perhatian.
Yogyakarta, 11 Februari 2018
MUHAMAD RINALDI
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………..i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii
DAFTAR ISI................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR................................................................................................... v
DAFTAR TABEL........................................................................................................ vi
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .................................................................................................. 1
1.2. Maksud ............................................................................................................. 2
[Link] ................................................................................................................. 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Geologi Teknik dan Utilitas Menggunakan Metode GPR........ 1
BAB III. DASAR TEORI
3.1. Prinsip Dasar Metode GPR ........................................................................... 13
3.2. Perambatan Medan Elektromagnetik ........................................................... 13
3.3. Konstanta Dielektrik Batuan ......................................................................... 13
3.4. Prinsip Kerja Metode GPR............................................................................ 14
BAB IV. METODOLOGI
4.1. Diagram Alir Pengolahan Data..................................................................... 25
4.2. Pembahasan Diagram Alir Pengolahan Data .............................................. 26
BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Penampang GPR Lintasan 19 ....................................................................... 2
BAB VI. PENUTUP
[Link] ……………………………………………………………………… 44
6.2. Saran ……………………………………………………………………….45
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN A. PENAMPANG GPR SEMUA LINTASAN
LEMBAR KONSULTASI
iii
LEMBAR PENILAIAN
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Prinsip kerja GPR (Bahri,dkk,2012) ............................................................................ 7
Gambar 3.2. Diagram kerja GPR (Arisona, 2009) ........................................................................... 8
Gambar 3.3. Skema Pemantulan Gelombang GPR ......................................................................... 9
Gambar 4.1. Diagram Alir Pengolahan Data ................................................................................. 11
Gambar 5.1. Penampang Lintasan GPR 19 ................................................................................... 12
v
DAFTAR TABEL
Tabel [Link] Dielektrik Relatif Material (Davis &Annan,1989)…………………7
vi
BAB 1
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Secara umum geofisika dapat diartikan sebagai suatu kajian terstruktur
tentang fenomena alam, pengukuran dan karakteristiknya serta penggunaanya
untuk pencarian sumber daya alam, khususnya ditinjau dari aspek – aspek
fisika. Untuk memahami geofisika secara baik, diperlukan dasar – dasar yang
kuat dalam fisika, geologi dan matematika. Perkembangan keilmuan yang
pesat, terkadang memerlukan pula kemampuan dalam bidang komputasi dan
instrumentasi.
Ground Penetrating Radar (GPR) dapat juga disebut georadar. Georadar
berasal dari dua kata yaitu geo yang berarti bumi dan radar singkatan dari radio
detection and ranging. Secara harfiahnya adalah alat pelacak bumi
menggunakan gelombang radio. Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan
teknik eksplorasi geofisika yang menggunakan gelombang elektromagnetik,
bersifat nondestruktif dan mempunyai resolusi yang tinggi terhadap informasi
geologi yang relatif dangkal. Prinsip dasar metode ini tidak jauh berbeda dengan
metoda seismik refleksi yang telah berkembang luas penggunaannya di
berbagai bidang seperti : konstruksi dan rekayasa, pencarian benda-benda
arkeologi, untuk melihat kondisi geologi bawah permukaan dan masalah
lingkungan.
Metode GPR berbeda dengan metode seismik yang menggunakan
sumbergelombang mekanik (getaran medium) seperti pukulan palu, ledakan
mercon, dan bom, GPRmerupakan salah satu metode geofisika yang tidak
merusak. Kelebihan lainnya adalah biayaoperasionalnya yang redah,
prosedur pengerjaan mudah, dan ketelitian yang [Link], daya
tembusnya hanya puluhan meter.
1
[Link]
Dapat mengolah data yang didapat dilapangan yang kemudian dioperasikan
menggunakan aplikasi GPR .Selanjutnya,hasil data yang diolah tersebut dapat
mengiterpretasikan material yang ada dibawah permukaan.
