Proyek Underpass Pramuka Jakarta Timur
Proyek Underpass Pramuka Jakarta Timur
METHODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG
UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR
A. PENJELASAN UMUM
I. PENDAHULUAN
Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Jalan Pramuka– Jakarta
Timur dibangun untuk menanggulangi beban volume kendaraan yang melintas sepanjang jalan
Pramuka - Jakarta Timur. Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang
Underpass Jalan Pramuka – Jakarta Timur ini merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum –
Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Waktu pelaksanaan pekerjaan pada proyek
ini direncanakan selama 135 hari kalender.
1) Umum / persiapan
i) Mobilisasi,
ii) Pengaturan dan pengendalian lalu lintas.
2) Pekerjaan Drainase
3) Pekerjaan Tanah
i) Gelar sirtu,
ii) Perkerasan jalan beton untuk detour,
iii) Perkerasan jalan rigid beton + Tulangan.
i) Pembersihan lokasi,
ii) Pemancangan sheet pile baja,
iii) Penyanggaan, dan pemasangan jembatan sementara untuk keamanan operasi Kereta Api.
7) Pekerjaan Lain-lain
i) Pekerjaan Landscaping,
Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini ditangani oleh tenaga-tenaga trampil dari Joint
Operation Waskita Karya dengan Multi Struktur yang sudah berpengalaman dalam penanganan
proyek-proyek besar, sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar-benar terjamin, sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak.
Struktur Organisasi
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh
beberapa tenaga staf, dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan beserta pembantu-pembantunya.
Kepala Proyek bertanggung jawab kepada pimpinan Komite Manajemen JO Waskita Karya – Multi
Struktur.
Kepala proyek memimpin seluruh kegiatan di proyek, baik di bidang administrasi, teknik, maupun
kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Untuk masalah teknik engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu oleh bagian
teknik beserta stafnya.
Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian Personalia dan
Keuangan beserta stafnya.
Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.
Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama yang baik dengan
pihak pengawas, maka pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang
disyaratkan.
Sub Kontraktor
Dalam pelaksanaan proyek ini, Kontraktor Utama akan dibantu oleh Sub Kontraktor yang ditentukan
kemudian khususnya pada pekerjaan spesial seperti Penyangga dan pemasangan jembatan darurat
untuk pengamanan operasi Kereta Api, pekerjaan diaphragm wall.
Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, manajemen Joint Operation
telah mengeluarkan kebijakan mutu. Sistem manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya
ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali,
dan perangkat keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang
pelaksanaan pekerjaan.
Tenaga Kerja
Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai personel
inti dalam organisasi proyek.
Tenaga Kerja terampil akan dipilih dan didatangkan dari luar dan dari daerah setempat.
Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas,
SUPERVISI
INPUT
Bahan OUPUT
CONSTRUCTION Produk akhir BMW
Alat PROCESS
Tenaga Kerja (Biaya, Mutu, Waktu)
KRITERIA KEBERTERIMAAN
Gambar PELAPORAN +
Spesifikasi MONITORING
Mock Up
Pemilihan Alat
Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta sesuai dengan
kondisi lapangan dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk menjamin tercapainya sasaran
pelaksanaan pekerjaan, yakni Biaya Hemat, Mutu Akurat, dan Waktu Tepat.
Untuk proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Pramuka Jakarta
Timur ini pada umumnya diperlukan peralatan sebagai berikut:
Bahan
Kebutuhan bahan-bahan akan dikendalikan oleh bagian logistik dengan mengikuti pada jadwal
material dan spesifikasi teknik.
Untuk material utama pekerjaan struktur adalah Beton Ready Mix akan disuplai oleh Supplier
Concrete setempat.
Pengamanan (Security)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Waskita Karya – Multi Struktur JO akan menyediakan
tenaga keamanan sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal,
Program K3
Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek akan dibentuk
unit K3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Dalam menanggulangi
hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik,
Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain yang terkait.
Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek, banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang kegiatannya
akan saling berkaitan misalnya, pekerjaan Kereta Api dan diaphragm wall, pembesian, yang akan
dilaksanakan oleh Sub Kontraktor.
