0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Training Mentor Mahasiswi UISI 2018

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merangkum rencana pelaksanaan kegiatan Training for Mentor #1 oleh Lembaga Dakwah Kampus UISI yang bertujuan membentuk kelompok calon mentor melalui serangkaian kegiatan untuk menumbuhkan hubungan dan semangat memperdalam agama Islam.

Diunggah oleh

ESPT Department
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Training Mentor Mahasiswi UISI 2018

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merangkum rencana pelaksanaan kegiatan Training for Mentor #1 oleh Lembaga Dakwah Kampus UISI yang bertujuan membentuk kelompok calon mentor melalui serangkaian kegiatan untuk menumbuhkan hubungan dan semangat memperdalam agama Islam.

Diunggah oleh

ESPT Department
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kerangka Acuan Kerja

TRAINING FOR MENTOR #1


LEMBAGA DAKWAH KAMPUS UISI

DIREKTORAT KEMAHASISWAAN

TAHUN 2018
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
Kompleks PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Jl. Veteran, Gresik
Jawa Timur 601122
Email: info@[Link] Telp: (031) 3985482 / (031) 3981732 ext. 3662 Fax: (031) 3985481
Kerangka Acuan Kerja (KAK)

TRAINING FOR MENTOR #1

Bidang : LEMBAGA DAKWAH KAMPUS UISI


Program : Penyelenggaraan Kegiatan
Hasil yang diharapkan (Outcome) : - Terbentuknya kelompok-kelompok calon mentor

Indikator Kinerja Kegiatan : Keterlibatan mahasiswi akhwat UISI mengikuti


serangkaian kegiatan
Keluaran (Output) : Terbentuknya hubungan yang baik antar muslimah
di UISI serta menumbuhkan semangat dalam
memperdalam ilmu agama islam dan juga
mempersiapkan kader-kader mentor selanjutnya
Volume : 1
Satuan Ukur/Jenis Keluaran : Dokumen
A. LATAR BELAKANG
Pembangunan manusia seutuhnya dapat berhasil apabila masing masing individu memiliki
pemahaman aqidah yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Namun
yang terjadi saat ini merupakan negasi dari hal tersebut. Semakin berkembangnya teknologi dan
sistem informasi merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan degradasi aqidah sehingga
berpengaruh pada kaderisasi intelektual muslim. Oleh karena itu perlu adanya suatu pembinaan
aqidah sedini mungkin melalui suatu kegiatan yang disebut mentoring. Mentoring merupakan
kegiatan pembinaan pribadi muslim oleh seorang Mentor yang dilakukan di kawasan kampus dengan
mahasiswa baru muslim sebagai pesertanya. Peran mentor sebagai pembina selama mentoring
berlangsung sangatlah penting. Untuk mendapatkan kader-kader mentor yangsiap terjun untuk
mentoring perlu penjaringan kader-kader mentor agar mentoring selanjutnya dapat berjalan dengan
baik. Salah satu untuk menunjang hal tersebut adalah dengan adanya kegiatan Rihlah.
Rihlah merupakan kegiatan yang tidak hanya sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan alam
yang telah tersedia, kegiatan ini juga bisa sebagai sarana untuk pendalaman dan penghayatan serta
pengalaman ajaran agama islam. Sebagai pemuda islam seharusnya memiliki karakter dan akhlak
yang baik untuk menjadi generasi penerus bangsa. Dalam hal ini diperlukan kegiatan yang
berorientasi terhadap kekuatan sikap dan mental yang islami serta bermoral. Untuk itu kegiatan
Rihlah ini dilakukan supaya dapat membentuk karakter pemuda islam yang baik.

B. MANFAAT / TUJUAN
Kegiatan ini akan memberikan manfaat antara lain :
a. Menambah wawasan keagamaan dan kompetensi khusus calon mentor
b. Mengasah kemampuan komunikasi untuk para peserta calon metor
c. Menumbuhkan rasa persaudaraan untuk para peserta calon mentor

C. PENYELENGGARA KEGIATAN
Lembaga Dakwah Kampus Universitas Internasional semen Indonesia

D. BENTUK KEGIATAN
Melaksanakan berbagai kegiatan keislaman serta tadabbur alam dan tholabul ilmu bersama para
akhwat mahasiswi UISI

E. RUANG LINGKUP KEGIATAN


Kegiatan ini merupakan kegiatan internal Lembaga Dakwah Kampus UISI

F. PESERTA / SASARAN KEGIATAN


Mahasiswi muslimah UISI serta anggota akhwat LDK

G. WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN


Hari, Tanggal : Sabtu, 7 April 2018
Pukul : 05.30 s.d. selesai
Lokasi : Trawas, Mojokerto
Agenda : Traning For mentor #1
H. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN
Untuk mencapai keluaran yang diharapkan, maka strategi yang dapat dilakukan :
a. Pematangan konsep dan materi yang akan dilakukan
b. Penjaringan peserta dengan penyebaran informasi di media sosial
c. Mengajak para muslimah UISI untuk mengikuti kegiatan rihlah

 Berikut merupakan timeline Training For mentor #1 :


Waktu
No. Uraian
Pelaksanaan
1. Pembentukan panitia 28 Februari 2018
2. Fiksasi Konsep dan materi 13 Maret 2018
3. Pengajuan KAK Kegiatan 16 Maret 2018
4. Penjaringan peserta Rihlah 15 – 31 Maret 2018
5. Pemastian perizinan tempat 30 Maret 2018
6. Pemenuhan kebutuhan perlengkapan 2 April 2018
7. Pelaksanaan Kegiatan 7 April 2018
8. Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan 13 April 2018

