LAPORAN PRAKTIKUM MEKATRONIKA TEKSTIL
MODUL A3
RC
Disusun Oleh:
Nama : Novia Nurfajrianty
NPM : 16020089
Grup : 2K3
Dosen : Yusi S.S, [Link]., M.T
Asisten : Endah P. S.T
Yusep A., A. Md
Andrian W., [Link]
POLITEKNIK STTT BANDUNG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan di zaman teknologi yang canggih ini, kita membutuhkan energi
listrik untuk menggunakan alat elektronik seperti radio, TV, lampu, handphone (charger),
power bank dan alat elektronik yang lainnya. Alat elektronik tersebut merupakan salah
satu aplikasi dari rangkaian RC.
Rangkaian RC merupakan rangkaian listrik yang tersusun dari resistor dan kapasitor.
Rangkaian RC juga disebut sebagai rangkaian sederhana karena hanya terdapat satu
resistor dan satu kapasitor. Rangkaian RC digunakan untuk menyaring sinyal dengan cara
menahan block frekuensi sinyal tertentu dan meneruskan sinyal yang lainnya. Bentuk
matematika dalam rangkaian ini dapat diturunkan dengan menggunakan hukum
kekekalan energi. Gaya gerak listrik baterai akan sama dengan jumlah tegangan jatuh dari
resistor dan kapasitor.
Terdapat 2 istilah dalam RC yaitu pengisian dan pengosongan muatan. Peristiwa
pengisian dan pengosongan muatan kapasitor memegang peranan penting dalam
elektronika. Pada posisi pengisian atau charge akan menghasilkan grafik yang naik hingga
mencapai suatu kondisi yang stabil. Pada posisi pengosongan atau discharge akan
menghasilkan grafik yang menurun.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk membandingkan kapasitansi muatan pada kapasitor secara eksperimen dan teori
Untuk menentukan jumlah kapasitansi muatan pada kapasitor
Untuk mendapatkan hasil R2 pada pengujian RC Charged dan Discharged
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Resistor
Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk
mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat
memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin, nilai tegangan terhadap resistansi
berbanding lurus dengan arus yang mengalir. Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam
membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Karakteristik utama dari
resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai penahan arus
yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang
menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya
sesuai dengan hukum ohm (V=IR)
Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari
bermacam-maca kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan
resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :
1. Resistor yang nilainya tetap
2. Resistor yang nilainya dapat diatur, resistor jenis ini sering disebut juga dengan
variable resistor ataupun potensiometer.
3. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, resistor jenis ini
disebut dengan ldr atau light dependent resistor
4. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, resistor jenis ini
disebut dengan ptc (positive temperature coefficient) dan ntc (negative temperature
coefficient)
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir
dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan
sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap yaitu:
1. Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu
rangkaian elektronika
2. Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian
elektronika
3. Berfungsi untuk membagi tegangan
4. Berfungsi untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dari bantuan
transistor dan kondensator (kapasitor)
Resistor dapat dilihat nilainya dengan melihat warna yang terdapat pada resistor tersebut,
adapun warna tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1 Kode Warna Resistor
2.2 Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan arus listrik di
dalam medan listrik sampai batas waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidak
seimbangan internal dari muatan arus listrik. Benda ini terdiri dari dua pelat konduktor
yang dipasang berdekatan satu sama lain tetapi tidak saling bersentuhan. Apabila kapasitor
sudah penuh terisi arus listrik, maka kapasitor akan mengeluarkan muatannya dan kembali
mengisi lagi.
Kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logamyang dipisahkan oleh suatu
bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal misalnya adalah ruang
hampa udara, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung pelat metal diberi tegangan
listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada ujung metal yang satu lagi.
Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif, dan sebaliknya muatan
negatif tidak bisa menuju ke kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-
konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung
kakinya.
Jenis-jenis kapasitor diantaranya adalah :
1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan
pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas,
Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
2. Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif,
Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator
(ELCO) dan Kapasitor Tantalum
3. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan
Variable Capasitor.
Kapasitas dari sebuah kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik
dengan tegangan kapasitor.
C = Q/V
Jika dihitung dengan rumus C = 0,0885 D/d. Maka kapasitasnya dalam satuan piko
farad D = luas bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi dalam satuan
cm2. d = jarak antara plat dalam satuan cm. Bila tegangan antara plat 1 volt dan besarnya
muatan listrik pada plat 1 coloumd, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1
farad. Dalam kenyataannya kapasitor dibuat dengan satuan dibawah 1 farad. Kebanyakan
kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1 mikrofarad sampai beberapa milifarad.