Oleh karena itu sangat diperlukan adanya koordinasi yang baik dan terpadu, untuk menghindari
terjadinya bentrokan dan kesimpangsiuran pelaksanaan, yang dapat mengakibatkan terjadinya
hambatan-hambatan yang tidak diinginkan.
Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi ini dilaksanakan tiap hari, dan berfungsi membahas dan mengkoordinasikan
pelaksanaan pekerjaan, permasalahan dan penyelesaiannya serta program pelaksanaan di lapangan.
Jadwal Pekerjaan akan dijabarkan lebih detail (bulanan dan mingguan) dan akan dimonitor secara
cermat menggunakan laporan harian dan mingguan.
Untuk sementara pengontrolan secara keseluruhan akan dituangkan dalam bentuk Bar Chart.
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu
dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain
mengontrol,
Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal
tersebut di atas sudah ada penanggungjawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus
quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control
(proses ISO 9002) dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yang dilaksanakan oleh masing-
masing perusahaan yang membentuk Waskita Karya - Multi Struktur JO.
Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang
diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di
proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang
diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di
pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya:
Untuk lebih jelasnya dalam proses pelaksanaan penerapan Quality Control untuk proyek ini dapat
dilihat pada lampiran Quality Control process ISO 9002.
B. METODE KONSTRUKSI
Dalam melaksanakan pembangunan proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang
Under pass Pramulka perlu dibuat metode konstruksi pelaksanaan proyek yang secara garis besar
dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu pekerjaan persiapan, traffic management, penggalian dan
pembongkaran serta pembersihan jalur jalan beton, perkerasan jalan beton, galian pekerjaan struktur,
pekerjaan diaphragm wall, pekerjaan struting, pekerjaan box culvert/ under pass, dan pekerjaan lain-
lain.
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Site Planning
Pengaturan lapangan proyek diperlukan untuk mengakomodasikan:
a. Traffic Manajemen dan Detour
b. Kantor Direksi Lapangan dan Kontraktor
c. Pos Jaga
d. Stock Yard
e. Work Shop
f. Gudang Material/Mekanik
g. Kantor Sub Kontraktor
h. Rumah Genset
i. MCK/Toilet Lapangan untuk pekerja
4. Mobilisasi
ksanakan setelah kontrak ditanda tangani, mobilisasi alat akan diawali untuk alat yang diperlukan
pekerjaan bongkar trotoar, peralatan yang mobilisasi untuk dipakai adalah Jack Hammer,
Excavator dan Dump Truck, yang mana juga dapat dipakai sebagai pembongkar aspal. Kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan pelebaran jalan, peralatan yang dimobilisasi untuk dipakai adalah
Bar Bender, Bar Cutter, Truck Mixer, Concrete Vibrator, Genset, Kompressor dll. Peralatan yang
dimobilisasi untuk dipakai adalah Earth Auger, Service Crane, Mesin Las, Concrete Pump
[Link] mobilisasi untuk material lainnya yang dipabrikasi diluar lokasi pekerjaan seperti
panel – panel form work dan lain – lain.
5. Direksi Keet
Kantor Kontraktor, Konsultan, Ware House, Work Shop, Barak Pekerja lengkap dengan furniture
dan isi bangunan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang akan dipersiapkan bersamaan
dengan pekerjaan setting out., semua bangunan tersebut diatas akan ditentukan tempatnya setelah
mendapat lahan yang disewa, dan bangunan tersebur akan ditutup dengan pagar pengaman/ pagar
sementara.. Dalam pembuatan kantor tersebut, fasilitas disekitarnya akan selalu dijaga dan
dirawat, sedangkan untuk kantor Pimpro dan staf akan ditentukan kemudian sesuai dengan
kebutuhan dan persetujuan pihak Pimpro.
Kantor yang akan dibangun dilengkapi dengan peralatan dan persyaratan yang dinyatakan dalam
dokumen lelang.
6. Test Pit
Test dilaksanakan dengan cara membuat lubang ukuran 1 x 1 dengan kedalaman 1 s/d 2 m.
Maksud diadakan test pit adalah untuk mengetahui utilitas yang ada
8. Persiapan Quality
Pembuatan Job Mix yang diperlukan dan yang akan dipakai pada pelaksanaan pekerjaan di
proyek ini, seperti job mix beton dan lain – lain.