[Link]
Dapat menjelaskan secara detail apa saja yang ada dibawah permukaan tanah
menggunakan prinsip GPR dengan cara melihat beda kontras dari warna maupun
amplitude.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. . Penelitian Geologi Teknik dan Utilitas Menggunakan Metode GPR
Pemetaan utilitas bawah tanah adalah praktik teknik yang penting untuk
memperoleh informasi dasar tentang fitur utilitas yang terkubur. Mengamankan
informasi dasar fitur utilitas bawah tanah akan selalu menjadi langkah yang
sangat penting untuk perencanaan infrastruktur kota. Dalam hal ini, kerangka
kerja yang efisien, mulai dari penandaan, pemindaian, pendeteksian, dan
penggalian informasi geometrik utilitas yang terkubur sebelum menampilkan
hasilnya pada format deliverable yang lebih baik sangat penting untuk
memastikan perolehan data yang akurat selama pemetaan utilitas bawah tanah.
Oleh karena itu, makalah ini menunjukkan kerangka konseptual untuk penilaian
akurasi pemetaan utilitas bawah tanah menggunakan salah satu alat pengukuran
pengujian non-destruktif yang terkenal, yaitu Ground Penetrating Radar (GPR).
Model berbasis lapangan yang disesuaikan untuk meniru infrastruktur
khas yang saat ini terkubur di bawah tanah digunakan untuk menilai keefektifan
kerangka kerja. Metodologi pemetaan, metode akuisisi data praktik terbaik dan
prosedur referensi untuk menilai ketepatan pemetaan utilitas bawah tanah
dilakukan pada model berbasis lapangan. Rincian kerangka konseptual ini
didefinisikan dalam makalah ini. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa,
kerangka konseptual yang diusulkan telah menyajikan keabsahan lokasi pemetaan
utilitas bawah tanah dan memperkenalkan praktik terbaik untuk akuisisi data
menggunakan GPR untuk memastikan pemetaan utilitas bawah tanah yang tepat.
Dengan tersedianya kerangka konseptual ini, dapat memperbaiki praktik yang
tidak tepat yang telah dilakukan oleh streetworker selama pemetaan utilitas bawah
tanah.
Melalui penyempurnaan kerangka konseptual ini, kerangka kerja yang
diusulkan, oleh karena itu, berpotensi memberikan kontribusi tak terbatas
terhadap peningkatan prosedur operasi pemetaan utilitas bawah tanah. Oleh
karena itu, penetapan prosedur operasi standar untuk survey Pekerjaan pemetaan
3
utilitas bawah tanah di masa depan menuju pengembangan database kadaster
bawah tanah threedimensional berada dalam jarak pandang
4
BAB III
DASAR TEORI
3.1. Prinsip Dasar Metode GPR
Metode ground penetrating radar atau georadar merupakan salah satu
metode geofisika yang mempelajari kondisi bawah permukaan berdasarkan sifat
elektromagnetik dengan menggunakan gelombang radio dengan frekuensi antara 1-
1000 MHz. Georadar menggunakan gelombang elektromagnet dan memanfaatkan
sifat radiasinya yang memperlihatkan refleksi seperti pada metode seismik refleksi.
Pengukuran dengan menggunakan GPR ini merupakan metode yang tepat
untuk mendeteksi benda benda kecil yang berada di dekat permukaan bumi (0,1-3
meter) dengan resolusi yang tinggi yang artinya konstanta dielektriknya menjadi
rendah.
Ada tiga jenis pengukuran yaitu refleksi, velocity sounding, dan
transiluminasi. Pengukuran refleksi biasa disebut Continuous Reflection Profiling
(CRP). Pengukuran velocity Sounding disebut Common Mid Point (CMP) untuk
mementukan kecepatan versus kedalaman, dan transiluminasi disebut juga GPR
Tomografi.
GPR terdiri dari sebuah pembangkit sinyal, antena transmitter dan receiver
sebagai pendeteksi gelombang EM yang dipantulkan. Signal radar ditransmisikan
sebagai pulsa-pulsa yang tidak terabsorbsi oleh bumi tetapi dipantulkan dalam
domain waktu tertentu. Mode konfigurasi antena transmitter dan receiver pada GPR
terdiri dari mode monostatik dan bistatik. Mode monostatik yaitu bila transmitter
dan receiver digabung dalam satu antena. sedangkan moded bistatik bila kedua
antena memiliki jarak pemisah.
