BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam menempuh program studi pendidikan teknik elektro, mahasiswa
dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di bidang elektro (listrik).
Mahasiswa dituntut untuk menguasai bidang elektro, memiliki jiwa
kepemimpinan dan mengerti tentang medan elektromagnetik.
Sebagai mahasiswa kita patutnya berpikir dan bersifat kritis terhadap
berbagai hal. Salah satunya adalah terhadap induksi elektromagnetik. Sifat
kritis tersebut dapat tercapai dengan melakukan penelitian yang membuktikan
tentang induksi elektromagnetik.
2. Tujuan
a. Menyelesaikan tugas Laporan Project.
b. Memahami implikasi dari medan elektromagnetik.
c. Mencari biji besi.
d. Cara Menyatukan Bijih besi.
3. Manfaat
a. Lebih memahami inti dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
b. Dapat membuktikan kebenaran induksi elektromagnetik.
c. Membuat mahasiswa lebih kritis dalam menangapi suatu hal.
d. Mengetahui rumus dan kerja induksi elektromagnetik.
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 1
BAB II
KONSEP DAN HIPOTESIS
1. Konsep Dasar Penelitian
Banyak faktor yang menentukan induksi elektromagnetik, diantaranya
adalah factor jumlah gulungan, terutama dalam hal bahan yang dipakai
sebagai tempat untuk digulungkan oleh kumparan/kawat tembaga.
medan elektromagnet berkenaan dengan pertanyaan mengapa harus
ada induksi elektromagnetik, bagaimana merancang induksi tersebut, serta
apa yang ingin dicapai setelah berhasil melakukannya. Adapun medan
elektromagnet berkenaan dengan proses dan pengetahuan apa yang akan
digunakan dalam proses serta ilmu pengetahuan apa yang akan diperoleh
peserta didik setelah proses ditempuh. Sedangkan pemilihan bahan
berkenaan dengan nilai-nilai kegunaan atau manfaat kepada induksi
elektromagnetik.
Berkenaan dengan landasan-landasan teori, terdapat berbagai bentuk
kumparan yang dapat digunakan dengan berbagai karakter dan
kekhasannya. Dalam penelitian ini, telaah difokuskan kepada model
kumparan atau lilitan biasa.
2. Hipotesis
Elektromagnet merupakan sejenis magnet yang dibuat dengan cara
melilitkan kawat pada suatu logam konduktor seperti besi atau baja,
kemudian mengalirinya dengan arus listrik. Elektromagnet disebut juga
dengan istilah magnet listrik. Elektromagnetik adalah peristiwa berubahnya
besi atau baja yang berada didalam kumparan berarus listrik menjadi sebuah
magnet.
Di sekeliling kawat penghantar yang berarus listrik terdapat medan
magnet. Magnet pun dapat ditimbulkan dengan adanya arus listrik. Hal ini
membuat beberapa alat dapat bekerja dengan menggunakan listrik sebagai
sumbernya untuk membuat sebuah magnet bekerja.
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 2
Arah medan magnet bergantung pada arah arus listrik. Kuat medan
magnet di sekitar kawat bergantung pada kuat arus listrik dan jarak suatu
titik terhadap kawat. Medan magnet di sekitar kawat penghantar lurus yang
dilalui arus listrik berbentuk lingkaran dapat ditentukan dengan aturan
tangan kanan
Elektromagnet mempunyai sifat kemagnetannya makin kuat bila
lilitan semakin banyak dan arus listrik makin besar. Kemagnetannya hilang
sama sekali bila arus diputus. Kekuatan magnetnya dapat diubah dengan
mengubah kuat arus dan kutub-kutub elektromagnet dapat dibalik.
Elektromagnet yang kuat digunakan untuk mengangkat benda yang
terbuat dari besi, seperti rel kereta api, mobil, dan mesin. Benda-benda
tersebut ditarik oleh elektromagnet dengan kuat dan tidak akan terlepas
sebelum arus diputus.
Selain untuk mengangkat benda yang terbuat dari besi, elektromagnet
banyak digunakan dalam alat-alat listrik. Contoh : bel listrik, telepon dan
telegraf.