9. Listrik
Pengadaan listrik proyek untuk pelaksanaan pekerjaan diadakan dari penggunaan listrik langsung
dari PLN dan dilengkapi atau di back up dengan genset yang ditempatkan pada lokasi yang bebas
dari penyebab gangguan kebisingan.
10. Air
Pengadaan air kerja akan diadakan dari pompa sumur dalam dan didistribusikan melalui Water
Tank Truck. Fabrikasi Besi, Bekisting dikerjakan pada workshop dan didistribusikan memakai
truck.
Sebelum dilaksanakan pekerjaan pemancangan baja H-Beam dan diaphragm wall , maka untuk
menghindari kemacetan lalu-lintas atau menghindari pengurangan lebar jalan eksisting, maka
dilaksanakan pelebaran jalan dengan memakai rigid pavement (perkerasan beton) dilokasi trotoar
antara jalur cepat dan jalur lambat yang sudah dibongkar . Dengan demikian lalu-lintas dari Matraman
Pasar Genjing dan sebaliknya dapat memakai pelebaran jalur lambat jalan tersebut.
- Persiapan pengalihan jalur kendaraan akibat menyempitnya jalur yang akan dipakai dalam
tahapan pelaksanaan, dengan melaksanakan pemasangan pagar pengaman dan pelaksanaan
pekerjaan untuk perkerasan beton.
- Pemasangan rambu – rambu yang diperlukan sebelum memasuki lokasi pekerjaan sampai
dengan rambu – rambu saat berada dilokasi pekerjaan, seperti rambu perhatian untuk berhati
– hati, sampai dengan rambu pembatasan dan larangan yang diperlukan.
- Pengaturan areal dan waktu untuk kendaraan dan peralatan proyek keluar dan memasuki areal
kerja dengan meminimalkan terjadinya kemacetan akibat hal tersebut.
- Setelah selesainya jalur alternatif tersebut maka dilaksanakan pemindahan pagar pengaman
untuk melindungi pekerjaan struktur yang akan dilaksanakan seperti pekerjaan penyangga
Kereta Api dan diaphragm wall.
- Pemasaangan pagar pengaman yang dipakai untuk membatasi lokasi proyek dengan
masyarakat umum dan pejalan kaki.
- Melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan dinas atau instansi terkait selama
pelaksanaan pekerjaan.
Pengalihan lalu-lintas dapat dipakai rubber cone, rambu-rambu arah, petunjuk jalan dan bendera-
bendera. Pagar sementara akan dipasang pada daerah pemancangan dan akan dipasangkan lampu-
lampu sehingga akan terlihat pada waktu malam hari bilamana dilaksanakan pekerjaan lembur.
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan dikoordinir oleh bagian tertentu dalam organisasi kontraktor
yang bertanggung jawab terhadap Safety, Health dan Environment, yang akan secara terus-menerus
akan memonitor dan mengevaluasi bagian pekerjaan ini.
Pengaturan lalu-lintas ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan mengendarai
kendaraan dan keamanan / kenyamanan bagi umum.
Pelaksanaannya akan dikonfirmasikan dengan pihak yang berwenang. Kontraktor akan memelihara
jalan yang berpengaruh kepada area operasional dengan kondisi yang baik.
Tumpahan tanah dan material akan disingkirkan dan kondisi jalan dikembalikan ke posisi semula.
Kami akan bekerja sama dengan badan yang berwenang untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar
terhindar dari kemacetan.
Dalam menyiapkan fasilitas pengaturan lalu lintas, sepanjang area kerja alat-alat pengatur lalu lintas
akan dipasang pada titik-titik tertentu sepanjang area pekerjaan dan sekitarnya.