2.3 Rangkaian R-C Charged (Pengisian Capasitor)
Gambar 1. Rangkaian pengisian kapasitor
Jika muatan dalam kapasitor adalah Q dan arus rangkaian adalah i, maka aturan simpal
Kirchoff memberikan :
Dalam rangkaian ini arus sama dengan laju peningkatan muatan kapasitor.
Agar lebih mudah dalam menyelesaikan maka kedua ruas kita kalikan dengan
Untuk menyelesaikan ruas kanan digunakan metode substitusi. Misalnya:
Sehingga
Diperoleh
Misalkan
Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam keadaan
kosong (Q=0).
Sehingga:
Oleh karena
Plot grafik arus dan tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ketika proses pengisian
muatan adalah sebagai berikut
Gambar 2. Grafik Pengisian kapasitor
2.4 Rangkaian R-C Discharged (Pengosongan Capasitor)
𝑉
Pada proses pelepasan muatan, potensial mula-mula kapasitor adalah 𝑉𝑉 = 𝑉
sedangkan potensial pada resistor sama dengan nol. Setelah t = 0, mulai tejadi pelepasan
muatan dari kapasitor.
Gambar.3 Rangkaian pengosongan kapasitor
Besarnya arus yang mengalir sama dengan laju pengurangan muatan sehingga :
Jika tegangan pada resistor adalah IR dan tegangan kapasitor adalah Q/C maka aturan simpal
kirchoff memberikan :
Kedua ruas kita kalikan dengan dt/Q
Anggap :
Maka dapatkan
Sama seperti sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan awal pada saat
t=0 muatan dalam kapasitor adalah Q = Qo maka :
Dengan
Nilai RC ini disebut konstanta waktu yaitu waktu yang dibutuhkan muatan untuk berkurang
menjadi 1/e dari nilai awalnya. Hal tersebut dikarenakan :
Maka tegangan kedua kaki kapasitor adalah
Arus yang mengalir dalam rangkaian
Terlihat dari plot grafik terjadinya proses pelepasan muatan sebagai berikut.
Gambar.4 Grafik Pengosongan kapasitor
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 ALAT DAN BAHAN
1 buah Project Board
2 buah resistor
1 buah kapasitor 470
1 buah komputer
Kabel penghubung
Arduino Uno
Program Arduino
3.2 SKEMA PERCOBAAN
Menganalisa apakah rangkaian RC charged dan discharged memiliki kapasitansi yang
sama atau berbeda bila dibandingkan secara teori dan praktikum.
3.3 CARA KERJA
3.3.1 Rangkaian RC Charged
Siapkan alat dan bahan praktikum
Memasang 2 buah resistor dengan rangkaian seri pada project board
Memasang kapasitor
Menghubungkan VCC dan GND menggunakann kabel penghubung
Menghubungkan project board dengan arduino sebagai pemberi tegangan
(kapasitor melakukan pengisian)
Menghitung tegangan yang telah masuk kedalam kapasitor dengan menggunakan
software arduino
Catat data yang diperoleh
Lakukan perhitungan
3.3.2 Rangkaian RC Discharged
Siapkan alat dan bahan praktikum
Memasang 2 buah resistor dengan rangkaian seri pada project board
Memasang kapasitor
Menghubungkan VCC dan GND menggunakann kabel penghubung
Melepaskan kabel penghubung dari project board dengan arduino sebagai pemberi
tegangan (kapasitor melakukan pengosongan)
Menghitung tegangan yang telah berkurang hingga kapasitor kosong dengan
menggunakan software arduino
Catat data yang diperoleh
Lakukan perhitungan
Berikut merupakan gambar dari rangkaian RC
BAB IV
HASIL PERCOBAAN
4.1 Data Pengamatan
4.1.1 Perhitungan
Resistor 1:
Coklat-Merah-Orange-Emas
Coklat = 1
Merah = 2
Orange = 103
Emas = ± 5%
Dari nilai diatas didapatkan nilai hambatan resistor adalah 12000 ohm
Toleransi = 12000 x 5/100 = 600
Maka, R maksimum = 12000 + 600 = 12600 ohm
R minimum = 12000 – 600 = 11400 ohm
Resistor 2:
Orange-Hitam-Merah-Emas
Coklat = 3
Merah = 0
Orange = 102
Emas = ± 5%
