0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

Penyuluhan Tentang Febris untuk Keluarga

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan tentang demam yang akan dilaksanakan di RSUD Pare pada 25 Juli 2017. Penyuluhan akan membahas pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan serta penanganan demam selama 30 menit kepada orang tua pasien melalui diskusi dan tanya jawab.

Diunggah oleh

Yesa Damayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

Penyuluhan Tentang Febris untuk Keluarga

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan tentang demam yang akan dilaksanakan di RSUD Pare pada 25 Juli 2017. Penyuluhan akan membahas pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan serta penanganan demam selama 30 menit kepada orang tua pasien melalui diskusi dan tanya jawab.

Diunggah oleh

Yesa Damayani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : FEBRIS (Demam)


Sub pokok bahasan : Pengertian Febris/Demam
Sasaran : Orang tua pasien/keluarga
Hari/tanggal : Selasa, 25 Juli 2017
Waktu/jam : 30 menit
Tempat : RSUD Pare
Peserta : Orang tua pasien/keluarga

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum : setelah dilakukan penyuluhan diharapkan orang tua/pasien mampu
mengetahui tentang Febris/Demam
2. Tujuan khusus :
 Menjelaskan pengertian Febris/Demam
 Menjelaskan penyebab Febris/Demam
 Menjelaskan tentang tanda dan gejala
 Menjelaskan pencegahan Demam/Febris
 Menjelaskan cara mengatasi demam/febris
B. MATERI
1. Pengertian febris/demam
2. Penyebab febris/demam
3. Tanda dan gejala febris/demam
4. Menjelaskan cara pencegahan
5. Menjelaska cara mengatasi demam/febris
C. MEDIA
 Leaflet
D. METODE PENYULUHAN
 Diskusi

E. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUH RESPON PENYULUH

1. 3 Menit Pembukaan: Memperhatikan dan


mendengarkan.
• Memberi salam

• Menjelaskan tujuan pembelajaran

• Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan disampaikan

2. 7 Menit Pelaksanaan: Mendengarkan dan


memperhatikan.
• Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur

Materi:

1. Pengertian febris/demam
2. Penyebab febris, dll
3. 3 Menit Evaluasi: Bertanya, dan menjawab
• Meminta orang tua/keluarga pasien pertanyaan
menjelaskan atau menyebutkan kembali
yang sudah di sampaikan.

4. 2 Menit Penutup: Menjawab salam


• Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam

F. EVALUASI
Memberikan pertanyaan secara langsung tentang materi yang sudah diajarkan :
a. Menjelaskan pengertian febris/demam
b. Menjelaskan tentang penyebab febris/demam
c. Menjelaskan tentang tanda dan gejala febris/demam
d. Menjelaskan cara pencegahan
e. Menjelaskan cara mengatasi demam/febris

MATERI PENGAJARAN

A. Pengertian Febris/Dema
Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh berkisar
antara 36-38 derajat celcius. Anak mengalami demam apabila dengan pengukuran suhu
temperatur :
 Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
 Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
 Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-30% dari semua
keluhan yang diketemukan pada instalasi gawat darurat di rumah sakit atau dalam praktek
dokter sehari-hari. Sampai usia 2 tahun rata rata anak menderita demam sekitar empat sampai
enam kali serangan. Sebagai manifestasi klinis, maka demam terjadi pada sebagian besar
penyakit infeksi yang ringan dan serius, dari demam saja tak dapat dipakai untuk
memprediksi beratnya penyakit. Memang sebagian besar kejadian demam pada anak mudah
didiagnosa, namun telah diketahui juga demam pada kelompok yang beresiko tinggi, untuk
diagnosa memerlukan evaluasi lebih ekstensif.
B. Penyebab Gastritis
Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas disusul infeksi
saluran pencernaan. Hal tersebut dapat dimengerti karena infeksi saluran pernafasan
merupakan penyakit anak yang paling sering didapatkan. Diagnosa banding anak dengan
demam bisa amat banyak mulai akibat infeksi saluran nafas yang sederhana, sampai keadaan
penyakit yang serius seperti bakteriemi, sepsis, meningitis, dan sebagainya. Untuk
menetapkan diagnosa dari keadaan demam yang kadang membingungkan, memang
diperlukan keahlian dan pengalaman.