Fasilitas pengatur lalu-lintas sepanjang area pekerjaan diperlukan antara lain sbb :
Rambu-rambu
Lampu-lampu
Rubber Cone
Penunjuk arah dan penunjuk jalan
Pagar penghalang sementara
Bendera-bendera
Dan lain-lain
Pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan sebelum pekerjaan diaphragm wall dengan lokasi di trotoar
antara jalur cepat dan jalur lambat . Adapun tahapan dari pekerjaan pelebaran jalan tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Pekerjaan
Pembersihan (Penebangan Pohon + Akar-akarnya)
Pekerjaan pembersihan disini adalah pekerjaan penebangan pohon yang berada dilokasi untuk
pelebaran jalan (dilokasi proyek) kemudian dilanjutkan dengan pembersihan akar-akar pohon
tersebut. Penebangan pohon dilaksanakan dengan menggunakan gergaji mesin. Sedangkan untuk
pembersihan / pencabutan akar-akar dari pohon tersebut dengan menggunakan excavator. Bekas
akar-akar pohon maupun batang-batang pohon segera dibuang keluar lokasi yang memenuhi
persyaratan yang ditentukan dengan menggunakan mobil truk.
2. Pekerjaan Bongkar
Trotoar
Pekerjaan bongkar trotoar dilaksanakan dengan menggunakan jack hammer dan excavator. Bekas
bongkaran selanjutnya dibuang keluar lokasi dengan menggunakan mobil truk.
3. Pekerjaan Galian
Tanah
Peralatan yang dipergunakan untuk pekerjaan galian tanah pada pelebaran jalan ini adalah
excavator dan dump truk. Galian tanah dilaksanakan sampai dengan elevasi yang telah
direncanakan. Bekas galian selanjutnya dibuang keluar lokasi dengan menggunakan mobil dump
truk yang dilengkapi dengan terpal untuk menutup permukaan atas agar tanah bekas galian yang
diangkut tidak tercecer di sepanjang perjalanan.
4. Pekerjaan Cor
Perkerasan Jalan
Setelah pekerjaan galian tanah untuk pelebaran jalan selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan
pekerjaan pemadatan tanah dengan menggunakan vibro roller. Kemudian dilakukan tes kepadatan
tanah. Selanjutnya setelah memenuhi persyaratan, dimulailah pekerjaan lean concrete (lantai
kerja) dengan mutu beton B0.. Setelah diadakan pengecekan bersama antara kontraktor dan
pengawas dilapangan dan disetujui barulah dilaksanakan pekerjaan pengecoran. Mutu beton yang
dipakai adalah K 350. Pengecoran dilaksanakan langsung dari mobil truck mixer yang dilengkapi
dengan talang cor. Pemadatan menggunakan concrete vibrator. Pengecoran akan dilaksanakan
pada waktu malam hari, untuk meminimalkan kemacetan kendaraan yang mungkin timbul akibat
pekerjaan tersebut. Perawatan beton (curing) dilaksanakan dengan cara menggunakan karung goni
yang dibasahi air.
1. Pekerjaan Pengukuran
Pekerjaan pengukuran meliputi pengukuran jalur dari diaphragm wall yang sekaligus
merupakan jalur dari guide wall yang akan dibuat.
Pembesian
Pembuatan bekisting Guide Wall
Pengecoran
Gambaran mengenai bentuk dan posisi guide wall dapat dilihat pada gambar sket dibawah ini:
350 CL 350
Slurry Level Ground Level
D16
1000
Y12 @300c/c
NTS
TYPICAL SECTION OF GUIDE WALL
g. Selang waktu pengetesan dan kisaran besar hasil test yang dapat disetujui oleh konsultan
pengawas diusulkan pada butir berikut. Laporan hasil pengetesan / pemeriksaan
laboratorium akan dicatat dan disajikan sepanjang konstruksi.
Grab raksasa ini dalam melaksanakan penggalian yang diopersikan oleh crawler crane Liebherr
HS 852 HD, atau yang setara dengan crawler crane ini, sepanjang pulling force dan kecepatan
putar drum depan dan belakangnya adalah sama. Kapasitas grab ini sekitar 0.4 m 3 sekali
penggalian.
Penggalian akan dilaksanakan bite demi bite terus sampai ke dasar galian. Secara terus-menerus
tanah yang tergali harus segera diisi oleh bubur bentonite-cement yang baru supaya permukaan
bubur bentonite-cement berada dekat permukaan bibir atas guide wall.
Bibir atas guide wall harus dibuat pada elevasi sedemikian rupa sehingga selalu berada di atas
permukaan air tanah supaya tidak membahayakan stabilitas dinding galian.
