DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.2 Dasar Teori . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB II METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
2.2 Prosedur Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
2.3 Diagram Alir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data Pengamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
3.2 Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
4.2 Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10
LAMPIRAN
Perhitungan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .12
Gambar Alat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM
PROSES KIMIA TERAPAN
“PENENTUAN ASAM ASETAT DALAM CUKA INDOMARET”
DISUSUN OLEH:
NAMA : Dinda Lestari
NIM : 16644023
KELOMPOK : VI (enam)
KELAS : IB / S1 Terapan
Telah diperiksa dan disahkan pada tanggal…….Desember 2016
Mengesahkan dan Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Irmawati Syahrir,ST.,MT.
NIP 19690326 200003 2 001
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
Menentukan kadar asam asetat yang terdapat dalam asam cuka indomaret
Dapat melakukan standarisasi larutan NaOH
1.2 Dasar Teori
1.2.1 Pengertian Asam Asetat
Asam asetat adalah salah satu contoh dari asam karboksilat yang mempunyai
gugus fungsi –COOH yang disebut gugus karboksil. Karena merupakan gugus dari
gugus karbonil (-CO-) dan gugus hidroksil (-OH). Aam asetat juga disebut sebagai
senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma
dalam makanan asam cuka memiliki rumus Emoiris C2H4O2. Rumus ini sering kali
ditulis dalam bentuk CH3COOH atau CH3CO2H. Asam Asetat murni (disebut asam
asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,6oC
Asam Asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana. Setelah
asam format. Larutan asam asetat dalam air meruakan sebuah asam lemah, artinya
hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO- Asam Asetat merupakan
pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting Berdasarkan BSN, kadar asam
asetat yang baik untuk dikonsumsi tubuh adalah 3% maksimum 60 mg/kg.
1.2.2 Larutan standar
Larutan standar adalah larutan yang konsentrasinya diketahui secara pasti atau
dapat pula diartikan sebagai bahan kimia yang digunakan untuk menetapkan
konsentrasi larutan standar sekunder atau larutan yang harga konsentrasinya masih
dapat berubah karena pengaruh lingkungan.
Dengan demikian, maka dikenal ada dua jenis larutan, yaitu larutan standar
primer dan larutan standar sekunder. Sedangkan proses penetapan konsentraasinya
(biasanya dalam sistem kenormalan). Larutan standar sekunder dengan menggunakan
larutan standar primer disebut standarisasi.
Reaksi antara titran dengan zat yang dipilih sebagai standar primer harus
memenuhi syarat untuk analisa titrasi volumetri, yaitu :
1. Harus mudah diperoleh dalam bentuk murni atau dalam keadaan kemurnian
yang konsentrasinya diketahui dengan harga yang wajar.
2. Zat itu harus tetap, harus mudah dikeringkan dan tidak terlalu hidrokospis, tidak
berkurang beratnya jika terkena udara, garam hidratnya biasanya tidak
dipergunakan dengan standar primer.
3. Mempunyai bobot ekuivalen tinggi agar dapat mengurangi konsentrasi
kesalahan pada penimbangan.
1.2.3 Dasar Volumetri dan Titik Ekuivalen
Volumetri atau titrimetri adalah analisis jumlah berdasarkan pada pengukuran
volume larutan pereaksi (larutan penitar/titran/larutan baku) yang direaksikan dengan
larutan contoh/sampel yang ditentukan kadarnya (titrit). Pelaksanaan pengukuran
volume ini disebut titrasi atau penitraan, yaitu larutan penitar ditambahkan sedikit
demi sedikit ke dalam larutan contoh atau sampel sampai terjadi titik akhir titrasi yang
secara kimia jumlah titrit dan jumlah titrit ekuivalen. Namun, tidak semua larutan
dapat digunakan sebagai titran.
Titik ekuivalen adalah titik akhir titrasi, yaitu dimana suatu titrasi akan
dihentikan karena telah mencapai suatu kesetaraan. Untuk mengetahui kapan suatu
titrasi dikatakan setara ialah bila pada larutan titrit telah terjadi perubahan warna. Hal
ini disebabkan karena penambahan indikator sebagai larutan petunjuk.