Transmitter membangkitkan pulsa gelombang EM pada frekuensi tertentu
sesuai dengan karaketristik antena tersebut (10 MHz – 4 GHz). Receiver diset untuk
melakukan scan yang secara normal mancapi 32512 scan per detik. Setiap hasil
scan ditampilkan pada layar monitor (real-time) sebagai fungsi waktu two-way
5
traveltime, yaitu waktu yang dibutuhkan gelombang EM menjalar dari transmitter,
target dan ke receiver. Tampilan ini disebut radargram.
[Link] Medan Elektromagnetik
Gelombang adalah energi getar yang merambat. Bentuk ideal dari suatu
gelombang akan mengikuti gerak sinusoidal. Selain radiasi elektromagnetikl, dan
mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang jugak
terdapat pada medium dimana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan
energi
dari suatu tempat ke tempat lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah
secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Untuk gelombang
elektromagnet, perambatan energi tersebut tidak selalu berlangsung dalam medium
material seperti telah disebutkan di atas. Sejajar dengan hukum Newton sebagai
landasan hukum mekanika klasik, maka persamaan Maxwell merupakan
perumusan hukum-hukum alam yang melandasi semua fenomena elektromagnetik.
Berbeda dari persamaan Newton, persamaan Maxwell dirumuskan dengan besaran
fisis yang lebih abstrak seperti medan listrik E dan medan magnet B.
3.3. Konstanta Dielektrik Batuan
Konstanta ini melambangkan rapatnya fluks elektrostatik dalam suatu bahan
bila diberi potensial listrik. Konstanta dielektrik merupakan perbandingan energi
listrik yang tersimpan pada bahan tersebut jika diberi sebuah potensial, relatif
terhadap vakum (ruang hampa). Konstanta dielektrik dilambangkan dengan huruf
Yunani εr atau kadang-kadang K, atau Dk. Secara matematis konstanta dielektrik
suatu bahan didefinisikan sebagai:
εs merupakan permitivitas statis dari bahan tersebut, dan ε0 adalah permitivitas
vakum. Permitivitas vakum diturunkan dari persamaan Maxwell dengan
menghubungkan intensitas medan listrik E dengan kerapatan fluks listrik D. Di
vakum (ruang hampa), permitivitas ε sama dengan ε0, jadi konstanta dielektriknya
6
adalah 1. Permitivitas relatif dari sebuah medium berhubungan dengan
susceptibility (kerentanan) listriknya, melalui persamaan
Tabel [Link] Dielektrik Relatif Material (Davis &Annan,1989)
Aliran arus listrik di dalam batuan dan mineral dapat di golongkan menjadi
tiga macam, yaitu konduksi secara elektronik, konduksi secara elektrolitik, dan
konduksi secara dielektrik
3.4. Prinsip Kerja Metode GPR
Pada dasarnya GPR bekerja dengan memanfaatkan pemantulan sinyal.
Teknik penggunaan metode GPR adalah sistem Electromagnetic Subsurface
Profiling (ESP), dengan cara memanfaatkan pengembalian gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan melalui permukaan tanah dengan perantara
antena (Heteren, dkk., 1998).
Gambar 3.1. Prinsip kerja GPR (Bahri,dkk,2012)
7
Unit kontrol radar menghasilkan pulsa trigger tersinkronasi ke pengirim
dan penerima elektronik di antena. Pulsa ini mengendalikan pengirim dan
penerima elektronik untuk menghasilkan sampel gelombang dari pulsa radar yang
dipantulkan. Pulsa ini akan dipancarkan oleh antena ke dalam tanah. Pulsa ini akan
mengalami atenuasi (pelemahan) dan cacat sinyal lainnya selama perambatannya
di tanah. Sinyal ini kemudian diproses oleh rangkaian penerima. Kedalaman objek
dapat diketahui dengan mengukur selang waktu antara pemancaran dan
penerimaan pulsa. Dalam selang waktu
ini, pulsa akan bolak balik dari antena ke objek dan kembali lagi ke antenna,
(Daniel, D.J, 2004). Jika selang waktu dinyatakan dalam t, dan kecepatan propagasi
gelombang elektromagnetik dalam tanah v, maka kedalaman objek yang dinyatakan
dalam h adalah :
Gambar 3.2. Diagram kerja GPR (Arisona, 2009)
8
Gambar 3.3. Skema Pemantulan Gelombang GPR
Jika konstanta dieletrik medium semakin besar maka kecepatan gelombang
elektromagnetik yang dirambatkan akan semakin kecil. Pulse Repetition
Frequency (prf) merupakan nilai yang menyatakan seberapa seringnya pulsa radar
diradiasikan ke dalam tanah. Penentuan prf dilandasi dengan kedalaman
maksimum yang ingin
dicapai. Semakin dalam objek, maka prf juga semakin kecil karena waktu tunggu
semakin lama.