Tanah yang tergali oleh grab raksasa secara terus-menerus akan diperiksa jenisnya dan dicatat.
Catatan ini merupakan dasar bagi pembuatan excavation report yang akan dibuat untuk setiap
lubang galian secara benar dan teliti.
Setelah pemasangan besi besi beton melintang seperti termaksud diatas, precast panel diangkat
dengan menggunakan service crane dan load spreader melalui titik titik angkatnya, dan
tergantung bebas, kemudian secara perlahan-lahan dimasukkan kedalam lubang galian
sementara itu verticality dari panel selalu dikontrol dan hubungan panel yang satu dengan panel
di sebelahnya harus selalu diperhatikan (khususnya connecting joint-nya) Sementara precast
panel dimasukkan, bentonite cement slurry yang ada dalam lubang akan meluap keluar lubang,
untuk itu biasanya dipasang pompa didekat permukaan lubang galian, dan bentonite cement
slurry yang meluap akan dipompakan kembali ke tanki penampungan dan selama belum set
akan dipakai kembali sebagai stabilyzing fluid.
Sementara itu untuk menjaga level dari precast panel yang sudah dimasukkan sementara
bentonite cement slurry belum mengeras (khususnya yang didasar lubang galian), precast panel
"digantung" dengan menggunakan besi penggantung yang diletakkan diatas guide wall.(lihat
gambar diatas)
prosedur pelaksanaan instalasi dinding Diaphragm pracetak dapat kami gambarkan sebagai
berikut :
Untuk tahapan pekerjaan diaphragm wall ini terlebih dahulu dipersiapkan panel beton sesuai
gambar kerja.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan diaphragm wall dari penyediaan
sampai instalasi adalah 12 minggu (84 hari), dengan asumsi per hari 5-6 panel untuk panjang
12,5 m, 7-8 panel untuk panjang 7,5 meter, dan 10 panel untuk panjang
Kolam/ Tangki
Bentonite-Cement
Supply Cement
Cement Stock Kolam Bentonite
Yang Bersih Mixing
Unit
Supply
Panel Panel Stock
Pemasangan Penggalian
Panel dengan
Hydrolic Grab
Pekerjaan Caping diaphragm wall dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi panel diaphragm wall
selesai. Lingkup pekerjaan Caping diaphragm wall meliputi :
o Pekerjaan Pembersihan.
Pembersihan disini adalah pembersihan sisa-sisa bentonite semen yang ada diatas panel
difraghma wall dan sekitar diaphragm wall.
o Pekerjaan Pembesian.
Pekerjaan pembesian meliputi pabrikasi dan instalnya . Untuk pekerjaan pabrikasi dikerjakan
di bedeng kerja atau work shop, kemudian besi yang sudah dipabrikasi diangkut ke lapangan
dengan menggunakan truck dan untuk pemasangan besi harus sesuai dengan gambar kerja.
o Pekerjaan Bekisting.
Tahap awal pekerjaan bekisting adalah menentukan atau membuat marking / batas caping
beam oleh surveyor.
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan multiplek t=15 mm, dengan bantuan girder peri.
Kemudian letakkan multiplek dibatas marking dan perkuat dengan girder dan support dari
peri dan dibantu dengan separator sebagai penguat.
Gambar terlampir.
o Pengecoran.
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting selesai, maka diadakan pengecekan bersama
antara konsultan, pengawas PU dan kontraktor.
Setelah selesai pengecekan dan perbaikan bila ada komplain, maka pekerjaan pengecoran bisa
dimulai, dengan mutu beton yang digunakan adalah K 300.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengecoran :
1. Concrete Vibrator
2. Talang cor
3. Truck Mixer
a. Galian tanah
Untuk pekerjaan galian terlebih dahulu distek out oleh surveyor juga kedalam galian. Alat-
alat yang diperlukan :
- Excavator.
- Dump Truck
Hasil dari galian sendiri langsung dibawa keluar dari site dengan asumsi jarak ± 20 km.
b. Pasir Urug
Setelah galian selesai maka diberi pasir dengan persyarata n yang ditentukan, setebal ± 10 cm.
c. Lean concrete
Setelah pasir urug, maka konstruksi diatasnya adalah pekerjaan lean concrete dengan beton
kelas B0. Beton disupplay dari ready mix dan diangkut dengan truk mixer.