Dari nilai diatas didapatkan nilai hambatan resistor adalah 3000 ohm
Toleransi = 3000 x 5/100 = 150
Maka, R maksimum = 3000 + 150 = 3150 ohm
R minimum = 3000 – 150 = 2850 ohm
Besar hambatan total = hambatan resistor 1 + hambatan resistor 2
Besar hambatan total = 12000 + 3000 = 15000 ohm
Kapasitor = 470
Catu daya / tegangan = 5 volt
4.1.2 Data pengamatan rangkaian RC (Charged)
Kapasitor 470
Rangkaian Resistor Seri
Warna Resistor Coklat-Merah-Orange-Emas Orange-Hitam-Merah-Emas
Ukuran Resistor 12000 5% 3000 5%
Pengisian (Charged)
(veks-
v eksperimen t b v teori (veks-vte)^2
vavg)^2
0 0 0,1103233 0 0 0
0,99 2 0,1103233 0,989999688 9,70362E-14 11,63684523
1,91 4 0,1103233 1,7839795 0,015881166 6,206486259
2,61 6 0,1103233 2,420751359 0,035815048 3,208691387
3,15 8 0,1103233 2,931442429 0,047767412 1,565706772
3,56 10 0,1103233 3,341016699 0,047953686 0,70775549
3,88 12 0,1103233 3,669495289 0,044312233 0,271734977
4,12 14 0,1103233 3,932935139 0,034993262 0,079119592
4,31 16 0,1103233 4,144213915 0,027485026 0,008332413
4,45 18 0,1103233 4,313659507 0,01858873 0,002373439
4,57 20 0,1103233 4,449554882 0,014507027 0,028465746
4,66 22 0,1103233 4,558542981 0,010293527 0,066934977
4,72 24 0,1103233 4,645951443 0,005483189 0,101581131
4,78 26 0,1103233 4,716053035 0,004089214 0,143427285
4,82 28 0,1103233 4,772274517 0,002277722 0,175324721
4,86 30 0,1103233 4,817364148 0,001817816 0,210422156
4,88 32 0,1103233 4,853526035 0,000700871 0,229170874
4,9 34 0,1103233 4,882527871 0,000305275 0,248719592
4,92 36 0,1103233 4,905787345 0,000202 0,26906831
4,93 38 0,1103233 4,924441445 3,08975E-05 0,279542669
4,94 40 0,1103233 4,939402034 3,57563E-07 0,290217028
4,95 42 0,1103233 4,951400428 1,9612E-06 0,301091387
4,96 44 0,1103233 4,96102314 1,04682E-06 0,312165746
4,97 46 0,1103233 4,968740556 1,5862E-06 0,323440105
4,98 48 0,1103233 4,974929924 2,57057E-05 0,334914464
4,98 50 0,1103233 4,979893797 1,1279E-08 0,334914464
4,98 52 0,1103233 4,983874824 1,50143E-05 0,334914464
4,98 54 0,1103233 4,987067608 4,99511E-05 0,334914464
4,99 56 0,1103233 4,989628221 1,3822E-07 0,346588823
4,98 58 0,1103233 4,991681832 0,000136465 0,334914464
4,99 60 0,1103233 4,993328829 1,10811E-05 0,346588823
4,99 62 0,1103233 4,994649721 2,16199E-05 0,346588823
4,99 64 0,1103233 4,995709076 3,25935E-05 0,346588823
4,99 66 0,1103233 4,996558678 4,30163E-05 0,346588823
4,99 68 0,1103233 4,99724006 5,24185E-05 0,346588823
4,99 70 0,1103233 4,997786528 6,063E-05 0,346588823
4,99 72 0,1103233 4,998224795 6,76473E-05 0,346588823
4,99 74 0,1103233 4,998576286 7,35527E-05 0,346588823
5 76 0,1103233 4,998858181 1,30375E-06 0,358463182
R2 0,990159946
c 0,000755356
755,355721
4
Tegangan (V)
3
v eksperimen
v teori
2
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Waktu (s)
Grafik. Proses Charging
4.1.3 Data pengamatan rangkaian RC (Discharged)
Kapasitor 470
Rangkaian Resistor Seri
Warna Resistor Coklat-Merah-Orange-Emas Orange-Hitam-Merah-Emas
Ukuran Resistor 12000 5% 3000 5%
Pengosongan (Discharged)
(veks-
v eksperimen t b v teori (veks-vte)^2
vavg)^2
5 0 0,075941876 5 0 25
4,99 2 0,075941876 4,295440708 0,48241261 24,9001
4,99 4 0,075941876 3,690162176 1,689578369 24,9001
4,37 6 0,075941876 3,170174566 1,439581072 19,0969
3,36 8 0,075941876 2,723459377 0,405183965 11,2896
2,6 10 0,075941876 2,339691655 0,067760435 6,76
2,01 12 0,075941876 2,010001356 1,83844E-12 4,0401
1,56 14 0,075941876 1,72676833 0,027811676 2,4336
1,21 16 0,075941876 1,483446195 0,074772822 1,4641
