0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan10 halaman

Penyuluhan Senam Hipertensi untuk PHL

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan satuan acara pelatihan trainer senam hipertensi untuk pekerja lapangan di panti werdha. 2. Pelatihan bertujuan agar pekerja lapangan dapat mengajarkan senam hipertensi yang benar untuk mencegah peningkatan tekanan darah pada lansia. 3. Materi pelatihan meliputi pengertian, manfaat, prinsip dan langkah-langkah

Diunggah oleh

endah puspitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan10 halaman

Penyuluhan Senam Hipertensi untuk PHL

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan satuan acara pelatihan trainer senam hipertensi untuk pekerja lapangan di panti werdha. 2. Pelatihan bertujuan agar pekerja lapangan dapat mengajarkan senam hipertensi yang benar untuk mencegah peningkatan tekanan darah pada lansia. 3. Materi pelatihan meliputi pengertian, manfaat, prinsip dan langkah-langkah

Diunggah oleh

endah puspitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TRAINING OF TRAINER SENAM HIPERTENSI


Diajukan untuk melengkapi tugas kelompok Profesi Stase Gerontik

Disusun Oleh:

VINA FATIMAH. O : 20170305018 EKA ROSANI : 20170305025


ASMITA NUR’ANI : 20170305019 EKA UTAMI : 20170305026
MUHAMMAD RAFIK : 20170305020 ABDUL SOMAD : 20170305027
JUWITA NOVEL : 20170305021 TRI SETIAWATI : 20170305028
FORBIN MONE : 20170305022 AYU AGUSTIYANI : 20170305029
ENDAH PUSPITASARI: 20170305023 BUDI MULYANA : 20170305030
PUTRI DIAN ALFA : 20170305024 RESTU ALIEF : 20170305031
DICKY KURNIAWAN : 20170305032 RINA RAHAYU : 20170305033

PRORAM STUDI NERS


FAKULTAS ILMU - ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
TRAINING OF TRAINER SENAM HIPERTENSI

Pokok Bahasan : Training of Trainer (TOT) Senam Hipertensi


Sub Pokok Bahasan : Senam Hipertensi pada lansia
Sasaran : Pekerja Harian Lapangan (PHL)
Hari/Tanggal : Jum’at, 23 Maret 2018
Waktu : 20 menit
Penyuluh : Kelompok 2 Gerontik

A. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan Training of Trainer senam hipertensi, pekerja harian lapangan
(PHL) dapat mengajarkan dan menerapkan kembali kepada wbs tentang bagaimana
cara melakukan senam hipertensi yang baik dan benar untuk mencegah terjadinya
peningkatan tekanan darah pada PHL di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 3
Jakarta Selatan.

B. TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan Kegiatan TOT Senam Lansia diharapkan para pekerja harian
lapangan mampu:
1. Menjelaskan tentang pengertian senam hipertensi dengan benar
2. Menyebutkan tentang manfaat senam hipertensi bagi lansia dengan benar
3. Menyebutkan tentang prinsip senam hipertensi bagi lansia dengan benar
4. Menyebutkan tentang langkah-langkah senam hipertensi bagi lansia dengan
benar

C. MATERI (Terlampir)
1. Pengertian senam hipertensi
2. Manfaat senam hipertensi
3. Prinsip senam hipertensi
4. Langkah – langkah senam hipertensi
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN (KBM)

No Kegiatan Penyuluhan Metode Media Waktu

1. Pembukaan: Ceramah - 2 menit


a. Memberi salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan
d. Kontrak waktu penyuluhan
2. Pelaksanaan: Ceramah Leaflet 10 menit
Materi:
a. Menjelaskan pengertian senam
hipertensi
b. Menjelaskan manfaat senam
hipertensi
c. Menjelaskan prinsip senam
hipertensi
d. Menyebutkan langkah –
langkah senam hipertensi
3. Evaluasi: Tanya Leaflet 5 menit
5 Memberikan kesempatan kepada jawab dan
PHL untuk bertanya atau diskusi
memberikan pertanyaan kepada
responden.
a. Memberikan pujian atas
keberhasilan menjelaskan
pertanyaan dan memperbaiki
kesalahan.
4. Penutup: Ceramah Leaflet 3 menit
a. Menyimpulkan materi yang
telah di sampaikan.
b. Mengucapkan terima kasih atas
perhatian dan waktu yang telah
diberikan kepada wb.
c. Mengucapkan salam.
E. EVALUASI
Bentuk : Essay
Prosedur Evaluasi : Lisan
Jawab Soal
1. Manfaat senam hipertensi
2. Prinsip senam hipertensi
3. Langkah – langkah senam hipertensi