Pengecoran lean concrete menggunakan konstruksi talang.
d. Pembesian
Pembesian disini meliputi fabrikasi dan instalasi. Untuk pekerjaan fabrikasi dikerjakan di
bedeng kerja atau work shop kemudian besi yang sudah difabriaksi diangkut ke site /
lapangan dengan menggunakan light truk. Untuk pemasangan besi harus sesuai dengan
gambar kerja.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan Pembesian :
- Bar Cutter
- Bar Bender
- Light Truck
- Gegep
e. Bekisting
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan multiplek t=15 mm dengan bantuan perancah
peri. Tahap awal pekerjaan bekisting adalah menentukan atau membuat marking/batas
retaining wall oleh surveyor. Kemudian letakkan multiplek dibatas marking dan perkuat
dengan perancah peri dan dibantu dengan separator sebagai penguat.
f. Pengecoran
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting selesai, maka diadakan pengecekan bersama
antara konsultan, pengawas PU, dan Kontraktor.
Setelah selesai pengecekan dan perbaikan bila ada komplain, maka pekerjaan pengecoran
bisa dimulai.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengecoran :
- Concrete Vibrator
- Talang cor
- Truck Mixer
1. Pekerjaan Galian
Peralatan untuk pekerjaan Galian adalah :
- Excavator
- Dump Truk
Pekerjaaan galian dimulai setelah pekerjaan retaining wall., diaphragm wall, pemancangan
sheet pile , dan pekerjaan penyanggaan rel Kereta Api selesai. Pekerjaan galian dilakukan dari
arah rel Kereta Api mundur kebelakang .
- Excavator
Setelah pekerjaan galian selesai, maka dimulailah pekerjaan persiapan dengan menggunakan
motor grader.
Persiapan sub grade dikerjakan sesuai dengan top level yang telah ditentukan oleh surveyor.
Selama pekerjaan persiapan sub grade, bila diperlukan air, maka harus dipersiapkan.
3. Sirtu
Setelah pekerjaan persiapan sub grade selesai, maka surveyor memberikan stek out untuk
persiapan sirtu beserta top levelnya.
Begitu sirtu disuplay oleh suplier, maka langsung dihampar memakai motor grader dan
dipadatkan dengan vibro roller dan wales.
4. Lean Concrete
Setelah selesai penghamparan dan pemadatan sirtu, maka dilanjutkan dengan pekerjaan lean
concrete setebal 10 Cm
Tahap pertama adalah marking yang diberikan oleh surveyor, setelah itu pasang bekisting
yang sudah dipabrikasi.
Tahap kedua adalah penghamparan plastic sheet dan pemasangan tulangan berikut dowelnya.
Tahap ketiga adalah setelah diadakan inspeksi oleh konsultan dan pengawas PU, maka
pengecoran bisa dilanjutkan. Beton ready mix K-350 yang dipakai harus terlebih dahulu
diambil slumpnya dan kubus beton sebelum dituangkan keareal yang akan dicor.
b. Galian
Untuk pekerjaan galian terlebih dahulu harus di setting out oleh surveyor.
Peralatan yang dipakai :
o Excavator
o Dump Truk
c. Pasir Urug
Setelah pekerjaan galian selesai, maka harus diratakan sesuai dengan level yang telah
ditentukan oleh surveyor dan dipadatkan. Setelah itu masukkan pasir urug dan ratakan
dengan ketebalan 10 cm.
d. Lantai Kerja
Setelah selesai pasir urug, maka dilanjutkan dengan lantai kerja. Untuk lantai kerja
materialnya bisa dari ready mix atau site mix
Saluran precast dipasang di kiri – kanan underpass. Untuk pelaksanaannya sendiri setelah
rigid pavement dengan underpass.
Koker saluran
Untuk tahapan pekerjaan sama dengan pekerjaan saluran precast ukuran 60 x 60 cm.
Sedangkan untuk lokasi pekerjaannya adalah antara rigid pavement dengan underpass.