1.2.4 Indikator PP
Indikator PP adalah asam dwiprotik yang tak berwarna. Mula-mula zat ini
berdiososiasi menjadi suatu bentuk tak berwarna dan kemudian dengan kehilangan
proton kedua, menjadi ion dengan sistem konjugasi maka timbulah warna merah.
Untuk asam lemah, PH titik kesetaraan diatas 7 dan biasanya dipilih phenoptalein.
Untuk basa lemah, dimana PH titik kesetaraan dibaawah 7, biasanya digunakan metil
merah atau metil jingga. Untuk asam kuat dan basa kuat biasanya dipilih metil merah,
bromo timol biru, dan phenolptalein.
1.2.5 Titrasi Asam – Basa (Asidimetri – Alkaimetri)
Reaksi dasar dari titrasi asam basa yaitu penetralan atau netralisasi yang
menghasilkan garam dan air. Misalnya reaksi antara natrium hidroksida dan asam
klorida
NaOH + CH3COOH → CH3COONa + H2O ………………………...(1)
Bila diukur berapa ml larutan asam dengan titar tertentu diperlukan untuk
menetralkan suatu larutan basa, kadarnya atau titarnya asam maka pekerjaan itu
disebut asidimetri sedangkan penitarnya sebaliknya, asam dengan basa yang titarnya
diketahui disebut alkalimetri. Ternyata ion OH- setara dengan 1 ion H+, maka dapat
disimpulkan bahwa 1 gram setara asam atau basa adalah jumlah asam yang
mengandung ion H+ atau 1 gram ion OH-, dengan kata lain 1 gram setara (gram
ekuivalen) asam atau basa yang berkedudukan n adalah 1/n gram mol zat terlarut.
BAB II
METODOLOGI
2.1Alat Dan Bahan
2.1.1 Alat yang digunakan :
Labu ukur 100 ml
Erlenmeyer 250 ml
Buret
Pipet ukur 10 ml
Pipet volume 25 ml
Gelas kimia 250 ml
Bulp
Corong
Klem dan Statif
2.1.2 Bahan yang digunakan :
NaOH
Asam Oksalat
Indikator PP
Cuka indomaret
Aquadest
2.2 Prosedur Kerja
2.2.1 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan asam oksalat
1. Memipet 10 ml NaOH 0,1 N dengan menggunkan pipet ukur dan
dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml lalu menambahkan 3 tetes
indikator PP
2. Menitrasi dengan menggunkan penitrat asam oksalat 0,1 N hingga terjadi
perubahan warna larutan menjadi merah muda
3. Mencatat volume penitrat yang digunakan
4. Menentukan konsentrasi NaOH dengan rumus :
V1 x N1 = V2 x N2
2.2.2 Penentuan kadar asam asetat dalam cuka indomaret
1. Memipet 10 ml larutan cuka indomaret dengan pipet ukur dan memasukkan
ke dalam labu ukur 100 ml kemudian menambahkan aquadest hingga tanda
batas.
2. Memipet 10 ml larutan tersebut dengan pipet ukur, dan memasukkan ke
dalam erlenmeyer 250 ml, kemudian menambahkan 3 tetes indikator PP.
3. Menitrasi dengan NaOH yang telah distandarisasi hingga terjadi perubahan
warna larutan menjadi merah muda.