Jawab:
1. Manfaat senam hipertensi
membantu mencegah keadaan – keadaan atau penyakit kronis, seperti tekanan
darah tinggi (hipertensi) (Once, 2011).
2. Prinsip senam hipertensi
a. Senam lansia mempunyai gerakan yang berubah – ubah (dinamis)
b. Tahapan senam akan meningkat (progresif)
c. Sewaktu senam, selalu ada pemanasan sebelum dimulai dan pendinginan
setelah senam selesai
d. Latihan dilakukan selama lebih kurang 15 – 60 menit. Tergantung dari
kemampuan para lansia melakukannya
e. Latihan senam lansia dilakukan sekurang – kurangnya 3 kali seminggu dan
maksimal 5 kali seminggu
3. Langkah – langkah senam hipertensi
a. Gerakan Pemanasan
1) Tekuk kepala ke samping, lalu tahan dengan tangan pada sisi yang sama
dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan
sisi lain.
2) Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus ke atas kepala dengan posisi
kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan. Rasakan
tarikan bahu dan punggung.
b. Gerakan Inti
1) Jalan di tempat

2) Tepuk tangan ke depan

3) Tepuk jari
4) Silang jari tangan

5) Tepuk jari kelingking

6) Tepuk jari jempol

7) Ketuk lengan kiri atas, kemudian lengan kanan atas

8) Ketok nadi tangan kiri, kemudian tangan kanan

9) Salam ke depan

10) Tangan lurus ke depan remas-remas

11) Tepuk lengan kiri atas, kemudian lengan kanan

12) Tepuk lengan dan bahu kiri, kemudian kanan

13) Tepuk perut menggunakan tangan kanan dan kiri

14) Tepuk punggung menggunakan tangan kanan dan kiri

15) Tepuk paha depan menggunakan tangan kanan dan kiri

16) Tepuk betis samping kiri dan kanan

17) Jongkok dan berdiri tangan lurus ke depan

18) Berjinjit

c. Pendinginan
1) Kedua kaki dibuka selebar bahu, lingkarkan satu tangan ke leher dan tahan
dengan tangan lainnya. Hitungan 8-10 kali dan lakukan pada sisi lainnya.
2) Posisi tetap, tautkan kedua tangan lalu gerakkan kesamping dengan gerakan
setengah putaran. Tahan 8-10 hitungan lalu arahkan tangan kesisi lainnya
dan tahan dengan hitungan yang sama.

A. DAFTAR PUSTAKA
Astari,. et all. (2012). Pengaruh Senam Lansia Terhadap Tekanan Darah Lansia
Dengan Hipertensi Pada Kelompok Senam Lansia Di Banjar Kaja Sesetan
Denpasar Selatan. Jurnal. FKUUD – Denpasar.

Bayu Aji, P Wahyu, Isnaeni, Yuli & Sugiyanto. (2015). Pengaruh Senam Lansia
Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu
Lansia Dusun Banaran 8 Playen Gunungkidul. Jurnal. STIKES Aisyiyah –
Yogyakarta.

Hernawan, Totok & Rosyid, N Fahrun. (2017). Pengaruh Senam Hipertensi


Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi Di
Panti Wreda Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta. Jurnal. FIKUM
– Surakarta.

LAMPIRAN MATERI
SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA

A. Pengertian Senam Hipertensi

Menurut Mahardani (2010) dalam Hernawan, Totok & Rosyid, N Fahrun 2017

mengatakan dengan senam atau berolah raga kebutuhan oksigen dalam sel akan

meningkat untuk proses pembentukan energi, sehingga terjadi peningkatan denyut

jantung, sehingga curah jantung dan isi sekuncup bertambah. Dengan demikian tekanan

darah akan meningkat. Setelah beristirahat pembuluh darah akan berdilatasi atau

meregang, dan aliran darah akan turun sementara waktu, sekitar 30-120 menit

kemudian akan kembali pada tekanan darah sebelum senam. Jika melakukan olahraga

secara rutin dan terus menerus, maka penurunan tekanan darah akan berlangsung lebih

lama dan pembuluh darah akan lebih elastis. Mekanisnme penurunan tekanan darah

setelah berolah raga adalah karena olahraga dapat merilekskan pembuluhpembuluh

darah. Sehingga dengan melebarnya pembuluh darah tekanan darah akan turun.

Senam hipertensi adalah gerakan senam yang dapat merangsang aktivitas kerja jantung

untuk melakukan perubahan yang menguntungkan dalam tubuh seseorang yang

mengerjakannya.