Tutup Saluran
Lingkup pekerjaannya :
e.1. Precast tutup saluran, dapat dikerjakan di Site atau Work Shop.
e.2. Pemasangan tutup saluran, dikerjakan secara manual dibantu truck pengangkut.
Pekerjaan pemancangan dilaksanakan setelah pekerjaan penyanggaan rel kereta api selesai.
Pemancangan dimulai dari dekat rel mundur kebelakang. Pada saat pemancangan harus extra
hati-hati, dikarenakan banyaknya utilitas yang ada diatas rel kereta api. Waktu pelaksanaan
pemancangan sheet pile dan H beam adalah 4 minggu / 28 hari kerja. Khusus untuk dibawah rel
kereta api, tidak dilakukan pemancangan. Metodenya diganti dengan sistem turap kayu.
g.1. Galian
Pekerjaan galian untuk underpass dilaksanakan setelah semua pekerjaan penyanggaan rel kereta
api selesai, juga ramp kiri-kanan underpass selesai. Pekerjaan galian disini menggunakan
excavator yang turun ke ramp. Pekerjaan galian dilakukan bertahap, karena harus diselingi /
diiringi dengan pekerjaan struting. Skema pekerjaan galian dapat dilihat pada gambar terlampir.
Selama pekerjaan galian harus di standbykan pompa air sebanyak 2 unit.
g.2. Struting
Pekerjaan struting adalah pekerjaan perkuatan untuk sheet pile waktu pekerjaan galian. Struting
dikerjakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan galian.
Setelah pekerjaan galian mencapai level yang telah ditentukan dan struting selesai maka
dilanjutkan dengan pekerjaan pasir urug.
g.6. Pembesian
Lingkup pekerjaan pembesian meliputi :
- Pabrikasi
- Angkut + install
g.6.1. Pabrikasi
Pabrikasi besi dapat dilakukan di site atau work shop. Untuk pekerjaan pabrikasi ini
diperlukan alat-alat sbb :
- Bar cutter
- Bar bender
Waktu pelaksanaan pabrikasi dapat dilakukan saat mulainya pekerjaan galian tanah.
Pabrikasi besi harus sesuai dengan bar bending schedule yang ada atau sesuai dengan
gambar kerja.
g.7. Bekisting
Sama seperti pekerjaan pembesian, maka pekerjaan bekisting meliputi :
- Pabrikasi
- Angkut + install
Tahap awal adalah pemasangan bekisting lantai bawah. Skemanya seperti terlihat pada gambar
terlampir:
Tahap kedua adalah pemasangan bekisting dinding. Skemanya seperti terlihat pada gambar
terlampir:
Tahap ketiga adalah pemasangan bekisting dak / lantai atas. Skemanya seperti terlihat pada
gambar terlapir.
- Concrete pump
- Vibrator
- Truck mixer
- Alat curing
Khusus pekerjaan ini, Kontraktor disyaratkan harus benar-benar menguasai teknik-teknik perkereta
apian, karena perjalanan kereta api tidak boleh berhenti. Dalam hal ini Kontraktor dibantu oleh NSC
yang sudah terbiasa menangani pekerjaan tersebut.
1. Supporting / Pemancangan
a. Pekerjaan Persiapan
a.1 Alat-alat pemancangan, yang meliputi :
- Crawler crane, kapasitas 35 ton : 1 unit
- Vibro hammer, kapasitas 60 kw : 1 unit
- Genset, kapasitas 250 kw : 1 unit
a.2 H beam :
- [Link].12000 = 32 batang
- [Link]. = 30 batang
a.3 Cross beam :
- H.[Link].10000 = 2 batang
- H.[Link].12000 = 12 batang
a.4 C canal dan besi siku secukupnya untuk tumpuan bracing.
a.5 Temporary bridge, L = 11.00 m = 6 unit.
a.6 Baut-baut dan plat
a Split Pondasi
a.1 Untuk split pondasi, setelah ditentukan titiknya oleh surveyor, maka tanamkan
anchor L 75 x 75 x 8 kedalam tanah existing dan sisakan kepermukaan sepanjang 30
cm. Kemudian diatas anchor tersebut dipasangkan plat dan anchor bolt yang nantinya
b Pemancangan
b.1 Setelah semua titik-titik pemancangan telah ditentukan oleh surveyor, maka dimulai
persiapan alat-alat yang diperlukan.
b.2 Setelah jalur cepat ditutup, maka crane dimobilisasi pada titik yang telah ditentukan,
juga material H beam [Link] ditempatkan pada titiknya. Crane disetting dan
mengangkat vibro hammer, juga sekalian H beam diangkat, dan vibro hammer
ujungnya dijepitkan pada H beam yang akan dipancang.