4. Melakukan percobaan pada masing-masing sampel secara duplo.
5. Menghitung kadar asam asetat dalam asam cuka.
6. Dengan rumus :
𝐹𝑝𝑥𝐵𝑀𝑎𝑠𝑎𝑚𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡𝑥𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻𝑥𝑀.𝑁𝑎𝑂𝐻
% asam asetat = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙𝑥 1000
2.3 Diagram Alir
2.3.1 Pembuatan larutan NaOH 0,1 N
Menimbang sebanyak 0,4 gram NaOH dengan neraca digital
Memasukan ke dalam labu ukur 100 ml lalu menambahkan aquadest sampai tanda
batas
2.3.2 Pembuatan larutan asam oksalat 0,1 N
Menimbangan sebanyak 0,9 gram asam oksalat dengan neraca digital
Memasukan ke dalam gelas kimia lalu menambahkan sedikit aquadest, kemudian
mengaduk hingga padatannya larut
Memasukan ke dalam labu ukur 100 ml lalu menambahkan aquadest hingga tanda
batas
2.3.3 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan asam oksalat
Memipet 10 ml NaOH 0,1 N dengan menggunkan pipet ukur dan menambahkan 3
tetes indikator PP
Menitrasi dengan menggunkan penitrat asam oksalat 0,1 N hingga terjadi perubahan
warna larutan dari merah muda menjadi bening
Mencatat volume penitrat yang digunakan, lalu melakukan percobaan secara duplo
Menentukan Konsentrasi NaOH
2.3.4 Penentuan kadar asam asetat
Memipet 10 ml larutan cuka perdagangan dengan pipet ukur dan memasukkan ke dalam
labu ukur 100 ml kemudian menambahkan aquadest hingga tanda batas.
Memipet 10 ml larutan tersebut dengan pipet ukur, dan memasukkan ke
dalam erlenmeyer 250 ml, kemudian menambahkan 3 tetes indikator PP.
Menitrasi dengan NaOH yang telah distandarisasi hingga terjadi perubahan
warna larutan menjadi merah muda.
Melakukan percobaan pada masing-masing sampel secara duplo, lalu
menghitung kadar asam asetat dalam asam cuka. Dengan rumus :
𝐹𝑝𝑥𝐵𝑀𝑎𝑠𝑎𝑚𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡𝑥𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻𝑥𝑀.𝑁𝑎𝑂𝐻
% asam asetat = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙𝑥 1000
BAB III
DATA DAN HASIL PENGAMATAN
3.1 Data Pengamatan
3.1.1 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan Asam Oksalat
a. NaOH
Tabel 2. Standarisasi NaOH
Volume Penitrat Normalitas
No Pengamatan
(H2C2O4) NaOH (N)
Perubahanwarnadarimerahmudamenjadi
0,1 N
1 10,4 ml Bening
3.1.2 Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Indomaret
Tabel 3. Kadar Asam Asetat dalam cuka Indomaret
Volume Penitrat (NaOH)
No Sampel
V1 V2 V. Rata-rata
1 Cuka merek Indomaret 39,5 ml 40 ml 39,75ml
3.1.3 Hasil Perhitungan
Tabel 4. Tabel Hasil Perhitungan
V
FP [Link] [Link]
No Sampel BM Sampel % FFA
(ml) (N) (ml)
(ml)
Cuka Merek
1 Indomaret 10 60 0,104 39,75 10 24,804%
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 PEMBAHASAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam asetat yang terdapat dalam asam
cuka perdagangan yang beredar [Link] percobaan ini metode yang
digunakanadalahanalisiskuantitatif, yang dimanaanalisiskuantitatif focus
kajiannyaadalahpenetapanbanyaknyasuatuzattertentu (analit) yang adadalamsampel.,
Praktikum ini melibatkan beberapa proses, seperti pengenceran, titrasi dan standarisasi
[Link] dilakukan untuk memperkecil kesalahan pada saat titrasi, karena
semakin encer asam cukanya, maka hasilnya pun akan semakin teliti. Selain itu pengenceran
cuka bertujuan agar memperbesar jumlah kandungan ion asam asetat. Sehingga pengenceran
juga bermanfaat untuk menghemat bahan kimia yang digunakan untuk titrasi.