Olahraga seperti senam hipertensi mampu mendorong jantung bekerja secara optimal,

dimana olahraga mampu meningkatkan kebutuhan energi oleh sel, jaringan dan organ

tubuh, dimana akibatnya dapat meningkatkan aliran balik vena sehingga menyebabkan

volume sekuncup yang akan langsung meningkatkan curah jantung sehingga

menyebabkan tekanan darah arteri meningkat, setelah tekanan darah arteri meningkat
akan terlebih dahulu, dampak dari fase ini mampu menurunkan aktivitas pernafasan

dan otot rangka yang menyebabkan aktivitas saraf simpatis menurun, setelah itu akan

menyebabkan kecepatan denyut jantung menurun, volume sekuncup menurun,

vasodilatasi arteriol vena, karena menurunan ini mengakibatkan penurunan curah

jantung dan penurunan resistensi perifer total, sehingga terjadinya penurunan tekanan

darah Menurut (Sherwood, 2005) dalam jurnal Hernawan, Totok & Rosyid, N Fahrun

2017.

B. Manfaat Senam Hipertensi

Latihan fisik seperti senam yang teratur juga membantu mencegah keadaan – keadaan

atau penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) (Once, 2011). Senam

dapat meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh dan kebutuhan oksigen. Jenis latihan

fisik yang dapat dilakukan oleh lansia adalah senam. Senam lansia sangat penting untuk

para lanjut usia untuk menjaga kesehatan tubuh mereka.

Tujuan dari senam lansia antara lain untuk meningkatkan daya tahan, kekuatan,

koordinasi tubuh, memelihara kesehatan. Selain itu senam lansia juga dapat menunda

perubahan fisiologis yang biasanya terjadi pada proses penuaan muskuloskletal,

penurunan kekuatan dan fleksibilitas, peningkatan kerentanan terhadap cidera,

penurunan kelenturan struktur sendi, serta melindungi lansia dari jatuh Menurut

(Stanley & Beare, 2007) dalam jurnal Bayu Aji, P Wahyu, Isnaeni, Yuli & Sugiyanto

2015.

C. Prinsip Senam Hipertensi


Senam lansia mempunyai beberapa prinsip dasar dalam melakukannya, beberapa

diantaranya adalah :

1. Senam lansia mempunyai gerakan yang berubah – ubah (dinamis)

2. Tahapan senam akan meningkat (progresif)

3. Sewaktu senam, selalu ada pemanasan sebelum dimulai dan pendinginan setelah

senam selesai

4. Latihan dilakukan selama lebih kurang 15 – 60 menit. Tergantung dari kemampuan

para lansia melakukannya

5. Latihan senam lansia dilakukan sekurang – kurangnya 3 kali seminggu dan

maksimal 5 kali seminggu

D. Langkah – Langkah Senam Hipertensi

1. Gerakan Pemanasan

a. Tekuk kepala ke samping, lalu tahan dengan tangan pada sisi yang sama

dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan

sisi lain.

b. Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus ke atas kepala dengan

posisi kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan.

Rasakan tarikan bahu dan punggung.

2. Gerakan Inti

a. Jalan di tempat

b. Tepuk tangan ke depan

c. Tepuk jari

d. Silang jari tangan

e. Tepuk jari kelingking


f. Tepuk jari jempol

g. Ketuk lengan kiri atas, kemudian lengan kanan atas

h. Ketok nadi tangan kiri, kemudian tangan kanan

i. Salam ke depan

j. Tangan lurus ke depan remas-remas

k. Tepuk lengan kiri atas, kemudian lengan kanan

l. Tepuk lengan dan bahu kiri, kemudian kanan

m. Tepuk perut menggunakan tangan kanan dan kiri

n. Tepuk punggung menggunakan tangan kanan dan kiri

o. Tepuk paha depan menggunakan tangan kanan dan kiri

p. Tepuk betis samping kiri dan kanan

q. Jongkok dan berdiri tangan lurus ke depan

r. Berjinjit

3. Pendinginan

a. Kedua kaki dibuka selebar bahu, lingkarkan satu tangan ke leher dan tahan

dengan tangan lainnya. Hitungan 8-10 kali dan lakukan pada sisi lainnya.

b. Posisi tetap, tautkan kedua tangan lalu gerakkan kesamping dengan

gerakan setengah putaran. Tahan 8-10 hitungan lalu arahkan tangan kesisi

lainnya dan tahan dengan hitungan yang sama.

Anda mungkin juga menyukai