0,94 18 0,075941876 1,274411035 0,11183074 0,8836
0,74 20 0,075941876 1,094831408 0,125905328 0,5476
0,58 22 0,075941876 0,94055668 0,130001119 0,3364
0,45 24 0,075941876 0,80802109 0,128179101 0,2025
0,36 26 0,075941876 0,694161337 0,111663799 0,1296
0,28 28 0,075941876 0,596345773 0,100074648 0,0784
0,22 30 0,075941876 0,512313582 0,08544723 0,0484
0,18 32 0,075941876 0,440122523 0,067663727 0,0324
0,14 34 0,075941876 0,37810404 0,056693534 0,0196
0,11 36 0,075941876 0,324824697 0,046149651 0,0121
0,09 38 0,075941876 0,279053046 0,035741054 0,0081
0,06 40 0,075941876 0,239731162 0,032303291 0,0036
0,05 42 0,075941876 0,205950199 0,024320465 0,0025
0,05 44 0,075941876 0,176929374 0,016111066 0,0025
0,03 46 0,075941876 0,151997927 0,014883494 0,0009
0,03 48 0,075941876 0,130579616 0,010116259 0,0009
0,02 50 0,075941876 0,1121794 0,008497042 0,0004
0,02 52 0,075941876 0,096371992 0,005832681 0,0004
0,01 54 0,075941876 0,082792036 0,00529868 0,0001
0,01 56 0,075941876 0,071125656 0,003736346 0,0001
0 58 0,075941876 0,061103208 0,003733602 0
R2 0,956534
c 0,00109733
1097,33045
6
4
Tegangan (V)
3
v eksperimen
v teori
2
0
0 10 20 30 40 50 60 70
Waktu (s)
Grafik. Proses Discharging
BAB V
PEMBAHASAN
Pada praktikum yang saya lakukan, yaitu RC charge dan discharge menggunakan
project board, resistor dan kapasitor serta digunakan arduino uno yang berfungsi untuk
membantu sumber tegangan dan alat ukur sehingga mempermudah dalam praktikum dan
rangkaian RC tersebut merupakan rangkaian seri dengan total hambatan (resistor) sebesar
15000 ohm.
Berdasarkan praktikum yang saya lakukan, dapat diperoleh data pengamatan untuk
rangkaian RC proses charge bahwa terdapat perbedaan antara v ekperimen dan v teori.
Namun perbedaan tersebut tidak terlalu jauh karena dapat dilihat bahwa nilai R2 yaitu sebesar
0,990159946 yakni mendekati 1. Jika nilai R2 nya semakin mendekati 1 maka semakin baik
atau terbukti bahwa hasil secara eksperimen dan secara teori hasilnya mendekati atau sama.
Dapat dilihat pada grafik proses charging antara v eksperimen dan v teori saling
bersinggungan. Dan pada proses charge ini diperoleh nilai kapasitansi sebesar 755,355721
Namun, jika ditinjau dari data pengamatan rangkaian RC proses discharge bahwa
terdapat perbedaan antara v eksperimen dan v teori yang cukup jauh, dapat dilihat
berdasarkan nilai R2 yaitu sebesar 0,956534 , dan dilihat berdasarkan grafik proses discharge
ini cukup berjarak atau tidak bersinggungan. Pada detik ke 2 dan ke 4 nilai v eksperimen
berturut-turut yaitu sebesar 4,99 sedangkan nilai v teori yaitu sebesar 4,3 dan 3,7. Terdapat
perbedaan yang cukup signifikan. Dan pada proses charge ini diperoleh nilai kapasitansi
sebesar 1097,33045 , hal ini menunjukkan nilai yang berbeda bila dibandingkan dengan nilai
kapasitor nya yaitu sebesar 470 . hal ini dapat terjadi dikarenakan pada praktikum kurang teliti
dan pada saat memindahkan kabel penghubung (untuk melakukan proses pengosongan) pada
kapasitor kurang cepat sehingga terdapat data yang tidak terbaca oleh program arduino uno.
BAB VI
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa hasil v eksperimen
dan v teori terdapat perbedaan.
Pada proses pengisian (charged) diperoleh nilai R2 yaitu sebesar 0,990159946 dan pada
proses pengosongan (discharged) diperoleh nilai R2 yaitu sebesar 0,956534.
DAFTAR PUSTAKA
Valentinus Galih V.P., [Link]., [Link]. dkk, Pengantar Listrik Magnet dan Terapannya.
Politeknik STTT Bandung. 2016
[Link]
[Link]
[Link]?m=1