C. Tanda dan Gejala


tanda dan gejala demam antara lain :
1. Anak rewel (suhu lebih tinggi dari 37,8 C – 40 C)
2. Kulit kemerahan
3. Hangat pada sentuhan
4. Peningkatan frekuensi pernapasan
5. MenggigiL
6. . DehidrasI
7. Kehilangan nafsu makan
Banyak gejala yang menyertai demam termasuk gejala nyeri punggung, anoreksia dan
somlolen. Batasan mayornya yaitu suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5 ºC-40ºC, kulit hangat,
takichardi, sedangkan batasan karakteristik minor yang muncul yaitu kulit kemerahan,
peningkatan kedalaman pernapasan, menggigil/merinding perasaan hangat dan dingin, nyeri
dan sakit yang spesifik atau umum (misal: sakit kepala verigo), keletihan, kelemahan, dan
berkeringat.
D. Cara Pencegahan
1. Jaga pola makan secara baik dan teratur. Hindari menunda waktu makan karena akan
mengakibatkan produksi asam lambung meningkat.
2. Makan makanan yang bersih, sehat dan bergizi. Hindari makanan yang merangsang kerja
lambung. Contohnya makanan pedas, asam, dan kopi.
3. Hindari stress yang berlebihan. Anda dapat mengalihkan rasa stress dengan berolahraga
yang baik bagi tubuh.
4. Tidak merokok.
5. Tidak mengkonsumsi alcohol.
6. Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung misalnya aspirin.
E. PENATALAKSANAAN
1. Secara Fisik
Mengawasi kondisi klien dengan : Pengukuran suhu secara berkala setiap 4-6 jam. Perhatikan
apakah anak tidur gelisah, sering terkejut, atau [Link] pula apakah mata anak
cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami kejang-kejang. Demam yang disertai
kejang yang terlalu lama akan berbahaya bagi perkembangan otak, karena oksigen tidak
mampu mencapai otak. Terputusnya suplai oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel-sel
otak. Dalam keadaan demikian, cacat seumur hidup dapat terjadi berupa rusaknya fungsi
intelektual tertentu.
a. Bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan
b. Memperhatikan aliran udara di dalam ruangan
c. Jalan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak yang akan
berakibat rusaknya sel – sel otak.
d. Berikan cairan melalui mulut, minum sebanyak –banyaknya Minuman yang diberikan
dapat berupa air putih, susu (anak diare menyesuaikan), air buah atau air teh. Tujuannnya
adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh memperoleh gantinya.
e. Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang.
f. Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha.
Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu tubuh
dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air
pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena justru akan membuat pembuluh darah
menyempit dan panas tidak dapat keluar. Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi
dan intoksikasi (keracunan).
g. Saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam kuku. Kompres
air hangat atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh akan
menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas. Dengan demikian tubuh akan
menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur suhu tubuh
lagi. Di samping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat pembuluh darah tepi di kulit
melebar atau mengalami vasodilatasi, juga akan membuat pori-pori kulit terbuka sehingga
akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh.
2. Obat-obatan Antipiretik
Antipiretik bekerja secara sentral menurunkan suhu di pusat pengatur suhu di hipotalamus.
Antipiretik berguna untuk mencegah pembentukan prostaglandin dengan jalan menghambat
enzim cyclooxygenase sehinga set point hipotalamus direndahkan kembali menjadi normal
yang mana diperintah memproduksi panas diatas normal dan mengurangi pengeluaran panas
tidak ada lagi. Petunjuk pemberian antipiretik:
 Bayi 6 – 12 bulan : ½ – 1 sendok the sirup parasetamol
 Anak 1 – 6 tahun : ¼ – ½ parasetamol 500 mg atau 1 – 1 ½ sendokteh sirup parasetamol.
 Anak 6 – 12 tahun : ½ 1 tablet parasetamol 5oo mg atau 2 sendok the sirup parasetamol.
Tablet parasetamol dapat diberikan dengan digerus lalu dilarutkan dengan air atau teh manis.
Obat penurun panas in diberikan 3 kali [Link] sendok takaran obat dengan ukuran 5
ml setiap sendoknya. Pemberian obat antipiretik merupakan pilihan pertama dalam
menurunkan demam dan sangat berguna khususnya pada pasien berisiko, yaitu anak dengan
kelainan kardiopulmonal kronis kelainan metabolik, penyakit neurologis dan pada anak yang
berisiko kejang [Link]-obat anti inflamasi, analgetik dan antipiretik terdiri dari
golongan yang bermacam-macam dan sering berbeda dalam susunan kimianya tetapi
mempunyai kesamaan dalam efek pengobatannya.

Anda mungkin juga menyukai