0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Pembentukan Karakter yang Kuat

Karakter merupakan kumpulan nilai yang membentuk pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang. Karakter yang baik harus dibentuk sejak dini melalui keluarga dan pendidikan. Lingkungan juga berperan penting dalam pembentukan karakter. Karakter yang kuat terdiri dari berbagai keunggulan seperti kebijaksanaan, kemanusiaan, dan pengendalian diri. Mahasiswa perlu memiliki karakter yang kuat untuk meng

Diunggah oleh

Cobra Queen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Pembentukan Karakter yang Kuat

Karakter merupakan kumpulan nilai yang membentuk pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang. Karakter yang baik harus dibentuk sejak dini melalui keluarga dan pendidikan. Lingkungan juga berperan penting dalam pembentukan karakter. Karakter yang kuat terdiri dari berbagai keunggulan seperti kebijaksanaan, kemanusiaan, dan pengendalian diri. Mahasiswa perlu memiliki karakter yang kuat untuk meng

Diunggah oleh

Cobra Queen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LTM MPKT-A

Stefani
Teknologi Bioproses
1606879615

Karakter Sebagai Tangggung-jawab Setiap Manusia

Pernahkah kita mengambil waktu sejenak untuk sekadar membayangkan berapakah jumlah
total warna di dunia ini yang dapat dilihat oleh manusia? Pernahkah kita menyempatkan diri untuk
berpikir mengenai jumlah butiran nasi yang kita konsumsi setiap harinya? Banyak. Satu kata itulah
yang paling mudah untuk kita berikan sebagai jawaban. Banyak itu tak terhitung. Banyak itu tak
terdefinisi. Banyak itu tidak memuaskan rasa penasaran manusia. Begitu juga dengan wajah dan
sifat dalam pribadi setiap insan, pasti berbeda satu dengan lainnya. Dengan sekian miliar penduduk
di muka bumi yang tersebar di seluruh dunia, cukup sulit untuk menemukan dua atau lebih orang
dengan kepribadian yang persis sama. Itulah perbedaan mendasar yang seringkali kita sebut
karakter dalam diri seseorang.

Karakter merupakan kumpulan tata nilai yang terwujud dalam suatu sistem daya dorong
yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang dapat ditampilkan secara mantap (Arief dalam
Saifuddin & Karim, 2011). Karakter yang baik harus dibentuk, dibangun, dan
ditumbuhkembangkan. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah yang dapat membuahkan hasil
dalam waktu singkat, melainkan memerlukan proses yang cukup panjang. Pembentukan dan
pembangunan karakter harus dilakukan sejak dini dan biasanya dimulai dari dalam keluarga serta
pendidikan formal. Pengembangan karakter akan terjadi dengan alami ketika memasuki dunia
interaksi yang intens dengan lingkungan sekitar. Lingkungan tentu mengambil peran yang penting
dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Sebagai contoh, seorang anak laki-laki
yang terbiasa melihat ayahnya melakukan kekerasan pada ibunya akan memiliki karakter yang
lebih emosional dan cenderung berpotensi melakukan hal yang serupa kepada calon isterinya nanti.
Contoh yang lain adalah ketika seseorang berada dalam situasi kehidupan yang tidak baik, maka
orang tersebut cenderung akan mengikuti pola hidup buruk tersebut. Hal semacam itulah yang
sangat mungkin terjadi apabila pembentukan karakter tidak dilakukan sejak dini. Akan tetapi,
ketika seseorang sudah memiliki karakter positif yang kuat dalam dirinya, ia harus memiliki
prinsip dan tidak boleh mudah untuk terpengaruh akan hal yang buruk. Hal ini yang sering kita
sebut sebagai salah satu dasar pengembangan karakter,

Tidak mudah untuk tetap menganut prinsip karakterisitik yang kuat dalam segala aspek
kemajuan jaman kini. Teknologi memberikan kemajuan informasi yang sulit untuk disaring oleh
generasi muda. Namun seseorang yang memiliki karakter yang kuat tentu akan berpegang pada
dirinya dan tetap mencari cara agar tetap di jalan yang benar. Karakter yang kuat terdiri dari
berbagai keunggulan manusia. Berikut ini adalah kriteria karakter yang kuat:

1. Karakter yang memiliki ciri keutamaan memberikan sumbangan pada pembentukan


kehidupan yang baik untuk diri sendiri dan juga orang lain.
2. Kekuatan yang di kandung secara moral benilai sebagai sesuatu yang baik bagi diri
sendiri dan orang lain meskipun tidak secara langsung.
3. Kekuatan karakter dalam rentang tingkah laku yang mencakup pikiran, perasaan, dan
tindakan serta dapat dikenali, dievaluasi, dan diperbandingkan derajat kuat-lemahnya.
4. Dapat dibedakan dari ciri-ciri yang berlawanan dengan karakter yang kuat.
5. Kekuatan karakter diwadahi oleh kerangka pikir ideal.
6. Kekuatan karakter dapat dibedakan dari sifat positif yang lain tetapi yang terkait secara
erat.
7. Kekuatan karakter menjadi ciri yang mengagumkan bagi orang tertentu dalam situasi
dan ruang lingkup tertentu.
8. Tidak semua ciri karakter yang kuat muncul pada seseorang, tetapi kebanyakan dari
ciri-ciri karakter yang kuat tampil pada orang itu.
9. Kekuatan karakter memiliki akar psiko-sosial; potensinya ada pada diri sendiri; dan
aktualitasnya dipengaruhi oleh lingkungan sosial.

Kedua pakar, Peterson dan Seligman, membagi 24 kekuatan karakter yang tersusun dalam
6 kategori utama, yaitu kebijaksanaan dan pengetahuan, kemanusiaan dan cinta, kesatriaan,
keadilan, pengelolaan diri, dan transdensi. Dari keenam kategori ini, kita dapat melihat bahwa
dalam pembentukan karakter yang kuat, kebijakan diri terhadap lingkungan merupakan kunci
utama. Ketika seseorang yang sangat cerdas, memiliki pengetahuan yang luas, dan ingin
membantu melakukan perubahan pada dunia ikut berkontribusi dalam menemukan suatu jalan,
belum tentu hal yang dilakukannya itu benar-benar berguna bagi lingkungan. Ia harus memikirkan
apa dan bagaimana keputusan tersebut akan berdampak bagi sesama. Sebagai contoh, seorang
ilmuwan hebat menemukan alat peledak yang sangat kuat dan dapat menghancurkan apa saja,
namun ia tidak memiliki rasa kemanusiaan dan cinta terhadap sesama sehingga menggunakan
penemuannya untuk menghancurkan milik orang lain. Tentu ini merupakan hal yang salah karena
ia tidak menghargai ciptaan yang Maha Kuasa. Singkatnya, keenam kategori ini saling melengkapi
dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan dimana keenam prinsip ini sebagai wajah karakter
yang kuat dalam diri seseorang.

Sebagai mahasiswa yang bergelut dalam bidang teknik, pemikiran yang logis serta
pengambilan keputusan yang solutif tentu sangat dibutuhkan. Menemukan suatu alat yang berguna
untuk kegiatan manusia tentu harus dipertimbangan dari aspek moral dan sosial. Hal ini dapat
diperkuat dengan keenam aspek kategori yang sudah disebutkan tadi. Tak hanya pendidikan formal
dasar, dunia perkuliahan pun juga menjadi tempat pengembangan karakter. Universitas Indonesia
sendiri sudah mmberikan 9 nilai kode etik mahasiswa, begitupula yang dilakukan oleh instansi
lainnya. Kode etik dan perilaku tersebut adalah:
1. Kejujuran,
2. Keadilan,
3. Keterpercayaan,
4. Kemartabatan dan/atau Penghormatan,
5. Tanggungjawab dan Akuntabilitas,
6. Kebersamaan,
7. Keterbukaan,
8. Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan, dan
9. Kepatuhan pada Aturan, Prosedur dan Panduan UI serta Panduan lainnya.

Oleh karena itu, kekuatan dan keutamaan karakter sangat mempengaruhi kebahagiaan dan
kesejahteraan sosial dimana setiap orang saling memikirkan dirinya dan sesamanya, dimana setiap
orang paham betul akan dampak yang akan ditimbulkan dalam pengambilan keputusannya. Tidak
hanya orang yang memiliki latar pendidikan baik saja yang harus memiliki keutamaan karakter,
namun dari setiap golongan wajib untuk memiliki karakter yang kuat demi memajukan nusa dan
bangsa.

Anda mungkin juga menyukai