9
BAB IV
METODOLOGI
4.1. Diagram Alir Pengolahan Data
Mulai
New Project – Modules –
(2D-Data-Analysis)
Input Data
Processing :
Static Correction/Muting ( Move Startime)
1D Filter
(Substract-Mean (Dewow))
Gain (AGC Gain)
1D Filter
(Bandpass Frequency)
2D Filter
(Background Removal)
Selesai –(Screenshoot)
10
Gambar 4.1. Diagram Alir Pengolahan Data
4.2. Pembahasan Diagram Alir
Berikut ini adalah tahapan-tahapan untuk pengolahan data menggunakan
software GPR yaitu Reflex :
1) Memulai dengan mengklik new project,lalu memberikan nama,seteleh itu
klik Ok;
2) Kemudian klik modules,lalu pilih 2D-Data-Analisis ;
3) Pilih File,kemudian import data GPR yang sudah di ekstrak sebelumnya.
Kemudian muncul jendela baru;
4) Jendela Data Import dengan konten fileheader, filename, dan format
specification muncul setelah memilih import. Filename dapat diubah sesuai
keinginan. Setelah ituklik Convert to Reflex;
5) Memilih menu Processing kemudian pilih Static Correction/muting,setelah
itu akan muncul jendela baru,Selanjutnya,pilih sub menu move start
time,lalu atur seusai ketentuan kemudian beri nomor processing label dan
klik start.
6) Pilih menu processing lalu pilih 1D filter,selanjutnya pilih sub menu
Substract – mean (dewow),lalu atur sesuai dengan ketentuan kemudian beri
nomor processing label dan klik start.
7) Pilih menu Processing lalu pilih Gain kemudian pilih sub menu AGC Gain
,lalu atur sesuai dengan ketentuan kemudian beri nomor processing label
dan klik start.
8) Pilih menu Processing lalu pilih 1D filter kemudian pilih sub menu
Bandpass frequency ,lalu atur sesuai dengan ketentuan kemudian beri
nomor processing label dan klik start.
9) Pilih menu Processing lalu pilih 2D filter kemudian pilih sub menu
Background removal,lalu atur sesuai dengan ketentuan kemudian beri
nomor processing label dan klik start.
10) Langkah terakhir yaitu dengan meng screenshot dari hasil yang didapat.
11
BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Penampang Lintasan GPR 19
Gambar 5.1. Penampang Lintasan GPR 19
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa adanya perbendaan kontras warna
yang berarti dapat mengindikasikan bahwa dibawah permukaan tersebut memiliki
material yang [Link] adanya suatu bentuk setengah lingkaran
mengindikasikan bahwa dibawah permukaan tersebut terdapat suatu benda,dapat
berupa pipa atau kumpulan kabel.
12
BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Dengan menggunakan metode GPR ini kita dapat mengiterpretasi material
dibawah permukaan tanpa harus menggalinya,Material-material dibawah
permukaan dapat diketahui karena adanya perbedaan amplitude dan kontras warna.
6.2. Saran
Karena data yang diolah hanya menggunakan satu metode maka
keakuratannya kurang,dan interpretasinya pun akan [Link] karena itu
disaran kan agar menggunakan dua metode atau lebih dalam mendapatkan data
supaya hasil interpretasi bawah permukaan akurat.
13