Tempatkan H beam pada titik yang telah ditentukan, kemudian nyalakan genset, maka
pemancangan dimulai. Dengan kapasitas alat yang ada, maka waktu yang diperlukan
untuk pemancangan 1 (satu) titik memerlukan waktu ± 2 jam, dikarenakan lokasi
pekerjaan yang penuh dengan kabel KRL dan CTC. Jadi waktu yang diperlukan
untuk pekerjaan pemancangan tersebut sampai seluruhnya selesai adalah 10 (sepuluh)
hari kerja.
b.3 Selama pekerjaan pemancangan diharuskan selalu berkoordinasi dengan SK, DK
dan Stasiun terdekat, juga ditempatkan train watcher sebanyak ± 2 orang.
Setelah rail bundle terpasang, maka penggalian dapat dilakukan dengan hati-hati sambil
memperhatikan jadwal kereta api. Setelah penggalian mencapai level yang ditentukan,
maka pemotongan top pile bisa dilakukan
Selama pekerjaan rail bundle, pekerjaan galian dan pemotongan top pile diharuskan selalu
berkonsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait.
b. Setelah top pile dipotong selanjutnya dipasang pile cap, waktu yang diperlukan 1 hari kerja.
Selanjutnya dilakukan penggalian ballast melintang rel sampai mencapai level yang
diinginkan / ditentukan supaya dapat memasang cross beam. Waktu yang diperlukan ± 1
minggu kerja.
Gambar terlampir
c. Setelah selesai galian ± 1 minggu, dilanjutkan pemasangan cross beam sebanyak 14 unit.
Waktu yang diperlukan ± 2 hari kerja.
d. Setelah semua cross beam terpasang, maka dilanjutkan dengan pekerjaan perkuatan
penopang rel dengan cara dimasukkan bantalan kayu. Waktu yang diperlukan ± 1 hari kerja.
Setelah semua pekerjaan pendukung jembatan sementara telah selesai, yang mana waktu
pelaksanaannya kira-kira 41 – 45 hari kerja / 1,5 bulan, maka tahapan selanjutnya adalah
pemasangan temporary bridge atau jembatan sementara.
Untuk memulai pekerjaan ini, segala perijinan dan metode yang akan dilaksanakan sudah
harus diajukan ke pihak ketiga dalam hal ini PT. KAI sebulan sebelumnya.
bridge
6 Memasang pendrol diatas - Pen Puller ± 20 menit
temporary bridge dan diluar - Palu
temporary bridge - Linggis
7 Perkuatan temporary bridge HTT ± 40 menit
dan pemadatan ballast
Total waktu pelaksanaan untuk pekerjaan temporary bridge / pekerjaan kereta api
adalah : ± 60 hari – 65 hari kerja (± 2 bulan).
1. Pekerjaan Timbunan
Setelah box culvert selesai, maka pekerjaan timbunan dapat dilaksanakan. Timbunan disini selain
dengan tanah juga material granular di kiri-kanan box culvert dengan lebar ± 50 cm. Setelah
timbunan selesai, maka dipasang plat injak dibawah rel disamping kiri-kanan box culvert.
C. P E N U T U P
Demikian metode pelaksanaan secara garis besarnya, metode pelaksanaan yang lebih detail akan
dibuat pada saat pelaksanaan nanti. Uraian secara garis besar yang dapat kami sampaikan sebagai
usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam Proyek Pembangunan dan Peningkatan
Simpang Tak Sebidang Underpass Pramuka – Jakarta Timur.
Tentu saja di dalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan
dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal - hal yang lebih terinci lagi akan dibuat lebih lanjut
sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.
Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-langkah
yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.