Pada percobaan pertama dengan metode titrasi asam-basa antara asam oksalat dengan
NaOH dengan menggunakan penambahan indicator
[Link] 10 ml NaOH 0,1 N dandimasukkankedalan
Erlenmeyer 250 [Link] oleh basa kuat menyebabkan larutan hasil titirasi sedikit bersifat
basa, karena basa kuat dominan dibandingkan asam asetat yang lemah. lalumenambahkan 3
tetes indicator PP , Titrasi dibantu oleh suatu larutan petunjuk yang jangkauan Ph antara 8,3 -
10. selanjutnyamenitrasidenganasamoksalat . Pada saat ion basa kuat yang dalam hal ini
adalah NaOH mengubah semua ion asam asetat yang terdapat pada erlenmeyer, maka
indikator akan berubah warna menjadi merah muda sebab telah terjadi titik kesetaraan antara
ion basa kuat dengan iom asam asetat dalamerlenmeyer. Pada titrasi ini digunakan 10 ml
NaOH, kemudian pada saat perubahan warna asam oksalat dari Pink Muda manjadi Bening
(Tak Berwarna) dibutuhkan Asam Oksalat sebanyak 10,4 ml. Ini menunjukkan sudah
tercapainya titik ekuivalen dalam proses titrasi. Adapun reaksi yang terjadi saat asam oksalat
direaksikan dengan NaOH adalah:
H2C2O4 + 2 NaOH Na2C2O4 + 2H2O
Dari hasil perhitungan berdasar data yang kami peroleh, normalitas NaOH yang di dapat
adala 0,104 N.
Pada percobaan yang kedua, yaitu mengenai penentuan kadar asam cuka dengan
menitrasinya menggunakan larutan NaOH. Pertama-tama larutan asam cuka diambil
sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100ml kemudian ditambahkan aquades
sampai tanda batas. Setelah diencerkan, larutan asam cuka diambil sebanyak 10 ml yang
kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer dan ditambahkan 3 tetes indikator PP. larutan
asam cuka tetap tidak berwarna dikarenakan larutan asam cuka bersifat asam sehingga
penambahan indikator PP tidak mempengaruhinya.
Setelah itu dimasukkan larutan NaOH ke dalam buret. Kemudian NaOH yang berada
di dalam buret ditetesi sedikit demi sedikit ke dalam erlenmeyer yang berisi larutan asam
cuka, dan terjadi perubahan warna menjadi merah muda karena titik akhir titrasinya telah
tercapai .
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
Adapun yang diamati dalam percobaan kali ini adalah volume larutan NaOH yang digunakan
dalam proses titrasi larutan asam cuka dimana volume larutan yang digunakanuntuk
menghitung kadar larutan asam cuka. Setelah titrasi dilakukan dan mendapatkan volume dari
NaOH tersebut, kemudian dilakukan perhitungan kadar dari asam cuka tersebut. Dari cuka
Indomaret diperoleh kadar asam asetat 24,804 %. Pada lebel cuka makan tertera bahwa kadar
asam asetat dalam cuka ialah 25%. Namun hasil yang didapat berbeda, hal ini dapat
disebabkan karena sampel cuka telah mengalami [Link], titrasi merupakan proses
penentuan konsentrasi suatu larutan dengan mereaksikan larutan yang sudah diketahui
konsentrasinya (larutan standar).
BAB V
KESIMPULAN
- Menstandarisasi larutan NaOH dengan hasilnya 0,104 N
- Kadar asam asetat dalam cuka indomaret dengan konsentrasi NaOH yang telah distandarisasi
sebesar 24,804 %
DAFTAR PUSTAKA
Tim Laboratorium Kimia Dasar,2010,”penuntun Praktikum dasar Proses Kimia”,
Samarinda: POLNES
Fessenden,[Link] Organik” ,Bumi aksara : Bandung
[Link]
PERHITUNGAN
1. Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat
a. Larutan NaOH
Diket : V penitrat = 10,4 ml
V NaOH = 10 ml
Dit : N NaOH……???
Jawab :
VNaOH . NNaOH = VH2C2O4 . NH2C204
10 ml x NNaOH= 10,4 mlx 0,1 N
NNaOH = 0,104 N
2. Penentuan kadar Asam asetat
a. Cuka merk Indomaret
Diket : Faktor pengencer (Fp) = 10
BM Asam asetat = 60
N NaOH = 0,104 N
V NaOH= 39,75 𝑚𝑙
Voleme sampel = 10ml
Dit : % Asam asetat……???
Fp x BM Asam Asetat x N NaOH x V NaOH
% Asam asetat = x 100%
Volume sampel x 1000
10 x 60 x 0,104 x 39,75
= x 100%
10 x 1000
= 24,804 %
GAMBAR ALAT
Aquadest Bulp Corong
Erlenmeyer
Pipet Ukur
Buret
Gelas Kimia