0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan2 halaman

Perbandingan CCB Dihidropiridin dan Non-Dihidropiridin

CCB bekerja dengan menghambat kanal kalsium di otot vaskular dan jantung, menyebabkan relaksasi otot dan menurunkan tekanan darah. CCB efektif untuk mengelola hipertensi pada DM tipe 2 dan dapat mencegah stroke. Terdapat dua kelas CCB, dihidropiridin dan non-dihidropiridin, masing-masing memiliki contoh obat dan mekanisme kerja. Kontraindikasi CCB termasuk jantung iskemia dan gagal jant

Diunggah oleh

kiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan2 halaman

Perbandingan CCB Dihidropiridin dan Non-Dihidropiridin

CCB bekerja dengan menghambat kanal kalsium di otot vaskular dan jantung, menyebabkan relaksasi otot dan menurunkan tekanan darah. CCB efektif untuk mengelola hipertensi pada DM tipe 2 dan dapat mencegah stroke. Terdapat dua kelas CCB, dihidropiridin dan non-dihidropiridin, masing-masing memiliki contoh obat dan mekanisme kerja. Kontraindikasi CCB termasuk jantung iskemia dan gagal jant

Diunggah oleh

kiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Calsium Chanell Blocker (CCB)

Mekanisme Kerja

CCB bekerja dengan menghambat pemasukan Ca2+ ke dalam sel melalui


kanal Ca2+ tipe L sehingga otot vaskular mengalami relaksasi dan tekanan darah
menurun, CCB memperlambat pergerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding arteri
(pembuluh darah yang ,membawa darah dari jantung ke jaringan) menyebabkan arteri menjadi relax
dan menurunkan tekanan dan aliran darah di jantung. CCB tidak berbahaya serta efektif
untuk pengelolaan hipertensi pada pasien DM tipe 2 sehingga dapat menjadi
terapi tambahan (lini kedua) untuk mencapai sasaran tekanan darah yang
diharapkan.(Nafrialdi,2007)
Obat golongan CCB juga dapat menurunkan insiden stroke pada pasien stroke dan
hipertensi dibandingkan obat hipertensi lainnya (Ravenni,2011).

Golongan Obat CCB

Obat Golongan CCB terdapat 2 kelas yaitu dihidropiridin dan non-dihidropiridin

a. Golongan dihidropiridin

Contoh obat golongan dihidropiridin adalah nifedipin, nisoldipin, amlodipin,


felodipin, nicardipin dan nimodipin . Golongan dihidropiridin memiliki efek
vasodilator yang kuat(Tjay & Rahardja, 2007). Kelas dihidropiridin biasanya
digunakan pada pasien yang tekanan darahnya tidak terkontrol baik dengan
ACEI/ARB, karena CCB dihidropiridin mempunyai kemampuan yang baik dalam
menurunkan tekanan darah dalam waktu singkat. (supraptia,2012)

b. Golongan non-dihidropiridin

Contoh obat golongan non-dihidropiridin verapamil dan diltiazem. Obat verapamil


dan diltiazem digunakan dengan dosis lazim 180-360 mg/hari satu kali minum.
Verapamil menurunkan denyut jantung, dan dapat memicu gagal jantung pada
penderita lemah jantung yang parah. Diltiazem dapat disamakan khasiatnya
dengan verapamil, tetapi efek nya lebih ringan. mempunyai efek kardiak dan
digunakan untuk menurunkan heart rate dan mencegah angina. (Tjay & Rahardja,
2007).

KontraIndikasi (Matsui 2012).


- Jantung Iskemi
Antagonis kalsium dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kebutuhan oksigen
jantung pada pasien dengan hipertensi dan resiko tinggi penyakit koroner. Terapi dengan
CCB dihidropiridin sebaiknya dihindari. (Hajjar,2003)

- Lemah jantung parah


Obat CCB menghasilkan efek negatif inotropik dan kronotropik yang cenderung untuk
memperparah atau menyebabkan gagal jantung pada pasien resiko tinggi.

Efek samping

Efek samping dari obat Calsium Canal Blocker :

(Wright JT, dkk, 2005)


- Wajah memerah
- Pusing
- pergelangan kaki bengkak
- Nyeri abdomendan disertai mual.
- gangguan gastro‐intestinal, termasuk konstipasi.
- Gagal jantung dan infark miokard

(Tjay & Rahardja, 2007).

- Bradikardi, atrioventrikular block, hipotensi, dan obstipasi terutama


terjadi pada obat-obat non piridin.
- menghambat agregasi trombosit dan kelainan darah lain, gangguan
penglihatan,
- reaksi kulit alergis, nervositas dan rasa tidak bertenaga

Anda mungkin juga menyukai