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 3
BAB III
PENGUMPULAN DATA
1. Teknik Pengumpulan Bijih Besi dan Menyatukan
Bijih besi dapat diambil dari pantai dengan menggunakan
magnet,sambil berjalan dipantai dengan magnet didekati ke pasir lalu
dengan bantuan ember sebagai penyimpan biji besi yang lengket di magnet.
Bijih Besi yang didapat dipaparkan sebagai konsep penelitian serta dasar
dari pembuatan hipotesis untuk disatukan dengan lem besi.
2. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan hipotesis yang digunakan adalah laptop dan
pengumpulan biji besi menggunakan magnet,ember,dan [Link] untuk
menyatukan bijih besi adalah lem besi putih dan hitam
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 4
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Data
Secara Teori
Jika sebuah penghantar dialiri arus listrik maka di sekitar kawat
tersebut akan timbul medan magnet. Hal ini pertama kali dikemukakan
oleh seorang ilmuan yang bernama Hans Chrisitan Oersted (1777 – 1851)
melalu percobaannya yang dikenal dengan percobaan Oersted.
Hukum-hukum Kemagnetan :
Jika kawat dililitkan tipis dengan N buah lilitan, besarnya induksi
magnet di pusat lingkaran adalah :
Secara Praktek
Secara praktek dapat dibuktikkan bahwa teori yang mengatakan
bawah arus,Panjang inti lilitan, dan jumlah lilitan mempengaruhi
kuatnya elektromagnet [Link] ini terbukti :
Saat memparalelkan baterai/sumber [Link]
memparalelkan baterai berarti arusnya semakin besar
sehinga elektromagnet semakin kuat,sementara jumlah
lilitannya tetap
Saat menambah jumlah lilitan dari 10 menjadi 33 kekuatan
magnetnya semakin terasa saat menarik benda logam
2. Pembahasan
Dari hasil analisis data maka dapat ditarik kesimpulan tentang
penambahan lilitan dan arus pada [Link] terbukti benarlah rumus
induksi elektromagnetik yang mengatakan arus dan jumlah lilitan
mempengaruhi kuat elektromagnet.
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 5
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Sebuah elektromagnet terdiri atas tiga unsur penting, yaitu jumlah
lilitan, kuat arus, dan inti besi. Makin banyak lilitan dan makin besar arus
listrik yang mengalir, makin besar medan magnet yang dihasilkan. Selain
itu medan magnet yang dihasilkan elektromagnet juga tergantung pada inti
besi yang digunakan. Makin besar (panjang) inti besi yang berada dalam
solenoida, makin besar medan magnet yang dihasilkan elektromagnet.
Jadi kemagnetan sebuah elektromagnet bergantung besar kuat arus
yang mengalir, jumlah lilitan, dan besar inti besi yang digunakan.
Elektromagnet menghasilkan medan magnet yang sama dengan medan
magnet sebuah magnet batang yang panjang. Elektromagnet juga
mempunyai dua kutub yaitu ujung yang satu merupakan kutub utara dan
ujung kumparan yang lain merupakan kutub selatan.
2. Saran
Dibandingkan magnet biasa, elektromagnet banyak mempunyai
keunggulan. Karena itulah elektromagnet banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Beberapa keunggulan elektromagnet antara lain
sebagai berikut.
Kemagnetannya dapat diubah-ubah dari mulai yang kecil sampai
yang besar dengan cara mengubah salah satu atau ketiga dari kuat
arus listrik, jumlah lilitan dan ukuran inti besi.
Sifat kemagnetannya mudah ditimbulkan dan dihilangkan dengan
cara memutus dan menghubungkan arus listrik menggunakan
sakelar.
Dapat dibuat berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhan
yang dikehendaki.
Letak kutubnya dapat diubah-ubah dengan cara mengubah arah
arus listrik..
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 6
DAFTAR PUSTAKA
H. A. Yunus . 2016. Jurnal Induksi Elektromaknetik, Vol. 2, NO. 1
[Link]
[Link]
[Link]
PROJECT – PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 7