I. RENCANA ANGGARAN BIAYA


Rencana Anggaran Biaya Traning For Mentor #1 :
No. Uraian Satuan Harga (Rp) Biaya (Rp)
1. Transportasi 1 Rp 2.500.000 Rp 2.500.000

Total Pengeluaran Rp 2.500.000

J. SUSUNAN ACARA
No. Pukul (WIB) Nama Kegiatan Pengisi Acara
1. 05.00 – 05.30 Registrasi Nurmawati
2. 05.30 – 08.30 Keberangkatan Silvi
3. 08.30 – 09.00 Sholat dhuha berjamaah Mastuty
4. 09.00 – 11.00 Sharing session Nia
5. 11.00 – 12.30 ISHOMA Fadhilah
6. 12.30 – 13.30 Materi 1 Nurul
7. 13.30 – 14.30 Game Bela
8. 14.30 – 15.30 Istirahat + Sholat Asar Rosita
9. 15.30 – 16.00 Tadarus Al Qur’an Usna
10. 16.00 – selesai Perjalanan Pulang Nurmawati
K. SUSUNAN KEPANITIAAN
Berikut ini adalah susunan panitia yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan
kegiatan Traning for mentor #1 :
No. HP dan Posisi dalam
No. Nama Mahasiswa NIM Departemen smt
email Panitia
301151001 Ketua
1. Bella Pamela K Informatika 6 081232937302
5 Pelaksana
203151005
2. Ustanun Nafsika Teknik Kimia 6 085735766038 Bendahara
2
101151027
3. Nurul Faridah Manajemen 6 082244687078 Sie Logistik
4
302151001 Sistem
4. Evi Imroatu Fadhilah 6 082110128573 Sie Perizinan
1 Informasi
101151027
5. Nurmawati Manajemen 6 085732697019 Sie Acara
3
203151004
6. Nia Febriana Dewi Teknik Kimia 6 083830210197 Sie Perkap
1
Silvia Rahma 302151003 Sistem Sie
7. 6 085812813022
Amelia 0 Informasi Konsumsi
101151027 Sie
8. Nur Rosita Manajemen 6 08123482019
1 Konsumsi
Mastuty Ayu 302151002 Sistem Sie
9. 6 0822170-2454
Ningtyas 0 Informasi Dokumentasi

L. KEBUTUHAN FASILITAS KAMPUS YANG DIPERLUKAN


No. Nama Fasilitas Jumlah Tanggal Pengambilan Nama Peminjam No. HP Peminjam
LCD dan Evi Imroatu
1. 1 3 April 2018 082110128573
Proyektor Fadhilah
LEMBAR PENGESAHAN
Training For Mentor #1

Gresik, 13 Maret 2018

Ketua Organisasi (BEM, SEMA, dll) Ketua Panitia

(Muhammad Suhail Bahasuan) (Bella Pamela K)

Menyetujui,

Kepala Direktorat Kemahasiswaan Koordinator Character Building

(Kuntum Khoiro Ummatin, S.T, M.T.) (Eka Lutfi Septiani, S.T., M.T.)

Mengetahui,
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan / Rektor

(Prof. Tjiptohadi S. [Link]., Ph.D., CPA., CA)

Common questions

Didukung oleh AI

The budget allocation for transportation is set at Rp 2,500,000, covering the entirety of the budget. While this seems focused, it potentially lacks a detailed breakdown for other critical areas like materials, logistics, and refreshments, suggesting inadequacies unless other sponsorships or in-kind contributions fill these gaps .

'Rihlah' contributes to the goals by providing a platform not only for enjoying nature but also for deepening and experiencing Islamic teachings, which helps in building good character and Islamic morals in youth. This aligns with the program's objective of strengthening Islamic values and mentoring capabilities among participants .

The organizational structure with specific roles like logistic provider and documentation supports clear responsibility allocation, ensuring efficient resource management and smooth event execution. Having well-defined roles such as 'Sie Acara' for event coordination ensures all aspects align with the objectives of nurturing competencies among potential mentors .

The proposed strategic measures include refining the conceptual framework and materials for the training, widely spreading information via social media to recruit participants, and encouraging UISI's Muslim students to participate in the 'Rihlah' activity .

The use of 'Rihlah' as a character-building method reflects LDK UISI's goals by promoting experiential learning that strengthens Islamic morals and community bonds. This approach ensures that participants not only learn theoretically but also practice and internalize Islamic teachings in a supportive environment, thus closely aligning with LDK's mission to develop Islamic leadership .

The main objectives of the 'Training for Mentor #1' activity are to cultivate groups of potential mentors, enhance the religious knowledge and specific competencies of future mentors, improve communication skills among the participants, and foster a sense of brotherhood among them .

The expected outputs included the establishment of strong relationships among UISI Muslim women and generating enthusiasm for deepening Islamic knowledge. The outcomes aimed at forming groups of prospective mentors, which are crucial for sustainable mentoring. These contribute to the success by ensuring motivated and prepared mentor cadres who can guide newcomers effectively in future activities .

The timeline is significant as it ensures structured progress, from appointing the organizing committee to final reporting. Critical milestones include fixing the concept by March 13, recruiting participants by March 31, and completing all necessary logistics by April 2, allowing focused preparation for the training on April 7, thereby enhancing organizational efficacy and readiness .

Integrating Islamic teachings is important as it fosters personal development and moral guidance among participants, aligning with the program’s goal to develop well-rounded individuals with strong Islamic values. This integration helps frame mentoring in a way that is culturally relevant and spiritually enriching .

Social media played a crucial role in spreading information and recruiting participants, which is fundamental for outreach and engagement. It facilitated communication and connection with a wider audience, ensuring higher participation rates, thus directly contributing to the event's success .

Anda mungkin juga menyukai